Scientific Journals of Fort De Kock University
Not a member yet
    1084 research outputs found

    GAMBARAN KUALITAS UDARA RUMAH SAKIT TK III REKSODIWIRYO KOTA PADANG

    Get PDF
    Air as an environmental component needs to be maintained and improved in quality so that it provides the supporting capacity for living creatures to live optimally. A hospital is a health service institution that provides comprehensive individual health, providing inpatient, outpatient and emergency services. Transmission of nosocomial infections in hospitals occurs through various means, one of which is air. Physical environmental conditions such as humidity, lighting and temperature influence the growth and development of disease-causing germs such as viruses and bacteria which can cause health problems for visitors, patients and health workers in hospitals. This research was descriptive in nature with laboratory examinations, carried out at TK III Reksodiwiryo Hospital, Padang City. The population in this study was the air of the inpatient room at TK III Reksodiwiryo Hospital, Padang City. The research sample was taken based on several researchers' considerations. The samples in this study were the children's inpatient room, the Bung Hatta inpatient room, the ICU room and the OK room. Physical air quality checks consist of temperature, humidity and lighting. The results of checking the temperature of the inpatient room when compared with PMK No. 2 of 2023 concerning Implementing Regulations of Government Regulation Number 66 of 2014 concerning Environmental Health exceed the standards that have been set. Advice that can be given to hospitals is to pay attention to factors that can influence air quality both physically and biologically so that air pollution in hospitals can be overcom

    HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN STIMULASI IBU DENGAN PERKEMBANGAN BALITA DI PUSKESMAS BATU AJI

    Get PDF
    Perkembangan dan peningkatan kualitas hidup anak merupakan upaya penting untuk masa depan Indonesia yang lebih baik. Stimulasi merupakan salah satu aspek kebutuhan dasar anak (ASAH). Tujuan umum dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan stimulasi ibu dengan perkembangan balita 12-59 bulan di Puskesmas. Penelitian ini merupakan kuantitatif dengan desain cross sectional. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Pelaksanaan penelitian dilakukan pada bulan Mei. Populasi dan sampel penelitian ini balita usia 12-59 bulan. pengambilan sampel dengan menggunakan rumus Lameshow sebanyak 39 balita, Data di analisa secara univariat dan bivariat. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan lebih dari separoh responden dengan pengetahuan tinggi yaitu 55,6 %. Variabel tingkat pengetahuan berhubungan dengan perkembangan balita dan nilai OR = 2,119 yang artinya tingkat pengetahuan yang tinggi mempunyai peluang dua kali untuk perkembangan balita, dan variabel stimulasi ibu berhubungan dengan perkembangan balita dengan dan nilai OR = 5,200 yang artinya stimulasi ibu mempunyai peluang lima kali untuk perkembangan balita. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa variabel tingkat pengetahuan dan stimulasi ibu berhubungan dengan perkembangan balita 12-59 bulan di Puskesmas. Diharapkan kepada Puskesmas melakukan pemantauan SDDIDTK kepada balita agar dapat mengetahui jika terjadi penyimpangan perkembangan.Kata Kunci : Perkembangan Balita, Stimulasi Ibu, Tingkat Pengetahua

