Jurnal Pewarta Indonesia
Not a member yet
    128 research outputs found

    Dampak Pornografi Digital Ditinjau dari Perspektif Pierre Bourdieu

    No full text
    Perkembangan teknologi digital yang begitu pesat membawa dampak signifikan bagi masyarakat, baik secara positif maupun negatif. Salah satu dampak negatif yang semakin menjadi perhatian adalah mudahnya akses terhadap konten pornografi digital, yang kini dapat ditemukan hanya dengan mengetikkan kata kunci sederhana di berbagai platform seperti Google, YouTube, maupun televisi berbayar. Fenomena ini menimbulkan kekhawatiran khususnya bagi konsumen muda yang rentan terpapar tanpa pengawasan. Di sisi lain, kemajuan teknologi juga menghadirkan peluang positif berupa kemudahan dalam memperoleh informasi, komunikasi, dan hiburan. Namun, konsumsi pornografi digital dapat menimbulkan konsekuensi serius terhadap pembentukan karakter, perilaku, serta norma sosial dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana dampak konsumsi pornografi digital pada konsumen muda dengan menggunakan kerangka teori Pierre Bourdieu, terutama melalui konsep Habitus dan modal. Habitus digunakan untuk memahami kebiasaan, pola pikir, serta perilaku yang terbentuk dari interaksi berulang dengan konten digital pornografi, sedangkan konsep modal digunakan untuk melihat bagaimana modal budaya, sosial, maupun ekonomi memengaruhi akses serta cara individu mengonsumsi konten tersebut. Melalui pendekatan kualitatif dengan analisis literatur, penelitian ini berusaha menjelaskan keterkaitan antara kemudahan akses pornografi digital dengan perubahan perilaku konsumsi generasi muda serta implikasinya terhadap norma sosial dan moral yang berlaku di masyarakat. Hasil kajian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman lebih mendalam mengenai dampak sosial dari digital pornografi sekaligus mendorong pentingnya penggunaan teknologi yang bijak di era digital.Perkembangan teknologi digital yang begitu pesat membawa dampak signifikan bagi masyarakat, baik secara positif maupun negatif. Salah satu dampak negatif yang semakin menjadi perhatian adalah mudahnya akses terhadap konten pornografi digital, yang kini dapat ditemukan hanya dengan mengetikkan kata kunci sederhana di berbagai platform seperti Google, YouTube, maupun televisi berbayar. Fenomena ini menimbulkan kekhawatiran khususnya bagi konsumen muda yang rentan terpapar tanpa pengawasan. Di sisi lain, kemajuan teknologi juga menghadirkan peluang positif berupa kemudahan dalam memperoleh informasi, komunikasi, dan hiburan. Namun, konsumsi pornografi digital dapat menimbulkan konsekuensi serius terhadap pembentukan karakter, perilaku, serta norma sosial dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana dampak konsumsi pornografi digital pada konsumen muda dengan menggunakan kerangka teori Pierre Bourdieu, terutama melalui konsep Habitus dan modal. Habitus digunakan untuk memahami kebiasaan, pola pikir, serta perilaku yang terbentuk dari interaksi berulang dengan konten digital pornografi, sedangkan konsep modal digunakan untuk melihat bagaimana modal budaya, sosial, maupun ekonomi memengaruhi akses serta cara individu mengonsumsi konten tersebut. Melalui pendekatan kualitatif dengan analisis literatur, penelitian ini berusaha menjelaskan keterkaitan antara kemudahan akses pornografi digital dengan perubahan perilaku konsumsi generasi muda serta implikasinya terhadap norma sosial dan moral yang berlaku di masyarakat. Hasil kajian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman lebih mendalam mengenai dampak sosial dari digital pornografi sekaligus mendorong pentingnya penggunaan teknologi yang bijak di era digital

    Strategi Komunikasi Orang Tua Tunggal Dalam Menjaga Kesehatan Mental Anak Pasca Perceraian

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi yang digunakan oleh orang tua tunggal dalam menjaga kesehatan mental anak pasca perceraian. Perceraian seringkali menimbulkan dampak psikologis yang signifikan bagi anak, sehingga diperlukan peran aktif orang tua dalam memberikan dukungan emosional. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melalui wawancara mendalam kepada orang tua tunggal yang memiliki anak usia sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga strategi utama yang digunakan, yaitu keterbukaan komunikasi, pemberian dukungan emosional, dan penanaman rasa aman melalui pola asuh konsisten. Keterbukaan komunikasi dilakukan dengan memberikan ruang dialog dua arah agar anak dapat mengekspresikan perasaannya. Dukungan emosional diberikan melalui empati, perhatian, dan validasi perasaan anak. Sementara itu, penanaman rasa aman diwujudkan dengan konsistensi dalam aturan serta rutinitas keluarga. Keseluruhan strategi ini berkontribusi dalam mengurangi kecemasan, meningkatkan kepercayaan diri, serta menjaga keseimbangan emosional anak pasca perceraian

