E-journal Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda
Not a member yet
    2865 research outputs found

    Legal Pluralism and the Social Anomaly of Halal Governance: MSME Compliance and Market Negotiation in Lombok's Halal Tourism Regulation

    No full text
    Halal product assurance in Indonesia remains constrained by the gap between formal regulatory frameworks and the existing conditions and realities of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs). This study investigates how hybrid governance settings, where state law, local socio-cultural norms, and market incentives coexist and shape MSME compliance with halal certification requirements. Focusing on the tourism-dependent economy of Gili Trawangan, the article employs a qualitative socio-legal methodology, combining in-depth interviews, field observations, and document analysis. Guided by Critical Legal Pluralism, Maqāṣid al-Syarī‘ah, and Substantialist–Formalist Compliance Theory, the findings identify three distinct compliance pathways: adoption, adaptation, and resistance. These patterns emerge from actors' strategic negotiations across multiple normative orders, mediated by their compliance orientations and prioritization of hifẓ al-māl, hifẓ al-dīn, and hifẓ al-nafs. The study argues that effective halal governance cannot rely solely on legal enforcement but must realign economic and religious–ethical objectives to make those conditions mutually reinforcing. This reconceptualisation contributes to academic debates on legal pluralism in Islamic economic governance, offering policy recommendations to harmonise formal law with socio-economic contexts in tourism-based Muslim-minority regions

    The Constitutionalization of Sharia in Muslim Countries: Historical and Political Struggles in Indonesia, Türkiye, and Saudi Arabia

    No full text
    This study examines the complex relationship between sharia and constitutionalism in three Muslim-majority countries: Indonesia, Türkiye, and Saudi Arabia. Despite their majority Muslim population, these countries have adopted divergent approaches in integrating—or delimiting—the role of sharia within their constitutional frameworks. Drawing on interviews with legal and political scholars from each country, the research employs a comparative political-constitutional approach to analyze the dynamics of sharia constitutionalism across these distinct contexts. The findings reveal varying degrees of constitutional accommodation of sharia. Indonesia exemplifies a model of religious constitutionalism, where Islamic principles are acknowledged but not formally codified within the constitutional text. Türkiye represents a paradigm of secular constitutionalism that distinctly separates religion and state, excluding sharia from the constitutional and legal order. In contrast, Saudi Arabia exhibits a puritan constitutionalism, whereby the Quran and Hadith constitute the primary sources of constitutional authority. These contrasting models illuminate broader ideological and institutional orientations: Saudi Arabia grounds its constitutional identity in religion, Indonesia integrates certain religious principles within a pluralistic framework, and Türkiye maintains a secularist stance that confines religion to the private sphere

    Analisis Kriteria Pemilihan Film Islami Sebagai Media Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Dasar

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan kriteria pemilihan film Islami yang sesuai untuk siswa SD, dengan mempertimbangkan aspek nilai-nilai keislaman, perkembangan anak, serta relevansi edukatif. Metode kualitatif digunakan untuk menyelidiki dan menggambarkan secara detail kriteria dalam pemilihan film Islami yang sesuai dengan karakter siswa SD melalui wawancara mendalam dengan 4 guru PAI di SD Kecamatan Kartasura. Penelitian ini difokuskan pasa siswa kelas I hingga kelas III SD sebagai target utama pemanfaatan film Islami. Temuan menunjukkan bahwa terdapat delapan kriteria Pemilihan Film Islami untuk Siswa SD dalam Mata Pelajaran Agama Islam yaitu kesesuaian cerita dengan al-Qur’an dan Hadits, pembuat film tidak harus berlatar belakang muslim, isi film mencerminkan nilai-nilai Islami, penayangan film 2 dimensi atau 3 dimensi, penayangan cerita dalam film tidak berlebihan, pentingnya ulasan film, keamanan fisik dan mental anak, humor dalam film, dan dapat digunakan untuk pembelajaran. Penelitian ini menekankan pentingnya peran guru, orang tua, dan institusi pendidikan dalam pemilihan film Islami untuk anak SD. Guru perlu memiliki literasi media yang baik, orang tua harus terlibat dalam mendampingi tontonan anak, dan institusi perlu menyediakan pedoman serta dukungan. Kolaborasi ketiganya diperlukan agar film yang dipilih sesuai dengan nilai Islam, perkembangan anak, dan tujuan pembelajaran

