Repository Universitas Muhammadiyah Jember
Not a member yet
19650 research outputs found
Sort by
STUDI KELAYAKAN PONDASI STRAUSS TERHADAP STRUKTUR ATAS (STUDI KASUS: PROYEK PENGEMBANGAN RUANG OPERASI/OK HYBRID RSUD DR. HARYOTO LUMAJANG)
Pondasi merupakan elemen struktural bawah yang berfungsi menyalurkan beban dari elemen struktur atas ke tanah pendukung. Kelayakan pondasi perlu di analisa sehingga dapat menahan beban kerja di bawah kapasitas izin dan merespons gaya gempa sesuai ketentuan perencanaan. Pada gedung ruang operasi/Ok Hybrid RSUD Dr. Haryoto ini masih belum dilakukan studi kelayakan struktur. Tujuan penelitian mengkaji kelayakan pondasi strauss dalam menahan beban struktur terhadap struktur atas dan mengetahui intensitas gempa yang dapat ditahan oleh struktur. Metode penelitian menggunakan analisa daya dukung ultimate (Qall(g)) dari data pengujian tanah sondir. Nilai (Qall(g)) ≤ Qmaks, dimana Qmaks merupakan kapasitas daya dukung maksimal yang didapatkan dari analisa beban aksial dan momen pada tingkatan intensitas gempa 100%, 75%, 50%, dan 30% di SAP2000. Hasil menunjukkan nilai (Qall(g)) pada pondasi PD1K1 dan PD1K2 sebesar 493,36 kN sementara untuk PD2K3 dan PD2K4 323,52 kN. Untuk (Qall(g)) pada intensitas gempa 100% sesuai dengan analisa SAP2000 adalah sebesar 468,27 kN, 271,73 kN, 205,19 kN dan 144,69 kN. Oleh karena itu, penelitian ini membuktikan bahwa pondasi sudah layak dalam menahan beban struktural dan gaya seismik. Penggunaan fitur foundation design pada SAP2000 disarankan untuk meningkatkan akurasi analisa dan efisiensi perencanaan
Tanggung Jawab Bank BSI Atas Kebocoran Data Nasabah
Penelitian ini menelaah tanggung jawab hukum Bank Syariah Indonesia (BSI) atas kasus kebocoran data nasabah pada Mei 2023 yang dikaitkan dengan kelompok peretas LockBit 3.0. Peristiwa tersebut menimbulkan kerugian material maupun immaterial bagi nasabah sekaligus menyoroti lemahnya perlindungan hukum di sektor perbankan digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana kewajiban hukum BSI sebagai pengendali data pribadi dapat ditegakkan serta mengevaluasi kemungkinan penerapan pertanggungjawaban pidana korporasi. Metode penelitian menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan teknik deduktif-sintesis. Kajian dilakukan melalui statute approach dengan menelaah Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU No. 27 Tahun 2022), Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, serta POJK No. 38/POJK.03/2016. Selain itu, digunakan pendekatan konseptual untuk mengulas doktrin hukum mengenai perlindungan data dan corporate criminal liability, serta pendekatan historis untuk menelusuri perkembangan regulasi. Analisis dilakukan tidak hanya pada teks hukum, tetapi juga praktik implementasi dan peran lembaga pengawas. Hasil penelitian menunjukkan BSI bahwa memiliki kewajiban hukum menjaga kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan data nasabah. Namun, pelaksanaan regulasi belum optimal akibat keterbatasan infrastruktur, minimnya audit keamanan, lemahnya akuntabilitas, dan kurangnya koordinasi dengan otoritas eksternal. Dari sisi hukum pidana, bank dapat dimintai pertanggungjawaban korporasi apabila terbukti lalai mengantisipasi dan menangani insiden siber. Kesimpulannya, perlindungan data perbankan di Indonesia masih menghadapi hambatan normatif maupun praktis. Oleh karena itu, penguatan regulasi, penerapan prinsip kehati-hatian, penegakan doktrin corporate criminal liability, peningkatan kapasitas lembaga pengawas, serta transparansi, akuntabilitas, edukasi, inovasi, dan mekanisme pemulihan efektif diperlukan. Partisipasi masyarakat, dukungan teknologi modern, serta konsistensi pengawasan menjadi faktor vital menjaga kepastian hukum, stabilitas, dan kepercayaan publik terhadap sistem perbankan nasional
