Griya Jurnal UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto
Not a member yet
    4412 research outputs found

    Dua Wajah Kepemimpinan Pendidikan Indonesia: Komparasi Arketipe Kepala Sekolah Birokratis dan Kiai Karismatis di Persimpangan Tradisi dan Modernitas

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komparatif dua arketipe kepemimpinan dominan dalam lanskap pendidikan Indonesia: kepala sekolah yang birokratis dan kiai pesantren yang karismatis. Tujuan utamanya adalah untuk membongkar sumber legitimasi, paradigma kepemimpinan, dan kerentanan struktural yang inheren pada masing-masing model. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis komparatif kritis berbasis studi literatur sistematis. Kriteria inklusi mencakup artikel jurnal dan laporan penelitian yang dipublikasikan antara 2018-2024 dan secara eksplisit membahas kepemimpinan, manajemen, atau kebijakan di sekolah formal dan pesantren. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis tematik untuk mengidentifikasi, mengkodekan, dan menyintesis tema-tema kunci yang relevan dengan kerangka penelitian. Temuan menunjukkan bahwa legitimasi kepala sekolah yang bersumber dari negara melahirkan ketergantungan pada birokrasi dan kerentanan terhadap patronase politik, yang menghambat inovasi. Sebaliknya, legitimasi kiai yang berbasis kharisma personal dan komunitas menciptakan otonomi namun rentan terhadap krisis suksesi yang mengancam keberlanjutan institusional. Kepemimpinan Nyai teridentifikasi sebagai pilar penopang stabilitas dan agen pemberdayaan gender. Perlunya de-birokratisasi dan de-politisasi rekrutmen kepala sekolah serta fasilitasi pemerintah untuk mendorong perencanaan suksesi yang sehat di pesantren. Secara praktis, pemimpin di kedua sistem didorong untuk mengadopsi model kepemimpinan hibrida. Keterbatasan utama penelitian ini adalah ketergantungannya pada data sekunder (literatur), sehingga tidak menangkap dinamika spesifik dari konteks lapangan yang tidak terdokumentasi

    Reforming the Islamic Calendar and Religious Authority: Dynamics of Hijri Calendar Calculation in Indonesia within Persatuan Islam\u27s Thought

    Get PDF
    Differences in determining the start of Hijri calendar months, particularly Ramadan, Shawwal, and Zulhijah, remain a recurring issue in Indonesia due to the persistent divide between users of hisab (astronomical calculations) and rukyat (moon sightings), each adhering to different criteria without a shared standard. This study offers a novel examination of Persatuan Islam (Persis), a prominent Islamic organization historically aligned with hisab, which has now shifted its stance by integrating rukyat into its calculations. Using a qualitative library research approach, the study draws on documentation and interviews, analyzed through the lenses of the philosophy of science and sociology of knowledge, to understand this paradigm shift. The findings show that Persis has transitioned to a hisab cum rukyat method, a hybrid approach combining calculations with empirical observation. This methodological innovation marks a significant development in Indonesia\u27s Hijri calendar discourse. The research highlights this evolving paradigm as a promising alternative for bridging the long-standing divide and fostering the potential unification of the Hijri calendar in Indonesia

    The Symbolism of The Ruwat Banyu Panguripan Tradition: Culture and Religion Integration Perspective

    No full text
    This study aims to explore the symbols in the tradition of Ruwat Banyu Panguripan in the integration of culture and religion in commemorating the Islamic New Year in Pemalang Regency. Banyu panguripan literally means water of life. This tradition reflects a harmonious combination of cultural values and community beliefs correlated with the Islam adhered to. The Ruwat Banyu Panguripan ruwat tradition exists in the Pulosari District, especially at the Manunggal Jati Utama College. This study uses a qualitative approach with a qualitative descriptive method in collecting data through observation, interviews, and literature related to the tradition of Ruwat Banyu Panguripan. This research shows that the tradition of Ruwat Banyu Panguripan in Pulosari is not exclusively organized by the Wong Gunung Festival but also by the Manunggal Jati Utama College, which was formerly a member of the Prabasari Padepokan. The Ruwat Banyu Panguripan tradition aims to deliver each individual\u27s wishes to God. In the process of Ruwat Banyu Panguripan, water intake comes from four directions of the compass (the west, west, south, and north). For several months, verses of the Qur\u27an were chanted by members of the College until, at the time of this unification, the Prophet\u27s prayer was recited. It shows that preserving local culture is integrated with the routine of the Muslim community, specifically reading the Qur\u27an and praying to the Prophet in a clean and holy state

