Repository Universitas Muhammadiyah Jember
Not a member yet
19650 research outputs found
Sort by
THE EFFECT OF TIKTOK ASSISTED LEARNING ON ENHANCING EFL STUDENTS’ SPEAKING SKILL
In the digital era, many students struggle with speaking English due to lack of confidence, limited vocabulary, and fear of making mistakes. Meanwhile, TikTok has become one of the most popular platforms among young people and presents an opportunity to engage students in a familiar and enjoyable environment. This research entitled “The Effect of Tiktok Assisted Learning on EFL Students’ Speaking Skill” aimed to investigate whether the integration of TikTok content, particularly from the @jagobahasa.com account, could significantly affect students’ spekaing performance in English.
In this research, the main problem is “Does the use of TikTok assisted learning significantly affect the speaing skills of EFL students majoring in Hospitality at SMKN 3 Jember compared to those who engage in self-directed learning using freely chosen resources?” this study employed a quantitative quasi-experimental design with flipped learning approach, involving two groups: XI APH 3 as the experimental group and XI APH 1 as the control group. Both groups completed pretest and posttest through role-play assessments on hospitality-related themes and scored based on fluency, pronunciation, grammar, and comprehension.
The experimental group received treatment through TikTok assisted learning, while the control group conducted independent learning using various media of their own choosing. Data were analyzed using the Mann-Whitney U test, with the results showing a significance value of 0.002 (p < 0.05), indicating a statistically significant difference in speaking performance between the two groups.
It can be concluded that TikTok assisted learning, when implemented within a flipped learning framework, can effectively support the development of students’ speaking skills in vocational English classrooms. Based on this finding, it is recommended that English teachers consider integrating short, focused TikTok videos into their instructional strategies to enhance student engagement and provide contextualized language exposure that is both relevant and motivating
Tanggung Jawab Pemerintah Daerah Kabupaten Jember Dalam Menangani Prostitusi Gay Berdasarkan Undang - Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah
Abstark
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana wewenang serta tanggung jawab Pemerintah Daerah
Kabupaten Jember dalam menangani masalah terkait kasus Prostitusi Gay yang praktiknya semakin terlihat di Kabupaten
Jember dengan berdasarkan ketentuan yang ada di Undang - Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan
Daerah. Sehingga peneliti tertarik untuk melakukan penelitian ini. Peneliti menggunakan jenis penelitian yuridis
normative dengan metode pendekatan menggunakan peraturan perundangan dan konseptual. Adapun hasil dari
penelitian ini yakni tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Jember dalam menangani masalah prostitusi gay selama ini
hanya terbatas pada upaya pencegahan HIV/AIDS. Hingga saat ini, belum terdapat Peraturan Daerah (Perda) maupun
Peraturan Kepala Daerah (Perkada) yang secara tegas dan khusus mengatur tata kelola, pencegahan, serta
penanggulangan prostitusi gay di wilayahnya. Padahal, prostitusi gay termasuk kategori bencana non-alam yang
berdampak serius, seperti timbulnya korban jiwa serta gangguan psikologis dan mental pada pelakunya. Kondisi ini
menunjukkan adanya kekosongan regulasi yang berpotensi menghambat efektivitas penanganan masalah tersebut
Absract
This study aims to analyze the authority and responsibility of the Jember
Regency Government in addressing issues related to gay prostitution, a practice that is
increasingly prevalent in Jember Regency, based on the provisions of Law Number 23 of
2014 concerning Regional Government. Therefore, the researcher is interested in
conducting this research. The researcher used a normative juridical research type with an
approach method utilizing statutory regulations and conceptual. The results of this study
indicate that the Jember Regency Government's responsibility in addressing gay
prostitution has so far been limited to efforts to combat HIV/AIDS. To date, there is no
Regional Regulation (Perda) or Regional Head Regulation (Perkada) that expressly and
specifically regulates the management, prevention, and handling of gay prostitution in
the region. In fact, gay prostitution is categorized as a non-natural disaster with serious
impacts, such as loss of life and psychological and mental disorders in perpetrators. This
