Unissula Repository
Not a member yet
32889 research outputs found
Sort by
Pengaruh Empathy Terhadap Minat Kunjungan Ulang Melalui Customer Satisfaction dan Image (Studi Kasus di UPTD Puskesmas Jati Kabupaten Kudus)
Rumusan Masalah pada penelitian ini adalah 1) Bagaimana pengaruh
Empathy terhadap customer satisfaction di UPTD Puskesmas Jati Kabupaten
Kudus?; 2) Bagaimana pengaruh empathy terhadap image di UPTD Puskesmas
Jati Kabupaten Kudus?; 3) Bagaimana pengaruh empathy terhadap minat kunjung
ulang di UPTD Puskesmas Jati Kabupaten Kudus?; 4) Bagaimana pengaruh
customer satisfaction terhadap minat kunjungan ulang masyarakat di UPTD
Puskesmas Jati Kabupaten Kudus?; 5) Bagaimana pengaruh image terhadap minat
kunjungan ulang masyarakat di UPTD Puskesmas Jati Kabupaten Kudus?; 6)
Bagaimana pengaruh antara empathy terhadap minat kunjungan ulang dengan
customer satisfaction dan image sebagai variabel intervening?.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam
penelitian ini adalah masyarakat yang berkunjung di UPTD Puskesmas Jati
Kabupaten Kudus. Penelitian ini menggunakan teknik random sampling.
Diperoleh jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 150
responden yang memenuhi kriteria. Instrumen yang digunakan dalam
pengumpulan data adalah menggunakan kuesioner. Penelitian ini menggunakan
uji validitas, reabilitas intrumen, Analisis Structural Equation Modeling (SEM),
dan Uji Model Struktural atau Inner Model.
Hasil penelitian diperoleh 1) empathy berpengaruh positif terhadap
customer satisfaction sebesar 5,450 lebih besar dari 1,65 dan nilai sig. 0,000 <
0,05. 2) empathy berpengaruh positif terhadap image sebesar 6,573 lebih besar
dari 1,65 dan nilai sig. 0,000 < 0,05. 3) empathy berpengaruh positif terhadap
minat kunjungan ulang sebesar 1,838 lebih besar dari 1,65 dan nilai sig. 0,006 <
0,05. 4) customer satisfaction berpengaruh positif terhadap minat kunjungan ulang
sebesar 3,106 lebih besar dari 1,65 dan nilai sig. 0,002 < 0,05. 5) image
berpengaruh positif terhadap minat kunjungan ulang sebesar 3,051 lebih besar dari
1,65 dan nilai sig. 0,002 < 0,05. 6) pengaruh tidak langsung antara empathy
terhadap minat kunjungan ulang dengan customer satisfaction dan image sebagai
variabel intervening terbukti memiliki peran karena pengaruh tidak langsung lebih
besar dari pengaruh langsungnya dengan nilai 0,585.
Kata Kunci : Empati, Image, Customer Satisfaction, minat Kunjungan Ulan
PROSES PENYIDIKAN YANG DILAKUKAN OLEH KEPOLISIAN TERHADAP TINDAK PIDANA PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA YANG DILAKUKAN OLEH ANAK
Penyidikan adalah serangkaian tindakan penyidik dalam hal dan menurut
cara yang diatur dalam undang-undang untuk mencari serta mengumpulkan buktibukti
yang
dengan
bukti
tersbut
dapat
membuat
terang
tentang
suatu
tindak
pidana
yang
terjadi
dserta
dapat
menemukan
tersangkanya
yang
dilakukan
pejabat
polisi
Negara
Republik
Indonesia
atau
pejabat
pegawai
negeri
sipil
tertentu
yang
diberi
wewenang
khusus
oleh
undang-undang
untuk
melakukan
penyidikan.
Metode
penelitian dalam skripsi ini menggunakan metode pendekatan
yuridis sosiologis yaitu pendekatan ini dimaksudkan untuk mempelajari dan
meneliti hubungan timbal balik antara hukum dengan lembaga-lembaga sosial
yang lain. Di dalam penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder.
