Jurnal Pengabdian Masyarakat Profesi Guru
Not a member yet
28 research outputs found
Sort by
Pelatihan Dan Pendampingan Implementasi System Information School Library Berbasis Website Di SMP Negeri 14 Palaran
Rendahnya pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan perpustakaan di SMP Negeri 14 Palaran menghambat efisiensi layanan pencatatan, pencarian, dan peminjaman buku. Kegiatan pelatihan dan pendampingan dilakukan untuk meningkatkan kapasitas petugas perpustakaan dalam mengelola sistem informasi berbasis website. Metode pelaksanaan meliputi perencanaan dengan koordinasi awal bersama pihak sekolah, pelaksanaan berupa pelatihan dan praktik langsung implementasi sistem, evaluasi melalui pre-test dan post-test, serta refleksi melalui diskusi dan wawancara. Kegiatan ini melibatkan tiga peserta dan dilaksanakan selama dua hari pada bulan September 2024. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta hingga 85% dalam mengoperasikan sistem. Penggunaan sistem SLiMS memberikan dampak signifikan dalam efisiensi pengelolaan perpustakaan. Kegiatan ini mendukung upaya penguatan literasi digital dan transformasi perpustakaan sekolah abad ke-21
Pengembangan Keterampilan Melalui Pelatihan Pembuatan Kerajinan Akrilik Di SMPN 1 Samarinda
Peningkatan permintaan produk akrilik dan kekurangan tenaga kerja terampil dalam mengolah bahan tersebut telah mendorong dilaksanakannya kegiatan pegabdian ini. Pelatihan pembuatan kerajinan akrilik bagi peserta didik SMP dirancang untuk memberikan keterampilan baru, mengemabngkan kreativitas, menumbuhkan jiwa wirausaha, serta membantu sekolah dalam proyek berkelanjutan. Metode pelaksanaan kegiatan ini meliputi penyampaian materi, praktik, bimbingan, dan pengawasan. Langkah-langkah kegiatan ini dimulai dari persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Diharapkan pelatihan ini dapat memberikan manfaat bagi peserta didik, sekolah, dan mahasiswa penyelenggara. Peserta didik akan meningkatkan keterampilan, kreativitas,d an jiwa kewirausahaan. Sedangkan sekolah memperoleh keuntungan dengan melesatarikan kegiatan pelatihan akrilik dan membangun komunitas yang kuat. Sementara itu, mahasiswa penyelenggara dapat mengembangkan jiwa kepemimpinan, disiplin, dan profesionalisme
Pendampingan Belajar Al-Qur’an Dengan Metode Asy-Syafi’i Di Rumah Qur’an Hanzah
Tujuan pendampingan ini adalah untuk mengenalkan huruf hijaiyah, mengajarkan sifat dan hukum bacaan Al-Qur’an, serta membantu anak-anak dalam membaca dan menghafalkan Al-Qur’an sesuai dengan kaidah ilmu tajwid yang benar. Pendampingan dilakukan bagi anak-anak di Kelurahan Air Sengak dan sekitarnya, yang dilaksanakan di Rumah Qur’an Hanzah dengan menggunakan metode Asy-Syafi’i. Metode Asy-Syafi’i menerapkan pendekatan sistematis dan bertahap, dimulai dari pengenalan huruf hijaiyah hingga penguasaan tajwid dan makhraj. Pendampingan ini juga menerapkan metode Asset-Based Community Development (ABCD), yang meliputi langkah-langkah identifikasi aset, mobilisasi aset, kolaborasi, implementasi program, dan evaluasi. Metode ini menekankan pemanfaatan potensi dan aset lokal untuk memperkuat hasil pendampingan. Hasil menunjukkan bahwa metode Asy-Syafi’i efektif dalam meningkatkan motivasi anak, kemampuan membaca Al-Qur’an, dan pemahaman tajwid secara signifikan. Secara spesifik, terdapat peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an sebesar 85% dan pemahaman tajwid sebesar 90%, sehingga anak-anak dapat membaca dan menghafalkan Al-Qur’an sesuai dengan kaidah yang benar
Pendampingan Pembelajaran Berdiferensiasi Berdasarkan Gaya Belajar Pada Topik Energi Terbarukan Di SMAN 10 Samarinda
Kegiatan pengabdian masyarakat ini berangkat dari analisis situasi yang mengidentifikasi kesulitan guru dan mayoritas peserta didik dalam pembelajaran fisika yang berdiferensiasi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mendampingi guru dalam mengeksplorasi gaya belajar peserta didik serta responnya terhadap pembelajaran berdiferensiasi pada materi energi terbarukan. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan pendampingan. Metode dan bentuk kegiatan pengabdian sesuai dengan tujuan kegiatan meliputi 3 langkah kegiatan yaitu: 1) tes gaya belajar, 2) kegiatan pembelajaran berdiferensiasi berdasarkan gaya belajar, dan 3) observasi dan refleksi. Sasaran kegiatan pembinaan ini adalah 1 orang guru dan 35 peserta didik pada mata pelajaran fisika. Hasil kegiatan ditunjukkan dengan hasil belajar siswa melalui assessment of learning dan assessment for learning. Hasil kegiatan pembinaan dan pelatihan menyimpulkan peserta sudah memahami gaya belajar serta memiliki refleksi yang positif terhadap pembelajaran berdiferensasi. Hasil wawancara menunjukkan pembelajaran diferensiasi pada proses pendampingan telah meliputi, diferensiasi konten, proses, produk dan lingkungan belajar. Respon guru dan peserta didik menunjukkan mereka merasa terbantu dengan adanya pendampingan ini
