Universitas Yudharta Pasuruan Repository
Not a member yet
    3084 research outputs found

    Game Edukasi Pembelajaran Materi Kebutuhan Pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Dan Sosial Kelas IV Sekolah Dasar Menggunakan Unity

    No full text
    Banyaknya bahan pelajaran yang harus diingat dan dihafal oleh siswa Sekolah Dasar khususnya pada mata pelajaran IPAS membuat siswa merasa kesulitan. Di sisi lain, selama ini proses pembelajaran siswa hanya dilakukan dengan guru di sekolah, sedikit praktek atau latihan, dan media pembelajarannya juga terbatas. Bagi siswa, pembelajaran tersebut tidak terlalu menarik dan membosankan. Salah satu untuk menarik perhatian dan minat siswa, melatih kecerdasan, kreatifitas dan meningkatkan semangat belajar adalah melalui penggunaan game edukasi. Oleh karena itu, penelitian ini akan merancang dan membuat sebuah game edukasi pembelajaran materi kebutuhan pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial kelas IV Sekolah Dasar sebagai media pembelajaran yang menarik dan interaktif yang bertujuan untuk meningkatkan minat anak terhadap pembelajaran IPAS materi kebutuhan. Game edukasi ini dikembangkan menggunakan Unity sebagai game engine dan bahasa pemrograman C#. Metode pengembangan perangkat lunaknya mengikuti metode Multimedia Development Life Cycle (MDLC). Berdasarkan hasil pengujian sistem yang telah dilakukan, game edukuasi ini berjalan dengan baik terbukti dengan hasil posttest yang mencapai nilai rata-rata 80, di bandingkan dengan hasil pengujian pretest dengan nilai rata-rata 67,5. Terakhir, hasil pengujian kuesioner mendapatkan indeks presentase sebesar 81,4% dengan mengambil data dari 20 responden siswa kelas IV

    Game Edukasi Pengenalan Alat Musik Tradisional 3D Untuk Anak Usia Dini

    No full text
    Karena kurangnya penggunaan teknologi untuk melestarikan alat musik tradisional, generasi muda tidak memiliki banyak informasi tentang musik tradisional. Pendidikan seni budaya di sekolah tingkat dasar adalah salah satu cara untuk mempertahankan budaya alat musik tradisiona tetap hidup. Namun, banyak guru kesenian mengalami kesulitan dalam menyampaikan materi pembelajaran karena kurangnya pengetahuan tentang alat musik tradisional. Dua faktor dapat menyebabkan pengetahuan dan pengetahuan tentang alat musik tradisional semakin terkikis yaitu kurangnya pengenalan dan pemahaman tentang alat musik tradisional sejak dini dan keterbatasan fasilitas yang terkait dengan alat musik tradisional. Hal tersebut yang melatarbelakangi peneliti untuk merancang dan mengembangkan game edukasi pengenalan alat musik tradisional 3D berbasis android. Game ini dibangun dengan menggunakan software Unity 3D sebagai game engine, multimedia development life cycle (MDLC) sebagai metode. Hasil dari game edukasi ini membuat belajar mengenal alat musik tradisional lebih mudah dengan menggunakan teknologi augmented reality, dan dapat meningkatkan minat belajar anak terutama dalam mengenal alat musik tradisional. Dan Hasil dari pengujian kuesioner di dapatkan indeks presentase sebesar 88 % yang berarti user setuju bahwa game pengenalan alat musik tradisonal 3D dapat membantu minat belajar anak terhadap alat musik tradisional di SD Ma’arif Sumberejo

    Pemanfaatan Senayan Library Management System (SLiMS) Pada Sistem Pusat Katalog Induk Terintegrasi (PUKIS) Di Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Kota Pasuruan