    Sharia Entrepreneurship based on Tourism: a Study of Coastal Area Economic Development in Tanjung Sampang Village

    No full text
    The Sea Pick tradition in Tanjung Village, Sampang, is an annual ritual steeped in social, religious, and cultural values. Over time, this tradition has undergone changes, incorporating entertainment elements such as musical performances, decorated boat races, and food bazaars, while maintaining its sacred values ​​and core rituals. These changes aim to attract tourists while also increasing public understanding of the importance of preserving traditions. The impact of this transformation is evident economically, with coastal communities gaining new business opportunities through fish sales, culinary specialties, and transportation services, thus contributing to the tradition's role in supporting a sustainable local economy. Socially and culturally, Sea Pick strengthens community identity, fosters solidarity among residents, and fosters cultural education for the younger generation. However, some traditional leaders are concerned about the erosion of sacred values ​​due to the dominance of entertainment. This study emphasizes that Sea Pick can serve as a model for integrating cultural preservation, economic development, and social education in coastal communities.

    KEKERASAN ORANG TUA DALAM UPAYA MENDIDIK ANAK

    Full text link
    Abstract Orang tua kerap kali menjadikan kekerasan sebagai alternatif atau metode dalam mendidik anak agar cepat meraih keberhasilan dan masih mendapat persepsi yang positif dari masyarakat pada umumnya. Namun cara mendidik semacam ini hanya akan memberi dampak keberhasilan yang bersifat sementara. Serta anak akan dirugikan secara fisik, mental, emosional maupun psikologisnya sebagai korban kekerasan. Dengan metodelogi normatif atau pustaka (Library Research), serta pendekatan komparatif berdasarkan data yang berasal dari buku, jurnal maupun artikel, Al-Qur’an, Hadist, dan Undang-Undang perlindungan anak serta kamus aatau ensklopedia menunjukkan hasil bahwa terdapat 2 jenis kekerasan yang kerap digunakan orang tua dalam mendidik anak yaitu kekerasan fisik seperti memukul, mencubit, menampar, menjambak dan kekerasan psikis seperti membentak, menghina, mengabaikan dan masih banyak lainnya.. Dalam Hukum Islam dan Undang-Undang kekerasan merupakan tindak kejahatan yang dilarang namun dalam Agama Islam tindakan tersebut boleh dilakukan apabila mendatangkan kemaslahatan atau mencegah kemudharatan seperti dalam hal mendisiplinkan anak saat proses mendidik, kekerasan ringan merupakan alternatif terakhir yang boleh digunakan orang tua dalam mendidik anak  dengan ketentuan dan batasan yang telah diatur atau yang biasa disebut ghairu mubarrah oleh jumhur ulama, tindakan ini dapat dilakukan apabila orang tua telah yakin akan mendatangkan kemaslahatan untuk. Adapun dalam Undang-Undang No. 35 tahun 2014 secara mutlak melarang kekerasan dalam bentuk dan alasan apapun sehingga akan dijatuhi sanksi terhadap pelaku kekerasan anak. &nbsp

    TELAAH TINDAK PIDANA PEMERKOSAAN SEDARAH DALAM HUKUM POSITIF DI INDONESIA MENURUT KEPASTIAN HUKUM GUSTAV RADBRUCH

    Full text link
    Pemerkosaan sedarah sulit terungkap karena peristiwanya terjadi dalam lingkaran relasi kuasa keluarga. Tujuan penelitian ini melihat bagaimana rumusan perlindungan hukum terhadap korban pemerkosaan sedarah dalam hukum positif serta melakukan analisa menggunakan konsep kepastian hukum Gustav Radbruch. Jenis penelitian yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, menggunakan bahan hukum primer, sekunder dan tesier. Hasil penelitian bahwa KUHP yang masih berlaku belum mengatur rumusan tindak pidana pemerkosaan sedarah. UU RI Nomor 1 Tahun 2023 Tentang KUHP (baru), UU RI Nomor 35 Tahun 2014 dan PP No. 1 Tahun 2016 tidak mengatur secara menyeluruh atau detail, unsurnya terbatas pada pemerkosaan sedarah yang dilakukan orang tua kepada anaknya. Sedangkan UU Nomor 12 Tahun 2022 tentang TPKS terdapat rumusan pemerkosaan yang terjadi dalam lingkup keluarga, sehingga ketentuan ini memenuhi kriteria tindak pidana pemerkosaan sedarah. Ditinjau dari konsep kepastian hukum Gustav Radbruch undang-undang TPKS memenuhi prinsip kepastian hukum karena mampu memenuhi empat parameternya yaitu: (1) adanya UU RI No 12 Tahun 2022 TPKS; (2) fakta adanya peristiwa pemerkosaan sedarah yang belakangan marak, UU RI no 12 Tahun 2022 TPKS hadir untuk menanggulangi peristiwa pidana tersebut; (3) rumusan tindak pidana pemerkosaan sedarah di dalam UU TPKS lebih jelas dan; (4) hukum positif yang tidak mudah untuk selalu dirubah

