Universitas Yudharta Pasuruan Repository
Not a member yet
3084 research outputs found
Sort by
Sinkretisme Budaya Sebagai Aktualisasi Local Wisdom Pada Yayasan Tlasih Delapan Tujuh Melalui Pendekatan Coordinated Management Of Meaning (CMM)
Penelitian ini berfokus pada Yayasan Tlasih Delapan Tujuh di Mojokerto yang berperan sebagai pusat pengembangan nilai-nilai budaya lokal. Latar belakang penelitian ini adalah pentingnya menjaga dan mengembangkan kearifan lokal di tengah keberagaman budaya dan agama di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana Yayasan Tlasih Delapan Tujuh mengaktualisasikan local wisdom melalui pendekatan Coordinated Management of Meaning (CMM). Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Yayasan Tlasih Delapan Tujuh berhasil memperkokoh nilai-nilai Pancasila, mempererat persaudaraan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan budaya melalui berbagai kegiatan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Yayasan Tlasih Delapan Tujuh efektif dalam memelihara dan mengembangkan budaya lokal serta mendukung keharmonisan sosial
Tradisi Barikan Sebagai Komunikasi Trasendental Dalam Budaya Islam- Hindu Di Desa Kesiman Dengan Pendekatan Symbolicinteraction Theory (Studi Makna Tradisi Barikan Selametan Deso Desa Kesiman Kec.Prigen)
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna tradisi Barikan sebagai bentuk komunikasi transendental dalam budaya Islam-Hindu di Desa Kesiman. Menggunakan pendekatan teori interaksi simbolik, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana simbol-simbol dalam ritual Barikan digunakan dan dipahami oleh masyarakat sebagai media komunikasi dengan leluhur dan Tuhan. Penelitian deskriptif kualitatif ini menemukan bahwa tradisi Barikan, yang diadakan setiap tahun dengan membawa nasi tumpeng dan hasil bumi, berfungsi sebagai ungkapan syukur dan permohonan keselamatan. Simbol-simbol dalam Barikan mencerminkan rasa hormat dan pengakuan terhadap leluhur dan Tuhan, serta memperkuat hubungan sosial antara masyarakat Muslim dan Hindu di desa tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi transendental melalui ritual Barikan memiliki peran penting dalam menjaga harmoni dan kerukunan antar umat beragama, sekaligus mendukung pariwisata budaya di Desa Kesiman
Analisis Isi Tentang Pesan Abusive Relationship (Pada Karakter Gus Birru Dan Alina Suhita) Di Dalam Film “Hati Suhita”
Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana pesan mengenai abusive relationship terwakili dalam karakter Gus Birru dan Alina Suhita dalam film "Hati Suhita". Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Fokus utama dari penelitian ini adalah pesan abusive relationship yang disampaikan. Data penelitian diperoleh dari tujuh adegan dalam film "Hati Suhita". Teknik pengumpulan data melibatkan dokumentasi dan studi pustaka. Untuk menganalisis data, digunakan teknik analisis isi yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa abusive relationship dalam film ini dikomunikasikan melalui interaksi interpersonal yang mencakup manipulasi emosional, intimidasi, pengalihan tanggung jawab, dan tekanan terhadap pasangan. Dampak dari abusive relationship pada karakter Alina Suhita mencakup perasaan rendah diri, rasa bersalah, dan tekanan emosional yang mendalam
Model Komunikasi Pariwisata Berbasis Budaya Dalam Menunjang Pariwisata Di Desa Edelweis Wonokitri Kabupaten Pasuruan
