Unissula Repository
Not a member yet
32889 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN PERILAKU PICKY EATER DENGAN KEJADIAN MALNUTRISI PADA BALITA USIA 2-5 TAHUN Studi Case Control di Desa Kutukan Kecamatan Randublatung Kabupaten Blora
Malnutrisi adalah defisiensi nutrisi yang karena energi yang tidak
memadai. Perilaku picky eater (pemilih makanan) pada anak dapat menjadi salah
satu penyebab malnutrisi namun pada penelitian Cedasari et al (2022) menyatakan
bahwa asupan makanan dan status gizi anak picky eater tidak berbeda dengan
anak non-picky eater. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan
antara picky eater dengan kejadian malnutrisi pada balita usia 2-5 tahun.
Jenis penelitian observasional dengan desain case control. Populasi
penelitian adalah balita usia 2-5 tahun di Desa Kutukan Kecamatan Randublatung
Kabupaten Blora periode tahun 2023. Sampel dipilih dengan teknik simple
random sampling yang berjumlah 35 responden pada tiap kelompok. Malnutrisi
diukur berdasarkan z-score BB/U <-2,0 SD menurut tabel Klasifikasi Status Gizi
Balita Kementrian Kesehatan RI. Perilaku makan anak diukur dengan instrumen
Child’s Eating Behavior Questionaire (CEBQ) disebut picky eater jika skor food
avoidance lebih tinggi daripada food approach. Analisis data pada penelitian ini
menggunakan uji Chi Square.
Hasil penelitian didapatkan bahwa balita laki-laki lebih banyak mengalami
malnutrisi yaitu 20 (57,1%) dan kelompok usia terbanyak malnutrisi adalah 24-35
bulan yaitu 19 (54,3%). Hasil pengolahan kuesioner diperoleh jumlah anak picky
eater pada kelompok malnutrisi sebanyak 33 anak (94,3%) sedang kelompok
tidak malnutrisi berjumlah 31 anak (88,6%). Hasil analisis bivariat mengetahui
adanya hubungan antara perilaku picky eater dengan kejadian malnutrisi pada
balita usia 2-5 tahun (p=0,673; CI 95%=0,364-12,459).
Kesimpulan penelitian ini adalah tidak ada hubungan signifikan antara
perilaku picky eater dengan kejadian malnutrisi pada balita usia 2-5 tahun.
Kata Kunci: perilaku picky eater, malnutrisi, usia 2-5 tahu
PENGARUH EDUKASI DENGAN MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TENTANG PIJAT BAYI
Latar Belakang : Kurangnya pengetahuan ibu terhadap pijat, menjadikan banyak ibu berfikir pijat bukanlah suatu wujud terapi ilmiah bagi bayi. Sebagian besar Ibu berpendapat pijat hanya dibutuhkan ketika anaknya menghadapi sakit flu serta masuk angin. Promosi kesehatan diperlukan untuk mendapatkan pengetahuan yang baik tentang pijat bayi. Salah satu media promosi kesehatan yang sering digunakan adalah Audio visual. tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh edukasi dengan metode audiovisual terhadap pengetahuan dan sikap ibu tentang pijat bayi.
Metode : Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif yang menggunakan metode quasy eksperimen dengan menggunakan pendekatan pre post control design. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner dengan jumlah sampel sebanyak 22 responden pada setiap kelompok dengan Teknik non probabily sampling. Data yang diperoleh secara statistik dengan menggunakan uji korelasi wilcoxon untuk data pengetahuan berpasangan, Mc Nemar untuk data sikap berpasangan. Untuk data tidak berpasangan menggunakan Fisher’s exact pada data pengetahuan dan sikap.
Hasil : Berdasarkan hasil analisa diperoleh bahwa dari 22 responden pada kelompok audiovisual dan leafleat penelitian dengan karakteristik responden pada kelompok audiovisual di dominasi usia 17-25 tahun sedangkan leafleat usia 12-25 tahun dan 26-35 tahun sama. pendidkan ibu pada kelompok audiovisual di dominasi pendidikan SD dan kelompok leafleat di dominasi pendidkan SMA, pekerjaan ibu pada kelompok audiovisual dan leafleat di dominasi pekerjaan IRT, pengaruh edukasi media audiovisual tentang pengetahuan dan sikap ibu terhadap pijat bayi (p value 0,05).