    TINJAUAN HUKUM KELUARGA ISLAM TENTANG CAMPUR TANGAN ORANG TUA TERHADAP RUMAH TANGGA ANAK

    Full text link
     Hafidin, 2024. Dengan judul penelitian “Tinjauan Hukum Keluarga Islam Tentang Campur Tangan Terhadap Rumah Tangga Anak (Studi Dampak di Rt.1 Desa Tanjung Batu Kecamatan Tenggarong Seberang)”. Skripsi Program Studi Hukum Keluarga Fakultas Syari’ah Universitas Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda. Penelitian ini dibimbing oleh Ibu Dr. Hj. Abnan Pancasilawati, M.Ag., dan Bapak Abd Syakur, L.c.,M.H. Dalam kehidupan rumah tangga selalu ada yang namanya permasalahan-permasalahan keluarga. Adapun salah satu penyebab dari permasalahan rumah tangga yaitu campur tangan orang tua.  Seperti yang terjadi pada delapan keluarga yang ada di Rt.1 Desa Tanjung Batu Kecamatan Tenggarong Seberang. Delapan keluarga ini mendapat campur tangan orang tua dalam hal keuangan dan tempat tinggal sehingga berdampak pada ketidak harmonisan rumah tangga. Dari permasalahan yang ada pada lokasi penelitian ini maka timbullah pertanyaan, hal apa saja yang menjadi campur tangan orang tua di Rt.1 Desa Tanjung Batu Kecamatan Tenggarong Seberang? dan bagaimana tinjauan hukum keluarga Islam tentang campur tangan orang tua terhadap rumah tangga anak di Rt.1 Desa Tanjung Batu Kecamatan Tenggarong Seberang?.   Jenis penelitian ini adalah Normatif Empiris, Pendekatan penelitian sosiologis. Lokasi penelitian Rt.1 Desa Tanjung Batu Kecamatan Tenggarong Seberang. Dengan menggunakan snowball sampling. Subjek penelitian kepada anak yang menjadi istri atau suami, orang tua atau mertua dan tokoh masyarakat. Sumber data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik deduktif. Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Adapun hasil dari penelitian ini berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, ditemukan bahwa hal yang menjadi campur tangan orang tua di Rt.1 Desa Tanjung Batu yaitu mengenai keuangan dan tempat tinggal. Sedangkan meninjau dari pandangan hukum keluarga Islam tentang kasus campur tangan di Rt.1 Desa Tanjung Batu tidak benar karena tidak sesuai dengan tuntunan hukum keluarga Islam. Sehingga dampak yang ditimbulkan menyebabkan keluarga anak menjadi tidak harmonis