    Navigating Faith Online: Social Media and Religious Literacy among Women\u27s Religious Groups

    No full text
    The integration of social media into religious practices exhibits a complex dichotomy. On one side, social media is primarily driven by the principles of virality, popular appeal, and commercial interests. Conversely, religious traditions emphasize silence, peace, and tranquillity. Initially, social media served as a communication medium and enhanced religious knowledge within communities. However, its use has evolved towards cultivating personal and collective identities. The passion to increase religious knowledge and gain religious experience is disrupted by the desire for artificial physical appearances shared in social media groups. This research aims to describe and analyze the use of social media among recitation women in Tangerang, Banten. This research utilized observation, interviews, and intertextuality as data collection and analysis techniques. This study indicates that the engagement of recitation women with social media necessitates religious and social media literacy. A lack of proficiency in these areas could adversely affect the quality of social media interactions, as social media platforms are inherently non-neutral and are influenced by particular ideologies and interests. Consequently, recitation women must adopt a discerning and critical approach to assess the incoming and disseminated content on social media

    Integrasi Nilai Al-Qur’an dalam Mengatasi Brain Rot dan Doomscrolling pada Generasi Z

    No full text
    Di era digital, Generasi Z tumbuh bersama media sosial. Gawai menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan mereka. Meskipun membawa manfaat, penggunaan yang berlebihan dan tidak terkendali dapat menimbulkan ancaman serius seperti brain rot dan doomscrolling, yang berdampak negatif terhadap produktivitas akademik dan kesehatan mental. Penelitian ini bertujuan menganalisis kedua fenomena tersebut melalui pendekatan tafsir tematik Al-Quran dengan metode studi pustaka. Surah Al-‘Asr [103] dan Asy-Syams [91] diangkat sebagai basis normatif untuk membangun kerangka manajemen waktu dan penyucian jiwa (tazkiyatun nafs), yang diperkuat dengan QS. Al-Isra [17]:36 dan QS. Ta-Ha [20]:124–126. Dengan menggunakan pendekatan hermeneutika fusion of horizon ala Gadamer, penelitian ini menggabungkan horizon makna teks suci dengan realitas kontemporer digital Generasi Z. Hasil kajian menunjukkan bahwa Al-Quran menawarkan solusi reflektif dan transformatif dalam mengatasi brain rot dan doomscrolling, khususnya melalui penguatan kontrol diri, pengelolaan waktu, dan pemurnian spiritual

    Implikasi Waqarna Fī Buyūtikunna terhadap Wanita Bekerja di Luar Rumah (Kajian Tafsir Tahlili QS. Al-Ahzab Ayat 33)

    No full text
    Kajian ini membahas implikasi kalimat waqarna fī buyūtikunna dalam QS. Al-Ahzab ayat 33 terhadap fenomena wanita bekerja di luar rumah, dengan metode tafsir tahlili. Ayat tersebut sering menjadi rujukan dalam pembahasan mengenai peran wanita dalam Islam, terutama terkait anjuran untuk tetap di rumah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kepustakaan terhadap kitab tafsir klasik, khususnya karya Ibnu Katsir dan Al-Qurthubi. Hasil kajian menunjukkan bahwa frasa waqarna fī buyūtikunna tidak bersifat larangan mutlak, tetapi merupakan ajakan untuk menjaga ketenangan, kewibawaan, dan adab dalam beraktivitas, baik di dalam maupun di luar rumah. pada kontekstual perspektif maqashid syariah diperlukan untuk menjawab problematika kontemporer tentang wanita bekerja di luar rumah. Partisipasi perempuan dalam dunia kerja dapat dibenarkan dan merupakan bagian dari usaha mewujudkan kemashlahatan umat, namun tetap mematuhi prinsip-prinsip syariat. Penelitian ini menegaskan pentingnya memahami teks Al-Qur’an secara komperhensif dan kontekstual, sehingga dapat merespon dinamika sosial tanpa melepaskan nilai-nilai syar’i