Simpulan : Adanya pengaruh pada pengetahuan dan sikap ibu sebelum dan sesudah diberikan edukasi dengan media audiovisual dan leafleat. Tidak ada perbedaan yang bermakna pada dua kelompok.
Kata Kunci :Pijat Bayi, Pengetahuan, Sika
PENGARUH RASIO KEUANGAN TERHADAP PERTUMBUHAN LABA (Studi Empiris Terhadap Perusahaan Manufaktur Subsektor Food And Beverages Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2019-2022)
Tulisan ini mengkaji korelasi rasio keuangan dengan pertumbuhan laba
pada perusahaan manufaktur subsektor makanan dan minuman yang terdata di
Bursa Efek Indonesia diperiode 2019 hingga 2022, dengan fokus pada signifikansi
pertumbuhan laba bagi investor dan perusahaan. Metodologi penulisannya bersifat
kuantitatif dan menggunakan data sekunder yang diperoleh dari laporan tahunan
Bursa Efek Indonesia. Sampel dipilih dengan menggunakan teknik purposive
sampling dan selanjutnya dianalisis melalui regresi linier berganda. Rasio Lancar
tidak mempunyai pengaruh yang besar terhadap pertumbuhan laba; namun
demikian, hal ini sangat dipengaruhi secara negatif oleh DER dan NPM, dan secara
positif dan signifikan oleh TAT.
Kata Kunci : Pertumbuhan Laba, Current Ratio, DER, NPM, TAT
MODEL PENINGKATAN REPURCHASE INTENTION MELALUI PERCEIVED USEFULNESS, PERCEIVED RISK DAN TRUST
PENGARUH PERCEIVED ORGANIZATIONAL SUPPORT DAN SELF EFFICACY TERHADAP EMPLOYEE PERFORMANCE DENGAN EMPLOYEE ENGAGEMENT SEBAGAI VARIABEL INTERVENING
Peneltian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Perceived
Organizational Support (POS) dan self efficacy (SE) terhadap kinerja SDM, serta
mengetahui pengaruh keterikatan SDM sebagai variabel intervening. Peneltian ini
menggunakan data primer dari 100 SDM di PT Karinda Group. Teknik
pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan
pengumpulan data menggunakan penyebaran kuesioner. Pengujian dalam
penelitian ini menggunakan program Partial Least Square dengan menggunakan
output Smart PLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa POS dan SE berperan
penting dalam peningkatan kinerja dan keterikatan SDM terhadap organisasinya.
Selain itu didapatkan hasil bahwa keterikatan SDM terbukti dapat memperkuat
hubungan antara POS dan SE terhadap kinerja SDM. Penelitian ini diharapkan
dapat bermanfaat bagi ilmu Manajemen Sumber Daya Manusia dan bermanfaat
guna meningkatkan kinerja sumber daya manusia di perusahaan tersebut.
Kata Kunci: POS, Efikasi diri, Keterikatan, Kinerja Sumber Daya Manusi
PENINGKATAN EMPLOYEE PERFORMANCE MELALUI SERVANT LEADERSHIP YANG DIMODERASI OLEH CONSCIENTIOUSNESS
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan employee
performance melalui servant leadership yang dimoderasi oleh conscientiousness.
Responden dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah seluruh kinerja
sumber daya manusia bagian produksi pada CV. Jati Home Indonesia yang
terletak di Kabupaten Jepara Jawa Tengah yang berjumlah 72. Mengingat
terbatasnya jumlah populasi, maka metode pengambilan sampel menggunakan
metode sensus, artinya jumlah populasi sama dengan sampel. Teknik analisis data
dalam penelitian ini melibatkan bantuan Smart-PLS 3. Temuan dari penelitian ini
menunjukkan bahwa servant leadership mampu mempengeruhi employee
performance dan tidak perlu adanya conscientiousness sebagai variabel moderasi.
Kata Kunci: Peningkatan Servant Leadership, Employee Performance,
Conscientiousnes
PENGARUH E-WOM, CUSTOMER EXPERIENCE DAN PERCEIVED USEFULNESS TERHADAP CUSTOMER LOYALTY DENGAN CUSTOMER TRUST SEBAGAI VARIABEL INTERVENING (Studi pada pengguna E-Commerce Shopee di Kota Semarang)
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh Electronic word of mouth,
Customer Experience, Perceived Usefulness terhadap Customer Loyalty dengan
Customer Trust sebagai variabel Intervening untuk membuktikan apakah memiliki
pengaruh tidak langsung. Populasi dari penelitian ini adalah pengguna e-commerce
Shopee di Kota Semarang. Data yang digunakan adalah data primer dari
penyebaran kuesioner kepada para pengguna e-commerce Shopee di Kota
Semarang. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Jumlah
sampel yang digunakan 200 responden. Analisis data menggunakan Smart PLS.