Desa Wonokitri adalah sebuah desa di Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur, dengan adat istiadat dan budaya Suku Tengger yang masih autentik, yang merupakan pintu masuk terakhir menuju kawasan Bromo dari Kabupaten Pasuruan. Dengan tujuan memahami model komunikasi pariwisata dan meningkatkan kunjungan wisata. Menggunakan metode deskriptif kualitatif, data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dan dianalisis secara deskriptif. Narasumber terdiri dari ketua Pokdarwis dan ketua peradah. Teori yang digunakan adalah model komunikasi dari Lasswell yaitu . Who Says what I which Channel To whom With what effect untuk menjelaskan komunikasi bukan sekadar penyampaian pesan, tetapi juga interaksi kompleks yang dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling terkait, Pesan yang efektif akan mampu menarik minat wisatawan, memperkaya pengalaman wisatawan, Dengan memanfaatkan berbagai saluran komunikasi yang tepat, pesan pariwisata berbasis budaya dapat disampaikan secara efektif untuk menarik minat wisatawan dan mendukung perkembangan pariwisata, serta meningkatkan pendapatan masyarakat. Kesimpulannya, model komunikasi lasswell dan melalui pendekatan dua arah dalam pengembangan pariwista berbasis budaya Dengan mengintegrasikan keragaman budaya suku tengger, akan menciptakan destinasi wisata yang unik dan bermakna, wisatawan yang berkunjung tidak hanya menikmati keindahan alam, tetapi juga mendapatkan pengalaman budaya yang kaya dan autentik
Analisis Pola komunikasi Pesantren Dalam Pencegahan Bullying Di Pondok Pesantren An-Nur Assalafy Kejayan Kabupaten Pasuruan
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola komunikasi pesantren dalam pencegahan bullying di Pondok Pesantren Annur Assalafy Kejayan Kabupaten pasuruan antara pengurus dan santri. Penelitian ini menggunakan teori komunikasi organisasi menurut Bartles J yang mengemukakan bahwa komunikasi organisasi proses pertukaran informasi dan pemahaman terjadi baik secara vertikal (antara atasan dan bawahan) maupun horizontal (antara rekan kerja atau departemen setingkat) untuk mencapai tujuan bisnis dan organisasi. Dan salah satu bentuk komunikasi organisasi adalah komunikasi vertikal yaitu komunikasi dari atasan kepada bawahan dan horizontal yaitu komunikasi sesama bawahan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan dokumentasi. Lokasi penelitian di pondok pesantren Annur Assalafy Kecamatan Kejayan Kabupaten Pasuruan dengan informan penelitian yaitu ketua Yayasan pondok pesantren Annur Assalafy, pengurus keamanan, Ustadz, dan santri. Teknik analisis data yang digunakan yaitu pengumpulan data, resuksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan menurut Miles and Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi terjadinya bullying di pondok pesantren Annur Assalafy yaitu faktor kepribadian atau kemauan diri sendiri. Bullying verbal merupakan bullying yang sering terjadi dan ada kebijakan, aturan, dan hukuman bagi santri yang melakukan kesalahan terutama bullying. Dan komunikasi yang dilakukan pengurus pesantren dan santri dalam pencegahan bullying terjadi pada beberapa kebijakan dan program atau kegiatan-kegiatan didalamnya. Dalam pola komunikasi vertikal atau komunikasi dari atasan yaitu pengurus kepada bawahan atau santri terjadi pada kegiatan santri parenting yang dapat membangun karakter santri, pengajian, dan budaya positif pesantren yaitu komunikasi dengan pengurus maupun santri harus menggunakan bahasa yang sopan, tidak kotor, berperilaku baik. Sama seperti didalam kitab Ta’lim Muta’allim yang membahas tentang komunikasi yang baik kepada guru, cara menghormati guru dan sesame santri. Sedangkan pola komunikasi horizontal atau komunikasi antar santri dalam pencegahan bullying terjadi pada kegiatan ngaji bareng dan jagongan santri atau kumpul-kumpul yang dapat mencegah bullying karena didalamnya terdapat komunikasi yang terbuka antar santri, membentuk karakter, menumbuhkan sikap toleransi. Berdasarkan arahnya kegiatan santri parenting, pengajian termasuk dalam pola komunikasi satu arah karena tidak ada timbal balik dari santri, sedangkan kegiatan budaya positif pesantren, ngaji bareng, jagongan termasuk pola komunikasi dua arah karena adanya timbal balik dari santri
