Griya Jurnal UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto
Not a member yet
4412 research outputs found
Sort by
Peran Lubna Bimbel dalam Mengembangkan Kecakapan Calistung Anak pada Jenjang TK-SD Kelas 3
Calistung Tutoring (Read, Write, Count) is a non-formal educational institution thatapplies additional and complementary learning for children with basic knowledgeof reading, counting, writing and counting. This study aims to find out how the roleof Lubna Bimbel Karangwangkal in accompanying and developing calistung skills inchildren around their village and outside the village. This research uses a qualitativeapproach. Data collection techniques consist of observations and interviews whichare then analyzed into conclusions. The results of this study show that 1) LubnaBimbell Karangwangkal is able to develop children\u27s learning skills at the age ofkindergarten-elementary school grade 3 using modules made by themselves, 2)Parents feel helped by the existence of Lubna Bimbel, 3) Lubna Bimbel apart frombeing a calistung tutoring, also becomes a daycare place when learning is complete,4) Many parents have entrusted their children with names to follow the tutoring,5) The implementation of tutoring at Lubna Bimbel is very effective and efficientso that the results obtained by children look significant from the learning results 6)The evaluation carried out by Lubna Bimbel is different from other tutors, namelyusing practice questions 1 at the top level which makes children master learning atthe upper level
Pemberdayaan Imam Masjid dan Mushola melalui Participatory Action Research (PAR) dalam Mengoptimalkan Fungsi Manajemen Masjid
Desa Gunung Agung Kecamatan Bumi Jawa, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, memiliki 28 buahmasjid dan musala, yang menjadi contoh nyata kuatnya keberagaman ibadah di Indonesia. Namun, masjid dan musala di Gunung Agung belum maksimal pengelolaannya. Hal ini terlihat daribentuk fisik masjid atau mushola yang tidak rapi, struktur pengelolaan yang tidak sistematis,serta program untuk memakmurkan masjid yang kurang berkembang. Keberadaan masjid danmushola perlu dikelola secara khusus agar senantiasa terjaga dan mengikuti perkembangan ilmupengetahuan terkini tanpa mengurangi nilai penting fungsi hakikinya. Program pemberdayaanimam masjid dan mushola yang dilaksanakan di Desa Gunung Agung bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam kepada masyarakat khususnya imam masjid dan mushola tentangpentingnya pengelolaan yang sistematis, efektif dan efisien. Hal ini meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan kegiatan di masjid. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Participatory Action Research (PAR). Metode PAR memerlukan keterlibatanaktif dari pihak-pihak terkait guna menganalisis kegiatan yang sedang berlangsung. Aspek kegiatan yang dilakukan meliputi penelitian dan sosialisasi kepada seluruh imam masjid dan musholadi Desa Gunung Agung. Hasil pelaksanaan pemberdayaan imam di 28 titik masjid dan musala diDesa Gunung Agung Tegal menunjukkan dampak positif dalam meningkatkan kualitas pengelolaan masjid dan mushola di wilayah tersebut mulai dari idarah, imarah dan ri\u27ayah. Ini dapatdikembangkan lebih lanjut hingga diwariskan kepada generasi berikutny
Penguatan Seni Hadroh Al-Habsyi di Desa Ketenger, Baturraden, Banyumas
Shalawat merupakan pujian yang dihaturkan kepada Nabi Muhammad SAW yang di dalamnyaterdapat berbagai cara untuk mengungkapkan pujian kepada Nabi. Salah satu yang cukup familiar di Indonesia adalah dengan menggunakan seni musik hadroh Al-Habsyi. Seni hadroh, sebagaisalah satu bentuk kesenian Islam tradisional yang menggabungkan pembacaan shalawat denganiringan rebana, memiliki potensi besar untuk menjadi media pemberdayaan ibu-ibu dalam konteks keagamaan. Di masyarakat sekitar telah terjadi penurunan semangat keagamaan khususnya pada ibu-ibu. Kurangnya wadah menjadi salah satu faktor penyebab menurunnya semangatkeagamaan ibu-ibu. Untuk mengurai masalah tersebut diperlukan adanya pemberdayaan ibu-ibusecara terstruktur dengan menggunakan metode partisipatory action research dimulai dari tahapan membangun komunikasi dengan takmir masjid, tokoh agama, dan masyarakat. Kemudiandilanjutkan dengan kegiatan pelatihan seni hadroh Al-Habsyi secara rutin. Hasilnya para ibu-ibucukup antusias dalam mengikuti program pelatihan ini. Bahkan kini ibu-ibu tidak hanya berfokuspada latihan hadroh, tetapi sudah mulai memperdalam ilmu agama dengan mengkaji kitab kuning
Pembelajaran Baca Al-Qur’an dan Praktik Fikih Ibadah (BQ-PI) pada Pesantren Mahasiswa Ulul Albab Purwokerto Kabupaten Banyumas
Al-Qur’an merupakan kitab suci yang diturunkan Allah SWT yang suci dan sempurna, setiap muslim wajib mempelajari dan mengamalkan ajarannya. Layanan ini bertujuan untuk menilai peningkatan kemampuan santri dalam membaca Al-Qur’an sesuai kaidah tajwid dan penerapan hukumibadah pasca mengikuti bimbingan di Pondok Pesantren Mahasiswa Ulul Albab Purwokerto dengan metode ceramah, diskusi, dan praktik langsung. Metodologi yang digunakan dalam layananini disesuaikan dengan materi pelajaran. Hasil layanan menunjukkan adanya peningkatan yangsignifikan dalam kemampuan membaca Al-Qur’an secara tajwid, memahami ilmu tajwid, danmengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, serta peningkatan pemahaman hukum ibadahdan penerapannya baik secara pribadi maupun kelompok. Keberhasilan ini dipengaruhi olehmetode pembelajaran yang efektif, media pembelajaran yang tepat, antusiasme dari mahasiswaserta dukungan pimpinan dan pengurus pondok pesantren. Melalui pendampingan ini, pemahaman dan kemampuan pengamalam membaca Al-Qur’an secara tartil dan pengamalan fikihibadah menjadi sangat memadai sehingga mampu menjadi pribadi yang bermanfaat bagi masyarakat lingkungan sekitar