    Pesan Pemberitaan Prabowo Subianto Dalam Pemilu 2024

    Full text link
    The study aims to analyse the message content of Prabowo Subianto's news coverage. Prabowo Subianto's news coverage was chosen because news coverage often has biased political language. Message content analysis was conducted so that readers can receive the message that the media actually wanted to convey regarding Prabowo Subianto as the presidential candidate for Indonesia's Replubik for the 2024 to 2029 period. This analysis compared two online media, namely Kompas.com and Tempo.com. These two media outlets were chosen because they were able to compare media outlets that were biased towards the object of the news, namely Prabowo Subianto. One of the media is considered to have partiality. Content analysis can show whether a news story is positive or negative towards the object of the news that will be conveyed to the audience. From this analysis, it was found that Kompas.com often reported Prabowo Subianto in its news portal, and the tendency of its news content to give a positive message. Tempo.com news portal did not cover Prabowo as often, and the news tended to be neutral and sometimes provided criticism, giving a negative impact on Prabowo Subianto. As a result of the analysis, it is hoped that Indonesian online media should be more in favour of the public in reporting the truth, so that the Indonesian people will not choose the wrong president for the next 5 years. This research is still limited to two media outlets and has not analysed the other media outlets.Penelitian bertujuan untuk menganalisis isi pesan dari pemberitaan Prabowo Subianto. Pemberitaan Prabowo Subianto dipilih dikarenakan sering kali pemberitaan memiliki bahasa politik yang bias makna. Analisis isi pesan dilakukan agar pembaca dapat menerima pesan apa yang sebenarnya ingin disampaikan oleh media terkait Prabowo Subianto sebagai calon presiden Replubik Indonesia untuk priode 2024 sampai 2029. Analisis ini membandingkan dua media online yaitu pada media online Kompas.com dan Tempo.com. Dua media ini dipilih karena untuk dapat membandingkan media yang memiliki keberpihakan terhadap objek yang di beritakan yaitu Prabowo Subianto. Salah satu media dianggap memiliki keberpihakan. Analisis isi dapat menunjukan sebuah berita bermuatan positif atau negatif terhadap objek pemberitaan atas yang akan disampaikan pada khalayak. Dari analisis ini di temukan bahwa Kompas.com sering memberitakan Prabowo Subianto dalam portal beritanya, dan kecenderung isi beritanya memberikan pesan positif. Pada portal berita Tempo.com pemberitaan terkait Prabowo tidak terlalu sering, dan berita yang diberitakan cenderung netral dan terkadang memberikan kritikan sehingga memberikan dampak negatif bagi Prabowo Subianto. Hasil dari analisis tersebut diharapkan media online Indonesia harus lebih berpihak kepada masyarakat memberitakan kebenaran, agar masyarakat Indonesia tidak salah memilih presiden untuk 5 tahun kedepan. Penelitian ini masih terbatas pada dua media dan belum melakukan analisis diluar media yang sudah ditentukan

    Pengaruh Pengaruh Brand Ambassador dan Social MediaMarketing Terhadap Keputusan Penggunaan Aplikasi MYBCA Dengan Brand Awareness Sebagai Variabel Intervening (Survey Pada Followers Instagram @goodlifebca)