    Membangun Karakter Religius Masyarakat Pedesaan di Era Revolusi 5.0

    No full text
    Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk mendalam memahami pembangunan karakter religius di masyarakat pedesaan Desa Penaruban, Jawa Tengah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap bagaimana karakter religius tumbuh dan berkembang dalam konteks masyarakat pedesaan. Penelitian ini melibatkan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis isi terhadap narasi-narasi masyarakat setempat. Hasil penelitian mengidentifikasi bahwa kultur desa yang kental dengan adat ketimuran dan norma sosial memainkan peran penting dalam membentuk karakter religius. Interaksi sosial yang intens, pendidikan agama, pengajian, dan perayaan hari besar Islam juga ditemukan menjadi faktor-faktor utama dalam merajut nilai-nilai karakter religius seperti kesabaran, kejujuran, dan kerukunan. Penelitian ini juga menyoroti peran yang dimainkan oleh remaja masjid sebagai pemimpin muda dalam kegiatan keagamaan dan agen perubahan yang menginspirasi generasi lebih muda untuk mengikuti jejak mereka dalam membangun karakter religius yang kokoh. Selain itu, rutinitas pengajian dan pengajaran nilai-nilai moral juga diidentifikasi sebagai elemen kunci dalam membangun karakter religius. Hasil penelitian ini memberikan pemahaman mendalam tentang bagaimana masyarakat pedesaan menjaga dan mengembangkan karakter religius mereka. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya menjaga nilai-nilai karakter religius dalam masyarakat pedesaan dan bagaimana hal ini dapat dicapai melalui praktik-praktik keagamaan dan interaksi sosial yang berkelanjutan.   Kata Kunci: Karakter religius, masyarakat pedesaan, dan revolusi 5.

    Manajemen Berbasis Sekolah: Solusi Alternatif Peningkatan Mutu Pendidikan Pada Satuan Pendidikan

    No full text
    Pendidikan merupakan elemen penting dalam pembangunan suatu bangsa, berfungsi untuk meningkatkan kualitas hidup individu dan masyarakat. Artikel ini membahas pentingnya Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) sebagai strategi untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. MBS memberikan otonomi kepada sekolah dalam pengelolaan sumber daya dan pengambilan keputusan, yang diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dan kualitas pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan literatur untuk mengumpulkan dan menganalisis data dari berbagai sumber yang berkaitan dengan MBS dan dampaknya terhadap pendidikan. Literatur tinjauan digunakan untuk mengeksplorasi berbagai teori, konsep, dan hasil penelitian sebelumnya yang relevan. Data tersebut diperoleh dengan memeriksa berbagai platform database, khususnya Publish or Perish, Google Scholar, ResearchGate, dan Scopus dengan fokus pada penelitian yang diterbitkan dalam 10 tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi MBS dapat meningkatkan keterlibatan, komitmen, dan akuntabilitas pemangku kepentingan dalam proses pendidikan. Namun, tantangan seperti kurangnya pendanaan, keterampilan manajerial kepala sekolah, dan rendahnya partisipasi masyarakat masih menjadi kendala dalam pelaksanaan MBS. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang tepat untuk mengatasi kendala tersebut dan memastikan keberhasilan MBS dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Penelitian ini menggarisbawahi pentingnya pelatihan bagi kepala sekolah dan guru, meningkatkan transparansi dalam pengelolaan sekolah, dan memperkuat hubungan antara sekolah dan masyarakat untuk mencapai tujuan pendidikan yang lebih baik. Dengan strategi yang tepat, MBS dapat berfungsi sebagai alat yang efektif dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang relevan dan berkualitas

    Dinamika Kelompok Kohesif Dalam Dedikasi Akademik Mahasiswa di Institusi Keagamaan