Pelatihan Pembuatan Majalah Daring Untuk Meningkatkan Jurnalistik Siswa Di SMAN 16 Samarinda
Tingkat literasi siswa di Indonesia masih rendah, terbukti dari posisi Indonesia pada survei PISA 2019 dan data UNESCO, serta rendahnya indeks aktivitas literasi membaca. Kondisi ini diperparah oleh dominasi media digital dan kurangnya minat baca siswa. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi dan jurnalistik siswa, khususnya di SMA Negeri 16 Samarinda, melalui pelatihan pembuatan majalah daring. Metode yang digunakan adalah siklus pelatihan (training cycle) yang meliputi identifikasi kebutuhan, perencanaan kegiatan, pelaksanaan pelatihan, dan evaluasi. Sebanyak 22 siswa kelas 10 dan 11 yang memiliki minat pada jurnalistik dan desain grafis mengikuti pelatihan ini. Hasil yang dicapai sangat menggembirakan; siswa menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan mencari, mengolah, dan menulis informasi (jurnalistik dasar), serta keterampilan desain grafis menggunakan Canva. Tim redaksi majalah daring SPEKTA 16 berhasil terbentuk dan menerbitkan edisi perdana majalah dalam bentuk cetak dan digital, yang menunjukkan keberhasilan peningkatan kemampuan praktis siswa dalam mengelola media digital. Selain itu, pelatihan ini juga berhasil menumbuhkan rasa percaya diri, sikap kritis, rasa ingin tahu, dan kemampuan komunikasi interpersonal siswa
Pelatihan Akrilik Guna Memberikan Keterampilan Baru Dan Meningkatkan Kreativitas Peserta Didik Kelas X SMAN 3 Samarinda
Kegiatan pengabdian masyarakat ini dipicu oleh meningkatnya permintaan produk akrilik, namun diimbangi oleh kekurangan pekerja terampil dalam mengelola materi tersebut. Siswa di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) memiliki potensi besar untuk memahami serta menguasai teknik pembuatan kerajinan akrilik. Tujuan latihan ini yaitu memberikan keterampilan baru, mengembangkan kreativitas, menyemai semangat berwirausaha, serta memberikan bantuan kepada sekolah dalam menjalankan proyek berkesinambungan. Implementasi latihan ini mengadopsi metode workshop dan praktikum yang mencakup penyampaian materi, demonstrasi, sesi tanya jawab, praktik langsung, dokumentasi, pameran karya, dan sesi testimoni. Kegiatan latihan terbagi menjadi tiga tahap, yaitu tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap persiapan mencakup koordinasi dengan pemilik usaha mikro di bidang akrilik, permohonan izin, persiapan peralatan dan materi, serta penyiapan tempat. Tahap pelaksanaan melibatkan penerimaan peserta, pembukaan dan perkenalan kegiatan, penyampaian materi workshop, demonstrasi dan praktik, bimbingan dan pengawasan, evaluasi, dan penutupan. Hasil latihan menunjukkan bahwa 97% peserta memahami teori dengan baik, 91% peserta menguasai sepenuhnya proses pembuatan akrilik, 79% peserta menunjukkan kerjasama yang sangat baik, dan 83% peserta memiliki tingkat kreativitas desain akrilik yang sangat baik. Tantangan dalam pelaksanaan latihan adalah keterbatasan ruang untuk kegiatan akrilik dan ibadah sholat. Untuk mengatasinya, diperlukan upaya mencari ruang tambahan atau menyesuaikan waktu pelatihan dengan seoptimal mungkin
Pendampingan Pembentukan Komunitas Belajar Di MTs DDI Baru-Baru Tanga, Kabupaten Pangkep