    PEMAHAMAN MASYARAKAT SAMARINDA TERHADAP PENGHULU DALAM NIKAH SIRI

    Full text link
    UU No.1 Tahun 1974 Jo..UU No.16 Tahun 2019 tentang perkawinan Pasal telah mengatur bahwa tiap-tiap perkawinan dicatat menurut peraturan perUndang-Undang yang berlaku. Namun pada kenyataannya realita yang ada pada masyarakat Harapan Baru mereka memiliki pemahaman masyarakat terhadap penghulu tidak resmi atau ilegal dalam pernikahan siri, karena banyaknya terjadinya pernikahan siri di Kecamatan Loa Janan Ilir khususnya Kelurahan Harapan Baru. Pernikahan siri yang dilakukan tanpa pengakuan resmi dari negara. Ada rumusan masalah dalam penulisan ini Pertama, bagaimana pemahaman masyarakat samarinda terhadap penghulu dalam nikah siri, Kedua, bagaimana pelaksanaan pernikahan siri, Ketiga, faktor-faktor apa saja yang mendorong masyarakat melakukan pernikahan siri. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif Data yang digunakan berupa data primer dan sekunder, pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah menurut Miles dan Huberman yaitu: Pengumpulan Data, Pengurangan Data, Penyajian Data,Kesimpulan Data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman masyarakat tentang peran penghulu dalam pernikahan siri beragam. Masyarakat menganggap penghulu sebagai figur penting yang membantu menghindari zina dan mendukung pasangan untuk menikah secara agama. Pelaksanaan pernikahan siri yang terjadi di masyarakat tidak berbeda jauh dengan pernikahan resmi, hanya saja pelaksanaan pernikahan siri nikah yang tidak memenuhi standar administrasi pemerintah yaitu tidak tercatat di KUA sebagaimana Pasal 2. Adapun beberapa faktor yang mendorong terjadinya nikah siri seperti budaya, agama, dan kondisi sosial ekonomi. Sebaliknya, ada yang melihat peran penghulu dalam pernikahan siri sebagai bentuk praktik yang tidak diakui secara hukum negara

    STRATEGI BWI DALAM MEMPROMOSIKAN PRODUK BERBASIS DAKWAH DI ERA GLOBALISASI

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi promosi berbasis dakwah yang diterapkan oleh Badan Wakaf Indonesia (BWI) dalam upaya meningkatkan penghimpunan dan pengelolaan wakaf di era digitalisasi. Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar, Indonesia memiliki potensi wakaf yang sangat besar, terutama wakaf uang yang lebih fleksibel dan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui studi literatur dari berbagai jurnal, buku, artikel, dan sumber digital yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BWI menerapkan beberapa strategi promosi berbasis dakwah yang efektif, meliputi: (1) peningkatan kepercayaan publik melalui transparansi dan akuntabilitas, (2) pendekatan multi-dimensi terhadap calon wakif melalui aspek keagamaan dan sosial, (3) sosialisasi dan edukasi wakaf uang secara komprehensif, (4) optimalisasi platform digital untuk memperluas jangkauan, (5) membangun kemitraan strategis dengan berbagai pihak, serta (6) promosi melalui event berbasis dakwah. Implementasi strategi-strategi tersebut didukung oleh struktur organisasi BWI yang terdiri dari enam divisi dengan fungsi spesifik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan promosi berbasis dakwah yang dipadukan dengan pemanfaatan teknologi digital merupakan strategi yang efektif untuk mengoptimalkan potensi wakaf sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi umat di era moder

    PENGGUNAAN INSTAGRAM DALAM PERENCANAAN KARIER MAHASISWA KPI UINSI SAMARINDA

    Get PDF
    Penggunaan media sosial, khususnya instagram, telah menjadi bagian integral dari kehidupan mahasiswa, termasuk dalam konteks perencanaan karier. Namun, pemahaman mendalam mengenai efektivitas dan kendala penggunaan instagram dalam konteks perencanaan karier masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mendalami bagaimana instagram digunakan oleh mahasiswa untuk membangun jejaring profesional, mencari informasi terkait karier, dan mempersiapkan langkah awal dalam perencanaan karier. Selain itu, penelitian ini juga mengeksplorasi faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam upaya mahasiswa untuk merencanakan karier mereka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, sumber data pada penelitian ini yaitu Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda, Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Angkatan 2020. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan uji keabsahan data terhadap data hasil penelitian agar kredibel dan dapat dipercaya dengan menggunakan teknik triangulasi metode atau teknik (methodological triangulation). Adapun teknik analisis data yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimulai dari mahasiswa merencanakan kariernya, kemudian dilanjutkan menjadi beberapa tahap yaitu tahap kognitif mahasiswa menggunakan instagram untuk mengakses informasi karier, tahap afektif mahasiswa menerapkan pengetahuan ke dunia nyata, di tahap integratif individu instagram digunakan untuk membagikan portofolio dan mengembangkan personal branding, kemudian terakhir di tahap integratif sosial, instagram memungkinkan kolaborasi dan interaksi dengan orang lain

    2,464

    full texts

    2,865

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-journal Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