Unissula Repository
Not a member yet
32889 research outputs found
Sort by
PENGARUH PENAMBAHAN PECAHAN KULIT KERANG TERHADAP KUAT MEKANIK PADA PAVING BLOCK
Pada umumnya perkerasan jalan menggunakan perkerasan aspal, beton, dan
campuran beton aspal. Sementara itu, harganya yang relatif mahal konsumen lebih
memilih menggunakan perkerasan paving block. Bahan penyusunan paving block
adalah agregat halus, semen, dan air. Dalam penelitian ini digunakan bahan tambah
abu batu untuk pengaganti pasir dan alat cetak paving block yang telah
dimodifikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat mekanik daya serap
air, kuat tekan dan kuat lentur paving block.
Pada pengujian kadar air, peneliti menggunakan kadar air 400 ml dengan
komposisi 1 pc : 6 ps untuk pembuatan paving block. Dalam pembuatan paving
block dengan bahan tambahan abu kulit kerang hijau dan pecahan kulit kerang hijau
sebesar 0%, 5%, 10%, 15% serta menggunakan kadar air 400 ml.
Setelah pembuatan, menunggu paving block berumur 14 hari serta dilakukannya
perawatan paving block dengan cara diperciki air ataupun disiram. Lalu paving
block dapat dilakukan pengujian. Hasil pengujian kadar air mengggunakan kadar
jumlah air 400 ml untuk pembuatan paving block dengan komposisi 1 pc : 6 ps,
karena adukan sudah padat dan tidak kekurangan air maupun kelebihan air. Untuk
hasil pengujian daya serap air nilai optimum dengan penambahan abu kulit krang
hijau dan pecahan kulit krang hijau 0% dengan daya serap air sebesar 5,71%. Untuk
hasil pengujian kuat tekan nilai optimum dengan penambahan abu kulit krang hijau
dan pecahan kulit krang hijau 0% dengan kuat tekan sebesar 12,205 Mpa. Untuk
hasil pengujian kuat lentur nilai optimum dengan penambahan abu kulit krang hijau
dan pecahan kulit krang hijau 0% dengan kuat lentur sebesar 4,753 Mpa
ANALISA PENGARUH PENAMBAHAN PLASTIK JENIS PET (POLY ETHYLENE TEREPHTHALENE) DAN SUPERPLASTICIZER PADA BETON TERHADAP KUAT TEKAN BETON
Pertumbuhan ekonomi, pola konsumsi, dan peningkatan produksi manusia
berpengaruh pada peningkatan sampah plastik, terutama di Indonesia. Untuk
mengatasinya dalam dunia konstruksi dilakukan berbagai inovasi mengenai beton
menggunakan berbagai bahan tambah. Untuk mengurangi dampak limbah plastik
yang sulit diuraikan. Limbah botol plastik PET (Poly Ethylene Terephthalate)
digunakan sebagai pengganti agregat halus dalam beton. Digunakannya
superplasticizer untuk meningkatkan slump dan workability untuk mengurangi
penggunaan air (FAS/faktor air semen).
Pada penelitian ini dilakukan penelitian eksperimen dilaboraturium dengan 8
Variasi yang dibuat yaitu variasi 0% PET dan 0% SP, variasi 0% dan 0,5% SP,
variasi 2% PET dan 0% SP, variasi 2% PET dan 0,5% SP, variasi 3% dan 0% SP,
variasi 3% dan 0,5% SP, variasi 4% dan 0% SP, dan variasi 4% dan 0,5% SP.
Penelitian menunjukkan bahwa penambahan PET dan superplasticizer
memengaruhi kuat tekan beton. Pada 28 hari, beton dengan campuran 0%, 2%, 3%
tanpa superplasticizer meningkat kuat tekannya menjadi 23,08 mpa, tetapi ketika
campuran PET 4% kuat tekannya turun menjadi 22,64 mpa. Selanjutnya, beton
dengan campuran 0%, 2%, 3% dengan superplasticizer 0,5% meningkat kuat
tekannya menjadi 30,69 mpa, tetapi ketika campuran PET 4% SP 0,5% kuat
tekannya turun menjadi 25,05 Mpa.
Kata Kunci : Kuat Tekan; PET; Superplasticize
ANALISIS ASPHALT CONCRETE WEARING COURSE (AC-WC) DENGAN SUBSTITUSI ABU SEKAM PADI (RICE HUSK ASH) DAN ABU TERBANG BATU BARA (FLY ASH)
Memanfaatkan limbah sekitar dapat menjadi salah satu alternatif yang bisa dilakukan untuk menghemat biaya dalam pembuatan campuran beraspal. Penggunaan abu terbang batu bara (fly ash) dan abu sekam padi (rice husk ash) sebagai bahan substitusi pada campuran aspal bertujuan untuk mengisi rongga dan merekatkan rongga antar agregat di dalam campurannya.
Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan percobaan Marshall Test yang akan menghasilkan nilai VMA (Void in The Mineral Aggregat), VIM (Void in The Mix), VFB (Void Filled Bitumen), flow dan MQ (Marshall Quotient). Pada penelitian ini Kadar Aspal Optimum (KAO) digunakan pada kadar aspal 5,8%. Kadar fly ash yang digunakan adalah 0%, 10%, 20%, 30%, 0%, 40% dan
50%. Kadar abu sekam padi yang digunakan adalah 0%, 0%, 0,25%, 0,5%, 1%,
1,5%, dan 2%.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa campuran AC-WC dengan menggunakan bahan substitusi fly ash dan abu sekam padi mempunyai kestabilan yang lebih baik. Job Mix Design terbaik terdapat pada campuran dengan komposisi fly ash 30% + abu sekam padi 0,5% yang keseluruhan memenuhi Spesifikasi Bina Marga Tahun 2018 Revisi 2.
Kata Kunci: Fly ash, abu sekam padi, AC-WC, Marshall Tes
ANALISIS DAN RENCANA PIPA TRANSMISI AIR BERSIH DARI BENDUNGAN KE IPA (Studi Kasus: Bendungan Banyukuwung Ke IPA Pentil Di Rembang)
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kekeringan dan curah hujan rendah sehingga
mengakibatkan ketersediaan air yang tidak tercukupi dan kesulitan memenuhi kebutuhan air
bersih yang disebabkan oleh sumur dan mata air yang mengering. Menurut data BMKG
Periode 2023, sebagian kecil wilayah Kabupaten Rembang sendiri mengalami kekeringan.
Tujuan penelitian ini menganalisis kebutuhan air bersih, merencanakan rute pipa transmisi dan
menghitung anggaran biaya yang diperlukan dalam pekerjaan pipa.
Penelitian ini menggunakan pengumpulan data melalui observasi dan wawancara dengan
beberapa instansi di kabupaten Rembang. Metode yang digunakan dalam menghitung proyeksi
jumlah penduduk Kecamatan Kaliori menggunakan metode geometri. Analisis yang digunakan
untuk mendapatkan hasil dari penelitian ini, diambil dari interpretasi data dengan memberikan
keterangan dan penjelasan. Analisa dalam menentukan rute jaringan pipa transmisi air bersih
dari Bendungan Banyukuwung ke IPA Pentil menggunakan software EPANET V2.2.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa proyeksi total kebutuhan air pada tahun 2032 sebesar
56,1 liter/detik. Penentuan rute jaringan pipa transmisi menggunakan software EPANET V2.2
dengan panjang pipa 7.184 meter. Pipa yang digunakan yaitu jenis pipa HDPE dengan diameter
12”. Rencana anggaran biaya yang diperlukan pada perencanaan jaringan pipa transmisi
sebesar Rp13.120.204.000,00.
Kata Kunci: Perencanaan; Jaringan Pipa; Air Bersih: Epanet; Remban
ANALISIS KELAYAKAN EKONOMI TEKNIK PENANGANAN KEKERINGAN DI KABUPATEN REMBANG (STUDI KASUS SUPLESI AIR DARI BENDUNG KEDUNGSAPEN KE IPA PENTIL)
Kekeringan yang melanda Kabupaten Rembang menyebabkan sebagian besar
kawasan Kabupaten Rembang mengalami kekurangan air, terutama Kecamatan
Sumber dan Kecamatan Kaliori. Perlu adanya inovasi untuk mengalirkan air dari
sumber air menuju lokasi, yaitu adanya bangunan suplesi air dari Bendung
Kedungsapen ke IPA Pentil. Penelitian ini untuk menganalisis studi kelayakan
rencana pembangunan suplesi air dari Bendung Kedungsapen ke IPA Pentil.
Tahapan analisis yang dilakukan meliputi pembuatan desain, perhitungan biaya,
perhitungan manfaat tangible dan intangible, perhitungan NPV,BCR,IRR dan
analisis sensitivitas.
Berdasarkan hasil perhitungan rencana anggaran biaya (RAB) untuk proyek
pembangunan suplesi air sebesar Rp. 26.905.951.646. Analisis biaya dan manfaat
selama 20 tahun dengan tingkat suku bunga 9%, nilai PV Cost sebesar Rp.
