Scientific Journals of Fort De Kock University
Not a member yet
    1084 research outputs found

    Gambaran Strategi Koping Mahasiswa Keperawatan Yang Kembali Kuliah Tatap Muka Pada Masa Pandemi Covid-19

    Get PDF
    Background: During the current COVID-19 pandemic, causing an epidemiological and psychological crisis that creates concerns about the mental health of young people around the world which is a source of stress for students to carry out face-to-face learning directly, coping strategies are one of the efforts that can reduce stressors for students. The purpose of this study was to describe the coping strategies of nursing students who returned to face-to-face lectures during the COVID-19 pandemic. Methods: This research is a quantitative research that uses a descriptive design with a sample of 166 respondents, using a total sampling technique. The instrument used in this study is the Brief-Coping Behavior Questionnaire (Brief-COPE) for coping strategies. Results: The results of this study indicate that more students use problem focused coping strategies with an average of 5.77. Conclusion: This study suggests to students to use coping strategies in order to overcome stressors in students when conducting face-to-face learning directly or clinical practice in hospitals so that students can adapt so as not to interfere with student concentration and during the COVID-19 pandemic. Keywords: COVID-19; coping strategies; studen

    BREASTFEEDING EXCLUSIVELY AS A RISK FACTOR FOR TODDLER PNEUMONIA

    Get PDF
    Pneumonia is a global health problem that makes Indonesia one of the countries with the highest pneumonia burden in the world. Based on Riskesdas data for 2018, the prevalence of pneumonia based on diagnoses by health workers increased to 2% compared to before. One of the efforts made by the Government to reduce morbidity and mortality due to pneumonia is to increase the coverage of exclusive breastfeeding nationally. The purpose of this study was to determine the relationship between exclusive breastfeeding and the incidence of pneumonia in toddlers. This study used a cross-sectional design. The research sample was 5,219 children aged 7–59 months. Data collection used secondary data from the 2017 IDHS. The results showed that there was no significant relationship between exclusive breastfeeding and the incidence of pneumonia in toddlers (p-value = 0.112). It is hoped that service providers will be able to increase public knowledge of the importance of exclusive breastfeeding through counseling or outreach regarding the prevention of pneumonia in children

    RELAWAN KESEHATAN GALODO SALINGKA DANAU MANINJAU

    Get PDF
    Landslide disasters occur very often in Indonesia, including West Sumatra Province, affecting various places, regions or regions, one of which is lakes. Lake Maninjau is a lake located in Agam Regency, it is a volcanic lake at an altitude of 461.50 meters above sea level, with an area of around 99.5 km², has a maximum depth of 495 meters and is very vulnerable to disasters. Management of the impact of disasters, both prevention and handling, has been carried out by the local government before and after the disaster. Not only this, the importance of public awareness due to disasters is also an indicator of public concern for the surrounding environment so as not to cause or spread disease which has an impact on the imbalance of various environmental factors. This community service aims to increase public awareness of various efforts to prevent diseases that arise by involving health volunteers who work directly in the community. The method for implementing this service activity uses the "Problem Solving Cycle" method to examine various health problems encountered by analyzing the situation, identifying problems, prioritizing problems, analyzing the causes of problems, alternative problem solving and intervention activities. This service activity was carried out over two intervention days on 15 and 16 July 2023 in the Salingka Lake Maninjau area. The results of the situation analysis are carried out by identifying problems that must be addressed first. The activities carried out are measuring blood pressure, pulse, temperature and respiration, providing education regarding perceived health problems, providing massage therapy and administering medication. It is hoped that the public will care about health problems, especially as a result of disasters that have occurred, apply education and follow-up health checks if they still have complaints.Keywords: Natural disaster management, social service

    PENYULUHAN DALAM UPAYA MENINGKATKAN KESADARAN PENYEDIA DAN KONSUMEN TEMPAT PENGELOLAAN MAKANAN (TPM) YANG MEMENUHI SYARAT (MS) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LUBUK BASUNG

