Repository Universitas Muhammadiyah Jember
Not a member yet
    19650 research outputs found

    Penerapan Kangaroo Mother Care (KMC) terhadap Status Termoregulasi pada Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) di Ruang Paviliun Seruni RSUD dr. H. Koesnadi Bondowoso

    No full text
    Bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) merupakan kelompok neonatus yang berisiko tinggi mengalami gangguan termoregulasi, seperti hipotermia. Hipotermia dapat memperburuk kondisi klinis bayi dan meningkatkan risiko komplikasi serius. Salah satu metode yang terbukti efektif dalam menjaga stabilitas suhu tubuh bayi BBLR adalah Kangaroo Mother Care (KMC), yaitu perawatan dengan kontak kulit langsung antara bayi dan ibu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan intervensi KMC terhadap status termoregulasi bayi BBLR di Ruang Paviliun Seruni RSUD dr. H. Koesnadi Bondowoso. Desain penelitian ini adalah studi kasus deskriptif pada satu bayi BBLR yang diberikan intervensi KMC selama tiga hari. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, pengukuran suhu tubuh, dan studi dokumentasi. Evaluasi dilakukan setiap hari untuk memantau perubahan suhu tubuh bayi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu tubuh bayi meningkat secara bertahap dari kondisi hipotermia ke suhu normal setelah penerapan KMC. Pada hari ketiga, suhu tubuh bayi stabil pada rentang normal (36,5°C–37,5°C), menunjukkan efektivitas KMC dalam meningkatkan kemampuan termoregulasi bayi. Selain itu, terjadi peningkatan kedekatan emosional antara ibu dan bayi serta partisipasi aktif keluarga dalam perawatan. Penerapan intervensi KMC secara konsisten terbukti efektif dalam menjaga suhu tubuh bayi BBLR. Intervensi ini dapat dijadikan pilihan utama dalam praktik keperawatan neonatal, terutama di fasilitas kesehatan dengan keterbatasan alat seperti inkubator

    Pengkajian dan Diagnosis Keperawatan pada Anak dengan Dengue Haemorrhagic Fever Grade 1 di Ruang Aster RSD dr. Soebandi Jember

    No full text
    Dengue Haemorrhagic Fever (DHF) merupakan penyakit menular akibat virus dengue yang banyak menyerang anak-anak dan dapat menyebabkan komplikasi serius seperti syok, perdarahan, hingga kematian. Di Indonesia, kasus DHF masih tinggi, terutama pada kelompok usia anak. Kurangnya pengkajian keperawatan yang sistematis menyebabkan keterlambatan deteksi dini dan peningkatan risiko komplikasi. Pengkajian yang tepat dan menyeluruh sangat penting untuk mendeteksi tanda klinis, memantau status cairan, serta memperhatikan aspek psikologis pasien dan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil pengkajian dan diagnosis keperawatan pada anak dengan Dengue Haemorrhagic Fever Grade 1 ddi Ruang Aster RSD dr. Soebandi. Desain penelitian ini adalah studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan. Subjek penelitian adalah tiga anak dengan Dengue Haemorrhagic Fever grade 1. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara terstruktur, studi dokumen, dan pemeriksaan fisik. Validitas data dijaga melalui triangulasi sumber, member check, dan peer debriefing. Seluruh anak dengan DHF grade 1 mengalami demam, nyeri ulu hati, lemas, mual, dan penurunan nafsu makan. Tidak ada riwayat DHF pada pasien maupun keluarganya. Pasien tinggal di lingkungan padat penduduk. Pemeriksaan menunjukkan kondisi pernapasan baik, namun pasien tampak lemah dan mengalami dehidrasi ringan. Semua pasien memerlukan bantuan dalam perawatan diri. Hasil tumbuh kembang dan status gizi normal. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan penurunan trombosit pada semua pasien, dan leukosit rendah pada dua pasien. Diagnosis keperawatan meliputi risiko syok, risiko hipovolemia, risiko perdarahan, hipertermia, nyeri akut, nausea, risiko defisit nutrisi. Kesimpulan: Pengkajian sistematik sangat penting dalam menetapkan diagnosis keperawatan yang tepat pada anak dengan Dengue Haemorrhagic Fever grade 1. Intervensi dini berdasarkan pengkajian yang akurat dapat mencegah komplikasi serius serta meningkatkan kualitas hidup anak dan keluarganya

    Hubungan Perilaku Kesehatan Gigi dan Mulut dengan Kejadian Karies Gigi pada Anak Usia Sekolah di SDN Suco 04 Kabupaten Jember

    No full text
    Latar Belakang : Karies gigi merupakan salah satu masalah kesehatan gigi dan mulut yang paling umum terjadi pada anak usia sekolah, dan sering kali disebabkan oleh perilaku perawatan gigi yang kurang baik. Perilaku kesehatan gigi dan mulut seperti menyikat gigi secara teratur, penggunaan pasta gigi berfluoride, dan kunjungan ke dokter gigi secara berkala berperan penting dalam mencegah terjadinya karies. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku kesehatan gigi dan mulut dengan kejadian karies gigi pada anak usia sekolah di SDN Suco 04 Kabupaten Jember. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain analitik observasional dan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian berjumlah 150 siswa dan sampel sebanyak 110 siswa dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan uji Spearman-Rho dengan analisis univariat dan bivariat. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 35 siswa (31,8%) memiliki perilaku kesehatan gigi dan mulut yang baik, dan jumlah yang sama yaitu 35 siswa (31,8%) berada pada kategori karies gigi rendah. Hasil uji Spearman-Rho menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara perilaku kesehatan gigi dan mulut dengan kejadian karies gigi, dengan nilai p-value = 0,000 (α < 0,05) dan koefisien korelasi (r) sebesar 0,788. Nilai korelasi yang positif dan kuat ini menunjukkan bahwa semakin baik perilaku kesehatan gigi dan mulut siswa, maka kejadian karies gigi akan cenderung lebih rendah. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang kuat dan positif antara perilaku kesehatan gigi dan mulut dengan kejadian karies gigi pada anak usia sekolah di SDN Suco 04 Kabupaten Jember. Intervensi untuk meningkatkan perilaku kesehatan gigi dan mulut sangat diperlukan guna menurunkan angka kejadian karies gigi di kalangan anak sekolah dasar

