Unissula Repository
Not a member yet
    32889 research outputs found

    HUBUNGAN KECANDUAN GAME ONLINE DENGAN TINGKAT STRES PADA SISWA SMA

    Get PDF
    Latar Belakang: Kecanduan dalam bermain game online merupakan perilaku berlebihan dalam penggunaan komputer dan video game, yang menyebabkan individu kesulitan mengontrol kebiasaan tersebut, dengan dampak yang signifikan pada aspek sosial dan emosional. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami keterkaitan antara tingkat stres dengan kecanduan bermain game online terhadap siswa SMA. Metode: Metode penelitian ini menggunakan esain analitik korelatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi terdiri dari seluruh siswa di SMAN 1 Karang Tengah, dengan 124 siswa yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Analisis dta dilakukan menggunakan uji Chisquare Test. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada 124 responden, 40 orang (32,3%) memiliki kecanduan berat terhadap game online, sementara 38 orang (30,6%) mengalami kecanduan sedang. Nilai p pada uji statistik menunjukkan nilai 0,000 yang lebih kecil dari 0,05, menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat stres dan kecanduan bermain game online pada remaja di SMAN 1 Karang Tengah. Kesimpulan: Berdasarkan temuan ini, disimpulkan bahwa terdapat keterkaitan antara tingkat stres dengan kecanduan bermain game online pada remaja di SMAN 1 Karang Tengah. Oleh karena itu, perhatian dari berbagai pihak diperlukan untuk mengatasi tingkat stres pada anak-anak serta mengurangi intensitas bermain game online, serta memberikan bantuan kepada remaja untuk memperbaiki gaya hidup. Kata Kunci: tingkat Stres, game Online, Remaj

    STUDI PERBANDINGAN TINDAK PIDANA PERZINAHAN DALAM KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PIDANA LAMA DENGAN KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PIDANA BARU

    Get PDF
    Indonesia, sejak dulu, telah mengakui pentingnya ketuhanan dalam konteks bernegara, dan nilai-nilai religius memegang peranan sentral dalam identitas negara. Hal ini tercermin dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945. Pandangan terhadap perbuatan zina dipengaruhi oleh agama, budaya, dan hukum, di mana zina dianggap sebagai pelanggaran serius terhadap norma agama, kesusilaan, kesopanan, dan hukum di Indonesia. Perubahan dalam pengaturan tindak pidana perzinahan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) mencerminkan evolusi dalam pemahaman hukum dan nilai-nilai masyarakat, dan menjadi subjek reformasi dalam KUHP baru. Perubahan sebagaimana dimaksud kini menjadi fokus pada skripsi ini, karena telah berhasil memberikan perubahan signifikan sehingga menimbulkan skeptisme dikalangan masyarakat. Oleh karena itu dalam skripsi ini memiliki tujuan untuk mengetahui pengaturan mengenai tindak pidana perzinahan dalam KUHP lama. Selanjutnya untuk mengetahui dan menganalisis perbandingan pengaturan tindak pidana perzinahan dalam KUHP lama dengan KUHP baru. Penelitian ini metode pendekatan yang digunakan adalah penelitian hukum yuridis normatif. Penelitian ini masuk pada jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan tiga bahan hukum yaitu primer, sekunder, dan tersier. Data dalam penelitian ini diperoleh dengan studi pustaka dan dokumentasi. Adapun metode analisi yang digunakan yaitu analisi yuridis normatif serta analisi komparatif atau perbandingan. Hasil dari skripsi ini menunjukan bahwa Perbandingan pengaturan tindak pidana perzinahan dalam KUHP lama dan KUHP baru menggambarkan perbedaan signifikan dalam pendekatan hukum terhadap perzinaan. KUHP lama, dalam Pasal 284, membedakan perzinaan berdasarkan status perkawinan dan mengharuskan aduan dari pihak yang merasa dirugikan. Hubungan seksual di luar perkawinan dianggap perzinaan, dan hukumannya tergolong ringan, yaitu penjara paling lama sembilan bulan. Sementara dalam KUHP baru, Pasal 417 ayat (1) menghapus perbedaan berdasarkan status perkawinan, sehingga semua individu yang terlibat dalam hubungan seksual dengan orang lain dapat dianggap melakukan perzinaan. Hukuman yang diancamkan juga masih ringan, dengan pidana penjara paling lama satu tahun atau denda kategori II sebesar paling banyak Rp. 10.000.000,00. Perzinaan tetap dianggap sebagai delik aduan absolut, yang memerlukan pengaduan dari pihak yang dirugikan. Perubahan ini mencerminkan evolusi dalam pengaturan hukum terkait perzinaan dengan menghilangkan perbedaan berdasarkan status perkawinan dan memberikan hukuman yang sama ringan. Kata Kunci: Perbandingan; Tindak Pidana Zina; KUHP Lama; KUHP baru

