Scientific Journals of Fort De Kock University
Not a member yet
1084 research outputs found
Sort by
PENYULUHAN DBD DAN PELATIHAN PEMBUATAN OVITRAP PADA KADER POSYANDU
Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan Aedes aegypti. Penyakit ini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia.Di Sumatera Barat ditemukan 2.022 kasus dan 14 kematian. Berdasarkan Profil Kesehatan provinsi Sumatra Barat, Bukittinggi adalah daerah endemis DBD dengan jumlah kasus 107 dan 1 kematian pada tahun 2012. Saat ini Bukittinggi adalah kota terpadat di provinsi Sumatera Barat dengan status endemis DBD. Pengendalian penyakit DBD di beberapa daerah umumnya kurang berhasil, hanya mengandalkan insektisida fogging untuk mengendalikan populasi nyamuk dewasa. Agar program pengendalian vektor nyamuk dapat membawa hasil, perlu lebih fokus pada penurunan sumber larva. Sasaran yang diharapkan adalah Setiap kader kesehatan di Kec.Tarok Dipo memahami pencegahan penyakit DBD dan dapat membuat Ovitrap. Setiap kader kesehatan, diharapkan mendapat sosialisasi pembuatan Ovitrap kepada masyarakatnya. Output yang diharapkan dari kegiatan ini adalah kader mempunyai Pengetahuan dan Keterampilan dalam pembuatan ovitrap sebagai kekuatan pendorong dalam mengkampanyekan pembuatan ovitrap. Melalui pendidikan dan praktik pembuatan ovitrap diharapkan dapat sebagai wadah ilmu pencegahan DBD di Kota Bukittinggi, sehingga angka kejadian demam berdarah dapat diminimalisir. Metode:serangkaian tahapan yang disusun secara sistematis, termasuk: Advokasi untuk Kantor Kesehatan dan pusat kesehatan masyarakat, Persiapan bahan dan peralatan untuk pelaksanaan pendidikan dan pelatihan, Implementasi konseling, Evaluasi, diharapkan Hasil akhir kegiatan ini: Kader telah mensosialisasikan cara pembuatan ovitrap kepada masyarakat, inovasi ovitrap menjadi nilai tambah dalam penilaian kompetisi Desa, sosialisasi yang dibuat tentang ovitrap telah terintegrasi dalam kegiatan gotong royong masyarakat "Manunggal Sakato" di wilayah kerja Puskesmas di Guguk Panjang
HUBUNGAN PARENTAL MONITORING DAN PENGARUH TEMAN SEBAYA DENGAN PERILAKU SEKSUAL BERESIKO PADA REMAJA
When entering adolescence, sexual stimulation in adolescents begins to increase. High about sexual stimulation causes adolescents, to carry out risky sexually behavior, so that it will have a bad impact on adolescent, even sexually transmitted diseases such as HIV / AIDS and Pregnancy out of wedlock. Risky sexual behavior cannot be separated from peer involvement and parental supervision. The purpose of this study was to determine The Correlation between Parental Monitoring and the Influence of Risky Peers Sexual behavior in Teenagers at SMA A, Pesisir Selatan Regency in 2021.This studywas conducted on March – July 2021 at SMA A, Pesisir Selatan Regency. This type of this study was a analitical correlational study with 60 students in the second grade were chosen as the samples. They had been chosen by total sampling technique. The data were collected through a questionnaire. Then, it was analyzed by chi square test. The results showed that there was a relationship between parental monitoring and risky sexual behavior (p=0.004) and the influence of risky peer sexual behavior (p=0.004). Parents are expected to be able to carry out supervision by increasing control over adolescent in daily life, to the school so thT they can reactivate counseling guidance. health servics are expected to be able to carry out socialization and health education about sexual problems so that adolescents avoid risky sxual behavior
HEALTH AND SAFETY PRACTICES DURING COVID 19: HOW TO ENSURE WORKPLACE ENVIRONMENT SAFETY AND HEALTH?