Data Primer merupakan sumber yang diperoleh langsung dari lapangan yang
meliputi keterangan atau data hasil wawancara kepada pejabat yang berwenang
dalam hal proses penyidikan tindak pidana penyalahgunaan narkotika oleh anak di
Polda Jawa Tengah Semarang. Data Sekunder sebagai data pendukung yang
terdiri dari bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan penulis diketahui bahwa
proses penyidikan tindak pidana yang dilakukan oleh anak diatur dalam Undang-
undang no 11 tahun 2012 tentang sistem peradilan pidana anak, telah sesuai
dengan prosedur yang diatur dalam Pasal 102 Kitab Undang-Undang Hukum
Acara Pidana (KUHAP) yaitu dengan melakukan proses penyelidikan,
penindakan, pemeriksaan serta penyelesaian dan penyerahan berkas perkara. Pada
pelaksanaan proses penyidikan tindak pidana penyalahgunaan narkotika yang
dilakukan anak terdapat beberapa kendala seperti minimnya kesadaran masyarakat
untuk meakukan pelaporan dan menguras waktu lebih lama dibanding penyidikan
pada kasus dewasa. Namun ada beberapa upaya yang bisa menjadi solusi dari
kendala tersebut seperti adanya penyuluhan yang dilakukan oleh pihak kepolisian
kepda masyarakat seputar tindak pidana narkotika dan para penyidik diharapkan
dapat bekerjasama secara kooperatif dalam menangani kasus penyalahgunaan
narkotika terhadap anak.
Kata kunci: Anak, Penyidikan, Tindak Pidana Penyalahgunaan Narkotika
OBSESSIVE LOVE DISORDER DEPICTED IN THE MAIN CHARACTER IN THE CRUSH MOVIE (1993)
This research analyzes the obsessive love disorder experienced by the main character in The Crush movie and the cause of the obsession using a psychological approach by Dr. Susan Forward. The main character named Adrian is a 14 years old teenage girl who developed a crush on Nick, a journalist who rents the guest house belonging to Adrian’s parents. However, her crush gradually turned into an obsession after Nick’s rejection. This research employed a descriptive qualitative method to analyze the data. There were two types of data, those are primary data and secondary data.
The primary data were obtained from the movie script entitled The Crush (1993).
The secondary data were obtained from articles, international journals, books, and sites which are related to the topic of this research. The data were collected
through several steps including watching the movie while reading the script, identifying the data through the technique of note-taking, classifying the data, and
reducing the data.
This research has two conclusions. The first conclusion is that the reason for her obsessive love disorder is Nick’s rejection of her feeling. The second conclusion is stated that Adrian possessed all the qualities of someone with
obsessive love disorder. Her obsessive love is represented by pursuit tactics and acts of revenge. In order to get Nick’s attention Adrian used pursuit tactics such as
showing up unannounced and phoning Nick incessantly. However, when the pursuit tactics did not work, she used acts of revenge to sabotage Nick’s life and hurt people close to him.
Keywords: Psychoanalysis, Obsessive love disorder, pursuit tactics, acts of revenge
ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN KASUS PEMERKOSAAN 3 ANAK DI LUWU TIMUR SERTA KASUS TEDDY MINAHASA DI MEDIA ONLINE KOMPAS.COM, DAN CNNINDONESIA.COM
Penelitian ini menganalisis framing pemberitaan kasus pemerkosaan tiga anak di Luwu Timur serta kasus Teddy Minahasa di media online Kompas.com dan CNNIndonesia.com. Studi ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana media
mengkonstruksi berita mengenai kasus-kasus tersebut. Menggunakan teori framing oleh Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki, penelitian ini mengeksplorasi aspek sintaksis, skrip, tematik, dan retoris dalam pemberitaan. Temuan menunjukkan bahwa kedua media memiliki cara berbeda dalam membingkai berita: Kompas.com
lebih menekankan pada dampak sosial dan ideologi media, sementara CNNIndonesia.com fokus pada aspek hukum dan proses pengadilan. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi teoretis bagi studi komunikasi dan praktis bagi instansi terkait dalam memahami pentingnya menjaga citra dan nilai institusi di mata publik.
