Griya Jurnal UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto
Not a member yet
4412 research outputs found
Sort by
Program Kegiatan Siswa Santri Terpadu dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan di MI Ma’arif NU 01 Kajongan Bojongsari Purbalingga
Abstract: The quality of education in a school is the main factor that determines the level of public trust and interest in the school, because the quality of education is not only measured by academic achievement alone, but also from the success of the school in forming the character of students who are moral, disciplined, and have superior person-alities in accordance with national education goals. This study aims to analyze how the process of implementing the Integrated Student Santri program in improving the quality of education at MI Ma\u27arif Nu 01 Kajongan Bojong-sari Purbalingga through the stages of planning, implementation, organization, and supervision of the program. This study is a qualitative study using a descriptive approach. Data collection techniques through interviews, observation, and documentation. Test the validity of the data through the source triangulation method and meth-od triangulation. Data analysis techniques are carried out by collecting data, data reduction, data presentation, and conclusions or verification. The results of the study indicate that the planning of an integrated student santri program through determining objectives that are adjusted to the vision, mission, and objectives of the school, providing tests for class groupings every new academic year, making a program activity schedule every semes-ter. Program organization includes forming an implementation team and forming a resource organization struc-ture according to their fields. Program implementation by carrying out activities that aim to integrate academic, spiritual, and character building aspects of students. Program supervision includes determining standards, as-sessment or measurement stages, comparison stages between implementation and implementation guidelines, stages of improvement for deviations that occur. This research is useful theoretically as an additional knowledge and research reference on the process of implementing program activities, practical benefits for researchers, schools, and readers to improve capabilities, management effectiveness, and quality of education.
Keywords:
quality of education, integrated student activity program, management stages
Abstrak: Kualitas mutu pendidikan di suatu sekolah merupakan faktor utama yang menentukan tingkat kepercayaan dan ketertarikan masyarakat terhadap sekolah, karena mutu pendidikan tidak hanya diukur dari capaian akademik semata, tetapi juga dari keberhasilan sekolah dalam membentuk karakter peserta didik yang berakhlak, berdisiplin, dan berkepribadian unggul sesuai dengan tujuan pendidikan nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana proses pelaksanaan program kegiatan Siswa Santri Terpadu dalam meningkatkan mutu pendidikan di MI Ma’arif Nu 01 Kajongan Bojongsari Purbalingga melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, pen-gorganisasian, dan pengawasan program. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif menggunakan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Uji keabsahan data me-lalui metode triangulasi sumber dan triangulasi metode. Teknik analisis data dilakukan dengan pengumpulan data redukasi data, penyajian data, dan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanan program siswa santri terpadu melalui penentuan tujuan yang disesuaikan dengan visi, misi, dan tujuan sekolah, memberikan tes untuk pengelompokan kelas setiap tahun ajaran baru, membuat jadwal kegiatan program setiap semester. Pengorganisasian program meliputi membentuk tim pelaksanaan dan membentuk struktur pengorganisasian sumber daya sesuai dengan bidangnya. Pelaksanaan program dengan melaksanakan kegitan yang bertujuan mengintegrasikan aspek akademik, spiritual, dan pembentukan karakter pada peserta didik. pengawasan program meliputi penentuan standar, tahapan penilaian atau pengukuran, tahapan per-bandingan antara pelaksanaan dengan pedoman pelaksanaan, tahapan perbaikan terhadap penyimpangan yang terjadi. Penelitian ini bermanfaat secara teoritis sebagai tambahan ilmu dan referensi penelitian tentang proses pelaksanaan program kegiatan, manfaat secara parktis bagi peneliti, sekolah, dan pembaca untuk meningkatkan kemampuan, efektivitas manajemen, dan mutu pendidikan.
