E-journal Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda
Not a member yet
2865 research outputs found
Sort by
ANALISIS KONTEN DAKWAH MULTIKULTURAL DALAM LIRIK LAGU DEEN AS-SALAM
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konten dakwah multikultural yang terdapat dalam lirik lagu "Deen As-Salam" menggunakan pendekatan kualitatif dan metode analisis konten. Lagu ini dipilih karena popularitasnya yang luas dan pesan-pesan yang disampaikannya dianggap relevan dengan nilai-nilai multikulturalisme yang penting dalam masyarakat yang beragam. Penelitian ini menemukan bahwalirik lagu "Deen As-Salam"mengandungpesan-pesan dakwah yang menekankan pentingnya perdamaian, toleransi, dan inklusi. Pesan-pesan ini tidak hanya relevan bagi umat Muslim tetapi juga memiliki daya tarik universal yang dapat diterima oleh masyarakat yang lebih luas. Lagu ini berhasil menyampaikan pesan-pesan tersebut dengan cara yang efektif melaluipenggunaan bahasa yang sederhana namun penuh makna dan melodi yang menyentuh. Selain itu, penelitian ini juga menyoroti potensi besar musik sebagai media dakwah yang mampu menjangkau audiens yang beragam dan mempengaruhi sikap serta perilaku mereka. Lagu "Deen As-Salam" menunjukkan bahwa pesan-pesan dakwah yang inklusif dan mendukung nilai-nilai multikulturalisme dapat menjadi alat yang kuat untuk membangun masyarakat yang lebih harmonis dan adil. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam memahami peran musik dalam dakwah dan mempromosikan nilai-nilai multikulturalisme di masyarakat global yang semakin terhubun
Reformasi Peradilan Agama di Turki
Artikel ini membahas tentang peradilan agama di Turki serta transisinya dari sistem hukum tradisional berbasis syariat menuju sistem hukum sekuler. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana peradilan agama berfungsi dalam sistem hukum tradisional, perubahan yang terjadi selama masa transisi menuju sekularisme, serta pengaruh warisan agama terhadap sistem hukum dan masyarakat Turki kontemporer. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (penelitian perpustakaan), dengan mengandalkan data sekunder berupa buku, jurnal, dan artikel ilmiah yang relevan. Data dikumpulkan kemudian dianalisis secara deskriptif, Kajian ini menelaah ulang dinamika peradilan agama di Turki serta transisinya dari sistem hukum tradisional berbasis syariah pada era Kesultanan Utsmaniyah menuju sistem hukum sekuler modern. Fokus analisisnya terletak pada perubahan struktur, fungsi, dan pergerakan agama akibat kebijakan modernisasi hukum yang dilakukan oleh negara. Temuan menunjukkan bahwa meskipun peradilan agama telah dihapus secara formal, warisan dan nilai-nilai hukumnya masih memberi pengaruh dalam praktik hukum dan kehidupan sosial di Turki kontemporer
Gender Equality in the Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) as a Political Wing Nahdhatul Ulama (NU)
Sikap individu dan partai politik seringkali mencerminkan dominasi laki-laki dan nilai-nilai patriarki, sehingga meminggirkan akses perempuan terhadap sumber daya dan keterwakilan. Untuk mengatasi rendahnya kehadiran perempuan di parlemen, kebijakan tindakan afirmatif dalam pemilihan kandidat sangatlah penting. Meskipun faktor sosial dan agama membentuk kecenderungan partai terhadap kandidat perempuan, perempuan terkadang hanya dilihat sebagai alat politik untuk memperoleh suara. Pendekatan PKB terhadap kesetaraan gender melibatkan terbatasnya keterwakilan perempuan dalam kepemimpinan partai, sehingga menghambat kemajuan di bidang ini. NU yang menaungi PKB mendorong keterlibatan aktif perempuan namun juga memperalat mereka untuk kepentingan politik. Dalam Hukum politik Islam, Islam mengizinkan partisipasi perempuan dalam politik, tetapi penerapan praktisnya bervariasi di berbagai komunitas Muslim. Perempuan dalam politik pada prinsipnya didukung oleh ajaran Islam, namun faktor sosial, budaya, dan politik memengaruhi peran dan peluang mereka. Sementara itu, Partai massa PKB-NU mengutamakan perluasan keanggotaan tanpa mempertimbangkan kualifikasi anggota, sehingga menimbulkan tantangan komunikasi dengan masyarakat, termasuk dalam merekrut politisi perempuan. Mendobrak norma-norma patriarki dalam politik dan mendorong kesetaraan peran kepemimpinan bagi perempuan merupakan hal yang penting dalam menciptakan lanskap politik yang lebih inklusif dan representatif
