Melayu Arts and Performance Journal
Not a member yet
    110 research outputs found

    The Application of Virtual Reality (VR) in the Contemporary Dance Work “Sabitah Eternity”

    Full text link
     Penerapan Virtual Reality (Vr) dalam  Karya Tari Kontemporer “ Sabitah Eternity ”  SABITAH ETERNITY's work is a dance work that tries to be a bridge to connect education to the audience watching this work. The aim is to increase theaudience's sense of empathy and social towards those who are trying to adapt to an era that is often considered an issue that until now is still not very popular. is heavily questioned as a complicated social phenomenon, in this case the Talang Mamak tribe and its Bedukun Balai Terbang treatment rituals. The artist tries to convey how the Talang Mamak people and their healing rituals can go through various situations and conditions towards modern times and adapt in it. This is for the sake of the continuity of culture and community groups, as well asphase of change and response of the Bedukun Balai Terbang ritual performers. In this case the negotiating body of tribal society towards the present era. The use of expression and technology as a medium of communication means that we never know what everyone is feeling. The use of Virtual Reality technology is something new in a form of dance performance that conveys a lot of the content that the artist wants to convey. ABSTRAKKarya SABITAH ETERNITY salah satu karya tari yang mencoba menjadi jembatan penyambung edukasi terhadap audience yang menyaksikan pertunjukan karya ini, bertujuan agar dapat meningkatkan rasa empati dan sosial penonton terhadapmereka yang sedang mencoba beradaptasi dengan zaman yang sering dianggap sebagai isu yang sampai saat ini masih tidakterlalu gencar dipermasalahkan sebagai fenomena sosial yang rumit, dalam hal ini suku Talang Mamak dan ritualpengobatan Bedukun Balai Terbangnya. Pengkarya mencoba menyampaikan bagaimana masyarakat Talang Mamak dan ritual pengobatannya dapat melewati berbagai situasi dan kondisi menuju masa modern dan beradaptasi di dalamnya. Hal itu demi keberlangsungan budaya dan kelompok masyarakatnya, serta fase perubahan dan respon pelaku ritual BedukunBalai Terbang. Dalam hal ini negosiasi tubuh masyarakat suku terhadap era sekarang. Penggunaan ekspresi dan teknologisebagai media komunikasi, bahwa kita tidak pernah tau apa yang dirasakan setiap orang. Penggunaan teknologi Virtual Reality menjadi suatu hal baru dalam suatu bentuk pertunjukan tari yang banyak menyampaikan isi yang ingin disampaikan pengkarya.

    The Interpretation and Performance Techniques of the Aria Der Hölle Rache Kocht in Mainem Herzen by Wolfgang Amadeus Mozart

    Full text link
    This study aims to identify the interpretation techniques and elements of the aria Der Hölle Rache Kocht in Mainem Herzen by Wolfgang Amadeus Mozart and to apply the performance techniques appropriately. Using a descriptive qualitative approach, this research utilizes video observations on YouTube, literature studies, and documentation to explore various interpretation techniques. The analysis focuses on musical elements, including dynamics, timbre, tempo, and melismatic style. Vocal techniques examined include sound production (covering breathing, vocal cords, resonance, and articulation), intonation, vibrato, head voice, and coloratura technique. The results indicate that this aria demands a high level of technical skill from the singer, particularly in mastering fast tempo, precise intonation, and high register usage. In addition to advanced vocal techniques, presenting this aria requires physical and environmental preparation, such as room temperature regulation and hydration, to maintain sound quality. It was found that the ability to combine emotional expression with vocal technique is key to successfully performing this aria, renowned as one of the most challenging pieces in the opera repertoire

    A Cataloged Archive of Butet Kartaredjasa's Acting Career from 1978 to 2022, Presented with Annotations