AbstractThe COVID 19 pandemic is a challenge in various sectors in the world, one of which is the workplace. The large population of workers in the workplace which can lead to clusters of the spread of COVID-19, requires workplaces to be able to ensure that workers are healthy and safe. This is done to break the chain of spreading COVID-19. Various efforts that have been made by workplaces in various countries were reviewed based on searches through ScienceDirect, Springer, and Google Scholar which were adapted to research questions. COVID-19 has an impact on economic and business instability at the beginning of the pandemic, which is a challenge for the workplace to be able to adapt to these changes. Work from home is one effort that can be done, but not all jobs can be done at home. The workplace makes various efforts so that workers are healthy and safe, including the provision of personal protective equipment, a safe working distance of about 2 meters, workplace disinfection, engineering, redesign of work stations, development of digital technology, administrative control with work shifts, workload adjustment and various trainings that can be done, one of which is psychological support for workers. Every workplace has a challenge to break the chain of the spread of COVID-19, so a control program must be implemented optimally to ensure workers are safe and secure. Keywords: workplaces, health and safety practice, COVID-1
ANALISIS EVALUASI PELAKSANAAN SHK PADA BAYI BARU LAHIR DI WILAYAH KERJA DINAS KESEHATAN KOTA SOLOK
Berdasarkan hasil pemeriksaan skrining hipoteroid kongenital (SHK) dari tahun 2000 sampai 2014 beberapa lokasi terpilih di indonesia ditemukan kasus positif dengan proporsi sebesar 0,4 per 1000 bayi baru lahir. Jika angka kelahiran sebanyak 5 juta bayi/tahun, dengan kejadian 1:3000 kelahiran, maka terdapat lebih dari 1600 bayi dengan hipotiroid kongenital per tahun yang akan terakumulasi tiap tahunnya. Tujuan Penelitian mengekplorasikan, mendeskripsikan, menginterprestasikan, dan mengevaluasi Pelaksanaan Skrining Hipoteroid Kongenital Pada Bayi Baru Lahir Wilayah Kerja Dinas Kesehatan Kota Solok Tahun 2020. Jenis penelitian mixed methods dengan desain sequential explanatoy. Desain kuantitafif dengan Cross Sectional dan kualitatif dengan indepth interview. Penelitian dilakukan pada bulan Februari sampai September 2020. Hasil analisis menunjukan komponen Kualitatif bahwa tenaga kesehatan masih merasa takut untuk melakukan SHK pada bayi baru lahir dengan alasan belum mengikuti pelatihan. Komponen proses semua sudah sesuai Permenkes 78 tahun 2014, walaupun masih ada belum maksimal sehingga berdampak dalam pencapaian target pada program SHK. Dari hasil analisis Kuantiatif didapatkan bahawa tidak adanya hubungan antara Umur, Pendidikan, Pekerjaan, Pengetahuan terhadap Pelaksanaan SHK. Kesimpulan penelitian menyatakan bahwa program SHK di Wilayah Kerja Dinas Kesehatan belum tercapai secara maksimal. Dan perlu peningkatan untuk memberikan pelatihan kepada tenaga kesehatan dan sosialisasi kepada masyarakat agar SHK berjalan dengan maksima
ANALISIS PELAKSANAAN PELAYANAN KESEHATAN IBU HAMIL, IBU BERSALIN DAN IBU NIFAS MELALUI PENDEKATAN CONTINUUM OF CARE DI PUSKESMAS SE-KOTA BUKITTINGGI