condition indicates a regulatory vacuum that has the potential to hinder the effective
handling of this problem
ANALISIS PENGARUH PERSEPSI HARGA, DIVERSIFIKASI PRODUK, WORD OF MOUTH (WOM), DAN TEMPAT TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK UD TANI MAKMUR
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh persepsi harga, diversifikasi produk, Word of Mouth (WOM), dan tempat terhadap keputusan pembelian produk di UD Tani Makmur. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan survei, di mana data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada konsumen UD Tani Makmur. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda untuk menguji pengaruh variabel-variabel tersebut secara simultan maupun parsial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi harga, diversifikasi produk, Word of Mouth (WOM), dan tempat secara signifikan memengaruhi keputusan pembelian konsumen. Persepsi harga menjadi faktor utama karena dianggap terjangkau, sesuai kualitas, bersaing, dan sepadan dengan manfaat. Diversifikasi produk ditandai oleh variasi lengkap, tampilan menarik, ketersediaan memadai, harga kompetitif, dan inovasi berkelanjutan. WOM berperan melalui rekomendasi dari orang terdekat dan influencer dengan media sosial sebagai sarana utama. Faktor tempat juga penting, didukung aksesibilitas mudah, lokasi strategis, fasilitas parkir, dan lingkungan nyaman. Temuan ini menyarankan UD Tani Makmur untuk terus mengoptimalkan strategi harga, mengembangkan produk inovatif, meningkatkan komunikasi positif melalui WOM, dan menjaga lokasi toko agar tetap strategis guna memperkuat daya saing dan meningkatkan keputusan pembelian konsumen
Analisi Semiotika dalam Film Bumi Manusia: Representasi Kolonialisme dan Perjuangan kelas
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi kolonialisme dan
perjuangan kelas dalam film Bumi Manusia (2019) karya Hanung Bramantyo
dengan menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Film ini diadaptasi
dari novel karya Pramoedya Ananta Toer dan mengangkat realitas sosial pada masa
penjajahan Hindia-Belanda melalui tokoh utama Minke dan Nyai Ontosoroh.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik analisis deskriptif,
serta menyoroti makna tanda-tanda dalam film pada tiga tingkatan: denotatif,
konotatif, dan mitologis. Selain itu, teori konflik Ralf Dahrendorf digunakan untuk
memperkuat analisis dalam memahami dinamika kekuasaan dan ketimpangan
sosial yang muncul dalam narasi film. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film
Bumi Manusia menggambarkan kolonialisme sebagai lebih dari penjajahan
fisik. Ini juga mencakup dominasi hukum, bahasa, pendidikan, dan budaya yang
menindas, terutama terhadap perempuan. Nyai Ontosoroh menjadi simbol
perlawanan terhadap patriarki dan kolonialisme. Minke menunjukkan kesadaran
kelas dan perjuangan untuk hak-hak dasar. Film ini mengkritik narasi kolonial dan
berfungsi sebagai medium kritik sosial dan ideologis terhadap struktur kuasa
kolonial. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap
pengembangan kajian komunikasi visual, studi budaya, serta wacana kritis dalam
representasi sejarah melalui media film
PENGARUH TAMBAHAN PENGHASILAN PEGAWAI DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL DENGAN MOTIVASI KERJA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING PADA DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN JEMBER
Sumber daya manusia (karyawan atau staf) dalam suatu organisasi perusahaan/lembaga senantiasa dianggap sebagai aset vital bagi organisasi tersebut. Kinerja atau prestasi kerja dapat diartikan sebagai tercapainya hasil kerja sesuai dengan kaidah dan standar yang berlaku pada setiap organisasi. Kinerja karyawan dapat dikatakan juga sebagai hasil atau output dari suatu proses. Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP), Lingkungan Kerja, dan Motivasi merupakan beberapa faktor yang mendukung kinerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui secara langsung maupun tidak langsung hubungan antara Tambahan Penghasilan Pegawai dan Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Pegawai dengan Motivasi sebagai variabel intervening pada Dinas Pendidikan Kabupaten Jember. Jumlah populasi sebanyak 106 orang yaitu pegawai yang berstatus PNS, kemudian peneliti menggunakan seluruh populasi sebagai sampel dalam penelitian ini. Teknik analisis yang digunakan adalah Structural Equation Model (SEM) dengan menggunakan aplikasi WarpPLS 7.0. Hasil analisis data menunjukkan (1) variabel Tambahan Penghasilan Pegawai dan Lingkungan Kerja secara langsung berpengaruh positif dan signifikan terhadap Motivasi Kerja. (2) Variabel Pendapatan Tambahan Karyawan, Lingkungan Kerja, dan Motivasi Kerja secara langsung berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Karyawan. (3) Variabel Pendapatan Tambahan Karyawan secara tidak langsung berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap Kinerja Karyawan melalui Motivasi Kerja. (4) Lingkungan Kerja secara tidak langsung berpengaruh positif signifikan terhadap Kinerja Karyawan melalui Motivasi Kerja