Pengaruh Financial Literacy Terhadap Financial Stress Pada Generasi Z
Generasi Z menjadi kelompok usia terbesar yang saat ini tengah memasuki usia produktif dan mulai menghadapi tantangan finansial secara mandiri, namun kenyataannya Gen Z juga rentan terhadap tekanan ekonomi dan sosial yang memunculkan kondisi financial stress. Salah satu faktor yang menyebabkan financial stress adalah financial literacy, dengan adanya financial literacy yang baik dapat membantu individu dalam mengelola tingkat financial stress. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh financial literacy terhadap financial stress. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif korelasional, dengan sampel sejumlah 384 Generasi Z. Teknik sampling yang digunakan adalah accidental sampling dan dikumpulkan melalui media Google Formulir. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah APR Financial Stress Scale (24 item, α = 0.926) dan Financial Literacy Scale (16 item, α= 0.737). hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara financial literacy terhadap financial stress (F [1][382] = 24.039; p<0,05). financial literacy memberikan pengaruh yang signifikan negatif terhadap financial stress pada Generasi Z (β= - 0.243; p<0.05) sehingga semakin tinggi financial literacy makan semakin rendah tingkat financial stress. Pada penelitian selanjutnya disarankan untuk mengkeksplorasi lebih dalam terkait faktor-faktor yang dapat mempengaruhi tingkat financial stress pada Generasi Z
PENERAPAN ALGORITMA RANDOM FOREST DALAM ANALISIS DAN PREDIKSI TINGKAT KEJAHATAN DI KABUPATEN JEMBER BERDASARKAN DATA KRIMINALITAS POLRES JEMBER
Kejahatan merupakan permasalahan sosial yang dapat mengganggu stabilitas masyarakat, terutama di wilayah dengan intensitas aktivitas tinggi seperti Kota Jember. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memprediksi tingkat kejahatan berdasarkan data kriminalitas dari Polres Jember tahun 2019–2023 menggunakan algoritma Random Forest. Data yang digunakan mencakup informasi jenis kejadian, waktu kejadian, tanggal, dan lokasi kejadian. Tahapan penelitian meliputi Preprocessing Data, pembentukan model klasifikasi kerawanan kejahatan (rawan dan tidak rawan), serta evaluasi performa model berdasarkan akurasi, presisi, Recall, dan F1-Score. Untuk mendukung visualisasi spasial dari hasil prediksi, digunakan perangkat lunak QGIS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa algoritma Random Forest memiliki akurasi sebesar 98% pada data uji, Recall 100%, dan F1-score 71,16%, dengan presisi sebesar 55,26%. Meskipun model memiliki sensitivitas tinggi terhadap kejadian rawan, presisi yang relatif rendah menunjukkan perlunya peningkatan dalam penanganan kesalahan klasifikasi positif palsu. Integrasi antara machine learning dan analisis spasial ini diharapkan dapat membantu aparat penegak hukum dalam merancang strategi pencegahan kejahatan yang lebih efektif dan berbasis dat
Pengaruh Variasi Arus Pengelasan Shield Metal Arc Welding Terhadap Kekuatan Tarik dan Kekuatan Bending Material Baja ST 42
Pengelasan merupakan salah satu metode penyambungan logam yang banyak diterapkan dalam industri, baik pada bidang konstruksi, pembuatan mesin, maupun peralatan pabrik. Penelitian ini menggunakan metode pengelasan Shielded Metal Arc Welding (SMAW) dengan material baja ST 42 dan elektroda E6013. Variasi arus listrik yang digunakan adalah 95 A, 105 A, dan 115 A. Tujuan penelitian adalah menganalisis pengaruh variasi arus terhadap sifat mekanik dan struktur mikro hasil pengelasan. Hasil pengujian tarik menunjukkan bahwa arus 105 A menghasilkan nilai optimum dengan beban maksimum rata-rata 22.908,31 N, tegangan tarik 229,083 MPa, dan regangan 4,99%. Nilai terendah diperoleh pada arus 95 A dengan beban maksimum 15.608,12 N, tegangan 156,081 MPa, dan regangan 3,35%. Uji bending juga memperlihatkan hasil terbaik pada arus 105 A dengan nilai beban tekuk 15.496,66 N dan tegangan lentur 697,35 MPa. Analisis struktur mikro menunjukkan bahwa pengelasan dengan arus 105 A menghasilkan distribusi fasa terbaik, yaitu 70% pearlite dan 30% ferrite, yang berkontribusi pada peningkatan sifat mekanik. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan arus 105 A pada pengelasan SMAW baja ST 42 memberikan sifat mekanik dan struktur mikro yang paling optimal
PERAN TRANSFORMASIONAL MIDDLE MANAJER DALAM MEMODERASI PENGARUH PENGETAHUAN, KETERAMPILAN, DAN ORGANISATORIS TERHADAP PEMASARAN DIGITAL (Studi Pada Perusahaan Farmasi se Jawa Timur)
Perkembangan teknologi digital yang pesat telah merevolusi lanskap bisnis global, termasuk industri farmasi. Dalam konteks ini, peran middle manager menjadi krusial sebagai penghubung strategis antara manajemen puncak dan lini operasional dalam mendorong adopsi teknologi digital. Penelitian ini menggunakan kombinasi dari teori Kepemimpinan Tranformasional, Resource-Based View (RBV), Kinerja Organisadi dan Technology Acceptance Model (TAM) untuk mengkaji pengetahuan, keterampilan, organisatoris, transformasional middle manajer dan pemasaran digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengetahuan teknologi, keterampilan penggunaan, dan organisatoris terhadap keberhasilan pemasaran digital perusahaan farmasi di Jawa Timur, serta menguji peran moderasi kepemimpinan transformasional middle manager dalam hubungan tersebut. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan metode sensus terhadap 200 middle manager dari perusahaan farmasi kategori principal dan distributor. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dengan pendekatan Partial Least Squares (PLS) melalui software Smart PLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan, keterampilan, dan organisatoris berpengaruh positif terhadap pemasaran digital. Selain itu, kepemimpinan transformasional middle manager terbukti memperkuat hubungan tersebut. Temuan ini memberikan kontribusi empiris bagi aspek organisatoris seperti struktur kerja yang agile, budaya inovatif, dan sistem penghargaan berbasis kinerja digital
Perlindungan Hukum Bagi Pemilik Properti Virtual Pada Platform Metaverse Dalam Perspektif Hukum Perdata
The development of digital technology has presented the Metaverse phenomenon as a threedimensional virtual space that is immersive, interactive, and collaborative, which allows for
various legal activities, including the sale and purchase and lease of digital assets. The
presence of virtual property, such as digital land, buildings, avatars, and NFT-based tokens,
raises legal issues related to ownership status and protection for the parties. In Indonesian
positive law, the regulation of virtual property has not yet obtained comprehensive
legitimacy, because the Civil Code and the Electronic Information and Transaction Law (ITE
Law) only provide a normative basis that is transactional in nature. This study aims to
analyze the legal protection of virtual property owners in the context of the risk of default in
lease transactions on the metaverse platform, as well as to examine the available dispute
resolution mechanisms.
The method used is normative juridical research with a statute approach and conceptual
approach, through an examination of the Civil Code, ITE Law and its amendments, as well as
regulations related to crypto assets. The results show that legal protection for virtual property
owners is still partial, mostly supported by electronic contracts through the Terms of Use
provided by the platform, and has not touched the full aspect of digital property rights.
