Jurnal Pengabdian Masyarakat Profesi Guru
Not a member yet
28 research outputs found
Sort by
Pelatihan Pembuatan Pupuk Kompos Berbahan Dasar Sampah Organik Di SMPN 7 Samarinda Dalam Upaya Menciptakan Sekolah Ramah Lingkungan
Sampah organik, terutama daun kering, menjadi permasalahan di SMPN 7 Samarinda, yang memiliki banyak pepohonan. Sampah daun yang menumpuk tidak dikelola dengan baik, bahkan sering dibakar, yang berdampak pada pencemaran udara. Tujuan pengabdian ini adalah untuk memberikan pelatihan pembuatan pupuk kompos berbahan dasar sampah organik bagi siswa SMPN 7 Samarinda, untuk meningkatkan kesadaran lingkungan dan memberikan solusi pengolahan sampah yang ramah lingkungan. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan, dan praktik pembuatan pupuk kompos dengan 30 siswa perwakilan dari OSIS dan Palang Merah Remaja (PMR). Evaluasi dilakukan dengan observasi langsung dan wawancara. Hasil kegiatan memberikan pengetahuan, wawasan, keterampilan serta pengalaman bagi siswa dalam memanfaatkan limbah organik berupa daun kering yang diolah menjadi pupuk kompos yang bernilai lebih dan bisa bermanfaat serta menciptakan kompos yang bersifat ramah lingkungan
Sosialisasi Kesiagapan Menghadapi Bencana Banjir Di SMPN 24 Samarinda:
Samarinda merupakan daerah rawan terhadap berbagai bencana, seperti banjir, tanah longsor, dan kebakaran. Salah satu permasalahan yang sering dihadapi adalah banjir yang kerap melanda sejumlah wilayah, termasuk sekolah-sekolah. Untuk itu, dilakukan kegiatan pegabdian kepada masyarakat yang berfokus pada sosialisasi kebencanaan di SMPN 24 Samarinda, dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan sikap siswa dalam menghadapi banjir. Kegiatan ini dilaksanakan melalui pendekatan edukatif dan partisipatif, dimana siswa diberikan materi tentang penyebab, dampak, serta langkah-langkah pencegahan dan penganggulangan bajir. Sebanyak 26 siswa terlibat aktif dalam kegiatan ini dan mengikuti seluruh rangkaian sosialisasi dengan antusias. Hasil pelaksanaan menunjukkan para siswa memperoleh peningkatan pemahaman mengenai bahaya banjir dan pentingnya kesigapan. Kegiatan ini memberikan dampak positif dalam membangun budaya sadar bencana di lingkungan SMPN 24 Samarinda, serta diharapkan dapat diteruskan secara berkelanjutan dengan dukungan pihak sekolah dan masyarakat sekitar.
Peningkatan Keterampilan Pembelajaran IPA Guru SD se-Kecamatan Long Mesangat, Kabupaten Kutai Timur
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan pembelajaran guru Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Long Mesangat, Kabupaten Kutai Timur, dalam mengajar mata pelajaran IPA melalui eksperimen sederhana. Masalah utama yang dihadapi adalah minimnya metode pembelajaran berbasis eksperimen yang menyebabkan pembelajaran IPA cenderung teoretis dan kurang menarik. Pelatihan diikuti oleh 25 guru SD, menggunakan metode penyampaian materi teoretis, demonstrasi, dan praktik eksperimen sederhana, seperti percobaan replikasi angin, konsep katrol, rangkaian listrik seri dan paralel, perambatan bunyi, siklus air, dan pembiasan cahaya. Evaluasi melalui kuesioner dan uji tes proporsional menunjukkan bahwa 80% peserta mengalami peningkatan kemampuan yang signifikan pada taraf signifikansi 0,05. Kegiatan ini diharapkan memberikan dampak jangka panjang dalam meningkatkan kualitas pembelajaran IPA di daerah terpencil melalui pembelajaran yang lebih interaktif dan menarik
Pelatihan Desain Digital Dan Sablon Totebag Sebagai Media Sosialisasi Kesehatan Mental Di SMPN 11 Samarinda
Kesehatan mental merupakan aspek penting dalam perkembangan remaja, namun masih sering diabaikan di kalangan pelajar SMP akibat kurangnya pemahaman dan metode penyampaian yang menarik. Kegiatan pelatihan desain digital dan sablon totebag sebagai media sosialisasi kesehatan mental di SMPN 11 Samarinda bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya kesehatan mental sekaligus mengembangkan kreativitas melalui media digital. Metode pelaksanaan meliputi ceramah, tanya jawab, praktik desain digital menggunakan aplikasi Canva, serta proses sablon totebag. Peserta kegiatan berjumlah 10 siswa kelas VII dan VIII yang dipilih oleh pihak sekolah. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada aspek pengetahuan (dari rata-rata 2,2 menjadi 4,1) dan niat perilaku positif terhadap kesehatan mental (dari 2,5 menjadi 4,3). Selain itu, seluruh peserta berhasil menghasilkan desain dan totebag bertema kesehatan mental dengan baik, serta menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan. Refleksi mentor juga memperlihatkan peningkatan pada aspek komunikasi, etos kerja, dan inisiatif panitia. Secara keseluruhan, kegiatan ini terbukti efektif dalam mengintegrasikan edukasi kesehatan mental dengan pengembangan keterampilan kreatif berbasis teknologi. Program ini dapat dijadikan model inovatif untuk meningkatkan literasi kesehatan mental dan kreativitas siswa di lingkungan sekolah
Pendampingan Manajemen Referensi Zotero Bagi Guru Dalam Rangka Optimalisasi Penulisan Karya Ilmiah
Salah satu kompetensi profesional yang harus dimiliki oleh guru adalah menulis dan mempublikasikan karya ilmiah. Kegiatan pendampingan manajemen referensi dalam hal ini Zotero dilakukan untuk menjawab kebutuhan guru dalam hal keterbatatsan pengelolaan kepustakaan dan membuat daftar pustaka. Pendampingan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan bagi guru dalam menggunakan manajemen referensi Zotero. Kegiatan pengabdian dilaksanakan pada tanggal 5 Agustus 2023. Mitra pengabdian adalah guru SMPN 2 Sepaku yang berjumlah 24 peserta. Metode pendampingan yang digunakan adalah penyampaian materi dan praktik penggunaan Zotero. Kegiatan pendampingan dilaksanakan selama satu hari. Hasil pengabdian ini adalah guru dapat menggunakan aplikasi Zotero dalam pengelolaan referensi dan dapat membuat daftar pustaka. 
Memaksimalkan Pembelajaran Bahasa Jawa Melalui Game Edukatif: Pelatihan Guru SMP di Yogyakarta
oai:ojs2.localhost:article/3376Pandemi COVID-19 memaksa sekolah berpindah ke pembelajaran daring, menciptakan tantangan dalam menjaga keterlibatan siswa, khususnya dalam pembelajaran Bahasa Jawa. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan guru-guru Bahasa Jawa tingkat SMP di Yogyakarta dalam merancang dan menerapkan game edukatif sebagai metode pembelajaran inovatif. Melalui workshop daring yang melibatkan MGMP Bahasa Jawa SMP Yogyakarta dan diikuti oleh 45 guru Bahasa Jawa, pengabdian ini mendorong guru untuk mengembangkan dua game edukatif, Flippity dan Educandy. Evaluasi dilakukan berdasarkan keterampilan yang dikembangkan para guru dalam merancang game. Hasil menunjukkan peningkatan kompetensi guru dalam integrasi teknologi pendidikan ke dalam pembelajaran Bahasa Jawa. Keberhasilan ini menandai langkah awal yang signifikan dalam adaptasi metode pembelajaran yang responsif dan menarik di era digital
Workshop Pembuatan Kerajinan Akrilik Di SMPK Santo Fransiskus Asissi Samarinda
Kenyataannya saat ini generasi banyak kekurangan tenaga kerja terampil dalam mengolah bahan yang menjadi perhatian di trend saat ini. Pelaksanaan pelatihan pembuatan kerajinan akrilik bagi peserta didik SMPK Santo Fransiskus Assisi Samarinda merupakan pengalaman pertama dalam pembuatan akrilik yang dalam konteks meningkatnya permintaan produk akrilik, peserta didik SMP memiliki kemampuan yang cukup untuk memahami dan menguasai teknik pembuatan kerajinan akrilik. Upaya tinjauan adalah dengan pelatihan ini adalah memberikan keterampilan baru, mengembangkan kreativitas, menumbuhkan jiwa wirausaha, serta membantu sekolah dalam proyek berkelanjutan. Artikel ini memaparkan rencana pelaksanaan kegiatan mulai dari persiapan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Metode yang digunakan meliputi penyampaian materi, praktik, bimbingan, dan pengawasan. Hasil pelatihan ini menunjukkan bahwa peserta didik, sekolah, dan mahasiswa penyelenggara antusias dalam berpartisipasi dengan pelatihan akrilik yang telah dilaksanakan, pelaksanaan pelatihan menghasilkan keterampilan, kreativitas, dan jiwa kewirausahaan peserta didik. Hal ini dibuktikan dalam pengamatan selama proses kegiatan pelatihan pembuatan akrilik. Evaluasi pelatihan akrilik untuk pelaksanaan berikutnya ini tidak hanya diikuti oleh beberapa peserta didik saja tetapi dapat diikuti oleh seluruh peserta didik SMPK Santo Framsiskus Assisi dengan persiapan yang matang serta dana yang menukupi. Berdasarkan pelaksanaan pelatihan sekolah memperoleh keuntungan dengan melestarikan kegiatan pelatihan akrilik
