Scientific Journals of Fort De Kock University
Not a member yet
1084 research outputs found
Sort by
The Effect of Family Psychoeducation on Clients' Ability to Overcome Violent Behaviour
Background: Violent behaviour is a response to stressors that endanger themselves, others and the environment, until now it has not received appropriate treatment. Efforts made to overcome this are generalist and specialist nursing actions, one of which is family psychoeducation. This action can improve patient care skills and have a positive impact on families in managing stress. Purpose: This study aims to see the effect of family psychoeducation on clients' ability to cope with violent behaviour. Methods: The research method used was pre-experiment with One Group Pre Test-Post Test design. Data were collected through questionnaires with statements of nursing action implementation strategies (SP) 1-4 violent behaviour compiled by the researchers themselves based on Stuart's theory (2016), psychoeducation modules using family psychoeducation therapy modified from modules that have been developed by Nurbani (2009) with a sample of 30 families who have members with ODGJ in the Kuranji puskemas area. Data analysis used the T-Test test. Results: The results obtained before the family psychoeducation action showed the client's knowledge ability was an average of 18.91 (60.51%), namely the middle category, the client's psychomotor ability was an average of 12.34 (39.37%), namely the low category, after the family psychoeducation action showed the client's knowledge ability was an average of 67.38 (87.30%), namely the high category, the client's psychomotor ability was an average of 62.53 (85.43%), namely the high category. Conclusion: There is an effect of family psychoeducation on the client's ability to overcome the problem of violent behaviour (P=0.000). It is recommended that Puskesmas integrate family psychoeducation in mental health services by involving cadres and community leaders
GAMBARAN KEJADIAN DIARE, FAKTOR PHBS, JAMBAN SEHAT, DAN AIR BERSIH
Background:. Diarrhea is a health condition characterized by increased frequency and looseness of stool, which can result in dehydration and is potentially fatal, especially in children. According to global data, diarrhea is one of the main causes of death among children under the age of five, with significant death rates occurring in developing countries, including Indonesia Objective: This research aims to analyze the relationship between clean and healthy living behavior (PHBS), access to clean water, and the presence of healthy latrines on the incidence of diarrhea in Indonesia. Methods: Using secondary data from the 2019-2023 RI Health Profile using 3 variables, namely PHBS, healthy latrines and clean water taken from data from 34 provinces. This research applies quantitative descriptive methods with statistical analysis. Results: The research results show that poor access to clean water and inadequate sanitation contribute to the high incidence of diarrhea. Even though efforts to increase PHBS have been made, there are still disparities in the implementation of good sanitation practices in various regions. This research also identifies that the presence of healthy latrines is not always directly related to reducing the number of diarrhea. PHBS and consistent use of clean water have a positive impact in reducing the incidence diarrhea. Conclusion: Thus, this research emphasizes the contribution of PHBS, clean water and healthy latrines to the incidence of diarrhea
THE INFLUENCE OF IRON CUTTING MACHINE NOISE WITH HEARING LOSS IN WELDING WORKSHOP WORKERS IN CAMPAGO IPUH BUKITTINGGI IN 2024
Background: The noise generated by metal cutting machines can have negative impacts on workers' hearing health and psychological well-being. Objective: This study aims to analyze the relationship between noise from metal cutting machines and workers' health at the Campago Ipuh welding workshop in Bukittinggi in 2024. Methods: This research employs a descriptive observational method with a cross-sectional approach, involving 10 workers as the sample. Data were collected through noise level measurements and health questionnaires. Results: The results show that 100% of the workers were exposed to noise levels exceeding the prescribed threshold, and there is a significant relationship between noise levels and hearing complaints. Conclusion: This study concludes that noise control in the workplace is essential to protect workers' health
EDUKASI KESEHATAN TENTANG MAKANAN SEHAT UNTUK ANAK BALITA DI TK MELUR PUTIH TAHUN 2024