Peran Pemerintah Daerah dalam Fasilitasi Penyelenggaraan Pesantren
Pondok pesantren hadir di tengah masyarakat tidak hanya sebagai entitas pendidikan semata namun memiliki fungsi lain sebagai pusat sosial dan siar keagamaan. Guna meningkatkan upaya pembinaan dan pengembangan masyarakat, pesantren senantiasa berupaya memperkuat eksistensinya dan mencapai kemandirian. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren (Undang-Undang Pesantren) merupakan landasan hukum yang jelas bagi pemerintah pusat dan daerah untuk memfasilitasi pengembangan pesantren. Dalam kaitan desentralisasi dan otonomi daerah, Undang-Undang Pesantren menempatkan pemerintah pusat dan daerah sebagai aktor kunci dalam mendukung penyelenggaraan fungsi pesantren. Di Kabupaten Boyolali, pesantren memiliki potensi besar untuk mencetak masyarakat yang agamis dan progresif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dua hal utama, yaitu (1) bagaimana desentralisasi urusan pemerintahan terkait fasilitasi penyelenggaraan pesantren? dan (2) bagaimana peran Pemerintah Daerah Kabupaten dalam urusan fasilitasi penyelenggaraan pesantren? Penelitian ini dimaksudkan agar dapat memberikan gambaran mengenai efektivitas kebijakan dan peran pemerintah daerah dalam mendukung keberlangsungan dan pengembangan pesantren di tingkat lokal
Analisis Kompetensi Kepribadian Guru dalam Novel Guru Aini Karya Andrea Hirata
Seorang guru harus menguasai kompetensi kepribadian dalam rangka mencapai tujuan pendidikan dan menjalankan tugas serta fungsinya sebagai pendidik dalam upaya pengembangan karakter peserta didik. Hal ini dapat ditingkatkan dan dikembangkan melalui pelatihan, seminar, pengalaman, dan yang tidak kalah menarik adalah membaca buku termasuk karya sastra seperti novel. Salah satu novel yang memuat indikator-indikator kompetensi kepribadian guru adalah novel Guru Aini karya Andrea Hirata. Sehingga melatarbelakangi untuk dapat dianalisis lebih dalam. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research). Sumber data yang digunakan meliputi sumber data primer yaitu novel Guru Aini karya Andrea Hirata dan buku Kompetensi Kepribadian Guru karya Chaerul Rochman dan Heri Gunawan serta sumber data sekundernya yaitu, buku, jurnal, artikel, dan media tulisan yang ada kaitannya dengan penelitian ini. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi dan teknik analisis data menggunakan analisis isi (content analysis). Hasil yang dapat diperoleh dari penelitian ini adalah bahwa terdapat 38 data kompetensi kepribadian guru dalam novel Guru Aini karya Andrea Hirata yang meliputi kepribadian yang mantap dan stabil, kepribadian yang dewasa, kepribadian yang arif, kepribadian yang berwibawa, berakhlak mulia dan menjadi teladan. Selain kompetensi kepribadian guru, ditemukan pula kompetensi guru lainnya, yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Autoplay Media Studio pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) Kelas V Madrasah Ibtidaiyah Al Mujahidin Samarinda
This research is motivated by the rapid development of technology that demands an increasein the quality of human resources, including in education. In MI Al Mujahidin Samarinda,IPAS learning is still limited to printed books and students have difficulty understanding thematerial. This study aims to develop autoplay-based learning media and what percentage ofthe validity of Autoplay Media Studio-based IPAS learning media for grade V MI AlMujahidin Samarinda to facilitate student understanding.The method used in this research is the Research and Development (R&D) method. Theresearch design model used in this study is the ADDIE (Analyze, Design, Development,Implementation, Evaluation) research and development model which has 5 stages. However,it is simplified based on the needs of researchers into 4 stages, namely ADDE (Analyze,Design, Development, Evaluation) Data collection in this study was carried out byobservation to obtain information on the location, conditions, and facilities and