E-journal Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda
Not a member yet
2865 research outputs found
Sort by
Efektivitas Model Pembelajaran Inkuiri pada Mata Pelajaran IPAS terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas IV
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran inkuiri terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) tema bagian tubuh tumbuhan dan fungsinya di kelas IV. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa yang diduga disebabkan oleh kurangnya keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran. Model pembelajaran inkuiri dipilih karena berpusat pada siswa dan mendorong keterlibatan aktif melalui pengamatan, penyelidikan, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian quasi eksperimen dan desain nonequivalent control group design. Subjek penelitian ini terdiri dari dua kelas yaitu 19 siswa kelas IV SDN Tamansare I sebagai kelas eksperimen yang menggunakan model inkuiri dan 16 siswa kelas IV SDN Babbalan sebagai kelas kontrol yang menggunakan model konvensional dengan memilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik tes berupa pre-test dan post-test, observasi, dokumentasi, serta observasi keterlaksanaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata post-test pada kelas eksperimen lebih tinggi (78,4) dibandingkan kelas kontrol (67,5). Berdasarkan hasil uji independent sampel t-test, diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara hasil belajar siswa sebelum dan sesudah penerapan model pembelajaran inkuiri, hal ini dibuktikan dengan nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) < 0,05. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran inkuiri efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV pada mata pelajaran IPAS tema bagian tubuh tumbuhan dan fungsinya.
Kata Kunci: Model Inkuiri, IPAS, Hasil Belajar, Tumbuhan, Sekolah Dasa
Empowering Islamic Education Teachers as Special Assistants to Support Inclusive Elementary Schools
The importance of inclusive Islamic education is increasingly recognized in ensuring educational quality for students with special needs. This study sought to answer how training for Islamic Education teachers as special assistants is planned, implemented, evaluated, and followed up in inclusive elementary schools in Tapin Regency, Indonesia. Methods: This qualitative exploratory study was conducted in four elementary schools (Mandurian Public Elementary School, Pematang Karangan Hulu Public Elementary School, Rantau Kanan 2 Public Elementary School, Pebaungan Hulu Public Elementary School) involving eight Islamic Education teachers as special assistants. Data were collected through in-depth interviews, focus group discussions, and observations, and analyzed using data reduction, presentation, and conclusion. Results: The training played a significant role in improving teachers' competencies and fostering collaborative practices, involving systematic planning through meetings with principals and work teams, workshops, training sessions, ongoing supervision, comprehensive performance evaluation. Follow-up activities included reflection, continuous training, and collaboration between assistant and regular teachers to optimize inclusive education, though hampered by resource constraints. Conclusion: Systematic and comprehensive training of Islamic Education teachers as special assistants plays a significant role in supporting the success of inclusive education for students with special needs and provides valuable insights for developing effective inclusive Islamic education programs
Alienation of Students’ Voices in Indonesia
This research aims to examine the influence of government priorities, oligarchic interests, and other factors that may hinder the translation of activism into concrete policy changes within the framework of alienation. The study employs a qualitative approach utilizing an unobtrusive data collection method, explicitly focusing on documentary analysis through news reports and related academic literature. The findings suggest a collective expression of discontent through social movements led by Indonesian student activists, encompassing various aspects of their lives. However, student voices are repeatedly silenced. One of the constraints is the need for more partnership between activists and the media, resulting from media conglomeration. In addition to media conglomeration, the regime's prioritization of economic development has relegated student voices to mere echoes, demonstrating that alienation occurs from multiple directions
Strategi Pemberdayaan Ekonomi Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Santri Dan Warga Masyarakat Pondok Pesantren Hidayatullah Balikpapan Dan Pondok Pesantren Syaichona Cholil Balikpapan