Latar Belakang: Kematian ibu disebabkan oleh akibat komplikasi kehamilan dan persalinan sebanyak 303.000 pada tahun 2015 (UNICEF). Di Kota Bukittinggi Jumlah kematian ibu tahun 2016 adalah 3 jiwa. Untuk menurunkan angka kematian tersebut WHO dan organisasi lainnya yang ada di berbagai negara menganjurkan untuk mengaplikasikan program Continuum Of Care yang memberikaan asuhan secara berkelanjutan dan terintegrasi.Metode: Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi dengan waktu penelitian bulan July - Oktober 2017. Data diperoleh dari wawancara mendalam pada 3 macam informan yaitu informan kunci, informan utama dan informan pendukung. Wawancara ini dilakukan secara semistruktur (Semistructure Interview). Analisis data menggunakan metoda Collaizi.Hasil: Hasil penelitian input, proses dan output, didapatkan program Continuum Of Care pada Ibu hamil, Ibu Bersalin dan Ibu Nifas yang ada di Puskesmas kota Bukittinggi terjalankan dengan baik karena bagusnya kinerja dari tenaga kesehehatan dan dukungan dari pemerintah.Kesimpulan: Disimpulkan bahwa program Continuum Of Care di puskesmas kota Bukittinggi sudah terjalankan dengan baik.Kata kunci : Continuum Of Care, Pelayanan Kesehatan Ibu Bersalin, Pelayanan Kesehatan Ibu Bersalin, Pelayanan Kesehatan Ibu Nifas
MEKANISME CEDERA REPERFUSI
A reperfusion injury, also known as an ischemic reperfusion injury or a reoxygenation injury, is tissue damage caused when blood flow returns to the tissues, after a period of ischemia or oxygen deprivation (anoxia or hypoxia). One of the most common reperfusion injuries is the heart. When blood flow to the coronary circulation is compromised, myocardial ischemia and eventually cell death occur. When reperfused, it accelerates the necrotic process of myocytes, which undergo irreversible, cell swelling. In addition, the electrophysiological changes of the heart, thus manifesting arrhythmia
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI QUALITY OF LIFE PASIEN EPILEPSI YANG KONTROL KE POLIKLINIK ANAK M DJAMIL PADANG
Objektif: Epilepsi dapat berdampak buruk terhadap kualitas hidup anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas hidup anak dengan epilepsi dan mengindentifikasi faktor klinis dan demografik yang mempengaruhi kualitas hidup anak dengan epilepsi di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M Djamil Padang.Metode: Penelitian ini diadakan di Poliklinik Neurologi Anak RSUP M Djamil pada bulan Januari hingga Mei 2018. Merupakan penelitian cross-sectional yang melibatkan 49 orang tua dari anak dengan epilepsi yang mendapatkan obat anti-epilepsi (OAE) dan telah dipantau selama minimal 6 bulan, berusia 4 hingga 18 tahun. Quality of Life Children with Epilepsy questionnaire (QOLCE) adalah kuesioner yang digunakan untuk subjek. Data yang didapat dianalisis menggunakan Statistical Package to Social Sciences (SPSS) versi 25. Uji statistik yang digunakan adalah korelasi Pearson, chi-square, independent sample t-test, dan one-way ANOVA. Nilai signifikan adalah P<0.05Hasil: Telah dilakukan penelitian pada anak yang berusia 4 hingga 18 tahun yang memenuhi kriteria inklusi. Terdapat hubungan antara pendapatan orang tua (p=0.038, r=0.297) dan lingkar kepala saat ini dengan retriksi aktivitas, riwayat status epileptikus dengan energi/ fatigue (p=0.032), riwayat berat badan lahir dengan perhatian (p=0.04, r=0.293), usia anak (p=0.014) dan lingkat kepala (p=0.044) dengan memori, dan tipe kejang dengan depresi (p=0.001). Terdapat hubungan antara lama menderita epilepsi (p=0.03, r=0.309), tipe kejang (p=0.045) dengan interaksi sosial dan interaksi sosial, lama menderita epilepsi (p=0.023, r=0.324) dan jumlah OAE (p=0.004) dengan aktivitas sosial.Kesimpulan: Kami menemukan beberapa faktor yang mempengaruhi masing-masing komponen dari QOLCE: pendapatan orang tua dan lingkar kepala berpengaruh terhadap retriksi aktivitas, status epileptikus terhadap energi/ fatigue, riwayat berat badan lahir terhadap perhatian. Terdapat hubungan usia anak dan lingkar kepala dengan memori, tipe kejang dengan depresi, interaksi sosial, dan aktivitas sosial. Tipe kejang berhubungan dengan kecemasan, sedangkan usia dan jumlah obat berhubungan dengan self-esteem, serta lingkar kepala terhadap kesehatan secara umu