    PENYELESAIAN SENGKETA AKIBAT WANPRESTASI DALAM PERJANJIAN JUAL BELI ONLINE

    Get PDF
    Dewasa ini teknologi menjadi pusat peradaban dunia yang semakin massif, diman semua sistem mulai menggunakan kecanggihan teknologi yang berbasi digital. Seiring berkembangnya teknologi para pedagangpun tak mau ketinggalan zaman dan terus berinovasi mengikuti target pasarnya yang juga mulai beralih ke sistem teknologi.yang sangat disayangkan dalam melesatnya kegiatan transaksi jual beli online adalah bertambah pula resiko tingkat kriminalitas dan kesempatan penipu melakukan wanprestasi dalam melakukan jual beli. Ada banyak faktor faktor yang bisa mengakibatkan wanprestasi dalam jual beli online. Maka dari itu penulisan ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mengakibatkan wanprestasi dalam jual beli online dan bagaimana penyelesaian sengketa akibat wanprestasi dalam jual beli online. Penulis menggunakan metode yuridis normative dan yuridis empiris. Karena dalam penelitian penulisan ini memberikan gambaran antara undangundang dan peraturan lainnya serta melihat contoh dalam kehidupan sehari-hari berdasarkan google form dan menghasilkan spesifikasi deskriptif analisis dan analisis datanya menggunakan analisis kualitatif. Faktor penyebab terjadinya wanprestasi dalam jual beli online dikelompokan menjadi empat yaitu ditinjau dari regulasi, ditinjau dari platform, ditinjau dari penegakkan hukum dan ditinjau dari para pihak. Pihak yang paling sering dirugikan akibat wanprestasi jual beli online adalah para pembeli. Faktor yang sangat berpotensi tinggi untuk terjadinya wanprestasi adalah ditinjau dari para pihak, dimana didalamnya ada banyak permasalahan-permasalahan aktivitas para penjual dan pembeli dan salah satu pihak tidak melaksanakan janjinya sesuai dengan perjanjian jual beli. Penyelesaian wanprestasi jual beli online bisa dilakukan dengan dua cara yaitu penyelesaian litigasi (dengan pengadilan) dan non litigasi (tanpa pengadilan), cara yang paling mudah yaitu menggunakan penyelesaian non litigasi, mediasi karena dapat menguntungkan para pihak hanya dengan berkompromi. Kata kunci: Wanprestasi, Jual Beli, Online

    REORIENTASI PERJANJIAN FRANCHISE SEBAGAI UPAYA KESEIMBANGAN HUKUM ANTARA FRANCHISOR DENGAN FRANCHISEE ( Studi Kasus Bisnis “Star Steak Express” Banyumanik, Kota Semarang)

    Get PDF
    Melakukan reorientasi terhadap pelaksanaan perjanjian franchise menjadi hal yang sangat penting untuk ditelaah. Karena dalam perkembangan masyarakat saat ini masih terjadi ketidakseimbangan dalam pemenuhan hak dan kewajiban antar para pihak. Selain itu, masih terdapat penyimpangan terhadap asas-asas hukum perjanjian dalam tahapan pra-kontraktual, kontraktual, maupun postkontraktual. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis sosiologis yang berasal dari hasil lapangan melalui wawancara langsung dan dibandingkan dengan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan penelitian ini. Kemudian hasil penelitian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Adapun tujuan dari penelitian ini yakni untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan perjanjian franchise Star Steak Express Banyumanik, kota Semarang dan juga bagaimana reorientasi perjanjian franchise sebagai upaya keseimbangan hukum antara franchisor dengan franchisee. Berdasarkan hasil penelitian, pelaksanaan bisnis franchise "Star Steak Express" Banyumanik Kota Semarang belum tercermin asas proporsionalitas dan asas keseimbangan dalam isi perjanjian franchise. Hal ini dikarenakan bentuk perjanjian franchise menggunakan sistem perjanjian baku yang disusun secara a priori oleh salah satu pihak yakni franchisor yang berakibat pengaturan hak dan kewajiban para pihak yang kurang proporsi dan hanya menguntungkan salah satu pihak. Reorientasi perjanjian franchise sebagai upaya keseimbangan hukum antar franchisor dan franchisee, menunjukkan kegagalan penyelarasan derajat antar para pihak dalam perjanjian berdampak pada terciderainya hak-hak dasar para pihak. Tidak disediakannya peluang bagi para pihak untuk bernegosiasi secara langsung menjadikan pelaksanaan perjanjian franchise menjadi hanya satu arah. Kurangnya pengaturan regulasi franchise di Indonesia mengakibatkan penentuan isi perjanjian franchise yang sewenang-wenang, sehingga terdapat ketimpangan didalamnya. Kata Kunci : reorientasi, perjanjian franchise, keseimbangan huku

