Unissula Repository
Not a member yet
32889 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN PENGETAHUAN PROSEDUR ANESTESI UMUM DENGAN TINGKAT KECEMASAN DAN KEBUTUHAN INFORMASI PREOPERATIVE Studi Observasional Analitik pada Pasien Preoperasi di RSI Sultan Agung Semarang
Kecemasan preoperative dapat dipengaruhi oleh keterbatasan pengetahuan
dan informasi yang dimiliki pasien terhadap prosedur tindakan anestesi yang akan
dijalani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan
prosedur anestesi umum dengan tingkat kecemasan dan kebutuhan informasi
preoperative.
Penelitian dengan cross sectional melibatkan 48 responden pasien
preoperasi yang direncanakan mendapatkan tindakan anestesi umum inhalasi.
Pengisian kuesioner kecemasan dan kebutuhan informasi APAIS serta kuesioner
pengetahuan prosedur anestesi umum dilakukan melalui wawancara langsung
dengan pasien yang berada di ruang transfer instalasi bedah sentral (IBS) Rumah
Sakit Islam (RSI) Sultan Agung Semarang.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata skor kecemasan preoperative
pasien sebesar 9,75, rerata skor kebutuhan informasi pasien sebesar 6,06, dan
rerata skor pengetahuan prosedur anestesi umum pasien sebesar 52,08%. Melalui
analisis korelasi Spearmann didapatkan nilai p=0,883 untuk pengetahuan prosedur
anestesi umum dengan tingkat kecemasan preoperative dan p=0,946 untuk
pengetahuan prosedur anestesi umum dengan kebutuhan informasi.
Berdasarkan analisis hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa tidak
didapatkan hubungan antara pengetahuan prosedur anestesi umum dengan tingkat
kecemasan dan kebutuhan informasi preoperative.
Kata kunci: pengetahuan prosedur anestesi umum, kecemasan preoperative,
kebutuhan informas
HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN DERAJAT AKNE VULGARIS Studi Observasional Analitik terhadap Mahasiswa Preklinik Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung Semarang
Mahasiswa termasuk kedalam kelompok usia emerging adulthood, yang
merupakan populasi rentan akan mengalami depresi, stres dan kecemasan. Ketika
seseorang mengalami stres akan terjadi aktivasi HPA (Hipotalamus Pituitary
Adrenal) axis yang akan mengaktifkan CRH (Corticrotropin Releasing Hormone)
sehingga akan merangsang produksi lipid kelenjar sebasea yang berkontribusi
pada patogenesis jerawat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui korelasi
antara tingkat stres dengan derajat akne vulgaris.
Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain
cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah mahasiswa berusia 18-22 tahun
pada periode 2024. Teknik sampling yang digunakan yaitu consecutive sampling.
Data berskala ordinal dan dianalisis dengan uji Spearman menggunakan SPSS
versi 29.
Penelitian ini didapatkan 100 mahasiswa. Dengan hasil tingkat stres
terbanyak yaitu sedang dan derajat akne vulgaris yang terbanyak yaitu sedang,
Hasil uji Spearman antara tingkat stres dengan derajat akne vulgaris didapatkan
nilai (r=0,25) dan (p=0,02).
Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa tingkat stres
memiliki korelasi yang bermakna dengan derajat akne vulgaris dengan keeratan
korelasi yang rendah.
Kata kunci : Stres, Akne Vulgari
KORELASI NILAI CT (CYCLE THRESHOLD) DENGAN TINGKAT KEPARAHAN COVID-19
Latar Belakang: Pada tahun 2019 akhir, dunia digemparkan dengan adanya suatu
pandemi COVID-19 yang disebabkan oleh SARS-CoV-2. SARS-CoV-2
menginfeksi saluran nafas manusia dan hewan yang dapat ditularkan ketika
berkontak langsung dengan partikel cairan saluran pernafasan penderita COVID19.
Pemeriksaan swab RT-PCR saat ini menjadi baku emas untuk mendeteksi
keberadaan SARS-CoV-2. Pemeriksaan tersebut menggunakan sampel saluran
nafas atas, hasilnya dapat dinyatakan secara kualitatif positif dan negative yang
berdasarkan nilai CT yang dihasilkannya. Nilai CT secara tidak langsung dapat
menggambarkan jumlah materi genetik virus (viral load) sampel, semakin rendah
nilai CT artinya semakin sedikit siklus yang diperlukan untuk menghasilkan nilai
positif, berarti semakin banyak viral load pada sampel. Bukti sebelumnya
menunjukan semakin rendah nilai CT (viral load tinggi) semakin tinggi tingkat
keparahan COVID-19. Pada artikel ini, penelitian ingin mengetahui korelasi
antara nilai CT dengan tingkat keparahan COVID-19.
