Buletin Ilmu Kebidanan dan Keperawatan
Not a member yet
58 research outputs found
Sort by
Penatalaksanaan Dispnea pada Pasien Pneumonia dengan Congestive Heart Failure (CHF): Case Report
Infeksi akut pada pneumonia menghasilkan akumulasi cairan atau eksudat di alveoli yang mengganggu pertukaran gas dan menimbulkan hipoksemia. Hubungan antara pneumonia dan CHF bersifat multifaktorial, dipengaruhi oleh peningkatan kebutuhan oksigen miokard, penurunan oksigenasi darah akibat hipoksemia, efek kardiotoksik mikroorganisme, vasokonstriksi akibat hipoksia, serta respons inflamasi sistemik yang melibatkan pelepasan katekolamin dan sitokin proinflamasi. Dispnea menjadi salah satu gejala klinis yang umum ditemukan pada pasien pneumonia dengan CHF. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penatalaksanaan dispnea yang diberikan pada pasien pneumonia dengan CHF. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus. Subjek penelitian ini seorang perempuan berusia 64 tahun dengan diagnosa medis pneumonia dengan CHF yang mengeluh dispnea. Intervensi keperawatan yang diberikan meliputi pemantauan respirasi, terapi oksigen, pengaturan posisi, dan teknik pursed lip breathing selama empat hari. Evaluasi keberhasilan intervensi dilakukan melalui parameter frekuensi nafas, saturasi, oksigen, penggunaan otot bantu nafas, dan skala dispnea Modified Medical Research Council (mMRC). Hasil menunjukkan perbaikan signifikan ditandai dengan penurunan frekuensi nafas, peningkatan saturasi oksigen, penurunan jenis alat dan kecepatan aliran oksigen, tidak ditemukan lagi penggunaan otot bantu nafas, dan penurunan skala dispnea. Kombinasi dari intervensi yang diberikan efektif dan efisien dalam mengurangi dispnea pada pasien pneumonia dan CHF
Hubungan Kunjungan Antenatal Care dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah: Studi di Wilayah Kerja Puskesmas Godean II Sleman, DIY
Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), yang didefinisikan sebagai bayi yang lahir dengan berat kurang dari 2.500 gram, merupakan masalah kesehatan yang berkontribusi terhadap angka kematian bayi. Beberapa faktor risiko yang menyebabkan BBLR antara lain paritas, jarak kehamilan sebelumnya, status gizi, usia ibu, dan kunjungan antenatal care (ANC). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kunjungan ANC dengan kejadian BBLR di wilayah kerja Puskesmas Godean II. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan observasional analitik secara retrospektif dan desain kasus-kontrol. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 50 subjek, terdiri dari 25 kelompok kasus dan 25 kelompok kontrol dengan rasio 1:1. Uji chi-square menunjukkan nilai P = 0,000 (<0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara kunjungan ANC dan kejadian BBLR di wilayah kerja Puskesmas Godean II. Nilai Odds Ratio (OR) yang diperoleh adalah 3,778 (CI: 2,157 – 6,615), yang menunjukkan bahwa risiko kejadian BBLR 3,778 kali lebih besar pada ibu yang melakukan kunjungan ANC kurang dari 6 kali dibandingkan dengan ibu yang melakukan kunjungan ANC lebih dari 6 kali. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara kunjungan ANC dan kejadian BBLR di wilayah kerja Puskesmas Godean II. Temuan ini memiliki implikasi penting bagi tenaga kesehatan, peneliti, dan pembuat kebijakan dalam menekankan pentingnya pelayanan ANC yang berkualitas dengan standar minimal yang harus dipenuhi.
