Buletin Ilmu Kebidanan dan Keperawatan
Not a member yet
58 research outputs found
Sort by
Studi Kualitatif Kenakalan Remaja: Tren Kenakalan di Kalangan Remaja dan Faktor Penyebabnya
Tingginya kenakalan remaja disebabkan karena pada masa remaja memasuki kondisi labil sehingga menjadikan remaja rentan terhadap berbagai perilaku negatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja jenis kenakalan remaja yang dilakukan dan faktor penyebabnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi dengan mengambil 12 informan yang terdiri dari enam informan inti dan enam informan pendukung yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis perilaku remaja yang ditemukan antara lain penyalahgunaan obat psikotropika, merokok, konsumsi minuman beralkohol, dan seks pranikah. Faktor yang mempengaruhinya adalah internal (individu) dan eksternal (keluarga, lingkungan masyarakat, dan teman sebaya). Pendekatan individu, kelompok, dan keluarga yang berkesinambungan diperlukan untuk menggali permasalahan spesifik terkait kenakalan remaja untuk menentukan penanganan yang tepat
Efektivitas Pemberian Aromaterapi Lemon Terhadap Frekuensi Emesis Gravidarum pada Ibu Hamil Trimester I
Emesis gravidarum merupakan salah satu contoh keluhan normal yang sering dialami oleh ibu hamil pada trimester pertama. Emesis gravidarum ini dibiarkan akan menjadi kasus patologis yang dapat meningkatkan resiko terjadinya gangguan pada kehamilan. Tujuan penelitian diketahui Efektivitas pemberian aromaterapi lemon terhadap frekuensi emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I di PMB Erma Yanti. Desain penelitian Quasy experiment dengan pendekatan Nonequivalent Control Group design. Penelitian ini dilakukan pada 30 Juli- 15 Agustus 2024. Sampel penelitian ini yaitu 22 responden intervensi dan 22 responden kontrol dengan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah lembar lbesrevasi dan kuesioner PUQE-24, data dianalisis menggunakan uji Mann Whitney. Hasil analisis rata-rata frekuensi emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I yang diberikan perlakuan aroma terapi lemon sebelum diberikan mual muntah ringan (8,14) dan sesudah diberikan tidak muntah (2,64). Nilai rata-rata frekuensi emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I yang tidak diberikan perlakuan frekuensi sebelum mual muntah sedang (8,14) dan sesudah mual muntah sedang (7,91). Terdapat efektivitas pemberian aromaterapi lemon terhadap frekuensi emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I dengan p-value 0,000 dengan Corelation Coefficient bernilai positif 1,00 maka kedua variabel memiliki hubungan yang sempurna. Saran bagi tenaga kesehatan diharapkan dapat menjadi alternative tenaga Kesehatan khususnya bidan dalam memilih metode non farmakologi aromaterapi lemon untuk penanganan emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I
Memahami Kebijakan Keluarga Berkualitas dari Perspektif Keluarga: Studi Kasus Pengambilan Keputusan Jumlah Anak di Kampung Muhajirin Batu Merah Batu Merah, Maluku
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi dan karakteristik keluarga terhadap nilai anak dan penentuan jumlah anak di daerah Maluku, khususnya di kampung Muhajirin Batu Merah Kecamatan Sirimau, Maluku. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi dengan mengambil 8 informan yang terdiri dari 6 informan inti dan 2 informan pendukung, yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari keenam keluarga yang memiliki lebih dari empat anak, tidak mengalami kesulitan dalam proses persalinan. Dua keluarga yang dianggap mampu secara ekonomi dan berpendidikan formal, memiliki usia perkawinan yang lebih dewasa. Keluarga tersebut juga menyatakan bahwa memiliki banyak anak merupakan anugrah Allah dan hal ini menjadikan rumah tangga mereka sangat harmonis. Penelitian ini memberikan gambaran tentang bagaimana keluarga di daerah Maluku memandang nilai anak dan faktor-faktor yang mempengaruhi penentuan jumlah anak dalam keluarga
Gambaran Tingkat Pengetahuan tentang Penyakit TORCH pada Wanita Produktif
Perubahan pola hidup yang terjadi pada masyarakat terutama pada ibu hamil semakin lama semakin mengalami peningkatan mudah untuk terinfeksi berbagai gangguan penyakit salah satunya infeksi Toxoplasma, Other Disianse, Rubella, Cytomegalovirus dan Herpes Simplex Virus (TORCH). Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan kebiasaan tentang penyakit TORCH pada wanita produktif. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif sampel penelitian ini sebanyak 75 sampel yang diperoleh dengan teknik purposive. Pengumpulan data mengunakan kuesioner pengetahuan wanita tentang penyakit TORCH. Hasil penelitian menjelaskan bahwa 47 responden yang memiliki pengetahuan kurang. Kebiasaan mereka adalah tidak mengkonsumsi daging dan sayuran mentah. Hal ini juga berkaitan demgan pola hidup sehat yang bisa dikatakan melakukan pencegahan terjadinya penyakit TORCH. Wanita produktif memiliki pengetahuan yang kurang karena kurangnya informasi, edukasi dan sosialisasi tentang penyakit TORCH. Pola hidup wanita produktif sebagian besar tidak mengkosumsi daging dan sayuran mentah
