E-journal Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda
Not a member yet
2865 research outputs found
Sort by
PERKEMBANGAN APLIKASI MICROSOFT OFFICE DARI MASA KE MASA
Aplikasi yang sering digunakan oleh klien adalah aplikasi perkantoran, baik oleh developer, broker, dll. Berbagai aplikasi perkantoran yang biasa digunakan, baik yang berbayar maupun yang gratis, salah satunya adalah Microsoft Office (MS-Office). Microsoft Office adalah nama untuk sekumpulan aplikasi perkantoran yang dibuat oleh Microsoft dan ditujukan untuk bekerja di bawah kerangka kerja Windows. Eksplorasi ini menggunakan metodologi subyektif bersifat ilmiah yang berbeda yang mencoba untuk memahami secara mendalam masalah yang diteliti dengan pendekatan survei penulisan yang diperoleh dari beberapa buku harian, buku, dan proposal yang berkaitan dengan perbaikan Microsoft Word setiap saat. Microsoft word atau microsoft office word adalah pemrograman penanganan kata yang terdepan dari Microsoft. Pertama kali didistribusikan pada tahun 1983 dengan nama multi-apparatus word yang diharapkan untuk Xenix, rendisi yang berbeda juga dibuat untuk beberapa kerangka kerja, termasuk DOS (1983), apple mac (1984), SCO UNIX, sistem operasi / 2, dan microsoft windows (1989). Microsoft Office adalah bundel pemrograman aplikasi perkantoran yang dibuat oleh Microsoft Partnership yang umumnya digunakan di yayasan dan organisasi. Aplikasi yang paling populer dan sangat berharga dalam Microsoft Office adalah Succeed, Word, dan PowerPoint. Selain itu, peningkatan Microsoft Office dimulai pada tahun 1992 dengan diluncurkannya Microsoft Office 3.0 hingga varian terbarunya, tepatnya Microsoft Office 2021 atau adaptasi 18
URGENSI PENGUATAN MODERASI BERAGAMA DALAM MENGHADAPI PERANG PEMIKIRAN DI MEDIA (STUDI PADA PERSPEKTIF DOSEN UINSI SAMARINDA)
Di era digital yang serba cepat, media menjadi arena interaksi dan persaingan berbagai ideologi, termasuk dalam konteks keagamaan. Media tidak hanya berfungsi sebagai saluran informasi,tetapi juga memiliki peran strategis dalam membentuk opini publik dan menyebarkan nilai-nilai moderasi beragama guna meredam perang pemikiran, terutama di media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis urgensi penguatan moderasi beragama dalam menghadapi tantangan perang pemikiran di media, serta merumuskan strategi yang dapat diterapkan untuk memperkuatnya. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini berfokus pada dosen UINSI Samarindasebagai subjek, dengan data utama diperoleh melalui wawancara dan data sekunder dari literatur yang relevan. Analisis data dilakukan melalui tiga tahap: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan serta verifikasi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai pentingnya moderasi beragama di ruang publik digital, sekaligus menawarkan strategi yang aplikatif dalam memperkuat nilai-nilai moderasi dalam media yang semakin terintegrasi dengan teknologi
DIGITALISASI DAKWAH FAKULTAS USHULUDDIN, ADAB, DAN DAKWAH UINSI SAMARINDA MELALUI PROGRAM YOUTUBE BERANDA DAKWAH
Dalam era digital yang semakin maju, dakwah Islam telah mengalami transformasi signifikan dalam pendekatan dan penyampaian pesan-pesan agama. Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah UINSI Samarinda merespons perubahan ini dengan meluncurkan program "Beranda Dakwah" di platform YouTube. Program ini bertujuan untuk menyebarkan nilai-nilai Islam melalui konten-konten yang mendalam dan bervariasi, mencakup tafsir Al-Qur'an, hadis, dan kajian fiqh serta akhlak, yang relevan dengan kehidupan kontemporer. Penelitian ini mengevaluasi efektivitas program "Beranda Dakwah" dalam menjangkau audiens yang luas, menciptakan interaksi yang aktif, dan memberikan dampak positif dalam membentuk pemahaman agama di kalangan pemirsa. Metode penelitian yang digunakan mencakup analisis statistik dari data YouTube, studi literatur, dan survei respons audiens. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa "Beranda Dakwah" berhasil memenuhi tujuannya dengan baik meskipun dihadapkan pada tantangan persaingan konten digital dan manajemen sumber daya. Untuk menjaga keberlanjutan dan peningkatan, program ini memerlukan inovasi terus-menerus dalam konten dan strategi komunikasi, serta dukungan yang berkelanjutan dari berbagai pihak. Dengan demikian, "Beranda Dakwah" tidak hanya menjadi contoh sukses dalam dakwah digital di Indonesia, tetapi juga menyumbang dalam pembentukan pemahaman agama yang lebih mendalam dan inklusif di tengah perubahan zaman
