Griya Jurnal UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto
Not a member yet
    4412 research outputs found

    Internalisasi Nilai Pancasila sebagai Upaya Harmonisasi Beragama di Indonesia

    No full text
    Numerous acts of terrorism in Indonesia highlight the insufficient understanding and appreciation of moderation values. To combat terrorism and radicalism, a multifaceted approach is essential. This study examines the effectiveness of a deradicalization program that integrates Pancasila education and promotes moderate values through religious moderation education. The research posits that moderate Islamic education can prevent students from adopting radical behaviors and thoughts. Consequently, the graduates of Islamic educational institutions are better equipped to embrace religious diversity and respect differing beliefs. This qualitative study employs contextual and textual analysis of relevant articles to explore this topic. The findings reveal that the internalization of Pancasila values involves a three-step process: transformation, transaction, and internalization. These steps are crucial for harmonizing religious understanding and promoting tolerance. This study underscores the importance of embedding Pancasila values in educational curricula to foster a more moderate and inclusive societyBanyaknya aksi terorisme di Indonesia menjadi bukti nyata bahwa nilai-nilai moderasi masih belum dipahami dan diapresiasi dengan baik. Oleh karena itu, berbagai strategi untuk mengatasi terorisme dan radikalisme harus secara konsisten dilakukan. Program deradikalisasi yang meliputi internalisasi nilai-nilai pendidikan Pancasila dan aktualisasi nilai-nilai moderat melalui pendidikan moderasi beragama adalah salah satunya. Metodologi penelitian yang digunakan dalam artikel ini adalah kualitatif, dan sumber datanya adalah artikel-artikel yang relevan dengan pokok permasalahan. Analisis kontekstual dan tekstual diterapkan selama proses analisis data. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa internalisasi nilai-nilai Pancasila merupakan proses tiga langkah yang dilakukan dalam rangka harmonisasi agama: transformasi nilai-nilai Pancasila, transaksi nilai-nilai Pancasila, dan internalisasi nilai-nilai Pancasila

    UPAYA MENGATASI ISLAMOPHOBIA DI INDONESIA MELALUI PENDIDIKAN SPIRITUAL (Iceberg and U-Theory Analisyst)

    No full text
    This study explores the gap between the ideals and practical application of spiritual education, focusing on persistent Islamophobia in Indonesia. Ideally, spiritual education fosters tolerance and humanism, accommodating diverse religious expressions like the niqab, burqa, cingkrang pants, and full beards, aligned with Islam’s principles. However, ongoing Islamophobia reveals significant flaws in its implementation. This qualitative literature review synthesizes primary and secondary data from scholarly works over the past decade, using Iceberg and U-Theory methods within a phenomenological framework. The study aims to identify spiritual concepts that mitigate Islamophobia, especially post-2002 Bali terrorism. Findings show that enhancing spiritual education and promoting religious moderation are crucial for reducing Islamophobia by providing accurate understandings of Islamic teachings. Misinterpretations and extremist ideologies, rather than Islam\u27s core tenets, are the root causes of Islamophobic sentimentsProblematika riset ini adalah kesenjangan antara idealisme dalam teori pendidikan spiritual dan realitasnya, terutama terkait islamophobia di Indonesia. Meskipun pendidikan spiritual seharusnya mendorong toleransi dan humanisme tanpa diskriminasi terhadap praktik keagamaan tertentu, seperti niqab dan cadar, namun islamophobia masih menjadi masalah yang berkembang di Indonesia, mengindikasikan kelemahan implementasi pendidikan spiritual. Riset ini menggunakan pendekatan kualitatif-pustaka dengan mengumpulkan data primer dari literatur relevan dan data sekunder yang mendukung. Analisis dilakukan dengan metode Iceberg dan U-Theory serta pendekatan fenomenologi, dengan tujuan mengeksplorasi konsep spiritual yang dapat mengurangi islamophobia, khususnya setelah tragedi terorisme Bali tahun 2002. Hasilnya menunjukkan bahwa pendidikan spiritual dan promosi moderasi beragama dapat mengurangi islamophobia dengan menyebarkan pemahaman yang benar tentang Islam, mengingat kesalahpahaman tentang ajaran Islam sering menjadi penyebab islamophobia

