Buletin Ilmu Kebidanan dan Keperawatan
Not a member yet
58 research outputs found
Sort by
Penerapan Teknik Pursed-Lip Breathing dan Diaphragmatic Breathing Exercise pada Pasien Tetralogy of Fallot: Studi Kasus
Tetralogy of Fallot (TOF) adalah kelainan jantung bawaan sianotik yang dapat menyebabkan hipoksemia kronik, terutama pada pasien yang hanya menjalani operasi paliatif Blalock-Taussig Shunt (BTS). Tujuan studi kasus ini adalah untuk menggambarkan penerapan teknik Pursed-Lip Breathing (PLB) dan Diaphragmatic Breathing Exercise (DBE) dalam meningkatkan oksigenasi dan mengurangi sesak napas pada pasien dewasa dengan TOF riwayat BTS. Subjek studi adalah pria 27 tahun yang mendapat intervensi PLB dan DBE selama empat hari, masing-masing lima siklus per hari. Hasil menunjukkan penurunan frekuensi napas dari 28 menjadi 22 kali/menit, peningkatan saturasi oksigen dari 66% menjadi 74%, serta penurunan skala sesak napas dari NRS 6 menjadi 3. Latihan pernapasan PLB dan DBE memberikan dampak positif terhadap ventilasi dan kenyamanan pasien dengan TOF dewasa riwayat BTS. Perawat berperan penting dalam edukasi dan pemantauan selama latihan berlangsung
Perceptions and Attitudes of Women of Childbearing Age towards Cervical Cancer Screening: A Psychological Review
In Indonesia, cervical cancer ranks as the second leading cause of death among women, coming in right after breast cancer, which holds the top spot. Early detection or screening is the primary modality carried out to overcome the high rate of cervical cancer deaths in Indonesia, but the number of screening participants is still low. One of the causes is the perception of women of childbearing age towards cervical cancer. This study aimed to explore the connection between the perceptions and attitudes of women of childbearing age towards cervical cancer screening. The research method used a cross-sectional design with a population of women aged 20-50 years in Sukorambi Village, Jember Regency. A total of 86 participants were involved, chosen through a cluster random sampling method. The findings revealed that the respondents' mean age was 34.66 year, with the majority having a high school education (62.80%), the majority being unemployed (72.09%), and the majority being married (95.35%). The outcomes of the data evaluation indicated a p-value of 0.002, which is less than 0.05, along with a correlation coefficient of 0.324. This leads to the conclusion that a significant connection exists between perceptions and attitudes towards cervical cancer screening among women of childbearing age in Sukorambi Village. In increasing awareness of WUS, it is hoped that health workers will actively and routinely hold cervical cancer screening socialization activities to influence WUS attitudes towards cervical cancer screening
Pengaruh Pendidikan Kesehatan tentang Pernikahan Dini pada Ibu yang Memiliki Anak Remaja Awal terhadap Niat Menikahkan Anak secara Dini
Pernikahan usia dini merupakan pernikahan di bawah usia atau remaja dibawah 20 tahun yang seharusnya belum siap untuk melaksanakan pernikahan. Dampak dari pernikahan dini bagi wanita yaitu membahayakan persalinan dan pada bayi dapat terjadi berat badan lahir rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan tentang pernikahan dini pada ibu yang mempunyai anak remaja awal (12-15) tahun terhadap niat untuk menikahkan anak secara dini di desa Curahtulis Tongas Probolinggo Tahun 2025. Metode penelitian ini menggunakan desain pre- eksprerimental. Teknik sampel yang dipakai yaitu total sampling dengan jumlah sampel 38 responden. Hasil pretest menunjukkan 25 responden (65,8%) mempunyai niat untuk menikahkan anaknya secara dini, sedangkan hasil posttest menunjukkan 23 responden (60,5%) tidak mempunyai niat untuk menikahkan anaknya secara dini. Berdasarkan uji Mc Nemar bahwa nilai p-value 0,031 sehingga secara statistik dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pendidikan kesehatan tentang pernikahan dini terhadap niat ibu untuk menikahkan anaknya secara dini. Pemberian pendidikan kesehatan sangat mempengaruhi terhadap niat orang tua untuk menikahkan anaknya secara dini, oleh karena itu edukasi mengenai pernikahan usia muda harus terus diberikan kepada orang tua agar terhindar dari dampak buruk pernikahan dini