Pengaruh Terapi Murattal dengan Kualitas Tidur pada Ibu Hamil Trimester III: Studi Kasus di PMB Kabupaten Pringsewu, Lampung
Selama kehamilan ibu mengalami banyak perubahan baik perubahan anatomi maupun perubahan fisiologis. Ketidaknyamanan yang dirasakan oleh ibu hamil paling sering dirasakan saat trimester III. Trimester III merupakan masa menunggu kelahiran bayinya. Ketidaknyamanan yang dirasakan ibu mengakibatkan aktivitas sehari-hari ibu hamil menjadi terganggu. Gangguan tidur merupakan Keluhan yang paling sering terjadi pada ibu hamil trimester III. Gangguan tidur yang dialami wanita hamil dapat kejadian ini meningkat pada trimester ketiga hingga 60%. Gangguan ini menyebabkan kualitas tidur ibu menurun. Salah satu cara pendekatan untuk meningkatkan kualitas tidur ibu hamil adalah mendengarkan lantunan ayat Al-Quran (terapi murattal Al-Qur'an). Terapi murottal dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan kualitas tidur pada ibu hamil. Terapi ini memberikan efek berupa perubahan arus otot, aliran darah, detak jantung, dan konsentrasi darah kulit. Perubahan tersebut menunjukkan adanya relaksasi atau penurunan tonus neuromuscular. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi murottal terhadap kualitas tidur pada ibu hamil trimester III. Desain penelitian preeksperimental dengan pre test dan post test without control desain. Penelitian ini dilaksanakan pada Ibu HamiI di PMB Kabupaten Pringsewu pada bulan September-November 2022 yang berjumlah 40 orang setiap kelompok dengan usia kehamilan lebih dari 28 minggu. Pengukuran kualitas tidur menggunakan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Analisis data menggunakan uji T Paired test. Hasil penelitian didapatkan penurunan skor PSQI sebanyak -1,26±0,59, yang berarti kualitas tidur membaik. Hasil uji statistic didapatkan P value 0,000 yang berarti bahwa ada Pengaruh Terapi murottal dengan Kualitas Tidur Pada Ibu Hamil Trimester III Di PMB Kabupaten Pringsewu
The Impact of Hot Weather on the Academic Performance and Physical Health of Selected 3rd Year Nursing Students at the University of Saint Anthony, Philippines: A Case Study of Selected Third Year Nursing Students at the University of Saint Anthony, Philippines
This study explored the impact of hot weather on the academic performance and physical health of 3rd-year nursing students at the University of Saint Anthony. Using a descriptive quantitative method, data were collected from 82 respondents through a structured questionnaire. The majority of participants were female, aged 21–23, and experienced average classroom temperatures of 34°C and above. Findings revealed that high temperatures “often” affected students’ academic performance, while the impact on physical health occurred “sometimes.” Heat stress was linked to decreased concentration, fatigue, and lower information retention, posing a challenge to nursing students who face rigorous academic and clinical demands. The study underscores the need for institutional interventions to create a more conducive learning environment amid rising temperatures. An intervention plan was proposed to help mitigate the negative effects of heat exposure on nursing students
Hubungan Pengatahuan Dan Sikap Dengan Perilaku Pencegahan Kejadian Gagal Ginjal Kronis: Studi Kasus di RSUD Dr.Moewardi Surakarta
Penyakit ginjal kronis (PGK) merupakan masalah kesehatan global dengan angka kejadian yang meningkat setiap tahun. Pengetahuan dan sikap seringkali menjadi faktor yang meningkatkan angka kematian,sehinga penlitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, sikap, dan perilaku pencegahan kejadian gagal ginjal kronis di RSUD Dr.Moewardi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional dan consecutive sampling. Penelitian ini dilakukan pada 153 responden pasien dengan riwayat hipertensi di RSUD Dr. Moewardi. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner pengetahuan, sikap, dan perilaku. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman’s Rho. Dari Analisis data didapatkan hasil mayoritas responden berjenis kelamin perempuan (66,7%), berusia 46–55 tahun (54,2%), dan berpendidikan SMA/SMK (43,1%). Uji korelasi menunjukkan adanya hubungan positif signifikan antara pengetahuan dan sikap (r=0,323; p=0,000), pengetahuan dan perilaku (r=0,463; p=0,000), serta sikap dan perilaku (r=0,503; p=0,000) maka p < 0,05 sehingga terdapat hubungan antara pengetahuan,sikap,dan perilaku pencegahan kejadian gagal ginjal kronis. Pengetahuan yang baik berhubungan dengan sikap positif, dan keduanya berkaitan dengan perilaku pencegahan gagal ginjal kronis. Intervensi kesehatan dapat dipertimbangkan untuk meningkatan pengetahuan dan penguatan sikap positif, mengingat keduanya memiliki keterkaitan dengan perilaku pencegahan, meskipun arah hubungan tidak dapat dipastikan dalam penelitian ini
Manfaat Perawatan Kaki pada Pasien Diabetes Melitus untuk Optimalisasi Perfusi Perifer Ektremitas Bawah
Diabetes mellitus causes microvascular and macrovascular changes as a result of metabolic syndrome. Long-term microvascular changes will lead to the emergence of neuropathy that leads to diabetic ulcers. Therefore, in an effort to promote and prevent complications of diabetes mellitus, foot care (foot spa) is carried out by paying attention to hygiene, foot moisture, peripheral circulatory function of the feet and motor function. This study was conducted with a case study approach involving 10 people with diabetes mellitus and did foot spa for 2 consecutive months. Implementation of foot care (foot spa) was carried out at home accompanied by cadres in monitoring. The purpose of this study was to obtain an overview of the application of foot spa in optimizing peripheral perfusion function and preventing further complications of diabetic ulcers. Results: there was an increase in foot moisture, pulse quality and CRT, ABI values and this was obtained by alignment of normoglycemia and blood pressure values