    Get PDF
    Kesehatan memiliki signifikansi yang sangat besar dan memerlukan pemeliharaan yang optimal. Salah satu faktor yang dapat mengganggu kesehatan individu adalah makanan yang dikonsumsi. Penting untuk fokus pada asupan makanan yang sehat dan bergizi. Berdasarkan hal tersebut paka diperlukan lah tempat pengelolaan makanan yang baik pula. Data Profil Kesehatan Sumatera Barat 2020, cakupan TPM yang MS di Kabupaten Agam masih jauh dari target. Hal ini tentu saja merupakan suatu masalah dalam kesehatan lingkungan. Karena masalah yang ditimbulkan akibat tempat pengolahan makanan yang kurang sehat dapat mengakibatkan penyakit lain baik bagi penjamah maupun bagi konsumen sendiri. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan alternatif pemecahan masalah dan intervensi kepada masyarakat sekitar dalam upaya peningkatan kesadaran penyedia dan konsumen tempat pengolahan makanan yang memenuhi syarat di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Basung. Kegiatan ini dilakukan kepada beberapa pihak yang terkait seperti pengelola tempat pengelolaan makanan dan masyarakat sekitar tempat pengelolaan makanan tersebut. kegiatan berlangsung  dengan  lancar  dan  hasil  evaluasi menunjukkan  adanya  perbedaan  pengetahuan dari sasaran yang dituju. Kegiatan ini dapat dikatakan efektif untuk meningkatkan pengetahuan pengelola dan konsumen dalam mengetahui tempat pengelolaan makanan yang memenuhi syarat

    ANALISIS SITUASI MASALAH PENYAKIT TIDAK MENULAR DI KOTA BUKITTINGGI

    Get PDF
    Masalah penyakit tidak menular selalu mengalami peningkatan. Data profil Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi tahun 2020 menunjukkan bahwa penyakit tidak menular termasuk dalam 10 penyakit terbanyak yaitu Hipertensi (22,55%), Diabetes Melitus (10,02%) dan Gastritis (6,14%). Tujuan analisis situasi ini untuk menentukan prioritas masalah penyakit tidak menular di Kota Bukittinggi. Desain studi adalah deskriptif observasional dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Analisis dilakukan pada bulan November 2021 s/d Januari 2022. Penentuan prioritas masalah menggunakan metode PAHO adapted Hanlon dengan kriteria penilaian berdasarkan besar masalah (A); keseriusan masalah (B) yang terdiri dari urgensi (B1), tingkat keparahan (B2), kerugian ekonomi (B3), dampak negatif (B4); efektivitas intervensi (C); ketidakadilan (E) dan faktor institusi (F). Masalah penyakit tidak menular prioritas adalah hipertensi (skor 35,28), diabetes melitus (skor 28,14) dan obesitas (skor 19,33). Upaya pencegahan dan pengendalian nya harus dilakukan secara paripurna melalui advokasi, kemitraan, jejaring dan peningkatan kapasitas dengan sektor lainnya

    ANALISIS PAJANAN BAHAN PENCEMAR DAN KELUHAN SUBJEKTIF PEKERJA PADA PERCETAKAN DI KOTA PADANG

    Get PDF
    Peningkatan pertumbuhan ekonomi sangat dipengaruhi berbagai sektor, seperti sektor industri kreatif, salah satunya percetakan. Kualitas udara yang memenuhi persyaratan perlu diperhatikan. Tujuan penelitian untuk menganalisis pajanan bahan pencemar dan keluhan subjektif pekerja pada percetakan di Kota Padang.  Penelitian bersifat deskriptif dilakukan pada empat percetakan. Populasi adalah pekerja bagian produksi, semuanya dijadikan subjek penelitian berjumlah 17 orang. Karateristik karyawan diperoleh melalui wawancara. Analisis data menggunakan tahapan analisis risiko lingkungan. Hasil penelitian 58,8% responden merokok, 52,9% makan dan minum saat bekerja, 100% tidak menggunakan masker dan sarung tangan, 82,4% tidak menggunakan sepatu. Keluhan subjektif terbesar pusing 70,3% dan mata perih 58,8%. Bahan pencemar (Cd, Pb, debu dan benzena) di percetakan A dan B tidak melebih baku mutu, percetakan C dan D yang melebihi baku mutu adalah Cd, Pb dan Benzena. Semua percetakan Nilai RQ (real time) ≤ 1, setelah dianalisis semua percetakan mempunyai RQ (life time) >1.Pihak managemen perlu melakukan penurunan konsentrasi, waktu pajanan, frekuensi pajanan dan durasi yang aman, peletakkan ekshaufan di atas mesin cetak, pemeliharaan AC secara berkala, meletakkan tanaman penyerap polutan dalam ruang produksi, melengkapi APD. Pemberian minuman susu, pemeriksaan kesehatan secara berkala. Peningkatan pengawasan dan pembinaan oleh Balai Hiperkes dan Dinas Kesehatan perlu didukung oleh pihak manageme

    FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP KONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH PADA REMAJA PUTRI DI KOTA BUKITTINGGI TAHUN 2020

    Get PDF
    Kejadian anemia merupakan masalah kesehatan secara global, pada remaja putri angka prevalensi anemia sebesar 25%. Salah satu programnya adalah suplementasi tablet tambah darah (TTD) pada siswi di sekolah.  Cakupan TTD yang diterima remaja putri disekolah sebesar 80.9% dan yang mengkonsumsi TTD ≥52 butir hanya 1,4% dari yang menerima. Tujuan penelitian untuk mengetahui  distribusi, frekuensi, dan interprestasi konsumsi tablet tambah darah pada remaja putri di kota Bukittinggi.Penelitian menggunakan rancangan analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Dilakukan pada bulan Maret - Juli 2020, sampel 93 orang siswi SMA/SMK di Bukittinggi Analisis data dengan uji Chi Square  dan uji regresi logisticHasil penelitian menunjukkan faktor yang berpengaruh terhadap konsumsi tablet tambah darah pada remaja putri adalah sikap (p=0.001), ketersediaan TTD (p=0.000), media (p= 0.036), peran tenaga kesehatan (p=0,042), peran guru (p=0.007), peran UKS (p=0.004), peran teman sebaya (p=0.000). Sedangkan pengetahuan (p=0.094), motivasi (p=0.083), keluarga (p=0.313), pendapatan orang tua (p=0.564), pendidikan orang tua (p=0.773), pekerjaan orang tua (p=0.692) tidak memiliki pengaruh terhadap konsumsi tablet tambah darah pada remaja putri. Hasil Multivariat adalah peran tenaga kesehatan (p=0.004).Kesimpulan penelitian ini variabel yang paling dominan adalah peran tenaga kesehatan. Diharapkan dinas kesehatan dan pendidikan dapat bekerja sama membentuk suatu kebijakan baru terhadap program ini

    ANALISIS DETERMINAN KEJADIAN DAN DAMPAK PREEKLAMPSIA PADA IBU DAN BAYI DI PUSKESMAS SUNGAI AUR KABUPATEN PASAMAN BARAT TAHUN 2023

    Get PDF
    Menurut WHO wanita hamil mengalami preeklampsia kurang lebih 4 juta wanita setiap tahunnya dan sebanyak 50.000 - 70.000 wanita meninggal dunia akibat preeklampsia. Tujuan penelitian untuk menganalisis determinan kejadian dan dampak preeklampsia pada ibu dan bayi di Puskesmas Sungai Aur Kabupaten Pasaman Barat tahun 2023. Jenis penelitian adalah penelitian kombinasi (mix method). Sampel sebanyak 64 orang ibu hamil Trimester III dan 7 orang informan. Analisis data  menggunakan uji chi-square, jika p<0,05 dan regresi logistik. Waktu penelitian bulan Juli- Agustus 2023 di Puskesmas Sungai Aur Kabupaten Pasaman Barat.Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 15,6% ibu hamil memiliki kelompok umur beresiko, 15,6% ibu hamil memiliki paritas beresiko, 21,9% ibu hamil dengan riwayat hipertensi, 10,9% ibu hamil memiliki status gizi kurang, 23,4% ibu hamil memiliki pola makan kurang baik, 70,9% ibu hamil memiliki kualitas kunjungan ANC tidak lengkap dan sebanyak 29,7% ibu hamil mengalami preeklampsia. Ada hubungan paritas dan riwayat hipertensi dengan kejadian preeklampsia (p-value < 0.05). Sedangkan variabel umur, status gizi, pola makan dan kualitas kunjungan ANC tidak ada hubungan yang signifikan dengan kejadian preeklampsia. Variabel yang paling berpengaruh terhadap kejadian preeklampsia yaitu riwayat hipertensi dengan nilai OR = 23,635. Hasil wawancara memperlihatkan kebijakan, SDM, dana, sarana dan prasarana, dan faktor internal dan eksternal tidak menjadi kendala dalam program pencegahan preeklampsia, namun untuk kehadiran atau partisipasi ibu hamil dalam pelaksanaan pemeriksaan kehamilan masih kurang baik.Kesimpulan penelitian yaitu riwayat hipertensi berpotensi 23,6 kali beresiko mengalami preeklampsia dibandingkan dengan orang yang tidak memiliki riwayat hipertensi. Dan hasil penelitian kualitatif menunjukkan rendahnya capaian kunjungan ANC sehingga masih perlu mendapatkan perhatian khusus dari keluarga dan tenaga kesehatan agar ibu hamil mau melakukan kunjungan ANC lengkap. Daftar bacaan : 52 (2013-2023)Kata kunci   : Pre eklamsia, Ibu , Bayi

