Unissula Repository
Not a member yet
32889 research outputs found
Sort by
EVALUASI SISTEM DRAINASE UNTUK MENANGGULANGI BANJIR (Studi Kasus Drainase Jalan Waru Mranggen)
Banjir merupakan permasalahan serius di Indonesia, termasuk Jalan Waru,
Mranggen, Demak, yang sering kali menjadi korban bencana banjir. Permasalahan
ini disebabkan oleh perubahan iklim, perubahan tata guna lahan, dan kurangnya
infrastruktur yang efektif. Jalan Waru, bagian dari wilayah Demak, mengalami
masalah banjir berulang, memengaruhi ribuan penduduk dan merugikan aktivitas
harian.
Penelitian ini fokus pada evaluasi sistem drainase sebagai upaya
menanggulangi banjir di Jalan Waru, Mranggen. Metode analisis hidrologi
digunakan untuk menghitung curah hujan dengan metode Polygon Thiessen yang
menggunakan data curah hujan stasiun karangroto, stasiun brumbung dan stasiun
pucanggading. Perhitungan debit drainase menggunakan metode rasional, dan
analisis hidrolika menggunakan program EPA-SWMM.
Hasil penelitian menunjukkan debit maksimum drainase di lokasi mencapai
37,29 m
3
/det yang memberikan gambaran kemampuan sistem mengatasi aliran air.
Setelah perencanaan ulang saluran drainase, terjadi peningkatan kapasitas yang
efektif dan dapat mengurangi risiko banjir. Analisis penampang drainase dengan
program EPA-SWMM menunjukkan bahwa pada penampang eksisting drainase
tidak mampu menampung debit banjir, setelah dilakukan perubahan ukuran dimensi
drainase mampu menampung debit banjir, sehingga mampu menanggulangi
volume air yang ada. Program ini efektif dalam menganalisa saluran drainase di
lokasi studi.
Kata Kunci : Banjir, Curah hujan, Debit banjir, EPA-SWM
PERBANDINGAN PENGGUNAAN PASIR GUNUNG MERAPI DENGAN PASIR SLAWI TEGAL TERHADAP KARAKTERISTIK MEKANIK BETON SELF COMPACTING CONCRETE (SCC)
Beton terdiri dari campuran beberapa bahan, termasuk air, agregat kasar, agregat halus,
danbahan tambahan. Pasir Gunung Merapi dan pasir Slawi Tegal adalah dua jenis agregat
halusyang digunakan dalam penelitian ini. Pasir Gunung Merapi memiliki kualitas tinggi
karenapola partikelnya yang bersudut. Pola partikel ini membuatnya lebih kuat terikat
pada degansemen. Dengan demikian, tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan
pasir Slawi Tegal dengan pasir Gunung Merapi berdasarkan sifat mekanik beton.
Pembuatan benda uji dilakukan dengan menggunakan beton silinder dengan diameter
15 cm dan tinggi 30 cm. Faktor air semen (FAS) divariasikan menjadi 0.5, dan silica
fume digunakan sebagai subsitusi pengganti parsial semen dengan variasi 0%, 7,5%,
10%, dan 12,5%. Penelitian ini menggunakan metode percobaan. Studi ini dilakukan di
Laboraterium Teknologi Bahan Konstruksi Fakultas Teknik Universitas Islam Sultan
Agung Semarang. Dalam penelitian ini, agregat (kasar dan halus) dan sifat mekanik
beton(kuat tekan) diuji.
Dari hasil penelitian didapatkan pada pasir Muntilan dengan variasi silica fume 12,5%
memiliki nilai kuat tekan paling besar yaitu 34.647 Mpa, sedangkan pada pasir Slawi
dengan variasi 0% miliki kuat tekan paling besar 30,919 Mpa. Hasil tersebut memenuhi
dari kuat tekan rencana 25 Mpa. Pada pasir Muntilan penambahan silica fume membuat
peningkatan nilai kuat tekan, sedangkan pada pasir Slawi penambahan silica fume
membuat penurunan kuat tekan.
Kata Kunci : Faktor Air Semen; Karakteristik Mekanik Beton; Pasir Gunung Merapi;
Pasir Slawi Tegal; silica fum
EVALUASI NILAI PERKERASAN JALAN DENGAN METODE PCI (PAVEMENT CONDITION INDEX) DAN IRI (INTERNATIONAL ROUGHNESS INDEX) (Studi Kasus : Ruas Jalan Nasional Batas Kota Surakarta – Kartasura, KM 0+920 – KM 2+120)
Pertumbuhan kendaraan setiap tahun selalu meningkat dengan signifikan yang
menyebabkan beban volume jalan juga meningkat. Jalan yang menampung
melebihi kapasitas jalan akan mengalami penurunan kualitas jalan. Penurunan
kualitas tersebut dapat diketahui dari berbagai indikator, salah satunya dari keadaan
permukaan perkerasan jalan dari segi fungsional dan struktural. Untuk mencapai
umur layan jalan dibutuhkan evaluasi untuk memahami keadaan jalan yang ditinjau
masih baik atau sudah mengalami penurunan.
