145 research outputs found

    PENYULUHAN BAHAN MAKANAN YANG MENGANDUNG BORAKS DI KELURAHAN KEBUN BUNGA KOTA PALEMBANG

    No full text
     Boraks dikenal oleh masyarakat sebagai pijer atau bleng yang digunakan sebagai bahan tambahan pada makanan untuk menjaga agar tampilan seperti tekstur, bentuk, rasa, serta memperpanjang masa simpan Harga boraks yang murah menyebabkan tingkat penyalahgunaan cukup tinggi. Bahan alami mendeteksi kandungan boraks adalah rizoma kunyit (Curcuma domestica). Tujuan pengabdian kepada masyarakat adalah melakukan pengenalan boraks, bahaya penggunaan, dan cara mendeteksi kandungan boraks. Metode yang digunakan saat penyuluhan terdiri dari 3 sesi yakni, Sesi Pertama penyampaian informasi secara langsung dengan metode ceramah, slide, dan penggambaran langsung tentang boraks. Sesi Kedua yaitu demonstrasi uji bahan makanan mengandung boraks dengan menggunaan tusuk gigi dan kunyit. Sesi Ketiga yaitu dialog dalam bentuk tanya jawab Hasil capaian dari pengabdian masyarakat ini meliputi evaluasi mengenai boraks, karakter makanan mengandung boraks sebelum penyuluhan dan setelah penyuluha

    PELATIHAN SENI TARI DAN MUSIK SEBAGAI MEDIA TERAPI PADA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SEKOLAH DASAR LUAR BIASASILAING BAWAH KOTA PADANGPANJANG

    No full text
    Pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu tugas utama yang harus dilaksanakan oleh seorang dosen sebagai wujud dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Pada kesempatan kali ini tim pengabdian dari ISI Padangpanjang  melaksanakan  kegiatan  pelatihan  seni  tari  dan  musik  pada anak berkebutuhan khusus (ABK) di Sekolah Dasar Luar Biasa ( SDLB ) Silaing Bawah Kota Padangpanjang, Kegiatan pengabdian masyarakat yang   dilakukan ini adalah dalam bentuk pelatihan seni tari berpasangan, tarian berkelompok dengan propertyselendang dan seni musik talempong pacik dan gandang. Anak berkebutuhan khusus ( ABK ) adalah anak yang mengalami kekurangan secara fisik seperti tuna netra, tuna rungu, anak mongoloid atau anak mirip sedunia dan anak yang memiliki gangguan mental seperti tuna grahita, tuna laras, anak   autis dan debil. Pelatihan akan dilakukan bukanlah seperti pelatihan yang dilakukan pada  anak-anak  normal  pada  umumnya,  akan  tetapi  pelatihan  dilakukan dengan metode yang disesuaikan dengan tingkat kemampuan anak dalam kondisi berbagai bentuk keadaan anak didik pada mitra pengabdian ini Diharapkan dengan adanya kegiatan pelatihan kesenian ini, kiranya dapat merangsang atau membina potensi seni yang dimiliki anak, khususnya dalam hal seni tari dan musik. Di samping itu dengan adanya pelatihan ini diharapkan dapat menjadi motivasi  bagi anak didik untuk dapat berolah rasa, dan menjadi media terapi bagi anak-anak berkebutuhan khusus, sehingga mereka mempunyai rasa percaya diri dan mampu beraktivitas kesenian seperti anak normal lainnya

    PRODUKSI KOPI BUBUK TERINTEGRASI UNTUK MENINGKATKAN MUTU PADA KELOMPOK SERBA USAHA SRIKANDI DI KABUPATEN TANGGAMUS

    No full text
    Produk kopi bubuk yang diproduksi oleh Kelompok Serba Usaha (KSU) Srikandi Pekon Ngarip Kecamatan Ulu Belu Kabupaten Tanggamus dan Pemkab Tanggamus mempunyai kelemahan dalam hal warna, aroma serta rasa. Demikian juga harga yang masih rendah. Penyuluhan teknik tahapan produksi kopi bubuk dan pelatihan serta pendampingan untuk memperoleh PIRT dilakukan untuk meningkatkan mutu dan keamanan produk kopi bubuk. Target luaran yang ingin dicapai yaitu kopi bubuk dengan warna kayumanis, dan rasa khas kopi bubuk dengan harga meningkat 50%. Metode pelaksanaannya dengan penyuluhan dan pelatihan dilanjutkan dengan pendampingan pada Kelompok Serba Usaha Srikandi pada lokasi dengan jarak lebih kurang 90 km dari Bandar Lampung. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 90% anggota mitra melakukan pengolahan kopi beras sesuai tahapan dengan baik. Sebanyak 80% anggota melakukan praktek penyiapan dan pengolahan kopi bubuk secara higien. Perolehan PIRT masih 60%. Keuntungan yang diperoleh dari penjualan produk (100g/kemasan) adalah 87,5%. Dengan demikian peningkatan mutu dan pengemasan kopi bubuk telah tercapai. Usaha untuk memperoleh PIRT diperlukan lay out peralatan produksi di dalam rumah produksi yang sesuai dengan higienitas sehingga diperlukan rumah produksi yang sesua