Hasil penelitian menunjukan bahwa E-WOM memiliki pengaruh positif terhadap
Customer Trust, kemudian Customer Experience memiliki pengaruh positif
terhadap Customer Trust, Perceived Usefulness memiliki pengaruh positif terhadap
Customer Trust, E-WOM tidak memiliki pengaruh terhadap Customer Loyalty,
Customer Experience memiliki pengaruh terhadap Customer Loyalty, Perceived
Usefulness memiliki pengaruh terhadap Customer Loyalty serta Customer Trust
memiliki pengaruh terhadap Customer Loyalty. Hasil untuk hubungan tidak
langsung yaitu E-WOM dan Customer Experience berpengaruh terhadap Customer
Loyalty melalui Customer Trust kemudian Perceived Usefulness tidak berpengaruh
terhadap Customer Loyalty melalui Customer Trust.
Kata Kunci: Electronic Word Of Mouth, Customer Experience, Perceived
Usefulness, Customer Trust dan Customer Loyalt
PENGARUH WORK PASSION DAN PERCEIVED ORGANIZATIONAL SUPPORT TERHADAP EMPLOYEE PERFORMANCE MELALUI JOB SATISFACTION SEBAGAI VARIABEL INTERVENING (PADA UD. RAMA FURNITURE JEPARA)
Industri mebel mempunyai peranan terkait sangat penting demi
perekonomian Indonesia. riset ini mempunyai tujuan ialah guna menganalisa
pengaruh work passion serta perceived organizational support terhadap employee
performance melalui job satisfaction. Populasi pada riset ini ialah UD. Rama
Furniture Jepara sebanyak 55 orang. Teknik terkait digunakan guna mengambil
sampel ialah purposive sampling. Teknik analisis terkait digunakan ialah analisis
regresi linier berganda beserta memanfaatkan program olah data SPSS 25.
Hasil riset menunjukkan bahwa (1) Work Passion berpengaruh positif
siginifikan terhadap Job Satisfaction (2) Perceived Organizational Support
berpengaruh positif signifikan terhadap Job Satisfaction (3) Work Passion
berpengaruh positif siginifikan terhadap Employee Performance (4) Perceived
Organizational Support berpengaruh positif signifikan terhadap Employee
Performance (5) Job Satisfaction berpengaruh positif signifikan terhadap
Employee Performanc
PENINGKATAN NILAI PERUSAHAAN: IMPLIKASI STRATEGIS KINERJA PERBANKAN DAN SUSTAINABILITAS BANK
PERAN MODERASI FIRM SIZE DAN PROFITABILITAS TERHADAP MAKSIMALISASI FIRM VALUE DENGAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DISCLOSURE DAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE PADA PERUSAHAAN SEKTOR ENERGI
This study aims to examine the moderating roles of firm size and
profitability on the maximization of firm value with corporate social responsibility
disclosure and good corporate governance in the energy sector companies. The
population of this study consists of energy sector companies listed on the Indonesia
Stock Exchange from 2019 to 2023. The sampling method used is purposive
sampling, by curating samples from the population that meet predetermined
criteria, which are energy sector companies that have published sustainability
reports consecutively during the research period, and the reports contain
information related to the research variables. The sample used in this study
amounts to 80, with details of 16 companies meeting the criteria over the 5-year
research period. The analysis technique in this study is descriptive analysis and
quantitative analysis (classical assumption test, moderation regression analysis,
and hypothesis testing) using STATA version 17. The results of this study indicate
that the implementation of good corporate governance has a positive and
significant effect on the creation of firm value, and firm size is able to moderate the
relationship between good corporate governance and firm value. Additionally, the
relationships between corporate social responsibility disclosure and firm value,
corporate social responsibility disclosure and firm value moderated by firm size
and profitability, and good corporate governance moderated by profitability do not
show significant relationships.
Keywords : Firm Value, Corporate Social Responsibility Disclosure, Good
Corporate Governance, Firm Size, Profitabilitas, RO