    EFEKTIVITAS PENGGUNAAN FLEXITIME BAGI PEGAWAI ASN DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN PROVINSI JAWA TENGAH

    Get PDF
    Perkembangan lingkungan strategis telah memunculkan fenomena baru yang mempengaruhi dinamika organisasi baik di sektor industry (private) maupun pemerintahan (publik). Kondisi ini mengharuskan semua organisasi secara dinamis terus melakukan berbagai perubahan dan ditetapkan organisasi dapat dipenuhi. Flexible working time merupakan sistem pengaturan kerja yang memberi lebih banyak kebebasan kepada pegawai untuk bisa mengatur jam kerjanya sepanjang akumulasi atau ketentuan waktu yang ditetapkan organisasi dapat dipenuhi. Dalam penelitian yang telah dilakukan oleh penulis menemukan penerapan flexitime belum efektiv dikarenakan terdapat permasalahan dalam komunikasi, koordinasi dan produktivitas kerja. Penulisan laporan ini di lakukan dengan metode kualitatif deskriptif dengan mengumpulkan sumber data melalui wawacara dan observasi. Kata Kunci : Flexitime,Efektivitas,Komunikasi,Koordinas

    MODEL PENINGKATAN KINERJA SUMBER DAYA MANUSIA DAN KEPUASAN KERJA BERBASIS KOMPENSASI NON FINANSIAL DAN DISIPLIN KERJA PADA GENERASI MILENIAL DAN Z (PT.Telkom Indonesia Regional IV)

    Get PDF
    Untuk memenuhi tujuan bisnis di era kemajuan teknis yang terus meningkat saat ini, bisnis telekomunikasi harus memastikan bahwa karyawan mereka bekerja pada tingkat tinggi. Kemampuan Generasi Z dan milenial untuk menggunakan teknologi dengan baik telah memungkinkan mereka untuk menguasai tempat kerja. Jika sumber daya manusia mereka berkinerja pada tingkat tinggi, perusahaan telekomunikasi dapat berfungsi secara efektif. Namun, kenyataannya adalah bahwa tampil di level tinggi adalah tugas yang sulit. Sejumlah hal dapat mempengaruhi seberapa baik kinerja karyawan. Penelitian ini berfokus pada disiplin kerja, kebahagiaan kerja, dan remunerasi non-finansial. Dalam rangka meningkatkan kinerja sumber daya manusia di PT Telkom Indonesia Regional IV, penelitian ini bermaksud untuk menyelidiki peran disiplin kerja, remunerasi non-finansial, dan kebahagiaan kerja. Penelitian ini menyebarkan kuesioner untuk mengumpulkan data dengan menggunakan pendekatan deskripsi kuantitatif. Purposive sampling adalah metode pengambilan sampel yang digunakan, dan itu memerlukan. 140 pekerja generasi milenial dan Z. Dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS, peneliti menggunakan metode analisis data. Temuan penelitian menunjukkan bahwa remunerasi non-finansial dan disiplin kerja memiliki dampak yang menguntungkan dan substansial terhadap kepuasan kerja. Kinerja SDM dipengaruhi secara positif dan signifikan oleh disiplin kerja dan kebahagiaan kerja. Di sisi lain, gaji non-finansial mempengaruhi kinerja SDM dengan baik tetapi tidak signifikan. Kita dapat menyimpulkan bahwa organisasi dapat meningkatkan disiplin karyawan secara langsung atau tidak langsung dengan meningkatkan kebahagiaan karyawan untuk meningkatkan kinerja SDM. Kata Kunci : Disiplin kerja, Kompensasi Non Finansial, Kepuasan Kerja, Kinerja SDM, PT.Telkom Indonesi