    PEMBERDAYAAN MASYARAKAT ULAKAN TAPAKIS MELALUI PENGEMBANGAN DESAIN PRODUK ANYAMAN PANDAN

    No full text
    Nagari Ulakan Kabupaten Padang Pariaman memiliki potensi alam, berupa tumbuhan pandan. Masyarakat setempat memanfaatkan tumbuhan pandan tersebut sebagai bahan baku pembuatan anyaman. Keahlian menganyam berlangsung secara turun temurun yang diproduksi dalam bentuk tikar. Tikar yang dihasilkan masyarakat nagari Ulakan sesuai dengan kebutuhan masyarakat untuk acara keagamaan, kematian maupun acara perkawinan. Namun produk anyaman pandan tersebut tidak begitu berkembang, sehingga produk yang dihasilkan tidak dapat menjangkau segmen pasar yang luas. Sehubungan dengan hal itu dilakukan kegiatan pelatihan pemberdayaan masyarakat bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pengembangan desain produk anyaman Kegiatan ini dilakukan dengan menggunakan metode ceramah dan demonstrasi. Melalui kegiatan pelatihan ini dapat meningkatkan kualitas produk anyaman pandan masyarakat Nagari Ulakan melalui metode pengembangan desain produk anyaman sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyaraka

    PELATIHAN TATA RIAS WAJAH DAN KREASI JILBAB SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KETERAMPILAN KELOMPOK PKK NAGARI PADANG GANTING KABUPATEN TANAH DATAR PROPINSI SUMATERA BARAT

    No full text
    Pengabdian Kepada Masyarakat ini dilakukan di Nagari Padangganting Kabupaten Tanah Datar  Propinsi Sumatera Barat yang bertujuan untuk memberikan ilmu dan keterampilan tata rias wajah serta kreasi jilbab kepada anggota PKKyang berasal dari 4 Desa yang berada di Nagari Padangganting. Target yang ingin dicapai dari pengabdian ini adalah meningkatkan keterampilan anggota PKK dalam segi seni merias wajah dan kreasi jilbab, sehingga nantinya para anggota PKK memiliki kemampuan dan terampil merias diri sendiri, yang untuk lebih lanjutnya bisa merias wajah pengantin dalam bentuk yang lebih luas sehingga dapat menambah finansial jika membuka jasa tata rias/ make up. Kegiatan ini dapat terlaksana berkat kerja sama dengan Wali Nagari Padangganting dalam rentang waktu lima bulan, bertempat di Kantor Wali Nagari Padangganting. Metode yang digunakan dalam proses kegiatan ini melalui metode ceramah, demonstrasi dan evaluas

    OPTIMASI PRODUKSI BATIK DENGAN TEKNIK WAX PRINT SCREEN (WPS) UNTUK PERAJIN BATIK KEMBANG KELI DI KABUPATEN WONOSOBO

    No full text
    Pengabdian Pada Masyarakat Tematik batik dengan teknik Wax Print Screen (WPS) ini merupakan bentuk kemitraan dari kelompok perajin batik “Kembang Keli” dengan Institut Seni Indonesia Surakarta. Batik Kembang Keli berada di wilayah kecamatan Kertek Kabupaten Wonosobo. Sesuai dengan proposal kemitraan diajukan ibu Yohana Wiera, S.Si selaku ketua kelompok perajin batik ”Kembang Keli” kegiatan ini mempunyai maksud dan tujuan untuk menambah pengetahuan tentang teknik membatik, guna meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi sehingga bersaing secara kualitas dan kuantitas dengan harga yang terjangkau oleh masyarakat umum.Hasil observasi di lapangan didapatkan beberapa permasalahan yang dihadapi mitra antara lain masih minimnya tenaga terampil perajin batik di Wonosobo, banyak peminat  produk batik dari Kembang Keli tetapi jumlah produksi yang terbatas belum bisa memenuhi permintaan pasar, lamanya proses membatik menyebabkan biaya produksi mahal sehingga kurang bisa bersaing harga dengan produsen batik lainnya. Berdasarkan permasalahan mitra tersebut, maka Penulis menawarkan pelatihan batik dengan teknik Wax Print Screen (WPS) sebagai solusi permasalahan dan usulan dari mitra penajin batik Kembang Keli untuk optimasi produksi batik. Kegiatan pelatihan dilakukan selama tiga hari yang diikuti oleh para perajin batik di wilayah kecamatan Kertek Wonosobo. pada acara tersebut para peserta diberi pelatihan cara membuat model cetak motif batik pada screen sablon sampai proses finishing produk batik. Dengan penerapan teknik Wax Print Screen (WPS) bisa mengoptimalkan hasil produksi batik, yaitu bisa mengurangi waktu pengerjaan desain dan membatik pada produk skala masal sehingga menghemat waktu produksi dan menekan biaya operasional sehingga para perajin batik Wonosobo mampu bersaing harga produk dengan kompetitor lainnya