ANALISIS DAMPAK LETAK SAMBUNGAN TULANGAN PADA UJUNG DAN TENGAH BENTANG KOLOM BETON BERTULANG TERHADAP KINERJA STRUKTUR (Studi Kasus: Asrama Wiyata Universitas Muhammadiyah Jember)
Dalam konstruksi beton bertulang, kolom merupakan salah satu elemen struktur utama yang berfungsi menyalurkan beban dari balok dan pelat ke pondasi. Kolom sangat berpengaruh terhadap stabilitas bangunan karena fungsinya yang penting dalam menopang beban. Pada bangunan bertingkat, penempatan sambungan pada kolom beton bertulang harus dilakukan dengan sangat teliti dan hati-hati. Letak sambungan biasanya ditempatkan pada area dengan momen minimum untuk mengurangi risiko kegagalan akibat beban yang terjadi. Namun dalam penerapan di lapangan letak sambungan baik di ujung maupun di tengah bentang kolom tetap membuat bangunan berdiri kokoh. Oleh karena itu, diperlukan penelitian untuk mengevaluasi dampak dari berbagai alternatif letak sambungan kolom guna menentukan posisi yang paling optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak letak sambungan kolom beton bertulang di ujung dan tengah kolom terhadap kinerja. Pemodelan struktur gedung ini menggunakan software STAAD.Pro Hasil penelitian menunjukkan bahwa momen yang terjadi pada bangunan relativ lebih kecil pada saat momen berada pada tengah bentang yaitu sebesar 1,378 kNm dengan panjang penyaluran rata-rata yang dihasilkan sebesar 270 mm. Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa letak sambungan tulangan paling optimal yaitu pada tengah bentang kolom
ANALISIS PENGGUNAAN STRUKTUR PONDASI PLAT LAJUR BETON DENGAN TANAH DASAR DIPERBAIKI MENGGUNAKAN URUGAN SIRTU (Studi Kasus: Gedung Halal Center Universitas Islam KH. Achmad Shiddiq Jember)
Perbaikan tanah menggunakan urugan sirtu terbukti efektif meningkatkan kinerja pondasi plat lajur beton, terutama dalam menurunkan deformasi vertikal dan meningkatkan stabilitas. Pemodelan numerik dilakukan menggunakan PLAXIS 2D pada empat variasi ketebalan urugan (0,8 m, 1,0 m, 1,5 m, dan 2,0 m). Hasil analisis menunjukkan penurunan vertikal menurun dari 2,1 cm menjadi 1,9 cm, sedangkan faktor keamanan meningkat dari 1,84 menjadi 1,982. Semua nilai penurunan berada di bawah batas maksimum SNI 8460:2017, yaitu 0,5, sehingga pelat pondasi dengan tebal 0,4 m dikategorikan kaku dan memenuhi syarat perencanaan. Kombinasi kedalaman pondasi 1 meter dengan sirtu 1,5 meter dinilai paling optimal karena memberikan deformasi minimum, distribusi tegangan merata, dan kestabilan struktur yang tinggi
Hubungan Penurunan Visus Penglihatan Dengan Kualitas Hidup Pada Penderita Hipertensi Di RSD Kalisat Jember
Visus penglihatan merupakan baik buruknya fungsi mata secara keseluruhan. Kondisi medis yang kronis seperti hipertensi dapat menimbulkan berbagai komplikasi yang berakibat pada penurunan visus penglihatan. Penurunan visus penglihatan dapat membatasi aktivitas sehari-hari dan menimbulkan ketergantungan, koondisi ini berpotensi memengaruhi kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penurunan visus penglihatan dengan kualitas hidup pada penderita hipertensi di RSD Kalisat Jember. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain korelasi pendekatan cross sectional. Jumlah responden sebanyak 55 orang penderita hipertensi di RSD Kalisat Jember yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen yang digunakan meliputi lembar observasi visus menggunakan Snellen Chart dan kuesioner WHOQOL-BREF untuk mengukur kualitas hidup. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji korelasi Spearman Rho. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan secara statistik antara penurunan visus penglihatan dengan kualitas hidup pada penderita hipertensi. Hal ini dibuktikan dengan nilai koefisien korelasi (rho) sebesar -0.340 dan nilai signifikansi (p-value) sebesar 0.011 (p < 0.05). Mayoritas pasien hipertensi di RSD Kalisat Jember sebesar (54,5%) mengalami penurunan visus sedang, dan (70,9%) memiliki kualitas hidup rendah. Pasien dengan angka penurunan visus sedang didapatkan kualitas hidup rendah pada pasien hipertensi di RSD Kalisat Jember di RSD Kalisat. Temuan ini menekankan perlunya perhatian lebih terhadap kondisi penglihatan pasien hipertensi guna meningkatkan kualitas hidupnya secara holistik.