    No full text
    Perkembangan teknologi digital mendorong industri perbankan untuk menghadirkan layanan berbasis aplikasi guna meningkatkan kenyamanan dan kemudahan transaksi bagi nasabah. Namun demikian, rendahnya kesadaran merek dan kurang optimalnya strategi pemasaran digital masih menjadi tantangan dalam mendorong keputusan penggunaan aplikasi perbankan digital seperti MYBCA. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini dirumuskan untuk menjawab bagaimana pengaruh Brand Ambassador dan Social Media Marketing terhadap Pengambilan Keputusan Penggunaan Aplikasi MYBCA, serta bagaimana peran Brand Awareness sebagai variabel intervening. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh langsung dan tidak langsung dari Brand Ambassador dan Social Media Marketing terhadap Keputusan Penggunaan Aplikasi MYBCA dengan Brand Awareness sebagai mediasi. Penelitian ini didasarkan pada teori komunikasi pemasaran dan model AISAS (Attention, Interest, Search, Action, Share) yang menjelaskan alur perilaku konsumen dalam ekosistem digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Sampel penelitian sebanyak 200 responden dipilih melalui teknik purposive sampling terhadap followers akun Instagram @goodlifebca yang telah menggunakan aplikasi MYBCA. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner online. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Brand Ambassador berpengaruh positif dan signifikan terhadap Brand Awareness dan Keputusan Penggunaan Aplikasi MYBCA. Social Media Marketing berpengaruh sangat kuat terhadap Keputusan Penggunaan Aplikasi MYBCA, namun pengaruhnya terhadap Brand Awareness tergolong rendah. Temuan ini mengindikasikan perlunya optimalisasi strategi pemasaran digital melalui pemanfaatan media sosial dan figur Brand Ambassador guna meningkatkan kesadaran merek dan mendorong keputusan penggunaan aplikasi perbankan digital secara lebih efektif.Perkembangan teknologi digital mendorong industri perbankan untuk menghadirkan layanan berbasis aplikasi guna meningkatkan kenyamanan dan kemudahan transaksi bagi nasabah. Namun demikian, rendahnya kesadaran merek dan kurang optimalnya strategi pemasaran digital masih menjadi tantangan dalam mendorong keputusan penggunaan aplikasi perbankan digital seperti MYBCA. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini dirumuskan untuk menjawab bagaimana pengaruh Brand Ambassador dan Social Media Marketing terhadap Pengambilan Keputusan Penggunaan Aplikasi MYBCA, serta bagaimana peran Brand Awareness sebagai variabel intervening. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh langsung dan tidak langsung dari Brand Ambassador dan Social Media Marketing terhadap Keputusan Penggunaan Aplikasi MYBCA dengan Brand Awareness sebagai mediasi. Penelitian ini didasarkan pada teori komunikasi pemasaran dan model AISAS (Attention, Interest, Search, Action, Share) yang menjelaskan alur perilaku konsumen dalam ekosistem digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Sampel penelitian sebanyak 200 responden dipilih melalui teknik purposive sampling terhadap followers akun Instagram @goodlifebca yang telah menggunakan aplikasi MYBCA. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner online. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Brand Ambassador berpengaruh positif dan signifikan terhadap Brand Awareness dan Keputusan Penggunaan Aplikasi MYBCA. Social Media Marketing berpengaruh sangat kuat terhadap Keputusan Penggunaan Aplikasi MYBCA, namun pengaruhnya terhadap Brand Awareness tergolong rendah. Temuan ini mengindikasikan perlunya optimalisasi strategi pemasaran digital melalui pemanfaatan media sosial dan figur Brand Ambassador guna meningkatkan kesadaran merek dan mendorong keputusan penggunaan aplikasi perbankan digital secara lebih efektif

    Framing Pemberitaan Detik.com tentang Pinjaman Online Mahasiswa untuk Pembayaran Uang Kuliah Tunggal

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pembingkaian yang dilakukan media online Detik.com terkait isu kerja sama antara Danacita dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT). Metode yang digunakan adalah metode analisis framing model Pan dan Kosicki. Pemilihan sampel penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah sampel 15 berita yang dianalisis menggunakan empat struktur utama teknik Analisis Framing Zhongdan Pan dan Gerald M. Kosicki: sintaksis, skrip, tematik, dan retoris. Hasil dari penelitian ini adalah adanya penggunaan idiom hiperbola oleh Detik.com untuk menunujukkan bagaimana isu mendapatkan perhatian dari masyarakat. Selain itu, penekanan pada reaksi dan persepsi masyarakat yang ditunjukkan pada teras berita, dan kutipan dari narasumber ITB yang ditempatkan di akhir berita.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pembingkaian yang dilakukan media online Detik.com terkait isu kerja sama antara Danacita dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT). Metode yang digunakan adalah metode analisis framing model Pan dan Kosicki. Pemilihan sampel penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah sampel 15 berita yang dianalisis menggunakan empat struktur utama teknik Analisis Framing Zhongdan Pan dan Gerald M. Kosicki: sintaksis, skrip, tematik, dan retoris. Hasil dari penelitian ini adalah adanya penggunaan idiom hiperbola oleh Detik.com untuk menunujukkan bagaimana isu mendapatkan perhatian dari masyarakat. Selain itu, penekanan pada reaksi dan persepsi masyarakat yang ditunjukkan pada teras berita, dan kutipan dari narasumber ITB yang ditempatkan di akhir berita

