Unissula Repository
Not a member yet
32889 research outputs found
Sort by
ANALISIS PERAN ELEMEN FRAUD DIAMOND THEORY SEBAGAI PENDETEKSI TERJADINYA KECURANGAN LAPORAN KEUANGAN (Studi Empiris Perusahaan Subsektor Perbankan Yang Terdaftar Dalam Bursa Efek Indonesia Tahun 2020-2022)
Kasus mengenai kecurangan laporan keuangan (fraud) masih menjadi masalah
yang kerap terjadi dalam dunia bisnis hingga saat ini, terutama pada perusahaanperusahaan
besar.
Dapat
dikatakan
bahwa
memang
tidak
ada
suatu
lembaga
perusahaan
yang
benar-benar dapat terbebas dari kemungkinan terjadinya tindakan fraud.
Pendeteksian kecurangan laporan keuangan tidak selalu mendapatkan titik terang karena
adanya beberapa motivasi yang melatarbelakanginya dan juga metode yang digunakan
oleh para pelaku dalam melakukan tindakan kecurangan laporan keuangan. Salah satu
cara pendeteksiaan yang dapat dilakukan melalui analisis peran dari elemen teori fraud
diamond yang terdiri dari empat elemen yaitu tekanan, kesempatan, rasionalisasi, dan
kapabilitas. Elemen-elemen tersebut diproksikan dengan stabilitas keuangan,
ketidakefektifan sistem pengawasan, pergantian auditor, dan masa jabatan CEO.
Kecurangann laporan keuangan diukur dengan menggunakan F-Score model.
Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian kuantitatif dengan menggunakan
sumber data sekunder berupa annual report. Populasi dalam penelitian ini perusahaan
keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, dengan sampelnya perusahaan
perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2020-2022. Teknik
pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan diperoleh 34 Bank dengan
periode pengamatan 3 tahun dan outlier data sebanyak 15, jadi data yang diolah 87 data.
Teknik analisis data menggunakan analisis regresi logistik dengan bantuan alat analisis
yaitu SPSS.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa stabilitas keuangan berpengaruh negatif
terhadap terjadinya kecurangan laporan keuangan, ketidakefektifan sistem pengawasan
berpengaruh positif terhadap terjadinya kecurangan laporan keuangan, sedangkan
pergantian auditor dan masa jabatan CEO tidak berpengaruh terhadap terjadinya
kecurangan laporan keuangan.
Kata kunci: fraud diamond theory, F-Score Model, Kecurangan laporan keuangan
PENGARUH BRAND IMAGE DAN PRODUCT QUALITY TERHADAP REPURCHASE INTENTION DENGAN BRAND TRUST SEBAGAI VARIABEL INTERVENING: A Study on Iphone Consumers in Islamic Sultan Agung University
Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi: 1). Pengaruh Brand
Image pada Repurchase Intention, 2). Pengaruh Product Quality pada Repurchase
Intention. 3). Pengaruh Brand Trust pada Repurchase Intention, 4). Pengaruh
Brand Image pada Repurchase Intention dimediasi Brand Trust, 5). Pengaruh
Product Quality pada Repurchase Intention dimediasi Brand Trust.
Responden dalam penelitian ini adalah Mahasiswa Universitas Islam
Sultan Agung pengguna akif produk iPhone minimal satu tahun. Penelitian ini
menggunakan metode kuantitatif karena membahas keterkaitan antar variabel
dengan menggunakan data kuesioner sebagai alat mengungkap data tentang brand
image, product quality, repurchase intention serta brand trust sebagai variabel
intervening. Teknik analisis data dalam penelitian ini melibatkan bantuan
perangkat lunak Smart-PLS 4. Temuan dari penelitian ini menunjukan bahwa 3
hipotesis di terima dan dua hipotesis di tolak. Brand image dan brand trust
berpengaruh positif dan signifikan terhadap repurchase, sedangkan product
quality tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap repurchase intention.
Dalam pengujian mediasi brand image tidak berpengaruh positif dan signifikan
terhadap repurchase intention sedangkan product quality berpengaruh positif dan
signifikan terhadap repurchase intention.