Program pendampingan dalam pembentukan komunitas belajar "Cendekia" di MTS DDI Baru-Baru Tanga bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran melalui kolaborasi aktif antara guru dan siswa. Melalui serangkaian kegiatan seperti penyuluhan, pelatihan, workshop, dan pendampingan langsung, program ini berhasil mendorong partisipasi aktif siswa serta meningkatkan keterampilan pedagogik guru, khususnya dalam pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) dalam proses pembelajaran. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan: 85% guru memahami teknologi pembelajaran digital (dari sebelumnya 45%), 78% guru merasa percaya diri menggunakan AI (dari 30%), serta kenaikan minat dan partisipasi siswa dalam pembelajaran digital sebesar 76%. Temuan ini menunjukkan bahwa komunitas belajar dapat menjadi strategi efektif dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan. Implikasi dari program ini membuka peluang untuk replikasi di satuan pendidikan lain dengan dukungan lintas pihak, termasuk masyarakat dan orang tua
Program GEPOL (Gerakan Belajar Pola) Membuat Ragam Hias Nusantara
Globalisasi telah membawa dampak besar terhadap cara pandang generasi muda terhadap budaya, termasuk peserta didik di jenjang sekolah dasar. Arus globalisasi yang cepat tetapi tidak diimbangi dengan penguatan identitas budaya lokal akan mengakibatkan menurunnya apresiasi dan kecintaan peserta didik terhadap warisan budaya. Kondisi ini yang dialami oleh peserta didik SDN 002 Samarinda Kota. Kegiatan program GEPOL (Gerakan Belajar Pola) ini melibatkan 88 peserta didik yang bertujuan untuk menumbuhkan rasa bangga dan cinta tanah air melalui ragam hias tradisional. Kegiatan program ini dilaksanakan dengan tiga tahapan meliputi pra pelaksanaan, pelaksanaan, dan pasca pelaksanaan. Pada tahap pelaksanaan terdiri dari empat tahap, yakni pengenalan, kontekstualisasi, aksi, dan refleksi. Hasil kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta didik terhadap jenis dan makna ragam hias dan keterampilan. Dengan demikian, kegiatan ini terbukti efektif sebagai media edukatif untuk memperkuat karakter dan identitas budaya peserta didik dalam menghadapi tantangan global
Sosialisasi Biasakan Bertutur Kata Baik Dalam Beraktivitas Untuk Menciptakan Lingkungan Yang Nyaman Di Sekolah
Banyaknya fenomena yang terjadi dalam dunia pendidikan saat ini mencerminkan merosotnya etika bertutur kata yang baik, dalam kegiatan belajar mengajar dan interaksi sosial di sekolah. Penggunaan bahasa yang kasar, tidak sopan, atau bertentangan dengan norma sosial dapat mengganggu proses belajar mengajar, merusak hubungan antar siswa, dan merusak suasana sekolah yang harmonis. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah agar siswa menyadari pentingnya bertutur kata yang mencerminkan akhlak yang terpuji. Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk sosialisasi kepada siswa di lingkungan sekolah, dengan metode yang digunakan berupa pemberian materi edukasi, permainan interaktif, dan demonstrasi hasil karya siswa. Ketika siswa berpartisipasi dalam kegiatan ini, mereka menciptakan iklim belajar yang aman dan suasana harmonis di sekolah serta mengembangkan pemahaman yang lebih mendalam tentang etika bertutur kata yang baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 75% memiliki pemahaman tinggi, 24% memiliki pemahaman sedang, dan 1% memiliki pemahaman rendah
Pelatihan Pembuatan Pupuk Jakaba Dari Limbah Air Cucian Beras Untuk Paguyuban Ibu Paroki Sumber, Magelang
Warga Desa Sumber, Magelang, yang mayoritas bekerja sebagai petani dan pekebun, masih membuang air cucian beras tanpa dimanfaatkan. Padahal, air cucian beras berpotensi menjadi bahan dasar pupuk organik cair yang dapat meningkatkan kesuburan tanah dan hasil panen. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan sosialisasi dan pelatihan pembuatan pupuk JAKABA (Jadi Kaya Bakteri) sebagai upaya pemanfaatan limbah air cucian beras. Metode kegiatan meliputi penyuluhan dan praktik langsung pembuatan pupuk JAKABA, dengan peserta sebanyak 35 orang di Taman Doa Ibu Maria Tuk Ing Katentreman, Desa Sumber, Magelang. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk menilai peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta. Hasil pre-test menunjukkan hanya 4 peserta mengetahui manfaat pupuk organik cair, 2 mengetahui cara pembuatannya, dan 2 telah memanfaatkannya dalam pertanian. Setelah pelatihan, hasil post-test menunjukkan peningkatan signifikan pada ketiga aspek tersebut. Peserta juga menunjukkan antusiasme tinggi dan berkomitmen untuk menerapkan hasil pelatihan di lahan pertanian mereka. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran masyarakat dalam mengelola limbah rumah tangga menjadi pupuk organik cair yang bermanfaat dan ramah lingkungan