Helvetia Repository
Not a member yet
991 research outputs found
Sort by
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN VAKSINASI COVID-19 DI DESA PERLUASAN KECAMATAN MANDUAMAS KABUPATEN TAPANULI TENGAH TAHUN 2022
Corona Virus Disease (Covid-19) adalah bagian dari keluarga besar virus yang dapat menyebabkan infeksi pada bagian saluran pernapasan bagian atas dengan tingkat ringan dan sedang. Adanya penyebaran virus yang sangat pesat dan masih banyaknya masyarakat yang meremehkan virus ini maka Pemerintah Indonesia sangat menekankan kepada masyarakat untuk melakukan vaksinasi. Tujuan vaksinasi adalah pemberian vaksin dengan tujuan untuk meningkatkan kekebalan tubuh terhadap penyakit. Berdasarkan data WHO, hingga pada tahun 2021 total kasus konfirmasi Covid-19 di dunia adalah 258.164.425 kasus dengan 5.166.192 kematian di 204 Negara terjangkit dan 151 Negara Transmisi Komunitas. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan vaksinasi covid-19 di Desa Perluasan Kecamatan Manduamas Kabupaten Tapanuli Tengah.
Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif menggunakan desain cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh masyarakat di Desa Perluasan yaitu sebanyak 1.255 orang. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 93 responden menggunakan teknik cluster sampling Analisis yang digunakan yaitu univariat dan bivariat menggunakan chi square.
Hasil penelitian menunjukkan semua variabel pengetahuan p=0,042, sikap p=0,043, dan dukungan tenaga kesehatan p=0,015 berhubungan dengan vaksinasi Covid-19.
Kesimpulan penelitian ini adalah semua variabel pengetahuan, sikap dan dukungan tenaga kesehatan berhubungan dengan vaksinasi covid-19 di Desa Perluasan Kecamatan Manduamas Kabupaten Tapanuli Tengah. Disarankan kepada masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan dimanapun berada dan masyarakat juga diharapkan agar saling memberikan dukungan bagi lingkungan sekitar kita
Formulasi Sediaan Sari Bengkoang (Pachyrizus Erosus L.) Dengan Mengunakan Minyak Biji Kemiri (Aleurites Moluccana L) Sebagai Hand and Body Lotion
Kecantikan suatu hal yang didambakan
setiap perempuan pada saat itu diperuntukan bagi
para perempuan dan anak anak. Semenjak usia dini
perempuan diajarkan untuk menganggap penampilan
fisiknya sebagai salah satu faktor penting dalam
menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri.
Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui formulasi
yang baik sari bengkoang (Pachyrhizus erosus L.)
sebagai hand and body lotion dengan menggunakan
minyak biji kemiri (Aleurities Moluccana L.) sebagai
pengganti paraffin. Metode penelitian yang
digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian
eksperimental. Hasil penelitian berdasarkan
pengujian sediaan sari bengkoang diperoleh uji
homogenitas, uji pH dan uji daya sebar diperoleh
sediaan sari bengkoang memenuhi persyaratan. Uji
iritasi untuk semua pelakuan selama hari 7 hari tidak
menunjukan adanya iritasi, uji organoleptis yang
diamati yaitu bentuk warna dan bau diperoleh
sediaan yang stabil terdapat perbedaan warna pada
formula disebabkan perbedaan penambahan
konsentrasi sari bengkoang. Pada uji kelembaban
dari nilai kelembaban masing-masing konsentrasi
15%, 20% , 25% dan blanko sangat berpengaruh
terhadap efek melembabkan pada kulit. Semakin
tinggi konsentrasi zat khasiat maka semakin tinggi
juga nilai kelembaban pada kulit
HUBUNGAN PERAN KELUARGA DAN TENAGA KESEHATAN DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN TB PARU DI PUSKESMAS PADANG BULAN KECAMATAN MEDAN BARU KOTA MEDAN PROVINSI SUMATERA UTARA TAHUN 2021
Tuberculosis is a respiratory disease caused by mycobacterium, which multiplies in parts of the body where there is plenty of blood and oxygen flow. This bacterial infection usually spreads through the blood vessels and lymph nodes. This germ most often attacks the lungs with the source of transmission being positive pulmonary TB patients with Acid Resistant Basil (BTA).