Kata Kunci: Framing, media, pemerkosaan, Luwu Timur, Teddy Minahasa, Kompas.com, CNNIndonesia.com
PERAN KEPOLISIAN DALAM PENEGAKAN HUKUM TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA PENCURIAN KENDARAAN BERMOTOR (Laporan Kepolisian Nomor: LP/B/194/III/2020/Jateng/Res.Pati/Sek.TBr)
Sekarang ini pelaku kejahatan pencurian khususnya pencurian kendaraan
bermotor semakin meningkat, karena pemberian sanksi yang diberikan kepada
pelaku pencurian kendaraan bermotor dinilai kurang berat, sehingga banyak
pelaku yang sudah bebas mengulangi kembali perbuatan tersebut. Tujuan
penelitian tersebut untuk mengetahui peran serta tanggung jawab Kepolisian
dalam menegakkan hukum pidana terhadap pelaku tindak pidana pencurian
kendaraan bermotor serta untuk mengetahui kendala dan solusi pihak Kepolisian
dalam menegakkan hukum pidana terhadap pelaku tindak pidana pencurian
kendaraan bermotor.
Metode penelitian menggunakan pendekatan yuridis sosiologis. yaitu suatu
penelitian dimana penelitian tersebut menekankan pada ilmu hukum serta
penelitian lapangan, tetapi disamping itu juga mengaitkan kaidah-kaidah hukum
yang berlaku di dalam masyarakat. Spesifikasi penelitian hukum yang akan
digunakan dalam penulisan ini adalah penelitian deskriptif, yaitu penelitian yang
bertujuan untuk memperoleh gambaran (deskripsi), lengkap tentang keadaan
hukum yang berlaku di tempat tertentu.
Berdasarkan hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan yaitu Peran Serta
Tanggung Jawab Kepolisian Dalam Menegakkan Hukum Pidana Terhadap Pelaku
Tindak Pidana Pencurian Kendaraan Bermotor, yaitu dengan cara melakukan
tugas dari kepolisian itu sendiri yaitu dengan melakukan proses penyidikan.
Kendala dan solusi pihak kepolisian dalam menegakkan hukum pidana terhadap
pelaku tindak pidana pencurian kendaraan bermotor yaitu alat bukti yang belum
mencukupi, Objek barang bukti pencurian yang belum ditemukan, serta tersangka
tidak ada di tempat, melarikan diri, tidak memiliki tempat tinggal yang tetap atau
identitasnya yang tidak jelas. Untuk mengatasi problematika yang terjadi
kepolisian kabupaten pati melakukan penyidikan lebih lanjut dan lebih teliti lagi
untuk mencarinya, bisa dengan cara membagi kelompok agar kerjanya lebih
efektif dan efisien serta bekerja sama dengan kepolisian wilayah dimana tersangka
berada untuk menangkap dan memeriksa tersangka.
Kata Kunci : Peran Kepolisian, Pencurian, Tindak Pidana
PENGARUH EFEKTIVITAS KOMUNIKASI PEMASARAN ONLINE MEDIA SOSIAL INSTAGRAM DAN ELEKTRONIC WORD OF MOUTH TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN (STUDI PADA STORE HAUS! PURI ANJASMORO SEMARANG)
Tujuan penelitian merupakan arah proses penelitian untuk menemukan dan mengembangkan suatu bentuk pengetahuan yang mendalam atas suatu permasalahan. Sesuai dengan rumusan masalah dalam penelitian ini, maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh efektivitas komunikasi
pemasaran online media sosial Instagram dan Electronic Word of Mouth terhadap keputusan pembelian (Studi pada Store Haus! Puri Anjasmoro Semarang).
