Scientific Journals of Fort De Kock University
Not a member yet
1084 research outputs found
Sort by
The Implementation of Mindfulness-Based Intervention to Overcome Anxiety in Adolescents: A Narrative Review
Background: The most common mental health problem experienced by adolescents is anxiety. Therefore, therapeutic interventions are needed, one of which is mindfulness-based interventions. This study aims to identify the types and describe the implementation of mindfulness-based interventions in overcoming anxiety in adolescents. Methods: A narrative review study design was used. The study selection process used the PRISMA Flow Diagram 2020 guide. The literature search was conducted through PubMed, Sage Journal, and Springer Link databases. Articles published from 2012 to 2021 with Randomized Controlled Trial, Quasi-Experimental, Qualitative Study, and Mixed methods study in English. According to the inclusion and exclusion criteria, there were ten articles based on the election results. Results: Mindfulness-based interventions to overcome anxiety in adolescents are Learning to BREATHE, Sleep Sense, Mindfulness-Based Stress Reduction, Mindfulness-based Stress Reduction for Teens, Mindfulness-based programs, Mindfulness Martial Arts, and Making Friends with Yourself. Conclusion: Nurses can use mindfulness-based intervention to help adolescents cope with anxiety, including high anxiety levels, Generalized Anxiety Disorder, and Trait Anxiety.Keywords: adolescents, anxiety, anxiety disorders, mindfulnes
Gambaran Pengetahuan Remaja Tentang Perawatan Organ Reproduksi
Background: Treatment of the reproductive organs is important as a solution to prevent sexually transmitted diseases. Every teenager must be equipped with information on how to maintain the health of the reproductive organs so as to avoid diseases that can damage the ability of the reproductive organs. Aims: describe the knowledge of adolescents about the care of the reproductive organs. Methods: This research is a type of quantitative descriptive research with a cross sectional research design. The research subjects were 172 students of SMAN 2 and SMAN 4 Pangkalpinang City. The instrument used was a reproductive health knowledge questionnaire. Data analysis was performed using computerization and univariate analysis. Results: the results showed that as many as (91.3%) of adolescents knew how to clean the genital area after defecating, as many as (65.1%) of adolescents knew how to keep the pubic area moist during activities and as many as (94.2%) of adolescents knew how to maintain cleanliness of the pubic area during menstruation. Conclusion: knowledge about how to clean the genital area after defecation is considered the least information that is known to adolescents. Suggestions that can enrich reproductive health socialization materials for adolescents adapted to current scientific and technological developments.Keywords: adolescent knowledge, reproductive health, care of reproductive organ
PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT TENTANG PENTINGNYA POSYANDU LANSIA
Lanjut usia merupakan tahap paling akhir perkembangan pada kehidupan manusia yang di mulai dari usia 60 tahun hingga mencapai hampir 120 atau 125 tahun. Tujuan kegiatan ini untuk mengetahui status kesehatan pada lansia. Metode kegiatan yaitu pemeriksaan tekanan darah dan gula darah pada lansia di Dusun Patalangan. Sasaran adalah Lansia di Dusun Patalangan. Hasil diperoleh sebelum dilakukan penyuluhan dan pemeriksaan didapatkan Lansia belum mengetahui tekanan darah, BB/TB, lingkar perut dan gula darah dan dampaknya terhadap Kesehatan lansia. Setelah dilakukan penyuluhan dan pemeriksaan didapatkan Lansia sudah mengetahui tekanan darah,BB/TB, lingkar perut dan gula darah dan dampaknya terhadap Kesehatan lansia. Pemeriksaan Status kesehatan yang meliputi tekanan darah dan pemeriksaan gula darah di Desa Patalangan Jorong Kapalo Koto didapatkan dari 46 orang lansia di dapatkan 5% Gula darah yang melebihi batas normal pada lansia Jorong Kapalo Koto Desa Patalangan
SOSIALISASI KELENGKAPAN PENGISIAN DATA PENUNJANG MEDIS TERHADAP KEJADIAN PENDING KLAIM DI RST. REKSODIWIRYO PADANG 2023
Rumah Sakit TK. III Dr. Reksodiwiryo Padang masih terdapat pending klaim rawat inap salah satu permasalahnya adalah ketidaklengkapan data penunjang medis rekam medis rawat inap. Tujuan kegiatan ini untuk mengetahui kelengkapan data penunjang medis terhadap kejadian pending klaim rawat inap di Rumah Sakit TK. III Dr. Reksodiwiryo Padang, dengan mengadakan sosialissai kepada tenaga kesehatan terhadap pengisian kelengkapan dari data penunjang medis. Kegiatan ini dilakukan dengan cara observasi dan mengunakan tabel observasi serta sosialisasi. Hasil observasi menunjukkan dari 76 rekam medis rawat inap di dapatkan 40(52.6%) rekam medis yang tidak lengkap data penunjang medis dan 40 (52.6%) rekam medis yang tidak diterima oleh pihak BPJS. Disarankan petugas rekam medis lebih memperhatikan terkait kelengkapan formulir hasil penunjang medis yang harus diisi dan dilampirkan agar menunjang proses pengklaiman system INA-CBGs di rumah sakit
