Helvetia Repository
Not a member yet
    991 research outputs found

    PENGARUH PROMOSI KESEHATAN MENGGUNAKAN MEDIA LEAFLET TERHADAP PENGETAHUAN TENTANG CTPS DALAM PENCEGAHAN COVID 19 PADA SISWA DI SD KARYA BAKTI HELVETIA TAHUN 2022

    Full text link
    Perilaku hidu bersih dan sehat salah satunya CTPS penting dilakukan karena dapat mencegah datangnya penyakit, salah satunya penyakit Corona Virus Disease (COVID-19). WHO melaporkan COVID-19 sebanyak 124.266.952 kasus konfirmasi dengan 2.734.701 kematian di seluruh dunia (Case Fatality Rate (CFR) 2,2%). Berdasarkan survei awal terhadap 10 orang siswa kelas 4-6 SD, menunjukkan 7 orang siswa tidak rutin melakukan CTPS serta tidak mengetahui CTPS dapat mencegah penyakit COVID-19, sedangkan 3 orang siswa lainnya mengetahui CTPS dan dapat mencegah COVID-19. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh promosi kesehatan menggunakan media leaflet terhadap pengetahuan tentang CTPS dalam pencegahan COVID 19 pada siswa di SD Karya Bakti Helvetia. Penelitian menggunakan design quasy eksperimen dengan metode pretest dan postest one group. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas 4-6 sebanyak 143 siswa dengan jumlah sampel sebanyak 59 siswa yang diambil menggunakan teknik stratified sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji statistik paired sample t-test. Hasil analisis menunjukkan bahwa mean untuk kelompok pre-test adalah sebesar 7,75, sementara untuk kelompok post-test adalah sebesar 9,88 dan nilai probabilitas pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan media leaflet yaitu sig-p = 0,000. Kesimpulan penelitian ini adalah ada pengaruh promosi kesehatan menggunakan media leaflet terhadap pengetahuan tentang CTPS dalam pencegahan COVID 19 pada siswa. Diharapkan pihak pihak sekolah melakukan penyuluhan kepada siswa tentang CTPS dalam mencegah COVID-19 menggunakan media promosi kesehatan leaflet, sehingga dapat menarik perhatian siswa serta dapat melakukan kebiasaan CTPS dengan benar dalam mencegah datangnya penyakit. Selanjutnya diharapkan bagi siswa dapat meningkatkan pemahaman tentang pentingnya CTPS terhadap pencegahan COVID-19

    Antibacterial Activity Test of Leaf Ethl Acetate Extract Distance of Fence (Jatropha curcas L.) Against Bacteria Propionibacterium Acnes and Staphylococcus Aureus

    Full text link
    Skin diseases are very easy to found in countries with a tropical climate. The climate that facilitate the development of bacteria, parasites, and fungi. Acne is a skin disease that occurs due to inflammation of the follicles polisebasea characterized by the presence of comedones, papules, pustules and nodules. Propionibacterium acnes and Staphylococcus aureus is a bacterium that play a role in the pathogenesis of acne that will cause inflammation. The study was to determine the concentration of ethyl acetate extract of leaves of jatropha effectively inhibits the growth of bacteria Propionibacterium acnes and Staphylococcus aureus. This study was experimental research that includes plant identification, manufacture of crude dru, ethyl acetate extract of jatropha, examination of the phytochemical screening, and test the antibacterial activity of extracts of jatropha leaves by the method of pitting using MHA media, the manufacture of the extract with maceration using solvent ethyl acetate. The results of phytochemical screening of Jatropha showed the presence of flavonoid compounds, alkaloids, saponins and tannins. The results of the antibacterial activity test showed that each concentration had an inhibitory response that was categorized as moderate to strong on Propionibacterium acnes bacteria with clear zone diameters of 10% (7.50mm), 20% (9.18mm), 30% (12.10mm), and 40% (15.16mm) in Staphylococcus aureus bacteria with a clear zone diameter of 10% (8.13mm), 20% (10.21mm), 30% (12.13mm), and 40% (15.53mm). The conclusion showed that the ethyl acetate extract of Jatropha leaves (Jatropha curcas L.) has antibacterial activity against Propionibacterium acnes and Staphylococcus aureus