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif eksplanatif. Populasi dalam penelitian ini adalah jumlah transaksi pada tahun 2023. Teknik pengambilan sampel ini menggunakan teknik sampling dengan rumus slovin 10% dimana sampel penelitian ini sebanyak 100 responden.
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan serta dilanjutkan dengan kegiatan analisis dengan menggunakan AISAS model, peneliti menemukan hasil bahwa terdapat proses AISAS model yang terjadi pada pengaruh konten media sosial
instagram terhadap minat beli dan kepuasan konsumen yang menarik perhatian (attention) konsumen. Kemudian hal yang paling menjadi daya tarik (interest) utama adalah Store Haus! Puri Anjasmoro Semarang merupakan gerai minuman
dengan konsep modern dan merupakan kompetitor dari Mixue dengan varian – varian menu yang patut diberikan apresiasi tinggi. Hasil olahdata perhitungan menggunakan aplikasi SPSS variabel Pengaruh Efektivitas Komunikasi Pemasaran Online Media Sosial Instagram (X1) dan Elektronik Word of Mouth
(X2) Terhadap Keputusan Pembelian (Y) (Studi pada Store Haus! Puri Anjasmoro Semarang) diperoleh hasil nilai f Hitung sebesar 8.306 dengan tingkat signifikansinya 0.005 t tabel (1.661) sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa variabel efektivitas komunikasi pemasaran online media sosial Instagram (X1) mempengaruhi keputusan pembelian (Y). Nilai f Hitung sebesar 48.000 dengan tingkat signifikansinya 0.000 < 0.05 maka dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat
pengaruh dari variabel elektronic word of mouth (X2) terhadap keputusan pembelian (Y). Pada Uji Signifikansi variabel elektronic word of mouth (X2) terhadap keputusan pembelian (Y) nilai t hitung sebesar 6.928 dimana 6.928 lebih besar dari nilai t tabel sebesar 1.661, dimana t hitung (6.928) > t tabel (1.661) sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa variabel elektronic word of mouth (X2)
terhadap keputusan pembelian (Y)
PERILAKU KOMUNIKASI INTERPERSONAL PECANDU GAME ONLINE MOBILE LEGENDS (Studi Kasus Pada Pecandu Game Online Mobile Legends di Dusun Dema’an Kota Jepara Jawa Tengah)
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan bagaimana perilaku komunikasi interpersonal pecandu game online mobile legends. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana interaksi pecandu game online mobile legend di dalam dunia virtual (online) dan untuk mengetahui bagaimana interaksi
pecandu game online mobile legend di luar dunia virtual (offline).
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dimana penelitian kualitatif merupakan strategi yang cocok karena fokus dalam penelitian ini merupakan sebuah fenomena kontemporer (masa kini) di tengah masyarakat serta pokok pertanyaan pada penelitian berkenaan dengan how atau why yang merupakan dasar dari studi kasus itu sendiri. Penelitian ini menggunakan paradigma post-positivisme, untuk itu perlu menggunakan prinsip triangulasi.
Penelitian ini menggunakan teori interaksi simbolik.
Hasil dari penelitian ini, Dalam wawancara informan 1, informan 2, dan informan 3 mengungkapkan bahwa perilaku pecandu game online mobile legends memiliki pendekatan yang berbeda setiap individu terhadap kritik dan konteks tim atau permainan. Informan pertama cenderung mempertimbangkan
nilai kritik dari rekan timnya dan hanya menerima yang dapat membantu ddalam memenangkan permainan. Kemudian informan kedua menekankan pentingnya menghindari reaksi emosional terhadap kritik dan mencegah situasi yang menjadi lebih tegang. Sementara informan ketiga cenderung mengakui kesalahannya dan meminta maaf. Namun jika merasa tidak bersalah, cenderung merespon dengan emosional untuk mendorong rekan tim lainnya agar melakukan intropeksi diri
dan semangat lagi untuk kemenangan tim. Kesimpulan dari penelitian ini bagi pecandu game online Mobile Legends, sebagai individu penerus bangsa mempunyai hobi bukanlah hal yang buruk namun ada baiknya dalam melakukan suatu kegiatan yang sangat disukai jangan sampai berlebihan dan melewati batas sehingga kehidupan nya hanya tertuju pada satu aktivitas saja dan melupakan yang lainnya. Mulailah untuk melakukan berbagai kegiatan diluar dan berinteraksi dengan masyarakat banyak agar mendapatkan pengalaman dalam
berbagai bidang kehidupan.