PROMOSI KESEHATAN TENTANG HIDUP SEHAT DENGAN TANAMAN HERBAL TAHUN 2023
gaya hidup yang sehat akan sangat membantu setiap kegiatan yang akan dilakukan. Apalagi jika dilakukan dengan cara yang alami, melalui berbagai tanaman. Metode: Kegiatan yang digunakan dalam program pengabdian masyarakat berupa Promosi Kesehatan dan evaluasi diperoleh dari hasil observasi dan kuisioner yang diberikan kepada peserta. Hasil: Berdasarkan hasil evaluasi yaitu Ada pengaruh sebelum dan setelah dilakukan promosi kesehatan terhadap pengetahuan tentang pola makanan yang baik bagi anak dengan (ρ=0,000), dimana terdapat kenaikan pengetahuan masyarakat dari rata-rata 1,30 menjadi 1,60, Kesimpulan: Kegiatan program pengabdian masyarakat “Promosi Kesehatan Tentang Hidup Sehat Dengan Tanaman Herbal ”, berjalan dengan baik dan lancar. Ada pengaruh (ρ=0,000) Promosi Kesehatan Tentang Hidup Sehat Dengan Tanaman Herbal
PERAWATAN LUKA SEDERHANA DALAM BAHASA INGGRIS KEPADA ANGGOTA DOKTER KECIL DAN SISWA SDN 17 MANGGIS GANTING KOTA BUKITTINGGI
English is a foreign language that must be mastered by Indonesian students. By mastering English, they will easily communicate with foreigners because English is one of the international languages. One level of education that studies English is elementary school. The elementary school period is a beautiful time, full of stories and they like to play, such as running, which sometimes made children fall and get injured in any part of the body, such as knees, elbows, palms, and sometimes the head. By learning how to treat simple wounds, children can become more independent in caring for their wounds and instill the awareness to always be careful and avoid the dangers that can cause injuries. Learning English can be applied by explaining simple wound care to students in English. This can familiarize students with English and enable them to use it according to what they learn in other subjects. Elementary school is the first door of education, so learning English from an early age is very important. Therefore, the English lecturer at Fort De Kock University carried out community service at SDN 17 Manggis Ganting, Bukittinggi, on May 17, 2023 with an innovative learning method. As a result, students were active in the question and answer session and were able to master vocabulary and explain again how to treat simple wounds with simple sentences. It is recommended that the school, especially English teachers, encourage students to learn English and use it well in the future
PROMOSI KESEHATAN TENTANG BINA KELUARGA BALITA DI KANTOR PENYULUH KB CANDUNG TAHUN 2022
Bina Keluarga Balita (BKB) merupakan salah satu program BKKBN dalam upaya pencegahan masalah kesehatan dan stunting pada balita. BKB bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orangtua untuk mengasuh dan membina tumbuh kembang anak melalui kegiatan stimulasi fisik, mental, intelektual, emosional, spiritual, sosial dan moral. Pelaksanaan layanan BKB yang sudah terintegrasi dengan layanan Posyandu dan PAUD biasa dikenal dengan sebutan BKB Holistik Integratif (BKB HI). Metode: Kegiatan yang digunakan dalam program pengabdian masyarakat ini berupa Promosi Kesehatan Tentang bina keluarga balita . Monitoring dan evaluasi diperoleh dari hasil observasi dan kuisioner yang diberikan kepada peserta. Hasil: Dari hasil monitoring kegiatan berjalan dengan baik dan lancar dimana terdapat faktor pendukung yaitu motivasi kader serta farktor penghambat yaitu kurangnya semangat dari kader dan petugas. Dari hasil evaluasi menggunakan statistik uji-t dependen (berpasangan) terdapat perbedaan signifikan (ρ=0,000) antara sebelum dan sesudah dilakukan intervensi. Kesimpulan: Kegiatan ini berjalan dengan baik dan lancar. Ada pengaruh promosi kesehatan terhadap pengetahuan kader tentang bina keluarga balit
PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU PADA BALITA BERISIKO STUNTING MELALUI PENYULUHAN DENGAN TEMA PENTINGNYA POSYANDU DAN KEBUTUHAN GIZI ANAK DI DESA SIMPANG RANTAU GEDANG TAHUN 2023
