Batoboh
Not a member yet
145 research outputs found
Sort by
PEMBINAAN KREATIVITAS SENI TARI PADA SISWA SMPN 2 KOTA BUKITTINGGI
Pembinaan kreativitas seni tari pada siswa SMPN 2 Kota Bukittinggi dilaksanakan sebagai bentuk pengembangan kesenian khususnya seni tari. Sekolah ini perlu mendapat pembinaan karena minimnya pengetahuan dan apresiasi guru terhadap seni tari khususnya tari kreasi baru. Pembinaan ini dilaksanakan melalui beberapa metode yang langsung diterapkan kepada siswa SMPN 2 Kota Bukittingi yang dimulai dari apresiasi melalui video- video tari kreasi, penjelasan mengenai teknik kepenarian, pemberian materi teknik secara langsung, memberikan ragam-ragam gerak, hingga penataan tari sampai menjadi sebuah karya tari kreasi baru. Melalui metode ini dapat membentuk kemampuan menari yang bagus pada siswa dalam menciptakan karya tari kreasi baru yang utuh dan diiringi musik pengiring tarian
PELATIHAN MENDONGENG DAN BERCERITA BAGI PELAJAR DAN GURU SE- BUKITTINGGI
Mendongeng merupakan cerita yang tidak benar-benar terjadi (terutamakejadia zaman dulu yang aneh-aneh). Namun istilah dongeng saat ini juga berkembang menjadi bercerita, dimana maksudnya menuturkan cerita. Sudahsejak jaman dahulu kala, aktivitas mendongeng tidak hanya disukai oleh anak- anak, namun juga orang muda hingga yang sudah dewasa. Aktivitas ini dipercaya memiliki berjuta manfaat. Selain untuk member hiburan, juga menambah pengetahuan, dan memperkaya akhlak atau moral seseorang, terlebih anak-anak. Anak-anak adalah pribadi yang sangat membutuhkan banyak pelajaran dan pengalaman baru. Dengan media dongeng, anak seperti diajak berfantasi menuju alam imajinasi sambil meraup berjuta pengalaman baru. Dunia dongeng merupakan dunia yang menakjubkan terutama bagi anak-anak. Lewat sebuah dongeng sebuah komunikasi dan kedekatan emosional dapat tercapai. Transfer nilai-nilai yang terkandung dalam sebuah dongengan dapat lebih mudah dimengerti. Sayangnya masih banyak orang yang belum mengetahui teknik mendongeng yang baik, sehingga harapan positif dari kegiatan mendongeng menjadi sia-sia bahkan membosankan. Semua orang bisa menjadi pendongeng yang baik, terutama bagi kalangan pendidik baik di pendidikan formal maupun non formal. Mendongeng merupakan keterampilan berbahasa lisan yang bersifat produktif yang menjadi bagian dari keterampilan berbicara, jadi tidak ada alasan seorang guru tidak bisa mendongeng. Mendongeng dapat dijadikan media dalam proses kegiatan belajar. Sedangkan bagi orang tua, mendongeng untuk anak dapat mempererat komunikasi dengan si buah hati dan meningkatkan kedekatan batin emosional antara orang tua dan anak. Banyak orangtua terlalu sibuk dengan urusannya sehingga tidak mempunyai waktu untuk mendongeng atau kalaupun ada, tidak tahu bagaimana mendongeng yang baik
PENERAPAN MULTI DISIPLIN SENI DALAM KEGIATAN DRUMBAND PADA EKSTRAKURIKULER SMA 3 PADANGPANJANG
Kegiatan Drumband merupakan suatu rangkaian kegiatan yang cukup komplek, tidak hanya berfokus kepada unsur musikal namun lebih luas dari pada itu, seni Drumband perwujudannya membutuhkan disiplin seni lainnya seperti seni tari, desain komunikasi visual dan seni kepemimpinan serta seni baris berbaris. Hal tersebut terangkum dalam Seni Drumband dengan penjabaran yang terdapat pada keutuhan drumband seperti pada section Battery,section Hornline dan section color guard. Kata Kunci :Drumband, Seni Musik, Seni Tari dan seni Desain Visual
PENINGKATAN KREATIVITAS REMAJA PUTUS SEKOLAH MELALUI PELATIHAN ENSAMBEL TALEMPONG RENJEANG ANAM SALABUHAN PADA KELOMPOK KESENIAN TUAH SAKATO DI NAGARI MATUA MUDIAK KABUPATEN AGAM
Tujuan jangka panjang peningkatan kreativitas remaja putus sekolah melalui pelatihan ensambel talempong renjeang anam salabuhan adalah untuk memberdayakan potensi seni dalam kehidupan masyarakat di Nagari Matua Mudiak Kecamatan Matua. Target khusus yang ingin dicapai dalam kegiatan pelatihan ini adalah penguasaan ragam guguah talempong yang disajikan dalam bentuk ensambel. Bentuk ensambel itu terdiri dari seperangkat talempong, gandang tambua serta pupuik gadang (serunai batang padi). Metode yang digunakan dalam kegiatan pelatihan ini berupa wawancara, ceramah, diskusi dan demonstrasi. Wawancara menjadi dasar identivikasi prinsip-prinsip musikal berdasarkan