Unissula Repository
Not a member yet
32889 research outputs found
Sort by
REKONSTRUKSI REGULASI PERSYARATAN CALON KEPALA DESA YANG BERBASIS NILAI KEADILAN
Pemilihan kepala desa merupakan salah satu bentuk pesta demokrasi yang
begitu merakyat. Pemilu tingkat desa ini merupakan ajang kompetisi politik yang
begitu mengena jika dapat dimanfaatkan untuk pembelajaran politik bagi
masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan dan menganalisis regulasi
persyaratan calon kepala desa yang belum berbasis nilai keadilan saat ini, untuk
menemukan dan menganalisis kelemahan regulasi dalam persyaratan calon kepala
desa saat ini, serta merekonstruksi hukum persyaratan calon kepala desa.
Dalam penelitian ini menggunakan paradigma kontruktivisme, sedangkan
metode pendekatan menggunakan pendekatan socio-legal research. Sumber data
dalam penelitian terdiri dari sumber data primer dan sumber data sekunder, yang
terdiri dari bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tertier.
Berkaitan dengan analisis data dilakukan dengan analisis deskritif kualitatif.
Hasil temuan penelitian menjelaskan bahwa Regulasi pemilihan Kepala
Desa didasarkan atas UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa; UU No. 3 Tahun 2024
tentang Perubahan Kedua atas UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa; PP No. 43
Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa;
Permendagri No. 112 Tahun 2014 tentang Pemilihan Kepala Desa. Dimana dalam
dasar-dasar hokum tersebut terkait persyaratan calon Kepala Desa, mekanisme
pemilihan Kepala Desa hingga urusan penyelesaian sengketa pada hasil pemilihan
Kepala Desa. Kelemahan regulasi pemilihan Desa diantaranya pada aspek
pendidikan, aspek kewenangan daerah serta kekosongan hukum terkait netralitas
Kepala Daerah. Kondisi demikian dirumuskan konstruksi hukum regulasi
Pemilihan Kepala Desa yaitu perubahan syarat pendidikan calon Kepala Desa
menjadi pada jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat. Pada syarat
lain yang selanjutnya diatur oleh Pemerintah Daerah diharuskan berpedoman pada
Asas Umum Pemerintahan yang Baik. Selanjutnya penambahan syarat calon
Kepala Desa terkait dengan perwujudan netralitasnya yaitu calon Kepala Desa tidak
sebagai pengurus dan atau menjadi anggota partai politik.
Dapat disimpulkan bahwa rekonstruksi hukum regulasi persyaratan calon
Kepala Desa ini bertujuan untuk meuwujudkan kepemimpinan yang berbasis pada
nilai keadilan.
Kata Kunci : Persyaratan Calon Kepala Des
REKONSTRUKSI KEBIJAKAN PENILAIAN DAMPAK KORUPSI DALAM PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA KORUPSI BERBASIS NILAI KEADILAN
STRATEGI KOMUNIKASI BIDANG PENCEGAHAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (P2M) BADAN NARKOTIKA NASIONAL KOTA TEGAL DALAM PROGRAM KELURAHAN BERSIH NARKOBA (BERSINAR)
Indonesia berada dalam kondisi darurat narkoba dengan tingkat penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika yang tinggi. Kota Tegal merupakan salah satu daerah yang mengalami peningkatan kasus narkoba setiap tahunnya. Oleh karena itu, BNN Kota Tegal melaksanakan program Kelurahan Bersinar di wilayah kelurahan-kelurahan yang ada di Kota Tegal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana strategi komunikasi yang dilakukan oleh bidang P2M BNN Kota Tegal dalam pelaksanaan program Kelurahan Bersinar di Kota Tegal. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori S-O-R (Stimulus-Organism-Response) dan perencanaan komunikasi. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme dengan metode kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ini yaitu anggota bidang P2M BNN Kota Tegal.
Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa strategi komunikasi yang digunakan oleh bidang P2M BNN Kota Tegal yaitu dengan 10 tahapan perencanaan komunikasi. Tahapan dimulai dengan pencarian data-data terkait kebutuhan program, menentukan tujuan yang ingin dicapai, menentukan startegi, menentukan segmentasi khalayak, memilih media, menyusun pesan, melakukan perencanaan manajemen, melakukan pelatihan, implementasi program, dan yang terakhir yaitu evaluasi. Dalam pelaksanaanya, program Kelurahan Bersinar ini menurut bidang P2M cukup efektif untuk meningkatkan awareness masyarakat terhadap bahaya narkoba. Hal ini ditunjukan dengan tetap berjalannya aktivitas-aktivitas P4GN di beberapa lingkungan kelurahan meski program telah selesai dilaksanakan. Selain itu, tingkat kerawanan kelurahan-kelurahan yang sebelumnya merupakan zona merah narkoba atau bahaya, setelah diadakannya program berubah menjadi zona aman. Meskipun demikian masih diperlukan pengembangan dan perbaikan terhadap strategi yang dilakukan karena angka kasus narkoba di Kota Tegal setiap tahunnya masih mengalami kenaikan.