Latar belakang : Masa balita (1-5 tahun) adalah periode krusial dalam kehidupan manusia. Di sinilah fondasi kesehatan, pertumbuhan, dan perkembangan anak diletakkan. Seperti membangun rumah, fondasi yang kuat akan menentukan kokohnya bangunan di masa depan. Begitu pula dengan anak balita, asupan gizi yang tepat akan membentuk generasi penerus yang sehat, cerdas, dan produktifMetode : Metode yang digunakan dalam program pengabdian masyarakat ini edukasi dengan metode penyuluhan. Media yang di gunakan yaitu leaflet, poster . Monitoring dan evaluasi diperoleh dari hasil observasi dan kuisioner yang diberikan kepada peserta. Kegiatan monitoring dilakukan dengan observasi langsung pada saat pelaksanaan penyuluhan kesehatan. Evaluasi dilakukan dengan menilai peningkatan pengetahuan peserta melalui evaluasi Pre-Test Post-Test. Jumlah peserta penyuluhan adalah 15 siswaHasil : Dari hasil edukasi siswa dan siswi TK menjawab dengan antusias dan semua pertanyaan di jawab dengan benar oleh siswa dan siswi. Keberhasilan penyuluhan ini merupakan langkah awal yang penting dalam meningkatkan kesadaran siswa tentang pola makan sehat. Dengan ilmu yang didapat diharapkan mereka mengetahui maksanan yang sehat untuk anak balita. Kesimpulan dan saran :Dengan ini diharapkan makanan atau bekal yang dibawa adalah yang bergizi.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MEDIA POP-UP BOOK SEBAGAI BENTUK EDUKASI KESEHATAN GIGI DAN MULUT PADA SISWA SD KARTIKA 1-10 KOTA PADANG
The Pop-Up Book Media is a three-dimensional teaching aid that can stimulate children's imagination and increase their knowledge, making it easier for them to understand the depiction of an object's shape, expand their vocabulary, and enhance their comprehension. Activity method: The location of the activity is at SD Kartika 1-10, Padang City. The activity will be conducted over a period of 2 months. Target Partners: 5th and 6th grade elementary school students. Implementing Team: Faculty of Dentistry, Andalas University. Result: Students were educated through a pop-up book on how to maintain optimal dental and oral health. The students' level of knowledge increased, as evidenced by the improvement in the post-test results that were given. The program can be continued independently by the school and parents, with the support of the provided guideline
PENGARUH PELATIHAN BASIC TRAUMA CARDIAC LIFE SUPPORT TERHADAP PERILAKU PERAWAT DALAM PENANGANAN KEGAWATDARURATAN
Isu kesehatan di indonesia yang menjadi perhatian diantaranya adalah kematian kecelakaan lalu lintas dan penanganan kritis serta kegawatdauratan. Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS) termasuk sarana untuk mendukung Progam Sustainable Development Goals (SPDGs) sebagai indikator pembangunan global saat ini. Menurut World Health Organization (WHO) tahun 2019, kematian karena jantung atau penyakit kardiovaskular merupakan penyebab kematian nomer 1 (satu), sedangkan kematian karena kecelakaan merupakan penyebab kematian nomor 3 (tiga). Pelatihan Basic Trauma Cardiac Life Support membahas masalah penanggulangan pasien kegawatdaruratan trauma maupun kardiovaskuler secara cepat dan tepat berdasarkan prioritas masalah yang bertujuan untuk mengurangi angka kematian dan kecacatan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pelatihan BTCLS terhadap perilaku perawata dalam penanganan Kegawatdaruratan. Metode Penelitian Ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain Quasi Eksperimen. Teknik pengumpulan data menggunakan Angket dalam bentuk Googleform. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif baik berupa data kualitatif dan kuantitatif dengan software SPSS versi 23.0. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengaruh pelatihan BTCLS terhadap perilaku perawat dalam penanganan Kegawatdarutan menunjukan nilai Peserta pelatihan yang memeiliki pengetahuan baik dalam memberikan pertolongan kegawatdaruratan berjumlah 34 (85%) sedangkan yang kurang baik 6 orang ( 15%)
STRATEGI MEWUJUDKAN PUSKESMAS RAMAH ANAK DALAM PENINGKATAN STATUS GIZI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BULASAT KABUPATEN KEPULAUAN MENTAWAI
