E-journal Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda
Not a member yet
    2865 research outputs found

    Hakikat Ilmu Psikolgi Positif: Tinjauan Filsafat Psikologi Pendidikan

    Get PDF
    This article discusses the nature of the philosophy of positive psychology in the context of education in Indonesia as an approach that aims to improve individual welfare and happiness holistically. The background of this study is the shift in the focus of psychology from curing mental illness to strengthening human potential, which is influenced by the humanistic approach and Aristotle's principle of eudaimonia. The main purpose of this paper is to describe the history of the birth of positive psychology, the philosophical dimensions that underlie it (ontology, epistemology, and axiology), and the direction of its development in Indonesia. The results of the study show that positive psychology has a major contribution to education, especially in building character, improving emotional well-being, and creating a supportive and meaningful learning environment. The concept of eudaimonia, Maslow's theory of needs, and the PERMA model are the main foundations in designing a learning approach that humanizes students. In Indonesia, the integration of local values, technology, and policies based on positive psychology is the strategic direction of its development. Thus, the philosophy of positive psychology provides a strong conceptual framework for adaptive, ethical, and sustainable education

    Facilitating Qur'anic Literacy in Early Childhood through Smart Hafiz “Al Qolam”

    Get PDF
    The introduction of Qur'anic literacy from an early age is necessary in contemporary Islamic education. However, conventional approaches to teaching Qur'anic literacy often face various limitations, especially in maintaining children's interest in learning. This study examines the effectiveness of Smart Hafidz "Al Qolam" as an interactive digital media in supporting the mastery of hijaiyyah letters, reading fluency, and memorization of short letters in early childhood. This research method employed a descriptive quantitative approach to 22 children aged 4-6 years who were active users of Al Qolam for six months in TK Mawarbudi 1 and 2, Harjowinangun, Demak District. Data were collected through direct observation and assessment of children's Qur'anic skills. The results showed that all participants successfully mastered the hijaiyyah letters. Six children could read the Qur'an fluently, ten showed moderate fluency, and the remaining six could recognize letters well, although they did not read thoroughly. In addition, most children memorized at least five short surahs. Al Qolam's voice and interactivity features increased child engagement and created a more enjoyable learning experience in the home environment. This study confirms that digital tools, such as Al Qolam, have significant potential to strengthen the Qur'anic literacy foundation and can be broadly integrated into early childhood education

    Implementasi Fatwa No.112/DSN-MUI/IX/2017 tentang Ijarah

    Get PDF
    Fatwa No. 112/DSN-MUI/IX/2017 tentang Ijarah mengatur prinsip sewa-menyewa dalam perspektif syariah, yang mencakup hak dan kewajiban pihak yang terlibat serta keabsahan akad ijarah. Namun, dalam praktiknya, masih terdapat ketidaksesuaian dalam penerapan akad ijarah pada penyewaan gedung serbaguna, terutama dalam aspek transparansi akad, penentuan biaya, serta pemenuhan hak dan kewajiban penyewa maupun pemilik gedung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi fatwa tersebut dalam praktik penyewaan gedung serbaguna di Kecamatan Samarinda Seberang serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam penerapannya. Jenis penelitian yang penulis gunakan yaitu normatif-empiris dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Objek penelitian ini adalah gedung serbaguna yang berada di kecamatan Samarinda Seberang. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu praktik sewa-menyewa di gedung serbaguna Samarinda Seberang telah berjalan dengan prosedur sewa-menyewa pada umumnya yang diterapkan dalam masyarakat, akan tetapi masih belum menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) tertulis, seperti belum terbuatnya aturan khusus gedung yang ditempel pada dinding secara tertulis yang memuat secara rinci tentang tata cara penyewaan. Selama ini penyewaan pada kedua gedung serbaguna tersebut hanya dilakukan secara lisan saja. Menurut perspektif Fikih Muamalah dan Fatwa No. 112/DSN-MUI/IX/2017 tentang akad Ijarah, praktik sewa-menyewa tersebut memang sudah berjalan dengan baik. Dalam fatwa menekankan pentingnya kejelasan dalam akad sewa-menyewa, yang meliputi persetujuan bersama mengenai objek yang disewakan, jangka waktu, serta biaya yang harus dibayarkan. Namun masih terdapat kelemahan yang muncul dalam praktik sewa-menyewa tersebut, seperti tidak adanya perjanjian tertulis yang lebih rinci dan tidak adanya saksi dalam Ketika proses terjadinya sewa-menyewa. Dengan tidak hadirnya saksi dalam perjanjian tersebut, berpotensi akan menimbulkan risiko perselisihan di kemudian hari jika terjadi perbedaan pendapat antara penyewa dan pihak pengelola

