Unissula Repository
Not a member yet
32889 research outputs found
Sort by
IMPLEMENTASI PROGRAM ELEKTRONIK SIAP NIKAH DAN HAMIL (ELSIMIL) DALAM MENGURANGI ANGKA STUNTING DITINJAU DARI MAQASID SYARI’AH (Studi Kebijakan BKKBN di Kabupaten Wonogiri)
Perkawinan merupakan suatu akad perjanjian untuk melangsungkan hidup sebagai seorang suami dan isteri sesuai dengan ketentuan hukum dan agama. Salah satu permasalahan di Indonesia yang paling memprihatinkan adalah stunting. Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada balita akibat kekurangan gizi kronis, terutama pada seribu hari pertama. Maka, membuat BKKBN mengeluarkan program terbaru sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting yaitu program Elsimil (Elektronik Siap Nikah dan Hamil). Elsimil adalah aplikasi skrining dan pendampingan bagi calon pengantin (Catin). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi program Elsimil dalam mengurangi angka stunting dan untuk menjelaskan bagaimana program Elsimil dalam meningkatkan kualitas keluarga. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Dari hasil penelitian, implementasi program Elsimil dalam mengurangi angka stunting di Kabupaten Wonogiri terbilang efektif. pelaksanaan program Elsimil dalam meningkatkan kualitas ulasan keluarga jika ditinjau dari tujuan muhafazah al aql (pemeliharaan akal) muhafazah al-Nafs (pemeliharaan jiwa) program Elsimil ini memberikan terobosan baru dalam program percepatan penurunan stunting di Kabupaten Wonogiri. Jika ditinjau dari tujuan muhafazah al-Nasl (pemeliharaan keturunan) program Elsimil ini dapat meningkatkan pertumbuhan kesehatan pada anak. Semakin tinggi kualitas keturunan maka akan semakin bagus kualitas keluarganya. Penelitian ini masih bisa digunakan untuk penelitian lanjutan, karena pelaksanaan program Elsimil dari tahun ke tahun akan terus mengalami perkembangan, sehingga datanya bisa berubah dan hasilnya juga akan berbeda.
Kata Kunci: Pernikahan, Stunting, Keluarga Berkualitas, Elsimil
PENERAPAN ASAS CONTRA LEGEM DALAM PERKARA PEMBAGIAN HARTA BERSAMA PASCA PERCERAIAN DI PENGADILAN AGAMA KELAS 1A KENDAL
Tentunya dalam perkawinan tidak akan selamanya berjalan dengan lancar. Akan ada berbagai faktor yang akan menjadi penyebab adanya perselisihan terus menerus antar pasangan. Ketika perselisihan antara suami istri tersebut tak kunjung mendapat solusi dan titik terang dalam penyelesaiannya, maka tak jarang akan berakhir dengan perceraian. Akibat dari adanya perceraian maka akan menimbulkan dampak hukum pula, seperti adanya pembagian harta bersama. Harta bersama merupakan harta yang dihasilkan suami istri selama keduanya dalam akad perkawinan. pembagian dari harta bersama sesuai dengan ketentuan dalam KHI yang menyebutkan duda dan janda cerai hidup masing-masing berhak seperdua dari harta bersama. Namun, terkadang dijumpai kasus perkara gugatan dimana peran istri lebih dominan dari suami. Hal ini akan menimbulkan masalah apabila pembagian didasarkan pada ketentuan KHI. Maka dalam kondisi seperti ini seorang hakim diperbolehkan untuk melakukan contra legem terhadap ketentuan dari Undang-undang atau KHI. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana penerapan asas contra legem serta pertimbangan hukum hakim dalam menerapkan asas contra legem terhadap putusan perkara pembagian harta bersama. Metode yang digunkan dalam penelitian ini adalah field research (penelitian lapangan). Sumber data primer adalah wawancara kepada majelis hakim, dan sumber data sekunder adalah salinan putusan perkara Pengadilan Agama Kendal, skripsi, jurnal, tesis, karya-karya ilmiah yang berkaitan dengan tema penelitian ini. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan dokumentasi. Teknik analisa data yang digunakan adalah deskriptif-analitis. Hasil penelitian adalah majelis hakim memutus perkara pembagian harta bersama dengan melakukan contra legem, yakni mengesampingkan ketentuan dari Undang-undang dengan putusan ⅔ bagian untuk istri dan ⅓ bagian untuk suami.