    No full text
    Sistem Pusat Katalog Induk Terintegrasi (PUKIS) merupakan inovasi yang penting dalam mempermudah akses dan pengelolaan koleksi perpustakaan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pasuruan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan mengoptimalkan pemanfaatan Senayan Library Management System (SLiMS) sebagai perangkat lunak yang digunakan dalam sistem PUKIS. SLiMS dipilih karena fleksibilitas dan kemampuannya dalam mengelola berbagai jenis koleksi perpustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi SLiMS dalam PUKIS berhasil meningkatkan efisiensi pengelolaan data, mempermudah akses pengguna terhadap koleksi, serta mendukung digitalisasi arsip. Temuan ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengembangan lebih lanjut dalam bidang pengelolaan perpustakaan digital

    Analisis Salmonella, Kadar Air, Dan Kadar Abu Pada Pakan Ikan Nila (Oreochromis Niloticus) Mandiri Di Desa Bakalan Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan

    No full text
    Ikan Nila (Oreochromis niloticus) merupakan jenis ikan air tawar yang cocok untuk dibudidaya bagi sektor perikanan di Indonesia. Salah satu aspek yang mempengaruhi keberhasilan budidaya adalah kualitas mutu pakan. Pakan Ikan yang baik sesuai SNI 7242:2018, mengandung Salmonella negatif, kadar air, dan kadar abu maksimal 12%. Tujuan penelitian adalah mengetahui analisis Salmonella, kadar air, dan kadar abu pada pakan Ikan Nila (Oreochromis niloticus) mandiri di Desa Bakalan Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Pembuatan pakan A dan B dilaksanakan di PAKWALI (Pusat Konservasi Iwak Kali) Dusun Sukun Desa Bakalan Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan. Analisis Salmonella, kadar air, dan Kadar abu dilaksanakan di Laboratorium Kesehatan Ikan dan Lingkungan (LKIL) Pasuruan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Analisis Salmonella pada pakan Ikan Nila (Oreochromis niloticus) mandiri di Desa Bakalan Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan, pada jenis pakan A mengandung Salmonella rerata 1.17 x 103 (CFU/gr), sedangkan pada jenis pakan B mengandung Salmonella rerata 6,27 x 102 (CFU/gr). Analisis kadar air pada pakan Ikan Nila (Oreochromis niloticus) mandiri di Desa Bakalan Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan, pada jenis pakan A mengandung kadar air rerata 12.83%, sedangkan pada jenis pakan B mengandung kadar air rerata 10.05%. Analisis kadar abu pada pakan Ikan Nila (Oreochromis niloticus) mandiri di Desa Bakalan Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan, pada jenis pakan A mengandung kadar abu rerata 18.19%, sedangkan pada jenis pakan B mengandung kadar abu rerata 12.77%

    Pengaruh Penggunaan Faktor-Faktor Produksi Terhadap Produksi Usahatani Apel (Studi Kasus Desa Andonosari, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan)

