Unissula Repository
Not a member yet
    32889 research outputs found

    GENDER DISCRIMINATION BECAUSE OF GENDER INJUSTICE AND THE RESPONSES TOWARDS DISCRIMINATION AS DEPICTED BY CHARACTERS MARGOT AND TATIANA IN THE POWER NOVEL

    Get PDF
    This study analyzes gender discrimination that occurs in the novel The Power. Gender discrimination in this novel occurs in two main characters, they are, Margot Cleary and Tatiana Moskalev. The purpose of this study is to describe the gender injustice experienced by Margot and Tatiana, describe gender discrimination due to gender injustice, and they respond to discrimination in the novel The Power by Naomi Alderman. This study used a qualitative descriptive method. The data were collected by reading the novel. There are several steps used in data collection such as reading the novel, identifying the data, classifying the data, and reducing the data. There are two types of data in this study, namely primary data which is the main source in the analysis, this source is obtained from the novel The Power by Naomi Alderman. Secondary data is primary supporting data. This data is taken from e-journals and articles. The last is data analysis through descriptive statements, quotes, and related theories. The results of this study show three points. First, it finds the gender injustice experienced by Margot and Tatiana who are considered inferior by Daniel such as, women are considered incapable of being leaders and the position of women is secondary. Second, find gender discrimination due to gender injustice in Margot and Tatiana as the main characters. The discrimination in this novel is carried out by Daniel's character to Margot and Tatiana. Margot and Tatiana are treated unfairly because of the gender of Daniel's character. Third, Margot and Tatiana responded to Daniel's discrimination by verbal confrontation and physical confrontation. Keywords: Gender Injustice, Gender Discrimination, The Powe

    AN ANALYSIS OF HERO’S JOURNEY AND ARCHETYPE BY CHRISTOPER VOGLER ON MAIN CHARACTER IN ENOLA HOLMES (2020) MOVIE

    Get PDF
    This study uses the hero’s journey and archetype by Christoper Vogler theory to examine the main character journey in the film Enola Holmes (2020) movie. The explanation and analysis of the hero’s journey and archetype by Christoper Vogler theory depicted in the movie are the main goals of this study. This study used a descriptive qualitative method. The data were taken from reading Enola Holmes (2020) movie script. Reading the script of the film, identifying the data, categorizing the data, and decreasing the data were some of the processes was used to get the data. Based on the reference used in this study, Enola is a hero, seen based the hero's journey theory by Christoper Vogler could be found in twelve stages. There are Ordinary world, Call to adventure, Refusal of the Call, Meeting with the Mentor, Crossing the First Threshold, Test, Allies, Enemies, Approach to the Inmost Cave, Ordeal, Reward, The road back, Resurrection, Return with the Elixir. Furthermore, Enola as the main character in Enola Holmes (2020) have three archetypes, seen based the archetype theory by Christoper Vogler. There is a hero, a mentor and a shapeshifter. Keywords: christoper vogler, hero’s journey, archetype, enola holmes (2020), enol

    PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BLENDED LEARNING TIPE FLIPPED CLASSROOM TERHADAP HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA KELAS V SD MATA PELAJARAN IPAS

    Get PDF
    Hasil belajar kognitif merupakan tingkat penguasaan siswa terhadap kegiatan belajar mengajar seperti pengetahuan dan keterampilan intelektual siswa. Hasil belajar kognitif siswa di SDN Batu 2 terbilang rendah. Hal ini dikarenakan model pembelajaran yang kurang bervariatif dan kurangnya waktu pembelajaran di kelas. Diperlukan kreatifitas dan inovasi oleh guru dalam menerapkan model pembelajaran, salah satu model pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar kognitif ialah model pembelajaran Blended Learning tipe Flipped Classroom. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh model pembelajaran Blended Learning tipe Flipped Classroom terhadap hasil belajar kognitif. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan menggunakan desain penelitian Pre-Experimental Design dengan bentuk One Group Pretest-Posttest. Populasi dengan sampel yang sama yaitu menggunakan seluruh siswa kelas V SDN Batu 2 tahun ajaran 2023/2024 dengan jumlah 19 siswa. Berdasarkan analisis data uji paired sample t-test menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pada hasil belajar kognitif mata pelajaran IPAS antara sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil uji paired sample t-test dengan nilai sig. (2-tailed) yaitu 0,000 yang berarti < 0,05 hal ini menunjukkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima yang berarti terdapat pengaruh model pembelajaran Blended Learning tipe Flipped Classroom terhadap hasil belajar kognitif siswa kelas V pada mata pelajaran IPAS di SDN Batu 2. Kata kunci : Flipped Classroom, Hasil belajar kogniti

