Unissula Repository
Not a member yet
    32889 research outputs found

    Pengaruh Empathy Terhadap Minat Kunjungan Ulang Melalui Customer Satisfaction dan Image (Studi Kasus di UPTD Puskesmas Jati Kabupaten Kudus)

    Full text link
    Rumusan Masalah pada penelitian ini adalah 1) Bagaimana pengaruh Empathy terhadap customer satisfaction di UPTD Puskesmas Jati Kabupaten Kudus?; 2) Bagaimana pengaruh empathy terhadap image di UPTD Puskesmas Jati Kabupaten Kudus?; 3) Bagaimana pengaruh empathy terhadap minat kunjung ulang di UPTD Puskesmas Jati Kabupaten Kudus?; 4) Bagaimana pengaruh customer satisfaction terhadap minat kunjungan ulang masyarakat di UPTD Puskesmas Jati Kabupaten Kudus?; 5) Bagaimana pengaruh image terhadap minat kunjungan ulang masyarakat di UPTD Puskesmas Jati Kabupaten Kudus?; 6) Bagaimana pengaruh antara empathy terhadap minat kunjungan ulang dengan customer satisfaction dan image sebagai variabel intervening?. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat yang berkunjung di UPTD Puskesmas Jati Kabupaten Kudus. Penelitian ini menggunakan teknik random sampling. Diperoleh jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 150 responden yang memenuhi kriteria. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data adalah menggunakan kuesioner. Penelitian ini menggunakan uji validitas, reabilitas intrumen, Analisis Structural Equation Modeling (SEM), dan Uji Model Struktural atau Inner Model. Hasil penelitian diperoleh 1) empathy berpengaruh positif terhadap customer satisfaction sebesar 5,450 lebih besar dari 1,65 dan nilai sig. 0,000 < 0,05. 2) empathy berpengaruh positif terhadap image sebesar 6,573 lebih besar dari 1,65 dan nilai sig. 0,000 < 0,05. 3) empathy berpengaruh positif terhadap minat kunjungan ulang sebesar 1,838 lebih besar dari 1,65 dan nilai sig. 0,006 < 0,05. 4) customer satisfaction berpengaruh positif terhadap minat kunjungan ulang sebesar 3,106 lebih besar dari 1,65 dan nilai sig. 0,002 < 0,05. 5) image berpengaruh positif terhadap minat kunjungan ulang sebesar 3,051 lebih besar dari 1,65 dan nilai sig. 0,002 < 0,05. 6) pengaruh tidak langsung antara empathy terhadap minat kunjungan ulang dengan customer satisfaction dan image sebagai variabel intervening terbukti memiliki peran karena pengaruh tidak langsung lebih besar dari pengaruh langsungnya dengan nilai 0,585. Kata Kunci : Empati, Image, Customer Satisfaction, minat Kunjungan Ulan

    PROSES PENYIDIKAN YANG DILAKUKAN OLEH KEPOLISIAN TERHADAP TINDAK PIDANA PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA YANG DILAKUKAN OLEH ANAK

    Full text link
    Penyidikan adalah serangkaian tindakan penyidik dalam hal dan menurut cara yang diatur dalam undang-undang untuk mencari serta mengumpulkan buktibukti yang dengan bukti tersbut dapat membuat terang tentang suatu tindak pidana yang terjadi dserta dapat menemukan tersangkanya yang dilakukan pejabat polisi Negara Republik Indonesia atau pejabat pegawai negeri sipil tertentu yang diberi wewenang khusus oleh undang-undang untuk melakukan penyidikan. Metode penelitian dalam skripsi ini menggunakan metode pendekatan yuridis sosiologis yaitu pendekatan ini dimaksudkan untuk mempelajari dan meneliti hubungan timbal balik antara hukum dengan lembaga-lembaga sosial yang lain. Di dalam penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Data Primer merupakan sumber yang diperoleh langsung dari lapangan yang meliputi keterangan atau data hasil wawancara kepada pejabat yang berwenang dalam hal proses penyidikan tindak pidana penyalahgunaan narkotika oleh anak di Polda Jawa Tengah Semarang. Data Sekunder sebagai data pendukung yang terdiri dari bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan penulis diketahui bahwa proses penyidikan tindak pidana yang dilakukan oleh anak diatur dalam Undang- undang no 11 tahun 2012 tentang sistem peradilan pidana anak, telah sesuai dengan prosedur yang diatur dalam Pasal 102 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) yaitu dengan melakukan proses penyelidikan, penindakan, pemeriksaan serta penyelesaian dan penyerahan berkas perkara. Pada pelaksanaan proses penyidikan tindak pidana penyalahgunaan narkotika yang dilakukan anak terdapat beberapa kendala seperti minimnya kesadaran masyarakat untuk meakukan pelaporan dan menguras waktu lebih lama dibanding penyidikan pada kasus dewasa. Namun ada beberapa upaya yang bisa menjadi solusi dari kendala tersebut seperti adanya penyuluhan yang dilakukan oleh pihak kepolisian kepda masyarakat seputar tindak pidana narkotika dan para penyidik diharapkan dapat bekerjasama secara kooperatif dalam menangani kasus penyalahgunaan narkotika terhadap anak. Kata kunci: Anak, Penyidikan, Tindak Pidana Penyalahgunaan Narkotika