    No full text
    Usahatani merujuk pada kegiatan komersial atau bisnis yang melibatkan pengelolaan lahan, tanaman, hewan, atau sumber daya pertanian lainnya dengan tujuan menghasilkan produk pertanian untuk dijual belikan. Hal ini mencakup berbagai kegiatan seperti perlindungan, pemeliharaan, panen, dan pemasaran produk pertanian. Pertanian dapat diartikan sebagai aset dengan cara melakukan kegiatan organisasi atau manajemen dan kegiatan pertanian Kegiatan pertanian juga mengatur fasilitas dan teknologi produksi pertanian dalam bisnis yang terkait dengan pertanian sama juga hal nya dengan usahatani merujuk pada kegiatan komersial atau bisnis yang melibatkan pengelolaan lahan, tanaman, hewan, atau sumber daya pertanian lainnya dengan tujuan menghasilkan produk pertanian untuk dijual belikan Hal ini mencakup berbagai kegiatan seperti perlindungan, pemeliharaan, panen, dan pemasaran produk pertanian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa biaya produksi didalam usahatani apel dan untuk Menganalisa pengaruh faktor-faktor produksi terhadap usahatani apel, Dalam usahatani apel, peningkatan hasil produksi usahatani dapat dilakukan dengan beberapa cara antara lain, intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian. Intensifikasi pertanian adalah upaya untuk meningkatkan kemajuan sektor pertanian dengan jalan menambah faktor-faktor produksi yang dibutuhkan. Namun mengingat sulitnya mencari lahan pertanian dan semakin sempitnya lahan pertanian untuk usahatani apel, serta laju pertumbuhan penduduk yang besar maka usaha peningkatan produktivitas usahatani apel dilakuakan dengan ekstensifikasi pertanian yaitu dengan cara pengoptimalan penggunaan faktor produksi. Untuk kemudian digunakan secara efektif dan efisien. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan kuisoner melalui kegiatan wawancara dan tabulasi data. Metode analisis kuantitatif dengan menggunakan pendekatan fungsi produksi Coob-DouglasS dengan SPSS dan juga menggunakan analisis R/C Ratio.Hasil dari penelitian ini Analisis pendapatan usahatani dengan perhitungan R/C ratio sebesar 8,333. Jadi, setiap penambahan Rp 1 akan meningkatkan penerimaan sebesar Rp.8,333,-. Faktor yang berpengaruh terhadap usahatani apel yaitu luas lahan karena nilai signifikannya kurang dari 0,5. Saran Petani diharapkan lebih mengoptimalkan biaya yang dikeluarkan dalam penggunaan faktor produksi agar tidak terjadi pemborosan biaya

    Analisis Rantai Pasok (Supply Chain) Komoditi Kopi Robusta Pada Kelompok Tani (Studi Kasus Di Desa Jatiarjo Kecamatan Prigen Kabupaten Pasuruan)

    No full text
    Perkembangan industri kopi di Indonesia dalam sepuluh tahun terakhir menunjukkan peningkatan yang positif dari segmen permintaan pasar. Hal tersebut dapat dilihat dari data laporan Badan Pusat Statistik Indonesia yang menyebutkan bahwa pada tahun 2017, hasil produksi kopi mencapai 716,1 ribu ton, dan pada tahun 2022, produksi kopi meningkat menjadi 794,8 ribu ton. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Jatiarjo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan. Lokasi penelitian dipilih secara sengaja menggunakan metode purposive, yang didasarkan pada berbagai pertimbangan tertentu. Responden dalam penelitian ini ditentukan dengan metode sensus. Metode ini dipilih karena populasi yang diteliti berjumlah tidak lebih dari 33 orang. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif, yang bertujuan untuk menggambarkan fenomena atau objek penelitian secara detail. Metode deskriptif menggambarkan hasil dari data lapangan, di mana peneliti menjelaskan temuan penelitian menggunakan kata-kata. Harga jual kopi robusta pada rantai pasok 1 di tingkat petani adalah Rp. 64.500,00 per kilogram. Adapun nilai margin pemasaran dari petani ke tengkulak lokal adalah sebesar Rp. 1.000,00 per kilogram, sedangkan dari tengkulak lokal ke pengumpul besar adalah sebesar Rp. 2.000,00 per kilogram. sedangkan pada struktur Rantai II di atas, diketahui bahwa anggota yang terlibat dalam struktur ini adalah petani dan CV. Abadi Sentosa. Harga jual yang diterima oleh petani adalah Rp 65.000 per kilogram, sedangkan harga jual kopi robusta bean di tingkat konsumen adalah Rp 67.000 per kilogram. nilai margin pemasaran dari petani ke pengumpul besar tercatat sebesar Rp 2.000,00. Berdasarkan hasil pembahasan mengenai rantai pasok kopi robusta di kelompok tani Subur Makmur II dan Subur Makmur III dapat disimpulkan bahwa: 1. Terdapat 3 pelaku pada tiap-tiap kelompok yang terlibat pada struktur rantai pasok kopi robusta yaitu: petani, tengkulak lokal dan pengumpul besar (CV. Kurnia, CV. Abadi Sentosa). Struktur rantai terdiri atas 2 jenis: Struktur rantai 1 melibatkan 3 pelaku yaitu petani - tengkulak lokal -pengumpul besar, struktur rantai 2 melibatkan 2 pelaku yaitu petani - pengumpul besar. 2. Hasil analisis efisiensi pemasaran pada masing-masing struktur rantai diperoleh hasil yaitu struktur rantai 1 diperoleh nilai margin Rp 3.000/kg dan persentase farmer’s share 95.55%. Struktur rantai 2 mempunyai nilai margin Rp 2.000/kg dan persentase farmer’s share 97.2%. Struktur. Struktur rantai 2 merupakan struktur rantai paling efisien untuk diterapkan dengan nilai margin terkecil dan farmer’s share terbesar