    PENGARUH POLA ASUH ORANG TUA DALAM KELUARGA TENAGA KERJA INDONESIA TERHADAP PERKEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL SISWA DI SD NEGERI 2 PONCOREJO KENDAL

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini, untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh pola asuh orang tua dalam keluarga Tenaga Kerja Indonesia terhadap perkembangan sosial emosional siswa di SD Negeri 2 Poncorejo. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif non eksperimen, dengan design penelitian Expost Facto. Sampel diambil menggunakan teknik Non Probability Sampling tepatnya Purposive Sampling dari populasi 121 siswa diambil sebanyak 48 siswa. Hasil uji normalitas data menunjukkan nilai angket pola asuh orang tua dan angket perkembangan sosial emosional siswa berdistribusi normal. Uji hipotesis menggunakan uji regresi linier yang menunjukkan adanya pengaruh dilihat dari nilai understandardized constanta sebesar 46,660 dan nilai understandardized pola asuh orang tua 0,810 keduanya bernilai positif. Prosentase besarnya pengaruh pola asuh orang tua di uji menggunakan uji koefisien determinasi yang menunjukkan nilai R square 0,241. Simpulannya ialah bahwa pola asuh orang tua dalam keluarga tenaga kerja Indonesia berpengaruh terhadap perkembangan sosial emosional siswa sebesar 24,1% sedangkan sisanya, perkembangan sosial emosional siswa dipengaruhi oleh faktor-faktor lain. Faktor lain yang mempengaruhi perkembangan sosial emosional yaitu: faktor hereditas, lingkungan, jenis kelamin, serta kondisi fisik-psikis siswa. Kata Kunci: Pola Asuh, Perkembangan Sosial Emosional Siswa, Tenaga Kerja Indoneis

    PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN RESITASI BERBANTUAN MEDIA FLASHCARD TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS SISWA KELAS Vl SDN KARANGROTO 03

    Get PDF
    Penelitian ini berfokus pada model pembelajaran resitasi berbantuan media flashcard dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis siswa. Penggunaan model pembelajaran yang belum inovatif yakni model belajar konvensional terjadi pada jenjang Sekolah Dasar terutama pada mata pelajaran matematika. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran resitasi berbantuan media flashcard terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa dan untuk mengetahui apakah kemampuan berpikir kritis matematis siwa sudah memenuhi KKM. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan jenis Pre-Experimental Design One-Group Pretest-Posttest Design. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes berupa lembar tes dengan bentuk uraian berjumlah sepuluh soal untuk mengukur kemampuan berpikir kritis matematis. Tekik analisis data menggunakan uji prasyarat yaitu uji normalitas data dan analisis data hipotesis yaitu uji paired t-test dan uji gain ternomalisasi (N-gain). Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa nilai sig. (2-tailed) sebesar 0,001 < 0,05, artinya terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis matematis yang signifikan antara sebelum dan sesudah menggunakan model pembelajaran resitasi berbantuan media flashcard. Hasil uji N-gain sebesar 0,46 yang menunjukkan peningkatan pada taraf sedang artinya nilai kemampuan berpikir kritis matematis siswa kelas Vl SDN Karangroto 03 sudah memenuhi KKM. Kata kunci : Resitasi, Media Flashcard, Kemampuan Berpikir Kritis Matemati

    EFIKASI DIRI DAN PERHATIAN ORANG TUA DALAM ASPEK KOGNITIF SISWA DISLEKSIA KELAS VI DI SD NEGERI PESURUNGAN KIDUL 2 KOTA TEGAL