    MEDIA PEMBELAJARAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI TEKNOLOGI CETAK SARING UNTUK PEMBUATAN SOUVENIR SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KUNJUNGAN WISATAWAN DI DESA WISATA BETISREJO, SRAGEN

    No full text
    Kawasan desa yang memiliki daya tarik terhadap wisatawan lokal, maupun luar negeri yang mengunjungi kawasan tersebut setidaknya dapat memberikan kenyamanan bagi para wisatawan, seperti halnya infrastruktur yang bagus (jalan), dan ketersedian transportasi, sehingga lebih mempermudah  para wisatawan mengunjungi tempat-tempat wisata yang ada di desa-desa. Fasilitas-fasilitas yang seyogyanya ada di suatu kawasan desa wisata antara lain: sarana transportasi, telekomunikasi, kesehatan, dan akomodasi. Tidak kalah pentingnya, aspek pengadaan souvenir (cinderamata) sebagai media buah tangan juga perlu dipikirkan, selain untuk media promosi yang efektif. Wilayah Kabupaten Sragen yang mempunyai potensi baik dari aspek sumber daya alam dan sumber daya manusia sangat mendukung bidang kepariwisataan. Desa Wisata Betisrejo berada di lokasi yang strategis dengan berada di jalur koneksitas dengan obyek wisata yang ada di wilayah Solo raya, di mana lokasi tersebut dekat dengan wilayah Museum Sangiran, desa Wisata Batik Kliwonan dan Pilang (Masaran), berada dekat dengan Candi Sukuh dan Cetho dan Tawangmangu. Betisrejo merupakan akronim dari nama tiga desa di wilayah Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen, yakni : JamBEyan; JeTIS; dan SukoREJO. Desa Wisata Betisrejo terletak 20 km sebelah selatan pusat kabupaten Sragen, tepatnya di sisi utara kaki Gunung Lawu. Betisrejo merupakan Desa Wisata bercorak agro dan banyak lokasi yang menarik dikunjungi. Salah satu daya tarik sebuah tujuan wisata, maka keberadaan souvenir (cinderamata) sangat penting. Souvenir bergam media, salah satunya melalui diproduksi teknologi cetak saring. Pelatihan ketrampilan teknologi cetak saring (sablon) bagi masyarakat yang akan memberi keterampilan (skill) di bidang ketrampilan teknologi cetak saring tingkat dasar. Alasan pemilihan pelatihan ketrampilan teknologi cetak saring bahwa teknologi tepat guna tersebut telah berkembang menjadi prospek yang menjanjikan di bidang industri kreatif yang banyak mencetak wirausahawan sekaligus menjadi salah satu andalan pendukung di bidang ekonomi kreatif yang sedang digalakkan oleh pemerintah Indonesia sekarang ini, khususnya mendukung Desa Wisata Betisrejo.  Permasalahan adanya kendala media, materi dan teknik pelatihan yang belum disesuaikan dengan karakteristik peserta pelatihan karena disebabkan oleh belum adanya lembaga formal maupun non formal (lembaga pelatihan keterampilan teknologi cetak saring yang menyediakan media dan materi yang sesuai dengan masyarakat di Desa Wisata Betisrejo. Melalui model pelatihan yang menggabungkan antara teori dan praktek dengan media pembelajaran yang dikemas dengan menarik, sehingga materi pelatihan dapat diterima oleh peserta sebagai mitra program pengabdian pada masyarakat

