Helvetia Repository
Not a member yet
991 research outputs found
Sort by
TINGKAT KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI UPTD PUSKESMAS KUTA BLANG KABUPATEN BIREUEN
service quality is an important factor that can shape the trust of Health center patients to create
loyalty and patient satisfaction with health services. The results of observations and brief interviews conducted
with 11 outpatients at the Pharmacy of UPTD Kuta Blang Health Center, Bireuen Regency, found 6 patients
who complained about services in daily operations, the lack of delivery of drug information and the limitations
of drugs provided at the Health Center. Objectives; this study aimed to determine the level of patient
satisfaction with pharmaceutical services at UPTD Kuta Blang Health Center, Bireuen Regency. Method; this
is a descriptive survey method. The population of this study was 4,061 people with samples taken by using
the slovin formula as many as 98 people. Analysis of the data used descriptive analysis. Result; the results of
the study on the level of patient satisfaction with pharmaceutical services at UPTD Kuta Blang Health Center
showed that the highest level of satisfaction was in the responsiveness dimension of 68.6%, physical evidence
67.1%, empathy 65.2%, assurance 62.7% and the last dimension of reliability is 62.2%. Conclusion; the
conclusion of the study shows that the average percentage of patient satisfaction with pharmaceutical services
at UPTD Kuta Blang Health Center, Bireuen Regency as a whole is 65.6% with the classification of satisfaction
being dissatisfied
ANALISIS PELAYANAN FARMASIAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN DI RSUD ROKAN HULU RIAU TAHUN 2022
The Ministry of Health of the Republic of Indonesia states that the quality of health services is everything that includes performance that shows the level of perfection of health services, not only that can cause satisfaction for patients in accordance with the average satisfaction of the population but also in accordance with established standards and codes of professional ethics. Quality is one of the
important elements in every health service. Therefore, in providing health services for the community, health service providers must always maintain the quality of services provided. The goal to be achieved in this study is to analyze the Effect of Pharmaceutical Services on Outpatient Satisfaction at Rokan Hulu Hospital.
This type of research uses a descriptive analytical survey with a cross- sectional design. The population in this study was all outpatients who took drugs at the Pharmacy Installation of Rokan Hulu Riau Hospital in 2022 with an average of 322 patients visiting smpel collection using the Accidental sampling method. While the sample was 76 people. Data analysis was carried out by univariate, bivariate and multivariate analysis.
Based on the results of the chi-square test, it is known that patient satisfaction affects Physical Evidence, Reliability, Responsiveness, Assurance and Empathy p = 0.001, meaning that there is an influence of Physical Evidence, Reliability, Responsiveness, Assurance and Empathy on patient satisfaction.
From the results of the multivariate analysis, it is known that the most influential variable inthis assessment is the Reliability variable with an OR value of 83,966.
The conclusion in this study is that the reliability variable has a more dominant value, meaning that the reliability variable most affects patient satisfaction at the Pharmacy Installation of Rokan Hulu Riau Hospital. For pharmacyinstallation workers, it is expected to always provide good services to patients and in order to add insight and competence by attending training both internal and external training
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENYAKIT AKIBAT KERJA PADA PEKERJA LAS DI PT.WAHANAKARSA SWANDARI ANDALAS KARYA MULIA TAHUN 2022
Occupational diseases are diseases caused by work, tools, materials, processes or the work environment. It is known that there are 2 workers who experience complaints of eye health problems such as red eyes, watery/sore eyes, lack of visual acuity, pain in the eyelids (photokeratitis), 3 workers experience respiratory complaints such as shortness of breath, chest pain, coughing with phlegm (respiratory tract irritation), 2 people experience irritation in the hands, such as itching, swelling, hands become red. This study aimed to determine the factors associated with occupational diseases in welding workers at PT Wahanakarsa Swandiri Andalas Karya Mulia.
This is an analytical survey research with a Cross Sectional design. The total population of welding workers at PT Wahanakarsa Swandari was 56 workers who were also used as research samples then analyzed by using univariate and bivariate analysis.
The results showed that all age variables p = 0.000, working period p = 0.000, length of work p = 0.000, knowledge p = 0.000 and personal protective equipment p = 0.001 had a relationship with occupational diseases in welding workers.