PEMBERIAN KURMA AJWA TERHADAP KENAIKAN KADAR HEMOGLOBIN PADA IBU HAMIL TRIMESTER III
ABSTRACT Anemia on pregnant women when the hemoglobin level is below 11 gr/dL. Dates are one of the non-pharmacological therapies in the treatment of anemia. The iron content, protein, carbohydrate and fat content in dates can help the process of hemoglobin synthesis. The research objective was to determine the effect of giving Ajwa dates to increase of hemoglobin levels on the third trimester of pregnant women at the inpatient community health center of Tanjung Mas Makmur 2021. The research method used Quasi Experiment with non-equivalent control group pretest and posttest design. The sample studied were pregnant women with mild anemia as many as 36 respondents. The experimental group was given 100 grams of ajwa dates and the control group was given 1 Fe tablet for 14 days. Bivariate analysis used the T test (Independent Sample test). The results of univariate analysis showed that in the case group the average hemoglobin level before giving Ajwa dates was 10.32 and after giving Ajwa dates was 10.79 gr / dL, in the control group the average hemoglobin level before giving Fe tablets was 10.00 gr / dL and after giving Fe tablet was 10.26 gr / dL. Bivariate analysis showed that there was an effect of giving Ajwa dates to increase of hemoglobin level on the third trimester of pregnant women at the inpatient community health center of Tanjung Mas Makmur 2020 (p value 0.003 <0.05). It is expected that pregnant women should consume dates and fulfill nutrition with a variety of foods rich in iron in accordance with local wisdom.Keywords : Ajwa Dates, Hemoglobin Levels, Pregnant Women ABSTRAK Anemia pada ibu hamil bila kadar hemoglobin dibawah 11gr/dL. Kurma merupakan salah satu terapi nonfarmakologi dalam pengobatan anemia. Kadar zat besi, kandungan protein, karbohidrat dan lemak pada kurma dapat membantu proses sintesis hemoglobin. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian kurma ajwa terhadap kenaikan kadar hemoglobin pada ibu hamil Trimester III di Wilayah Kerja Puskesmas Rawat Inap Tanjung Mas Makmur Tahun 2021. Metode penelitian ini menggunakan Quasi Eksperimen dengan desain non equivalent control group pretest and posttest. Sampel yang diteliti yaitu ibu hamil dengan anemia ringan sebanyak 36 responden. Kelompok eksperimen diberikan 100 gram kurma ajwa dan kelompok kontrol diberikan 1 tablet Fe selama 14 hari. Analisis bivariat menggunakan Uji T (Independent Sampel test). Hasil analisis univariat diketahui bahwa rata-rata kadar hemoglobin pada kelompok kasus sebelum diberikan kurma ajwa adalah 10,32 gr/dL dan sesudah pemberian kurma ajwa adalah 10,79 gr/dL, rata-rata kadar hemoglobin pada kelompok kontrol sebelum diberikan tablet fe adalah 10,00 gr/dL dan sesudah pemberian tablet Fe adalah 10,26 gr/dL. Analisis bivariat menunjukkan bahwa ada pengaruh pemberian kurma terhadap kenaikan kadar hemoglobin pada ibu hamil TM III (p value 0,003<0,05). Diharapkan bagi ibu hamil agar mengonsumsi kurma dan makan makanan yang beraneka ragam yang kaya akan zat besi sesuai kearifan lokal.Kata Kunci : Kurma Ajwa, Kadar Hemoglobin, Ibu Hami
ANALISIS PELAKSANAAN PELAYANAN USAHA KESEHATAN GIGI SEKOLAH (UKGS) DI MASA PANDEMI COVID-19 DI WILAYAH AGAM BAGIAN TIMUR TAHUN 2021