Kata kunci : Brand Image, Product Quality, Brand Trust, dan Repurchase
intentio
PENINGKATAN LOYALITAS PELANGGAN BERBASIS CUSTOMER RELATIONSHIP MANAGEMENT PADA PESERTA BPJS KESEHATAN KOTA SALATIGA
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh
peningkatan pelayanan prima petugas BPJS Kesehatan terhadap kepuasan peserta
melalui customer relationship management, mengetahui dan menganalisis
pengaruh kepuasan pelanggan BPJS Kesehatan terhadap loyalitas peserta melalui
customer relationship management, serta mengetahui dan menganalisis peran
customer relationship management dalam memediasi hubungan antara
peningkatan pelayanan prima petugas BPJS Kesehatan dan kepuasan peserta
terhadap loyalitas pelanggan. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini
adalah menggunakan explanatory research dengan pendekatan kuantitatif. Dalam
penelitian ini sampel yang digunakan ada 100 responden dari peserta BPJS
Kesehatan Kota Salatiga khususnya yang pernah menggunakan pelayanan BPJS
Kesehatan minimal 2 kali. Teknik pengumpulan data melalui kuesioner yang
disebarkan secara langsung (cetak kuesioner) dan online. Pengujian dalam
penelitian ini menggunakan analisis regresi dengan paket program SPSS 26 dan
untuk menguji pengaruh variabel intervening menggunakan uji sobel. Hasil dari
penelitian ini adalah pelayanan prima, kepuasan pelanggan berpengaruh positif
terhadap customer relationship management; pelayanan prima, kepuasan
pelanggan, customer relationship management berpengaruh positif terhadap
loyalitas pelanggan, serta pelayanan prima dan kepuasan pelanggan berpengaruh
terhadap berpengaruh loyalitas pelanggan melalui customer relationship
management. Saran untuk penelitian selanjutnya yaitu peneliti mampu melakukan
analisis beberapa variabel lain seperti kualitas pelayanan, harga dan promosi;
peneliti mampu menyebarkan kuesioner secara merata ke seluruh fasilitas
kesehatan Kota Salatiga serta mampu menggolongkan kalsifikasi kelas
kepesertaan JKN peserta Kota Salatiga.
Kata Kunci: Pelayanan Prima, Kepuasan Pelanggan, Loyalitas Pelanggan,
Customer Relationship Managemen
PERAN RISK INDUSTRY DALAM MEMODERASI HUBUNGAN ANTARA SUSTAINABLE GROWTH RATE DAN INTELLECTUAL CAPITAL TERHADAP NILAI PERUSAHAAN
Keberhasilan perusahaan dapat dilihat dari nilai perusahaan. Fluktuasi harga
saham pada perusahaan LQ45 yang cenderung meningkat menunjukan nilai
perusahaan yang baik. Tujuan dari penelitian ini untuk mengeksplorasi hubungan
Sustainable growth rate dan intellectual capital sebagai faktor yang dapat
meningkatkatkan nilai perusahaan, serta untuk menguji peran risk industry yang
ditimbulkan akibat aktivitas bisnis perusahaan dalam memoderasi keduanya.
Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan yang masuk kedalam LQ45 selama
periode tahun 2020-2022, teknik sampling yang digunakan adalah purposive
sampling. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis
Moderated Regression Analysis (MRA) menggunakan software SPSS versi 26.
Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa Sustainable Growth Rate (SGR) dan
Intellectual Capital berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap Nilai
Perusahaan. Risk industry mampu memoderasi hubungan Sustainable Growth Rate
(SGR) terhadap nilai perusahaan dan Risk Industry tidak mampu memoderasi
Intellectual Capital terhadap nilai perusahaan. Dimana risk industry dalam
pengujian ini sebagai pure moderasi yang artinya risk industry disebut sebagai
variabel moderasi murni dan tidak bisa menjadi variabel independen
Kata Kunci: Nilai Perusahaan; Risk Industry; Sustainable Growth Rate;
Intellectual Capital
ISOLASI dan IDENTIFIKASI SENYAWA sebagai ANTIOKSIDAN dari DAUN PANDAN WANGI (Pandanus amaryllifolius Roxb.)