Efektivitas Pemberian Vitamin D Terhadap Peningkatan Daya Tubuh : Tinjauan Literatur
Vitamin D merupakan prohormon yang memiliki fungsi utama mengatur keseimbangan kalsium tubuh. Sebagai imunoregulasi, vitamin D memiliki dua fungsi penting sebagai hormon sekosteroid pada regulasi hemostasis kalsium pada tubuh dan sebagai zat esensial organik yang sangat penting terhadap respons imun, Sebuah studi di Indonesia menunjukkan bahwa prevalensi defisiensi vitamin D sebesar 50% pada wanita berusia 45-55 tahun, kekurangan vitamin D dapat mengganggu sistem imun, meningkatkan risiko terjadinya rakitis pada anak atau lunaknya tulang sehingga mudah patah atau berubah bentuk pada orang dewasa. Kemudian juga dapat meningkatkan risiko tulang keropos (osteoporosis), penyakit autoimun, penyakit jantung dan pembuluh darah, diabetes, saluran pernapasan. Tinjauan literatur bertujuan sebagai kajian dan pustaka mutakhir mengenai ancaman defisiensi vitamin D di Indonesia yang menimbulkan kewaspadaan bagi penduduknya dan membahas juga peran vitamin D bagi kesehatannya. Desain menggunakan desain penelitian tinjauan literatur, Sumber data sekunder yang didapat berupa artikel yang relevan dengan topik dilakukan menggunakan database melalui Scopus, PubMed, Science Direct, CINAHL, ProQuest dan Garuda. hasil review menunjukkan beberapa manfaat terapi vitamin D terhadap daya tahan tubuh yaitu dapat memberikan kecukupan kadar vitamin D, memberikan kesehatan tulang terhidar dari osteoporosis, menstabilkan tekanan darah dan menurunkan apoptosis sel (khususnya pada pasien kanker). Serta pentingnya peran perawat dalam memberikan terapi untuk meningkatkan kualiatas hidup pasien yang memiliki defisiensi vitamin D adalah dengan edukasi mengenai pentingnya paparan matahari pada pukul 09.00-09.30 dan tambahan suplemen vitamin D dengan dosis antara 400-1000 UI/hari sesuai kebutuhan individ
Keperawatan dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Luka Nekrotik Usus pada Pasien Covid-19
Pasien COVID-19 yang parah sering mengalami hiperinflamasi. Hiperinflamasi sistemik dapat menyebabkan mikrotrombosis sebagai akibat hiperkoagulasi. Hal ini dapat menyebabkan iskemia pada jaringan pencernaan dan akhirnya menimbulkan luka nekrotik usus. Penelitian ini mengidentifikasi faktor apa saja yang mempengaruhi timbulnya luka nekrotik usus pada pasien COVID-19 serta implikasi keperawatnnya. Analisis dilakukan dengan strategi pencarian pada tiga studi yaitu case study, systematic review dan meta-analysis yang disusun dari Maret 2021 hingga Juli 2021. Database yang digunakan Google Scholar, Pubmed, Research Gate dan Science Direct yang setidaknya membahas mekanisme luka nekrotik usus dan presentasi kasus luka nekrotik usus pada pasien COVID-19. Hasil penelitian menujukkan pasien COVID-19 yang berjenis kelamin laki, kelompok usia dewasa dengan komorbid diabetes memiliki resiko tinggi terhadap masalah luka nekrotik usus dan untuk tata laksana, keperawatan kritis dapat menjadi bidang yang perlu dipilih oleh perawat selama memberikan perawatan pada pasien. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi referensi dalam pengembangan ilmu keperawatan mengenai mekanisme luka nekrotik usus pada pasien COVID-19
The Relationship between Knowledge and the Occurrence of Vaginal Discharge
This study aimed to investigate the relationship between knowledge of vulva hygiene and the occurrence of vaginal discharge among female students in the female boarding high school in Indonesia. A total of 48 students were selected through purposive sampling and data was collected using a questionnaire. The results showed that 31.8% of unmarried women or adolescent girls aged 12-24 years experienced vaginal discharge. Lack of knowledge about vaginal discharge among adolescents and feeling embarrassed to consult health professionals were the reasons for not seeking treatment. This puts adolescent girls at a higher risk of experiencing vaginal discharge. The analysis using the Chi-square test showed a significant relationship (p<0.05) between knowledge of vulva hygiene and the occurrence of vaginal discharge, with a correlation coefficient of 0.416, indicating a moderate relationship. Therefore, it is recommended that respondents increase their knowledge of vulva hygiene, and those experiencing pathological vaginal discharge should improve genital hygiene to avoid future health issues
Implementasi Layanan Malaria Terintegrasi Kesehatan Ibu dan Anak: Kajian Awal di Kabupaten Sumba Barat Daya