pengetahuan empirik tuo (tetua) talempong. Metode ceramah digunakan untuk menyampaikan beberapa hal terkait dengan kiek (teknik) memegang talempong, teknik memukul talempong, prinsip-prinsip musikal dan non musikal penyajian talempong, prinsip estetis ketika talempong disajikan, pola tabuhan gendang, dan sarunai. Diskusi lebih menitikberatkan pada komunikasi dua belah pihak, terutama berkaitan dengan prinsip musikal, dan capaian standar kualitas musikal, dan intensitas yang didasari ekspresi musikal dan non musikal. Demontrasi berorientasi pada peragaan langsung terkait dengan kiek, penguasaan materi musikal untuk setiap pasangan talempong, main bersama, pola tabuhan gandang tabua (gendang tambur), dan pupuik gadang (jenis serunai)
PENERAPAN TEKNOLOGI SENI PADA SANGGAR SENI TRADISIONAL DI KABUPATEN PESISIR SELATAN SUMATERA BARAT
Artikel ini berisikan tentang kegiatan IbM Pengabdian Kepada Masyarakat bertujuan untuk membina tiga mitra yaitu, sanggar seni budaya San Alida, Sanggar Legaran Sati, dan sanggar Riak Maampeh yang berlokasi di dua Kecamatan, Kabupaten Pesisir Selatan. Secara khusus untuk menerapkan teknologi seni pada sanggar tersebut tentang artistik pertunjukan Randai, dan Tari dalam bentuk penyuluhan dan pelatihan, dengan memberikan ilmu pengetahuan tentang seni dan tari. Pengembangan gerak secara teknis, untuk dapat dapat dipedomani sanggar sebagai acuan dalam berkreatifitas. Beberapa unsur seni dibidang Randai dan elemen-elemen yang berhubungan dengan tari diuraikan sesuai kebutuhan pertunjukan, agar teknik pengembangan dapat dipelajari sebagai dasar pengembangan yang diharapkan dapat dijadikan acuan oleh sanggar seni yang dibina. Pengabdian ini menggunakan pendekatan partisipatoris dengan metode penyuluhan dan pelatihan. Hasil pengabdian berupa produk karya seni sesuai dengan kebutuhan kemasan pertunjukan. Kata Kunci: seni, Randai, Tari, pembinaan, teknologi sen
PENGEMBANGAN DAN PENINGKATAN FUNGSI PERALATAN PERTUKANGAN DI WAN PERABOT TARANTANG, KECAMATAN HARAU 50 KOTA
Pengabdian ini bertujuan memberikan pengetahuan dan ketrampilan, padapemilik dan karyawan Wan Perabot dalam pengembangan dan peningkatan, serta penambahan fungsi peralatan masinal pertukangan kayu. Wan Perabotmemproduksiperabotan rumah tangga meja, kursi, almari, tempat tidur, kusen, pintu, jendela dan perabotan lainnya.Usaha ini sudah berdiri sejak 15 tahun yang lalu, dan mempunyai prospek usaha yang bagus, dimana pesanan perabotan dari konsumen yang tidak pernah terhenti. Dalam proses produksi masih terkendala dalam hal peralatan masinal, yang jumlahnya masih terbatas. Sehingga proses produksi menjadi lama, serta pada produk minim variasi. Pengabdian menggunakan metode ceramah, demontrasi dan praktek, serta tanya jawab. Ceramah digunakan untuk menyampaikan pengetahuan secara umum tentang teknik pengembangan dan peningkatan serta penambahan fungsi peralatan. Demonstrasi digunakan untuk memberikan keterampilan langsung mengenai proses modifikasi fungsi peralatan. Tanya jawab digunakan untuk melengkapi hal-hal yang belum terakomodasi oleh kedua metode di atas.Peralatan masinal yang telah dikembangkan dan ditingkatkan fungsinya adalah Circular saw menjadi table saw dengan fungsi sama dengan layaknyatable saw. Kedua adalah ketam tangan menjadi ketam meja, yang fungsinyajuga sama dengan ketam meja. Serta yang ketiga adalah bor tangan menjadi mesin bubut, dan mesin amplas
PELATIHAN PIDATO PASAMBAHAN DI SD NEGERI 02 PADANGPANJANG
Pidato pasambahan merupakan salah satu materi pembelajaran pada mata kuliah Kajian Budaya Melayu. Pidato pasambahanadalah pembicaraan yang dilakukan secara tradisional pada acara pertemuan yang dilakukan dalam budaya masyarakat Minangkabau. Pidato Pasambahan diucapkan oleh seorang yang ditunjuk dalam keluarga, baik dari pihak keluarga sendiri, maupun dari pihak keluarga lain dengan tujuan untuk memperoleh kesepakatan atas tema masalah yang dibicarakan dalam pertemuan. Permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat Minangkabau pada saat ini adalah sulitnya menemukan seseorang yang piawai atau bijak untuk menjadi seorang juru bicara untuk melakukan pidato pasambahan.Sementara kegiatan pertemuan secara tradisional dalam masyarakat Minangkabau semakin sering dilakukan dan tidak dapat dihindari. Maka perlu adanya solusi kongrit dan tepat, yaitu dengan melatih keterampilan pidato pasambahan kepada generasi muda. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mempertahankan kontinuitas adat budaya Minangkabau. Target luaran yang diharapkan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah: jasa, yaitu peserta kegiatan memperoleh keterampilan mengucapkan pidato pasambahan sesuai dengan tata cara adat budaya Minangkabau. Metode pelaksanaan pelatihan adalah: ceramah, demonstrasi, diskusi, dan evaluasi