    TOTE BAG BERBAHAN TENUN GEDHOG SEBAGAI PRODUK PENUNJANG BAGI UKM TENUN DAN BATIK GEDHOG TUBAN

    No full text
    Tenun Gedhog Tuban merupakan produk penyangga bagi produksi batik Gedhog. Sebagai produk penyangga, maka produksi tenun Gedhog sangat tergantung pada kelancaran pemasaran batik Gedhog. Minat konsumen terhadap tenun Gedhog saat ini makin menurun, karena dinilai kurang cocok sebagai bahan sandang, sehingga diperlukan pengembangan produk yang memanfaatkan material dasar tenun Gedhog agar UKM tenun Gedhog terus dapat bertahan. IbM perajin tenun Gedhog di Kabupaten Tuban ini menetapkan dua mitra, yaitu kelompok perajin tenun Sumber Rejeki dari Desa Gaji dan kelompok perajin tenun-batik Margo Asri dari Desa Margorejo, Kec. Kerek, Kab. Tuban, bertujuan untuk meningkatkan kualitas SDM perajin tenun Gedhog dalam pengembangan desain produk dan manajemen pemasaran. Target khusus kegiatan IbM ini adalah: 1) meningkatnya pengetahuan dan ketrampilan perajin dalam pengembangan desain produk tenun sehingga mereka dapat menciptakan varian produk dengan bahan dasar tenun yang mereka produksi, 2) meningkatnya kemampuan manajemen perajin dalam pemasaran produk, khususnya menggunakan media online.Dalam pelaksanaan IbM ini, transfer pengetahuan dan ketrampilan dilakukan melalui kegiatan: 1) pelatihan pengembangan desain produk berbahan tenun dan batik Gedhog berupa beragam produk tote bag, 2) penerapan desain produk tote bag melalui produksi masal oleh kelompok perajin dan perajin lainnya dalam wilayah kegiatan serta promosi produk secara online, 3) pendampingan dan evaluasi terhadap jalannya program IbM serta hasil yang dicapai.Hasil akhir yang diharapkan dari kegiatan IbM ini adalah kemandirian dan peningkatan kesejahteraan mitra UKM memalui pengembangan usaha yang berbasis pada produk dasar mereka berupa tenun dan batik Gedhog

    TARI ADOK MASYARAKAT PANINGGAHAN KABUPATEN SOLOK SEBAGAI SENI EKSPRESIF BUDAYA MINANGKABAU DALAM KONTEKS INDUSTRI KREATIF

    No full text
     Kesenian Adok yang dapat dikategorikan pada seni tari ini merupakan salah satu bentuk seni tradisional kebudayaan masyarakat Paninggahan, Solok, Minangkabau. Seni tari ini mengekspresikan kehidupan masyarakat pendukungnya dan niscaya turut dibentuk oleh nilai-nilai kebudayaan mereka sendiri. Sebagai entitas seni tradisional, tari ini menggambarkan kehidupan estetika dan artistika zamnnya di masa lalu yang cukup sederha. Namun demikian, seni ini mempunyai potensi yang khusus untuk dapat dikembangkan, terutama adalah kekuatan teks nyanyian musik yang mendampinginya sebagai penggerak alur tarian yang dibawakan penari dan hampir tidak dipunyai oleh tari-tari tradisional Minangkanbau yang lain. Potensi seperti demikian dapat dikembangkan menjadi salah satu bentuk produk industri seni kreatif berbasiskan budaya setempat. Kontribusi akhirnya bertujuan untuk penguatan seni budaya lokal masyarakat Paninggahan sendiri

    PELATIHAN MEMBUAT TAS MAKRAME BAGI REMAJA PUTUS SEKOLAH DI UPTD BINA HARAPAN REMAJA PADANGPANJANG UNTUK MENUMBUHKAN MINAT BERWIRAUSAHA

    Get PDF
    Makrame adalah kerajinan dalam bentuk simpul tali. Kerajinan Makrame/ simpul tali ini bermacam-macam seperti simpul pipih, kordon, kordon berganda dan simpul rantai. Kerajinan tangan yang dapat dibuat dengan teknik makrame adalah tas, dompet, asesoris, fashion, dan penghias interior tekstil lainnya. Hasil kerajinan makrame sangat unik dan memiliki nilai seni karena seluruh proses pengerjaannya dilakukan secara manual, pengulangan simpul dilakukan secara ber-ulang sehingga membentuk motif. Di Sumatera Barat khususnya di Padangpanjang teknik makrame ini belum banyak dikenal oleh masyarakat. Untuk memperkenalkan teknik makrame di tengah-tengah masyarakat dilakukan pelatihan bagi remaja putri putus sekolah di UPTD Dinas Sosial Bina Remaja Harapan Padangpanjang. Pelatihan ini bertujuan untuk menumbuhkan semangat jiwa usaha bagi remaja putri dengan kemampuan atau skill yang mereka dapatkan setelah dilakukan pelatihan ini. Mampu membuat produk kerajinan tas, dompet, sarung HP, dan benda kerajinan lainnya dengan teknik makrame. Pelatihan ini dilakukan dengan beberapa metode yaitu penyampaian materi dasar tentang kerajinan makrame dengan cara persentasi dan diskusi. Memberi contoh kerajinan makrame, dilanjutkan dengan praktek membuat tas. Selama pelatihan peserta dilatih dan didampingi oleh tim pengabdian. Peserta diajarkan berbagai macam simpul makrame sebagai dasar untuk membuat produk dengan teknik makrame

    98

    full texts

    145

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Batoboh
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