Metode: Penelitian observasional analitik dengan desain penelitian crosssectional
menggunakan data sekunder pasien COVID-19 rawat inap RSISA
Semarang periode Januari-Juli 2021 yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi
penelitian. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dan
didapatkan 47 sampel. Data penelitian berskala ordinal dianalisis dengan uji
spearman menggunakan SPSS versi 27.
Hasil: Pada penelitian ini uji bivariat nilai CT dengan tingkat keparahan COVID19
didapatkan
nilai
p
= 0.308 (nilai p>0.05) yang artinya tidak terdapat korelasi
yang bermakna antara nilai CT dengan tingkat keparahan COVID-19.
Simpulan: Tidak didapatkan korelasi antara nilai CT dengan tingkat keparahan
COVID-19 pada pasien terkonfirmasi COVID-19 di RSISA Semarang.
Kata kunci: COVID-19, nilai CT, tingkat keparahan
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DENGAN PERILAKU PERAWAT RUANG PERAWATAN INTENSIF TENTANG KESELAMATAN PASIEN Studi Observasional Pada Rumah Sakit Islam Sultan Agung
Keselamatan pasien di Rumah Sakit dipengaruhi oleh
pengetahuan dan perilaku staf di rumah sakit khususnya perawat.
Penelitian ini bertujan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan
dengan perilaku perawat ruang perawatan intensif tentang keselamatan
pasien di ruang perawatan intensif Rumah Sakit Islam Sultan Agung.
Penelitian desain cross sectional dilaksanakan pada bulan
Desember 2023 di Rumah Sakit Islam Sultan Agung menilai
pengetahuan dan perilaku keselamatan pasien pada 57 perawat di ruang
perawatan intensif. Kedua variabel tersebut dinilai menggunakan
kuisioner pengetahuan dan perilaku melalui google form. Sampel
penelitian dipilih dengan teknik total sampling dengan kriteria telah
bekerja minimal 6 bulan dan telah mengikuti pelatihan keselamatan.
Data pengetahuan dan perilaku berskala rasio dan interval serta
dianalisis dengan metode uji Spearman menggunakan SPSS versi 25.
Hasil uji Spearman didapatkan nilai p = 0,342. Analisis data
menunjukkan skor pengetahuan perawat tertinggi 25, skor terendah 17
dan median 23. Skor tertinggi diperoleh pada definisi, tujuan, serta tiga
sasaran keselamatan pasien sedangkan skor terendah diperoleh pada
identifikasi pasien dan komunikasi efektif mendapatkan skor terendah.
Prosedur keselamatan pasien mendapatkan skor tertinggi 24, skor
terendah 20 dan median 24. Secara keseluruhan prosedur keselamatan
pasien sudah dilakukan oleh perawat ruang perawatan intensif kecuali
prosedur mengenai pengkajian ulang pasien berisiko jatuh belum
dilakukan.
Kesimpulan penelitian ini tidak ada hubungan yang bermakna
antara pengetahuan dengan perilaku perawat terhadap perilaku
keselamatan pasien di ruang perawatan intensif RSI Sultan Agung
Semarang.
Kata kunci: pengetahuan, perilaku, keselamatan pasien, perawa
HUBUNGAN ANTARA KONTROL DIRI DAN PERILAKU KONSUMTIF DENGAN MINAT TERHADAP PINJAMAN ONLINE PADA MAHASISWA DI SEMARANG
Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan mengetahui hubungan antara kontrol diri dan perilaku konsumtif dengan minat terhadap pinjaman online. Populasi dalam penelitian ini yaitu mahasiswa di Semarang yang pernah dan sedang menggunakan layanan pinjaman online, rentang usia 18-25 tahun, dan berstatus lajang dengan sampel sebanyak 152 responden. Teknik sampling yang digunakan adalah accidental sampling. Alat ukur dalam penelitian ini terdiri dari tiga skala, yaitu skala minat terhadap pinjaman online, skala kontrol diri, dan skala perilaku konsumtif. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi berganda dan korelasi parsial. Hasil hipotesis menggunakan teknik analisis regresi berganda menunjukkan ada hubungan signifikan antara kontrol diri dan perilaku konsumtif dengan minat terhadap pinjaman online diperoleh R=0,474 dan Fhitung=21,544 dengan taraf siginifikansi 0,001 (p<0,05) sehingga hipotesis pertama diterima. Hasil uji korelasi parsial antara kontrol diri dengan minat terhadap pinjaman online diperoleh rx1y=-0,464 dengan taraf siginifikansi 0,001 (p<0,05), artinya terdapat hubungan negatif yang signifikan antara kontrol diri dengan minat terhadap pinjaman online sehingga hipotesis kedua diterima. Uji korelasi parsial antara perilaku konsumtif dengan minat terhadap pinjaman online diperoleh rx2y=0,417 dengan taraf siginifikansi 0,001 (p<0,05), artinya terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku konsumtif dengan minat terhadap pinjaman online sehingga hipotesis ketiga diterima.