    No full text
    Kelompok kohesif dalam lingkungan akademik keagamaan memiliki peran penting dalam membentuk dedikasi akademik mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kelompok kohesif terhadap dedikasi akademik mahasiswa Pendidikan Agama Islam di IAIN Kerinci. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan statistik, melibatkan 103 mahasiswa sebagai sampel yang diperoleh melalui kuesioner daring dan manual. Analisis data dilakukan dengan uji regresi linier sederhana untuk melihat pengaruh kelompok kohesif terhadap dedikasi akademik, serta uji ANOVA untuk mengidentifikasi perbedaan kelompok berdasarkan jenis kelamin, semester, dan kepribadian (introvert, ekstrovert, dan ambivert). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok kohesif memiliki pengaruh sebesar 28,3% terhadap dedikasi akademik mahasiswa. Namun, uji ANOVA menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan dalam pembentukan kelompok kohesif berdasarkan jenis kelamin, semester, maupun kepribadian mahasiswa. Temuan ini menegaskan bahwa keberadaan kelompok kohesif dapat menjadi faktor yang mendorong dedikasi akademik mahasiswa, terlepas dari perbedaan demografis dan psikologis mereka

    تطبيق الطريقة التمثيلية باستخدام كتاب 100 محادثة عربية المجلد الأول لتنمية مهارة الكلام لدى الطلبة في المرحلة المتوسطة المحمدية 06 مالانج

    No full text
    The objectives of learning Arabic will be achieved well if teachers pay attention to the methods used during learning, and inappropriate methods will affect the quality of learning. Among the fun and interesting methods that can achieve the goal of learning Arabic, especially good speaking skills, is role play. The purpose of this study was to determine how to implement the role play method with the book 100 Muhadasah Arabiah volume one at SMP Muhammadiyah 06 Dau Malang, as well as to determine the advantages and disadvantages. The approach used in this research is descriptive qualitative with a case study research type. Techniques of collecting data use interviews, observations, and documents. The data analysis techniques are data collection, data reduction, data presentation, and conclusions. The research results show that the implementation of the role play method with the book 100 Arabian muhadasah consists of three stages, namely: (1) he preparation stage includes conveying learning objectives and using methods. (2) The implementation stage consists of dividing into groups, discussing scenarios, dividing roles and role playing. (3) The closing stage consists of performance evaluation and conclusions. Among the advantages of this method when applied is the increase in students\u27 enthusiasm and their confidence in speaking, while the disadvantages are that it takes a long time and there are limited resources or tools in its implementation.إن أهداف تعليم اللغة العربية لن تتحقق تماما إذا كان المعلم لا يهتم باستخدام طريقة التدريس عند عملية الدراسة لأن الطريقة غير مناسبة يؤدي إلى ضعف جودة الدراسة، والطريقة الممتعة والجذابة لتحقيق أهداف تعليم اللغة العربية خاصة في مهارة الكلام هي الطريقة التمثيلية. ويهدف هذا البحث إلى معرفة تطبيق الطريقة التمثيلية باستخدام كتاب 100 محادثة عربية المجلد الأول لتنمية مهارة الكلام لدى الطلبة بالمرحلة المتوسطة المحمدية  06 مالانج، ومعرفة مزايا الطريقة التمثيلية ونقائصها عند عملية التطبيق. والمدخل المستخدم في هذا البحث هو المدخل النوعي بدراسة الحالة، وطريقة جمع البيانات المحتاجة هي  المقابلة، والملاحظة والوثائق. ويكون تحليل بياناتها جمع البيانات، وتخفيض البيانات، وعرض البيانات، والخلاصة. ونتائج البحث هي أن تطبيق الطريقة التمثيلية باستخدام كتاب 100 محادثة عربية المجلد الأول بثلاث مراحل وهي المرحلة الإعدادية أو التحضيرية  التي تتضمن من بيان أهداف التعليم واستخدام الطريقة التمثيلية. والمرحلة التنفيذية أو التطبيقية التي تتضمن من تقسيم المجموعات، مباحثة سيناريو، تقسيم الأدوار، ولعب الأدوار. والمرحلة الختامية تتكون من تقويم كل مجموعات عن الأدوار. ومن مزايا الطريقة هي زيادة حماسة الطلبة، والثقة النفسية في التحدث، وأما من نقائصها هي الطريقة تحتاج إلى فترة طويلة عند عملية لعب الأدوار، وقصر الأدوات المساعدة عند لعب الأدوار

    619

    full texts

    4,412

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Griya Jurnal UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