The research design used was an analytic survey to determine the relationship between the role of the family and health workers with adherence to taking medication in pulmonary TB patients at the Padang Bulan Health Center, Medan Baru District, Medan City, North Sumatra Province in 2021 with a cross sectional approach. The sample for this study was the entire population of NTB-MDR sufferers who were recorded at the Padang Bulan Health Center in January-December 2021 as many as 43 people using the total population and the chi square test analysis.
The results showed that the variable characteristics of the role of the family with medication adherence in pulmonary TB patients at a significant level of 0.031; Likewise, the role of health workers has a significant relationship with medication adherence in pulmonary TB patients at a significant level of 0.021. The results of this study concluded that there was a relationship between the role of the family and health workers with pulmonary TB patients at the Padang Bulan Health Center, Medan Baru District, Medan City, Sumatra Province, with an error rate of 0.05.
It is suggested to the relevant government agencies in Medan City, especially the Padang Bulan Health Center, to intensively conduct outreach to the public, especially regarding the role of health workers with medication adherence in pulmonary TB patients
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) PADA PERAWAT DI RSU. TERE MARGARETH TAHUN 2022
Kepatuhan perawat dalam menggunakan APD merupakan perilaku sebagai seorang yang profesional terhadap suatu anjuran yang harus dilakukan dan ditaati sesuai prosedur. Menurut International Labour Organization (ILO) pada tahun 2018 menunjukkan bahwa terjadinya kecelakaan kerja di rumah sakit 41% lebih besar dari pekerja industri lainnya. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi kepada 10 orang perawat di RSU. Tere Margareth, 7 orang perawat diantaranya tidak patuh dalam menggunakan APD sedangkan 3 perawat lainnya disiplin menggunakan APD. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi kepatuhan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) pada perawat di RSU. Tere Margareth.
Penelitian menggunakan metode survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh perawat sebanyak 50 orang dengan sampel sebanyak 50 orang yang diambil menggunakan teknik total sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat, bivariat dan multivariat dengan statistik uji regresi logistic.
Hasil penelitian menunjukkan nilai p untuk variabel pengetahuan = 0,361, sikap = 0,018, ketersediaan APD = 0,016 dan pengawasan = 0,002, yang artinya sikap, ketersediaan APD dan pengawasan memiliki pengaruh terhadap kepatuhan penggunaan APD, sedangkan pengetahuan tidak memiliki pengaruh terhadap kepatuhan penggunaan APD.
Kesimpulan penelitian ini adalah ada pengaruh sikap, ketersediaan APD dan pengawasan terhadap kepatuhan penggunaan APD, sedangkan pengetahuan tidak memiliki pengaruh terhadap kepatuhan penggunaan APD. Diharapkan perlu adanya sosialisasi di rumah sakit tentang pentingnya penggunaan APD pada perawat demi terjaganya kualitas pelayanan perawatan yang diharapkan
ANALISIS PERILAKU ORGANISASI RUMAH SAKIT DALAM PENERAPAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN (SIM RS) DI RS CUT MEUTIA LANGSA
SIMRS adalah salah satu sistem teknologi informasi komunikasi yang memproses dan mengintegrasikan seluruh alur proses pelayanan Rumah Sakit dalam bentuk jaringan koordinasi, pelaporan dan prosedur administrasi untuk memperoleh informasi secara tepat dan akurat, juga merupakan bagian dari Sistem Informasi Kesehatan. hal tersebut peneliti ingin melakukan penelitian tentang SIMRS. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis gambaran perilaku organisasi rumah sakit dalam penerapan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) di RS Cut Meutia Langsa Tahun 2022.