Kata Kunci:
mutu pendidikan, program kegiatan siswa santri terpadu, tahapan manajeme
Urgensi Moderasi Beragama untuk Madrasah dan Sekolah di Indonesia
Moderasi beragama merupakan salah satu isu strategis dalam pendidikanIndonesia yang bertujuan untuk menjaga harmoni di tengah keberagamanmasyarakat. Artikel ini membahas urgensi moderasi beragama di madrasahdan sekolah melalui kajian konseptual, analisis kebijakan, serta studi literaturterkait. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif melalui analisisdokumen, regulasi, serta kajian teoritis dari berbagai sumber ilmiah. Hasilkajian menunjukkan bahwa penerapan moderasi beragama memiliki peranpenting dalam: (1) mencegah radikalisme sejak dini, (2) menanamkan sikaptoleransi dan penghargaan terhadap perbedaan, (3) mendukung penguatanKurikulum Merdeka dan Profil Pelajar Pancasila, serta (4) membentuk karaktersiswa yang religius, nasionalis, dan berakhlak mulia. Implementasi moderasiberagama dapat dilakukan melalui integrasi kurikulum, penguatan peran gurusebagai teladan, pembiasaan budaya sekolah inklusif, optimalisasi kegiatanekstrakurikuler, keterlibatan orang tua, serta pemanfaatan literasi digital.Meskipun terdapat sejumlah tantangan, seperti pemahaman yang keliru,resistensi terhadap perubahan, dan pengaruh media sosial, strategi yangkomprehensif memungkinkan moderasi beragama diterapkan secara efektif.Kesimpulannya, madrasah dan sekolah merupakan ruang strategis untukmenanamkan moderasi beragama sehingga dapat melahirkan generasi yangtoleran, cinta damai, dan siap menjaga persatuan bangsa.Moderasi beragama merupakan salah satu isu strategis dalam pendidikan Indonesia yang bertujuan untuk menjaga harmoni di tengah keberagaman masyarakat. Artikel ini membahas urgensi moderasi beragama di madrasah dan sekolah melalui kajian konseptual, analisis kebijakan, serta studi literatur terkait. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif melalui analisis dokumen, regulasi, serta kajian teoritis dari berbagai sumber ilmiah. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan moderasi beragama memiliki peran penting dalam: (1) mencegah radikalisme sejak dini, (2) menanamkan sikap toleransi dan penghargaan terhadap perbedaan, (3) mendukung penguatan Kurikulum Merdeka dan Profil Pelajar Pancasila, serta (4) membentuk karakter siswa yang religius, nasionalis, dan berakhlak mulia. Implementasi moderasi beragama dapat dilakukan melalui integrasi kurikulum, penguatan peran guru sebagai teladan, pembiasaan budaya sekolah inklusif, optimalisasi kegiatan ekstrakurikuler, keterlibatan orang tua, serta pemanfaatan literasi digital. Meskipun terdapat sejumlah tantangan, seperti pemahaman yang keliru, resistensi terhadap perubahan, dan pengaruh media sosial, strategi yang komprehensif memungkinkan moderasi beragama diterapkan secara efektif. Kesimpulannya, madrasah dan sekolah merupakan ruang strategis untuk menanamkan moderasi beragama sehingga dapat melahirkan generasi yang toleran, cinta damai, dan siap menjaga persatuan bangsa
Efektivitas Pesan Dakwah Melalui Khutbah Jumat Di Masjid Uswatun Khasanah Desa Ragatunjung
This study aims to examine the effectiveness of da\u27wah messages through Friday sermons at the Uwatun Khasanah Mosque. This research uses a qualitative research method with a case study approach. The results show that the da\u27wah messages through Friday sermons at the Banyumas Grand Mosque have been effective in changing the behavior and increasing the religious awareness of the congregation. The factors that influence the effectiveness of these da\u27wah messages are the quality of the sermon content, the style of delivery by the khatib, and the interaction between the khatib and the congregation. This study implies the importance of paying attention to the quality of sermon content and the style of delivery by the khatib in increasing the effectiveness of da\u27wah messages through Friday sermon
A Comparative Analysis of the Medina Charter and Bhinneka Tunggal Ika in Upholding Indonesia’s National Unity: A Hadith Perspective