    Kinerja Kepala Desa Dalam Pengelolaan Aset Fisik Desa (Studi Di Desa Sumber Suko Kecamatan Kejayan Kabupaten Pasuruan)

    No full text
    Manajemen Kinerja merupakan kajian yang membahas mengenai tingkat pencapaian pelasanaan suatu program kegiatan atau kebijakan dalam mewujudkan tujuan yang ada pasa suatu organisasi. Tingkat manajemen kinerja kepala desa dalam pengelolaan aset desa di Desa Sumber Suko diukur menggunakan empat fungsi manajemen kinerja menurut George R.Terry dalam (Hamdi 2020) yaitu Perencanaan (Planning), Keorganisasian (Organizing), Implementasi (Actuanting), Pengawasan (Contoroling). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan kinerja kepala desa dalam pengelolaan aset desa di Desa Sumber Suko Kecamatan Kejayan Kabupaten Pasuruan untuk mengetahui tingkat kinerja kepala desa dalam pengelolaan aset desa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Metode pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data Miles Huberman (1992) yaitu reduksi data, penyajian data, verifikasi dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan kinerja kepala desa dalam pengelolaan aset desa di Desa Sumber Suko Kecamatan Kejayan Kabupaten Pasuruan belum dapat dikatakan mampu dalam mengelola aset desa karena masih banyaknya angka aset desa dalam manajemen kinerja kepala desa, kemudian bukti fisik aset yang mangkrak dan terbengkalai, hingga adanya fasilitas aset yang hilang dan rusak. Hal ini menjadi faktor penghambat adalah masih kurang maksimalnya perencanaan dan pengawasan oleh kepala desa dalam pengelolaan aset desa

    Strategi Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur Pemerintahan Desa Sentul Purwodadi Pasuruan

    No full text
    Desa sebagai entitas pemerintahan otonom memiliki kewenangan untuk mengatur urusan pemerintahan sendiri dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. Undang-Undang No. 6 Tahun 2014 tentang Desa menguatkan posisi desa dalam struktur pemerintahan nasional dan daerah, memberikan kesempatan untuk mengelola sumber daya manusia dengan lebih efektif. Sumber daya manusia merupakan elemen kunci dalam mencapai tujuan organisasi, termasuk dalam pemerintahan desa, di mana Aparatur Sipil Negara (ASN) memainkan peran penting. Pengembangan kapasitas ASN di desa, seperti di Desa Sentul, Kabupaten Pasuruan, penting untuk meningkatkan kinerja dan efektivitas pelayanan publik. Penelitian menunjukkan bahwa kapasitas aparatur desa di Desa Sentul masih menghadapi berbagai kendala. Faktor pendukung termasuk sumber daya manusia berpengalaman, partisipasi masyarakat aktif, dukungan pemerintah daerah, dan potensi ekonomi lokal. Namun, tantangan seperti keterbatasan infrastruktur, kurangnya akses teknologi, regenerasi aparatur yang lambat, dan prosedur administrasi yang rumit menghambat kinerja. Strategi peningkatan kapasitas meliputi perbaikan infrastruktur, pelatihan berkelanjutan, optimalisasi dukungan kebijakan, penguatan partisipasi masyarakat, dan antisipasi ancaman. Saran untuk penelitian selanjutnya adalah melakukan evaluasi berkala untuk menilai efektivitas strategi, mengembangkan program kaderisasi untuk calon aparatur, dan meningkatkan kolaborasi dengan lembaga pendidikan serta sektor swasta. Penerapan strategi ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas aparatur pemerintahan Desa Sentul, memperbaiki kinerja, dan meningkatkan pelayanan serta kesejahteraan masyarakat