    Wewenang KPI Pasca Terbitnya Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja

    No full text
    Penelitian ini membahas kedudukan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) sebagai lembaga negara independen serta perubahan kewenangannya pasca terbitnya Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang (UU Cipta Kerja). Regulasi tersebut membawa dampak signifikan terhadap reposisi peran KPI dalam sistem penyiaran nasional. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis implikasi hukum dari berlakunya UU Cipta Kerja terhadap kewenangan KPI, khususnya dalam ranah perizinan dan pengawasan penyiaran. Metode yang digunakan adalah penelitian yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan yurisprudensi, serta berlandaskan pada teori wewenang dan teori lembaga negara. Data dianalisis melalui studi literatur terhadap peraturan perundang-undangan, putusan Mahkamah Konstitusi, serta dokumen relevan lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah UU Cipta Kerja berlaku, KPI mengalami pengurangan kewenangan strategis. KPI tidak lagi berwenang mengusulkan alokasi frekuensi penyiaran dan memproses izin penyelenggaraan penyiaran, padahal kewenangan tersebut sebelumnya merupakan instrumen penting dalam menjaga independensi serta kualitas penyiaran di Indonesia. Pengurangan ini menimbulkan kekhawatiran atas melemahnya fungsi KPI sebagai lembaga pengawas independen. Sebagai rekomendasi, penelitian ini menyarankan adanya perubahan dalam UU Cipta Kerja untuk mengembalikan kewenangan KPI di bidang perizinan penyiaran. Hal ini penting agar KPI tetap mampu menjalankan fungsi pengawasan dan menjaga prinsip demokratisasi informasi sesuai amanat reformasi penyiaran.Penelitian ini membahas tentang Kedudukan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) sebagai Lembaga Negara Independen dan wewenang KPI pasca terbitnya Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja (UU Cipta Kerja). Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif dan menggunakan teori tentang wewenang dan teori tentang lembaga negara, Hasil penelitian ini menemukan sejak UU Cipta Kerja berlaku, KPI tidak lagi berwenang mengusulkan alokasi frekuensi untuk kepentingan penyiaran, KPI tidak lagi berwenang memproses Izin Penyelenggaraan Penyiaran. saran dalam penelitian ini adalah perlu dilakukan perubahan UU Cipta Kerja yang mengembalikan wewenang KPI di bidang perizinan penyelenggaran Penyiaran