    KUALITAS TIDUR DAN KELELAHAN KERJA PADA PERAWAT DI RUMAH SAKIT : TINJAUAN SISTEMATIS LITERATUR

    No full text
    Pelayanan perawatan adalah aktivitas utama yang dilakukan perawat di rumah sakit selama 24 jam sehari, yang memerlukan kesiapan fisik, mental dan waktu. Hal ini berpotensi menyebabkan kelelahan kerja, berkurangnya waktu tidur, dan menurunnya kualitas tidur pada perawat. Penelitian ini bertujuan menjelaskan hubungan antara kualitas tidur dan kelelahan kerja pada perawat di rumah sakit menggunakan desain observasi literatur sistematis dengan metode PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta-Analyses). Sumber literatur diambil dari Google Scholar, Wiley, Taylor & Francis Online, dan ScienceDirect dari periode 2017-2024. Kata kunci yang digunakan adalah "Faktor Risiko" dan "Kualitas Tidur" OR "Kantuk" dan "Kelelahan Kerja" dan "Perawat di Rumah Sakit". Dari 17.179 artikel yang ditemukan, hanya 9 artikel yang memenuhi kriteria setelah proses eliminasi sesuai topik penelitian, lolos duplikasi, dan dapat diakses secara lengkap. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan antara kualitas tidur dan kelelahan kerja. Faktor shift kerja, terutama shift malam, dan beban kerja mempengaruhi kelelahan dan kualitas tidur. Kurangnya kualitas tidur menyebabkan kantuk, sehingga mengurangi kewaspadaan, dan meningkatkan risiko kesalahan atau kecelakaan kerja. Pengaturan waktu kerja dan istirahat yang memadai dapat meningkatkan kualitas tidur dan menurunkan tingkat kelelahan kerja.Kata kunci : Faktor risiko, kualitas tidur, kantuk, kelelahan kerja, perawat di Rumah Sakit

    DENGUE SYOK SYNDROME

    Get PDF
    The clinical spectrum of dengue virus infection varies depending on factors that influence body resistance and factors that influence virus virulence. Thus, dengue virus infection can cause various conditions, ranging from no symptoms (asymptomatic), non-specific mild fever (undifferentiated febrile illness), Dengue Fever, or more severe forms, namely Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) and Shock Syndrome. Dengue (SSD). A 19 year old male patient was reported with dengue fever and acute bleeding, vomiting blood and passing black stools, severe anemia and hypovolemic shock. The patient underwent fluid resuscitation management with close monitoring and PRC transfusion. Patients experience improvements in their general condition and regular increases in hemoglobin and platelet

    PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN MELALUI VIDEO TERHADAP PERILAKU REMAJA PUTRI KELAS VIII DI SMPN 3 X KOTO SINGKARAK TAHUN 2024

    No full text
    World Health Organization (WHO) menunjukkan kasus kanker yang paling banyak terjadi di Indonesia adalah kanker payudara, yakni 65.858 kasus atau 16,6 % dari total 396.914 kasus kanker di Indonesia. Sebelumnya kanker payudara hanya ditemukan pada usia 35 tahun, kini usia penderita kanker payudara bergeser ke perempuan usia muda. Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) merupakan tindakan awal yang dilakukan untuk deteksi dini kanker payudara. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif Quasy Eksperimen dengan pendekatan one group pre test post tess design dan memperoleh data melalui kuisioner yang diisi oleh responden. Penelitian ini telah dilakukan dilakukan pada bulan Januari-Februari 2024 di SMPN 3 X Koto Singkarak dengan populasi sebanyak 73 orang dan sampel sebanyak 31 orang. Pengmupulan data menggunakan lembar kuisioner pengetahuan, sikap dan kemampuan remaja putri. Analisi data meliputi analisisi bivariate dan analisis univariat menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pengetahuan remaja putri tentang SADARI pre test adalah 4,2812 dan pengetahuan post test 9,8125, rata-rata sikap remaja putri tentang SADARI pre test 23,6875 dan sikap remaja putri tentang SADARI post test 36,7500, rata-rata kemampuan remaja putri tentang SADARI pre test 4,2500 da rata-rata kemampuan remaja putri tentang SADARI post test 9,7188. Hasil analisis bivariate menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan tentang SADARI berpengaruh signifikan terhadap pengetahuan (p = 0,000), sikap remaja putri (p = 0,000), dan kemampuan remaja putri (p=0,000). Disimpulkan bahwa pendidika kesehata tentang SADARI berpengaruh signifikan terhadap perilaku remaja putri di SMPN 3 X Koto Singkarak. Maka dari itu diharapkan kepada semua pihak untuk dapat memanfaatkan pendidikan kesehatan tentang SADARI dalam meningkatkan perilaku remaja putri.@font-face {font-family:"Cambria Math"; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:roman; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-536870145 1107305727 0 0 415 0;}p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; margin:0cm; mso-pagination:none; text-autospace:none; font-size:11.0pt; font-family:"Times New Roman",serif; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-ansi-language:#0021;}p.MsoBodyText, li.MsoBodyText, div.MsoBodyText {mso-style-priority:1; mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-link:"Body Text Char"; margin:0cm; mso-pagination:none; text-autospace:none; font-size:12.0pt; font-family:"Times New Roman",serif; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-ansi-language:#0021;}span.BodyTextChar {mso-style-name:"Body Text Char"; mso-style-priority:1; mso-style-unhide:no; mso-style-locked:yes; mso-style-link:"Body Text"; mso-ansi-font-size:12.0pt; mso-bidi-font-size:12.0pt; font-family:"Times New Roman",serif; mso-ascii-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-hansi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-ansi-language:#0021;}.MsoChpDefault {mso-style-type:export-only; mso-default-props:yes; font-size:11.0pt; mso-ansi-font-size:11.0pt; mso-bidi-font-size:11.0pt; font-family:"Calibri",sans-serif; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-fareast-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi; mso-font-kerning:0pt; mso-ligatures:none; mso-ansi-language:EN-US;}.MsoPapDefault {mso-style-type:export-only; mso-pagination:none; text-autospace:none;}div.WordSection1 {page:WordSection1;