Kesehatan gigi dan mulut merupakan hal terpenting bagi kehidupan manusia dan merupakan bagian dari kesehatan secara umum yang perlu diperhatikan oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Pelayanan Usaha Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS) di masa Pandemi Covid-19 di wilayah Agam Bagian Timur tahun 2021.Metode penelitian yang digunakan Kualitatif . Metode pengumpulan data kualitatif mengguakan wawancara mendalam (indept review). Penelitian dilaksanakan pada April-Mei 2021. Informan penelitian sebanyak 21 orang yang terdiri dari Kepala Dias Kesehatan, Dokter Gigi Puskesmas, Kepala Sekolah Dasar, Guru Pembina UKS, Siswa Kelas V SD. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui lebih mendalam bagaimana analisis pelaksanaan pelayanan Usaha Kesehatan Sekolah (ukgs) Di masa pandemi Covid-19 di Wilayah Agam TimurBerdasarkan hasil wawancara didapatkan informasi bahwa pelaksanaan UKGS sudah sesuai dengan rencana kerja dan Fasilitas pelaksanaan UKGS sesuai dengan kebutuhan, dan semua kegiatan sudah mencakup semua siswa untuk mendapatkan pelayanan kesehatan gigi, pencatatan dan pelaporan pemeriksaan gigi sudah berjalan dengan baik. kebijakan ini juga mendukung integrasi program kesehatan gigi dan mulut dengan program kesehatan umum. Namun selama masa pandemic Covid-19 kegiatan UKGS ini tidak berjalan lagi.Dengan adanya pandemic Covid-19 ini maka perlu dilakukan perbaikan status kesehatan gigi siswa sekolah dengan menerapkan protocol kesehatan serta untuk anak sekolah dan remaja adalah promosi kesehatan gigi di sekolah sesuai dengan protokol kesehatan. Kata Kunci : Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut , Usaha Kesehatan Gigi Sekola
HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP, DUKUNGAN TENAGA KESEHATAN DAN DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP PELAKSANAAN PROTOKOL KESEHATAN 3M DI MASA COVID 19
Data update on March 1, 2021, the number of positive COVID-19 cases was 29,204 people, with information as many as 229 people being treated, 791 people doing self-isolation, 37 people in regional isolation, 647 people died, and 27,500 people were declared cured. This study aims to determine the relationship between Knowledge, Attitude, Support of Health Workers and Family Support on the Implementation of the 3M Health Protocol during the Covid 19 Period in the Productive Age Community (20-45 Years) in Tarok Dipo Village, Bukittinggi City in 2021. This research is analytic with cross sectional approach. Test statistics using Chi-square. The research instrument was using a questionnaire. This study used univariate and bivariate analysis. The population in this study is people with an age range of 20-45 years as many as 4,003 people and the number of samples used is 98 people with random sampling techniques. The results of the study showed that of the 98 respondents who had low knowledge of the implementation of the 3M health protocol by 51.0%, 68.4% poor attitude, 50.0% less supportive health workers, 82.7% families who did not support the implementation of the 3M health protocol. based on the results of the chi-aquare test, the p-values between knowledge, attitudes, support from health workers, and family support regarding the implementation of the 3M health protocol were 0.021, 0.026, 0.386, and 0.024. Based on the results of this study, knowledge, attitudes, and family support have a relationship with the implementation of the 3M health protocol while the support of health workers has no relationship with the implementation of the 3M protoc