Kata Kunci: harta bersama, contra lege
ANALISIS DAMPAK PENGGUNAAN GADGET BAGI PERKEMBANGAN SOSIAL ANAK USIA DINI DI DESA KARANGANYAR GUNUNG KECAMATAN CANDISARI TAHUN 2024
Anak merupakan salah satu amanat dari Allah SWT. anak yang sedang berada dalam rentang usia 3-6 tahun, merupakan sosok individu yang sedang dalam proses perkembangan. Perkembangan anak adalah suatu proses perubahan dimana anak belajar menguasai tingkat yang lebih tinggi dari aspek-aspek: gerakan, berpikir, perasaan, dan interaksi baik dengan sesama maupun dengan benda-benda dalam lingkungan hidupnya.Perkembangan tersebut tentunya tidak terlepas dari adanya pendidikan rang tua yang bertanggung jawab atas pendidikan anak adalah dengab memberikan bimbingan dan latihan terhadap anak melalui pendidikan dengan keteladanan, pembiasaan, nasehat dan perhatian tentang hal-hal yang bermanfaa untuknya.World Health Organization (WHO) melaporkan bahwa terdapat 5-25% dari anak-anak usia prasekolah atau anak usia dini menderita gangguan perkembangan. Berbagai stimulasi mampu mempengaruhi perkembangan anak, diantaranya yaitu gadget. Di zaman yang serba canggih seperti ini kehadiran gadget memang sudah menjadi kebutuhan utaman baik dari anak-anak maupun orang dewasa. Gadget tidak hanya sebagai alat untuk berkomunikasi namun juga dapat membantu mempermudah melakukan aktivitas-aktivitas lainnya. Perlu diketahui bahwa periode perkembangan anak yang sangat sensitif adalah saat usia 1-5 tahun sabagai masa anak usia dini sehingga sering disebut the golden age. Perlu diketahui bahwa periode perkembangan anak yang sangat sensitif adalah saat usia 1-5 tahun sabagai masa anak usia dini sehingga sering disebut the golden age.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dampak penggunaan gadget pada perkembangan sosial anak usia dini di Desa Karanganyar Gunung Kecamatan Candisari. Penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif lapangan. Sifat penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik penjamin keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan waktu sedangkan teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisa kualitatif. Kesimpulan akhir dalam penelitian ini mengenai dampak penggunaan gadget pada perkembangan sosial anak usia dini di Desa Karanganyar Gunung Kecamatan Candisari yaitu penggunaan gadget yang dilakukan oleh anak-anak usia dini memepunyai dampak positif maupun negatif tergantung dari intensitas serta pengawasan dari orang tua. Tingginya intensitas dan durasi penggunaan gadget serta aplikasi-aplikasi yang sering di mainkan sebaiknya dibatasi dalam pemakainnya karena tidak sesuai atau belom layak pada usianya.
Kata kunci : Dampak Penggunaan Gadget Bagi Perkembangan Anak Usia Din
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN AQIDAH AKHLAK DI MTs ANNIDHAM KALISARI SAYUNG KABUPATEN DEMAK TAHUN 2022/2023
Penelitian ini dilaksanakan di MTs An Nidhom Kalisari Kecamatan Sayung Kabupaten Demak yang berlangsung selama 3 bulan mulai dari Mei sampai dengan Juli 2022. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana Implementasi Pembelajaran Aqidah Akhlak di MTs An Nidhom Kalisari Kecamatan Sayung Kabupaten Demak.
Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode Observasi, wawancara dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini yaitu: Kepala Madrasah, guru Aqidah Akhlak dan siswa di MTs An Nidhom Kalisari Kecamatan Sayung Kabupaten Demak.
Hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti bahwa implementasi Pembelajaran Aqidah Akhlak telah terlaksana dengan baik. Karena lingkungan madrasah yang cukup kondusif dan didukung oleh sarana dan prasarana yang ada madrasah. Adapun pelaksanaan wirid setelah shalat siswa yang belum mengimplementasikan pembelajaran Aqidah Akhlak itu tergantung dari individu siswa itu sendiri dalam memahami Pembelajaran Aqidah Akhlak. Metode yang digunakan dalam Pembelajaran Aqidah Akhlak yaitu metode ceramah, diskusi dan tanya jawab. Dari hasil wawancara dengan guru Aqidah Akhlak bahwa siswa begitu antusias dalam mengikuti Pembelajaran Aqidah Akhlak ini sehingga para siswa mampu mengimplementasikan pembelajaran Aqidah Akhlak ini dalam keseharian mereka baik dalam lingkungan sekolah maupun di luar lingkungan sekolah.
Kata Kunci: Pembelajaran Aqidah Akhlak, dzikir dan wiri
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL DAUN KEMANGI (Ocimum basilicum L.) TERHADAP KADAR ALBUMIN Studi Eksperimental Terhadap Tikus Putih Galur Wistar yang Diinduksi CCl4
CCl4 merupakan hepatotoksik yang dapat merusak hepatosit melalui
mekanisme radikal bebas. Kerusakan hepatosit ditandai dengan penurunan kadar
albumin. Daun kemangi (Ocimum basilicum L.) mengandung senyawa
antioksidan seperti flavonoid yang mempunyai sifat hepatoprotektor yang dapat
menetralisir radikal bebas dengan cara menghambat aktivasi enzim CYP-450.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian ektstrak
etanol daun kemangi (Ocimum basilicum L.) terhadap kadar albumin pada tikus
putih galur Wistar yang diinduksi CCl4.
Jenis penelitian eksperimental dengan desain penelitian posttest only
control group design. Sampel yang digunakan adalah 25 sampel tikus putih galur
Wistar yang dibagi menjadi 5 kelompok secara acak, yaitu kelompok kontrol
normal (K1), kelompok yang diinduksi CCl4 (K2), kelompok yang diinduksi
CCl4+silymarin 46,9 mg/kg BB (K3), kelompok yang diinduksi CCl4+ekstrak
etanol daun kemangi 300 mg/kg BB (K4), dan kelompok yang diinduksi
CCl4+ekstrak etanol daun kemangi 400 mg/kg BB (K5). Penelitian dilakukan
selama 14 hari dan pada hari ke-15 dilakukan analisis kadar albumin.
Hasil rerata kadar albumin pada K1=5.780 ± 0.341 g/dL, K2=1.456 ±
0.077 g/dL, K3=4.568 ± 0.084 g/dL, K4=3.770 ± 0.337 g/dL, dan K5=5.292 ±
0.085 g/dL. Analisis hasil uji One Way Anova menunjukkan nilai p=0.000. Hasil
uji Post Hoc Tamhane’s didapatkan p<0.05 pada semua kelompok kecuali antara
kelompok K1 dengan K5.
Kesimpulan dari hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat pengaruh
pemberian ektrak etanol daun kemangi (Ocimum basilicum L.) terhadap kadar
albumin pada tikus putih galur Wistar yang diinduksi CCl4.
Kata kunci:
Ekstrak etanol daun kemangi, Albumin, Silymarin, Hepatoprotektor, Toksisitas,
CCl
MODEL PEMBELAJARAN PAI BERBASIS BCCT DI TK INSAN MAHARDHIKA KECAMATAN SIRAMPOG KABUPATEN BREBES
Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan (1) untuk mendiskripsikan model pembelajaran PAI berbasis Beyond Centers and Circles Time (BCCT) dapat meningkatkan pengetahuan Agama Islam anak usia dini di TK Insan Mahardhika Kecamatan Sirampog Kabupaten Brebes (2) untuk mengetahui cara-cara mengatasi kendala–kendala yang dihadapi Beyond Centers And Circles Time (BCCT) dalam meningkatkan pengetahuan Agama Islam anak usia dini di TK Insan Mahardhika Kecamatan Sirampog Kabupaten Brebes
Penelitian dilakukan di TK Insan Mahardhika Kecamatan Sirampog Kabupaten Brebes. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif, karena dalam mengkaji masalah, peneliti tidak membuktikan atau menolak hipotesis yang dibuat sebelum penelitian tetapi mengolah data dan menganalisis suatu masalah secara non numerik.