    KEDUDUKAN ORANG TUA SELAKU PENJAMIN DEBITUR DALAM PERJANJIAN KREDIT MACET DI HADAPAN NOTARIS

    Get PDF
    Penulisan skripsi ini mengambil judul Kedudukan Orang Tua Selaku Penjamin Debitur Dalam Perjanjian Kredit Macet Di Hadapan Notaris yang ditinjau dari prespektif Hukum Perdata. Sebagaimana adanya Jaminan dalam perjanjian kredit yang diberikan Debitur kepada Kreditur untuk menjamin suatu hutang tertentu. Khusus untuk jaminan berupa benda tidak bergerak seperti hak atas tanah, maka untuk dapat digunnakan sebagai jaminan harus dibebani hak tanggungan terlebih dahulu sesuai dengan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1996 tentang Hak Tanggungan. Faktanya masih sering timbul masalah dalam pelaksanaan perjanjian hutang piutang yaitu dimana Debitur lalai untuk melakukan kewajibannya atau yang biasanya disebut wanprestasi. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui akibat hukum serta perlindungan hukum yang dapat dilakukan terhadap sengketa wanprestasi perjanjian hutang piutang dengan jaminan sertipikat tanah. Metode penelitian yang digunnakan yaitu penelitian kualitatif, spesifikasi penelitian berupa deskriptif analisis, metode yuridis empiris, sumber data yang digunnakan berupa data primer, data sekunder dan data tersier. Metode pengumpulan data untuk data primer yaitu wawancara, untuk data sekunder dan tersier dengan studi kepustakaan, dan metode analisis data berupa analisis deskriptif kualitatif. Penulis menyimpulkan bahwa akibat hukum terhadap sengketa wanprestasi hutang piutang dengan jaminan sertipikat tanah, sehingga kreditur tidak mempunyai kedudukan yang diutamakan dalam hal pelunasan piutangnya. Upaya penyelesaian hukum yang dilakukan kreditur atas jaminan sertipikat tanah dapat dilakukan melalui jalur litigasi dan non litigasi. Namun, apabila tidak ada itikad baik dari debitur, maka kreditur dapat mengajukan gugatan ke pengadilan dengan dasar gugatan menyatakan debitur telah melakukan wanprestasi sehingga dengan begitu debitur harus melaksanakan Putusan pengadilan tersebut dan kreditur memperoleh hak-haknya sepenuhnya dari perikatan hutang debitur. Kata Kunci : Wanprestasi, Hutang Piutang, Jaminan, Hak Tanggunga

    ANALISIS YURIDIS TERHADAP TINDAK PIDANA PENCURIAN DENGAN KEKERASAN YANG DILAKUKAN SECARA BERSAMA-SAMA (Studi kasus Putusan Nomor : 182/Pid.B/2023/PN.Smg)

    Get PDF
    Pencurian dengan kekerasan memang merupakan kejahatan yang meresahkan masyarakat. Orang yang melakukan tindak pidana tersebut memang dari unsur pemaksaan terhadap dirinya. Orang tersebut berani melakukan hal tersebut karena lemahnya perekonomian dan selalu mengharapkan kekayaan yang mengambil dari milik orang lain. Seperti yang akan dibahas dalam susunan skripsi ini mengenai kasus tindak pidana kekerasan yang dilakukan secara bersama-sama putusan nomor 182/Pid.B/PN.Smg Penelitian ini memuat objeknya mengenai tindak pidana pencurian dengan kekerasan yang dilakukan secara bersama-sama, menggunakan jenis penelitian hukum yuridis-normatif, artinya penelitian hukum yang diteliti hanya menggunakan data sekunder atau bahan pustaka. Permasalahan yang ingin penulis kaji adalah bagaimana tahapan pelaksanaan proses perkara putusan nomor 182/Pid.B/PN.Smg berdasarkan hukum acara pidana dan apa saja faktor yang menyebabkan keinginan seseorang untuk melakukan kejahatan tersebut. Keputusan hakim dalam menjatuhkan hukuman didasarkan pada pertimbangan yuridis dan non yuridis. Pertimbangan yuridis meliputi bukti-bukti yang sah dan meyakinkan yang menunjukkan bahwa terdakwa secara jelas memenuhi seluruh unsur tindak pidana pencurian dengan kekerasan sebagaimana diatur dalam pasal 365 ayat (2) ke-2e KUHP. Sedangkan pertimbangan non-yuridis menyangkut nilai-nilai sosial dan penilaian terhadap sifat terdakwa, serta faktor-faktor yang dapat memperberat atau meringankan pidana yang akan dijatuhkan oleh hakim. Putusan Majelis Hakim terhadap para Terdakwa dengan Pidana penjara masing-masing selama 1(satu) tahun dan 6(enam) bulan. Kata Kunci ; Pencurian; Dengan Kekerasan; Secara bersama-sama