Efektifitas Penerapan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 Tentang Pengelolaan Zakat
Dalam mengelola zakat diperlukan strategi yang baik. Pengelolaan zakat yang kurang terukur dan tanpa mekanisme yang baik tentu akan berpengaruh pada potensi zakat yang harusnya bisa lebih maksimal. Sebagai salah satu Unit Pengumpul Zakat, masjid ini memiliki potensi zakat yang cukup besar. Tapi saat ini realisasi pengumpulan zakat masih belum optimal. Maka diperlukan strategi pengelolaan zakat yang baik dengan mengutamakan asas dan tujuan zakat seperti yang sudah tertera pada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengelolaan zakat di masjid Jabal Nur, dan efektivitas pengelolaan tersebut sesuai dengan peraturan yang berlaku. Jenis penelitian yang digunakan adalah yuridis empiris dengan analisis kualitatif. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa efektivitas mekanisme pengelolaan zakat oleh Unit Pengumpul Zakat masjid Jabal Nur Kelurahan Dadi Mulya Kota Samarinda berdasarkan teori hukum Lawrence M Friedman, dikatakan belum sepenuhnya efektif. Hal ini dilihat dari struktur hukum, dan substansi hukum yang dinilai sudah efektif berjalan, sementara dalam budaya hukumnya belum efektif. Selama ini pengelolaan zakat di masjid Jabal Nur masih dilakukan secara mandiri, di mana seharusnya dana zakat diserahkan kepada BAZNAS sesuai dengan peraturan yang berlaku
Keterampilan Berbahasa Arab dalam Literatur Akademik Indonesia: Tren Penelitian dalam Jurnal Terakreditasi SINTA (2018-2022)
Research trends are an important indicator in evaluating the extent to which a field of science has developed, especially in Arabic language skills. It is necessary to know the extent to which previous researchers have studied these skills with various types of methods, approaches, models, instruments, and how much similar research has been carried out. Therefore, this study aims to investigate research trends in Arabic language skills in Indonesian academic literature, with a focus on articles published in accredited journals of SINTA (Science and Technology Index) during the 2018-2022 period. The research method used is SLR (Systematic Literature Review), which is used as a framework for identifying, collecting and reviewing literature. Data will be collected from SINTA accredited journals which contain articles about Arabic language skills totaling 62 journals with 377 articles. This research uses descriptive bibliometric analysis to identify research trends, dominant topics, and Indonesia's contribution to Arabic language skills academic literature. This research has revealed that a lot of research on Arabic language skills carried out in 2021, which is dominant with research on speaking skill, while the type of research used is dominated by quantitative experiments and qualitative case studies, with instruments of interview, observations, questionnaires, tests and documentation being many choices for researchers with descriptive qualitative analysis as well as descriptive statistical analysis. Most research locus are found at junior high school, high school and university levels, while research topics are more directed towards a particular method in Arabic language skills
Technology-Based Learning Management of Maharah Istima' at Language Unit of Raudhah Al-Lughah Al-Arabiyah
Raudhah Al-Lughah Al-Arabiyyah is a language unit owned by Annuqayah Boarding School Sumenep Madura Boarding School. This language unit focuses on Arabic language learning which is non-formal. Istima's learning becomes one of the activities taught to students to help them understand Arabic utterances. Learning management is needed in Istima's learning activities to achieve effective learning goals. Effective learning objectives. The problem in this study is formulation: (1) how is the management of istima's learning which includes planning, implementation, and evaluation in The Raudhah Al-Lughah Al-Arabiyyah language unit. (2) what forms of technology are used as media in learning maharah istima'. This type of research is qualitative research; the sources are the chairman and some Raudhah Al-Lughah Al-Arabiyyah language unit members. Data collection using semi-structured interview techniques, and documentation. The final stages of data analysis are data reduction, data presentation, and conclusion in checking the validity of the data using triangulation. Results The results showed that: Istima's learning planning was prepared in the form of learning tools, including curriculum, media, materials, methods, determination of class, learning time, and place. Implementation of the system's learning activities went well; the steps included opening (introduction), delivery of material, and learning activities. Evaluation is carried out by the language unit Raudhah Al-Lughah Al-Arabiyyah with formative (day) and summative (every semester)