Hasil Penelitian: (1) implementasi Beyond Centers and Circles Time (BCCT) dalam meningkatkan pengetahuan Agama Islam anak usia dini di TK Insan Mahardhika Kecamatan Sirampog Kabupaten Brebes, dilakukan dengan merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi program kurikulum dan ekstra kurikulum. Pelaksanaan pembelajaran untuk meningkatkan pengetahuan Agama Islam dilakukan melalui melalui bermain dengan benda-benda dan orang-orang disekitarnya (lingkungan), dan berinteraksi dengan lingkungannya.
Kendala–kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan Beyond Centers and Circles Time (BCCT) dalam meningkatkan pengetahuan Agama Islam anak usia dini di TK Insan Mahardhika Kecamatan Sirampog Kabupaten Brebes: (1) keterbatasan tenaga pendidik baik kualitas maupun kuantitas, (2) kurangnya fasilitas bermain; (3) keterbatasan sarana dan prasarana permainan pendidikan
Kata kunci: Beyond Centers And Circles Time (BCCT), Pendidikan Agama Isla
ANALISIS PROGRAM GERAKAN LITERASI SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN SISWA KELAS II SDN PEDURUNGAN KIDUL 05
Penelitian ini berfokus pada pelaksanaan program Gerakan Literasi Sekolah dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa kelas II SDN Pedurungan Kidul 05. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan program Gerakan Literasi serta faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan program Gerakan Literasi Sekolah dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa kelas II SDN Pedurungan Kidul 05. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif studi kasus dengan subjek guru dan siswa kelas II. Teknik pengumpulan data yang dilakukan, yaitu: observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis melalui proses pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pelaksanaan program Gerakan Literasi Sekolah di kelas II SDN Pedurungan Kidul 05 dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu: tahap pembiasaan, tahap pengembangan, dan tahap pembelajaran. Sementara itu, faktor pendukung pelaksanaan program Gerakan Literasi Sekolah, yaitu: kegiatan literasi yang dilakukan secara rutin; memiliki sarana membaca yang memadai; terdapat peran aktif guru kelas; komitmen dan kerjasama warga sekolah; serta dukungan orang tua siswa. Faktor penghambat pelaksanaan program Gerakan Literasi Sekolah, yaitu: terbatasnya pemahaman pendidik terhadap penggunaan buku pengayaan dalam pembelajaran; poster kampanye membaca dan lingkungan kaya literasi yang masih kurang; kurangnya keterlibatan pendidik dan tenaga kependidikan saat kegiatan membaca 15 menit; kurangnya keterlibatan publik; dan tidak memiliki Tim Literasi Sekolah.
Kata Kunci: Gerakan Literasi Sekolah, Kemampuan Membaca Permulaa
HUBUNGAN KEPATUHAN MINUM OBAT DAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN DI PUSKESMAS MRANGGEN 2 DEMAK
Hipertensi adalah salah satu kondisi darah yang paling umum, dengan
tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan diastolik lebih dari 90 mmHg.