Evaluasi kondisi perkerasan jalan pada Tugas Akhir ini digunakan1metode1PCI
(Pavement1Condition1Index), IRI1(International1Roughnes Index), dan program
KENPAVE. Ketiga metode tersebut digunakan oleh Bina Marga untuk
mengevaluasi suatu kondisi jalan. Data1primer1didapatkan pada1survey langsung
di lokasi penelitian, lalu untuk data1sekunder1didapatkan1dari dinas terkait.
Hasil penelitian1menunjukan hasil nilai PCI terparah jalur kanan terdapat pada
STA 0+970-1+020 dengan nilai PCI 51 “Buruk” dan STA 1+670-1+720 dengan
nilai PCI 50 “Buruk”. Kerusakan terparah jalur kiri terdapat pada STA 1+6201+670
dengan nilai PCI 49 “Buruk”, STA 2+020-2+070 dengan nilai PCI 48
“Buruk”, dan STA 1+820-1+870 dengan nilai PCI 38 “Sangat Buruk”. Untuk hasil
IRI jalur kanan diperoleh nilai rata-rata 2,48 yang dikategorikan “Baik” dan jalur
kiri diperoleh nilai rata-rata 2,38 yang dikategorikan “Baik”. Hasil KENPAVE
penunjukan kerusakan rutting dan deformation pada tahun ke-10.
Kata Kunci: evaluasi perkerasan; PCI; IRI; KENPAV
REKAYASA KOORDINASI SIMPANG BERSINYAL (STUDI KASUS : SIMPANG TERMINAL PENGGARON DAN SIMPANG PUCANG GADING, SEMARANG)
Simpang Terminal Penggaron dan Simpang Pucang Gading merupakan salah satu
simpang bersinyal dengan jarak sekitar 500 m dan memiliki waktu siklus yang
berbeda pada kedua simpangnya. Hal ini mengakibatkan kurang lancarnya arus
lalu lintas karena kendaraan selalu mendapati sinyal merah pada simpang yang
berdekatkan, sehingga sering menimbulkan kemacetan pada jam puncak.
Sehubungan dengan itu, untuk menangani masalah ini perlu dilakukan rekayasa
koordinasi terhadap kedua simpang tersebut, tujuannya supaya arus lalu lintas
menjadi lebih lancar.
Penelitian ini menggunakan metode survei manual dan analisis berdasarkan
MKJI 1997. Untuk koordinasi waktu siklus yaitu berdasarkan teori Greenwave,
dengan pengaturan sinyal tiga fase dan pengaturan tiga fase early cut-off.
Pada kondisi eksisting Simpang Terminal Penggaron memiliki waktu siklus 71
detik sedangkan Simpang Pucang Gading memiliki waktu siklus 94 detik. Hasil
penilaian terpilih perencanaan kinerja optimal yaitu perencanaan I dengan
penyeragaman waktu siklus menjadi 71 detik, serta didapatkan Offset 39 detik
untuk kedua simpang, bandwidth sebesar 32 detik untuk arah Timur ke Barat, dan
18 detik untuk arah Barat ke Timur. Perbandingan kinerja kedua simpang pada
kondisi eksisting dan setelah koordinasi yaitu panjang antrean yang semula 119,37
m menjadi 80,33 m, derajat kejenuhan yang semula 0,675 menjadi 0,631, dan
tundaan yang semula 42,39 detik/smp menjadi 34,39 detik/smp.
Kata Kunci: bandwidth; bersinyal; koordinasi; MKJI; offset; simpang
HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DENGAN KEPERCAYAAN DIRI PADA SISWA-SISWI DI SMK NEGERI 1 JEPARA
Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui hubungan antara konsep diri dengan kepercayaan diri pada siswa-siswi di SMK Negeri 1 Jepara. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan melibatkan 123 murid kelas XI SMK Negeri 1 Jepara yang digunakan sebagai sampel penelitian. Penelitian ini menggunakan alat ukur yaitu skala konsep diri yang terdiri dari 30 aitem dengan reliabilitas 0,882 serta skala kepercayaan diri yang terdiri dari 29 aitem dengan reliabilitas 0,865. Analisis data pada penelitian ini menggunakan teknik korelasi product moment. Hasil dari uji hipotesis yang dilaksanakan peneliti menunjukkan bahwa adanya hubungan positif diantara konsep diri dengan kepercayaan diri pada siswa-siswi SMK Negeri 1 Jepara dengan memperoleh hasil korelasi rxy sebesar 0,658 dan taraf signifikansi sebesar 0,000 atau (p<0,05). Sehingga dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi konsep diri, maka akan semakin tinggi pula tingkat kepercayaan diri yang dimiliki. Begitupun sebaliknya, semakin rendah konsep diri, maka akan semakin rendah juga tingkat kepercayaan diri yang dimiliki.