    Analisis Semiotika Roland Barthes Tentang Makna Pemilu Damai Dalam Film Kejarlah Janji

    No full text
    Film Kejarlah Janji memberikan pesan tentang pemilu yang damai dan pendidikan politik yang kuat. Dalam film ini, Garin Nugroho mengangkat fenomena media baru yang memanas dan tidak sehat dalam situasi politik menjelang pemilu. Penelitian ini berjudul "Analisis Semiotika Roland Barthes tentang Makna Pemilu Damai dalam Film Kejarlah Janji". Penelitian ini bertujuan untuk mencari makna pemilu damai yang disampaikan dalam film “Kejarlah Janji”. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan semiotika Roland Barthes. Data dikumpulkan melalui metode dokumenter disetiap adegan-adegan yang relevan dalam film. Berdasarkan temuan dari analisis terhadap berbagai adegan dalam film “Kejarlah Janji” , ditemukan lima kategori utama yang mencerminkan makna pemilu damai: aman, tertib, damai, tanpa berita hoax, dan tanpa politik uang. Setiap kategori dianalisis melalui tiga tahap, yaitu denotasi, konotasi, dan mitos, sesuai dengan teori Roland Barthes

    Pengaruh Self-Imposed Terhadap Stres Akademik Dalam Penerapan Kurikulum Merdeka Di SMA Sejahtera Prigen

    No full text
    Kurikulum Merdeka resmi menjadi kurikulum nasional. Artinya secara sah diberlakukan untuk sekolah-sekolah di Indonesia termasuk di SMA Sejahtera Prigen dan bertujuan untuk mewujudkan pembelajaran yang holistik dan konstektual. Namun dalam penerapannya siswa-siswi tidak mampu beradaptasi dengan tuntutan kurikulum tersebut hingga mengalami stres akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh self-imposed terhadap stres akademik dalam penerapan kurikulum merdeka di SMA Sejahtera Prigen. Pendekatan penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Populasi adalah siswa SMA Sejahtera Prigen sebanyak 124 siswa. Sampel sebanyak 100 siswa yang diambil menggunakan teknik simple random sampling. Alat ukur yang digunakan untuk pengumpulan data adalah skala self-imposed dan skala stres akademik. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan diperoleh nilai koefisien korelasi (r) sebesar (-0,404) yang berarti hubungan negatif antara self-imposed dengan stres akademik siswa. Artinya semakin tinggi self-imposed maka stres akademik rendah begitu pula sebaliknya. Nilai F sebesar 18,093 dengan nilai signifikansi (Sig.) sebesar 0,000 < 0,05, artinya self-imposed secara signifikan memengaruhi stress akademik. Nilai koefisien determinan (r2) diperoleh sebesar 16,3%, menunjukkan bahwa sumbangan self-imposed dalam memengaruhi stress akademik adalah sebesar 16,3%. Dengan demikian hipotesis yang menyatakan bahwa ada pengaruh self-imposed terhadap stres akademik dalam penerapan kurikulim merdeka di SMA Sejahtera Prigen diterima

    1,291

    full texts

    3,084

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Yudharta Pasuruan Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