Jenis penelitian ini menggunakan penelitian Deskriptif Kualitatif dengan metode penelitian bertujuan untuk membuat gambaran atau deskripsi tentang suatu keadan secara objektif dan menggunakan metode wawancara semi terstruktur yang sudah termasuk dalam kategori In Depth Interview. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Infrastruktur, SDM dan Prosedur belum mencukup atau belum maksimal dalam melaksanakan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIM RS) DI RS Cut Meutia Langsa’.
Kesimpulan dalam penelitian ini adalah Infrastruktur sedang membangun untuk keseluruh bagian sampai dengan bagian apotek, SDM masih kekurangan SDM, Pelatihan rutin untuk meningkatkan kompetensi SIMRS tidak tentu tergantung persetujuan dari pimpinan, Prosedur saat ini sedang dibuat dari pihak RS, dan sekarang SDM mengerjakan sesuai apa yang dibutuhkan tidak mengikuti SOP. Saran kepada rumah sakit cut meutia langsa yaitu harus mengalokasikan dana supaya infrastruktur dan SDM terpenuhi secara cepat. Dan untuk Prosedur sebelum melakukan pengkerjaan SOP harus dibuat terlebih dahulu supaya kerjaan yang dilakukan terarah
PENGARUH PERILAKU PETUGAS PERAWAT, DOKTER DAN GIZI DALAM MENERAPKAN EDUKASI PASIEN RAWAT INAP DI RSUD KOTA SUBULUSSALAM TAHUN 2022
Edukasi kesehatan merupakan suatu kegiatan pendidikan yang dilakukan
untuk bertujuan mengubah perilaku seseorang dari tidak sehat menjadi perilaku
sehat. Berdasarkan survei awal yang dilakukan melalui wawancara dan observasi
(pengamatan) di unit rawat inap kepada 10 petugas kesehatan, didapatkan 7
perawat tidak memberikan edukasi secara lengkap, 2 dokter sudah memberikan
edukasi namun sikap kepada pasien cenderung kurang memberikan perhatian dan
1 petugas ahli gizi sama sekali tidak memberikan edukasi kepada pasien. Tujuan
penelitian ini untuk mengetahui pengaruh perilaku petugas perawat, dokter dan
gizi dalam menerapkan edukasi pasien rawat inap di RSUD Kota Subulussalam.
Jenis penelitian ini yaitu kuantitatif dengan menggunakan metode survei
analitik dengan pendekatan Cross sectional. Populasi pada penelitian ini seluruh
perawat berjumlah 108 orang, dokter berjumlah 34 orang, gizi berjumlah 1 orang
dan sampel yang diambil menggunakan tehnik accidenta; sampling sebanyak 60
orang. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan statistik
uji chi-square.
Hasil analisis uji chi-square menunjukkan bahwa nilai p variabel
pengetahuan diperoleh p-value = 0,000, sikap p-value = 0,000 dan tindakan p-
value = 0,000 terhadap menerapkan edukasi pasien rawat inap di RSUD Kota
Subulussalam.
Kesimpulan penelitian ini adalah ada pengaruh pengetahuan, sikap dan
tindakan terhadap menerapkan edukasi pasien rawat inap di RSUD Kota
Subulussalam. Bagi RSUD Kota Subulussalam disarankan melakukan
perencanaan, pengkajian kebutuhan edukasi pasien, dan evaluasi edukasi yang
telah diberikan. Pelaksanaan pemberian edukasi pasien dan keluarga
membutuhkan upaya terencana guna memberikan wawasan kepada petugas
kesehatan dalam mempersiapkan alat dan sumber daya yang sesuai untuk
memenuhi kebutuhan aktual pasien
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERSALINAN SECTIO CAESARIA DI RUMAH SAKIT COLOMBIA ASIA MEDAN TAHUN 2020
Childbirth is the process of expelling the products of conception (fetus and placenta) that are full-term. Sectio Caesarea (SC) is a delivery in which the fetus is born through an incision in the front wall of the abdomen and uterine wall provided that the uterus is intact and the fetus weighs above 4000 grams. The purpose of this study is to find out and analyze Sectio Caesarea (SC) deliveries at Columbia Asia Hospital in Medan in 2020.