Persepsi Mahasiswa PAI tentang Konsep Mahabbah terhadap Hidup Selibat dalam Perspektif Rabi’ah Al-Adawiyah
Abstract
The Mahabbah notion originated with the first female Sufi figure, Rabi'ah Al-Adawiyah. Sufism's teachings were one of Rabi'ah's reasons for not marrying. The figure of Rabi'ah, as well as the concept of mahabbah and Rabi'ah's life story, have been known in various parts of the world in Islamic history, including among Islamic Religious Education students at the Sultan Aji Muhammad Idris State Islamic University of Samarinda, where the researcher initially obtained answers by observing the students' daily lives. The pupil recognized Rabi'ah's figure and even idolized him through his love poetry to Allah. So the researcher's goal in this study is to investigate the perspectives of Islamic Religious Education Students at Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda State Islamic University regarding the concept of Mahabbah Rabi'ah Al-Adawiyah. This study followed a qualitative descriptive research design. According to the findings of this study, students of Islamic Religious Education at Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda State Islamic University have a harmonious perception that the concept of mahabbah is the perfect reason for someone to live celibate, owing to their understanding of mahabbah, specifically how pure a servant's love is for his Rabb. Celibacy, according to them, is defined as someone who chooses to live without marriage in order to improve their religion. However, a number of students stressed the importance of remembering the level of maqamat. Rabi'ah Al-Adawiyah's maqam is a guardian, therefore he is not reckless with his decisions, so lay people must exercise caution if they desire to be celibate while adhering to the notion of mahabbah, because his maqam is not present, allowing the concept of mahabbah to be broken. As a result, when studying Sufism, students must have a more in-depth and meaningful understanding. Keywords: Celibacy, Mahabbah, Rabi'ah Al-Adawiyah,
Abstrak
Konsep Mahabbah merupakan ajaran tasawuf dari tokoh sufi perempuan pertama, Rabi’ah Al-Adawiyah. Yang mana ajaran tasawufnya tersebut menjadi salah satu alasan Rabi’ah untuk hidup tanpa pernikahan. Sosok Rabi’ah beserta konsep mahabbah, dan kisah hidup Rabi’ah telah dikenal diberbagai belahan dunia dalam sejarah Islam, termasuk dikalangan mahasiswa Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda, dimana pada observasi awal peneliti memperoleh jawaban dari mengamati keseharian mahasiswa yang menggambarkan bahwa mahasiswa tersebut mengenali akan sosok Rabi’ah bahkan mengidolakannya melalui syair-syair cintanya kepada Allah. Maka tujuan dari penelitian ini adalah, peneliti ingin mengkaji terkait Persepsi Mahasiswa Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda Tentang Konsep Mahabbah Rabi’ah Al-Adawiyah. Penelitian ini disusun dengan penelitian deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini ialah mahasiswa Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda memberikan persepsi yang selaras bahwa konsep mahabbah adalah alasan yang sempurna jika seseorang ingin hidup selibat, karena pengetahuan mereka tentang konsep mahabbah yaitu bagaimana kemurnian cinta seorang hamba kepada Rabb-Nya. Adapun selibat dalam pandangan mereka yaitu seseorang yang memutuskan hidup tanpa pernikahan dengan tujuan untuk menyempurnakan agamanya. Namun, sejumlah mahasiswa juga menyampaikan pandangannya bahwa perlu diingat terkait tingkatan maqamat. Rabi’ah Al-Adawiyah maqamnya adalah wali sehingga tidak sembarangan dengan keputusannya, maka perlu berhati-hati bagi para awam jika ingin berselibat meskipun dengan konsep mahabbah, karena maqamnya tidak sampai sehingga konsep mahabbahnya bisa terpatahkan. Maka dari itu mahasiswa harus diberikan pemahaman yang lebih mendalam dan implikatif dalam mempelajari ilmu tasawuf.