Dinamika Antara Hiburan Dan Politik Dalam Konteks Pemilihan Umum ; Studi Kasus Fenomena Perolehan Suara Komeng Pada Pemilu 2024
Penelitian ini mengkaji dinamika antara hiburan dan politik dalam Pemilihan Umum, dengan fokus pada perolehan suara Komeng pada Pemilu 2024, untuk memahami bagaimana popularitas artis mempengaruhi hasil pemilu dan strategi kampanye. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada fenomena perolehan suara dan kemenangan Komeng dalam Pemilu 2024. Teknik pengumpulan data melalui studi literatur dari buku-buku, jurnal, artikel, dan penelusuran internet. Hasil penelitian ditemukan bahwa popularitas Komeng sebagai pelawak dan aktor menjadi faktor yang signifikan terhadap perolehan suaranya. Komeng yang memiliki kepribadian humoris dan jauh dari isu negatif membuatnya memiliki daya tarik yang kuat karena karakteristiknya yang menyenangkan serta sudah dikenal oleh masyarakat luas. Citra Komeng selama ini telah membentuk personal branding yang menunjangnya dalam meraih kesuksesan ketika terjun ke dunia politik untuk pertama kalinya. Penggunaan foto yang tidak biasa pada surat suara menjadi senjata yang ampuh bagi Komeng untuk meraih lebih dari lima juta suara meskipun tanpa melakukan kampanye. Penambahan nama panggung ke dalam nama aslinya serta pemilihan jalur DPD Dapil Jawa Barat juga menjadi strategi positioning yang jitu dalam kemenangan Komeng. Komeng telah menghadirkan panggung entertainment politics (politik hiburan) di tengah persaingan politik yang sengit. Konsep politik hiburan, yang menonjolkan keceriaan di tengah ketegangan politik semacam itu, mampu menciptakan resonansi emosional bahkan menciptakan hubungan emosional yang kuat di kalangan pemilih, meraih simpati publik, dan pastinya membuat Komeng mampu menunjukkan eksistensi diri di bursa politik
Pengaruh Empati Terhadap Perilaku Prososial Remaja Di Desa Karangrejo Gempol
Banyaknya remaja di Ds. Karangrejo kurang memiliki perilaku prososial sehingga tidak adanya kepedulian terhadap lingkungan sekitar, oleh karena itu peneliti memilih desa ini sebagai tempat penelitian. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh empati terhadap perilaku prososial remaja di Desa Karangrejo Gempol. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif.Populasi dalam penelitian ini adalah remaja di Desa Karangrejo Gempol yang berjumlah 412 remaja. Sampel penelitian sebanyak 198 remaja diambil dengan menggunakan teknik Proportional Random Sampling.Alat ukur yang digunakan dalam pengumpulan data menggunakan skala empati terdiri dari 20 aitem yang valid dengan validitas 0,31-0,71 dan reliabilitas sebesaar 0,89 sedangkan skala perilaku prososial yang terdiri dari 20 aitem yang valid dengan validitas sebesar 0,31 – 0,61 dan reliabilitas sebesar 0,90. Analisis data menggunakan analisis regresi linier sederhana. Hasil penelitian diperoleh F sebesar 10,390 dengan signifikansi (Sig) sebesar 0,001 < 0,05. Dengan demikian hipotesis yang menyatakan bahwa “ada pengaruh empati terhadap perilaku prososial remaja di Desa Karangrejo Gempol’’ diterima
Komunikasi Asertif Ditinjau Dari Harga Diri Pada Mahasiswa Di Kabupaten Pasuruan