This study used a quantitative method with a cross-sectional design, with a sample of 40 respondents. This study uses a questionnaire. The research time is March-October 2021 as a follow-up to the end of the research. The analysis of this study uses Univariate, Bivariate and Multivariate. The statistical test used is the chi square test and longistic regression
The results of research on the influence of Age (P-value 0.000), Parity (P-value 0.000), Knowledge (P-value 0.003), Trust (P-value 0.000), Indications of Childbirth (P-value 0.001), Anxiety (P-value 0.002), Husband's perception (P-value 0.001) and based on logistic regression test age, parity, beliefs, indications for labor, anxiety, husband's perceptions are variables that influence caesarean section delivery.
The conclusion in this study shows that there is a significant effect between age, anxiety and work on cesarean section delivery. Suggestions for this are expected for midwives on duty at Columbia Asia Hospital in Medan City to provide health education about family planning to mothers after giving birth so that pregnancy does not occur before 2 year
ANALISIS PERILAKU YANG MEMENGARUHI PEMERIKSAAN ANC DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MAMAS KECAMATAN DARUL HASANAH KABUPATEN ACEH TENGGARA PROVINSI ACEH TAHUN 2022
Antenatal care is the care of the mother and fetus during pregnancy.
Currently, the proportion of maternal deaths is approximately 305 deaths per 100
thousand live births, where the largest deaths occur in hospitals, around 77% of
mothers cannot be saved, one of which is because the mothers who are referred to
the hospital have severe complications. This occurs because identification and
examination during pregnancy are not maximized. This study aimed to analyze
behavior that influences ANC examinations in pregnant women at Working Area
of Mamas Health Center, Southeast Aceh Regency, Aceh Province.
This is analytical descriptive quantitative research. The population in this
study were all third trimester pregnant women with late gestational age in the
working area of the Mamas Health Center, Darul Hasanah District, Southeast
Aceh Regency, Aceh Province in 2022 totaling 211 people .There were 68 samples
in this study which were taken by Nonprobability Sampling using the slovin
formula. Quantitative data analysis used univariate, bivariate and multivariate
analysis.
The results of the chi-square test obtained for age p= 0.000, education
p=0.000, parity p=0.000, distance p=0.000, occupation p=0.000, knowledge
p=0.000, husband support p=0.000 and attitude p=0.000 which indicated that
there were influencing factors.
The conclusion shows that there is a relationship between age, education,
parity, distance, occupation, knowledge, attitude and husband's support with ANC
examinations at Mamas Health Center in 2022, and the husband's support factor
is the most Dominantly affect ANC examinations in pregnant women with an
Exp(B) value of 4.691. It is expected that health workers at the Health Center to
be more routine and intense in conveying health education to the community,
especially to pregnant women and their husbands, about the importance of having
ANC examination at least 6 times during pregnancy
HUBUNGAN HIGIENE PERORANGAN DAN SANITASI LINGKUNGAN DENGAN KELUHAN KESEHATAN KULIT SANTRI PUTRI DI PONDOK PESANTREN SERAMBI DARUSSALAM KECAMATAN DABUN GELANG KABUPATEN GAYO LUES TAHUN 2021
Penyakit kulit merupakan suatu penyakit yang menyerang pada permukaan tubuh, dan disebabkan oleh berbagai macam penyebab seperti mikroorganisme (kuman, virus dan jamur). Berdasarkan survei awal yang dilakukan peneliti dengan mewawancari 10 orang santri terdapat 7 santri yang mengalami keluhan kesehatan kulit baik ditangan, kaki hingga tubuh santri. Hasil observasi hygiene perorangan, untuk perawatan kulit para santri tidak memperhatikan hal tersebut dikarenakan mereka menggunakan jilbab, untuk perawatan tangan dan kaki mereka tidak menggunakan apa-apa. Kondisi lingkungan seperti air yang digunakan tidak bersih, berwarna dan keadaan kamar/tempat inapan para santri yang lembab. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan Higiene perorangan dan sanitasi lingkungan dengan keluhan kesehatan kulit santri putri di Pondok Pesantren Serambi Darussalam Kecamatan Dabun Gelang Kabupaten Gayo Lues.