This article discusses the economic empowerment strategies implemented at two Islamic boarding schools in Balikpapan—Pondok Pesantren Hidayatullah and Pondok Pesantren Syaichona Cholil—which function not only as educational institutions but also as agents of economic development. The empowerment strategies include structural economic transformation, resource allocation, institutional strengthening, technological advancement, and human resource development. Various business units have been developed, such as cooperatives, Madani markets, skills training programs, agriculture, retail shops, and Islamic financial services, involving both students and the surrounding community. The research adopts a qualitative case study approach, using observation, in-depth interviews, and documentation as data collection techniques. The findings show that both pesantrens successfully implemented strategies based on local potential and Islamic values, contributing to economic self-reliance. Key success factors include strong leadership support, a spirit of independence, and active community involvement
Menyemai wawasan moderat pada siswa-siswi MAN 1 Kota Kediri melalui seminar moderasi beragama
Community service through the Student Work Course (KKM) at UIN Maulana Malik Ibrahim Malang aims to improve human resources and community welfare. One of the KKM activities is a religious moderation seminar at MAN 1 Kota Kediri on May 4, 2024. This seminar, attended by 30 participants from various student organizations, aims to strengthen the understanding of religious moderation among students to address social and religious challenges. The seminar planning includes selecting speakers, themes, event structure, and target participants. Luthfi Dharmawan, an expert in religious moderation, was the main speaker. The seminar, themed "Talking Religion Without Drama: Navigating Moderation in Everyday Life," lasted two hours and discussed the importance of understanding, truth, and wisdom in religion. The results showed increased student awareness of religious moderation and helped the madrasa disseminate moderation values. Recommendations include expanding the seminar's reach in the future
Hutan Lindung Wehea
Forests are ecosystems containing biological resources, primarily dominated by trees, that are interconnected and inseparable from their environment. Communities hold both the rights and responsibilities for forest management, as their livelihoods heavily depend on forests. One example of an indigenous community that continues to uphold traditional forest management based on local wisdom is the Dayak Wehea Indigenous People in Nehas Liah Bing Village, Muara Wahau District, East Kutai Regency. This study aims to explore the role and efforts of the Dayak Wehea community in preserving forest sustainability. The research employs a qualitative method with data collection techniques including observation, interviews, and documentation. The findings reveal that the Wehea Indigenous People have successfully preserved their forests through cultural values and local wisdom, despite facing various challenges such as economic pressures, limited external support, and low youth participation. This success demonstrates that environmental conservation relies not only on technology and government regulations but also on the empowerment of local communities, respect for ancestral values, and a strong spirit of mutual cooperation
Analisis Fikih Muamalah Terhadap Sistem Bagi Hasil Lahan Parkir Objek Wisata Pantai di Kecamatan Marangkayu
Penelitian ini membahas sistem bagi hasil dalam pengelolaan lahan parkir objek wisata di Kecamatan Marangkayu yang belum memiliki kejelasan akad dan perjanjian tertulis. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis praktik bagi hasil tersebut serta menilainya dari perspektif fikih muamalah. Penelitian ini menggunakan metode normatif-empiris dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan sosiologis. Studi pustaka dilakukan untuk mengkaji teori fikih muamalah, sementara observasi dan wawancara digunakan untuk memahami praktik di lapangan. Data dianalisis secara deskriptif-analitis guna menilai kesesuaian sistem bagi hasil dengan prinsip syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem bagi hasil yang diterapkan belum sesuai dengan fikih muamalah. Akad yang digunakan tidak jelas apakah berbasis mudharabah, musyarakah, atau ijarah. Pembagian keuntungan telah disepakati sebesar 50:50, tetapi tidak ada ketentuan mengenai pembagian kerugian. Ketiadaan perjanjian tertulis meningkatkan risiko sengketa di kemudian hari. Sebagai solusi, sistem ini perlu diperbaiki dengan menentukan akad yang sesuai, menetapkan mekanisme pembagian keuntungan dan kerugian secara transparan, serta membuat perjanjian tertulis untuk menjamin keadilan bagi kedua belah pihak. Dengan perbaikan tersebut, sistem bagi hasil dalam pengelolaan lahan parkir dapat lebih sesuai dengan prinsip syariah dan memberikan manfaat yang lebih adil bagi semua pihak
DISHARMONI AKAD KERJASAMA BUMDES DENGAN PENGELOLA PENGINAPAN DALAM PERSPEKTIF SYARIAH DAN HUKUM POSITIF