Berdasarkan data World Health Organization (WHO), Indonesia termasuk ke dalam negara ketiga dengan prevalensi tertinggi di regional Asia Tenggara/South-East Asia Regional (SEAR) dengan rata-rata prevalensi balita stunting tahun 2005-2017 adalah 36,4% Akibat yang ditimbulkan oleh stunting seperti peningkatan morbiditas dan mortalitas, perkembangan anak yang buruk dan mempengaruh kemampuan belajar. Menurut data Dinas Kesehatan Kabupaten Batang Hari tahun 2021 puskesmas Sungai Puar memiliki jumlah stunting tertinggi dibandingkan puskesmas lainnya. Pada bulan Februari kasus stunting sebanyak 5,52%, dengan persentasi sangat pendek 1,18% dan persentasi pendek 4,34%. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi ini adalah dengan edukasi penyuluhan pentingnya posyandu dan kebutuhan gizi pada anak. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu pada balita berisiko stunting melalui penyuluhan dengan tema pentingnya posyandu dan kebutuhan gizi anak di Desa Simpang Rantau Gedang Tahun 2023. Metode pendekatan yang digunakan dalam kegiatan penyuluhan ini adalah dengan menggunakan penyuluhan terhadap Ibu – ibu yang memiliki balita. Hasil kegiatan ini adalah terlihat bahwa Asymp.Sig (2-tailed) 0,002 < 0,05 menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara pretest dengan postest. Hal ini menunjukkan terdapat pengaruh yang bermakna terhadap perbedaan perlakuan yang di berikan pada sebelum pemberian materi dan setelah pemberian materi
SOSIALISASI PENDIDIKAN DALAM KEPERAWATAN UNTUK MENINGKATKAN KECERDASAN INTERPERSONAL BAGI MAHASISWA
Manusia merupakan bagian integral dari pendidikan, bila sistem dan fungsi pendidikan rusak tentu akan menimbulkan chaos dalam paradigma pendidikan kita yang bermuara pada krisis moral dan karakter peserta didik. Isu pendidikan karakter dan kecerdasan interpersonal (sosial) menjadi isu mutakhir dan pusat perhatian dunia saat ini. Bedasarkan analisis kebutuhan tersebut, tujuan dilaksanakannya pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengetahui perbedaan kecerdasan interpersonal mahasiswa keperawatan sebelum dan setelah diberikan sosialisasi mengenai pendidikan karakter dalam keperawatan dan isu kontemporer keperawatan. Metode pengabdian masyarakat ini adalah metode kuantitatif dengan melakukan uji komparatif (beda) terhadap kecerdasan interpersonal mahasiswa sebelum dan sesudah diberikan sosialisasi. Populasi target pengabdian masyakarat ini adalah seluruh mahasiswa kesehatan di Universitas Prima Nusantara Bukittinggi, sampel dalam pengabdian masyarakat ini adalah mahasiswa keperawatan yang berjumlah sebanyak 25 mahasiswa yang diambil secara purposive sampling. Pengumpulan data dilakuan dengan memberikan pre-test dan post-test menggunakan instrumen penelitian kecerdasan interpersonal sebanyak 21 butir. Hasil yang didapatkan adalah terdapat perbedaan kecerdasan interpersonal mahasiswa keperawatan sebelum dan setelah diberikan sosialisasi mengenai pendidikan karakter dalam keperawatan dan isu kontemporer keperawatan, sehingga kegiatan ini dapat diberdayakan dan dipertimbangkan dalam rangka menghadapi krisis moral dan karakter pada era revolusi industri 4.0.
MAMPUKAH IVA TEST MENDETEKSI KANKER SERVIKS
Cervical cancer is the second most common cause of cancer after breast cancer in women. The incidence rate of cervical cancer according to the World Health Organization (WHO) in 2013, was around 270,000 women with a death rate of more than 85%, especially in developing countries. Cervical cancer is in second place with 36,633 cases or 9.2% of the total cancer cases in Indonesia. Data from the Cipto Mangunkusumo National Central General Hospital (RSUPN) Jakarta shows that 94% of cervical cancer patients die within 2 years. One of the factors in the high incidence of cervical cancer in Indonesia is the lack of knowledge and awareness of women who feel they do not need to know the risks of cervical cancer, which is a deadly disease. Therefore, early detection is carried out to identify diseases or disorders clinically which aims to find cancer that can still be cured and to reduce morbidity and mortality due to cancer. Health promotion activities through IVA tests on Women of Childbearing Age (WUS) can be used as an alternative to find out if there is cancer that can still be cured and to reduce morbidity and mortality due to cancer in WUS. The aim of implementing community service is to detect early cervical cancer in WUS, whether there is cervical cancer or not. The method used was providing counseling, measuring height and weight and taking an IVA test on WUS for one day at Mohammad Natsir University, Bukittinggi City. As a result of this service, 27 WUS underwent IVA tests with 100% negative results for cervical cancer. The conclusion from the results of this service is that with the government program regarding IVA tests on WUS, there are no WUS who suffer from or are detected with cervical cancer