Buletin Edukasi Indonesia
Not a member yet
    64 research outputs found

    Peningkatan Kemampuan Menulis Recount Text dengan Media Gambar

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis recount text  siswa kelas X  dengan menggunakan Model Project Based Learning (PJBL) dengan Media Gambar. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari 4 komponen yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, refleksi. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas X IPS 2 SMA Negeri 5 Yogyakarta tahun pelajaran 2020/2021 yang berjumlah 35 siswa. Pengumpulan data dengan menggunakan nilai hasil menulis recount text, observasi, catatan lapangan dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model PJBL dengan media gambar dapat meningkatkan kemampuan menulis recount text siswa. Pada siklus pertama persentase ketuntasan siswa mencapai 68,57% sedangkan pada siklus kedua persentase ketuntasan siswa mencapai 91,43% melampaui indikator keberhasilan 85%. Rerata kelas mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) terjadi peningkatan dari 74,77 pada siklus pertama menjadi 83,34 pada siklus kedua. Sedangkan nilai rerata kelas penulisan recount text per aspek terjadi peningkatan dari 74,80 pada siklus pertama menjadi 83,22 pada siklus kedua

    Pengembangan Laboratorium Virtual untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik

    Full text link
    Pembelajaran fisika merupakan pelajaran dalam rumpun IPA dengan memberikan pengalaman dalam meningkatkan pengetahuan, kompetensi serta sikap percaya diri siswa supaya bisa memahami serta menjelajahi lingkungan sekitar secara objektif. Keterampilan pelajaran IPA dilatih melalui kegiatan praktikum yang menjadikan teknik pelajaran bagi guru dalam membantu peserta didik menguasai mata pelajaran fisika. Ada beberapa hambatan yang dialami guru maupun peserta didik saat melaksanakan praktikum, yakni keterbatasan waktu, laboratorium yang kurang memadai, serta faktor keamanan. Untuk mengatasi masalah tersebut, dibutuhkan guru yang kreativitas dalam mewujudkan pembelajaran yang dilaksanakan pada laboratorium nyata yaitu menggunakan pembelajaran berbasis laboratorium virtual. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran serta dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik yang berbasis virtual laboratory. Tipe penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) mengacu pada model 4-D. Hasil dari penelitian diperoleh  1) media pembelajaran berbasis laboratorium virtual secara keseluruhan berkualitas baik dan layak diterapkan pada proses pembelajaran, 2) media pembelajaran yang dikembangkan sudah diimplementasi melalui instrumen tes hasil belajar kognitif dari kategori tidak tuntas 6,6% dan kategori tuntas 93,3% sehingga skor persentase hasil belajar peserta didik kelas XI IPA yaitu 99,9%

    Technology and Its Impact on Education

    Full text link
    Technology and education are two sectors that are continuously developing side by side. They support the integrated development of other sectors to encourage the progress of human civilization. However, in order to keep up with the new generation's technological advancements, the ways of educating need to be reconsidered. This literature review aims to explain the impact of technology on education. Data obtained from various literature sources, especially journals, were analyzed using qualitative analysis consisting of data reduction, data display, and drawing conclusions. Based on the results, it was found that the sustainability of values transmission occurs through the education process, making the integration of technology with contextual learning very important. Educators, as the closest people responsible for the learning process, need to constantly improve their abilities to provide the best learning environment for students by using various easily accessible learning resources