In a pluralistic society, the primary challenge lies in fostering harmony among diverse religious and cultural groups. This study aims to explore the relevance of the Medina Charter in the context of Bhinneka Tunggal Ika (Unity in Diversity) as an effort to strengthen religious moderation in Indonesia. The research employs a literature review method, analyzing various sources related to the Medina Charter and the philosophy of Bhinneka Tunggal Ika. The findings reveal a congruence between the principles of the Medina Charter and Bhinneka Tunggal Ika, particularly in terms of recognizing diversity and providing mechanisms to manage differences for the sake of social stability. These results suggest that Islam offers a comprehensive framework for managing pluralism, which can serve as a foundation for efforts to strengthen religious moderation in IndonesiaArtikel ini merupakan hasil penelitian kualitatif dengan metode kepustakaan. Objek kajiannya adalah Piagam Madinah yang diinisiasi oleh Nabi Muhammad Saw. Selanjutnya, ditelaah relevansinya dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika sebagai upaya untuk menemukan formulasi membangun moderasi beragama dalam kehidupan berbangsa yang bhinneka. Dari hasil penelitian ini, diperoleh informasi bahwa Piagam Madinah relevan dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang menjadi falsafah negara. Relevansi tersebut menunjukkan bahwa Islam mengakui dan menghargai perbedaan, sekaligus memberi tawaran konsepsi mengelola perbedaan dalam membangun suatu bangsa dan negara. Relevansi tersebut juga mengisyaratkan bahwa masing-masing individu tidak hanya berperan sebagai pemeluk agama yang wajib menjalankan syariat agamanya, namun juga sebagai warga negara yang bertanggungjawab menjaga kedaulatan negaranya. Jika hal itu ditarik dalam konteks ke-Indonesiaan, maka seluruh warga harus menghargai nilai-nilai kebhinekaan tersebut dan merawatnya dalam semangat persatuan dan kesatuan untuk membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang bersatu, berdaulat, adil dan makmur dalam rahmat Allah Yang Maha Esa
MODEL PENDAMPINGAN TERINTEGRASI BLK-KOMUNITAS MENUJU INKUBATOR KEWIRAUSAHAAN
Integrated assistance within BLK-Community programs aimed at fostering entrepreneurial incubators plays a vital role in producing competent and highly competitive entrepreneurs. Such comprehensive mentoring, involving collaboration across various stakeholders—academics, practitioners, and the industrial sector—offers participants essential access to resources, including mentorship, business networks, and funding opportunities. This research adopts a qualitative approach. The findings reveal: 1) BLK-Community Region III at UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto serves as an educational and training institution dedicated to empowering communities by enhancing entrepreneurial skills and knowledge; 2) The implementation of the Integrated Mentoring Model within BLK-Community Region III is aimed at developing a supportive entrepreneurial ecosystem through a holistic approach, encompassing technical, managerial, and marketing skills training. This model integrates various mentoring elements, such as guidance from experienced practitioners, project-based learning, and access to business networks, enabling participants to acquire firsthand insights from industry best practices. 3) Several significant challenges persist, including a shortage of qualified human resources, insufficient infrastructure, and limited access to business capital. Additionally, inadequate support from the private sector and government, coupled with the rapid evolution of market dynamics, further complicate the challenges that need to be addressedPendampingan terintegrasi di BLK-Komunitas menuju inkubator kewirausahaan sangatlah penting untuk menciptakan wirausahawan yang kompeten dan berdaya saing tinggi. Pendampingan terintegrasi yang melibatkan kolaborasi antara berbagai pihak, seperti akademisi, praktisi, dan sektor industri, dapat memberikan akses kepada peserta terhadap sumber daya yang diperlukan, termasuk mentor, jaringan bisnis, dan peluang pendanaan. Metode dalam penelitian ini yaitu: kualitaitf. Hasil dari penelitian ini yaitu: 1) BLK-Komunitas Wilayah III UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto adalah lembaga pendidikan dan pelatihan yang bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui peningkatan keterampilan dan pengetahuan kewirausahaan; 2) Implementasi Model Pendampingan Terintegrasi di BLK-Komunitas Wilayah III UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto bertujuan untuk menciptakan ekosistem yang mendukung pengembangan wirausaha melalui pendekatan holistik yang mencakup pelatihan keterampilan teknis, manajerial, dan pemasaran. Model ini menggabungkan berbagai elemen pendampingan, seperti mentoring oleh praktisi berpengalaman, pelatihan berbasis proyek, dan akses ke jaringan bisnis, sehingga peserta dapat belajar langsung dari praktik terbaik di industri. 3) Keterbatasan sumber daya manusia yang berkompeten, infrastruktur yang tidak memadai, serta minimnya akses ke modal usaha menjadi beberapa kendala utama. Selain itu, kurangnya dukungan dari sektor swasta dan pemerintah serta perubahan cepat dalam dinamika pasar juga menambah kompleksitas tantangan yang harus dihadapi.