Pengaruh Perawatan Aktivitas Dukungan Spiritual dengan Tingkat Kecemasan dan Depresi pada Pasien Kanker Stadium Lanjut
Kanker menjadi masalah kesehatan masyarakat di tingkat global maupun nasional. Pasien kanker sering kali menghadapi masalah seperti kecemasan dan depresi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aktivitas dukungan spiritual (spiritual support activity) berupa memfasilitasi salat dan mengaji terhadap tingkat kecemasan dan depresi pada pasien kanker stadium lanjut di Rumah Sakit Dr. Moewardi Surakarta. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimental dengan kelompok kontrol dan intervensi. Sampel yanng digunakan sebanyak 50 pasien kanker stadium lanjut dipilih menggunakan teknik convinience sampling dan dibagi ke dalam dua kelompok, yaitu kelompok intervensi dan kelompok kontrol masing-masing 25 orang. Intervensi yang diberikan berupa memfasilitasi salat dan mengaji selama tiga hari berturut-turut. Pengukuran tingkat kecemasan dan depresi dilakukan menggunakan kuesioner Hospital Anxiety and Depression Scale (HADS) sebelum dan sesudah intervensi. Tingkat kecemasan pada partisipan menurun dari 76% menjadi 8%, dan tingkat depresi menurun dari 64% menjadi 8%, sehingga menunjukkan adanya penurunan signifikan tingkat kecemasan dan depresi pada kelompok intervensi dibanding kelompok kontrol. Aktifitas dukungan spiritual membantu pasien memperoleh ketenangan batin, mengurangi rasa takut dan kegelisahan, serta meningkatkan harapan hidup. Penelitian ini menegaskan pentingnya dukungan aktivitas spiritual sebagai bagian dari perawatan holistik untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis pasien kanker stadium lanjut
The Role of Artificial Intelligence in Midwifery: A Scoping Review of Benefits, Challenges, and Ethical Implications
Artificial Intelligence (AI) is rapidly transforming healthcare and holds significant potential to improve maternal and neonatal outcomes through its application in midwifery. This scoping review investigates the role of AI in midwifery, emphasizing its benefits, challenges, and ethical implications. Guided by the Arksey and O’Malley framework, a systematic literature search was conducted using Google Scholar (2014–2024) via the Publish or Perish software, with keywords including "Artificial Intelligence in Midwifery," "AI and Maternal Health," and "Machine Learning in Obstetrics." A total of 15 articles were reviewed. The findings reveal five key areas where AI contributes to midwifery practice: (1) early detection of pregnancy complications such as preeclampsia and gestational diabetes using predictive machine learning models; (2) remote monitoring of pregnancy through wearable devices and mobile applications; (3) use of virtual assistants and chatbots for patient education and psychological support; (4) optimization of healthcare facility management, including electronic health records and resource allocation; and (5) AI-based training simulations for midwives to enhance clinical competencies. While these advancements offer promising improvements, challenges remain, including high implementation costs, limited infrastructure, and data privacy concerns. Ethical considerations stress the importance of ensuring AI complements—rather than replaces—the empathetic, human-centered care that is central to midwifery. This review highlights the transformative potential of AI in midwifery and advocates for its ethical and balanced integration to maximize benefits for maternal and neonatal health
Pengaruh Senam Otak terhadap Kemampuan Kognitif pada Lansia: Systematic Review