17.833.176.895 dan PV Benefit sebesar Rp. 19.604.313.720. Didapat nilai NPV
sebesar Rp. 1.771.136.825, BCR sebesar 1,099, IRR sebesar Rp. 11,109%. Analisis
sensitivitas pada kondisi biaya tetap, manfaat naik 10% sebesar Rp.3.732.225.644,
pada kondisi biaya naik 10% manfaat tetap sebesar (-Rp. 12.180.865), lalu pada
kondisi biaya tetap manfaat turun 10% sebesar (-Rp. 189.294.547). Maka dari
parameter analisis ekonomi dapat disimpulkan bahwa proyek perencanaan
pembangunan suplesi air dari Bendung Kedungsapen menuju IPA Pentil layak
dilaksanakan.
Kata Kunci: suplesi air;manfaat;biaya;NPV;BCR;IRR;analisis sensitivita
REKAYASA KOORDINASI SIMPANG BERSINYAL (STUDI KASUS : SIMPANG TERMINAL PENGGARON DAN SIMPANG PUCANG GADING, SEMARANG)
Simpang Terminal Penggaron dan Simpang Pucang Gading merupakan salah satu
simpang bersinyal dengan jarak sekitar 500 m dan memiliki waktu siklus yang
berbeda pada kedua simpangnya. Hal ini mengakibatkan kurang lancarnya arus
lalu lintas karena kendaraan selalu mendapati sinyal merah pada simpang yang
berdekatkan, sehingga sering menimbulkan kemacetan pada jam puncak.
Sehubungan dengan itu, untuk menangani masalah ini perlu dilakukan rekayasa
koordinasi terhadap kedua simpang tersebut, tujuannya supaya arus lalu lintas
menjadi lebih lancar.
Penelitian ini menggunakan metode survei manual dan analisis berdasarkan
MKJI 1997. Untuk koordinasi waktu siklus yaitu berdasarkan teori Greenwave,
dengan pengaturan sinyal tiga fase dan pengaturan tiga fase early cut-off.
Pada kondisi eksisting Simpang Terminal Penggaron memiliki waktu siklus 71
detik sedangkan Simpang Pucang Gading memiliki waktu siklus 94 detik. Hasil
penilaian terpilih perencanaan kinerja optimal yaitu perencanaan I dengan
penyeragaman waktu siklus menjadi 71 detik, serta didapatkan Offset 39 detik
untuk kedua simpang, bandwidth sebesar 32 detik untuk arah Timur ke Barat, dan
18 detik untuk arah Barat ke Timur. Perbandingan kinerja kedua simpang pada
kondisi eksisting dan setelah koordinasi yaitu panjang antrean yang semula 119,37
m menjadi 80,33 m, derajat kejenuhan yang semula 0,675 menjadi 0,631, dan
tundaan yang semula 42,39 detik/smp menjadi 34,39 detik/smp.
Kata Kunci: bandwidth; bersinyal; koordinasi; MKJI; offset; simpang
HUBUNGAN ANTARA KEPERCAYAAN DIRI DENGAN KONFORMITAS PADA GAYA BERPAKAIAN MAHASISWA FAKULTAS PSIKOLOGI ANGKATAN 2021 UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG
Kepercayaan diri yaitu keyakinan individu terhadap diri sendiri dengan tidak terpengaruh terhadap pandangan atau pendapat orang lain sehingga individu tersebut dapat melakukan sesuatu sesuai keingingan atau keyakinan tanpa paksaan dari orang lain. Individu yang mengalami perubahan perilaku atau keyakinan diakibatkan adanya tekanan dalam penyesuaian diri terhadap orang lain agar dapat sejalan terhadap norma sosial yang berlangsung di dalam kelompoknya dinamakan dengan konformitas. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empirik hubungan antara kepercayaan diri dengan konformitas pada gaya berpakaian mahasiswa Fakultas Psikologi angkatan 2021 Universitas Islam Sultan Agung. Hipotesis yang diajukan yaitu adanya hubungan negatif antara kepercayaan diri dengan konformitas pada gaya berpakaian mahasiswa angkatan 2021 Universitas Islam Sultan Agung. Populasi pada penelitian ini adalah mahasiswa angkatan 2021 Fakultas Psikologi Universitas Islam Sultan Agung, serta sampel penelitian yang diambil berjumlah 76 responden. Teknik pengambilan sampel yang dilakukan melalui pendekatan Simple random sampling. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini yaitu alat ukur Kepercayaan diri (21 aitem; α = 0,910) dan alat ukur konformitas (29 aitem; α = 0,884). Uji hipotesis menggunakan teknik Product Moment dengan nilai Pearson Correlation sebesar -0,389 dan nilai signifikansi 0,001 (p<0,05). Hasil penelitian menunjukkan semakin tinggi kepercayaan diri, maka semakin rendah konformitas. Sebaliknya, semakin rendah kepercayaan diri, maka akan semakin tinggi pula konformitas.