Desa Toabo Sebagai Model Moderasi Beragama Dalam Konteks Masyarakat Multikultural
Religious diversity in Indonesia is often challenged by the potential for conflict based on ethnic, religious, racial, and intergroup differences (commonly referred to as SARA). However, amid frequent incidents rooted in such tensions, the village of Toabo in Mamuju Regency, West Sulawesi, stands out as a success story in maintaining social harmony. This has been achieved through its effective implementation of religious moderation within a diverse community. This study examines the key factors that have contributed to the success and sustainability of Toabo as a Village of Religious Moderation. Employing a qualitative analytical case study approach, data were collected through literature review and interviews with local residents, religious leaders, and government officials. The findings reveal that the availability of worship facilities for all religious groups, interfaith participation in social and religious activities, the active roles of religious leaders and village authorities in fostering harmonious relations, equitable distribution of power, and the integration of religious moderation values into the school curriculum are among the critical factors contributing to Toabo\u27s success and sustainability as a model of religiously moderate community living.Keberagaman di Indonesia sering kali dihadapkan pada tantangan berupa potensi konflik berbasis Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA). Namun, di tengah maraknya peristiwa-peristiwa yang dimaksudkan, Desa Toabo di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, hadir sebagai sukses story bagaimana suatu kelompok mempertahankan harmonisasi mereka, melalui kesuksesannya dalam menerapkan moderasi beragama di tengah keberagaman masyarakatnya. Studi ini mengkaji faktor yang mendukung keberhasilan dan keberlanjutan Desa Toabo sebagai Kampung Moderasi Beragama. Dengan menggunakan metode kualitatif analitis, studi kasus, dengan mengumpulkan data melalui studi literatur dan wawancara dengan beberapa masyarakat, tokoh agama, dan pemerintah setempat, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ketersediaan tempat ibadah bagi semua agama, keterlibatan masyarakat lintas agama dalam kegiatan sosial dan keagamaan, peran aktif tokoh agama dan pemerintah desa dalam membina hubungan harmonis, distribisi kekuasaan yang merata, dan internalisasi nilai-nilai moderasi beragama dalam kurikulum belajar di sekolah, adalah merupakan sejumlah faktor yang berkontribusi pada keberhasilan dan keberlanjutan Toabo sebagai desa moderasi beragama
Zainudin MZ\u27s Contribution of Da’wah in Forming Political Awareness in Indonesia
This study examines the contribution of Zainudin MZ\u27s da\u27wah in shaping the political awareness of the Indonesian people. Zainudin MZ, known as a \u27da\u27I for a million people\u27, is popular because of his strong and communicative rhetoric and his courage in bringing socio-political messages in his da\u27wah. This approach makes da\u27wah a means of social transformation that can foster political awareness of the people, especially in the context of the transition of the Indonesian government from the New Order era to the reformation. This study uses a descriptive qualitative approach with a literature study method and analysis of Zainudin MZ\u27s da\u27wah discourse in the form of lectures, books, and mass media documentation. The study results show that Zainudin MZ has contributed to integrating da\u27wah with social, political, and power issues. Consistently, he voices the values of justice, honesty, and concern for the ordinary people from the perspective of the da\u27wah language, which is easily understood by the wider community. His involvement in practical politics during the Reformation also shows a form of courage to make da\u27wah an instrument of structural change. Ultimately, he chose to return to the path of cultural da\u27wah because of his disappointment with less-than-ideal political practices. This finding strengthens the importance of the role of da\u27wah as a medium to shape the political awareness of society within the framework of Islamic teachings
Islamic Communication Strategies for Environmental Sustainability in Local Traditions of Mandailing Natal, Indonesia