    Youtube dan Perubahan Sikap Ilmiah dengan Problem Based Learning

    Full text link
    Pada dasarnya, peserta didik kelas X-H SMA Negeri 1 Purworejo tergolong kelas yang aktif. Terlihat pada saat observasi pembelajaran, beberapa peserta didik berani menjawab pertanyaan dari guru. Namun demikian, berdasarkan hasil observasi dan profilling peserta didik ditemukan adanya masalah atau kurangnya keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran. Berdasarkan identifikasi masalah yang ada di kelas X-H SMA Negeri 1 Purworejo, maka diambil batasan masalahnya yaitu rendahnya sikap ilmiah peserta didik pada saat observasi pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan sikap ilmiah peserta didik menggunakan Problem Based Learning (PBL) berbantuan media interaktif Youtube. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan subjek kelas X-H yang terdiri dari 35 peserta didik. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik non tes berupa lembar observasi dan dokumentasi. Teknik analsis data menggunakan analisis data kuantitatif dan kualitatif. Teknik analisis data kuantitatif menggunakan rata-rata (dalam persentase) hasil lembar observasi kemampuan sikap ilmiah peserta didik. Sedangkan teknik analisis data kualitatif menggunakan deskriptif kualitatif berdasarkan dokumentasi dan lembar keterlaksanaan model PBL. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan PBL berbantuan video interaktif Youtube mampu meningkatkan sikap ilmiah peserta didik pada materi Pemanasan Global. Hasil analisis rata-rata sikap ilmiah pada Siklus I yaitu 76% dan pada Siklus II yaitu 88% (mencapai target penelitian 80%)

    Peningkatan Kualitas Sekolah Melalui Supervisi Pendidikan

    Full text link
    Dalam peningkatan kualitas sumber daya pendidikan, guru merupakan komponen sumber daya manusia yang harus dibina dan dikembangkan terus menerus. Potensi sumber daya guru itu perlu terus menerus tumbuh dan berkembang agar dapat melakukan fungsinya secara profesional. Dengan demikian supervisi menjadi hal yang penting. Tujuan kajian ini adalah menjelaskan supervisi yang dilaksanakan di sekolah untuk peningkatan kualitas guru. Kajian ini merupakan kajian kualitatif berdasarkan pengamatan, pengalaman penulis dan literatur terkait. Hasil kajian menunjukkan masih banyak tantangan yang dihadapi dalam proses supervisi di sekolah seperti keterbatasan supervisor untuk guru yang ada sehingga tidak semua masalah dapat terselesaikan dengan tuntas. Masih ada kesenjangan antara atasan dan bawahan yang menyebabkan informasi dalam proses supervisi tidak dapat digali dengan optimum

    The Role of Individual and Group Counseling for Moral Coaching

    Full text link
    his study discusses the role of individual and group counselling, which aims to foster student morals. The subject of this study was Madrasah Tsanawiyah (Islamic Junior School) in Madura. Metode research used descriptive qualitative—data collection through observation, interviews and documentation. Data is analyzed through the process of data reduction, data presentation, and inference. Information is considered valid regarding credibility, transferability, dependability and affirmability. The results showed that the morals of the students were already quite good. Individual and group counselling is effective. Some problems are resolved through individual counselling, such as skipping school, being absent, and disturbing friends in class. What is accomplished through group counselling is being late, harassing friends in class, and fighting. The methods of individual and group counselling are almost the same. Supervisors maintain confidentiality and provide a sense of comfort and healing. Teachers provide advice, evaluation and follow-up

    Budaya Literasi Guru Dengan Metode GENDAM (Gerakan Nulis Pada Media)

    Full text link
    oai:ojs2.journal.iistr.org:article/19Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hambatan kenaikan pangkat golongan IVa ke atas, keterlaksanaan budaya literasi, dan penerapkannya. Metode yang digunakan adalah Gendam (Gerakan Nulis pada Media) melalui workshop penulisan dan diklat. Data guru ASN golongan IVa keatas dianalisis untuk ketercapaiannya. Data diperoleh dari perpustakaan dan jumlah guru ASN yang menulis dan dimuat di koran, majalah, jurnal dan buku baik pelajaran maupun non pelajaran. Temuan menunjukkan bawha ada hambatan kenaikan pangkat disebabkan guru-guru golongan IVa ke atas tidak menulis dan berhenti pada publikasi ilmiah. Keterlaksanaan budaya literasi secara makro baik siswa maupun guru sebesar 83,33%, secara individu masih rendah, sedangkan menulis di Koran 12,90%, menulis di Jurnal 10,48%, menulis di Buletin/Majalah 2,41% dan menulis buku pelajaran/non pelajaran 9,67%