    Get PDF
    Penelitian berfokus pada efikasi diri dan perhatian orang tua dalam aspek kognitif siswa disleksia kelas VI di SD Negeri Pesurungan Kidul 02 Kota Tegal. Bagaimanakah sebenarnya efikasi diri dan perhatian orang tua dalam aspek kognitif siswa dengan disleksia serta factor pendukung dan penghambatnya? Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui secara umum adalah “untuk memperoleh peningkatan dalam aspek kognitif melalui keyakinan dan kepercayaan diri serta perhatian orang tua”. Subjek penelitiannya adalah satu Siswa Disleksia kelas VI di SD Negeri Pesurungan Kidul 02 Kota Tegal TA 2023/2024. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan tingkat efikasi diri siswa dengan disleksia yang rendah dan kurang nya perhatian dari orang tua terhadap pola asuh sehingga siswa dapat mengalami disleksia. Faktor yang mempengaruhi yaitukesehatan mental, kemampuan kognitif, faktor lingkungan, keterlambatan pembelajaran. Faktor yang menghambat yaitu kesulitan membaca, kesulitan menulis, stigma dan rendahnya percaya diri, kurangnya akses terhadap sumber daya, dan kurangnya dukungan. Kata Kunci :Efikasi Diri, Perhatian Orang Tua , Siswa Disleksia, Sekolah Dasa

    PENGARUH METODE PEMBELAJARAN GLOBAL BERBANTUAN MEDIA KARTU KATA BERGAMBAR TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN KELAS I

    Get PDF
    Kemampuan membaca permulaan mempunyai peran penting untuk bisa memahami materi lebih lanjut. Kemampuan membaca siswa kelas 1 SD Negeri Betahwalang masih tergolong rendah. Diperlukan guru yang kreatif dan inovatif dalam pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini, untuk mengetahui apakah ada pengaruh metode pembelajaran global berbantuan media kartu kata bergambar terhadap kemampuan membaca permulaan siswa kelas 1 SD Negeri Betahwalang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen menggunakan design One Group Pretest-Posttest Design. Responden pada penelitian ini berjumlah 18 orang siswa. Teknik analisis yang digunakan pada penelitian adalah Uji normalitas, Uji Hipotesis (Sample paired t test). Hasil penelitian hasil uji hipotesis berupa uji t (paired sample t test) yang menunjukkan nilai lower dan upper bernilai negatif yaitu lower -3.305 dan upper sebesar -2.028 atau sig (2-tailed) 0,000 < ᵅ = 0,05. Maka Ho ditolak dan Ha diterima. Jadi dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh metode pembelajaran global dengan media pembelajaran kartu kata bergambar terhadap kemampuan membaca permulaan siswa kelas 1 SD Negeri Betahwalang. Kata Kunci : Metode Pembelajaran Global, Media Kartu Kata Bergambar, Kemampuan Membaca Permulaa

    ANALISIS KEMAMPUAN LITERASI SAINS SISWA PADA MATA PELAJARAN IPAS KELAS V DI SEKOLAH DASAR NEGERI 1 GANDU

    Get PDF
    Penelitian ini berfokus pada analisis kemampuan literasi sains pada mata pelajarn IPAS. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan literasi sains dan faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan literasi sains siswa kelas V pada mata pelajaran IPAS di Sekolah Dasar Negeri 1 Gandu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, angket dan wawancara. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan teori Miles dan Huberman terdiri dari reduksi data, display data dan penarikan kesimulan. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa dalam menyelesaikan soal tes diketahui kemampuan literasi sains siswa tergolong dalam kategori rendah dengan memperoleh rata-rata 39%. Sedangkan dalam menyelesaikan angket sikap diketahui bahwa sikap siswa terhadap sains tergolong dalam kategori baik dengan memperoleh rata-rata 71%. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa kemampuan literasi sains siswa pada ranah kognitif masih dalam kategori rendah, pada ranah sikap menunjukkan kategori baik namun perlu adanya peningkatan dan terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kemampuan literasi sains siswa yaitu faktor internal yang terdiri dari motivasi dan minat dalam sains dan kebiasaan belajar. Serta faktor eksternal yang terdiri dari pengenalan literasi sejak dini, pembelajaran yang dilaksanakan, lingkungan keluarga, tenaga pendidik dan sarana prasarana. Kata kunci: Literasi Sains, IPA, Sekolah Dasar

    PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DALAM PEMBELAJARAN IPAS DI KELAS IV SD NEGERI TAMBAKREJO 02

    Get PDF
    Kemampuan berpikir kritis adalah suatu potensi yang harus dilakukan setiap manusia khususnya dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk meningakatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik dengan menggunakan model pembelajaran Think Pair Share. Penelitian awal menunjukkan bahwa peserta didik kelas IV SD Negeri Tambakrejo 02 menghadapi masalah dalam kemampuan berpikir kritis, khususnya pada mata pelajaran IPAS. Adapun tujuan lain dalam penelitian ini yaitu, untuk mengetahui apakah keterampilan berpikir kritis peserta didik dapat ditingkatkan melalui model pembelajaran Think Pair Share. Penelitian ini menggunakan desain Pretest Posttest Control Group. Proses pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dan diperoleh 2 kelas sebagai kelas eksperimen dengan menggunakan model pembelajaran Think Pair Share dan kelas kontrol menggunakan model pembelajaran konvensional . Hasil penelitian yang telah dilakukan uji normalitas pada pretest – posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol berdistribusi normal. Dari hasil posttest kelas eksperimen output SPSS pada kolom sig. yang bernilai yang berarti data berdistribusi normal. Dari hasil uji hipotesis paired sample t test diperoleh pada kolom sig. (2-tailed) < α (0.05) menunjukkan terdapat pengaruh dari model pembelajaran Think Pair Share terhadap keamampuan berpikir kritis peserta didik. Kata Kunci: Think Pair Share, Berpikir Kritis, IPAS

    HUBUNGAN ANTARA LAMA MEROKOK DENGAN USIA TERDIAGNOSIS KATARAK Studi Observasional Analitik terhadap Pasien Penderita Katarak Senilis di RSI Sultan Agung Semarang Periode Maret 2023

    Get PDF
    Kejadian katarak bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain riwayat keluarga, usia, kebiasaan merokok, dan paparan sinar ultraviolet. Orang yang sering merokok atau bisa dikatakan sebagai perokok aktif dapat meningkatkan risiko terkena katarak dibandingkan dengan perokok pasif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara lama merokok dengan usia terdiagnosis katarak di poli mata Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang. Penelitian desain cross sectional dilaksanakan pada bulan Februari 2024 di Rumah Sakit Islam Sultan Agung menilai perilaku merokok dan usia terdiagnosis katarak pada 30 pasien poli mata RSI Sultan Agung. Kedua variabel tersebut dinilai menggunakan kuesioner teknik wawancara. Sampel penelitian dipilih dengan teknik consecutive sampling. Data lama merokok berskala nominal dan usia terdiagnosis berskala nominal serta dianalisis dengan metode uji Chi-Square, contingency coefficient, dan mantel-haenszel menggunakan SPSS versi 25. Hasil uji Chi-Square didapatkan nilai p = 0,035. Data hasil penelitian menunjukkan sampel yang memiliki lama merokok 10 tahun dan usia terdiagnosis katarak usia 40-50 tahun sebanyak 4 pasien, sedangkan yang terdiagnosis katarak usia 50-60 tahun sebanyak 8 pasien. Total sampel dengan lama merokok 10 tahun yang terdiagnosis katarak sebanyak 12 pasien (40%). Sampel yang memiliki lama merokok >10 tahun dan usia terdiagnosis katarak usia 40-50 tahun sebanyak 13 pasien, sedangkan yang terdiagnosis katarak usia 50-60 tahun sebanyak 5 pasien. Total sampel dengan lama merokok >10 tahun yang terdiagnosis katarak sebanyak 18 pasien (60%). Berdasarkan rumus indeks brinkman didapatkan hasil yaitu perokok ringan berjumlah 14 pasien (47%), perokok sedang 11 pasien (37%), dan perokok berat 5 pasien (17%). Hasil rerata perokok menunjukkan kategori perokok ringan-sedang. Hasil uji mantel-haenszel menunjukkan hasil OR = 0.192, orang yang merokok lebih dari 10 tahun 0,192 kali lebih berisiko terdiagnosis katarak lebih mudah. Hasil uji contingency coefficient didapatkan nilai 0.362 yang menunjukkan kekuatan hubungan lemah. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa orang yang merokok lebih dari 10 tahun maka berisiko terdiagnosis katarak di usia lebih muda dan terdapat hubungan lemah antara lama merokok dengan usia terdiagnosis katarak di poli mata Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang. Kata Kunci: merokok, usia, katarak

    28,115

    full texts

    32,889

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Unissula Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