Tingginya radikal bebas dapat memicu stress oksidatif dan menyebabkan berbagai penyakit degeneratif. Sehingga, perlu antioksidan yang mampu menurunkan radikal bebas seperti antioksidan alami dari daun pandan wangi. Daun Pandan Wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb.) berpotensi sebagai antioksidan karena mengandung senyawa metabolit sekunder diantaranya fenolik, tanin, saponin, serta flavonoid. Penelitian ini bertujuan mengetahui identifikasi senyawa metabolit sekunder berupa golongan flavonoid serta mengetahui aktivitas antioksidan isolat fraksi n-heksan daun pandan wangi.
Penelitian ini merupakan eksperimental. Proses isolasi memakai metode KLTP menggunakan fase gerak silica gel GF254 serta fase diam berupa N-Heksan : Etil Asetat : Metanol (7:3:1). Uji aktivitas antioksidan isolat N5 dari fraksi n-heksan dengan metode DPPH (1,1 diphenyl-2-picrylhydrazyl) menggunakan kontrol positif berupa vitamin C dan konsentrasi yang sama yakni 5,7,9,11,dan 13 ppm. Identifikasi senyawa isolat menggunakan tambahan pereaksi geser seperti NaOH, AlCl3, AlCl3 + HCl, NaOAc, serta NaOAc + H3BO3.
Penelitian ini didapatkan hasil berupa nilai IC50 dari isolat N5 19,0308 ppm dan vitamin C 8,9003 ppm sehingga dikatakan isolat N5 dari fraksi n-heksan daun pandan wangi mempunyai aktivitas antioksidan 2,1382 kali lebih rendah dibandingkan vitamin C. Hasil identifikasi senyawa menggunakan pereaksi geser menunjukkan adanya pergeseran panjang gelombang pada pita I (340-390 nm) dan pita II (230-270 nm) yang menyatakan isolat mengandung jenis flavonoid berupa khalkon.
Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa isolat N5 dari fraksi n-heksan daun pandan wangi mempunyai aktivitas antioksidan yang sangat kuat serta mengandung jenis flavonoid berupa 2’,3’,4’ trihidroksi-khalkon.
Kata Kunci : Daun Pandan Wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb.), Antioksidan, DPPH (1,1 diphenyl-2-picrylhydrazyl), Pereaksi Geser, Flavonoid
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN DAN SIKAP SOSIAL BUDAYA TERHADAP PEMBERIAN ASI EKSLUSIF PADA IBU MENYUSUI DI WILAYAH PUSKESMAS GUNTUR 1 KABUPATEN DEMAK
ASI adalah makanan terbaik untuk bayi sejak usia dini ASI eksklusif adalah pemberian ASI pada bayi tanpa tambahan cairan lain. Pemberian ASI Ekslusif berarti bayi hanya diberikan ASI saja dari bayi baru lahir hingga usia 6 bulan. Pemberian ASI eksklusif dapat meningkatkan status gizi bayi yang pada akhirnya akan meningkatkan status gizi masyarakat menuju tercapainya kualitas sumber daya manusia yang memadai. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan antara Tingkat Pendidikan dan Sikap Sosial Budaya Terhadap Pemberian ASI Ekslusif di Wiayah Puskesmas Guntur 1 Kabupaten Demak. Penelitian ini merupakan penelitian korelasi deskriptif dengan desain observational analitik. Populasi dalam penelitian ini yaitu bayi usia 7-12 bulan di Wilayah Puskesmas Guntur 1 Kabupaten Demak sebanyak 120 orang. Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel dalam penelitian ini yaitu stratified random sampling atau pengambilan sampel secara acak stratifikasi. Sampel dalam penelitian ini yaitu bayi usia 7-12 bulan di Wilayah Puskesmas Guntur 1 Kabupaten Demak yang berjumlah 55 sampel. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner. Uji statistic yang digunakan dalam penelitian ini yaitu x. hasil penelitian menunjukkan bahwa Ho ditolak dan H1 diterima yang berarti ada Hubungan antara Tingkat Pendidikan dan Sikap Sosial Budaya terhadap Pemberian ASI Ekslusif. Ada hubungan antara Tingkat Pendidikan dengan pemberian ASI Ekslusif dengan nilai p-value = 0,017 (p<0,05) dan ada hubungan antara Sikap Sosial Budaya dengan Pemberian ASI Ekslusif dengan nilai p-value = 0,000 (p<0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah ada hubungan antara Tingkat Pendidikan dan Sikap Sosial Budaya terhadap Pemberian ASI Ekslusif di Wlayah Puskesmas Guntur 1 Kabupaten Demak.