Mahasiswa berada dilingkungan kampus sering menghadapi kesulitan dalam mengungkapkan perasaan atau pikiran kepada teman, serta kesulitan dalam bersikap tegas dalam menolak hal-hal yang tidak sesuai dengan keinginannya. Kemampuan komunikasi yang kurang asertif ditandai dengan individu yang banyak menghabiskan waktu untuk menyenangkan orang lain dan mengabaikan kepentingan diri sendiri. Salah satu faktor yang mempengaruhi komunikasi asertif pada mahasiswa adalah harga diri. Harga diri menjadi hal yang penting terutama mahasiswa karena individu yang mendapatkan harga diri yang positif akan lebih mampu memberikan kecakapan seorang menyampaikan pendapat dan perasaan tetapi tidak membebani diri sendiri ataupun orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah harga diri mempengaruhi komunikasi asertif pada mahasiswa di Kabupaten Pasuruan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik insidental dengan pengambilan data menggunakan skala komunikasi asertif dan skala harga diri. Subjek dalam penelitian ini melibatkan sebanyak 382 mahasiswa di Kabupaten Pasuruan. Hasil analisis data menunjukkan bahwa kedua variabel komunikasi asertif dan harga diri secara berpengaruh signifikan terhadap mahasiswa, dibuktikan dengan penelitian nilai F sebesar 13,670, dengan tingkat signifikansi sebesar < 0,001 dimana nilai signifikansi < 0,05. Dengan demikian, hasil penelitian ini menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan antara harga diri terhadap komunikasi asertif. Dimana harga diri memberikan sumbangan efektif sebesar 3,5% terhadap komunikasi aserif
Pengaruh Kestabilan Emosi Terhadap Kecemasan Akademik Mahasiswa Tingkat Akhir Yang Sedang Menjalani Skripsi
Kecemasan yang dialami oleh mahasiswa tingkat akhir yang sedang menjalani skripsi dalam dunia pendidikan disebut kecemasan akademik. Mahasiswa yang mengalami kecemasan akademik dapat dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal yang digunakan dalam penelitian yaitu kestabilan emosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh kestabilan emosi terhadap kecemasan akademik mahasiswa tingkat akhir Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang. Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa tingkat akhir Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang. Sampel penelitian ini sebanyak 142 mahasiswa menggunakan simple random sampling. Alat ukur yang digunakan dalam pengumpulan data menggunakan skala kestabilan emosi dan skala kecemasan akademik. Teknik analisis menggunakan analisis regresi exponential (non-linear). Adapun hasil analisis data uji korelasi (r) sebesar -0,081 yang artinya kekuatan korelasi kestabilan emosi dengan kecemasan akademik sangat rendah. Hasil penelitian ini menunjukkan tidak ada pengaruh yang signifikan kestabilan emosi terhadap kecemasan akademik mahasiswa tingkat akhir Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang. Hal tersebut ditunjukkan dari perhitungan Uji F dengan nilai F-hitung sebesar 0,076 > 0,05. Dengan demikian hipotesis yang menyatakan ada pengaruh kestabilan emosi terhadap kecemasan akademik “ditolak” dengan distribusi koefisien determinan (R2) sebesar 2,2%
Hubungan Antara Pola Asuh Dengan Kontrol Diri Pada Remaja Di Kota Pasuruan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh antara pola asuh terhadap kontrol diri pada remaja di kota Pasuruan. Pendekatan penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini remaja Kota Pasuruan sebanyak 3342 mahasiswa. Sampel penelitian sebanyak 384 mahasiswa yang diambil menggunakan teknik incidental sampling. Alat ukur yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu skala kontrol diri. Analisis data menggunakan Uji-F antar kelompok. Berdasarkan hasil analisis independent sempel f-test didapati nilai f sebesar 12,903 dengan signifikansi (Sig) sebesar 0,000 karena nilai Sig < 0,05 dapat disimpulkan adanya pengaruh pola asuh terhadap kontrol diri. Hasil penelitian membuktikan bahwa hipotesis diterima, yaitu terdapat perbedaan kontrol diri remaja yang diasuh dengan pola asuh demokratis dengan nilai mean 75,47, otoriter dengan nilai mean 75,22, dan permisif 71,50. Dapat disimpulkan bahwa kontrol diri siswa yang mengalami pola asuh demokratis lebih baik daripada siswa yang mengalami pola asuh otoriter dan permisif