Malaria pada kelompok ibu hamil dan balita memberikan dampak yang buruk bagi kelangsungan kesehatan ibu dan anak, untuk itu pemerintah mengeluarkan program layanan malaria terintegrasi KIA sebagai upaya pencegahan malaria pada kelompok beresiko yang tinggal di wilayah endemis malaria. Kabupaten Sumba Barat Daya merupakan salah satu kabupaten di Indonesia dengan endemisitas malaria yang tinggi. Tujuan studi ini untuk mendapatkan gambaran dan menjelaskan implementasi layanan malaria terintegrasi KIA di Kabupaten Sumba Barat Daya. Metode yang digunakan adalah studi eksplorasi secara kualitatif dengan informan kunci dari tiga level yaitu tingkat Dinas Kesehatan, Puskesmas dan Desa melalui Juru Malaria Desa. Hasil kajian menunjukkan bahwa dalam pelaksanaan layanan terintegrasi di kabupaten belum memiliki aturan turunan dari pedoman yang dikeluarkan oleh pusat. Selain itu, pelaksanaan program ini masih belum berkolaborasi dengan baik antara pengelola malaria dengan bidan sebagai penanggungjawab program KIA. Beberpa perbaikan dalam pengelolaan perlu dilakukan untuk mencapai keberhasilan
Telemedicine and Digital Health in the Future of Midwifery Care
Telemedicine and digital health have emerged as transformative midwifery and maternal healthcare technologies. This study employs a comprehensive bibliometric analysis to explore the current research landscape at the intersection of telemedicine, digital health, and midwifery. The methodology involves an initial search in the Dimensions database using the keywords "Telemedicine AND Digital Health AND Midwifery", followed by data filtration based on publication year, article type, article category, and citation count. Further refinement is carried out using the Publish or Perish tool, which extends the search to capture additional relevant publications. Data obtained from Publish or Perish is then imported into VoSViewer for bibliometric analysis, enabling the identification of research gaps, trends, and clustering of topics within the selected literature. The study reveals a significant body of research on telemedicine and digital health in the context of midwifery, with a growing interest in the field. Health Sciences, Health Services and Systems, and Biomedical and Clinical Sciences emerge as the dominant research categories. Articles constitute the majority of publications, followed by chapters and edited books. The citation count indicates the influence and relevance of the identified literature. This study provides valuable insights into telemedicine, digital health, and midwifery research, highlighting areas of focus, research gaps, and emerging trends. The findings contribute to a better understanding of the evolving landscape in maternal healthcare, offering opportunities for further exploration and innovation in this critical domain
Tingkat Kecemasan Ibu Hamil Trimester Ketiga Menghadapi Persalinan di Masa Pandemi
Kehamilan merupakan sesuatu yang wajar terjadi pada wanita yang produktif. Pada setiap masa kehamilan ibu akan mengalami beberapa perubahan, baik perubahan fisik maupun perubahan psikologis yang cukup spesifik sebagai reaksi dari apa yang ia rasakan pada masa kehamilan. Sehingga tidak menutup kemungkinan bagi seorang ibu hamil trimester III (UK 29 - 40 minggu) yang akan mengahadapi proses persalinan cenderung mengalami kecemasan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran tingkat kecemasan ibu hamil trimester III dalam menghadapi persalinan pada masa pandemi di Puskesmas Pleret. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang menggunakan variabel tunggal yaitu gambaran tingkat kecemasan ibu hamil. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Pleret dengan populasi ibu hamil trimester III yang memeriksakan kehamilan di Puskesmas Pleret sebanyak 583 responden dengan jumlah sampel sebanyak 48 responden. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan kuisioner, selanjutnya data diolah menggunakan komputer dengan uji statistic analisis distribusi frekuensi. Hasil uji statistic diperoleh tingkat kecemasan ibu hamil trimester III dalam menghadapi persalinan di Puskesmas Pleret adalah ibu hamil tidak ada gejala kecemasan sebesar 54,2%, kecemasan ringan sebesar 22,9%, kecemasan sedang sebesar 12,5%, kecemasan berat sebesar 10,4%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tingkat kecemasan ibu hamil trimester III dalam menghadapi persalinan di Puskesmas Pleret mayoritas adalah ibu hamil tidak ada gejala kecemasan. Diharapkan ibu hamil untuk melakukan sharing tentang pengalaman persalinan maupun konsultasi dengan bidan / ahli psikolog terkait dengan kecemasan ibu hamil dalam menghadapi persalinan untuk meningkatkan pengetahuan ibu sehingga dapat menjalani kehamilan yang sehat dan dapat mempersiapkan persalinan dengan baik