    KEBIJAKAN HUKUM PERKAWINAN POLIGAMI DALAM PEMENUHAN HAK ISTRI KEDUA BERDASARKAN SISTEM PERADILAN DI INDONESIA

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya fenomena perkawinan poligami, beberapa pakar hukum terpecah ke dua kubu. Apakah poligami layak diisbat atau tidak? Sebagian ahli hukum menilai bahwa perempuan yang dipoligami perlu dilindungi hak-haknya sehingga isbat poligami seharusnya diperbolehkan. Mengingat dengan tidak adanya pencatatan perkawinan, hal ini berakibat atas tidak terjaminnya hak-hak istri dalam rumah tangga. Oleh kerana itu apabila terjadi hal-hal negatif atas perempuan, negara tidak bisa hadir guna mengatasi problematika yang dihadapi perempuan poligami. Inkonsistensi aturan ini menjadikan polemik ketidakadilan serta para pihak pencari keadilan tidak memperoleh kepastian hukum. Di sinilah regulasi Sema no 2 tahun 2019 tersebut masih perlu dipertanyakan serta sejauh mana pemberlakuannya, dan juga apakah sema no 2 tahun ini masih relevan untuk diterapkan dengan melihat realita yang terjadi di masyarakat. Penelitian ini menggunakan penelitian kepustakaan (library research). Hasil penelitian ini menunjukan perbandingan antara Fiqih Munakahat dan aturan Sema no 2 tahun 2019, hak istri kedua menurut Fikih munakahat yaitu perkawinan yang lebih dari satu wanita dalam waktu bersamaan tanpa izin pengadilan merupakan perkawinan yang sah saja menurut ketentuan fikih. Terkait hak istri kedua menurut fikih munakahat yaitu istri yang izin maupun tidak izin pengadilan perkawinannya apabila rukun dan syaratnya terpenuhi, maka hak istri muncul sejak ijab kabul itu usai di lakukan. Sedangkan Perkawinan poligami terhadap hak istri kedua menurut Sema No 2 tahun 2019 yaitu perkawinan yang lebih dari satu bahwa suami harus meminta izin kepada istri pertamanya ketika ingin berpoligami dan izin pengadilan, istri kedua yang tidak di catatkan perkawinannya maka tidak memiliki kekuatan hukum

    UPAYA PEMBINAAN ANAK DIDIK OLEH LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK PERSPEKTIF MAQĀṢID AL-SYARĪ’AH (STUDI DI LPKA KELAS II TENGGARONG)