    OBSESSIVE LOVE DISORDER DEPICTED IN THE MAIN CHARACTER IN THE CRUSH MOVIE (1993)

    Full text link
    This research analyzes the obsessive love disorder experienced by the main character in The Crush movie and the cause of the obsession using a psychological approach by Dr. Susan Forward. The main character named Adrian is a 14 years old teenage girl who developed a crush on Nick, a journalist who rents the guest house belonging to Adrian’s parents. However, her crush gradually turned into an obsession after Nick’s rejection. This research employed a descriptive qualitative method to analyze the data. There were two types of data, those are primary data and secondary data. The primary data were obtained from the movie script entitled The Crush (1993). The secondary data were obtained from articles, international journals, books, and sites which are related to the topic of this research. The data were collected through several steps including watching the movie while reading the script, identifying the data through the technique of note-taking, classifying the data, and reducing the data. This research has two conclusions. The first conclusion is that the reason for her obsessive love disorder is Nick’s rejection of her feeling. The second conclusion is stated that Adrian possessed all the qualities of someone with obsessive love disorder. Her obsessive love is represented by pursuit tactics and acts of revenge. In order to get Nick’s attention Adrian used pursuit tactics such as showing up unannounced and phoning Nick incessantly. However, when the pursuit tactics did not work, she used acts of revenge to sabotage Nick’s life and hurt people close to him. Keywords: Psychoanalysis, Obsessive love disorder, pursuit tactics, acts of revenge

    ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN KASUS PEMERKOSAAN 3 ANAK DI LUWU TIMUR SERTA KASUS TEDDY MINAHASA DI MEDIA ONLINE KOMPAS.COM, DAN CNNINDONESIA.COM

    Full text link
    Penelitian ini menganalisis framing pemberitaan kasus pemerkosaan tiga anak di Luwu Timur serta kasus Teddy Minahasa di media online Kompas.com dan CNNIndonesia.com. Studi ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana media mengkonstruksi berita mengenai kasus-kasus tersebut. Menggunakan teori framing oleh Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki, penelitian ini mengeksplorasi aspek sintaksis, skrip, tematik, dan retoris dalam pemberitaan. Temuan menunjukkan bahwa kedua media memiliki cara berbeda dalam membingkai berita: Kompas.com lebih menekankan pada dampak sosial dan ideologi media, sementara CNNIndonesia.com fokus pada aspek hukum dan proses pengadilan. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi teoretis bagi studi komunikasi dan praktis bagi instansi terkait dalam memahami pentingnya menjaga citra dan nilai institusi di mata publik. Kata Kunci: Framing, media, pemerkosaan, Luwu Timur, Teddy Minahasa, Kompas.com, CNNIndonesia.com

    PERAN KEPOLISIAN DALAM PENEGAKAN HUKUM TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA PENCURIAN KENDARAAN BERMOTOR (Laporan Kepolisian Nomor: LP/B/194/III/2020/Jateng/Res.Pati/Sek.TBr)