This article examines the Batang Pungkut river ban hole in Mandailing Natal district, an ethnic Mandailing tradition that contains local wisdom in managing the environment. The urgency of this phenomenon is researched because environmental problems are a common (global) problem and are seen as a threat to collective survival. The research question consists of four questions: how is the communication strategy of preservation, opening of the Lubuk Larangan, and communication barriers in preservation and opening, and what impact do residents feel due to the Lubuk Larangan? The research approach used is qualitative with a qualitative descriptive method. The theory used is Robert Cox\u27s environmental communication strategy, with relevant supporting theories, and reviewed through the perspective of Islamic communication. The results concluded that the communication strategies used were persuasive, educative, and coercive. The communication strategy used refers to the value of local wisdom poda na lima (five wise advice), dalihan na tolu (kinship system), and the value of Islamic communication values, namely communicating clearly (qaulan matsuran) and in delivering messages in communication and being gentle (qaulan balighan). Lubuk larangan is managed in stages, starting from identification, planning, production, and evaluation, and is relevant to Robert Cox\u27s environmental communication strategy. The obstacles faced are unlicensed mining, fish theft, environmentally unfriendly fishing gear, internal organizational dynamics, and community awareness. The novelty of the research lies in the presence of transcedental (divine) aspects in the communication strategy applied, and serves as a guideline to maintain their hope. The impacts residents feel are ecological, socio-cultural, economic, and religious. In addition to providing local impacts, this tradition simultaneously impacts the global community
Gender Relation Patterns of Women’s Activities in the Production Process of Radio Broadcast Programs in Kediri City
This research describes and analyzes the pattern of gender relations of women’s activities in the production process of radio broadcast programs on Andika FM and Bonansa FM radio in Kediri City and the factors that influence women’s access and control in the production process of radio broadcast programs. This research uses a descriptive qualitative approach in which the data collection techniques include observation, in-depth interviews, and documentation. The data analysis method utilized is gender analysis, known as the Harvard gender analysis method, or Gender Framework Analysis (GFA). Based on the study results, it can be concluded that women are actively involved in various radio activities at Andika FM and Bonansa FM. Women’s activities in multiple roles encourage changes in gender relations at the local cultural level, from the subordinate position of women to a more equal relationship. Women’s activities in the radio world have reached the stage of providing broad access for women to manage the radio, design and determine broadcast content, and produce radio programs. Factors influencing women’s access and control in the production process of radio programs at Andika FM and Bonansa FM radio include education level, company leadership policies, and awareness of gender equality between men and women
Interaksi Sosial sebagai Katalisator Inovasi Pendidikan: Studi atas Lembaga dan Metode Pendidikan Dinasti Abbasiyah
Permasalahan yang sering terjadi dalam berinteraksi sosial adalah fenomena pluralis, dimana perbedaan agama dan etnis dapat menimbulkan berbagai problematika, seperti intoleransi, diskriminasi dan streotipe yang dapat memicu timbulnya konflik antarkelompok masyarakat pluralis. Tujuan penelitian ini, yakni 1) Mengetahui sejarah zaman keemasan (Golden Age) Dinasti Abbasiyah; 2) Mengetahui proses interaksi sosial pada tujuan dan metode pendidikan Dinasti Abbasiyah dan; 3) Mengetahui proses interaksi sosial pada lembaga-lembaga pendidikan Dinasti Abbasiyah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kepustakaan. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis konten yang berusaha membuat kesimpulan yang objektif dari beberapa literatur yang terkait dengan tema penelitian. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa era keemasan (Golden age) Dinasti Abbasiyah dilatarbelakangi oleh proses interaksi sosial yang terjadi pada metode dan lembaga-lembaga pendidikan dalam mewujudkan tujuan pendidikan Dinasti Abbasiyah yang dapat menciptakan norma sosial yang dipatuhi oleh semua kalangan masyarakat. Selain itu, proses pendidikan pada masa Dinasti Abbasiyah juga mengedepankan prinsip dan nilai-nilai multikulturalisme yang tinggi dengan memanfaatkan semua kalangan pelajar dan masyarakat dari berbagai agama maupun etnis untuk kemajuan peradaban Islam Dinasti Abbasiyah
Fact-Checking: Literasi Informasi Berbasis Moderasi Beragama sebagai Upaya Deradikalisasi di Perguruan Tinggi
Arus informasi digital yang masif di perguruan tinggi membawa risiko serius penyebaran ideologi radikal. Penelitian ini bertujuan merumuskan kerangka konseptual integrasi fact-checking dan literasi informasi dengan nilai-nilai moderasi beragama (wasathiyah) sebagai strategi deradikalisasi di lingkungan kampus. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan, penelitian ini menelaah berbagai literatur, jurnal, dan laporan yang relevan terkait peran fact-checking dalam memperkuat ketahanan mahasiswa terhadap hoaks, ujaran kebencian, serta propaganda ekstremis di ruang digital. Secara teoritis, fact-checking tidak hanya dipahami sebagai proses teknis verifikasi data, melainkan juga sarana edukatif yang menumbuhkan sikap kritis, toleran, dan konfirmatif terhadap kebenaran. Temuan menunjukkan bahwa perguruan tinggi perlu mengintegrasikan literasi informasi dengan nilai moderasi beragama guna mencegah pengaruh radikal, memperkuat resiliensi ideologis, serta menumbuhkan kesadaran inklusif pada mahasiswa. Integrasi ini diharapkan menjadi benteng efektif dalam membangun ekosistem digital moderat di perguruan tinggi