Puskesmas ramah anak bertujuan membangun kesehatan ibu dan anak yang mencakup kualitas hidup anak meningkat . Hasil pemantauan status gizi di Puskesmas Bulasat tahun 2022 sebanyak 63 kasus (13,4%). Dengan adanya angka kenaikan kasus gizi kurang setiap tahunnya, tentu menjadi perhatian khusus dalam menangani kasus gizi kurang pada area kerja Puskesmas Bulasat. Tujuan penelitian ini Untuk Strategi Mewujudkan Puskesmas Ramah Anak Dalam Penurunan Status Gizi Di Wilayah Kerja Puskesmas Bulasat Kabupaten Kepulauan Mentawai Tahun 2023. Metode penelitian yaitu Kuantitatif, populasi dalam penelitian ini adalah seluruh balita 387 balita dengan gizi kurang. sampling total sampling pada kasus, maka sampel diambil dengan 1:1 yaitu 63 kasus, 63 kontrol dengan total 126 sampel. Hasil penelitian diperoleh ada hubungan dukungan keluarga (p=0,000), peran petugas (p=0,007) pola asuh (p=0,000) dan pola makan (0,000). Variabel paling berpengaruh dukungan keluarga (Exp β = 0,131). Diharapkan pihak puskesmas umtuk melakukan penyuluhan status gizi kepada warga untuk penurunan kasus gizi kuran
ANALYSIS OF DEXAMETASONE LEVELS IN HERBAL WEIGHT GAIN MEDICINE CIRCULATING IN BUKITTINGGI CITY USING UV-VIS SPECTROPHOTOMETRY
Chemical drugs are chemical substances added to traditional medicines or herbal medicines to strengthen the indications. One of the chemical drugs that is often added to herbal medicines is dexamethasone. With the presence of dexamethasone content that is intentionally added to herbal medicines, it can increase the weight of consumers who consume the herbal medicine. Dexamethasone in long-term use can cause unwanted hormonal effects, namely a series of changes called iatrogenic Cushing's Syndrome (moon face) and osteoporosis. This study aims to identify the chemical drug dexamethasone in weight-gaining herbal medicines sold in the city of Bukittinggi using purposive sampling techniques and analyzing its levels. The research method was carried out using UV-Vis spectrophotometry. The results of the study showed that there were 2 samples of herbal weight gain medicines that positively contained dexamethasone with a concentration of 1.9771% in herbal medicine 2 and 0.2092% in herbal medicine 7. In conclusion, out of 10 herbal weight gain medicines sold in Bukittinggi City, there were 2 herbal medicine samples that contained the chemical drug dexamethasone
PENGARUH PIJAT EFFLEURAGE PADA KALA I TERHADAP NYERI PADA PERSALINAN
Pijat Effleurage merupakan metode pengurang nyeri non farmakologi dalam persalinan kala I fase aktif, bila dilakukan dengan benar disetiap kontraksi dengan teknik pemijatan berupa usapan lembut, lambat dan panjang atau tidak putus-putus. Jenis penelitian ini adalah Quasi Experiment dengan desain pretest – posttest group design. Populasi yang diambil adalah ibu bersalin kala I yang berjumlah 20 orang. Sampel yang digunakan berjumlah 15 orang dengan teknik purposive. Lokasi penelitian di BPM di Padang Panjang waktu penelitian Desember 2024. Analisa data yang digunakan adalah univariat dan bivariat menggunakan uji wilcoxon. Hasil penelitian diperoleh rata-rata skor kenyamanan ibu menghadapi kala I sebelum dilakukan pijat effleurage yaitu 36,75 rata-rata skor nyeri ibu menghadapi kala I sebelum dilakukan pijat effleurage yaitu 6,4 dengan standar deviasi 0,63. rata-rata skor nyeri ibu menghadapi kala I sesudah dilakukan pijat effleurage yaitu 4,26 dengan standar deviasi 0,88. Hasil uji statistik diperoleh p-value 0,001 < 0,05 (Ho ditolak) artinya ada pengaruh pijat effleurage pada kala I terhadap nyeri menghadapi persalinan.. Simpulan: Sehingga dapat disimpulkan bahwa pijat effleurage pada kala I berpengaruh terhadap rasa nyeri ibu dalam menghadapi persalinan.
PREVALENSI DAN KARAKTERISTIK LOW BACK PAIN PADA PETANI DI DESA RASO KECAMATAN KOLANG KABUPATEN TAPANULI TENGAH
Nyerii punggung bawah didefenisikan sebagai nyeri dan ketidaknyamanan di bawah batas costae dan di atas lipatan glutealis inferirior, dengan atau tanpa nyeri yang menjalar ke kaki. Nyeri punggung bawah termasuk occuptional disease yang disebabkan oleh posisi kerja dan lingkungan kerja. Nyeri punggung bawah termasuk dalam penyakit penyebab disabilitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi dan karakteristik nyeri punggung bawah pada petani. Metode Penelitian ini bersifat deskripti yang dilakukan dengan menggunakan data primer dari kuesioner dengan sampel berjumlah 50 pada petani. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 47 dari 50 responden memenuhi kriteria inklusi diidapat nyeri punggung bawah paling besar kejadiannya pada responden yang berjenis kelamin perempuan (54,16%), dengan indeks massa tubuh normal (45,83%), dan rentang usia >40 tahun (58,33%). Dengan karakteristik nyeri punggung bawah yang tidak menjalar (58,3%), nyeri punggung bawah akut (87,5%), dan kategori tingkat keparahan nyeri no disability (54,16%). Dan Dari 47 responden yang termasuk dalam kriteria inklusi pada penelitian ini, terdapat 24 (51,06%) responden yang mengalami nyeri punggung bawah