    Beban Kerja Mental dan Kinerja Perawat Pelaksana Saat Pandemi Covid-19

    Get PDF
    Background: The COVID-19 pandemic caused an increase in the need for health services and health workers, especially nurses. As a consequence, nurses received heavy pressure and demand to be able to maintain and improve performance in an effort to reduce the spread of COVID-19. Apart from that, high demands from society created a mental workload for nurses. The aim of this study was to determine the relationship between mental workload and the performance of implementing nurses during the COVID-19 pandemic. Methods: This quantitative research with a cross sectional design was conducted on 66 nurses who worked during the COVID-19 pandemic at Andalas University Hospital. Data collection was carried out in August-November 2021. The research instruments were performance questionnaires and NASA-TLX for mental workload. Data analysis used the chi square test. Results: The research results showed that during the COVID-19 pandemic, nurses had moderate performance with the lowest performance sub-variable was implementation. Nurses had a heavy mental workload with the highest sub-variable was mental demands. Conclusion: There was a relationship between mental workload and the performance of implementing nurses during the COVID-19 pandemic (p value = 0.000). It is hoped that Andalas University Hospital will pay more attention to mental workload, especially the mental demands of treating patients during the COVID-19 pandemic.Keywords: Mental Workload, Performance, COVID-1

    Breastfeeding Exclusive Status and Stunting Incidence Among Children Aged 24-36 Months in West Gunungsitoli, Nias

    Get PDF
    Background: Stunting occurs when the fetus is still in the womb and only appears when the child is two years old. Stunting in toddlers needs special attention because it can hinder children's physical and mental development. Stunting is associated with an increased risk of morbidity and death as well as hampered growth of motor and mental abilities which carries a risk of decreased intellectual abilities, productivity and increased risk of degenerative diseases. The study objective was to determine the relationship between exclusive breastfeeding and stunting incidence among children aged 24 to 36 months in West Gunungsitoli. Methods: This was observational study with a cross sectional design. The study population was all mothers who had stunted toddlers aged 24 to 36 months with sample of 42 respondents. We used univariate and bivariate analysis for data analysis. Chi square test was used to analyze the relationship with α =0.05. Results: The results of this study were 78.6% of stunted toddlers were not given exclusive breast milk and only 21.4% were given. There were 69% of stunted toddlers had a short height and 31 % toddlers with very short height. Conclusin: However, there was a relationship between exclusive breastfeeding and stunting incident in West Gunungsitoli with a p-value=0.032. Therefore, it is recommended that all mothers in West Gunungsitoli need to be given education about the importance of giving exclusive breast milk to babies.Keywords: Exclusive breastfeeding, stunting, toddlers

    PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KASUS BELL’S PALSY

    Get PDF
    Bell's palsy is a sudden onset weakness of one side of the face due to damage to the facial nerve classified as a neurologicaldisorder. Typical changes in the face with Bell's palsy can hinder functional daily activities such as: eating, drinking, and talking to others. The alleged causes of Bell's palsy are vascular ischemic, viral, bacterial, hereditary, and immunological. Objective: to determine how physiotherapy management in Bell's palsy cases to improve facial motor function ability and facial muscle strength. Method: infra red, massage, and mirror exercise which is done for 3 times therapy. Result: there is an increase in facial motor function from T1 with a total score of 54 (moderate) increasing to T3 therapy with a total score of 70 (good) and an increase in facial muscle strength from T1 with a value of 1 increasing to T3 with a value of 3. Conclusion: Patients with the initials Mrs. L, 54 years old with a diagnosis of Bell's palsy sinistra after getting physiotherapy actions for 3 times obtained the results of an increase in facial motor functional abilities and increased facial muscle strength.Keywords: Bell’s palsy, infra red, massage, mirror exercis

    PENGARUH MYOFASCIAL RELEASE MENGGUNAKAN INSTRUMENT ASSISTED SOFT TISSUE MOBILIZATION (IASTM) TERHADAP PENINGKATAN EKSTENSIBILITAS HAMSTRING

    Get PDF
    Latar Belakang: mahasiswa cenderung dituntut untuk mengikuti mata kuliah dengan duduk di kelas dalam waktu yang cukup lama. Duduk dalam waktu yang lama secara berulang tanpa diimbangi olahraga rutin dapat mengakibatkan menurunnya ekstensibilitas otot khususnya hamstring. Untuk meningkatkan ekstensibilitas hamstring dapat menggunakan instrument assisted soft tissue mobilization (IASTM). Instrumen ini menghasilkan tekanan mekanik yang dapat merusak jaringan parut dan mengurangi perlengketan pada fascia sehingga ekstensibilitas otot dapat meningkat. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh pemberian myofascial release menggunakan IASTM terhadap peningkatan ekstensibilitas hamstring pada mahasiswa. Metode: penelitian ini menggunakan one group with control dimana sebanyak 20 subjek dibagi menjadi kelompok perlakuan yang diberi myofascial release menggunakan IASTM terdiri dari 11 orang dan kelompok kontrol terdiri dari 9 orang. Penelitian dilakukana pada bulan September 2023. Ekstensibilitas hamstring diukur menggunakan goniometer dengan cara active knee extension test (AKE) dan diukur sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil: berdasarkan hasil uji statistik sebelum dan sesudah perlakuan pada kelompok perlakuan didapat hasil p = 0,016 (p<0,05) yang berarti ada beda pengaruh. Sedangkan pada kelompok kontrol didapat hasil p = 0,564 (p>0,05) yang bearti tidak ada beda. Uji beda sesudah perlakuan dilakukan pada kedua kelompok dengan hasil p = 0,012 (p<0,05) yang berarti ada beda. Kesimpulan: myofascial release menggunakan IASTM berpengaruh terhadap peningkatan ekstensibilitas hamstring.Kata kunci: Myofascial release, IASTM, ekstensibilitas hamstrin

    PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG ISI PIRINGKU DI di SDN 09 MANGGIS GANTIANG TAHUN 2024

    Get PDF
    Makanan yang seimbang dan bergizi membantu anak-anak dalam belajar, bermain, dan berkembang dengan optimal.Metode yang digunakan dalam program pengabdian masyarakat ini berupa promosi kesehatan dengan metode penyuluhan. Media yang di gunakan yaitu leaflet, poster . Monitoring dan evaluasi diperoleh dari hasil observasi dan kuisioner yang diberikan kepada peserta. Peserta dalam pengabdian adalah 25 orang. Hasil pengabdian adalah hasil pretest sebelum diberikan penyuluhan kesehatan didapatkan 35 % siswa dan siswi belum paham tentang isi piringku, sedang kan setelah diberikan post test didapatkan 88 % siswa paham tentang isi piringku. Dapat disimpulkan ada peningkatan pemahaman setelah diberikan penyuluhan. Disarankan untuk sekolah selalu memberikan motivasi untuk siswa makan makanan yang seha

    970

    full texts

    1,084

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Scientific Journals of Fort De Kock University
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