    KESEHATAN MASYARAKAT DI DAERAH PESISIR KABUPATEN TANGERANG BANTEN

    Get PDF
    Wilayah pesisir Kabupaten Tangerang ditempati sebanyak 7% dari total keseluruhan jumlah masyarakat Kabupaten Tangerang. Persoalan utama yang dihadapi oleh masyarakat pesisir adalah sampah yang terbawa oleh aliran DAS Cisade dan DAS Cisadane yang bermuara di wilayah pesisir. Sampah dan pertukaran air balas (Water Ballast Change) yang berasal dari aktivitas kapal saat bersandar di pelabuhan Tanjung Priok juga berkontribusi terhadap terjadinya pencemaran pada air laut dan berdampak terhadap lingkungan dan kondisi kesehatan masyarakat. Pemerintah Kabupaten Tangerang telah berupaya mengatasi masalah yang terjadi melalui program penataan infrastruktur seperti air bersih, sanitasi, termasuk memperbaiki kawasan padat kumuh dan menciptakan kawasan mangrove yang mumpuni. Implementasi dari program tersebut dituangkan dalam program unggulan “Gerbang Mapan”. Masalah kesehatan masyarakat pesisir umumnya berakitan dengan kesehatan lingkungan, perilaku dan karakteristik individu. Penulisan artikel ini bertujuan untuk melakukan kajian  terhadap pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat pesisir di Kabupaten Tangerang dengan melakukan metode studi literatur. Dalam studi literatur tersebut dilakukan identifikasi data-data sekunder yang berasal dari lembaga pemerintah, selanjutnya dilakukan analisis guna memperoleh gambaran masalah kesehatan di daerah pesisir. Selanjutnya dirumuskan alternative upaya pelayanan kesehatan dari berbagai sumber literatur

    TERAPI BERMAIN PUZZLE BERPENGARUH TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS ANAK DOWN SYNDROME DI SLB KOTA BUKITTINGGI

    Get PDF
    Down syndrome merupakan suatu kondisi keterbelakangan perkembangan fisik dan mental anak yang diakibatkan adanya abnormalitas perkembangan kromosom yang ditandai dengan adanya kromosom tambahan pada kromosom 21. Pada dasarnya anak Down Syndrome usia sekolah mengalami keterlambatan motorik halus, kemampuan motorik halus dapat dikembangkan melalui aktivitas bermain yang berhubungan dengan keterampilan fisik yang melibatkan otot kecil serta koordinasi antara mata dan tangan, diantaranya permainan puzzle. Metode Penelitian adalah Quasi Eksperimen dengan pendekatan one group pretest and posttest design. Alat ukur untuk motorik halus menggunakan KPSP (Koesioner Pra Skrining Perkembangan). Penelitian ini dilakukan selama 5 hari berturut-turut dengan durasi 30 menit dalam satu kali pertemuan. Sampel dalam  penelitian  ini  adalah  10  anak  penderita  down  syndrome  dari  umur  6-11  tahun.  teknik pengambilan sampel berupa purposive sampling, yaitu sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan oleh peneliti. Dari hasil penelitian diperoleh rata-rata tingkat motorik halus sebelum pemberian terapi berman puzzle adalah 6. Diperoleh rata-rata tingkat motorik halus sesudah pemberian terapi berman puzzle adalah 14,60. Hasil uji statistik menunjukkan adanya pengaruh pemberian terapi bermain puzzle terhadap perkembangan motorik halus anak down synrome dengan p = 0,005 < (α) ( 0,05 ). Dapat disimpulkan bahwa pemberian terapi bermain puzzle efektif terhadap perkembangan motorik halus anak down syndrome.

    970

    full texts

    1,084

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Scientific Journals of Fort De Kock University
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