Kata kunci: Hipertensi, Kualitas Hidup, Penurunan Visus, Snellen Chart WHOQOL-BREF.
Daftar Pustaka 59 (2019-2024
STRATEGI HUMAS SL_PROJECT DALAM PELAKSANAAN EVENT MOUNTAIN BIKE GOSIL 6 DI YAYASAN PONDOK PESANTREN MIFTAHUL ULUM BANYUWANGI
Program Proyek/Studi Independent di Universitas Muhammadiyah Jember merupakan salah satu metode pembelajaran dalam kebijakan Kampus Merdeka, yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengembangkan ide inovatif melalui kegiatan yang tidak tercakup dalam kurikulum. Salah satu kegiatan yang diadakan adalah Mountain Bike Gosil 6, yang diselenggarakan oleh SL_Project dan Pondok Pesantren Miftahul Ulum Wongsorejob Banyuwangi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi humas SL project dalam
menyelenggaran event mountain bike gosil 6 yang diselenggarakan di Yayasan Pondok Pesntren Miftahul Ulum Banyuwangi dengan mengacu pada teori manajemen humas simetris dua arah. Penelitian ini menggunakan metode
deksriptif kualitatif dengan tujuh informan. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dalam upaya mensukseskan event Acara ini bertujuan untuk memperingati haul ponpes dan mempromosikan gaya hidup sehat
serta pelestarian lingkungan. Dalam upaya mempromosikan event Mountain Bike, SL_Projek menggunakan media sosial Facebook dan WhatsApp, serta membangun komunikasi yang baik dengan komunitas pecinta sepeda gunung. Strategi tersebut dinilai berhasil karena pada event Gosil 6 ini terdapat kenaikan peserta hingga mencapai hampir 200% dari tahun tahun sebelumnya
STUDI PENGGUNAAN DINDING PENAHAN TYPE GABION (BERONJONG) DENGAN KOMBINASI GEOGRID UNTUK MENANGGULANGI LONGSOR (STUDI KASUS JALAN PANDUMAN – SUCOPANGEPOK )
Pembangunan dinding penahan tanah di ruas jalan Panduman–Sucopangepok, Kecamatan Jelbuk, diperlukan untuk mencegah terjadinya longsor serta menjaga keberlanjutan fungsi jalan sebagai akses utama masyarakat. Salah satu metode yang digunakan adalah dinding penahan tipe gabion, yang bersifat ekonomis, ramah lingkungan, dan efektif untuk stabilisasi lereng. Gabion bekerja berdasarkan berat sendiri, namun stabilitasnya dapat ditingkatkan melalui penambahan material
geosintetik seperti geogrid. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi stabilitas gabion dengan dan tanpa geogrid, baik pada konfigurasi tegak maupun miring, serta menentukan variasi panjang dan jarak geogrid yang paling efektif. Hasil analisis menunjukkan bahwa konfigurasi gabion tegak dengan geogrid sepanjang 3 meter dan jarak vertikal 1 meter memberikan faktor keamanan tertinggi, yakni 2,21 terhadap guling dan 3,60 terhadap geser. Namun, pada konfigurasi miring, gabion tanpa geogrid justru lebih stabil, dengan nilai faktor keamanan 2,24 (guling), 1,60 (geser), 1,75 (lereng), dan daya dukung 15,11. Oleh karena itu,konfigurasi gabion miring tanpa geogrid lebih direkomendasikan, kecuali dilakukan penyesuaian arah pemasangan geogrid