infrastructureof the school, distributing questionnaires to media experts to determine the feasibility level ofthe product then to see the level of validity of the autoplay media product, distributingquestionnaires to students and documentation as evidence of the questionnaire distributionprocess. This research was conducted at MI Al Mujahidin Samarinda in classes VA and VB.Based on the results of research and data analysis, it shows that the Autoplay Media Studiobased Learning Media on IPAS Class V Subjects MI Al Mujahidin Samarinda that has beendeveloped is said to be very feasible to be tested in the field by material experts and mediaexperts with a percentage of material expert assessment of 84.09% and media expertassessment of 96.25%. The results of the readability test in small groups amounted to 89.7%and large groups amounted to 87.08%. This indicates that the Autoplay Media Studio-basedLearning Media on Natural and Social Sciences (IPAS) Class V MI Al Mujahidin Samarindaproduced in this study is declared very feasible to be applied in IPAS learning
Neuroleadership dalam Dunia Pendidikan: Strategi Otak untuk Meningkatkan Produktivitas Sumber Daya Manusia di Era Digital
Abstract
The rapid development of digital technology requires educational institutions to adapt quickly, including in the management of Human Resources (HR). SMP Plus Darussalam faces challenges in the form of low teacher productivity, high levels of work stress, and lack of adaptation to technology. To overcome this, the school applies a neuroscience-based leadership approach (neuroleadership) as a strategy to strengthen Human Resources (HR) management. This study aims to analyze the application of neuroleadership in increasing Human Resources (HR) productivity in the digital era, using a qualitative approach through a case study design. Data were collected through in-depth interviews, participant observation, and documentation, and analyzed using the Miles and Huberman interactive model and triangulation of sources and methods. The results of the study indicate that the school designed a neuroscience-based Human Resources (HR) development policy, including training for principals and teachers on emotional regulation, social relationships, and stress management. The principal applies a leadership strategy that supports work autonomy, empathetic communication, and a positive work atmosphere. Teachers experience increased productivity, creativity, and engagement in technological innovation. This study provides theoretical and practical contributions to the development of neuroscience-based leadership that is relevant to educational and modern organizations.
Keywords: Neuroleadership, Brain Strategy, Human Resources, Digital Era
Abstrak
Perkembangan teknologi digital yang pesat menuntut lembaga pendidikan untuk beradaptasi secara cepat, termasuk dalam pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM). SMP Plus Darussalam menghadapi tantangan berupa rendahnya produktivitas guru, tingginya tingkat stres kerja, dan kurangnya adaptasi terhadap teknologi. Untuk mengatasi hal tersebut, sekolah menerapkan pendekatan kepemimpinan berbasis neurosains (neuroleadership) sebagai strategi penguatan manajemen Sumber Daya Manusia (SDM). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan neuroleadership dalam meningkatkan produktivitas Sumber Daya Manusia (SDM) di era digital, dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan dokumentasi, serta dianalisis dengan model interaktif Miles dan Huberman dan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah merancang kebijakan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) berbasis neurosains, termasuk pelatihan kepala sekolah dan guru mengenai regulasi emosi, hubungan sosial, dan manajemen stres. Kepala sekolah menerapkan strategi kepemimpinan yang mendukung otonomi kerja, komunikasi empatik, dan suasana kerja yang positif. Guru mengalami peningkatan produktivitas, kreativitas, dan keterlibatan terhadap inovasi teknologi. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dan praktis dalam pengembangan kepemimpinan berbasis neurosains yang relevan untuk organisasi pendidikan dan modern.