Kata kunci: kontrol diri, perilaku konsumtif, minat pinjaman onlin
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL DAN RELIGIUSITAS DENGAN PSYCHOLOGICAL WELL-BEING SANTRI P3TQ AL-ISHLAH SEMARANG
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dan religiusitas dengan psychological well-being pada santri Pondok Pesantren Putri Tahfidzul Qur’an Al-Ishlah Semarang. Responden yang diikutsertakan dalam penelitian adalah 135 santri yang sedang menempuh pendidikan MTs maupun MA. Metode pengumpulan data dilakukan menggunakan skala psychological well-being yang terdiri dari 48 aitem dengan reliabilitas 0,914, skala dukungan sosial yang terdiri dari 32 aitem dengan reliabilitas 0,854, skala religiusitas yang terdiri dari 50 aitem dengan reliabilitas 0,934. Penelitian ini menggunakan studi populasi.
Uji hipotesis pertama menggunakan analisis regresi berganda menunjukkan R= 0,492 dengan Fhitung= 21,113 serta taraf signifikansi 0,000 (p˂0,05) sehingga hipotesis diterima. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dan religiusitas dengan psychological well-being pada santri dengan sumbangan efektif sebanyak 24,2%. Uji hipotesis kedua diketahui bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara variabel dukungan sosial dengan psychological well-being ditunjukkan dengan rx1y= 0,448 dengan taraf signifikansi 0,000 (p˂0,05) sehingga hipotesis kedua diterima. Sementara uji hipotesis ketiga didapatkan skor rx2y= 0,364 dengan taraf signifikansi 0,000 (p˂0,05), artinya bahwa adanya hubungan positif yang signifikan antara religiusitas dengan psychological well-being sehingga hipotesis ketiga diterima.
Kata Kunci: Psychological Well-Being, Dukungan Sosial, Religiusita
HUBUNGAN ANTARA FATHERLESS DENGAN REGULASI EMOSI REMAJA KELAS XI DI SMK NEGERI 10 SEMARANG
Intensitas emosi yang terlalu berlebihan dapat menyebabkan individu kehilangan kendali. Peningkatan kasus kenakalan remaja menjadi salah satu dampak dari rendahnya regulasi emosi Salah satu penyebab remaja memiliki regulasi yang rendah karena kurangnya hubungan baik antara remaja dan ayah. Fatherless dalam penelitian ini sebagai salah satu faktor pengaruh regulasi emosi. Penelitian bertujuan untuk membuktikan secara empirik hubungan antara fatherless terhadap kemampuan regulasi emosi remaja di SMK Negeri 10 Kota Semarang.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Subjek penelitian yaitu siswa kelas XI SMK Negeri 10 Semarang. Alat ukur yang digunakan yaitu skala regulasi emosi (α= 0,862) dan skala fatherless (α= 0,866). Sampel penelitian berjumlah 213 siswa. Metode pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling. Analisis data menggunakan Product Moment Correlation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara fatherless dengan regulasi emosi r = -0,262 dan Fhitung=16,528 (p<0,05).
Kata kunci : Fatherless, Regulasi emos
ANALISIS PEMENUHAN KEBUTUHAN AIR BAKU DI KECAMATAN KALIORI KABUPATEN REMBANG
Kehidupan masyarakat tidak dapat lepas dari pemakaian air. Mulai dari
kebutuhan rumah tangga, industri, fasilitas pendidikan dan lain sebagainya. Oleh
karena itu, kebutuhan air akan mengalami peningkatan seiring bertambahnya
jumlah penduduk dalam suatu wilayah, sehingga memerlukan peningkatan
ketersediaan air bersih. Masyarakat di Kecamatan Kaliori mengalami kesulitan
dalam mendapatkan pasokan air bersih baik yang bersumber dari air tanah maupun
air permukaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kebutuhan dan ketersediaan
air bersih dari tahun 2022-2031, serta upaya-upaya untuk membantu pemenuhan
kebutuhan air di Kecamatan Kaliori.
Data penelitian didapatkan dari 100 kuesioner yang diisi oleh warga Kecamatan
Kaliori sebagai responden. Perhitungan proyeksi penduduk menggunakan metode
geometri, kemudian data diolah untuk perhitungan kebutuhan dan ketersediaan air
per tahunnya.