Kata Kunci : Tingkat Pendidikan, Sikap, Sosial Budaya, ASI Ekslusi
PERAN BUDAYA KERJA DAN KOMITMEN BERKELANJUTAN TERHADAP KINERJA SUMBER DAYA MANUSIA PADA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN, PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT
Kinerja karyawan merupakan salah satu tolok ukur dari kinerja organisasi,
sehingga dalam hal ini perlu selalu mengevaluasi prestasi kerja tersebut dalam
rangka unutk mempertahankan atau meningkatkan kinerja organisasi dan
sebaliknya prestasi kerja yang sudah baik harus dipertahankan atau bahkan selalu
ditingkatkan. Permasalahan pada penelitian ini adalah Saat ini jumlah pegawai di
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan
Kabupaten Kotawaringin Barat termasuk dalam kategori kurang ideal dikarenakan
banyak posisi staf/pelaksana yang kosong.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif (Explanatory research),
sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah seluruh karyawan Badan
Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan Kabupaten
Kotawaringin Barat, dengan jumlah sampel 65 pegawai yang diambil
menggunakan total sampling. Metode analisis yang digunakan pada penelitian ini
yaitu Partial least square (PLS-SEM) dengan alat analisis Smart PLS 3.0.
Dari hasil penelitian yang dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa budaya
kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja sumber daya
manusia. Budaya Kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap
Komitmen Berkelajutan. Komitmen Berkelanjutan tidak berpengaruh signifikan
terhadap kinerja sumber daya manusia
Kata Kunci: Kinerja Sumber Daya Manusia, Budaya Kerja, Komitmen Berkelanjuta
TRANSFORMASI PUSKESMAS DALAM MEWUJUDKAN PELAYANAN KESEHATAN BERKUALITAS (STUDI KASUS DI PUSKESMAS KEDUNGTUBAN)
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji transformasi yang dilakukan oleh Puskesmas
Kedungtuban dalam upaya mewujudkan pelayanan kesehatan yang berkualitas.
Puskesmas memiliki peran strategis sebagai fasilitas pelayanan kesehatan primer
yang dekat dengan masyarakat, sehingga perlu melakukan transformasi untuk
meningkatkan kualitas pelayanannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan
kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi,
wawancara mendalam, dan studi dokumen di Puskesmas Kedungtuban. Analisis data
menggunakan teknik analisis tematik untuk mengidentifikasi tema-tema utama yang
terkait dengan transformasi Puskesmas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
Puskesmas Kedungtuban telah melakukan transformasi dalam beberapa aspek, seperti
peningkatan kualitas sumber daya manusia, perbaikan fasilitas fisik dan peralatan
medis, pengembangan sistem informasi kesehatan, serta penguatan jejaring kerja
sama dengan pemangku kepentingan terkait. Transformasi tersebut memberikan
dampak positif terhadap peningkatan kualitas pelayanan kesehatan yang dirasakan
oleh masyarakat. Namun, terdapat tantangan dan kendala yang perlu diatasi, seperti
keterbatasan anggaran, kurangnya sosialisasi kepada masyarakat, dan resistensi
terhadap perubahan dari sebagian karyawan. Penelitian ini memberikan rekomendasi
kepada Puskesmas Kedungtuban dan pihak terkait untuk mengoptimalkan
transformasi tersebut agar pelayanan kesehatan berkualitas dapat terwujud secara
berkelanjutan.
Kata Kunci : Transformasi, Inovasi, Pelayanan Kesehatan Berkualita
STUDI KOMPARASI IMPLEMENTASI KURIKULUM K-13 DENGAN KURIKULUM MERDEKA DI SMA ISLAM SULTAN AGUNG 3 SEMARANG
Kurikulum merupakan komponen pendidikan yang secara umum memiliki tujuan untuk mewujudukan tujuan pendidikan nasional, dan secara khusus bertujuan untuk memperlancar penyelenggaraaan pendidikan, karena di dalam kurikulum itu sendiri terdapat pedoman kerja bagi pihak penyelenggara pendidikan. Di samping itu, proses penerapan kurikulum juga sangat menentukan kualitas pendidikan. Apabila dalam proses penerapannya, kurikulum dapat dijalankan dengan baik, maka kualitas pendidikan yang dihasilkan juga akan baik. Sebaliknya, apabila dalam prosesnya kurikulum tidak dapat dijalankan dengan baik, maka kualitas pendidikan yang dihasilkan juga tidak akan baik, dan cita – cita pendidikan nasional juga sulit untuk teerwujud. Penelitian ini dilakukan untuk menilai dan membandingan proses Implementasi Kurikulum K-13 dengan Kurikulum Merdeka di SMA Islam Sultan Agung 3 Semarang.