Faktor Risiko Terjadinya Demam Berdarah Dengue di Wilayah Kerja Puskesmas Pangandaran
Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit demam akut yang disebabkan oleh virus dengue yang masuk ke peredaran darah manusia melalui nyamuk aedes aegypti. Dinas Kesehatan Jawa Barat tahun 2021 menyatakan bahwa jumlah kasus DBD sebanyak 6.152 kasus dengan kasus tertinggi yaitu Kota Tasikmalaya dan Kabupatem Bogor. Angka kematin DBD di Jawa Barat masih berada di atas target yaitu < 1% dengan nilai CFR tertinggi adalah Kota Bogor 10,9%, Kota Banjar sebesar 7,7%, Kota Cimahi sebesar 6,4%, Kabupaten Indramayu sebesar 4,2%, Kabupaten Pangandaran sebesar 4% dan Tasikmalaya sebesar 3,5%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor risiko terjadinya DBD di Wilayah Kerja Puskesmas Pangandaran tahun 2022. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional survey. Hasil dari penelitian ini diperoleh bahwa tidak ada hubungan antara umur (p-value = 0,131), kepadatan rumah (p-value = 0,641), kepemilikan TPA (p-value = 0,273), ketersediaan tutup penampungan air (p-value= 0,409) dan kebiasaan menggantung pakaian bekas sebesar (p-value = 0,740) dengan kejadian DBD di Wilayah Kerja Puskesmas Pangandaran pada Tahun 2022. Tidak adanya hubungan antara variabel dalam penelitian ini dengan kejadian DBD karena ada faktor lain yang mempengaruhi kejadian DBD. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah tidak ada hubungan antara umur, kepadatan rumah, kepemilikan TPA, ketersediaan tutup penampungan air dan kebiasaan menggantung pakaian bekas dengan kejadian DBD. Adapun upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan menerapkan perilaku 3M yaitu menguras atau membersihkan tempat penampungan air, menutup rapat tempat penampungan air, dan memanfaatkan kembali barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk
Postoperative Care for Caesarean Patients with Anemia: Case Study at Kardinah Hospital Tegal
C aesarean section (CS) and experiencing preeclampsia and mild anemia, showing unstable vital signs and low haemoglobin levels (9.8 g/dL). After implementing nursing interventions over three days, including non-pharmacological techniques to reduce pain and increase breast milk production, this case report describes the nursing care provided to Mrs. B, a 32-year-old patient admitted to the Mawar Antenatal Ward at Kardinah Hospital in Tegal. She experienced a significant reduction in pain and improved mobility. The average pain level using the Numeric Rating Scale (NRS) decreased from 7.0 on the first day to 5.5 on the second day, with 60% of patients still reporting bothersome pain. These results indicate that comprehensive pain management and anemia management are crucial for improving the quality of recovery in patients following a caesarean section. The descriptive case study method included physical assessment, laboratory data, and medical records. Nursing diagnoses: acute pain, ineffective breastfeeding, and impaired physical mobility
Trend Research of Studies on In Vitro Fertilization from 2013-2023: A Bibliometric Analysis
Infertility affects approximately 17.5% of couples of reproductive age, making it a significant global health concern. In Vitro Fertilization (IVF) is a critical medical intervention that involves retrieving eggs from the prospective mother, fertilizing them with sperm in a laboratory, and transferring the resulting embryos into the uterus. A bibliometric analysis was conducted to explore research trends in IVF, utilizing SCOPUS data from 2013 to 2023. The analysis identified 7,015 documents, revealing fluctuating publication trends, with a steady increase from 2015 to 2022 followed by a decline in 2023. These findings underscore the value of bibliometric studies in understanding research patterns and recent advancements in IVF. Future research should aim to improve IVF success rates by focusing on innovative techniques and addressing challenges in the field
Korelasi Pengetahuan Ibu Hamil tentang Kekurangan Energi Kronik dengan Kejadiannya di Puskesmas Depok I, Sleman
Kekurangan Energi Kronik (KEK) adalah kondisi kekurangan gizi jangka panjang yang ditandai dengan lingkar lengan atas (LiLA) <23,5 cm. Berdasarkan laporan rutin tahun 2022 dari 34 provinsi, tercatat 283.833 ibu hamil dengan LiLA <23,5 cm (berisiko KEK) dari total 3.249.503 ibu hamil yang diukur, sehingga prevalensi ibu hamil dengan risiko KEK mencapai 8,7%. Di Yogyakarta, menurut data Kesehatan Keluarga DIY tahun 2023, dari 37.674 ibu hamil yang diukur LiLA, sebanyak 7.752 mengalami KEK. Kabupaten Sleman mencatat jumlah kasus KEK tertinggi dengan 1.422 ibu hamil, di mana Puskesmas Depok I memiliki kasus terbanyak, yaitu 143 ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan ibu hamil tentang KEK dengan kejadian KEK di Puskesmas Depok I. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,000. Karena nilai ini lebih kecil dari 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan ibu hamil dengan kejadian KEK di Puskesmas Depok I.