    Menulis Karya Ilmiah dan Literasi Publikasi Guru di Manokwari

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman guru dalam menulis artikel ilmiah. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Metode ini digunakan untuk mendeskripsikan fenomena, keadaan guru dalam menulis artikel ilmiah dan pemahaman literasi publikasi. Sumber data dalam penelitian ini adalah 85 guru pegawai negeri yang ada di  Manokwari di tingkat SD, SMP dan SMA. Dari penelitian yang dilakukan ditemukan hasil bahwa guru-guru secara umum memahami dan mengetahui tentang menulis artikel sebagai karya ilmiah terkhusus pada penulisan hasil penelitian tindakan kelas. Dari hasil penelitian ini ditemukan produktivitas menulis artikel ilmiah hasil penelitian sebesar 60% guru-guru di  Manokwari yang menghasilkan artikel ilmiah dari hasil penelitian. Sementara kalau dilihat dari indikator publikasi karya ilmiah, guru-guru mengalami kendala dalam memublikasikan karya ilmiah terutama ketika menggunakan open journal system (OJS) sebesar 80% yang tidak dapat memublikasikan karya ilmiah yang telah ditulis. Dari hasil penelitian ini, diharapkan adanya pelatihan atau pendampingan khusus kepada guru-guru sebagai upaya meningkatkan publikasi di Indonesia

    Effects of Emotional Intelligence to Learning Achievement in Elementary School

    Full text link
    The influence of emotional intelligence on learning achievement in high-grade students of an elementary school in Wakatobi Regency, Indonesia. Emotional intelligence is one of the essential factors that should be possessed by students who need to achieve better learning achievement in school because, according to existing theories, emotional intelligence dramatically affects student learning achievement. The reality of this sat is quite interesting to study. The individual has a high chance of achieving high learning achievement. On the other hand, if a person has relatively low emotional intelligence, then that person certainly has the opportunity to get pretty low learning achievement. Whereas in reality, individuals lack emotional intelligence. High can achieve learning achievements that are biased to be proud of. This study aims to determine the effect of emotional intelligence on learning achievement in high-grade students. This study is quantitative. Variable covered emotional intelligence and learning achievement. The subjects in this study were students of the 4th, 5th, and 6th grades. The data collection method used is an emotional intelligence scale and documentation in the form of an average student report card score. The data analysis technique in this study uses simple linear regression analysis. R Square (coefficient of determination) was obtained of 0.103. This means that the effective contribution that emotional intelligence makes to learning achievement is 10.3%, while the remaining 89.6% is influenced by other factors. Such factors can be internal factors or external factors. This suggests that emotional intelligence has no effect on student learning achievement. Y=123.13+(16,555X), which means that each addition of one emotional intelligence value will reduce the learning achievement value by 16,555. These results show that emotional intelligence has no influence on learning achievement

    Rekognisi Pembelajaran Lampau di Perguruan Tinggi: Kajian Penerapan Permendikbudristek RI Nomor 41 Tahun 2021

    Full text link
    Rekognisi Pembelajaran Lampau adalah pengakuan atas capaian pembelajaran seseorang yang diperoleh dari pendidikan formal, nonformal, informal, dan/atau pengalaman kerja sebagai dasar untuk melakukan penyetaraan dengan kualifikasi tertentu. Kredibilitas dalam melakukan pengakuan ini menjadi penting. Tujuan tulisan ini adalah menjelaskan bagaimana pengakuan ini dapat dilakukan sesuai dengan ketentuan dengan sistem penjaminan mutu yang baik. Metode kajian yang digunakan adalah naratif deksriptif berdasar pada literatur dan peraturan perundangan yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa perlu ada monitoring yang lebih jelas pada pengakuan antar kampu terutama terkait dengan kesetaraan kualitas dan kesusuaian dengan kurikulum

    64

    full texts

    64

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Buletin Edukasi Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