Kata Kunci : Perilaku, Komunikasi Interpersonal, Pecandu Game Onlin
PENERAPAN SANKSI PIDANA TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA NARKOTIKA BERDASARKAN UNDANGUNDANG NOMOR 35 TAHUN 2009 TENTANG NARKOTIKA (Studi Putusan Nomor 309/Pid.Sus/2023/PN Mtr)
Narkoba adalah singkatan dari narkotika, psikotropika dan bahan adiktif
berbahaya lainya. Kata narkotika pada dasarnya berasal dari Yunani “narkoun”
yang berarti membuat lumpuh atau mati rasa. Disebutkan bahwa Narkotika adalah
zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun
semisintetis, yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan, hilangnya rasa
nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan.
Metode penelitian ini didasarkan pada pendeketan penelitian yuridis normatif.
Penelitian yuridis normatif adalah penelitian yang dilakukan untuk mengkaji
penerapan kaidah-kaidah atau norma-norma dalam hukum positif. Penelitian
hukum normatif menggunakan stufi kasus normatif berupa produk hukum.
Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa Bentuk tindak pidana narkotika
yang dilakukan Terdakwa WAHYUDDIN Als. YUDI Bin SAHRUDIN
berdasarkan data dari hasil penelitian apabila dikaitkan dengan Undang-Undang
Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, dan dihubungkan dengan keterangan 3
(tiga) orang saksi, keterangan Terdakwa, bukti yang diajukan Jaksa Penuntut
Umum, serta dengan adanya fakta-fakta hukumdalam persidangan, dan unsur-unsur
dalam Pasal 114 ayat (1) Jo pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun
2009 tentang Narkotika telah terpenuhi, maka Terdakwa dinyatakan telah terbukti
secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana sebagai pengedar narkotika,
sebagaimana yang tertuang dalam Pasal 114 ayat (1) Jo Pasal 132 ayat (1) UndangUndang
Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Dan pelaku tindak pidana
narkotika harus mempertanggungjawabkan perbuatannya apabila terbukti bahwa
perbuatannya bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang
Narkotika. Hakim menjatuhkan pidana kepada Terdakwa WAHYUDDIN Als.
YUDI Bin SAHRUDIN oleh karena itu dengan pidana penjara selama 6 (enam)
tahun dan denda sejumlah Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) dengan
ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar diganti dengan pidana penjara
selama 3 (tiga) bulan.
Kata kunci : Penerapan Sanksi Pidana, Pelaku Tindak Pidana, Narkotik
REPRESENTASI NILAI MORAL DAN SOSIAL PADA IKLAN KOPI KAPAL API VERSI “JINGLE BANGKIT BERSAMA” (ANALISIS SEMIOTIKA CHARLES SANDERS PEIRCE)
Mayoritas iklan kopi di indonesia cenderung berfokus pada keunggulan
produk serta gaya hidup anak muda. Salah satu iklan kopi yang memiliki keunikan
tersendiri adalah kopi kapal api karena merepresentasikan nilai tertentu untuk
menarik perhatian dan menyentuh perasaan konsumen. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui representasi nilai moral dan sosial yang ada dalam iklan kapal
api versi “Jingle Bangkit Bersama” di televisi. Metode yang digunakan dalam
penelitian ini adalah kualitatif yang bersifat intepretatif untuk menjelaskan makna
nilai moral dan sosial di balik iklan tersebut. Penelitian ini dianalisis menggunakan
pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce yang menggunakan triangle meaning
semiotics dan turunannya yakni sign, object dan interpretant.