    Full text link
    Sekarang ini pelaku kejahatan pencurian khususnya pencurian kendaraan bermotor semakin meningkat, karena pemberian sanksi yang diberikan kepada pelaku pencurian kendaraan bermotor dinilai kurang berat, sehingga banyak pelaku yang sudah bebas mengulangi kembali perbuatan tersebut. Tujuan penelitian tersebut untuk mengetahui peran serta tanggung jawab Kepolisian dalam menegakkan hukum pidana terhadap pelaku tindak pidana pencurian kendaraan bermotor serta untuk mengetahui kendala dan solusi pihak Kepolisian dalam menegakkan hukum pidana terhadap pelaku tindak pidana pencurian kendaraan bermotor. Metode penelitian menggunakan pendekatan yuridis sosiologis. yaitu suatu penelitian dimana penelitian tersebut menekankan pada ilmu hukum serta penelitian lapangan, tetapi disamping itu juga mengaitkan kaidah-kaidah hukum yang berlaku di dalam masyarakat. Spesifikasi penelitian hukum yang akan digunakan dalam penulisan ini adalah penelitian deskriptif, yaitu penelitian yang bertujuan untuk memperoleh gambaran (deskripsi), lengkap tentang keadaan hukum yang berlaku di tempat tertentu. Berdasarkan hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan yaitu Peran Serta Tanggung Jawab Kepolisian Dalam Menegakkan Hukum Pidana Terhadap Pelaku Tindak Pidana Pencurian Kendaraan Bermotor, yaitu dengan cara melakukan tugas dari kepolisian itu sendiri yaitu dengan melakukan proses penyidikan. Kendala dan solusi pihak kepolisian dalam menegakkan hukum pidana terhadap pelaku tindak pidana pencurian kendaraan bermotor yaitu alat bukti yang belum mencukupi, Objek barang bukti pencurian yang belum ditemukan, serta tersangka tidak ada di tempat, melarikan diri, tidak memiliki tempat tinggal yang tetap atau identitasnya yang tidak jelas. Untuk mengatasi problematika yang terjadi kepolisian kabupaten pati melakukan penyidikan lebih lanjut dan lebih teliti lagi untuk mencarinya, bisa dengan cara membagi kelompok agar kerjanya lebih efektif dan efisien serta bekerja sama dengan kepolisian wilayah dimana tersangka berada untuk menangkap dan memeriksa tersangka. Kata Kunci : Peran Kepolisian, Pencurian, Tindak Pidana

    PENGARUH EFEKTIVITAS KOMUNIKASI PEMASARAN ONLINE MEDIA SOSIAL INSTAGRAM DAN ELEKTRONIC WORD OF MOUTH TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN (STUDI PADA STORE HAUS! PURI ANJASMORO SEMARANG)

    Full text link
    Tujuan penelitian merupakan arah proses penelitian untuk menemukan dan mengembangkan suatu bentuk pengetahuan yang mendalam atas suatu permasalahan. Sesuai dengan rumusan masalah dalam penelitian ini, maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh efektivitas komunikasi pemasaran online media sosial Instagram dan Electronic Word of Mouth terhadap keputusan pembelian (Studi pada Store Haus! Puri Anjasmoro Semarang). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif eksplanatif. Populasi dalam penelitian ini adalah jumlah transaksi pada tahun 2023. Teknik pengambilan sampel ini menggunakan teknik sampling dengan rumus slovin 10% dimana sampel penelitian ini sebanyak 100 responden. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan serta dilanjutkan dengan kegiatan analisis dengan menggunakan AISAS model, peneliti menemukan hasil bahwa terdapat proses AISAS model yang terjadi pada pengaruh konten media sosial instagram terhadap minat beli dan kepuasan konsumen yang menarik perhatian (attention) konsumen. Kemudian hal yang paling menjadi daya tarik (interest) utama adalah Store Haus! Puri Anjasmoro Semarang merupakan gerai minuman dengan konsep modern dan merupakan kompetitor dari Mixue dengan varian – varian menu yang patut diberikan apresiasi tinggi. Hasil olahdata perhitungan menggunakan aplikasi SPSS variabel Pengaruh Efektivitas Komunikasi Pemasaran Online Media Sosial Instagram (X1) dan Elektronik Word of Mouth (X2) Terhadap Keputusan Pembelian (Y) (Studi pada Store Haus! Puri Anjasmoro Semarang) diperoleh hasil nilai f Hitung sebesar 8.306 dengan tingkat signifikansinya 0.005 t tabel (1.661) sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa variabel efektivitas komunikasi pemasaran online media sosial Instagram (X1) mempengaruhi keputusan pembelian (Y). Nilai f Hitung sebesar 48.000 dengan tingkat signifikansinya 0.000 < 0.05 maka dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat pengaruh dari variabel elektronic word of mouth (X2) terhadap keputusan pembelian (Y). Pada Uji Signifikansi variabel elektronic word of mouth (X2) terhadap keputusan pembelian (Y) nilai t hitung sebesar 6.928 dimana 6.928 lebih besar dari nilai t tabel sebesar 1.661, dimana t hitung (6.928) > t tabel (1.661) sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa variabel elektronic word of mouth (X2) terhadap keputusan pembelian (Y)

    PERILAKU KOMUNIKASI INTERPERSONAL PECANDU GAME ONLINE MOBILE LEGENDS (Studi Kasus Pada Pecandu Game Online Mobile Legends di Dusun Dema’an Kota Jepara Jawa Tengah)