Kata Kunci: Kepercayaan diri, Konformitas, Mahasisw
THE CULTURE SHOCK AND COPING STRATEGIES ON THE MAIN CHARACTER OF XI IN THE GODS MUST BE CRAZY (1980) FILM BY JAMIE UYS
This study discusses the analysis of culture shock and coping strategies depicted in the main character Xi in the film The Gods Must Be Crazy (1980) directed by James Uys. This film is a comedy documentary that highlights the differences between tribal and modern life as very different sides. Xi as the main character has experienced various phases of culture shock after entering a modern environment from outside the Kalahari Desert where he lives. This study seeks to find out how culture shock occurs when Xi is a representation of primitive life interacting with people outside the tribe who are representatives of modern civilization, which then changes Xi's perspective on life through culture shock, as well as the coping strategies he experiences.
This research uses descriptive qualitative methods to analyze films which are supported by primary and secondary data. Primary data were taken from film scripts, while secondary data were taken from e-journals, books, articles, and sites related to research. The data are in the form of sentences in the form of narratives, monologues, and dialogues which are explained through statements, quotations, and descriptions.
From the research results, it is explained that Xi, experienced culture shock and used coping strategies to overcome it. First, Xi, as a member of Bushmen tribe, experienced the cultural differences between the Bushmen and modern civilization such as the physical characteristics of the people, the use of equipment such as motorized vehicles that had never been seen before, very different languages, and the people's habits such as hunting for food. Second, Xi went through four phases of culture shock, namely Honeymoon, Crisis, Recovery, and Adjustment. Third, Xi uses coping strategies in the form of problem-focused coping and emotion-focused coping as steps to overcome the culture shock that occurred to him.
Keywords: culture shock, coping strategies, primitive culture, modern culture
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT DUKUNGAN KELUARGA DAN KEYAKINAN DENGAN KEPATUHAN TERHADAP OBAT ANTIDIABETIK ORAL DI PUSKESMAS SAYUNG 1 DEMAK
ANALISIS LITERASI MATEMATIKA PESERTA DIDIK MENGGUNAKAN GAMIFIKASI BERBASIS GENIAL.LY PADA MATERI BANGUN RUANG
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mengenai proses pembelajaran matematika peserta didik kelas 7 SMP menggunakan gamifikasi berbasis genial.ly pada materi geometri, untuk dapat mengetahui proses pembelajaran matematika peserta didik kelas 7 SMP menggunakan gamifikasi berbasis Genial.ly pada materi bangun ruang, dapat mengetahui literasi matematika peserta didik berkategori tinggi, sedang, dan rendah setelah pengaplikasian gamifikasi berbasis Genial.ly pada materi bangun ruang, dan dapat mendeskripsikan pula persepsi peserta didik berkategori tinggi, sedang, dan rendah setelah penggunaan gamifikasi berbasis Genial.ly dalam pembelajaran matematika peserta didik kelas 7 SMP pada materi bangun ruang. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan metode kualitatif deskriptif. Peneliti memilih penelitian deskriptif karena tujuan penelitian berfokus pada fase deskripsi. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas 7 SMP. Pengambilan subjek menggunakan cara Purposive Sampling. Data penelitian yang diperoleh berupa data tes tertulis dan wawancara. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, tes, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah pembelajaran selama 3 kali pertemuan menggunakan gamifikasi berbasis genial.ly, terlihat literasi matematika peserta didik berkategori tinggi setelah pembelajaran gamifikasi berbasis genial.ly yaitu peserta didik dapat memenuhi 3 indikator literasi matematika, literasi matematika peserta didik berkategori sedang setelah pembelajaran gamifikasi berbasis genial.ly yaitu peserta didik dapat memenuhi 2 indikator dari 3 indikator literasi matematika, dan literasi matematika peserta didik berkategori rendah setelah pembelajaran gamifikasi berbasis genial.ly yaitu peserta didik dapat memenuhi 1 indikator dari 3 indikator literasi matematika. Peserta didik berkategori tinggi, sedang, dan rendah berpersepsi bahwa pembelajaran menggunakan gamifikasi berbasis genial.ly menarik dan memiliki manfaat bagi mereka dalam mempelajari materi bangun ruang.
Kata kunci: Literasi Matematika, Gamifikasi, Genial.ly, Bangun Ruang