    Full text link
    Menyadari bahwa manusia memiliki keterbatasan memori, tak bisa dipungkiri bahwa setiap aktivitas harus dicatat dalam dokumen arsip. Keberadaan dokumen/arsip sangat dibutuhkan untuk merekonstruksi kembali peristiwa yang telah terjadi pada masa lampau. Salah satu bentuk peristiwa penting yang dialami oleh manusia adalah aktivitas seni. Arsip aktivitas seni sebagai bahan pengetahuan dapat membantu seniman dalam menggali isu yang ingin dibicarakan lewat karyanya. Berdasarkan hal di atas, maka penting untuk dilakukan pengarsipan terhadap salah satu tokoh dalam bidang seni di Indonesia dalam hal ini adalah Butet Kartaredjasa. Butet dikenal sebagai seorang aktor, pemeran teater dan penggagas program “Indonesia Kita". Butet juga menjadi aktor di beberapa sinetron, film layar lebar, serta menjadi pengisi acara di beberapa stasiun televisi di Indonesia. Karya seni peran Butet Kartaredjasa diklasifikasi berdasarkan jenis produksi karya seni, yaitu teater, monolog, sinetron dan film. Total karya yang disajikan dalam katalog anotasi ini sebanyak 101 karya. Metode pendekatan yang digunakan dalam penciptaan katalog anotasi ini adalah pendekatan estetika dan pendekatan naratif. Data yang dikumpulkan menggunakan metode kualitatif yaitu observasi, wawancara, studi dokumen dan studi literatur. Proses/langkah-langkah pembuatan katalog anotasi ini terdiri dari beberapa tahap, diantaranya proses perizinan, studi pustaka, konsultasi dengan dosen pembimbing, digitalisasi arsip, pengolahan arsip, desain tata letak katalog dan cetak katalog beserta kotak kemasannya. Dengan adanya arsip dalam bentuk katalog anotasi ini, agar mempermudah masyarakat melihat dan mengapresiasi karya Butet Kartaredjasa serta menandai proses dan perjalanan kreatif Butet Kartaredjasa yang sudah tersusun rapi dalam satu katalog

    Legusa Festival: Membangun Jalan Humanitas Melalui Kreatifitas

    Full text link
    This research discusses the Legusa Festival as a means of building humanity through creativity in Nagari Tanjung Haro Sikabu-Kabu Padang Panjang. The main objective of this study is to explore the role of creativity as a path to humanity, which is the essence of human existence. The method used is action research, which involves planning, observation, and reflection to create a tangible social impact. The research results show that the Legusa Festival, with its various artistic and cultural activities, successfully connects the concept of creativity with humanity. This festival not only serves as a medium for artistic expression but also as a tool for producing and communicating local knowledge. The creativity generated by this festival is reflected in various art forms, ranging from music to film, involving collaboration between local artists and the community. The Legusa Festival also successfully creates an interactive space that brings together residents, thereby enhancing their ability to accept differences and build dialogue. Thus, this festival has become a means of humanization that promotes togetherness, understanding, and appreciation of cultural and social diversity

    Analyzing the Impact of Ecotheatre on Public Awareness and Behavior Change

    Full text link
    Menganalisis Dampak Teater Ekologi terhadap Kesadaran Publik dan Perubahan PerilakuThis study aims to explore the role of ecotheatre in raising environmental awareness and promoting behavior change through a case study of the theatrical performance "Gestur Sungai" staged at the Lambah Sani Festival in 2021. Using a qualitative descriptive method, this research analyzes how narrative elements, acting, and natural settings in the performance contribute to the effectiveness of ecological communication. The results show that the performance successfully enhanced the audience's understanding of environmental issues and motivated them to take more proactive actions in preserving the environment. These findings affirm that ecotheatre can be an effective tool in environmental advocacy, especially when the audience's emotional and intellectual engagement is involvedAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran ecoteater dalam meningkatkan kesadaran lingkungan dan mendorong perubahan perilaku melalui studi kasus pertunjukan teater "Gestur Sungai" yang dipentaskan dalam Festival Lambah Sani tahun 2021  Menggunakan metode deskriptif kualitatif, penelitian ini menganalisis bagaimana elemen-elemen naratif, akting, dan setting alam dalam pertunjukan berkontribusi pada efektivitas komunikasi ekologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertunjukan ini berhasil meningkatkan pemahaman penonton tentang isu-isu lingkungan dan memotivasi mereka untuk mengambil tindakan yang lebih proaktif dalam menjaga lingkungan. Temuan ini menegaskan bahwa ecoteater dapat menjadi alat yang efektif dalam advokasi lingkungan, terutama ketika elemen emosional dan intelektual penonton terlibat

    Promotion Strategies for Music/Song Works through Digital Platforms by Orkes Taman Bunga