The conclusion of this study shows that the variables of worker age, length of service, length of work, knowledge, use of personal protective equipment have a relationship with occupational diseases in welding workers at PT Wahanakarsa Swandiri Andalas Karya Mulia. It is suggested to PT. Wahanakarsa Swandiri Andalas Karya Mulia to be able to provide input to employees so that they can work according to procedures and comply with signs and use personal protective equipment when working to avoid occupational disease problems
PROSEDUR PEMBERIAN INFORMASI DIAGNOSIS DI INSTALASI RAWAT INAP KELAS III RSUD DR. R.M. DJOELHAM BINJAI
Diagnosis merupakan langkah awal untuk menentukan peroses selanjutnya dalam penanganan kesehatan seorang pasien, tanpa adanya diagnosis yang benar dan akurat maka bakal memiliki dampak yang buruk bagi pasien dalam hal pemberian tindakan medis kepada pasien. Tujuan penelitian ini Untuk mengetahui bagaimana pemahaman pasien tentang pemberian Informasi Diagnosis Di Instalasi Rawat Inap Kelas III RSUD Dr. R.M. Djoelham Binjai.
Penelitian ini menggunakan yakni kualitatif dari penelitian ini adalah maka sampel sebanyak 7 orang yaitu 4 informan utama yaitu Dokter Spesialis RSUD Dr. R.M. Djoelham Binjai Medan dan Dokter DPJP Ruangan RSUD Dr. R.M. Djoelham Binjai Medan informan kunci sebanyak 1 orang Dan 2 informan pendukung.
Hasil penelitian Pemahaman Diagnosis Penyakit pada pasien rawat inap terkendala komunikasi yaitu bahasa yang mudah dimengerti. Dokter DPJP telah memberikan pemahanan penyakit pasien akan tetapi pasien merasa dokter menjelaskan terlalu cepat serta menggunakan istilah medis yang tidak dimengerti oleh pasien ada pula awalnya menolak akan tetapi setelah dijelaskan perawata dan keluarga dengan benar dan baik pasien mau menerima diagnosisnya. Dengan hasil penelitian ini diharapkan untuk manajemen rumah sakit di RSUD Dr. R.M Djoelham Kota Binjai Medan agar terus memberi masukan bagi tenaga dokter spesialis yang melakukan pelayanan kesehatan dalam memberikan informasi diagnosis bagi setiap pasien rawat inap diharapkan mengikuti standar prosedur yang berlaku. memberikan reward bagi dokter bila menjalankan SOP dengan benar, sebaliknya ada punishment bila dokter tidak lengkap mengisi lembar diagnosis
FAKTOR YANG MEMENGARUHI PERILAKU MEROKOK PADA REMAJA DI SMA NEGERI 20 MEDAN
Cigarettes are an addictive substance that has thousands of poisons that can attack all organs of the human body. BPS North Sumatra data for the city of
Medan is that 21% of the population aged 15-25 years smokes. Based on an initial survey of 11 students at SMA Negeri 20 Medan, it was found that 7 children
smoked frequently, 3 children who were still trying to smoke, and 1 child who had never tried smoking at all. The aim of the study was to find out what factors
influence smoking behavior in adolescents at SMA Negeri 20 Medan.
This research is a quantitative study using a cross-sectional approach.
The population of this study was 194 students with a sample of 131 students taken using the Stratified Random Sampling technique. Data analysis using univariate
analysis, bivariate with Chi-Square test statistics and multivariate with multiple logistic regression tests
The results showed that the p values for knowledge (p = 0.000), attitude (p = 0.000), the role of peers (p = 0.000), and family support (p = 0.000).
The conclusion of this study shows that there is an influence of knowledge, attitudes, the role of peers and family support on smoking behavior in adolescents
at SMA Negeri 20 Medan. It is suggested to SMA Negeri 20 Medan to provide input and information for the school regarding smoking behavior in adolescents,
so that they can provide guidance or direction to all students regarding smoking
behavior
HUBUNGAN ANTARA UMUR DAN BEBAN KERJA DENGAN KELELAHAN KERJA PADA TENAGA KERJA BONGKAR MUAT PT. BGR LOGISTIK INDONESIA CABANG MEDAN TAHUN 2022
Kelelahan kerja adalah perasaan lelah dan adanya penurunan efisiensi dan kekuatan fisik dalam melakukan pekerjaan. Berdasarkan data laporan International Labour Organization (ILO) tahun 2018, terhitung 1 pekerja yang meninggal karena kecelakaan kerja dan 160 pekerja mengalami sakit akibat kerja. Berdasarkan survei awal terhadap 20 tenaga kerja bongkar muat diantaranya 15 orang mengatakan merasa lelah dan adanya keluhan yang diderita seperti merasa nyeri pada otot punggung dan di leher karena faktor umur dan beban kerja angkat-angkut melebihi standart ergonomis yang dilalukan secara terus-menerus tanpa alat bantu. Adapun tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan antara umur dan beban kerja dengan kelelahan kerja pada pekerja tenaga kerja bongkar muat di PT. BGR Logistik Indonesia Cabang Medan tahun 2022.