    Get PDF
      Abstract: One of the factors, such as the lack of attention and parental involvement in educating, nurturing, and providing the rights of children, can result in the child committing criminal acts and eventually coming into contact with the law. Therefore, during their sentence, the Juvenile Correctional Institution, hereinafter referred to as the institution, plays a role in providing guidance to children who are in conflict with the law. This research is a qualitative study with a normative-empirical legal method, descriptive in nature, using a statutory approach. The data sources come from primary and secondary data. The data collection techniques used include observation, interviews, and documentation, with three procedures for data analysis: data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Based on the research findings, the efforts made by the Juvenile Correctional Institution Class II Tenggarong consist of religious guidance, education, skills/interests & talents, each manifested in several activities, providing the children's rights, fulfilling their needs, and offering healthcare services that encompass both physical and mental health. Secondly, from the perspective of Maqāṣid Al-Syarī’ah, there are three points of guidance by the Juvenile Correctional Institution Class II Tenggarong that are categorized as Dharuriyyat (essential needs), namely religious activities under the category of Hifdz al-din (preservation of religion), such as mandatory and voluntary communal prayers, BTQ (Qur'an reading), study of religious gatherings, and the Bible study. Then, healthcare services under the category of Hifdz nafs (preservation of life), which include providing nutritious food, rest periods, health check-ups, exercise, and counseling with psychologists. Lastly, education under the category of Hifdz aql’ (preservation of intellect), which includes formal education, package programs, and religious classes. Furthermore, activities related to skill development, interests, and talents fall under the category of Hajiyyat (complementary needs).   Abstrak: Salah satu faktor seperti kurangnya perhatian dan peran orang tua dalam hal mendidik, mengasuh, dan pemberian hak-hak anak dapat mengakibatkan anak melakukan tindak pidana dan akhirnya berurusan dengan hukum. Sehingga selama menjalani masa pidananya, Lembaga Pembinaan Khusus Anak yang selanjutnya memiliki peran dalam memberikan pembinaan terhadap anak yang berkonflik dengan hukum tersebut.  Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode hukum normatif-empiris yang bersifat deskriptif dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan (Statue Approach). Sumber data berasal dari data primer & sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta menggunakan tiga prosedur dalam menganalisis data, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian, upaya yang diberikan oleh Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Tenggarong yaitu terdiri dari pembinaan keagamaan, pendidikan, keterampilan/minat & bakat yang masing-masing pembinaan diwujudkan dalam beberapa kegiatan, pemberian hak-hak anak binaan, pemenuhan kebutuhan yang dibutuhkan, serta layanan kesehatan yang melingkupi kesehatan fisik maupun kesehatan mental. Yang kedua, dalam perspektif Maqāṣid Al-Syarī’ah, terdapat tiga poin pembinaan oleh Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Tenggarong yang bersifat Dharuriyyat, yaitu kegiatan keagamaan sebagai kategori Hifdz al-din yaitu shalat fardhu dan sunnah berjamaah, BTQ, kajian majlis ta’lim dan kajian alkitab. Kemudian layanan kesehatan sebagai kategori Hifdz nafs yang meliputi pemberian makanan yang bergizi, pemberian waktu istirahat, periksa kesehatan, olahraga konseling dengan psikolog. Kemudian pendidikan sebagai kategori Hifdz aql’, meliputi pendidikan formal, kejar paket, dan kelas keagamaan. Selanjutnya ialah yang bersifat Hajiyyat mencakup kegiatan pengembangan keterampilan, minat dan bakat

    ANALISIS PERBANDINGAN PRAKTIK AKAD NIKAH DALAM MAZHAB HANAFI DAN SYAFI'I

    Get PDF
    This research discusses the different views of the Hanafi and Shafi'i madhhabs regarding the role of the guardian in the implementation of the marriage contract. The main focus of the research is how the two madhhabs assess the importance of the guardian in determining the validity of marriage. In terms of theory, the Hanafi school of thought considers the guardian as a complementary condition of the contract, so that a woman who is an adult and has the right mind can marry herself on the condition of fulfilling the sekufu and giving the appropriate dowry. In contrast, the Shafi'i school of thought views the guardian as an important part that must be present for the marriage to be valid. The method used is a qualitative study with a literature approach and comparative analysis of various sources of Islamic law. The research findings show that this difference arose due to different social and cultural backgrounds at the time of the scholars. In conclusion, this difference affects women's rights and the role of the family in the marriage contract process. Understanding these differences is important so that marriage practices can be adapted to the social conditions and needs of today's society

    Ibadah Amaliyah sebagai Bentuk Kearifan Lokal Kepesantrenan di Pondok Pesantren Darul Hijrah Puteri Martapura

    Get PDF
    Amidst the digital current, where secular values dominate, practical worship as local wisdom is needed to strengthen the resilience of Islamic cultural identity. Thru this research, which focuses on understanding and practicing practical worship in pesantren, it is hoped that practical worship activities will serve as a means of reflection and strengthening the pesantren's identity in the eyes of the wider community, demonstrating that the tradition of practical worship is not merely an activity, but an integral part of a comprehensive Islamic education system. This research aims to analyze the forms of practical worship as a manifestation of local wisdom in pesantren at Pondok Pesantren Darul Hijrah Puteri Martapura. Practical worship at Pondok Pesantren Darul Hijrah Puteri is not only a religious activity, but also an integral part of the pesantren education system. The distinctive feature of practical activities carried out collectively and in a structured manner is a strong identity for this pesantren in preserving Islamic values while also shaping the character of the younger generation

    PELUANG BISNIS SYARIAH DALAM DAKWAH DIGITAL: STUDI KASUS STRATEGI PROMOSI HOTEL SOFYAN SYARIAH DAN PENGARUHNYA TERHADAP EKONOMI UMAT