    Framing Pemberitaan Kasus Korupsi PT Timah 2024 di Kompas.com dan Tempo.co

    No full text
    Korupsi di Indonesia masih menjadi persoalan struktural yang melemahkan tata kelola pemerintahan dan menggerus kepercayaan publik. Salah satu kasus besar pada tahun 2024 adalah skandal korupsi PT Timah yang mengakibatkan kerugian negara hingga Rp271 triliun. Penelitian ini bertujuan membandingkan konstruksi pemberitaan kasus tersebut dalam dua portal berita nasional, Kompas.com dan Tempo.co, dengan menggunakan model analisis framing Gamson dan Modigliani. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif, paradigma konstruktivisme, dan teknik analisis teks. Data terdiri dari 10 berita hasil seleksi purposif yang diterbitkan antara Maret hingga Desember 2024, masing-masing lima dari Kompas.com dan Tempo.co. Analisis menemukan bahwa framing dominan dalam kedua media adalah korupsi sebagai persoalan hukum dan keadilan. Kompas.com menekankan aspek proses hukum seperti penyitaan aset, penahanan tersangka, dan jalannya persidangan. Tempo.co lebih menyoroti dimensi sistemik, seperti skala kerugian negara dan lemahnya vonis pengadilan. Dalam framing korupsi sebagai dampak terhadap lingkungan dan masyarakat, Kompas.com lebih fokus pada dampak sosial-ekonomi, sementara Tempo.co menggarisbawahi kehancuran ekologis dan korban jiwa akibat tambang ilegal. Perbedaan penekanan ini menunjukkan adanya orientasi redaksional yang khas dari masing-masing media. Temuan penelitian ini mengonfirmasi bahwa media berperan aktif dalam membentuk persepsi publik atas isu korupsi, tidak hanya melalui fakta, tetapi melalui konstruksi makna. Studi ini memberikan kontribusi pada kajian komunikasi politik dan media, khususnya dalam memahami dinamika framing atas isu-isu strategis dalam tata kelola sumber daya alam.Korupsi di Indonesia masih menjadi persoalan struktural yang melemahkan tata kelola pemerintahan dan menggerus kepercayaan publik. Salah satu kasus besar pada tahun 2024 adalah skandal korupsi PT Timah yang mengakibatkan kerugian negara hingga Rp271 triliun. Penelitian ini bertujuan membandingkan konstruksi pemberitaan kasus tersebut dalam dua portal berita nasional, Kompas.com dan Tempo.co, dengan menggunakan model analisis framing Gamson dan Modigliani. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif, paradigma konstruktivisme, dan teknik analisis teks. Data terdiri dari 10 berita hasil seleksi purposif yang diterbitkan antara Maret hingga Desember 2024, masing-masing lima dari Kompas.com dan Tempo.co. Analisis menemukan bahwa framing dominan dalam kedua media adalah korupsi sebagai persoalan hukum dan keadilan. Kompas.com menekankan aspek proses hukum seperti penyitaan aset, penahanan tersangka, dan jalannya persidangan. Tempo.co lebih menyoroti dimensi sistemik, seperti skala kerugian negara dan lemahnya vonis pengadilan. Dalam framing korupsi sebagai dampak terhadap lingkungan dan masyarakat, Kompas.com lebih fokus pada dampak sosial-ekonomi, sementara Tempo.co menggarisbawahi kehancuran ekologis dan korban jiwa akibat tambang ilegal. Perbedaan penekanan ini menunjukkan adanya orientasi redaksional yang khas dari masing-masing media. Temuan penelitian ini mengonfirmasi bahwa media berperan aktif dalam membentuk persepsi publik atas isu korupsi, tidak hanya melalui fakta, tetapi melalui konstruksi makna. Studi ini memberikan kontribusi pada kajian komunikasi politik dan media, khususnya dalam memahami dinamika framing atas isu-isu strategis dalam tata kelola sumber daya alam

    Peran Film Dokumenter "Cerita dari Dalam Tembok Keraton Surakarta Hadiningrat" untuk Mempertahankan Warisan Budaya

    Full text link
    Documentary films play a crucial role in introducing and understanding Indonesia's cultural heritage through factual and realistic narratives. They not only unearth marginalized stories in history but also act as agents of change in preserving culture. The production process of documentary films involves in-depth qualitative research, similar to scientific research, to ensure the authenticity and depth of the story. "Stories From Inside the Walls of Surakarta Hadiningrat Palace" is a tangible example of the application of documentary films in showcasing Indonesia's cultural richness through audio-visual media. By approaching the subject intimately, the film presents life inside the palace with captivating authenticity. From production to message delivery, the film demonstrates the significant potential of documentary films in strengthening understanding and appreciation of a nation's cultural heritage.Film dokumenter memainkan peran krusial dalam memperkenalkan serta memahami warisan budaya Indonesia melalui narasi fakta dan realitas. Mereka tidak hanya menggali cerita-cerita terpinggirkan dalam sejarah, tetapi juga menjadi agen perubahan dalam melestarikan budaya. Proses produksi film dokumenter melibatkan riset kualitatif yang mendalam, mirip dengan penelitian ilmiah, untuk memastikan keautentikan dan kedalaman cerita. "Cerita Dari Dalam Tembok Keraton Surakarta Hadiningrat" adalah contoh nyata penerapan film dokumenter dalam memperlihatkan kekayaan budaya Indonesia melalui medium audio-visual. Dengan mendekati subjeknya secara intim, film ini menghadirkan kehidupan di dalam keraton dengan autentisitas yang memikat. Dari produksi hingga penyampaian pesan, film tersebut menunjukkan potensi besar film dokumenter dalam memperkuat pemahaman dan apresiasi terhadap warisan budaya suatu bangsa

    The Influence of Brand Image, Service Quality and Word of Mouth on Students' Decision in Choosing Tuition Classes