    English

    No full text
    Scott Siraj al-Haqq Kugle is recognized as a leading scholar in Islamic studies, significantly contributing to the understanding of gender and sexuality within the framework of social justice, particularly in the discourse on homosexuality and Islamic ideology. His findings have sparked considerable debate and controversy. This paper presents a comprehensive critical analysis of Kugle’s arguments regarding homosexuality in Islam, evaluating the accuracy of the texts and contexts he employs. Utilizing a qualitative approach, the study analyzes religious texts and secondary literature. Primary sources include the Qur’an, hadith, and classical tafsir, while secondary sources encompass Kugle’s works and related supportive or critical literature. The analysis reveals that Kugle’s works often exhibit selectivity, disregarding well-established traditional views, and are influenced by biases and assumptions. This critique advocates for a more contextual and holistic approach to understanding homosexuality in Islam, aiming to foster academic discourse that provides a fuller perspectiv

    TABLE OF CONTENT

    No full text
    TABLE OF CONTEN

    Family Education in the Qur’an: A Descriptive-Qualitative Analysis of Al-Maturidi’s Al-Ta’wilat Al-Maturidiyah and Its Relevance to Modern Family Life

    No full text
    This article delves into the concept of family education as outlined in the Qur’an from the perspective of Al-Maturidi. Employing a descriptive-qualitative method and categorized as library research, this study gathers data by meticulously examining various relevant references. These include Al-Maturidi’s work, al-Ta’wilat al-Maturidiyah fi Bayani Usl Ahl al-Sunnah wa Usul al-Tauhid, alongside books, articles, and other supporting documents. The data analysis is conducted using content analysis methods. The findings suggest that Al-Maturidi allocates substantial discussion to this topic. This focus is understandable, given that this exegetical work emerged within the context of theological contestations among Sunni, Mu’tazila, and other kalam (theological) schools. Interpretations from this era often exhibit subjectivity, aiming to undermine opposing schools of thought while legitimizing their own. Despite this, a review of various other commentaries highlights the critical role of the family in educating children from sociological, psychological, and religious perspectives. However, many families struggle to fulfill this role, resulting in issues such as juvenile delinquency and deficiencies in educational and communicative abilities. To enhance the effectiveness of family education, efforts must be made to foster family harmony, expand educational awareness, strengthen families’ problem-solving and conflict resolution capabilities, and effectively convey educational messages to childre

    SCIENTIFIC MIRACLE IN THE FIELD OF GEOLOGY (Earth Dynamics in the Verses of the Qur\u27an)

    No full text
    Al-Qur’an merupakan mukjizat terbesar yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad 14 abad yang yang lalu. Meski wujudnya tidak ḥissiyyah (fisik) seperti mukjizat lainnya, namun al-Qur\u27an mempunyai ciri dan metode tersendiri yang tidak dimiliki mukjizat lainnya. Al-Qur’an adalah kalam Allah Swt yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad memiliki kekuatan yang luar biasa yang tidak dapat ditandingi oleh manusia untuk membuat seperti al-Qur’an bahkan satu ayat sekalipun. Selain itu, al-Qur’an merupakan kemukjizatan ‘aqliyyah, maka cara mengetahui sisi kemukjizatannya harus diselami dengan istidlāl (dikaji dan dipelajari) sehingga terus up to date hingga akhir zaman. Artikel ini fokus pada kemukjizatan ilmiah di dalam al-Qur’an dalam bidang geologi, meliputi proses penciptaan bumi, hamparan bumi, gunung sebagai pasak, pergerakan gunung dan pergerakan benua, dan gempa bumi. Artikel ini merupakan penelitian kepustakaan (library research), pendekatan penelitian yang digunakan dalam artikel ini adalah analisis isi kualitatif deskriptif dengan metode pendekatan tafsir tematik (Maudhū’i). Kemukjizatan ilmiah al-Qur’an dan relevansinya dengan ilmu pengetahuan modern telah berhasil membuktikan kebenaran al-Qur’an. Sehingga ayat-ayat di dalamnya dapat memberikan informasi penting tentang kehidupan manusia

