Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni
Not a member yet
254 research outputs found
Sort by
TUBUH PEREMPUAN HARI INI MELALUI KOREOGRAFI “AKU DAN SEKUJUR MANEKIN”
Aku dan Sekujur Manekin merupakan sebuah wujud karya tari yangmengusung tubuh tari dan keperempuanan dalam wacana senipertunjukan. Dengan memfokuskan pada rekonsruksi seni pertunjukanpada masa tertentu, maka ada batasan untuk menganalisis bagaimanatubuh perempuan dimaknai, diinterpretasikan, dan direpresentasikandalam bentuk karya tari. Tubuh tari dalam tulisan ini tidak hanya dilihatsebagai bentuk seni yang diproduksi, dilakukan, dan diinterpretasikan olehperempuan, melainkan juga bagaimana masyarakat mengartikan tubuh taritersebut. Garapan karya tari Aku dan Sekujur Manekin menunjukkansejauhmana terjadi kontradiksi tokoh perempuan dalam prosestransformasinya.Tulisan ini akan digunakan pendekatan intertekstual.Pendekatan ini menegaskan adanya keterkaitan antara satu teks denganteks lain. Sebuah karya hanya dapat dibaca dalam kaitan ataupunpertentangan dengan teks-teks lain yang merupakan semacam kisi-kisi.Melalui kisi-kisi itu teks dibaca dan diberi struktur dengan menimbulkanpembaca untuk memilih dan mengambilciri-ciri menonjol dari tekstersebut dan memberikan sebuah struktur pada teks baru
SASADU ON THE SEA WACANA SENI BUDAYA DALAM FESTIVAL TELUK JAILOLO 2013
Sasadu On The Sea merupakan pergelaran karya tari yang diharapkan dapat memberikan pemahaman dan wacana baru dalam mengenal lebih dekat tentang seni budaya yang dimiliki masyarakat setempat, khususnya masyarakat Jailolo Halmahera Barat. Selain itu pergelaran karya tari ini dapat berbagi dalam memberikan inspirasi atau motivasi kepada para kreator seni (khususnya seniman tari) terhadap pentingnya sebuah festival yang berpijak pada seni dan budaya lokal, serta dapat memberi alternatif bagi masyarakat dalam mengapresiasi karya-karya seni tari tradisional kerakyatan. Peranan rumah adat Sasadu sebagai tempat dimana masyarakat Jailolo dapat menyatukan rasa persaudaraan dan kebersamaan diangkat menjadi sebuah tema dan ikon dalam karya Sasadu On The Sea. Sasadu On The Sea merupakan satu rangkaian dalam acara Festival Teluk Jailolo yang selalu diselenggarakan setiap tahun di Jailolo, Halmahera Barat
PERKEMBANGAN TALEMPONG TRADISI MINANGKABAU KE “TALEMPONG GOYANG” DI SUMATERA BARAT
Minangkabau diantara wilayah geografis kebudayaan Indonesia lainnya, memiliki aneka jenis dan bentuk klasifikasi alat-alat musik pukul/perkusi. TalempongGoyang [contoh terkini], sekarang berkembang pesat. Secara historis keberadaan-“nya” berangkat dari “Talempong Tradisional”; kemudian dimodifikasi “komponis Minang” antara lain Alfalah dari Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang. Dalam hal seni pertunjukan alat-alat musik pukul beberapa suku-bangsa/etnis dimainkan bersamaan dalam upacara/ritual adat dan agama melalui sentuhan teknologi elektronik.
TINJAUAN SEJARAH DAN BUDAYA YANG MEMPENGARUHI TEATER TUTUR TUPAI JANJANG MASYARAKAT KERINCI JAMBI
Tupai Janjang adalah salah satu bentuk kesenian tradisional masyarakat Kerinci Provinsi Jambi, tergolong gen (genre) teater tutur karena penyampaian cerita melalui dendang—narasi pencerita [aktor/pemeran tokoh-tokoh] teater ini. Ceritanya mengandung nilai-nilai agama, moral, dan jadi panutan masyarakat secara turun temurun. Sekarang, volume pementasan Tupai Janjang turun drastis dan diambang kepunahan, bahkan masyarakatpun jarang menonton. Ini merupakan fakta dan indikator penyebabnya. Karena itu perlu diteliti dan didokumentasikan.
MOTIF KERAWANG GAYO PADA BUSANA ADAT PENGANTIN DI ACEH TENGAH
Kerawang Gayo adalah nama motif hias dan nama pakaian adat Gayo di Aceh Tengah. Berbagai jenis motif diukirkan ke banyak media dalam kehidupan masyarakat, diantaranya pada busana adat pengantin Gayo. Motif-motif tersebut mencerminkan sistem pola pikir masyarakat. Sebagai warisan seni budaya, ia cermin kehidupan yang memiliki kedudukan strategis dalam sistem adat-budaya Gayo. Pesan budaya yang terkandung diekspresikan melalui simbol berupa motif hias [khas] disebut “kerawang Gayo”.
FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB INSTRUMEN BIOLA JADI BAGIAN INTEGRAL KEBUDAYAAN MUSIK ETNIK MELAYU PESISIR TIMUR SUMATERA UTARA
Biola menjadi bagian integral dalam kebudayaan musik etnik Melayu Pesisir Timur Sumatera Utara. Bunyi (sound)-nya telah mewakili maenstream budaya Melayu. Unsur-unsur bunyi menjadi pilar utama pembentukan struktur musiknya. “Proses-integrasinya” disebabkan oleh hubungan masyarakat Melayu Pesisir Timur Sumatera Utara dengan bangsa-bangsa lain pada masa lampau. Melalui faktor-faktor transformasi sosio budaya, teknik estetika khas biola Melayu merupakan paduan antara konsep-konsep bermain biola dalam kebudayaan musik Barat dan musik Melayu.
PERAN SANGGAR SENI AGUANG DALAM PENGEMBANGAN DAN PELESTARIAN SENI DI PADANGPANJANG
“Kesenian Padangpanjang Sumatera Barat [khususnya] telah berkembang pesat”. Aguang di Padangpanjang secara umum berasal dari seni bela diri yaitu silat/silek tuo (silek Arimau ). Dari dasar–dasar silat tersebut kemudian berkembang menjadi seni tari, randai, dan kesenian Padangpanjang lainnya. Pelopor pengembangan antaralain Sanggar Seni Aguang yang dibina Pemerintah Daerah (PEMDA) dan Dinas Pariwisata kota Padangpanjang. Sanggar tersebut di atas tumbuh dan berkembang di tengah–tengah masyarakat Gunuang Kecamatan Padangpanjang Timur. Aktifitas dan kreatifitas sanggar berakarkan pencak silat tradisional, seperti: karya seni Tari Piriang Suluah, randai, dan seni-budaya lainnya. Prestasi sanggar pernah eksis pada even daerah, nasional, dan internasional.
PESTA PARA PENCURI KARYA TEATER JEAN ANNOULIH SADURAN RAHMAN SABUR
esta Para Pencuri karya Annoulih Saduran Rahman Sabur, yang penulis sekaligus pengkarya pentaskan terjadi di sebuah warung, hal ini bisa dilihat dari setting warung yang dihadirkan di atas panggung dan merupakan pilihan untuk mendekatkan peristiwa yang terjadi di panggung dengan penonton. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa pembicaraan di warung saat ini tidak lagi terbatas pada golongan menengah kebawah saja tapi sudah merambah pada persoalan sosial, politik dan ekonomi bahkan yang sifatnya rahasia sekalipun. Begitupun dengan pengunjung warung saat ini, tidak terbatas pada strata sosial tertentu saja. Pencuri yang ditafsirkan pengkarya adalah pencuri yang sudah bersifat terbuka dan terang-terangan mengambil hak orang lain dan membicarakan hasil curiannya di ruang publik seperti warung. Pencuri yang tidak lagi mempunyai rasa malu, segan dan takut akan perbuatannya, pencuri yang tidak memandang kawan atau lawan. Untuk mewujudkan karakter tokoh dalam Pesta Para Pencuri karya Annoulih Saduran Rahman Sabur, pengkarya menggunakan metode akting Brecht dan Stanislavsky, dengan pendekatan akting presentasi dan gaya realisme. Hal ini bertujuan agar pemain dan penonton tidak terlalu berjarak dengan pertunjukan dan peristiwa yang dihadirkan diatas panggung.
KOMODIFIKASI: MANIPULASI BUDAYA DALAM (AJANG) PARIWISATA
Manipulasi budaya dalam ajang pariwisata mengangkat realitas lapangan yang empirik berkaitan dengan komodifikasi. Fenomena manifulasi budaya menjadikan budaya sebagai objek yang memiliki nilai tukar atau nilai jual melalui industri budaya dan jasa sebagai komoditas. Secara umum, gejala komodifikasi terperangkap dalam dialektika sakral ke profan, memunculkan atraksi kemunduran aspek ritual, kontestasi dan pertentangan konsep dan ideologi sehingga memunculkan mitos baru (mitos modern). Praktik tersebut memunculkan kriminal baru yang tidak terlepas dari peran kapitalis
PESONA RANCANG-BANGUN RANAH MINANG: DESTINATION BRANDING
Kehidupan demokrasi masyarakat Minangkabau terus akan diwarisi setiap generasinya karena telah menjadi kebiasaan dimanapun ia berada, disamping orang Minang punya kepribadian dan karakteristik tersendiri untuk dikenali lebih jauh. Kemudian, alam Minangkabau juga merupakan suatu daya tarik tersendiri untuk dieksplorasi kedalam bentuk karya Desain Komunikasi Visual berupa destination branding dengan tujuan memperkenalkan “identitas Ranah Minang” kepada masyarakat luas. Destination branding adalah upaya memperkenalkan destinasi ke dalam bentuk brand suatu produk.