Penurunan fungsi kognitif merupakan salah satu masalah utama yang dialami oleh lanjut usia (lansia) seiring proses penuaan, yang dapat berdampak pada kualitas hidup dan kemandirian mereka. Senam otak (brain gym) merupakan salah satu bentuk intervensi non-farmakologis yang relatif mudah diterapkan dan diduga mampu merangsang kerja otak melalui gerakan sederhana yang terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah secara sistematis pengaruh senam otak terhadap kemampuan kognitif pada lansia. Metode yang digunakan adalah systematic review berdasarkan pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA). Artikel dikumpulkan dari tiga basis data: Scopus, PubMed, dan Google Scholar, dengan kriteria inklusi berupa populasi lansia, intervensi berupa senam otak, dan hasil pengukuran fungsi kognitif menggunakan alat seperti Mini-Mental State Examination (MMSE) atau pengukuran kadar Brain-Derived Neurotrophic Factor (BDNF). Dari 166 artikel yang diidentifikasi, 9 artikel memenuhi kriteria dan dianalisis lebih lanjut. Setiap artikel dinilai kualitasnya melalui proses critical appraisal menggunakan instrumen Joanna Briggs Institute (JBI) yang disesuaikan dengan desain masing-masing studi. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan semi-kuantitatif; satu studi melakukan meta-analisis namun hasilnya belum menunjukkan efektivitas senam otak yang signifikan secara statistik. Meskipun demikian, mayoritas studi menunjukkan peningkatan signifikan dalam fungsi kognitif lansia setelah intervensi senam otak. Temuan ini mengindikasikan bahwa senam otak memiliki potensi sebagai strategi non-farmakologis yang efektif dalam menjaga dan meningkatkan fungsi kognitif lansia. Penelitian lebih lanjut dengan desain eksperimental yang lebih kuat dan ukuran sampel yang lebih besar sangat diperlukan untuk memperkuat bukti ilmiah yang ada
Pengaruh Penggunaan Video pada Peningkatan Pengetahuan Remaja Putri tentang Anemia
Anemia pada remaja adalah kondisi anemia yang paling sering disebabkan oleh kekurangan nutrisi yang diperlukan untuk pembentukan hemoglobin, seperti zat besi (Fe), vitamin C, dan tembaga. Salah satu faktor penyebab anemia adalah tingkat pengetahuan, karena memengaruhi persepsi atau perilaku individu. Gambaran pengetahuan remaja putri tentang anemia pada siswa kelas X menunjukkan bahwa 64,3% tidak mengetahui tentang anemia. Upaya pemberian pendidikan kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan remaja, sesuai dengan hasil penelitian. Penggunaan media video dalam penelitian ini memudahkan remaja untuk mendapatkan informasi tentang anemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media video terhadap peningkatan pengetahuan remaja putri tentang anemia di SMP Negeri 1 Godean. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif pra-eksperimental dengan pendekatan cross-sectional dalam desain one group pretest-posttest. Pengambilan sampel dilakukan secara random sampling dengan jumlah 22 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan media video. Setelah diberikan pendidikan kesehatan menggunakan media video, tingkat pengetahuan remaja meningkat menjadi 22 responden dalam kategori baik (100%). Hasil uji Wilcoxon sebelum (pretest) dan setelah (posttest) terkait pendidikan kesehatan menggunakan media video diperoleh nilai z= -4,111 dan p-value= 0,000 (< 0,05). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan remaja tentang anemia setelah diberikan pendidikan kesehatan menggunakan media video. Terdapat pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan media video terhadap pengetahuan remaja tentang anemia. Dengan meningkatnya pengetahuan responden tentang anemia, diharapkan responden dapat menerapkan metode pencegahan anemia sehingga anemia tidak terjadi pada remaja putri
Peer Counselor as A Preventive Effort Against Early Marriage Using the Health Belief Model Approach