Kata Kunci: Mahabbah, Rabi’ah Al-Adawiyah, Seliba
Strategi Pengelolaan Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) Firdaus Berkah Bersama dalam Meningkatkan Kesejahteraan Angoota Periode 2021-2022
Abstract:
Tujuan utama koperasi syariah adalah memajukan kesejahteraan anggota dan Masyarakat pada umunya, serta memberikan kontribusi dalam pembangunan tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil, dan makmur berlandaskan Pancasila serta Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi pengelolaan koperasi syariah dalam meningkatkan kesejahteraan anggotanya di KSPPS Firdaus Berkah Bersama Samarinda. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif, yaitu dengan mengacu pada tinjauan Pustaka dari sumber yang relevan terkait penelitian ini dan untuk menganalisis dan mendeskripsikan strategi pengelolaan koperasi syariah untuk kesejahteraan anggotanya. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pengelolaan yang dilakukan oleh KSPPS Firdaus Berkah Bersama sudah dilakukan sesuai dengan fungsi pengelolaan yaitu melalui perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan. Dan strategi pengelolaan KSPPS Firdaus Berkah Bersama dalam mensejahterakan anggotanya yakni melalui pembiayaan yang diberikan kepada anggota yang layak untuk menerima, melakukan monitoring agar tidak terjadi pembiayaan yang macet dan memberikan pembinaan agar usaha para anggota berjalan lancr dan mengalami peningkatan. Hal ini menunjukkan bahwa pengelolaan koperasi syariah yang strategis dan efisien mampu mendorong pertumbuhan ekonomi anggota koperasi, meningkatkan partisipasi anggota, serta mengoptimalkan pemanfaatan pembiayaan sehingga dapat berkontribusi pada kesejahteraan sosial dan ekonomi masyarakat
Keywords: Koperasi Syariah, Strategi pengelolaan, Kesejahteraan Anggot
Religion, Education, and Maintaining Ethno-religious Harmony in Sanggau, West Kalimantan
This study aims to explore the role of religion and education in maintaining inter-ethnic harmony in Sanggau, West Kalimantan, Indonesia. Sanggau, with its ethnic diversity including Malays, Dayaks, Chinese and others, provides a rich context for understanding how inter-group harmony can be maintained through religious and educational interventions. This study uses qualitative methods, including in-depth interviews with religious leaders, community leaders and teacher, as well as observation and documentation of religious, educational and social activities in Sanggau. The data is then recorded and assigned a code. It is subsequently grouped according to broader categories, with reference to the purpose of the research. The relationship between the themes within the data is then narrated in order to facilitate the construction of research conclusions. These conclusions are then associated with the results of previous studies and relevant theories. The findings of this study indicate that small-scale conflicts over religious issues are common in the Sanggau. The conflict arose because of the multi-religious and multi-ethnic situation. Conflicts arose over the construction of places of worship, religious changes and interfaith marriages. However, these conflicts have been resolved through ethno-religious and educational approaches. Group identity is used to strengthen the bonds of fraternity, as expressed in the phrase "kita menyadi’ (we are brothers)". A shared identity is built on the traces of origin, history and the values of local wisdom that are inherited. Local initiatives have also emerged to promote ingroup cooperation through religion and education, successfully cultivating the values of tolerance as the key to maintaining harmony. Religious approaches have given way to ethnic approaches, and education has been part of strengthening narratives of togetherness and peace. Joint religious activities, such as the celebration of religious holidays and inclusive education programmes involving students from different ethnic backgrounds, have proven effective in strengthening solidarity and mutual understanding
Islamic Religious Education in Corruption Prevention at Public Universities in East Kalimantan
The purpose is to find out the policies of general universities in preventing corruption, analyze the development of Islamic Religious Education materials in preventing corruption, analyze the methods of Islamic Religious Education learning and preventing corruption and find out the evaluation of learning and its impact on preventing corruption in general universities in East Kalimantan. This research is qualitative with a phenomenological-pedagogical approach. The data sources are university leaders, Islamic Religious Education lecturers and students. Data collection was carried out through interviews, observations and documentation. Data analysis used the Milles and Huberman model assisted by Nvivo 12 software. The results of this study are 1) The policies of general universities in preventing corruption are opening one-door cooperation, accountability for activities through reports, prohibition of gratification, Islamic Religious Education based on anti-corruption, forming an anti-corruption task force, forming an SPI, implementing statutes properly, providing an Anti-Corruption Education MK and unification of accounts. 2) Development of Islamic Religious Education material containing corruption prevention, namely the implementation of the pillars of faith and the pillars of Islam, honesty, trust, development of faith and piety material, honesty-based transactions, honest agricultural products, discussion of corruption in an Islamic perspective, modern shirk. 3) Islamic Religious Education learning methods in preventing corruption include lectures, questions and answers, discussions, consistent with lecture contracts, peer studies, assignments (structured and independent), projects. 4) The types of evaluations used in preventing corruption are mid-term exams, final exams, observations, project assessments, FGDs, identification of commendable and uncommendable attitudes in lectures and reflections