Kata kunci: Konsep diri, Kepercayaan Dir
RE-ENGINEERING PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG SMP 16 SURAKARTA
Konsep Reengineering menjadi solusi yang dapay diterapkan secara efisien dan efektif dalam menangani permasalahan dari segi pembengkakan biaya dan keterlambatan proyek. Penelitian ini menggunakan studi kasus Proyek Pembangunan Gedung SMP 16 Surakarta. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menentukan item pekerjaan dengan biaya tertinggi terhadap total biaya keseluruhan proyek, metode alternatif yang dapat digunakan, serta kombinasi metode alternatif.
Data yang dibutuhkan pada penelitian ini yaitu data primer dan sekunder. Data primer merupakan data yang diambil secara langsung dari objek penelitian seperti observasi lapangan, metode pekerjaan eksisting, dan kurva s pelaksana. Sedangkan data sekunder seperti Rencana Anggaran Biaya (RAB), gambar kerja, kurva s rencana, AHSP, RKS. Metode pengolahan data pada penelitian ini memiliki 4 tahap yaitu tahap informasi, tahap kreatif, tahap analisis, dan pembahasan. Penelitian reengineering pada proyek ini dilakukan pada pekerjaan bekisting dan beton dari sub pekerjaan kolom, balok dan plat yang didapatkan dari hasil analisis pareto dengan nilai yang tertinggi.
Hasil penelitian re-engineering yang telah dilakukan didapatkan Metode alternatif pekerjaan yang dapat meningkatan efisiensi biaya dan efektivitas waktu dari hasil analisis item pekerjaan yaitu untuk pekerjaan bekisting menggunakan bekisting sistem sebesar Rp. 1.356.327.634 dengan presentase 38% selama 62 hari atau 30% terhadap pekerjaan eksisting. Untuk pekerjaan beton menggunakan beton ready mix concrete pump sebesar Rp. 1.107.491.641 dengan presentase 4% selama 30 hari terhadap pekerjaan eksisting. Kombinasi metode alternatif yang efisien dan efektif dari segi biaya maupun waktu yaitu pada alternatif kombinasi antara pekerjaan bekisting sistem dan pengecoran menggunakan beton ready mix concrete pump dengan efisiensi biaya sebesar Rp957.514.049 atau 26,69% serta efektivitas waktu selama 50 hari atau 35,21% terhadap eksisting.
Kata Kunci : Bekisting; Beton; Efektif; Efisien; Hukum Pareto; Re-engineerin
AN ANALYSIS OF TRANSLATION PROCEDURE FROM ENGLISH IN TO INDONESIAN LANGUAGE IN LUCA (2021) MOVIE SUBTITLE BY NAZARET SETIABUDI
In translating the subtitles of a movie, translators not only have to translate the source language into the closest meaning in the target language, translator need a translation procedure in translating the movie where the translator will make some changes. There are several things that will be considered by translator in translation procedure, such as grammatical structure, expansion and reduction words.
This study focused at analyzing the translation procedure which is part of Peter Newmark's (1988) theory. The aims of this study are to find the translation procedures applied in translating subtitles of movie LUCA (2021) and to find the most dominant procedure applied in translating subtitles of movie LUCA (2021). Moreover, this study used qualitative methods in analyzing data collected from the movie LUCA (2021).
Based on the analysis, several translation procedures found in this study. They are literal translation 73 data, transposition 452 data, reduction 229 data, modulation 90 data, transference 55 data, through translation 23 data, expansion 29 data, couplet 165 data, naturalization 10 data, compensation 18 data, synonymy 6 data, functional equivalent 27 data, and cultural equivalent 20 data. Moreover, the most procedure applied is transposition. Transposition became the most dominant procedure as in transposition procedure the translator would change the grammatical structure from the source language into translation that is suitable grammatically in the target language.