    Full text link
    Penggunaan Platform digital belakangan ini menjadi salah satu hal yang krusial dan dianggap sangat berdampak terhadap pemasaran suatu produk. Dengan semakin banyaknya orang yang menggunakan platform digital sebagai kebutuhan yang harus selalu ada. Hal inilah yang membuat pemilihan strategi promosi melalui Platform Digital dipandang mampu memberikan kontribusi untuk pemasaran musik/lagu secara menyeluruh terhadap target pasar yang dituju. Pemanfaatan platform digital dan media sosial menjadi langkah tepat sebagai bentuk strategi pemasaran karya-karya msuik/lagu Orkes Taman Bunga agar dapat diterima oleh penikmat musik hanya melalui media online. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan bagaimanakah strategi pemasaran karya musik/lagu yang dilakukan oleh Orkes Taman Bunga. Untuk mendapatkan jawaban dari penelitian ini dilakukanlah metode penelitian kualitatif dengan proses pengumpulan data secara interaktif dan non interaktif. Data diperoleh dari wawancara dengan informan yang merupakan manager dan personel Orkes Taman Bunga dan observasi terhadap pertunjukan dan dokumentasi dari Orkes Taman Bunga. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa strategi promosi melalui palatform digital mampu memberikan kontribusi besar terhadap perkembangan Orkes Taman Bunga. Itu terlihat dari banyaknya penonton saat live performance, banyaknya pendengar pada aplikasi Spotify, iTunes, Deezer, Joox dan banyaknya penonton pada aplikasi Youtube, TikTok, Instagram, Facebook. Untuk mempertahankan itu dibutuhkan konsistensi dan up to date terhadap perkembangan teknologi

    Demo Buruh Menolak Kenaikan Harga BBM dalam Fotografi Jurnalistik

    Full text link
    There was a demonstration of workers refusing to increase fuel prices in the Arjuna Wijaya Horse Statue Area, Central Jakarta, on October 10, 2022. This situation also closed the Medan Merdeka Barat Road. The author is interested in documenting labour demonstrations using journalistic photography. It is one of the communication media that combines verbal and visual elements. Verbal elements in the form of words called caption, and visual elements aims to complete the information of an image. The reason is that a photo without a caption can lose the meaning. Technical of taking picture used the EDFAT method to add variety to the composition of each photo and help to determine the important things that need to be captured. This study aims to document the situation of labour demonstrations using the EDFAT method in journalistic photography, which provides factual information about an incident. The research method used by the author is observation and literature study. Observations was carried out by observing journalistic photographs created by Henri Cartier-Bresson and M Risyal Hidayat. Literature study was conducted by reading journals and books about photojournalism. The results of the study involved the work of photo documentation about labour demonstration using the EDFAT method and the decisive moment theory in capturing the decisive moment with accuracy, reading the situation, and setting the composition. This study concludes that the use of the EDFAT method is quite useful for photojournalism shooting because it helps photographers to capture important things, for example, the entire that includes the whole place

    Riuh Birama: from the Malay Pencak Silat Tradition to the World Music Approach

    Full text link
    Malay Pencak Silat Melayu is a related Malay art known as classical Malay art which is often performed at receptions for grand guests or guests of honour. The development of Malay Pencak Silat performances can be found in the implementation of traditional Malay wedding ceremonies, events, circumcision events and events featuring regional arts, especially in Riau Province. Riuh Birama's musical composition was created using a World Music approach. The artist embodies ideas sourced from Malay Pencak Silat Accompaniment Music by developing melodic patterns using the Cengkok, Grenek, Patah techniques. The composition of Riuh Birama is realized in several stages, namely; 1) observation; 2) determining the concept; 3) material preparation; 4) discussion and commitment; and 5) embodiment. The creator tries to present several forms of novelty in the form of works following the concept being offered