    FAKTOR YANG MEMENGARUHI PENERAPAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) PADA PERAWAT DI INSTALASI GAWAT DARURAT (IGD) RSUD KABUPATEN ACEH TAMIANG TAHUN 2022

    Full text link
    Menurut laporan Bureau Labor Statistics tahun 2020 angka kecelakaan di rumah sakit sebesar 41% lebih besar dari pekerja di industri lain. Berdasarkan wawancara kepada 10 perawat, 6 perawat IGD RSUD Kabupaten Aceh Tamiang tidak menerapkan K3 dikarenakan masa kerja yang masih singkat, kurangnya wawasan terhadap peraturan yang dibuat, sikap negatif seperti sadar tetapi tidak memahami aturan, serta kelengkapan fasilitas penunjang penerapan K3, sedangkan 4 perawat lainnya menerapkan K3. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor yang memengaruhi penerapan K3 pada perawat di IGD RSUD Kabupaten Aceh Tamiang. Penelitian menggunakan metode survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini seluruh perawat IGD sebanyak 44 orang dengan sampel sebanyak 44 orang yang diambil menggunakan teknik total sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat, bivariat dengan statistik uji chi-square dan multivariat dengan statistik uji regresi logistic. Hasil uji regresi logistic menunjukkan nilai statistik untuk masing-masing variabel antara lain masa kerja dengan nilai p (0,348), pengetahuan dengan nilai p (0,012) dan Exp (B) = 32, 726, sikap dengan nilai p (0,010) dan Exp (B) = 72,690 dan fasilitas dengan nilai p (0,026) dan Exp (B)= 23,720. Kesimpulan penelitian ini ada pengaruh pengetahuan, sikap dan fasilitas terhadap penerapan K3, sedangkan masa kerja tidak memiliki pengaruh terhadap penerapan K3. Diharapkan pihak rumah sakit memilih perawat dengan masa kerja yang lama sesuai dengan bagian yang dikuasai, mengadakan pelatihan, pengawasan, melengkapi fasilitas pendukung K3 dan evaluasi rutin agar perawat menjadi lebih baik serta kearah yang lebih positif dalam menerapkan K3 di IGD rumah sakit

    Formulasi dan Stabilitas Body Scrub dari Ekstrak Etanol Kulit Manggis (Garcinia mangostana L.) sebagai Pelembab Kulit

    Full text link
    Abstract: Kulit buah manggis memiliki senyawa xanthone yang berkhasiat sebagai antioksidan dan berfungsi sebagai antibakteri, antikanker, antijamur, antimikroba, dan antiradang. Tujuan penelitian untuk mengetahui pembuatan ekstrak kulit manggis (Garcinia mangostana L.) menjadi sediaan body scrub sebagai pelembab kulit dan menentukan stabilitas mutu fisik sediaan body scrub. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental yang meliputi tahap pengumpulan sampel, pembuatan sediaan bodyscrub ekstrak kulit buah manggis dengan konsentrasi 3%, 5% dan 7%. Mutu sediaan (uji organoleptis, uji pH, uji iritasi, uji daya sebar, uji viskositas, uji stabilitas, uji hedonik), efektivitas sediaan (kelembaban) pada sukarelawan. Sediaan berwarna putih kecoklatan hingga coklat, berbau kopi dan berbentuk semi padat. Rentang sediaan pH 6,57,2, Sediaan memenuhi syarat daya sebar, viskositas dalam rentang 6,954-9,732 cPs, tidak menimbulkan iritasi kulit, dan sediaan stabil selama penyimpanan 6 siklus (cycling test). Kulit manggis (Garcinia Mangostana L.) dapat diformulasikan dalam bentuk sediaan body scrub yang stabil untuk melembabkan kulit

    ANALISIS PENGARUH STRATEGI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DENGAN REKAYASA LINGKUNGAN TERHADAP PENCEGAHAN PENYAKIT DIARE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LUBUK PAKAM