Tujuan penelitian ini adalah Untuk memahami korelasi antara kepatuhan
mengonsumsi obat dan dukungan keluarga dengan tekanan darah pada pasien
hipertensi di Puskesmas Mranggen 2 Demak. Instrumen yang digunakan
Medication Adherence Report Scale( MMAS-10) dan selanjutnya dilakukan
analisis data dengan uji korelasi spearman dan signifikansi <0,05.Penelitian
observasional analitik dengan desain penelitian cross sectional termasuk jenis
penelitian ini.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien mempunyai keyakinan yang
tinggi terhadap pengobatannya, hal ini dibuktikan dari hasil skala Kepatuhan dan
Dukungan keluarga Cronbachs alpa 0,814. Uji korelasi spearman hubungan
Kepatuha minum obat dengan Dukungan keluarga menghasilkan (p = 0,000, r =
0,646)
Kepatuhan dan Dukungan keluarga mempunyai hubungan dengan
penggunaan obat antidiabetik oral. Skor Necessity tinggi menunjukkan pasien
menyadari pentingnya obat yang diminum. Skor tinggi Concern menunjukkan
pasien prihatin tentang potensi efek negatif Dukungan Keluarga. Skor tinggi
general-harm dan general-overuse membuktikan adanya presepsi yang negatif
penderita pada obat secara umum. Saran untuk Puskesmas Mranggen 2 Demak
dapat melaksanakan home pharmacy care dan memberikan alat pengingat
pengobatan seperti kartu minum obat mandiri.
Kata Kunci : Hipertensi,Kepatuhan, Dukungan keluarg
PERANAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENUMBUHKAN NILAI-NILAI MULTIKULTURAL PADA SISWA DI SD EKA TJIPTA KAPUAS HULU
Proses pendidikan tak lepas dari peran guru sebagai figur utama dalam memberi
teladan bagi peserta didik. Proses pembentukan karakter manusia yang didominasi dengan
jalan pendidikan juga tak akan pernah lepas dari peranan seorang guru dalam menahkodai
jalannya pembelajaran. Sehingga dalam hal ini, pendidikan juga semestinya mengusung
pembelajaran yang dapat menciptakan kebiasaan baru, dalam upaya
menumbuhkembangkan sikap toleransi kepada peserta didik. Sehingga pendidikan
Agama yang berwawasan multikultural dapat dijadikan salah satu solusi dalam
mengembangkan karakter peserta didik yang inklusif dan toleran terhadap perbedaan.
Pertanyaan penelitian ini yaitu: (1) Bagaimana Peranan Guru PAI dalam
menumbuhkan nilai-nilai multikultural pada siswa di SD Eka Tjipta Kapuas Hulu? (2)
Apa saja faktor-faktor penghambat dan pendukung guru PAI dalam menumbuhkan nilainilai
multikultural pada siswa di SD Eka Tjipta Kapuas Hulu? Sedangkan tujuan
penelitian ini yaitu: (1) Untuk mengetahui peranan guru PAI dalam menumbuhkan nilainilai
multikultural pada siswa di SD Eka Tjipta Kapuas Hulu. (2) Untuk mengetahui
faktor pendukung dan penghambat guru PAI dalam menumbuhkan nilai-nilai
multikultural pada siswa di SD Eka Tjipta Kapuas Hulu.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data
menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Sementara teknik penjamin
keabsahan data menggunakan triagulasi sumber.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Peranan Guru PAI dalam menumbuhkan
nilai-nilai Multikultural terhadap pengembangan sikap toleransi di SD Eka Tjipta Kapuas
Hulu sudah baik. dapat dilihat dari beberapa peranannya sebagai berikut: (a) Memupuk
Budaya Toleransi, (b) Menanamkan Sikap No Rasis, (c) Morning Meeting (Pembiasaan),
dan (d) Memberi Perlakuan sama Terhadap Perbedaan Kemampuan dan Gender. Selain
itu, penulis mengidentifikasi beberapa faktor yang mendukung Guru PAI ketika
menjalankan tugasnya sebagai pendidik, pengajar, pembimbing dan pelatih dalam
menerapkan pendidikan multikultural yaitu: (a) Fasilitas Ruang Ibadah,
(b) Guru dari Berbagai Agama, (c) Buku Pendukung, (d)Kultur Warga Sekolah SD Eka
Tjipta Kapuas Hulu. Sedangkan faktor yang menghambat Guru PAI dalam menjalankan
pendidikan multikultural adalah sebagai berikut: (a) Kepribadian Guru, (b) Anak yang
terlalu nyaman dengan kultur sekolah, dan
(c) Orang tua yang menuntut penambahan pembelajaran Agama.