Kata kunci: Strategi Komunikasi, Kelurahan Bersinar Teori S-O-R
(Stimulus-Organism-Response), Narkob
ANALISIS KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL LITERASI MATEMATIKA PADA MATERI PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL BERDASARKAN TEORI WATSON
Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan jenis kesalahan siswa kelas VIII B SMP Negeri 2 Songgom dalam menyelesaikan soal literasi matematika materi sistem persamaan linear dua variabel berdasarkan kriteria Watson sesuai dengan kriteria pengelompokkan siswa dan faktor penyebab siswa kelas VIII B SMP Negeri 2 Songgom melakukan kesalahannya. Subjek penelitian terdiri dari 6 siswa dengan teknik purposive snowball. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan tes tertulis dan wawancara.
Secara umum Kesalahan yang dilakukan siswa adalah manipulasi tidak langsung, yaitu dengan memindahkan nilai koefisien dari variabel tertentu ke bagian yang lain untuk memperoleh nilai variabel yang dicari. Siswa kategori atas melakukan kesalahan manipulasi tidak langsung dan konflik level respon. Siswa kategori sedang melakukan kesalahan data hilang, manipulasi tidak langsung dan masalah hierarki keterampilan. Siswa kelompok bawah melakukan kesalahan prosedur tidak tepat, data hilang, manipulasi tidak langsung, masalah hierarki keterampilan, kesimpulan hilang dan selain ketujuh kategori tersebut.
Faktor penyebab kesalahan yang dilakukan siswa antara lain, mengalami miskonsepsi kesalahan proses-objek, faktor kesengajaan dan buru-buru, kurang fokus dan teliti serta kurang memahami operasi bilangan, tidak kepikiran untuk menulis langkah-langkah dan tidak megetahui langkah selanjutnya untuk menyelesaikannya, lupa dan belum menyelesaikan soal sehingga otomatis tidak menuliskan kesimpulan, kesulitan dalam memahami soal sampai waktu yang diberikan habis.
Kata Kunci: Analisis kesalahan, Teori Watson, Literasi Matematika, Materi SPLD
CAMPUR KODE PADA TUTURAN FILM KKN DI DESA PENARI DAN IMPLEMENTASINYA DALAM PEMBELAJARAN NASKAH DRAMA KELAS XI SMA/MA
Indonesia memiliki ragam bahasa yang banyak. Keanekaragaman bahasa di Indonesia menjadikan setiap orang memiliki potensi untuk menggunakan bahasa lebih dari satu. penutur juga sering kali menyisipkan atau mencampurkan serpihan-serpihan bahasa saat berkomunikasi yang dimaksud dengan campur kode. campur kode adalah gejala yang terjadi pada saat penutur menyelipkan serpihan-serpihan bahasa daerah maupun bahasa asing saat bertutur. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan campur kode pada tuturan film KKN di Desa Penari dan implementasinya terhadap pembelajaran bahasa Indonesia. Desain penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan yaitu melalui unduhan film KKN di desa penari yang disutradarai oleh Awi Suryadi.Teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak catat. Hasil analisis menunjukkan campur kode sebanyak 37 data. Diantaranya; (19) kata, (10) frasa (8) klausa. (1) 37 data campur kode. (2) Terdapat berbagai bahasa yang digunakan, yakni bahasa Indonesia, bahasa Jawa,. (3) dapat dijadikan sebagai umpan pembelajaran dan diimplementasikan terhadap modul ajar yaitu mendemostrasikan naskah drama dengan memerhatikan isi dan kebahasaan drama agar peserta didik mendapatkan pengetahuan luas mengenai variasi kebahasaan yang terdapat pada teks drama.
Kata Kunci:, campur kode, film, implementas
KEDUDUKAN HUKUM AKTA PERJANJIAN KAWIN DIBUAT DI NOTARIS DALAM PEMBAGIAN HARTA BERSAMA SETELAH TERJADI PERCERAIAN
AFIKSASI TEKS BERITA TEMA PENDIDIKAN PADA WEBSITE CNBC INDONESIA EDISI SEPTEMBER 2023 DAN IMPLEMENTASINYA SEBAGAI MATERI AJAR MENULIS TEKS BERITA FASE D
Afiksasi sering digunakan dalam teks berita. Afiksasi yang ditemukan dapat berupa awalan (prefiks), sisipan (infiks), akhiran (sufiks) atau awal dan akhir kata (konfiks) yang ditambahkan ke kata dasar untuk menghasilkan kata baru dengan makna atau fungsi yang berbeda. Maka dari itu, penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan jenis afiksasi dalam teks berita bertema pendidikan pada website CNBC Indonesia serta implikasinya terhadap materi ajar menulis teks berita kelas Fase D. Jenis dari penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis afiksasi yang ditemukan dalam teks berita di website CNBC Indonesia. Hasil dari penelitian ini adalah ditemukan 141 kata imbuhan yang terdapat dalam teks berita di website CNBC Indonesia. Afiksasi yang dominan digunakan dalam teks berita di website CNBC Indonesia adalah prefiks yang berjumlah 65 kata berimbuhan. Selain itu penelitian ini juga membahas mengenai implementasinya sebagai pembelajaran menulis teks berita fase D. Guru dapat menggunakan hasil penelitian sebagai materi ajar dalam proses pembelajaran dan dapat disampaikan dalam bentuk PowerPoint. Terdapat beberapa data atau kalimat afiksasi dalam teks berita tersebut yang menarik untuk dapat dijadikan sebagai implementasi menulis teks berita pada sebuah PowerPoint.