    Full text link
    The research set out to analyze the impact of brand image, service quality, and word of mouth on Class 12 students' course selection at Bimbingan Tes Alumni (BTA) in Palembang. Employing a quantitative survey approach, the study included 152 class 12 students enrolled at the branch. The findings revealed that service quality and word of mouth significantly influenced students' course decisions. Notably, superior service quality heightened student satisfaction and loyalty, while word of mouth substantially shaped student choices. Conversely, brand image did not emerge as a significant factor in course selection. These results indicate that Bimbingan Tes Alumni (BTA) in Palembang should prioritize enhancing service quality to foster positive word of mouth and attract new students. Although brand image had less impact, maintaining a strong brand image remains integral to a comprehensive marketing strategy.The research set out to analyze the impact of brand image, service quality, and word of mouth on Class 12 students' course selection at Bimbingan Tes Alumni (BTA) in Palembang. Employing a quantitative survey approach, the study included 152 class 12 students enrolled at the branch. The findings revealed that service quality and word of mouth significantly influenced students' course decisions. Notably, superior service quality heightened student satisfaction and loyalty, while word of mouth substantially shaped student choices. Conversely, brand image did not emerge as a significant factor in course selection. These results indicate that BTA in Palembang should prioritize enhancing service quality to foster positive word of mouth and attract new students. Although brand image had less impact, maintaining a strong brand image remains integral to a comprehensive marketing strategy

    Inklusivitas dan Aksesibilitas dalam Alat Komunikasi Digital: Studi Kasus Platform Berbasis Peningkatan AI di Indonesia

    No full text
    In the dynamic digital communication landscape, ensuring inclusivity and accessibility remains a pivotal concern. This qualitative case study explores contemporary challenges and inventive solutions within AI-enhanced platforms to champion digital communication that is all-encompassing. This research uses a qualitative case study methodology for various AI-enhanced digital communication tools. Comprehensive data was collected through in-depth interviews, content analysis, and usability assessments involving participants, including individuals with disabilities, accessibility experts, and digital communication tool developers. The study reveals significant hurdles in achieving inclusivity and accessibility, encompassing accessibility disparities for individuals with disabilities, limited awareness of accessibility features, and inherent design biases. It also unveils forward-looking strategies like AI-driven assistive technologies, voice-activated interfaces, and inclusive design principles that hold the potential to revolutionize digital communication. These findings underscore the pivotal role of inclusive design in AI-enhanced digital communication platforms, emphasizing the necessity for heightened awareness and collaboration among developers, accessibility experts, and users with disabilities. This research underscores the promising role of AI in mitigating accessibility challenges and advancing inclusivity. In pursuing all-encompassing and accessible digital communication, this qualitative case study provides valuable insights into the prevailing difficulties and pioneering pathways within AI-enhanced platforms. It calls for unified efforts among stakeholders to leverage AI's capabilities to render digital communication tools more inclusive, fostering a more equitable online environmentDalam lanskap komunikasi digital yang dinamis, memastikan inklusivitas dan aksesibilitas tetap menjadi perhatian utama. Studi kasus kualitatif ini mengeksplorasi tantangan kontemporer dan solusi inventif dalam platform yang disempurnakan dengan AI untuk mendukung komunikasi digital yang mencakup segalanya. Penelitian ini menggunakan metodologi studi kasus kualitatif untuk berbagai alat komunikasi digital yang disempurnakan dengan AI. Data komprehensif dikumpulkan melalui wawancara mendalam, analisis konten, dan penilaian kegunaan yang melibatkan peserta, termasuk individu penyandang disabilitas, pakar aksesibilitas, dan pengembang alat komunikasi digital. Studi ini mengungkap hambatan signifikan dalam mencapai inklusivitas dan aksesibilitas, yang meliputi kesenjangan aksesibilitas bagi individu penyandang disabilitas, terbatasnya kesadaran akan fitur aksesibilitas, dan bias desain yang melekat. Hal ini juga mengungkap strategi berwawasan ke depan seperti teknologi bantu berbasis AI, antarmuka yang diaktifkan dengan suara, dan prinsip desain inklusif yang berpotensi merevolusi komunikasi digital. Temuan-temuan ini menggarisbawahi peran penting desain inklusif dalam platform komunikasi digital yang disempurnakan dengan AI, menekankan perlunya meningkatkan kesadaran dan kolaborasi di antara pengembang, pakar aksesibilitas, dan pengguna penyandang disabilitas. Penelitian ini menggarisbawahi peran AI yang menjanjikan dalam memitigasi tantangan aksesibilitas dan memajukan inklusivitas. Dalam rangka mencapai komunikasi digital yang mencakup semua hal dan dapat diakses, studi kasus kualitatif ini memberikan wawasan berharga mengenai kesulitan yang ada dan jalur perintis dalam platform yang disempurnakan dengan AI. Hal ini memerlukan upaya terpadu di antara para pemangku kepentingan untuk memanfaatkan kemampuan AI guna menjadikan alat komunikasi digital lebih inklusif, mendorong lingkungan online yang lebih adil

    103

    full texts

    128

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Pewarta Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