 
Reimagining Islamic Justice: Unveiling Civic Perceptions of The Religious Court in Urban Bogor
Justice is a core principle in Islamic law, aimed at ensuring balance and legal certainty. This study explores public perceptions of Islamic justice in Bogor City using library research and empirical methods, including interviews and surveys. It examines how justice is interpreted and what sociocultural factors influence these views. Findings show that justice is rooted in the Qur’an, Hadith, and classical scholarship. However, interpretations vary depending on education, social background, and familiarity with national law. Some view justice through Islamic moral values, while others see it within state legal frameworks. This divergence reveals a cognitive and normative gap in understanding Islamic justice. The study highlights the need for legal literacy, integrated religious education, and inclusive policy. It encourages collaboration among scholars, legal experts, and policymakers to promote a more coherent and accessible understanding of justice that reflects both religious teachings and modern societal need
NARASI EMANSIPASI PEREMPUAN DALAM AL-QUR’AN: TELAAH HERMENEUTIK DAN FILSAFAT GENDER TERHADAP AYAT-AYAT KESETARAAN
This study reexamines Qur’anic verses on women through philosophical hermeneutics and critical gender philosophy to construct an emancipatory narrative affirming equality and freedom in Islam. Key verses such as Q.S. Al-Ahzab [33]:35, Al-Nisa [4]:1, [4]:34, Al-Tawbah [9]:71, Al-Hujurat [49]:13, and Al-Isra [17]:70 are analyzed using library research, drawing from classical and contemporary tafsir and critical theorists like Gadamer, Ricoeur, Butler, and Fraser. Concepts such as fusion of horizons, distanciation, performativity, and recognition justice guide a rereading that challenges patriarchal interpretations. The findings affirm that the Qur’an provides a strong ethical and theological basis for emancipatory theology, rooted in rahmah (compassion), karāmah insāniyyah (human dignity), and ta’dīl (justice). Women are positioned as autonomous moral agents rather than passive legal subjects. A justice-based reinterpretation is thus essential for building a transformative Islamic paradigm aligned with contemporary gender equality discourses.Penelitian ini bertujuan mengkaji ulang ayat-ayat Al-Qur’an tentang perempuan melalui pendekatan hermeneutika filosofis dan filsafat gender kritis guna membangun narasi emansipatif yang menegaskan kesetaraan dan kebebasan perempuan dalam Islam. Fokus utama diarahkan ayat-ayat seperti Q.S. Al-Ahzab [33]:35, Q.S. Al-Nisa [4]:1 dan [4]:34, Q.S. Al-Tawbah [9]:71, Q.S. Al-Hujurat [49]:13, dan Q.S. Al-Isra [17]:70. Penelitian ini menggunakan metode dokumentasi terhadap teks primer (Al-Qur’an dan tafsir klasik maupun kontemporer) serta literatur sekunder berupa karya Gadamer, Ricoeur, Butler, Fraser, dan lainnya. Teknik analisis melibatkan fusion of horizons dan distanciation dalam membaca ulang teks serta penerapan teori performativitas dan keadilan pengakuan dalam mendekonstruksi bias patriarki. Hasilnya menunjukkan bahwa Al-Qur’an memuat kerangka etik dan teologis yang kuat untuk membangun teologi emansipatif berbasis rahmah, karamah insaniyyah, dan ta’dil. Temuan ini menegaskan bahwa perempuan dalam Al-Qur’an diposisikan sebagai subjek etis dan sosial yang otonom, sehingga reinterpretasi berbasis keadilan menjadi keniscayaan dalam membentuk paradigma Islam yang inklusif dan transformatif
TRANSPORMASI NILAI KEARIFAN LOKAL DIKILI DALAM MEMBENTUK KARAKTER PESERTA DIDIK DI SD NEGERI 2 BULAWA KABUPATEN BONE BOLAGO
This study explores how the transformation of Dikili’s local wisdom supports character development among students at SDN 2 Bulawa. Using a qualitative descriptive approach, it focuses on three aspects of moral growth: moral knowing, feeling, and action. Moral knowing is developed through religious and social values taught during morning zikir sessions, emphasizing love for the Prophet, sincerity, and sharing. Moral feeling emerges from students’ involvement in preparing tolangga for the Dikili procession, fostering solidarity and cooperation. Moral action is seen in students’ behavior—actively joining Dikili activities, helping peers, keeping their environment clean, and showing respect to teachers. The study concludes that integrating Dikili traditions plays a key role in shaping students’ moral understanding, emotional awareness, and ethical behavior.