Kata Kunci: Peranan Guru PAI, Nilai-Nilai Multikultura
REKONSTRUKSI REGULASI PERIZINAN TENAGA KERJA ASING (TKA) DI INDONESIA BERDASARKAN NILAI KEADILAN
Globalisasi yang merupakan proses sosial integrasi dan interaksi antarindividu,
antar entitas, antarnegara tidak mengenal adanya batasan secara geografis di
seluruh dunia.Oleh karena itu, untuk mencapai suatu pembangunan nasional yang
berskala besar, perlu diperhatikan komponen-komponen yang menunjangnya.
Orientasi pemerintah dalam menyederhanakan regulasi dalam rangka membuka
seluruh kemungkinan investasi asing dan mempermudah akses TKA ke Indonesia
dinilai mengurangi akses kesempatan tenaga kerja lokal dalam menempati
lapangan kerja di Indonesia. Namun pemenuhan rasa keadilan tersebut dinilai
terkendala karena nihilnya pengaturan spesifik ketenagakerjaan mengenai
pembatasan TKA yang masuk ke Indonesia karena pengaturan yang ada
sebelumnya dicabut, yaitu Peraturan Menteri Ketenagakerjaan dan Transmigrasi
Nomor 16 Tahun 2015 tepatnya pada Pasal 3 ayat 1. Padahal pada aturan hukum
lain yang mengatur tentang penanaman modal yaitu Undang-Undang Nomor 25
Tahun 2007 tentang Penanaman Modal terdapat nomenklatur pembatasan TKA.
Selain hal di atas mengenai pengaturan jabatan diatur lebih rigid dalam Keputusan
Menteri Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2015 tentang Jabatan Yang Dapat
Diduduki Oleh Tenaga Kerja Asing Pada Kategori Jasa Persewaan,
Ketenagakerjaan, Agen Perjalanan dan Penunjang Usaha lainnya, kelompok Jasa
Penyeleksian dan Penempatan Tenaga Kerja Dalam Negeri, Nomor 14 Tahun
2015 tentang Jabatan Yang Dapat Diduduki Oleh Tenaga Kerja Asing Kategori
Industri Pengolahan, Subgolongan Industri Furnitur, Nomor 15 Tahun 2015
tentang Jabatan Yang Dapat Diduduki Oleh Tenaga Kerja Asing Pada Kategori
Industri Pengolahan, Subgolongan Industri Alas Kaki, Nomor 16 Tahun 2016
tentang Jabatan Yang Dapat Diduduki Oleh Tenaga Kerja Asing Pada Kategori
Penyediaan Akomodasi dan Penyediaan Makan Minum Golongan Pokok
Penyediaan Akomodasi dan Penyediaan Makanan dan Minuman, Nomor 17
Tahun 2015 tentang Jabatan Yang Dapat Diduduki Oleh Tenaga Kerja Asing Pada
Kategori Industri Pengolahan, Subgolongan Industri Rokok dan Cerutu, Nomor
25 Tahun 2015 tentang Jabatan Yang Dapat Diduduki Oleh Tenaga Kerja Asing
Pada Kategori Industri Pengolahan, Sub Golongan Industri Gula, dan yang
terakhir Nomor 12 Tahun 2015 tentang Jabatan Yang Dapat Diduduki Oleh
Tenaga Kerja Asing Pada Kategori Pertanian, Kehutanan dan Perikanan,
Golongan Peternakan. Dalam hal regulasi perizinan TKA di Indonesia pada saat
ini belum mencerminkan nilai keadilan yang sesungguhnya juga berdampak pada
budaya hukum. Inkonsistensi struktur hukum dan substansi hukum jelas
berdampak pada budaya hukum yang menjadi tolok ukur suatu sistem hukum
dapat dikatakan berhasil atau tidak. Elemen struktur hukum, substansi hukum dan
budaya hukum sangatlah berkaitan erat, apabila ada pergerakan yang di luar
ambang batas oleh salah satu elemen akan berdampak pula pada elemen lainnya.
Di antara seluruh elemen komponen di sistem hukum, elemen kebudayaan
merupakan elemen yang paling mudah untuk diamati.
Kata Kunci: Tenaga Kerja Asing, Pembatasan, Keadilan,Ketenagakerjaan