    Kontribusi Qira>\u27a>t sya>z\z\ah dalam Ma’a>ni al-Qur’a>n dan Kaidah Bahasa Arab

    No full text
    a>t sya>z z ah adalah qira> a>t yang tidak memenuhi salah satu atau lebih dari tigarukun qira>a>t s}ah}i>hah, d i antaranya sanadnya harus s}ah}i}h, sesuai dengan mus}h}afus mani dan sesuai dengan kaidah bahasa Arab. Meskipun demikian Imam AbuHanifah mendukung qir a> a>t sy a>z z ah untuk dijadikan sebagai istinbat } hukum atausebagai sarana memahami Al Qur an. Abdullah Saeed menyatakan bahwafenomena ini adalah lampu hijau untuk memahami Al Qur an dengan pendekatanyang berbeda Berdasarkan latar belakang di atas, tujuan artikel ini mengkajisejarah qir a>a>t sy a>z z ah, kontribusi qir a>a>t sy a>z z ah terhadap ma a>ni al Qur a>n danterhadap kaidah bahasa Arab . Penelitian ini menggunakan penelitian kepustakaanlibrary research ), yaitu dengan cara menelaah sumber sumber tertulis dalam bukuatau kitab yang berhubungan dengan topik pembahasan, untuk memperoleh datadata yang akurat. Penelitian ini bersifat kualitatif, yaitu mengumpulkan datakemudian diuraikan secara objektif untuk dianalisis secara sistematis dankonseptua l. Hasil penelitian ini qira a>t sya>z z ah yang telah ada sejak zamansahabat namun baru dikenal secara formal pada abad keempat Hijriyah, memilikikontribusi yang signifikan dalam dua bidang utama, yaitu pemahaman makna AlQur an dan pengembangan ilmu bahasa Arab. Dalam hal ma ani al Qur a>n , qira a>tsya>z z ah memberikan variasi penafsiran yang memperkaya makna ayat ayat AlQur an, seperti pada QS. Al Baqarah: 238 yang menjelaskan bahwa shal at wuswusṭā merujuk pada shalshalāt ashar dan pada QS. Al MMā idah: 6 yang menegaskankewajiban wudhu bagi orang yang berhadas. Selain itu, qira a>t sya>z z ah jugamemberikan pengaruh dalam penetapan hukum syariat, seperti pada QS. AlBaqarah: 196 mengenai hukum umrah yang dapat dipahami sebagai sunnahmuakkadah. Di bidang bahasa Arab, qira a>t sya>z z ah mem perkaya kaidah nahwu,terutama dalam hal fleksibilitas i rab , seperti pada isim tasniyah yang tetapmenggunakan tanda alif meskipun terjadi perubahan i rab. Dengan demikian,qira a>t sya>z z ah tidak hanya memperkaya pemahaman Al Qur an, tetapi jugamember ikan dampak positif dalam pengembangan dan pelestarian ilmu bahasaArab

    Strategi Orang Tua dalam Pembinaan Akhlak Remaja: Analisis Dampak Media Sosial di Desa Sibrama