    Full text link
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan bagaimana perilaku komunikasi interpersonal pecandu game online mobile legends. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana interaksi pecandu game online mobile legend di dalam dunia virtual (online) dan untuk mengetahui bagaimana interaksi pecandu game online mobile legend di luar dunia virtual (offline). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dimana penelitian kualitatif merupakan strategi yang cocok karena fokus dalam penelitian ini merupakan sebuah fenomena kontemporer (masa kini) di tengah masyarakat serta pokok pertanyaan pada penelitian berkenaan dengan how atau why yang merupakan dasar dari studi kasus itu sendiri. Penelitian ini menggunakan paradigma post-positivisme, untuk itu perlu menggunakan prinsip triangulasi. Penelitian ini menggunakan teori interaksi simbolik. Hasil dari penelitian ini, Dalam wawancara informan 1, informan 2, dan informan 3 mengungkapkan bahwa perilaku pecandu game online mobile legends memiliki pendekatan yang berbeda setiap individu terhadap kritik dan konteks tim atau permainan. Informan pertama cenderung mempertimbangkan nilai kritik dari rekan timnya dan hanya menerima yang dapat membantu ddalam memenangkan permainan. Kemudian informan kedua menekankan pentingnya menghindari reaksi emosional terhadap kritik dan mencegah situasi yang menjadi lebih tegang. Sementara informan ketiga cenderung mengakui kesalahannya dan meminta maaf. Namun jika merasa tidak bersalah, cenderung merespon dengan emosional untuk mendorong rekan tim lainnya agar melakukan intropeksi diri dan semangat lagi untuk kemenangan tim. Kesimpulan dari penelitian ini bagi pecandu game online Mobile Legends, sebagai individu penerus bangsa mempunyai hobi bukanlah hal yang buruk namun ada baiknya dalam melakukan suatu kegiatan yang sangat disukai jangan sampai berlebihan dan melewati batas sehingga kehidupan nya hanya tertuju pada satu aktivitas saja dan melupakan yang lainnya. Mulailah untuk melakukan berbagai kegiatan diluar dan berinteraksi dengan masyarakat banyak agar mendapatkan pengalaman dalam berbagai bidang kehidupan. Kata Kunci : Perilaku, Komunikasi Interpersonal, Pecandu Game Onlin

    PENERAPAN SANKSI PIDANA TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA NARKOTIKA BERDASARKAN UNDANGUNDANG NOMOR 35 TAHUN 2009 TENTANG NARKOTIKA (Studi Putusan Nomor 309/Pid.Sus/2023/PN Mtr)

    Full text link
    Narkoba adalah singkatan dari narkotika, psikotropika dan bahan adiktif berbahaya lainya. Kata narkotika pada dasarnya berasal dari Yunani “narkoun” yang berarti membuat lumpuh atau mati rasa. Disebutkan bahwa Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semisintetis, yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan, hilangnya rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan. Metode penelitian ini didasarkan pada pendeketan penelitian yuridis normatif. Penelitian yuridis normatif adalah penelitian yang dilakukan untuk mengkaji penerapan kaidah-kaidah atau norma-norma dalam hukum positif. Penelitian hukum normatif menggunakan stufi kasus normatif berupa produk hukum. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa Bentuk tindak pidana narkotika yang dilakukan Terdakwa WAHYUDDIN Als. YUDI Bin SAHRUDIN berdasarkan data dari hasil penelitian apabila dikaitkan dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, dan dihubungkan dengan keterangan 3 (tiga) orang saksi, keterangan Terdakwa, bukti yang diajukan Jaksa Penuntut Umum, serta dengan adanya fakta-fakta hukumdalam persidangan, dan unsur-unsur dalam Pasal 114 ayat (1) Jo pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika telah terpenuhi, maka Terdakwa dinyatakan telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana sebagai pengedar narkotika, sebagaimana yang tertuang dalam Pasal 114 ayat (1) Jo Pasal 132 ayat (1) UndangUndang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Dan pelaku tindak pidana narkotika harus mempertanggungjawabkan perbuatannya apabila terbukti bahwa perbuatannya bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Hakim menjatuhkan pidana kepada Terdakwa WAHYUDDIN Als. YUDI Bin SAHRUDIN oleh karena itu dengan pidana penjara selama 6 (enam) tahun dan denda sejumlah Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar diganti dengan pidana penjara selama 3 (tiga) bulan. Kata kunci : Penerapan Sanksi Pidana, Pelaku Tindak Pidana, Narkotik

    REPRESENTASI NILAI MORAL DAN SOSIAL PADA IKLAN KOPI KAPAL API VERSI “JINGLE BANGKIT BERSAMA” (ANALISIS SEMIOTIKA CHARLES SANDERS PEIRCE)