Penelitian ini survei analitik dengan desain cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh santri putri yang terdiri dari SMP sampai SMA sebanyak 199. Sampel dalam penelitian sebanyak 133 orang menggunakan accidental sampling, analisis yang digunakan univariat dan bivariat.
Hasil penelitain menunjukakan variabel hygiene perorangan p = 0,000, dan sanitasi lingkungan p = 0,000 berhubungan dengan keluhan kesehatan kulit santri putri.
Kesimpulan penelitian ini adalah variable hygiene perorangan p = 0,000, dan sanitasi lingkungan berhubungan dengan keluhan kesehatan kulit santri putri di Pondok Pesantren Serambi Darussalam Kecamatan Dabun Gelang Kabupaten Gayo Lues. Disarankan kepada pihak Pondok Pesantren dalam mengambil kebijakan dalam memperhatikan kebersihan dari santriwati dan lingkungan pondok pendtaren agar tetap selalu di jaga kebersihannya sehingga dapat mencegah dari berbagai masalah kesehatan salah satunya kesehatan kulit pada santriwati
FORMULASI PENAMBAHAN BIJI NANGKA (Artocarpus Heterophyllus)DAN PISANG AMBON(Musa Paradisiaca Var Sapientum Linn)PADA PEMBUATAN DODOL TEPUNG KETAN TERHADAP DAYA TERIMA DAN MUTU KIMIA SEBAGAI SALAH SATU MAKANAN SELINGAN
Dodol termasuk pangan semi basah yang memiliki tekstur kenyal,
berwarna coklat, dibuat dari campuran tepung ketan, gula dan santan, memiliki
cita rasa yang manis sehingga dapat langsung dimakan. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui formulasi penambahan biji nangka dan pisang ambon pada
pembuatan dodol tepung ketan terhadap daya terima dan mutu kimia sebagai salah
satu makanan selingan.
Jenis penelitian adalah eksperimen dengan menggunakan rancangan acak
lengkap (RAL) pendekatan formulasi dari bahan dasar dodol dengan penambahan
biji nangka dan pisang ambon yaitu empat kali perlakuan dan dua kali
pengulangan sehingga diperoleh delapan unit percobaan.
Hasil penelitian menunjukkan uji hedonik dodol formulasi terbaik adalah
F2 dengan penambahan (90% puree biji nangka dan 10% pisang ambon) dengan
kategori agak suka. Sedangkan uji mutu hedonik menunjukkan formulasi F2
merupakan formulasi terbaik dengan rata- rata 3,76 dengan klasifikasi warna
coklat, agak beraroma biji nangka, rasa agak manis, dan tekstur agak kenyal.
Kesimpulan formula dodol dengan penambahan biji nangka dan pisang
ambon dengan hasil uji hedonik dan mutu hedonik, yang terpilih sebagai formula
terbaik adalah F2 dengan nilai rata-rata 3,82. Dengan kategori agak suka, warna
coklat, agak beraroma biji nangka, rasa agak manis dan tekstur agak kenyal serta
kandungan kadar zat besi 9,42 Mg/gr, kandungan serat 3,46 % dan kandungan air
13,625%. Disarankan peneliti selanjutnya mengganti puree biji nangka dan puree
pisang ambon menjadi tepung biji nangka dan tepung pisang ambon dan
memperhatikan waktu dalam mengolah dodol