Keywords: translation, translation procedures, subtitle
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN E-LKPD BERBASIS LIVE WORKSHEETS TERHADAP KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA PESERTA DIDIK KELAS 5 SD NEGERI SARI 2
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran berbasis live worksheet untuk kemampuan pemahaman konsep pada peserta didik kelas V sekolah dasar. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Tahap penelitian ini menggunakan prosedur pengembangan ADDIE. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas V SD N Sari 02 yang berjumlah 28 orang. Teknik pengumpulan data berupa angket yang meliputi angket lembar validasi ahli media, materi dan bahasa untuk mengetahui tingkat kelayakan media pembelajaran. Angket respon guru dan siswa diberikan untuk menguji kepraktisan media. Sedangkan nilai pre test dan post test untuk mengetahui tingkat keefektifan media pembelajaran. Hasil penelitian menujukan (1) Hasil validasi ahli media memperoleh skor 3,47, hasil validasi ahli materi memperoleh skor 3,65 dan hasil validasi ahli bahasa memperoleh skor 3,95 dari skor maksimal 4 sehingga produk yang dikembangkan berada pada kategori sangat layak. (2) hasil angket respon guru memperoleh skor 3,8, hasil angket respon siswa memperoleh skor 3,6 sehingga produk yang dikembangkan berada pada kategori sangat praktis. (3) hasil nilai rata-rata nilai pre test siswa adalah sebesar 54,54. Sedangkan untuk rata-rata nilai post test siswa adalah sebesar 76,57. Jadi, dari hasil rata-rata nilai pre test dan rata-rata nilai post test dikategorikan efektif dalam proses pembelajaran.
Kata Kunci: Media Pembelajaran, Live Worksheet, Kemampuan Pemahaman Konsep Matematic, Sekolah Dasa
PENGARUH MODEL COLLABORATIVE LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA MATERI BANGUN DATAR KELAS V SD NEGERI 3 JUNGSEMI
Model collaborative learning merupakan suatu kegiatan pembelajaran yang menuntut siswa untuk saling berkolaborasi secara aktif dalam kelompok untuk memperoleh berbagai ilmu, wawasan maupun pengetahuan. Penelitian ini berfokus pada pengaruh model collaborative learning terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika materi bangun datar kelas V SD Negeri 3 Jungsemi. Adapun tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh pengaruh model collaborative learning terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika materi bangun datar kelas V SD Negeri 3 Jungsemi. Penelitian ini menggunakan design pre-experimental jenis one-shoot pretest posttest design sebagai bahan dalam pengambilan data. Populasi dalam penelitian ini yaitu siswa kelas V SD Negeri 3 Jungsemi berjumlah 24 siswa, sedangkan teknik sampling yang digunakan adalah sampling jenuh. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat pengaruh model collaborative learning terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika materi bangun datar kelas V SD Negeri 3 Jungsemi diperoleh dari uji paired sample t test pada taraf signifikansi 5% dengan hasil thitung > ttabel yaitu 31.843 > 2.074. Lower bernilai negatif yaitu -54.31322 dan Upper bernilai negatif yaitu -47.68678 dan nilai sig. (2-tailed) = 0.000 < α = 0.05, maka Ho ditolak dan H1 diterima yang artinya terdapat pengaruh model collaborative learning terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika materi bangun datar kelas V SD Negeri 3 Jungsemi.
Kata Kunci : model pembelajaran, pemecahan masalah, collaborative learning matematika
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI BERBANTUAN MEDIA JARIMATIKA PADA MATERI OPERASI HITUNG BILANGAN CAMPURAN TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP KELAS IV SD NEGERI KARANGROTO 01
Penelitian ini berfokus pada pengaruh model pembelajaran berbantukan media belajar terhadap hasil belajar kognitif pemahaman konsep siswa. Kurangnya variasi dan inovasi guru dalam mengajar dan kurangnya penggunaan sumber dan media belajar serta kurang ketelitian siswa dalam memahami soal berbentuk cerita pada jenjang sekolah dasar terkhusus pada mata pelajaran matematika. Tujuan utama dari penelitian yang dilakukan yaitu untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Inkuiri berbantuan media jarimatika pada materi operasi hitung bilangan campuran terhadap pemahaman konsep kelas IV SD Negeri Karangroto 01. Dalam penelitian ini penulis menggunakan jenis penelitian Pre-Eksperimental dengan jenis Desain One Group Pretest-Posttest. Sampel yang digunakan yaitu sebanyak 30 siswa kelas IV SD Negeri Karangroto 01. Hasil dari penelitian berupa nilai Pretest dan Posttest yang telah diuji normalitas berdistribusi normal. Dilihat dari hasil Pretest sig. yang bernilai 0,200 >α (0,05) yang berarti data berdistribusi normal. Dari hasil Posttest sig. yang bernilai 0,252 >α (0,05) yang berarti data berdistribusi normal. Dari hasil uji paired sample t-test menunjukkan hasil sig. (2-tailed) 0,000. Jika sig. (2-tailed) 0,000 >α (0,05) maka Ha diterima yang artinya ada pengaruh dari model pembelajaran Inkuiri berbantuan media jarimatika pada materi operasi hitung bilangan campuran terhadap pemahaman konsep kelas IV SD Negeri Karangroto 01 dan pada uji Gain Ternormalisasi berdasarkan data ada 15 siswa hasil belajarnya meningkat kategori tinggi, dan 15 siswa meningkat kategori sedang.
Kata Kunci: Inkuiri, Jarimatika, Hasil Belajar Kognitif pemahaman konse