Dari hasil penelitian dan observasi yang telah dilaksanakan, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: 1. Proses pelaksanaan Kurikulum K-13 terdapat beberapa kendala yang ditemui oleh guru. kendala tersebut meliputi aspek administratif dan pendekatan dalam pelaksanaan pembelajaran. 2. Guru tidak banyak mengalami kendala. Guru diberikan fasilitas dan keleluasaaan dalam merancang pelaksanaan pembelajaran. 3. Terdapat perbedaan yang signifikan antara Implementasi Kurikulum K-13 dengan Kurikulum Merdeka.
Kata Kunci : Implementasi; Kurikulum K-13; Kurikulum Merdek
engaruh Gaya Hidup, Citra Merek dan Kelompok Referensi Terhadap Keputusan Pembelian Melalui Minat Beli Sebagai Variabel Moderasi (Studi Penelitian di Toko Mumuci)
Rumusan Masalah pada penelitian ini adalah 1) Adakah pengaruh gaya hidup
terhadap keputusan pembelian Toko Mumuci Limpung Batang?; 2) Adakah pengaruh
citra merek terhadap keputusan pembelian Toko Mumuci Limpung Batang?; 3)
Adakah pengaruh kelompok referensi terhadap keputusan pembelian Toko Mumuci
Limpung Batang?; 4) Adakah pengaruh gaya hidup melalui minat pembeli terhadap
keputusan pembelian Toko Mumuci Limpung Batang?; 5) Adakah pengaruh citra
merek melalui minat pembeli terhadap keputusan pembelian Toko Mumuci Limpung
Batang??; 6) Adakah pengaruh kelompok referensi melalui minat pembeli terhadap
keputusan pembelian Toko Mumuci Limpung Batang?
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Dalam penelitain ini
populasi terdiri dari semua pengunjung di toko Mumuci Salatiga. Penelitian ini
menggunakan teknik purposive sampling diperoleh jumlah sampel yang digunakan
dalam penelitian ini adalah 210 responden. Instrumen yang digunakan dalam
pengumpulan data adalah menggunakan kuesioner Penelitian ini menggunakan
analisis data meliputi analisis deskriptif dan Analisis Data dengan Structural Equation
Model (PLS).
Hasil penelitian diperoleh 1) citra merek berpengaruh positif terhadap
keputusan pembelian, diperoleh nilai p value 0,000 < 0,05. 2) citra merek berpengaruh
positif terhadap minat beli, diperoleh nilai p value 0,000 < 0,05 pada taraf signifikansi
5%. 3) gaya hidup berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian, diperoleh nilai
p value 0,037 < 0,05. 4) gaya hidup berpengaruh positif terhadap minat beli, diperoleh
nilai p value 0,041 < 0,05. 5) kelompok referensi berpengaruh positif terhadap
keputusan pembelian, diperoleh nilai p value 0,012 < 0,05. 6) kelompok referensi
berpengaruh positif terhadap minat beli , diperoleh nilai p value 0,007 < 0,05. 7) minat
beli berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian, diperoleh nilai p value 0,000
< 0,05. 8) minat beli mampu memediasi pengaruh citra merek terhadap keputusan
pembelian, diperoleh nilai p value 0,000 < 0,05. 9) minat beli mampu memediasi
pengaruh gaya hidup terhadap keputusan pembelian, diperoleh nilai p value 0,043 <
0,05. 10) minat beli mampu memediasi pengaruh kelompok referensi terhadap
keputusan pembelian, diperoleh nilai p value 0,008 < 0,05.
Kata Kunci : Gaya Hidup, Citra Merek, Kelompok Referensi, Keputusan Pembelian
dan Minat Bel