PENINGKATAN KOMPETENSI GURU MELALUI PELATIHAN PENULISAN KARYA TULIS ILMIAH
Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru-guruSekolah Dasar Negeri Dharma Caraka dalam membuat tulisan ilmiah terkait laporan hasil penelitian tindakan kelas. Masalah yang dihadapi oleh paraguru Sekolah Dasar Negeri Dharma Caraka adalah kurang termotivasi untuk membuat tulisan ilmiah disebabkan beberapa faktor, salah satunya adalah kurangnya pengetahuan dan kemampuan terkait kiat-kiat membuat tulisan ilmiah, dan kurangnya waktu karena kesibukan para guru melaksanakan tugas pokok menjalankan proses belajar mengajar. Metode yang dipergunakan adalah ceramah dan demonstrasi dalam menyampaikan materi pelatihan, serta pengaplikasian materi ke bentuk pelatihan membuat tulisan ilmiah yang diarahkan untuk membuat proposal dan laporan hasil penelitian tindakan kelas. Pengabdian ini diharapkan dapat memotivasi dan meningkatkan pengetahuan para guru tentang bagaimana cara membuat tulisan ilmiah, sehingga dapat memenuhi kebutuhan tulisan ilmiah terkait proposal, laporan hasil penelitian tindakan kelas dan makalah ilmiah. Pengetahuan dan kemampuan yang diperoleh guru pada pelatihan ini dapat meningkatkan kompetensi, kapasitas dan profesionalitas para guru sebagai pendidik
PELATIHAN PEMBUATAN VIDEO DAN FOTO MAKRO MENGGUNAKAN TABLE-TOP STUDIO UNTUK SISWA SMA
Pelatihan pembuatan video dan foto makro menggunakan table-top studio untuk siswa SMA adalah bentuk program pelatihan pembuatan karya seni video dan foto, dengan peserta siswa sekolah menengah atas. Table top studio merupakan studio kecil yang digunakan untuk membuat kesan ruang tanpa batas pada objek karya video dan foto. Pelatihan bertujuan untuk meningkatkan rangsangan bagi siswa dalam memperkaya pengetahuan tentang jenis karya seni foto dan video. Meningkatkan pemahaman dan pengetahuan teknik dasar videografi atau fotografi. Pelatihan menggunakan metode workshop dengan praktik membuat karya video dan karya foto. Hasil yang diperoleh berupa karya video dan foto. Karya foto dicetak sebagai bahan untuk materi majalah dinding. Karya video dipersiapkan untuk mengisi konten pada media sosial dan video blog (vlog). Hasil pelatihan menunjukkan bahwa sebagai remaja siswa SMA memiliki pemahaman dasar tentang teknik fotografi sehingga mampu mengaplikasikan teknik table top studio untuk mengeksplorasi gaya hidup remaja dalam karya video dan foto. Kata kunci: pelatihan, video, foto, table top studio, siswa SMA
PELATIHAN PRODUKSI FILM PENDEK FIKSI DI SMA 1 PADANGPANJANG
Film sudah menjadi sebuah seni yang sangat dekat dengan masyarakat saat ini. Film beberapa tahun terakhir menjadi bagian dari lomba kesenian siswa-siswa SMA ditingkat nasional yang bernama FLS2N (Festiva Dan Lomba Seni Siswa Nasional) yang secara reguler diadakan berkala setiap tahun. Siswa siswi SMAN 1 Padangpanjang terlibat menjadi salah satu peserta pada kegiatan tersebut dan karena masih belum memahami proses produksi film fiksi secara benar dan tepat yakni mengikuti tahapan pra produksi, produksi dan paska produksi maka dibutuhkan penambahan wawasan dan pelatihan. Produksi film sebelumnya yang dilakukan hanya sebatas perekaman atau pendokumentasian tanpa mempertimbangkan persiapan pra produksi, produksi, paska produksi, tata artistik, unsur sinematografi, mise and scene dan konsep estetika film lainnya. Produksi yang dlilakukan lebih kepada improvisasi pendokumetasian tidak kepada petimbangan-pertimbangan unsur yang telah diuraikan tersebut. Hal tersebut berakibat pada belum memenuhi unsur sebuah film fiksi yang benar dan baik dalam menyampaikan pesannya. Untuk itu, dalam menambah wawasan dan pengetahuan siswa siswi SMAN 1 Padangpanjang perlu diadakan pelatihan terkait dengan produksi film pendek fiks