Kata Kunci: afiksasi, teks berita, dan implementasi materi ajar
ALIH KODE DAN CAMPUR KODE PADA YOUTUBE SHORTS PODCAST KESEL AJE SERTA IMPLEMENTASINYA TERHADAP ESTETIKA BERBAHASA
Masyarakat yang bilingual secara tidak sadar menciptakan campur kode dalam percakapannya. Hal yang menjadi daya tarik peneliti untuk meneliti campur kode adalah pada kanal YouTube Podcast Kesel Aje. Alasan mengapa memilih Podcast Kesel Aje daripada kanal YouTube lain adalah bahwa kanal tersebut fokus terhadap isu-isu terbaru di kalangan Milenial dan Generari Z dengan penggunaan bahasa Indonesia dan Inggris secara bersamaan dalam sebuah percakapan atau monolog. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk campur kode pada YouTube Shorts Podcast Kesel Aje. Tujuan kedua mendeskripsikan implementasi campur kode terhadap estetika berbahasa.
Penelitian ini menggunakan jenis pendekatan kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa kata, frasa, klausa, dan kalimat yang terdapat pada konten video pendek (short) kanal YouTube Podcast Kesel Aje. Instumen dalam penelitian kualitatif adalah human instrument. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah teknik pustaka, teknik simak, dan teknik catat.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada video pendek kanal YouTube Podcast Kesel Aje, ditemukan sebanyak 181 data bentuk campur kode. Data bentuk campur kode yang ditemukan dirincikan menjadi 176 bentuk campur kode tataran kata dan 5 bentuk campur kode tataran frasa. Bentuk campur kode pada YouTube Shorts Podcast Kesel Aje paling dominan ditemukan adalah campur kode bentuk tataran kata sebanyak 176 bentuk. Pengimplementasian estetika berbahasa mengenai pemilihan kosakata yang tepat atau pemakaian bahasa yang baik dan benar sangat cocok diimplementasikan dalam bentuk poster edukasi dengan topik menggunakan bahasa yang baik dan benar serta tema yang digunakan adalah pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk campur kode pada YouTube Shorts Podcast Kesel Aje dapat dijadikan contoh dalam pemakaian bahasa yang baik dan benar dalam kehidupan sehari-hari.
Kata Kunci: Alih Kode, Campur Kode, Estetika Berbahas
RAGAM BAHASA KONTEN YOUTUBE SINIAR LENTERA MALAM: KAJIAN SOSIOLINGUISTIK
Ragam bahasa sering dijumpai dalam percakapan sehari-hari dengan individu maupun kelompok sosial yang berbeda-beda. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis ragam bahasa pada podcast Lentera Malam dalam channel YouTube Lentera Malam. Selain itu penelitian ini juga mendeskripsikan faktor terjadinya ragam bahasa pada podcast Lentera Malam.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Subjek pada penelitian ini adalah narasumber menceritakan pengalamannya dalam podcast menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa sehari-hari. Objek penelitiannya adalah jenis ragam bahasa yang digunakan oleh narasumber. Instrument penelitian ini adalah peneliti sendiri yakni peneliti terlibat langsung dalam proses pemerolehan data dan dibantu alat tulis berupa bolpoin dan buku catatan. Metode analisis yang digunakan adalah dengan teknik deskriptif yaitu mendeskripsikan jenis dan faktor ragam bahasa yang ditemukan dalam tuturan narasumber pada podcast Lentera Malam.
Hasil penelitian menunjukan bahwa jenis ragam bahasa yang digunakan narasumber dalam menceritakan pengalamannya selama podcast adalah ragam baku, ragam sosial, ragam santai, ragam dialek, ragam idiolek, dan ragam lisan. Mayoritas menggunakan ragam baku, ragam santai, dan ragam sosial ditandai dengan penggunaan bahasa Jawa dengan tingkat tuturan karma dan penggunaan bahasa santai agar mudah dimengerti. Faktor ragam bahasa pada podcast Lentera Malam ditemukan adanya keterkaitan antara ragam bahasa dan faktor ragam bahasa. Adapun faktor yang mempengaruhi munculnya ragam bahasa yaitu faktor usia, faktor situasi, faktor sosiostruktural.
Kata Kunci: Ragam Bahasa, Faktor Ragam Bahasa, Podcast Lentera Malam