Kata Kunci: Neuroleadership, Strategi Otak, Sumber Daya Manusia, Era Digita
Representasi Keimanan dalam Penanggulangan Hate Speech: Analisis Tematik atas Hadis Ujaran Kebencian
The purpose of this article is to analyze expressions of faith in responding to hate speech through a thematic analysis of selected hadiths that emphasize the importance of ethical discourse as a basis for action on social media. Qualitative approach was used in this research, using documentation and contextual analysis of primary hadith sources, tafsir, and related literature. The findings reveal three main points: first, the quality of an individual’s speech is strongly correlated with their level of faith as taught in the hadiths; second, the social context of pre-Islamic Arab society, which was filled with verbal aggression, underscores the urgency of the Prophet Muhammad’s prohibition of hate speech; third, true faith is manifested in polite verbal behavior, while hate speech indicates weak faith and the potential for social division. This understanding is relevant to contemporary digital communication and affirms that the internalization of ethical speech based on hadith should serve as a foundation in education, preaching, and public policy. Overall, this study highlights that maintaining ethical communication is an integral part of strengthening faith and fostering a civilized society
The Implementation of Affective Assessment in Islamic Religious Education at Elementary Schools: Between Concept, Practice, and Challenges
Abstrak
Evaluasi pembelajaran pada ranah afektif memiliki peran penting dalam mendukung pembentukan karakter siswa sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi implementasi asesmen afektif dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di salah satu SDN di Kota Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Data dianalisis melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memahami asesmen afektif sebagai penilaian terhadap sikap, keterlibatan, dan perilaku siswa, namun praktik dokumentasi masih terbatas dan lebih banyak dilakukan secara lisan. Perencanaan dan strategi asesmen bervariasi dengan menggabungkan teknik tradisional, keteladanan, serta rutinitas religius, tetapi penggunaan instrumen formal belum konsisten. Oleh karena itu, penelitian ini menawarkan rancangan sederhana instrumen asesmen afektif yang adaptif untuk sekolah dasar. Temuan ini menegaskan perlunya penguatan kapasitas guru, konsistensi penggunaan instrumen, serta dukungan kebijakan agar asesmen afektif dapat berfungsi optimal dalam pembinaan karakter siswa.
Kata kunci: Asesmen, Afektif, PAI, Evaluasi.
Abstract
The evaluation of learning in the affective domain plays a crucial role in supporting the character formation of elementary school students. This study aims to explore the implementation of affective assessment in Islamic Religious Education (IRE) learning at a public elementary school in Bandung. The research employed a qualitative approach with a case study design through interviews, observations, and document analysis. Data were analyzed through the stages of reduction, presentation, and conclusion drawing. The findings indicate that teachers understand affective assessment as an evaluation of students’ attitudes, engagement, and behavior; however, documentation practices remain limited and are predominantly conducted orally. Planning and assessment strategies vary, combining traditional techniques, role modeling, and religious routines, yet the use of formal instruments has not been consistent. Therefore, this study proposes a simple and adaptive affective assessment instrument for elementary schools. These findings underscore the need to strengthen teacher capacity, ensure consistent use of instruments, and provide policy support so that affective assessment can function optimally in fostering students’ character development.
Keywords: Assessment, Affective, Islamic Religious Education (IRE), Evaluation
Conceptual Representation of Culture in EFL Textbook Images: A Multimodal Analysis
This study investigated the types of culture presented in EFL school textbooks in Indonesia. Qualitative content analysis and the Kress & van Leeuwen’s conceptual representation framework were employed to analyze the data in two textbooks widely used at the Junior high school level. The findings show that both textbooks portray a rather disproportionate representation of culture. Target culture is represented more dominantly in the global textbook, while the locally produced textbook emphasizes the presentation of source culture. This finding suggests that the former textbook, despite some localization, is intended to appeal to a wider global audience, while the latter implies an attempt to preserve local identity and localize the context of English language learning. Such imbalanced representation has the potential to impede students’ acquisition of intercultural communicative competence. Therefore, there is an urgency for material developers to provide students with balanced cultural content, as well as an active role from the teacher to appropriately select learning materials to supplement the drawbacks of the textbooks