    Cintaku Jauh di Pulau Karya F.X Soetopo Ditinjau dari Teknik Bernyanyi Seriosa

    Full text link
    Tulisan ini membicarakan teknik bernyanyi seriosa pada lagu Cintaku Jauh di Pulau karya F. X. Soetopo. Lagu tersebut dari puisi karya Chairil Anwar yang ditulis tahun 1946. Pada tahun 1985, F. X. Soetopo mengaransemen puisi tersebut dalam sebuah lagu seriosa. Lagu ini menceritakan tentang kisah cinta seorang pria kepada seorang gadis dengan menjalin hubungan jarak jauh. Seorang penyanyi tenor bernama Christopher Abimanyu pertama kali membawakan lagu tersebut di Bentara Budaya Jakarta. Gaya atau teknik bernyanyi yang dibawakan oleh Christopher adalah gaya nyanyian yang lebih menekankan pada penggunaan dinamika (messa di voce) sebagai sumber utama ekspresi keindahan dan penjiwaan saat bernyanyi serta teknik artikulasi, intonasi, dan teknik vokal. Penulis melakukan pengembangan teknik bernyanyi pada lagu Cintaku Jauh di Pulau yaitu penggunaan improvisasi ostinato (riff) terdapat di birama 5 dengan nada berulang-ulang pada ketukan ke-2 dan pentatonik pelog terdapat di birama 12-13 yang dimulai ketukan ke-2 dimulai dengan nada 1-2-4-5-6 (do-re-fa-sol-la) dengan interval melangkah naik, dan juga di birama 22-23 dimulai ketukan ke-3 dimulai dari nada 6-5-4-2-1 (la-sol-fa-re-do) dengan interval melangkah turun. Lagu Cintaku Jauh di Pulau merupakan lagu yang tergolong ke dalam bentuk lagu 5 bagian A-B-B’-C-D-A’ dengan urutan kalimat A (a,b), B (x,y), B’ (x’,y’), C (c,d), D (xx,yy), A’ (a, b’). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data yang diperoleh berupa observasi melalui YouTube (https://youtu.be/QRVL9vcaQBo), studi pustaka, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah: 1) Mempertunjukkan lagu tersebut dalam bentuk penampilan secara langsung di Taman Yenny Hendra Bundaran Nommensen, 2) Menggunakan teknik improvisasi ostinato dan pentatonik pelog, 3) Analisis bentuk lagu Cintaku Jauh di Pulau.Kata Kunci: Cintaku Jauh di Pulau; F.X Soetopo; Analisis;EkspresiAbstractThis paper discusses seriosa singing techniques in the song Cintaku Jauh di Pulau Pulau by F. X. Soetopo. The song is taken from Chairil Anwar's poem which was written in 1946. In 1985, F. X. Soetopo arranged the poem to become a seriosa song. This song tells about the love story of a man and a girl who are in a long-distance relationship. The tenor named Christopher Abimanyu performed the song for the first time at Bentara Budaya Jakarta. Christopher's singing style or technique is a singing style that places more emphasis on the use of dynamics (messa di voce) as the main source of expression of beauty and soul when singing as well as articulation techniques, intonation and vocal techniques. The author develops a technique for singing the song Cintaku Jauh di Pulau, namely the use of ostinato (riff) improvisation and pelog pentatonic according to the ability of a presenter. This study uses a descriptive qualitative approach. The data obtained are in the form of observations via YouTube (https://youtu.be/QRVL9vcaQBo), literature studies, and documentation. The results of this study were: 1) Performing songs in the form of live performances at the Yenny Hendra Park Nommensen Roundabout, 2) Using ostinato and pelog pentatonic improvisational techniques, 3) Analysis of the form of the song Cintaku Jauh di Pulau.Keywords: Cintaku Jauh di Pulau; F.X Soetopo; Analysis; Expression 

    Perancangan Iklan Layanan Masyarakat Pengenalan Permainan Tradisional

    Full text link
    Iklan layanan masyarakat merupakan iklan yang dibuat untuk mengedukasi atau memberikan pemahaman terhadap suatu hal yang ditujukan kepada seluruh lapisan masyarakat, tujuan utama ikan lanyanan masyarakat ialah memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai suatu hal yang bersipat mengajak dan memberi tahu masyarakat akan suatu informasi tanpa menjual suatu produk maupun jasa. Permainan tradisional Secara tidak langsung, anak akan di asah kreativitas, ketangkasan, jiwa kepemimpinan, kecerdasan, dan keluasan wawasannya melalui permainan tradisional, namun saat ini permainan tradisional mulai menghilang dari kehidupan anak-anak di indonesia khususny di perkotaan, digantikan dengan permainan yg ada di gatged seperti game-game online. Tahap perancangan ini dibangun berdasarkan hasil pengumpulan data yang telah dilakukan sebelumnya, data digunakan untuk memunculkan ide dan gagasan dalam mendesain karnya iklan layanan masyarakat pengenalan permainan tradisional kepada masyarakat. Tahapan Perwujutan Tahapan ini bermula dari pembuatan sketsa atau gambar manual desain iklan layanan masyarakat pengenalan permainan tradisional, mulai dari perancangan poster, sepanduk, brosur, ganci dan yang lainny

    95

    full texts

    110

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Melayu Arts and Performance Journal
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