    Full text link
    Berbagai jenis penyakit, diare masih dominan di Kota Medan. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Utara 2017, didapatkan kasus diare lebih tinggi dengan 10.225 kasus dibandingkan dengan penyakit lainnya.5 Dari sekitar 2.229.408 total penduduk Kota Medan, diperkirakan bahwa 26.025 diantaranya telah menderita diare, hal perkiraan ini dihitung dengan berdasarkan angka morbiditas (kesakitan) diare nasional tahun 2016, yaitu 270/1000 jumlah penduduk. Angka perkiraan jumlah kasus dapat dijadikan sebagai target cakupan layanan kasus diare. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh strategi pemberdayaan masyarakat dalam rekayasa lingkungan terhadap pencegahan penyakit diare di wilayah puskesmas Lubuk Pakam tahun 2023. Desain penelitian yang digunakan adalah survei analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah 2235 orang pengambilan sampel populasi ini dilakukan dengan non probability sampling atau purposive sampling.Jumlah sampel yang akan diteliti adalah 100 orang. Analisa data dilakukan dengan analisis univariat, bivariat dan multivariat. Hasil penelitian variabel Advokasi diperoleh nilai p-value = 0,000, Kerja Tim = 0,001, Komunikasi = 0,002,dan Pendampingan = 0,000 < 0,05 artinya ada pengaruh antara Advokasi, kerja tim, komunikasi dan pendampingan terhadap pencegahan diare.. Hasil analisis multivariat didapatkan variabel yang paling berpengaruh dalam penelitian ini adalah variabel pendampingan dengan nilai OR 35.174. Ada pengaruh antara Advokasi, kerja tim, komunikasi dan pendampingan terhadap pencegahan diare, dari hasil analisis multivariat menunjukkan hasil bahwa faktor yang paling dominan adalah variabel pendampingan . Diharapkan kepada Puskesmas Lubuk Pakam agar lebih meningkatkan pemberdayaan masyarakat di setiap desa-desa dalam upaya rekayasa lingkungan untuk pencegahan diare dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat terutama penduduk yang mengalami wabah diare

    HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN KEPATUHAN PEKERJA DENGAN MENERAPKAN PROGRAM K3 PADA PEKERJA DI BAGIAN PENGOLAHAN PKS PT KRESNA DUTA AGROINDO PELAKAR MILL JAMBI TAHUN 2022

    Full text link
    Kecelakaan kerja adalah suatu kejadian atau peristiwa yang tidak diinginkan yang merugikan manusia, merusak harta benda atau kerugian terhadap proses produksi. Data BPJS Ketenagakerjaan Jambi diketahui pada tahun 2018 terjadi kecelakaan keja sebanyak 180 kasus dan yang sebanyak 180 kasus kecalakaan kerja dan yang meninggal berjumlah 13 orang. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap dan kepatuhan pekerja dengan program K3 pekerja di pengolahan PKS PT. Kresna Duta Agroindo Pelakar Mill Jambi tahun 2022. Desain penelitian merupakan penelitian survey analitik yang mencoba menggali bagaimana dan mengapa fenomena kesehatan itu terjadi. Dengan desain pendekatan cross-sectional yaitu untuk mengetahui Hubungan pengetahuan, sikap dan kepatuhan pekerja dengan program K3 di PKS PT. Kresna Agroindo Pelakar Mill Jambi tahun 2022. Hasil penelitian menunjukkan diketahui bahwa dari 55 responden yang menyatakan berdasarkan pengetahuan yang baik 8 responden (58,2%), cukup sebanyak 15 responden (27,3%), dan kurang sebanyak 32 responden (14,5%); berdasarkan sikap 23 responden (41,8%) memiliki sikap positif dan 32 responden (56,4%) memiliki sikap negatif; berdasarkan kepatuhan yang baik 23 responden (43,6%), yang menyatakan kurang 32 responden (56,4%); berdasarkan program K3 pekerja tidak diterapkan 35 responden (63,6%), yang diterapkan 20 responden (36,4%). Hasil penelitian menunjukkan masing-masing variabel pengetahuan (p-value = 0,0013 atau < nilai-α =0,005), sikap (p-value = 0,0039atau < nilai-α = 0,005) dan kepatuhan (p-value = 0,000 atau < nilai-α = 0,005). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan, sikap, kepatuhan pekerja dengan Program K3 di PKS PT. Kresna Agroindo Pelakar Mill Jambi Tahun 2022. Seluruh tenaga kerja disarankan menigkatkan kepatuhan terhadap setiap peraturan program kesehatan dan keselamatan kerja yang diterapkan diperusahaa