    TINJAUAN YURIDIS PERLINDUNGAN HUKUM BAGI KONSUMEN TERKAIT PERBEDAAN HARGA PADA WAKTU PEMBAYARAN DI MINIMARKET

    Get PDF
    Fenomena perbedaan harga pada waktu pembayaran seringkali menjadi masalah yang mempengaruhi keadilan dan kepercayaan konsumen dalam bertransaksi di minimarket. Tujuan dari penelitian ini yaitu satu, mengidentifikasi dan menganalisis secara mendalam bagaimana perlindungan hukum bagi konsumen terkait perbedaan harga pada waktu pembayaran di minimarket. Dua, mengidentifikasi dan menganalisis apa saja faktor-faktor yang menjadi kelemahan dalam perlindungan hukum bagi konsumen terkait perbedaan harga pada waktu pembayaran di minimarket. Metode penelitian yang digunakan adalah metode yuridis normatif dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui studi pustaka dan analisis terhadap peraturan hukum yang relevan, kasus nyata, serta pendapat ahli dalam bidang hukum konsumen. Hasil analisis menunjukkan bahwa dasar hukum perlindungan konsumen terkait perbedaan harga di minimarket terdapat dalam Undang-Undang Perlindungan Konsumen, namun masih terdapat kelemahan dalam penerapan dan penegakannya. Beberapa kelemahan tersebut antara lain kurangnya penegakan hukum yang efektif, dan rendahnya kesadaran konsumen tentang hak-hak mereka. Hasil dari penelitian ini yaitu satu, konsumen memiliki hak-hak yang dijamin dan dilindungi dalam transaksi belanja mereka oleh UndangUndang Nomor 8 Tahun 1999, yang menegaskan hak konsumen terkait harga yang harus dibayar dan tanggung jawab minimarket dalam menetapkan harga yang sesuai dan transparan. Dua, dalam praktik perlindungan hukum terkait perbedaan harga yang terjadi pada saat pembayaran di minimarket memiliki kelemahan di sisi penerapan serta penegakan hukumnya, dan yang menjadi salah satu faktor utama adalah kultur negara Indonesia yakni musyawarah untuk mufakat, sehingga mayoritas penyelesaian sengketa yang terjadi diselesaikan di luar badan perlindungan konsumen atau tanpa melalui mekanisme lanjutan. Kata Kunci : Perlindungan Hukum, Konsumen, Minimarke

    ANALISIS HUKUM PENGARUH STABILITAS NEGARA TERHADAP INVESTASI ASING DALAM PEMBANGUNAN IBU KOTA NUSANTARA BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 25 TAHUN 2007

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan agar memberikan pemahaman tentang pengaruh stabilitas negara terhadap investasi asing dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara berdasarkan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman modal dan juga perlindungan hukum penanaman modal di Indonesia. Metodel yang di te rapkan dalam pe nulil san il nil dil lakukan del ngan pel nel lil til an hukum yuril dil s normatil f yail tu del ngan mel lakukan analil sil s tel rhadap pel rmasalahan mel laluil pel ndel katan asas-asas hukum sel rta mel ngacu pada norma-norma hukum yang tel rdapat dalam pel raturan pel rundang-undangan. Hasil penelitian ini menyoroti pengaruh stabilitas negara terhadap investasi asing dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara berdasarkan UndangUndang Nomor 25 Tahun 2007. Dalam era globalisasi, penanaman modal semakin krusial bagi negara yang sedang membangun seperti Indonesia, meningkatkan persaingan dan kebutuhan akan modal pembangunan yang besar. Proyek Ibu Kota Nusantara menjadi salah satu inisiatif besar bagi Indonesia, membutuhkan permodalan baik dari dalam maupun luar negeri, yang diarahkan untuk pembangunan baru di berbagai sektor produksi dan jasa. Dalam konteks ini, mobilisasi modal dari masyarakat umum menjadi kunci untuk mencapai tujuan pembangunan yang diinginkan. Kata Kunci : Penanaman Modal , UU, IKN, Stabilitas Negara

    28,115

    full texts

    32,889

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Unissula Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