Pelatihan Pembuatan Media Pembelajaran Berbasis Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) Di SDN 008 Samarinda Ulu
Pelatihan pembuatan media pembelajaran berbasis Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) ini bertujuan untuk memberikan manfaat bagi guru SDN 008 Samarinda Ulu dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, memperkaya pengalaman belajar peserta didik, meningkatkan keterlibatan siswa dan mendukung pembelajaran berbasis teknologi, serta memfailitasi pembelajaran diferensial. Metode yang digunakan dalam kegiatan pelatihan ini adalah pendekatan kolaboratif antara mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan Universitas Mulawarman dan guru SDN 008 Samarinda Ulu, yang dalam hal ini mahasiswa PPG Universitas mulawarman memberikan pelatihan pembuatan media pembelajaran berbasis TPACK. Kegiatan ini dilaksanakan di SDN 008 Samarinda Ulu, dengan peserta berjumlah 15 orang. Evaluasi kegiatan dilakukan untuk menilai keberhasilan, implementasi dan memberikan umpan balik untuk perbaikan lebih lanjut. Evaluasi ini dilakukan dengan memberikan kuisioner secara tertutup dengan 8 pertanyaan. Dari hasil kuisioner diperoleh sebanyak 87% peserta sudah mampu membuat media pembelajaran berbasis TPACK dengan aplikasi quizziz dan liverworksheet.
Edukasi Anti Bullying Melalui Kegiatan Sosialisasi Perlombaan Bagi Peserta Didik Kelas V SDN 007 Samarinda Ulu
Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) merilis catatan akhir tahun (Catahu) Pendidikan 2023 bahwa kasus bullying di satuan pendidikan sepanjang tahun 2023 mencapai 30 kasus. Dari 30 kasus tersebut, 30% terjadi di jenjang SD/sederajat. Salah satu kejadiannya di wilayah Kalimantan Timur tepatnya di Kota Samarinda. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi diperoleh bahwa di SDN 007 Samarinda Ulu juga kerap terjadi kasus bullying antar siswa. Oleh karena itu, melalui projek “Bully No More, Friendship Forever” ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan kepedulian siswa terhadap isu bullying di lingkungan sekolah. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi dengan narasumber ahli di bidang bimbingan konseling dan lomba dengan guru menjadi jurinya. Dilaksanakan di SDN 007 Samarinda Ulu, oleh siswa-siswi kelas V yang berjumlah 106 orang. Evaluasi dilakukan dengan observasi dan survey kepuasan. Hasil yang telah dicapai menunjukkan bahwa 94,6% siswa kelas V telah memperoleh pengetahuan baru tentang perundungan atau bullying. Respon peserta terhadap kegiatan positif, dan antusias mereka cukup tinggi atas kegiatan yang telah dilakukan sebesar 87%
Sosialisasi Sertifikasi Halal Dalam Upaya Membangun Pemahaman Bisnis Kuliner Halal
Tujuan kegiatan sosialisasi ini adalah untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya sertifikat halal dan memberikan wawasan dalam membangun bisnis kuliner halal bagi pelaku usaha di sekitar lingkungan kampus Universitas Mulawarman dan masyarakat umum yang berjiwa wirausaha. Metode yang digunakan meliputi beberapa langkah yaitu desain webinar, pemilihan narasumber, pengembangan materi, pelaksanaan dan evaluasi berupa kuisioner, dengan jumlah peserta 78 orang. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kegiatan sosialisasi ini bermanfaat di dalam menambah pemahaman mereka. Namun perlu ada langkah-langkah lanjutan untuk memastikan dampak berkelanjutan, seperti: tindak lanjut terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang terlibat diharapkan dapat memastikan implementasi panduan praktis Sertifikat Halal di dalam praktik bisnis mereka. Selain itu, perlu adanya upaya yang dilakukan untuk memperluas pemahaman bisnis kuliner halal kepada seluruh masyarakat, terutama konsumen Muslim di sekitar lingkungan kampus. Hal ini mencerminkan bahwa pembangunan ekosistem bisnis kuliner halal tidak hanya bergantung pada tim pengabdi, tetapi melibatkan kerjasama dari berbagai pihak, termasuk UMKM, pemerintah, lembaga sertifikasi halal, dan konsumen