    ANALISIS PENERAPAN PENGENDALIAN POTENSI BAHAYA DENGAN METODE HIRARC PADA STASIUN KERNEL DI PKS PT. KRESNA DUTA AGROINDO PELAKAR-MILL TAHUN 2022

    Full text link
    Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah sarana untuk pencegahan kecelakaan, cacat, dan kematian sebagai akibat kecelakaan kerja, serta merupakan salah satu aspek perlindungan tenaga kerja dengan cara penerapan teknologi pengendalian perlindungan segala aspek yang berpotensi membahayakan para pekerja. Tujuan penelitian untuk menganalisis penerapan pengendalian potensi bahaya dengan metode HIRARC pada stasiun kernel di PKS PT. Kresna Duta Agroindo Pelakar-Mill tahun 2022. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif dengan menggunakan pedoman wawancara yang dilakukan dengan cara memberi pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden sebagai informan dengan tujuan untuk menganalisis penerapan pengendalian potensi bahaya dengan metode HIRARC pada stasiun kernel di PKS PT. Kresna Duta Agroindo Pelakar-Mill. Hasil Analisis penerapan pengendalian potensi bahaya dengan metode HIRARC pada stasiun kernel di PKS PT. Kresna Duta Agroindo Pelakar-Mill terdapat identifikasi potensi bahaya sebanyak 4 kecelakaan kerja berupa terjatuh, terjepit, terpeleset, dan terpapar bahan kimia. Dengan adanya potensi bahaya tersebut, perusahaan melakukan lima tahap pengendalian risiko yaitu eliminasi, substitusi, rekayasa engineering, pengendalian administratif dan penggunaan APD (Alat Pelindung Diri). Kecelakaan kerja tersebut sesuai dengan ketentuan berdasarkan Matriks Identifikasi Sumber Bahaya dan Pengendalian Bahaya (ISBPR) yang dikenal dengan metode Hazard Identification Risk Assessment and Risk Control (HIRARC). Kesimpulan didapatkan faktor hambatan atau tantangan berupa tingkat kepatuhan dan konsistensi pekerja yang masih kurang mengenai pengendalian potensi bahaya yang berlaku baik pada peraturan perundang-undangan maupun peraturan perusahaan. Saran bagi pekerja stasiun kernel meningkatkan sosialisasi dan melakukan pengawasan secara rutin sehingga memberikan efek jera pada pekerja yang melanggar aturan di PT. Kresna Duta Agroindo Pelakar-Mill

    FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA) PADA BALITA DI DESA BAWOMATALUO KECAMATAN FANAYAMA KABUPATEN NIAS SELATAN PROVINSI SUMATERA UTARA

    Full text link
    Berbagai macam penyakit pada anak yang perlu diwaspadai, salah satu penyakit yang paling banyak diderita oleh anak adalah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Berdasarkan data dari World Health Organization (WHO) tahun 2019 penyakit infeksi saluran pernapasan bawah menurunkan usia harapan hidup sebesar 2,09 tahun pada penderitanya. Berdasarkan hasil Badan Pusat Statistik (BPS) Kab.Nias Selatan pada tahun (2019) penyakit ISPA merupakan salah satu penyakit terbesar di Kab. Nias Selatan yaitu sebanyak 611 kasus penderita ISPA. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA di Desa Bawomataluo Kecamatan Fanayama Kabupaten Nias Selatan tahun 2022. Jenis Penelitian ini menggunakan penelitian observasional analitik dengan menggunakan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini dilakukan di Desa Bawomataluo Kecamatan Fanayama Kabupaten Nias Selatan. Sampel ditetapkan dengan Nonprobability Sampling dengan metode sampling purposive jumlah sampel pada penelitian ini adalah 72 responden. Hasil uji chi-square diperoleh pada variabel pemberian ASI ekslusif p=0,000, imunisasi p=0,020, pengetahuan p=0,000, paparan asap rokok p=0,000 yang menunjukkan adanya faktor yang berhubungan. Kesimpulan penelitian ini adalah ada hubungan antara pemberian ASI ekslusif, imunisasi, pengetahuan dan paparan asap rokok dengan kejadian ISPA pada balita di Desa Bawomataluo Kecamatan Fanayama Kabupaten Nias Selatan tahun 2022. Disarankan pada tempat penelitian untuk dapat meningkatkan kebersihan lingkungan terlebih mengurangi polusi udara agar tidak terjadinya angka ISPA yang kian terus bertambah dan bagi orang tua balita diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan tentang penyakit ISPA agar lebih dapat memahami pencegahannya secara dini

    FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELUHAN GANGGUAN PENDENGARAN PADA PEKERJA DI BAGIAN MESIN PT. PUPUK ISKANDAR MUDA LHOKSEUMAWE TAHUN 2022

    Full text link
    Kemajuan teknologi disektor mesin, telah berhasil menciptakan berbagai macam produk mesin yang dalam pengoperasiannya seringkali menghasilkan suara bising yang harus dihadapi karyawan didalam melakukan pekerjaan. Berdasarkan survei awal dari 200 pada pekerja dibagian mesin PT. Pupuk Iskandar Muda Lhokseumawe ditemukan sebanyak 14 pekerja yang mengalami gangguan pendengaran terdapat 7 pekerja yang mengalami keluhan telinga berdengung, dan terdapat 7 pekerja yang mengalami tuli bersifat sementara dan sulit untuk berkomunikasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan keluhan gangguan pendengaran pada tenaga kerja di PT. Pupuk Iskandar Muda Lhokseumawe. Penelitian ini menggunakan deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pekerja sebanyak 200 pekerja dengan sampel sebanyak 133 pekerja yang diambil menggunakan teknik simple random sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat, bivariat dengan statistic uji regresi logistic. Hasil penelitian menunjukkan nilai p untuk variabel usia pekerja = 0,000, lama pajanan = 0,000, masa kerja = 0,000, intensitas kebisingan = 0,000, alat pelindung telinga = 0,000, yang artinya usia pekerja, lama pajanan, intensitas kebisingan, alat pelindung telinga (APT). Kesimpulan penelitian ini adalah ada hubungan antara usia pekerja, lama pajanan, masa kerja, intensitas kebisingan dan alat pelindung telinga dengan keluhan gangguan pendengaran pada pekerja bagian mesin. Diharapkan pekerja dapat mematuhi peraturan yang telah di tetapkan oleh pihak pabrik dan lebih memperhatikan keselamatan dan kesehatan kerja

    PENGETAHUAN, SIKAP DAN TINDAKAN TENAGA KERJA DENGAN PENERAPAN SISTEM MANAJEMAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA DI RSU CITRA MEDIKA MEDAN TAHUN 2022

    Full text link
    Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) bagi para pekerja di rumah sakit tidak kalah pentingnya dibandingkan dengan sektor industri lainnya. Menurut laporan Bureau Labor Statistics, menunjukkan bahwa kecelakaan di rumah sakit 41% lebih besar dari pekerja di industri lain. Berdasarkan survei awal melalui wawancara dan observasi kepada 10 orang tenaga kerja, menunjukkan bahwa 6 orang tenaga kerja tidak melakukan penerapan SMK3 secara baik dan benar, sedangkan 4 orang tenaga kerja lainnya sudah melakukan penerapan SMK3 secara baik dan benar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengetahuan, sikap dan tindakan tenaga kerja dengan penerapan sistem manajeman kesehatan dan keselamatan kerja di RSU Citra Medika Medan tahun 2022. Penelitian menggunakan metode survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh tenaga kerja sebanyak 151 orang dengan sampel sebanyak 60 orang yang diambil menggunakan teknik accidental sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan statistik uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan nilai p untuk variabel pengetahuan (p=0,002), sikap (p=0,005) dan tindakan (p=0,005) dengan penerapan sistem manajeman kesehatan dan keselamatan kerja. Kesimpulan penelitian ini adalah ada hubungan pengetahuan, sikap dan tindakan tenaga kerja dengan penerapan sistem manajeman kesehatan dan keselamatan kerja. Pihak rumah sakit harus mengadakan seminar atau pelatihan tentang sistem manajeman kesehatan dan keselamatan kerja kepada tenaga kerja secara berkala, sehingga peengetahuan, sikap serta tindakan tenaga kerja dapat menjadi lebih baik serta kearah yang lebih positif dalam menerapkan SMK3 di rumah sakit

    686

    full texts

    991

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Helvetia Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