Dispute resolution due to default can basically be pursued through negotiation, mediation,
arbitration, or litigation. However, non-litigation mechanisms such as negotiation and
mediation are more appropriate because they are faster, more flexible, and more efficient
HUBUNGAN INTENSITAS PENGGUNAAN GADGET DENGAN INTIMASI PERTEMANAN PADA SISWA SMA NEGERI 3 JEMBER
Remaja berada pada fase pencarian jati diri dan pengembangan hubungan sosial yang sehat, di mana intimasi pertemanan menjadi bagian penting dari tugas perkembangannya. Penggunaan gadget yang berlebihan, baik dari segi frekuensi maupun durasi, membuat remaja lebih nyaman berinteraksi secara digital daripada tatap muka, sehingga menurunkan kualitas intimasi pertemanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan intensitas penggunaan gadget dengan intimasi pertemanan pada siswa SMA Negeri 3 Jember. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 1045 siswa dengan karakteristik siswa SMA Negeri 3 Jember yang pernah bermain gadget baik dirumah maupun di sekolah. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu simple random sampling sebanyak 290 siswa. Penelitian ini menggunakan skala intensitas penggunaan gadget dengan reliabilitas 0,872 dan skala intimasi pertemanan dengan reliabilitas 0,892. Teknik analisis data penelitian menggunakan analisis korelasi pearson product moment. Hasil analisis menunjukkan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,004 dengan signifikansi sebesar 0,585 (p > 0,05), yang menunjukkan bahwa tidak ada hubungan intensitas penggunaan gadget terhadap intimasi pertemanan. Dengan demikian, intensitas penggunaan gadget tidak mempengaruhi secara signifikan kualitas kedekatan emosional, keterbukaan, serta hubungan sosial yang dimiliki siswa dengan teman sebayanya
STRATEGI PENGEMBANGAN DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI PETERNAKAN AYAM PETELUR DI RESA FARM DESA TUTUL KEC. BALUNG KAB. JEMBER
Resa Farm merupakan salah satu peternakan yang berada di Kecamatan Balung, dilihat dari beberapa faktor, peternakan ini memiliki potensi untuk di kembangkan. Tujuan penelitian ini untuk (1) menentukan strategi pengembangan usaha peternakan ayam petelur , (2) mengidentifikasi faktor- faktor yang mempengaruhi produksi ayam petelur. Pengambilan sempel menggunakan metode Expert Sampling, dengan responden penelitian sebanyak 9 orang (pemilik, karyawan, pengepul dan konsumen). Metode analisis data menggunakan SWOT (Strenght,Weaknesses, Opportunity , Threats) dan Cobb-Douglass . Hasil penelitian menunjukkan bahwa Strategi penggembangan usaha menggunakan SO (Strenght, Opportunity) Strategi alternatif yang dapat di gunakan yaitu penambahan luas lahan sehingga mampu meningkatkan produksi, menjaga kualitas produk, dan melakukan kerja sama dengan mitra atau infestor, Faktor yang mempengari produksi yaitu jumlah ayam hidup dengan nilai signifikansi 0,000 0,05 maka terdapat pengaruh antara variable X dan Y
Hubungan Kecanduan Ponsel dengan Tingkat Emosional pada Anak Usia 10-12 Tahun di SDN Sempolan 01 Jember
Perkembangan teknologi digital membuat anak usia sekolah dasar semakin terbiasa menggunakan ponsel. Namun, penggunaan yang berlebihan dapat menimbulkan kecanduan dan berdampak pada kestabilan emosional. Anak usia 10–12 tahun masih berada pada tahap perkembangan emosi yang labil, sehingga penggunaan ponsel yang tidak terkontrol berpotensi memperburuk regulasi emosinya. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 130 siswa di SDN Sempolan 01 Jember, dengan sampel 95 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian meliputi Smartphone Addiction Scale Short Version (SAS-SV) untuk mengukur tingkat kecanduan ponsel dan Emotion Regulation Questionnaire (ERQ) untuk mengukur tingkat emosional. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswa memiliki tingkat kecanduan ponsel pada kategori sedang yaitu sebanyak 58 siswa (61,1%). Tingkat emosional juga didominasi kategori sedang dengan jumlah 77 siswa (81,1%). Hasil uji korelasi Spearman memperoleh nilai koefisien rs = 0,273 dengan p = 0,008 (<0,05), yang menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan dengan kekuatan lemah antara kecanduan ponsel dan tingkat emosional.Terdapat hubungan yang signifikan antara kecanduan ponsel dengan tingkat emosional pada anak usia 10–12 tahun di SDN Sempolan 01 Jember. Semakin tinggi kecanduan ponsel, semakin tinggi pula tingkat emosional anak. Temuan ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi orang tua, guru, dan pihak sekolah untuk lebih memperhatikan penggunaan ponsel pada anak serta mengarahkan mereka pada aktivitas yang mendukung perkembangan emosional yang sehat