Hasil Penelitian ini menunjukkan iklan kopi kapal api menggunakan
representasi tokoh-tokoh dari berbagai kegiatan untuk menunjukkan nilai moral dan
sosial, seperti semangat dan kebersamaan. Sign dalam iklan ini adalah
penggambaran tokoh-tokoh yang bersemangat dan beragam kegiatan mereka yang
mencerminkan fenomena sosial. Ini menunjukkan bahwa kapal api tidak hanya
ingin diingat sebagai produk, tetapi juga sebagai sumber motivasi bagi penonton
untuk mewujudkan impian mereka. Object yang ditampilkan adalah kegiatan
tokoh-tokoh yang bermanfaat bagi masyarakat, seperti berbagi, mendidik,
membantu, dan sukarela memperbaiki fasilitas umum. Interpretant diperkuat
melalui suara narator yang tegas dan musik yang menggebu-gebu, yang
menciptakan stereotip bahwa semangat diidentikkan dengan sikap yang sigap dan
penuh energi. Kesimpulannya iklan ini mengkomunikasikan nilai-nilai positif
melalui simbol-simbol visual, narasi, dan musik yang memperkuat pesan semangat
dan kejuangan.
Kata Kunci : Representasi, Semiotika, Nilai Moral, Nilai Sosial, Kopi Kapal Ap
TINJAUAN YURIDIS PERLINDUNGAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN PEKERJA KEBUN SAWIT DI PERUSAHAAN KELAPA SAWIT DI INDONESIA.
Seiring berkembangnya waktu dan teknologi komersialisasi perkebunan
sawit semakin masif begitupun dengan kebutuhan pasar akan produk olahan dari
kelapa sawit yang menghasilkan berbagai olahan turunanya hal tersebut
memberikan dampak positif salah satunya adalah terbukanya lapangan kerja pada
perusahaan perkebunan kelapa Sawit namun disamping hal itu melahirkan
tantangan utamanya perusahaan dalam menyediakan suatu sistem keamanan
kenyamanan dan keselamatan bagi para pekerja. Penulisan ini dilakukan oleh
Peneliti dalam rangka untuk meninjau yuridis dan mengetahui perlindungan
hukum bagi pekerja kebun sawit dalam melakukan pekerjaan dan mengetahui
kendala yang dihadapi dalam melaksanakan perlindungan hukum bagi pekerja
tersebut beserta solusinya berdasarkan Undang-Undang yang berlaku di
indonesia.
Metode Penelitian yang digunakan adalah metode penelitian hukum
normatif dengan metode pendekatan yuridis normatif yang lebih mengedepankan
analisis pendalaman atas studi kasus yang diangkat menjadi topik penelitian
dengan teori hukum dan instrumen yuridis yang berkaitan, dalam hal ini adalah
teori perlindungan hukum ketenagakerjaan yang berlaku diIndonesia dalam
melindungi pekerja Perusahaan sawit.
Hasil penelitian menyatakan bahwa upaya perlindungan hukum bagi para
pekerja kebun sawit yang berkaitan dengan keselamatan dan Kesehatan kerja
dapat dilakukan oleh pemangku kebijakan yang berwenang untuk saling
menyadari, melindungi serta melakukan itikad tidak baik dalam upaya
perwujudan keselamatan dan Kesehatan kerja agar terwujudnya upaya hukum
yang berkeadilan sesuai Undang Undang yang berlaku oleh pihak yang
bekepentingan atau pihak yang merasa dirugikan atas Tindakan pelanggaran
tersebut sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku dalam Undang-Undang
yang berlaku serta tidak Merampas Hak Asasi Manusia pada Pekerja Perusahaan
kebun sawit serta terwujudnya kesejahteraan serta pemerataan Pembangunan
melalui sumber daya manusia yang lebih humanis.
Kata Kunci: pekerja sawit, keselamatan dan Kesehatan kerja, Perusahaan
sawit, Perlindungan hukum