Penelitian ini membahas praktik akad kerja sama antara Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mitra Karya Usaha Desa Liang dan Penginapan Dayang Kahala 2 dalam perspektif fikih muamalah dan hukum positif. Fokus kajian diarahkan pada analisis kesesuaian akad dengan prinsip syariah, khususnya musyarakah dan mudharabah, sekaligus menilai legalitasnya dalam kerangka hukum perdata nasional. Penelitian ini menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan komparatif antara hukum Islam dan hukum positif, serta didukung data non-hukum berupa wawancara dengan pihak terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perjanjian kerja sama secara formil sah menurut hukum positif karena memenuhi syarat-syarat perjanjian dalam KUHPerdata. Namun, secara substansial terdapat ketidaksesuaian dengan prinsip fikih muamalah. Klausul pembagian keuntungan dalam bentuk royalti tetap, serta pengalihan seluruh risiko kerugian kepada pengelola, menyimpang dari prinsip al-ghunmu bi al-ghurm yang menuntut adanya keseimbangan antara hak atas keuntungan dan kewajiban menanggung kerugian. Kondisi ini menjadikan kontrak lebih menyerupai hubungan kreditur-debitur daripada akad kemitraan syariah. Penelitian ini menegaskan pentingnya revisi kontrak agar sesuai dengan prinsip syariah, termasuk penggunaan nisbah bagi hasil berbasis laba riil dan pembagian kerugian secara proporsional. Harmonisasi hukum Islam dan hukum positif menjadi prasyarat penting bagi keberlanjutan praktik BUMDes yang adil dan sesuai syariah
PENETAPAN WALI ADHAL PERKARA NO : 0083 /PDT. P/2023/P.A BWI PERSPEKTIF MASHLAHAH MURSALAH AL- GHOZALI
Penetapan wali adhal merupakan permasalahan hukum pernikahan Islam yang memerlukan perhatian khusus. Wali adhal adalah wali yang menolak memberikan izin pernikahan tanpa alasan yang tidak sesuai dengan syara’ dan tidak dapat diterima. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penetapan wali adhal pada perkara No: 0083/ Pdt. P/ 2023/ PA. Bwi dengan perspektif mashlahah mursalah, yaitu konsep maslahat yang tidak secara eksplisit disebutkan dalam nash namun dianggap membawa kebaikan dan manfaat bagi umat. Adapun jenis dari penelitian ini adalah penelitian hukum empiris dan pendekatannya adalah kualitatif, data primer diperoleh dari wawancara dengan para Hakim Pengadilan Agama Banyuwangi dan data sekunder diperoleh dari literatur terkait seperti kitab Al-Mustashfa Min ilmi Al-ushul dan literatur penunjang lainnya. Mashlahah mursalah digunakan sebagai kerangka analisis untuk menilai keputusan penetapan wali adhal pada perkara ini dengan mempertimbangkan kesejahteraan dan kemaslahatan bagi pihak-pihak yang terlibat, khususnya calon mempelai perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penetapan wali adhal yang dilakukan jika dianalisis dengan mashlahah mursalah dapat memberikan solusi menuju kemaslahatan yang lenih besar. Dalam konteks ini, hakim memiliki peran penting dalam menentukan kebijakan yang sejalan dengan prinsip-prinsip keadilan dan kemaslahatan umum. Dengan mengutamakan kaidah mashlahah mursalah, penetapan wali adhal dapat menghindarkan calon mempelai dari segala perbuatan yang dilarang syara’
RESEPSI HADIS TENTANG ISTIBTHA DALAM KONTEN REELS INSTAGRAM (TINJAUAN ATAS AKUN @KHALIDBASALAMAHOFFICIAL)
Abstract
This study analyzes the reception of hadiths conveyed through the Instagram Reels platform. The background of this research is driven by the rapid development of digital media, which influences the way religious messages, especially hadiths, are delivered and received. Instagram Reels, as a feature of Instagram, allows the presentation of short-duration video content that is more engaging to the younger generation and easier to absorb compared to longer videos. This study raises two research questions: first, the form of hadith reception and responses to the hadith content on the Reels Instagram account @khalidbasalamahofficial; and second, the functional reception analysis of the hadith content on the Reels Instagram account @khalidbasalamahofficial. This study employs a qualitative method with a field and library research approach. Primary data is obtained by identifying hadith content on the Reels Instagram account @khalidbasalamahofficial, while secondary data consists of relevant literature, both online and offline, as well as journals discussing hadiths. Data collection techniques are carried out through documentation study, which includes screenshots and an analysis of the comments on the uploaded videos.The results of this study show that, first, the shift of hadith texts from print format to visual media (video) makes the practice of hadith reception more flexible, allowing the messages to be more easily received by Instagram users. Second, it was found that positive responses demonstrate a more dominant functional reception compared to negative responses. This is reflected in the screenshots and analysis of comments on the uploaded videos, which indicate that the hadiths presented are well-received by the audience