Early-age marriage presents a significant challenge in many developing countries, including Indonesia. Marriages occurring before the age of 18 often lead to adverse outcomes for adolescents, including pregnancy and childbirth complications that elevate maternal and infant mortality rates. Additionally, early marriage commonly disrupts adolescent education, limiting future employment opportunities. Effective preventive strategies, such as the "KOTESA" initiative, empower adolescents using the Health Belief Model (HBM) approach. This study employed qualitative methods with a descriptive phenomenological approach, gathering data through in-depth interviews. Most participants were adolescents married before age 16, many experiencing their first pregnancy at a similarly young age. Such early marriages impact adolescents’ health, education, and economic prospects. Intervention through peer counseling, guided by the HBM approach, proved effective in increasing adolescent knowledge about reproductive health and in serving as a preventive measure against early marriage. The KOTESA program involves adolescents as peer counselors utilizing the Health Belief Model framework, which emphasizes behavioral change by enhancing perceptions of risk, highlighting benefits, and reducing barriers to prevent early marriage. It is recommended that stakeholders promote and support the KOTESA peer counseling model to encourage behavioral change among adolescents and reduce early marriage rates
Hipertensi dan Faktor-Faktor yang Berhubungan: Studi Kasus di RSU Wulan Windy, Medan, Sumatera Utara
Hipertensi, atau tekanan darah tinggi, merupakan kondisi kronis di mana tekanan darah pada dinding arteri (pembuluh darah bersih) meningkat. Kondisi ini dikenal sebagai "pembunuh diam-diam" karena jarang menunjukkan gejala yang jelas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui distribusi frekuensi faktor-faktor yang berhubungan dengan terjadinya hipertensi di RSU Wulan Windy Medan pada tahun 2023. Berdasarkan hasil analisis menggunakan uji Chi-Square, penelitian ini menunjukkan bahwa RSU Wulan Windy Medan memperoleh nilai signifikan pada tingkat pengetahuan sebesar 0,001. Hal ini menunjukkan adanya hubungan antara tingkat pengetahuan dengan terjadinya hipertensi. Hipotesis nol (Ho) ditolak, dan hipotesis alternatif (Ha) diterima. Selain itu, hasil aktivitas juga memperlihatkan nilai p-value sebesar 0,029 dengan Ha diterima, menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara aktivitas dan terjadinya hipertensi. Begitu pula dengan perilaku merokok, di mana nilai p-value sebesar 0,012 dengan Ha diterima, menunjukkan hubungan yang signifikan antara merokok dan terjadinya hipertensi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa secara statistik terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan, aktivitas, dan merokok dengan terjadinya hipertensi di RSU Wulan Windy Medan
Analisis Determinan Sosial Terhadap Pemberian ASI Eksklusif pada Bayi Usia 6-11 Bulan
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi pemberian ASI eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Rasanae Timur Kota Bima NTB. Metode penelitian menggunakan pendekatan analisis multivariat terhadap data survei yang melibatkan 66 ibu dengan bayi usia 6-11 bulan. Variabel yang dianalisis meliputi pengetahuan ibu, usia ibu, pendidikan ibu, dan budaya keluarga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan ibu memiliki pengaruh signifikan terhadap praktik pemberian ASI eksklusif, dengan ibu yang memiliki pengetahuan kurang memiliki risiko 5,5 kali lebih tinggi untuk tidak memberikan ASI eksklusif dibandingkan yang memiliki pengetahuan baik. Namun, usia ibu, tingkat pendidikan ibu, tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap praktik pemberian ASI eksklusif. Di sisi lain, budaya keluarga memiliki dampak signifikan, di mana keluarga dengan budaya mendukung cenderung memberikan ASI eksklusif lebih banyak dibandingkan dengan keluarga yang budayanya kurang mendukung. Kesimpulannya, upaya untuk meningkatkan pengetahuan ibu dan mendukung budaya keluarga yang positif perlu ditingkatkan untuk meningkatkan praktik pemberian ASI eksklusif di wilayah ini