Penelitian ini adalah survey analitik dengan desain penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian adalah seluruh tenaga kerja bongkar muat sejumlah 103 orang. Berdasarkan rumus slovin diperoleh jumlah sampel 82 orang yang diambil dengan teknik simple random sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi-square.
Hasil uji chi-square menunjukkan nilai p untuk variabel umur dengan kelelahan kerja diketahui nilai (p=0,000) dan beban kerja dengan kelelahan kerja diketahui nilai (p=0,019¬).
Kesimpulan penelitian ini adalah ada hubungan umur dan beban kerja dengan kelelahan kerja pada tenaga kerja bongkar muat di PT BGR Logistik Indonesia Cabang Medan. Disarankan kepada pihak perusahaan lebih memperhatikan sikap kerja yang ergonomis saat melakukan aktivitas kerja utamanya pada pekerja yang mengangkat, menarik dan memindahkan barang karena memiliki beban kerja yang lebih berat
FAKTOR YANG MEMENGARUHI PERILAKU PENCEGAHAN PENYAKIT HIPERTENSI PADA LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS DARUSSALAM KOTAMEDAN 2022
Hipertensi merupakan suatu keadaan meningkatnya tekanan darah sistolik lebih dari sama dengan 140 mmHg dan diastolik lebih dari sama dengan 90 mmHg setelah dua kali pengukuran terpisah. World Health Organization (WHO) menyebutkan sekitar 1,3 Miliar orang di dunia menderita hipertensi. Masalah penyakit hipertensi ini merupakan masalah utama terkhusus pada lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Darussalam Kota Medan karena faktor perilaku yang kurang positif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang memengaruhi perilaku pencegahan penyakit hipertensi pada lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Darussalam Kota Medan.
Jenis penelitian yang digunakan adalah survei analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh lansia di Puskesmas Darussalam Kota Medan pada Tahun 2022 sebanyak 3.767 responden. Pengambilan sampel dilakukan secara cluster random sampling sebanyak 97 responden. Analisis data menggunakan analisis univariat, bivariat dan multivariat.
Hasil penelitian yang dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Darussalam Kota Medan diketahui variabel pengetahuan p-value 0,012 < 0,05 dengan nilai Exp (B) 0,301, sikap p-value 0,007 < 0,05 dengan nilai Exp (B) 3,615, dukungan keluarga p-value 0,019 < 0,05 dengan nilai Exp (B) 2,088, dukungan tenaga kesehatan p-value 0,025 < 0,05 dengan nilai Exp (B) 1,915.
Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada pengaruh pengetahuan, sikap, dukungan keluarga dan dukungan tenaga kesehatan dengan perilaku pencegahan hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Darussalam Kota Medan tahun 2022. Disarankan setiap lansia dan keluarga yang melakukan kujungan ke Puskesmas Darusalam agar mendapatkan konseling dan penyuluhan dari pihak Puskesmas tentang pencegahan hipertensi sehingga memiliki pengetahuan baik, sikap positif, serta mendapatkan dukungan dari keluarga
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESIAPAN PENERAPAN SISTEM PENGEMBANGAN MANAJEMEN KINERJA KLINIS (SPMKK) DIRUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT HAJI MEDAN
Rumah Sakit merupakan sarana upaya kesehatan yang menyelenggarakan kegiatan pelayanan kesehatan dan merupakan institusi penyedia jasa. Pelayanan yang kompleks perlu dikelola secara profesional oleh sumber daya manusianya. Pelayanan kesehatan di Indonesia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kesiapan kinerja klinis perawat terhadap kesiapan penerapan Sistem Pengembangan Manajemen Kinerja Klinis (SPMKK) di ruang rawat inap Rumah Sakit Haji Medan
Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei analitik deskriptif dengan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini seluruh perawat di ruang rawat inap di Rumah Sakit Umum Haji Medan Sumatera Utara sebanyak 91 orang dan sampel berjumlah 74 orang. Analisa data dilakukan dengan analisis univariat, bivariat dengan uji chi square dan multivariat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel pengetahuan, motivasi, monitoring.dan sikap < 0,05. Berdasarkan hasil uji chi-square dengan faktor yang mempengaruhi adalah pengetahuan, motivasi, monitoring.dan sikap dan analisis multivariat diperoleh bahwa variabel monitoring paling berpengaruh terhadap kesiapan penerapan Sistem Pengembangan Manajemen Kinerja Klinis (SPMKK) Di RS Haji Medan 2022.
Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada pengaruh pengetahuan, motivasi, monitoring dan sikap terhadap kesiapan Penerapan Sistem Pengembangan Manajemen Kinerja Klinis (SPMKK) dan variabel yang memiliki peluang lebih tinggi diurutkan yaitu: faktor Monitoring, Motivasi, Pengetahuan dan Sikap
DETERMINAN PARTISIPASI LANSIA TERHADAP PEMANFAATAN POSYANDU LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KUALA BANGKA KECAMATAN KUALUH HILIR KABUPATEN LABUHANBATU UTARA
Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Lanjut Usia adalah suatu wadah pelayanan kepada lanjut usia di masyarakat, yang proses pembentukan dan pelaksanaannya dilakukan oleh masyarakat bersama lembaga swadaya masyarakat (LSM), lintas sektor pemerintah dan non-pemerintah, swasta, organisasi sosial dan lain-lain, dengan menitikberatkan pelayanan kesehatan pada upaya promotif dan preventif. Tujuan penelitian untuk mengetahui determinan tingkat partisipasi lansia terhadap pemanfaatan posyandu lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Kuala Bangka Kecamatan Kualuh Hilir Kabupaten Labuhanbatu Utara.
Desain penelitian menggunakan metode kuantitatif yang dilakukan survei analitik dengan pendekatan Cross Sectional Study. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia yang ada di Wilayah Kerja Puskesmas Kuala Bangka sebanyak 146 orang. Sampel menggunakan tehnik Stratified Random Sampling sebanyak 59 lansia. Analisis data menggunakan analisis univariat, bivariat dan multivariat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh usia p = 0,010 pengetahuan p = 0,000, sikap p = 0,003, jarak p = 0,003, dukungan keluarga p =
0,007 dan dukungan tenaga kesehatan p = 0,005 terhadap pemanfaatan posyandu lansia. Sedangkan faktor yang paling dominan yaitu pengetahuan p = 0,004 <
0,05 dan 95% CI = 2,-743-526,944 dengan nilai OR= 38.015.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada pengaruh pengetahuan, sikap, jarak, dukungan keluarga dan dukungan tenaga kesehatan terhadap pemanfaatan posyandu lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Kuala Bangka Kecamatan Kualuh Hilir Kabupaten Labuhanbatu Utara. Disarankan kepada pihak Puskesmas Kuala Bangka untuk lebih meningkatkan peran serta dałam memberikan pelatihan kepada tenaga kesehatan dan mampu mempromosikan tentang pemanfaatan posbindu lansia dan sebaiknya petugas kesehatan Door To Door dałam memberikan penyuluhan dari pemanfaatan posbindu lansia
Kualitas Air Sumur Gali Berdasarkan Parameter Fisik dan Biologi di Desa Teupin Bayu, Aceh Utara
Abstract: Kebutuhan air pada masyarakat di desa
Teupin Bayu Aceh Utara, sehari-hari bersumber dari
sumur gali. Dan air yang diperoleh tersebut
digunakan untuk berbagai aktifitas seperti untuk
masak dan minum, mencuci pakaian, mandi dan
sebaginya. Syarat baku mutu air berdasarkan
Permenkes RI no.32 tahun 2017 pada parameter Fisik
dan parameter Biologi telah dipersyaratkan. Pada
penelitian ini, metode eksperimental dilakukan
dengan mengambil sampel air sumur gali sebanyak 19
titik pengambilan di wilayah timur, selatan, barat dan
utara dari desa Teupin Bayu. Parameter uji yang
dilakukan pada : warna, rasa, bau dan total coliform.
Hasil penelitian, diperoleh bahwa terdapat 3 sampel
air sumur gali yang tidak memenuhi parameter fisik
warna (> 50 TCU). Pada uji rasa, 11 sampel tidak
sesuai dengan standard yaitu ada rasa pada sampel
air. Dan untuk uji fisik bau, terdapat 3 sampel yang
memiliki bau. Parameter biologi yang telah diuji, dari
19 sampel seluruhnya memiliki total coliform lebih
kecil dari 50 CFU/100ml dan memenuhi standar mutu
yang dipersyaratkan