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan transformasi nilai-nilai kearifan lokal Dikili sebagai sarana pembentukan karakter peserta didik di SDN 2 Bulawa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Transformasi nilai kearifan lokal Dikili dalam membentuk karakter peserta didik berfokus pada tiga indikator: moral knowing, moral feeling, dan moral action. Moral knowing tercermin dalam pembelajaran nilai-nilai agama dan sosial melalui lantunan zikir dalam kegiatan apel pagi. Nilai seperti cinta kepada Nabi, keikhlasan, pengorbanan, dan semangat berbagi diajarkan untuk membentuk pengetahuan moral knowing peserta didik. Moral feeling diinternalisasi melalui keterlibatan siswa dalam mempersiapkan tolangga setelah prosesi Dikili, mereka merasakan semangat kebersamaan dan gotong royong, serta tanggung jawab terhadap kelompok. Moral action tercermin dalam peningkatan perilaku peserta didik yang aktif dalam tradisi Dikili, membantu teman belajar, menjaga kebersihan, serta menghormati guru. Kesimpulannya, transformasi nilai-nilai kearifan lokal Dikili efektif dalam membentuk karakter peserta didik, meningkatkan pengetahuan moral, kepekaan sosial, dan perilaku mereka
Etos Kerja Qur’ani: Solusi Menghadapi Disrupsi Pendidikan Abad Ke-21
Pendidikan abad ke-21 menghadapi disrupsi akibat perkembangan teknologi, globalisasi, dan kebutuhan keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, serta literasi digital. Etos kerja Qur’ani menjadi relevan untuk membangun generasi yang tak hanya unggul secara akademik tetapi juga memiliki integritas dan kesadaran moral. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi nilai-nilai etos kerja Qur’ani dalam membentuk karakter peserta didik yang adaptif dan berdaya saing di era globalisasi serta mengeksplorasi implementasi nilai-nilai tersebut dalam sistem pendidikan abad ke-21. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan menganalisis literatur dari tafsir al-Qur’an, jurnal, dan buku. Analisis data dilakukan menggunakan analisis isi untuk mengekstraksi tema-tema utama. Hasil penelitian menyoroti tiga nilai etos kerja Qur’ani: kompetisi dalam kebaikan (QS. Al-Maidah: 48), penghargaan terhadap keragaman (QS. Al-Hujurat: 13), dan kolaborasi untuk kebaikan bersama (QS. Al-Maidah: 2). Nilai-nilai tersebut mendorong peserta didik dan pendidik untuk bersikap inovatif, inklusif, serta bekerja sama dalam lingkungan pendidikan abad ke-21. Kesimpulan menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai etos kerja Qur’ani dalam pendidikan dapat membentuk generasi yang adaptif, bermoral, dan berdaya saing di era globalisasi. Pendekatan ini mendukung terciptanya sistem pendidikan yang kolaboratif dan berorientasi keberkahan dalam menjawab tuntutan abad ke-21 dengan membekali peserta didik keterampilan dan tanggung jawab moral yang tinggi
Sistem Upah Gantungan Pada Pekerja Proyek Bangunan: Kajian fiqhi dan ‘Urfi
The carbon trading mechanism as stipulated in the Minister of Environment and Forestry Regulation No. 21 of 2022 is understood as the buying and selling of carbon emission credits that exceed the threshold. In the eyes of Islamic law, carbon trading can be considered as buying and selling, but it does not seem to be fully appropriate. This study aims to analyze how carbon trading is considered as ta\u27wid (compensation) in the carbon trading mechanism in Permen LHK No. 21 of 2022. Using a normative approach, this research examines the provisions in the Minister of Environment and Forestry Regulation No. 21 of 2022 by comparing it with the concept of ta\u27wid in Islamic law. The results show that the sale and purchase referred to in Ministerial Regulation No. 21 of 2022 is understood as the sale and purchase of carbon emission credits that exceed the threshold, a concept that in the framework of environmental law is known as the Polluter Pays Principle. Companies that release carbon must pay losses to carbon sinks or have residual carbon, this can be seen as a form of compensation or indemnity related to environmental damage that harms society. Thus, the view that carbon trading as a ta\u27wid is in line with both sharia economic law and environmental law