    No full text
    Perlunya pembinaan terhadap akhlak remaja untuk membentuk akhlak baik dalam dirinya. Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana strategi orang tua dalam membina akhlak remaja dengan analisis dampak dari penggunaan media sosial di Desa Sibrama. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui proses wawancara. Guna mendukung hasil wawancara disertakan pula hasil persentase terkait penggunaan media sosial yang diperoleh melalui google formulir sekaligus untuk memperkuat analisis dampak dari media sosial bagi remaja.  Setelah data dikumpulkan, berikutnya data direduksi yang selanjutnya dianalisis dan dilengkapi dengan penelitian terdahulu yang sesuai dengan pembahasan. Setelah tahapan tersebut dilakukan, berikutnya adalah langkah terakhir yaitu penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi orang tua dalam melakukan pembinaan terhadap akhlak remaja dengan cara pembatasan penggunaan media sosial serta dengan pemberian nasihat-nasihat. Sebesar 70,8% remaja menyatakan bahwa dirinya sering menggunakan media sosial dan mayoritas media sosial yang digunakan yaitu Instagram serta Whatsapp dengan perolehan persentase sebesar 8,3%. Dampak dari penggunaan media sosial terhadap akhlak remaja yaitu perubahan pola pikir dan perilaku. Sebesar 62,5% menyatakan bahwa remaja pernah menunda pekerjaan dan lebih asyik dengan media sosial. Berikutnya faktor pendorong dalam melakukan pembinaan terhadap akhlak remaja berkaitan dengan fasilitas yang tersedia sedangkan faktor penghambatnya adalah lingkungan atau pengaruh dari teman sebaya

    Efektivitas Model Pembelajaran Berbasis Proyek dalam Pendidikan Karakter dalam Kurikulum 2013

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi pengaruh model pembelajaran berbasis proyek dalam pendidikan karakter di MAN 1 Banyumas. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain penelitian eksperimen semu. Sampel penelitian terdiri dari siswa kelas XI IPA2, XI IPA 3, XI IPA 4 XI IPA 5  dan XI IPA 6 yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui instrumen berupa kuesioner yang diisi oleh siswa sebelum dan setelah penerapan model pembelajaran berbasis proyek. Analisis data dilakukan menggunakan teknik statistik deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam sikap positif, pemahaman nilai-nilai, dan perilaku siswa setelah penerapan model pembelajaran berbasis proyek. Temuan ini memberikan dukungan yang kuat terhadap efektivitas model pembelajaran berbasis proyek dalam pendidikan karakter. Hal ini menunjukkan bahwa melalui model pembelajaran berbasis proyek, siswa dapat mengembangkan sikap positif, memahami nilai-nilai yang baik, dan menerapkan perilaku positif dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan pendidikan karakter di MAN 1 Banyumas. Temuan peningkatan sikap positif, pemahaman nilai-nilai, dan perilaku siswa setelah penerapan model pembelajaran berbasis proyek memberikan bukti yang mendukung efektivitas pendekatan ini dalam mencapai tujuan pendidikan karakter dalam Kurikulum 2013. Dalam konteks teori-teori pendidikan karakter, pembelajaran berbasis proyek dapat dilihat sebagai pendekatan yang mendukung perkembangan sosial, moral, dan perilaku siswa. Meskipun demikian, penelitian lebih lanjut dan penelitian dengan desain yang lebih kuat diperlukan untuk mengkonfirmasi temuan ini secara lebih mendalam dan menyeluruh

    Falsafah Piil Pesenggiri Dalam Pendidikan Islam: Kajian Atas Nilai Moralitas dan Pembentukan Karakter

    No full text
    This research examines the incorporation of the Piil Pesenggiri philosophy within Islamic education, with a specific emphasis on moral and character development. Piil Pesenggiri, representing the philosophical framework of the Lampung community, includes values such as honesty, honor, responsibility, and solidarity, which contribute to the character development of students in the realm of Islamic education.  This study utilizes a literature review approach to analyze the significance of these values in relation to the principles of Islamic education, which seek to develop individuals of noble character. The research findings demonstrate that integrating local values such as Piil Pesenggiri into the Islamic education curriculum enriches character development and improves students\u27 comprehension of cultural identity in accordance with Islamic teachings

    619

    full texts

    4,412

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Griya Jurnal UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