    Full text link
    Mayoritas iklan kopi di indonesia cenderung berfokus pada keunggulan produk serta gaya hidup anak muda. Salah satu iklan kopi yang memiliki keunikan tersendiri adalah kopi kapal api karena merepresentasikan nilai tertentu untuk menarik perhatian dan menyentuh perasaan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui representasi nilai moral dan sosial yang ada dalam iklan kapal api versi “Jingle Bangkit Bersama” di televisi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif yang bersifat intepretatif untuk menjelaskan makna nilai moral dan sosial di balik iklan tersebut. Penelitian ini dianalisis menggunakan pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce yang menggunakan triangle meaning semiotics dan turunannya yakni sign, object dan interpretant. Hasil Penelitian ini menunjukkan iklan kopi kapal api menggunakan representasi tokoh-tokoh dari berbagai kegiatan untuk menunjukkan nilai moral dan sosial, seperti semangat dan kebersamaan. Sign dalam iklan ini adalah penggambaran tokoh-tokoh yang bersemangat dan beragam kegiatan mereka yang mencerminkan fenomena sosial. Ini menunjukkan bahwa kapal api tidak hanya ingin diingat sebagai produk, tetapi juga sebagai sumber motivasi bagi penonton untuk mewujudkan impian mereka. Object yang ditampilkan adalah kegiatan tokoh-tokoh yang bermanfaat bagi masyarakat, seperti berbagi, mendidik, membantu, dan sukarela memperbaiki fasilitas umum. Interpretant diperkuat melalui suara narator yang tegas dan musik yang menggebu-gebu, yang menciptakan stereotip bahwa semangat diidentikkan dengan sikap yang sigap dan penuh energi. Kesimpulannya iklan ini mengkomunikasikan nilai-nilai positif melalui simbol-simbol visual, narasi, dan musik yang memperkuat pesan semangat dan kejuangan. Kata Kunci : Representasi, Semiotika, Nilai Moral, Nilai Sosial, Kopi Kapal Ap

    TINJAUAN YURIDIS PERLINDUNGAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN PEKERJA KEBUN SAWIT DI PERUSAHAAN KELAPA SAWIT DI INDONESIA.

    Full text link
    Seiring berkembangnya waktu dan teknologi komersialisasi perkebunan sawit semakin masif begitupun dengan kebutuhan pasar akan produk olahan dari kelapa sawit yang menghasilkan berbagai olahan turunanya hal tersebut memberikan dampak positif salah satunya adalah terbukanya lapangan kerja pada perusahaan perkebunan kelapa Sawit namun disamping hal itu melahirkan tantangan utamanya perusahaan dalam menyediakan suatu sistem keamanan kenyamanan dan keselamatan bagi para pekerja. Penulisan ini dilakukan oleh Peneliti dalam rangka untuk meninjau yuridis dan mengetahui perlindungan hukum bagi pekerja kebun sawit dalam melakukan pekerjaan dan mengetahui kendala yang dihadapi dalam melaksanakan perlindungan hukum bagi pekerja tersebut beserta solusinya berdasarkan Undang-Undang yang berlaku di indonesia. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode penelitian hukum normatif dengan metode pendekatan yuridis normatif yang lebih mengedepankan analisis pendalaman atas studi kasus yang diangkat menjadi topik penelitian dengan teori hukum dan instrumen yuridis yang berkaitan, dalam hal ini adalah teori perlindungan hukum ketenagakerjaan yang berlaku diIndonesia dalam melindungi pekerja Perusahaan sawit. Hasil penelitian menyatakan bahwa upaya perlindungan hukum bagi para pekerja kebun sawit yang berkaitan dengan keselamatan dan Kesehatan kerja dapat dilakukan oleh pemangku kebijakan yang berwenang untuk saling menyadari, melindungi serta melakukan itikad tidak baik dalam upaya perwujudan keselamatan dan Kesehatan kerja agar terwujudnya upaya hukum yang berkeadilan sesuai Undang Undang yang berlaku oleh pihak yang bekepentingan atau pihak yang merasa dirugikan atas Tindakan pelanggaran tersebut sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku dalam Undang-Undang yang berlaku serta tidak Merampas Hak Asasi Manusia pada Pekerja Perusahaan kebun sawit serta terwujudnya kesejahteraan serta pemerataan Pembangunan melalui sumber daya manusia yang lebih humanis. Kata Kunci: pekerja sawit, keselamatan dan Kesehatan kerja, Perusahaan sawit, Perlindungan hukum

    28,115

    full texts

    32,889

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Unissula Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