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peluang bisnis syariah dalam konteks dakwah digital melalui studi kasus strategi promosi Hotel Sofyan Syariah serta dampaknya terhadap perekonomian umat. Di era digital saat ini, integrasi antara bisnis dan dakwah menjadi strategi potensial dalam memperluas jangkauan pasar sekaligus menyebarkan nilai-nilai Islam. Hotel Sofyan Syariah dipilih sebagai objek penelitian karena dianggap berhasil menggabungkan prinsip-prinsip syariah dalam operasional bisnisnya serta aktif memanfaatkan media digital sebagai sarana promosi dan dakwah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi promosi digital yang diterapkan tidak hanya meningkatkan citra dan keuntungan bisnis, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap peningkatan literasi ekonomi syariah di masyarakat dan membuka lapangan kerja yang sesuai dengan nilai-nilai Islam. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa dakwah digital dapat menjadi medium efektif dalam memperkuat ekosistem bisnis syariah serta mendorong pertumbuhan ekonomi umat secara berkelanjutan

    TANTANGAN LITERASI DALAM MENGATASI PENYEBARAN HOAX MELALUI WHATSAPP

    Get PDF
    Penyebaran hoax melalui media sosial seperti WhatsApp telah menjadi masalah serius yang memerlukan kemampuan literasi yang baik untuk mengatasinya. Penulis menggunakan metode library research, Artikel ini membahas tentang pentingnya literasi media sosial dalam mengatasi penyebaran hoax dan tantangan yang dihadapi dalam mengatasi penyebaran hoax dan strategi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan literasi media sosial. Literasi media sosial ialah kemampuan untuk memahami dan menggunakan media sosial secara efektif dan bertanggung jawab. Dalam konteks penyebaran hoax, hal ini sangat penting untuk membantu pengguna media sosial memilah informasi yang benar dan menghindari penyebaran informasi palsu, dalam artikel ini kami juga mengikutsertakan pentingnya peran generasi z dalam mengatasi tantangan literasi dalam penyebaran berita hoax melalui whatsapp, generasi z tumbuh di era teknologi dan media sosial, sehingga mereka memiliki pemahaman yang lebh baik tentang penggunaan media sosial, generasi z dapat  berperan sebagai agen perubahan dengan membagikan informasi yang benar dan menghindari penyebaran berita hoax. Mereka juga dapat berpartisipasi dalam kampanye edukasi dan pelatihan literasi medi sosial untuk membantu penggunaan media sosial lain

    PENGEMBANGAN PONDOK PESANTREN BERBASIS ASET WAKAF DI JAWA TIMUR

    Get PDF
    Wakaf tidak dipandang lagi sebagai pranata keagamaan yang tujuan, fungsi dan peruntukannya hanya sebatas untuk kepentingan ibadah semata. Namun, harus dimaknai sebagai sarana potensial untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memenuhi kepentingan umum, termasuk bagi dunia pendidikan khususnya Pondok pesantren yang turut serta dalam menciptakan generasi bangsa. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggali informasi, pemberitaan, dan pendapat serta memaparkannya kembali perihal peran-serta Yayasan Badan Wakaf KH. Adlan Aly dalam pengembangan pendidikan Islam. Hal ini dilakukan antara lain dengan wawancara secara snowball sampling dengan beberapa pihak yang berkompeten, pengurus yayasan, serta pihak-pihak yang mengetahui tentang seluk-beluk wakaf di institusi tersebut. Juga dengan mengadakan observasi. Hasil penelitian ini telah menyimpulkan bahwa mengamankan aset wakaf di lingkungan Yayasan Badan Wakaf KH. M. Adlan Aly Cukir Jombang dan Yayasan Khoiriyah Hasyim Seblak Jombang. Wujud nyatanya antara lain dengan menjadikan lembaga (dalam hal ini awalnya Ponpes Putri Mu’allimat) sebagai Yayasan Badan Wakaf. Konsekwensi logisnya adalah bahwa semua harta milik Yayasan menjadi harta wakaf. Di samping itu, adanya upaya sertipikasi tanah dan bangunan, baik berupa sertipikat tanah (hak milik) maupun sertipikat tanah wakaf. Demikian pula dengan inventarisasi harta Yayasan yang menjadi agenda program kerja Yayasan, minimal dapat diketahui secara keseluruhan kekayaan Yayasan Badan Wakaf

    2,464

    full texts

    2,865

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-journal Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