Berdasarkan hasil penelitian, pada Tahun 2031 kebutuhan air bersih di
Kecamatan Kaliori diproyeksikan 5.441.353 lt/hr dan kapasitas ketersediaan air
bersih sebesar 4.730.400 lt/hr, dapat disimpulkan bahwa Kecamatan Kaliori
mengalami Kekeringan. Upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah setempat
berupa dropping air, pembangunan PAMSIMAS dan pembangunan embung.
Usulan untuk memenuhi kebutuhan air yaitu pola pengajuan permohonan bantuan
yang disusun dalam bentuk flowchart berupa dropping air, pembangunan sumur
dan pembangunan IPA.
Kata kunci : Air Bersih; Kebutuhan; Ketersediaa
PENGARUH PENAMBAHAN MOLASE SEBAGAI BAHAN CAMPURAN TERHADAP KARAKTERISTIK BETON
Berkembangnya teknologi transportasi, volume kendaraan yang menggunakan
jalan raya tentu berpengaruh pada perkerasan jalan. Sehingga dibutuhkanlah
perkerasan pada konstruksi pembangunan jalan. Konstruksi bangunan beton dinilai
lebih efisien dibandingkan material lainnya. Pembuatan beton yang jauh dari lokasi
proyek menyebabkan kondisi beton mudah mengeras ketika sampai di tempat
tujuan. Hal ini menjadikan beberapa faktor beton Ready-Mix ditolak oleh beberapa
proyek konstruksi karena nilai Slump tidak sesuai dari standarnya. Untuk itu,
diperlukan penambahan campuran beton dengan Set-retarder yang mampu
memperlambat setting-time pengerasan beton. Terdapat alternatif lain selain Setretarder
yaitu
dengan
pemanfaatan
limbah
tetes
tebu
(Molase)
dapat
meningkatkan
kuat
tekan
pada
beton.
Penelitian
ini
bertujuan
untuk
mengetahui karakteristik Molase sebagai bahan
campuran beton, pengaruh penambahan Molase terhadap kuat tekan dan kuat tarik
belah beton. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental-laboratoris dengan
benda uji beton silinder tanpa tulangan dimensi 15x30cm. Dengan variasi
penambahan Molase (0%, 0,25%, 0,5%, 0,75%, 1%).
Hasil penelitian menunjukkan penambahan Molase pada variasi 0,25%
mengalami peningkatan Kuat Tekan sedangkan pada variasi 0,5%; 0,75%; 1%
mengalami penurunan Kuat Tekan dan penambahan Molase pada variasi 0,25% dan
0,5% mengalami peningkatan Kuat Tarik Belah sedangkan pada variasi 0,75% dan
1% mengalami penurunan Kuat Tarik Belah Beton.
Kata kunci : Beton, Molase, Kuat Tekan, Kuat Tarik Bela
ANALISA BETON MORTAR BUSA DENGAN BAHAN TAMBAH STEEL FIBER DAN AGREGAT SLAG UNTUK PERKERASAN JALAN
Pekerjaan perkerasan jalan mengalami permasalahan struktur tanah yang tidak
stabil karena menemui tanah problematik. Untuk mengatasi permasalahan tersebut
dalam bidang konstruksi material penyusun beton mengalami perkembangan, salah
satunya beton mortar busa. Akan tetapi beton mortar busa memiliki nilai kuat tekan
dan kuat lentur relatif rendah. Penelitian ini menggunakan bahan tambah steel fiber
dan agregat slag bertujuan meningkatkan kuat tekan dan kuat lentur beton mortar
busa dengan presentase steel fiber 0%, 15%, dan 25% serta presentase agregat slag
0%, 25%, dan 50%.
Metode penelitian yang digunakan penelitian ini adalah metode eksperimental
laboratoris. Benda uji yang digunakan berbentuk silinder dan balok, terdiri dari 3
mix desain yaitu mix desain 1 (0% steel fiber dan 0% agregat slag), mix desain 2
(15% steel fiber dan 25% agregat slag), dan mix desain 3 (25% steel fiber dan 50%
agregat slag). Pengujian pada beton mortar busa meliputi kuat tekan dan kuat lentur
dengan umur benda uji 7 dan 28 hari.
Dari hasil pengujian didapatkan job mix formula beton mortar busa terbaik pada
mix desain 3 dengan bahan tambah 25% steel fiber dan 50% agregat slag, diperoleh
saat beton umur 28 hari dengan nilai kuat tekan sebesar 15,048 MPa dan nilai kuat
lentur sebesar 2,395 MPa.
Kata Kunci : Agregat slag; Beton Mortar busa; Steel fibe