    TINJAUAN SISTEM UPAH BAWON BAGI BURUH TANI DI DESA KEMBANG KECAMATAN TLOGOSARI KABUPATEN BONDOWOSO DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sistem upah bawon yang diterapkan bagi buruh tani di Desa Kembang, Kecamatan Tlogosari, serta menilai kesesuaiannya dengan prinsip hukum Islam. Sistem bawon merupakan bentuk pengupahan tradisional dengan pemberian hasil panen sebagai imbalan atas jasa buruh tani. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem bawon masih berjalan secara tradisional berdasarkan adat lokal. Buruh menerima upah berupa bagian hasil panen yang disepakati secara lisan, meskipun belum sepenuhnya transparan. Dari perspektif hukum Islam, praktik ini dapat dikategorikan sebagai akad muzāra‘ah yang sah, selama memenuhi unsur keadilan, kerelaan, dan kejelasan. Secara umum, sistem bawon di Desa Kembang sesuai dengan nilai-nilai syariah, namun tetap membutuhkan perbaikan dalam aspek perlindungan hak dan transparansi

    KOMUNIKASI NON VERBAL DALAM TRADISI ONTALAN PADA UPACARA PERNIKAHAN DI DESA PATEMON KECAMATAN TANGGUL KABUPATEN JEMBER

    Get PDF
    Tradisi adalah suatu kebiasaan yang teruskan dari generasi ke generasi, yang di dalamnya memuat nilai budaya. Tradisi ontalan merupakan satu rangkaian upacara pernikahan yang sampai saat ini masih dipertahankan oleh masyarakat Desa Patemon Kecamatan Tanggul Kabupaten Jember. Cara melakukan tradisi ini cukup unik, yaitu keluarga atau kerabat dari mempelai laki-laki melemparkan sejumlah uang di hadapan kedua mempelai yang duduk berdampingan. Uang dari tradisi ontalan tersebut menjadi milik mempelai perempuan. Tradisi ini mengandung bentuk komunikasi non verbal, yakni penyampaian pesan tanpa menggunakan kata- kata, yang berguna untuk menyampaikan pesan melalui simbol-simbol. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan bagaimana makna komunikasi non verbal dalam tradisi ontalan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan menggunakan metode deskriptif, dengan menggunakan teori interaksi simbolik. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung di Desa Patemon Kecamatan Tanggul Kabupaten Jember, wawancara mendalam dengan narasumer yang telah ditentukan, serta dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah makna dari tradisi ontalan ini ialah untuk memperkenalkan mempelai perempuan kepada keluarga atau kerabat mempelai laki-laki dan mempererat hubungan antar dua keluarga, uang yang digunakan dalam tradisi ini bukan hanya soal materi, tetapi merupakan suatu bentuk mempresentasikan niat baik serta penghormatan kepada mempelai perempuan

    HUBUNGAN FUNGSI KELUARGA DENGAN KEPUTUSAN MENIKAH DINI PADA REMAJA DI DESA JAMINTORO KECAMATAN SUMBERBARU

    Get PDF
    Pendahuluan: Pernikahan usia dini masih menjadi isu sosial yang memerlukan perhatian terutama di wilayah pedesaan seperti Desa Jamintoro, Kecamatan Sumberbaru. Dalam konteks ini, fungsi keluarga memegang peranan penting dalam membentuk perilaku dan keputusan remaja termasuk keputusan untuk menikah dini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara fungsi keluarga dengan keputusan menikah dini pada remaja di Desa Jamintoro, Kecamatan Sumberbaru. Metode: Penelitian ini menggunakan desain korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian ini terdiri dari 261 remaja berusia 10–19 tahun dan sebanyak 157 responden dipilih sebagai sampel menggunakan teknik simple random sampling berdasarkan rumus Slovin. Data dikumpulkan melalui kuesioner SCREEM Family Score untuk mengukur fungsi keluarga serta skala Guttman untuk menilai keputusan menikah dini. Analisis yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar remaja memiliki fungsi keluarga yang baik dan terdapat hubungan yang signifikan antara fungsi keluarga dengan keputusan menikah dini (p < 0,05). Diskusi: Semakin optimal fungsi keluarga, semakin kecil kemungkinan remaja memutuskan untuk menikah dini. Implikasi dalam keperawatan komunitas adalah perlunya perawat untuk melibatkan keluarga dalam pendidikan kesehatan serta memperkuat peran keluarga sebagai pengambil keputusan bersama dalam kehidupan remaja. Kata Kunci: Fungsi Keluarga, Remaja, Menikah Dini Daftar Pustaka 60 (2020 – 2025

    PENGARUH KOMPENSASI, KOMPETENSI, GAYA KEPEMIMPINAN, DAN PERSEPSI DUKUNGAN ORGANISASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN PERUM PERHUTANI KPH JEMBER

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompensasi, kompetensi, gaya kepemimpinan, dan persepsi dukungan organisasi terhadap kinerja karyawan pada Perum Perhutani KPH Jember. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya sumber daya manusia yang berkinerja tinggi dalam mendukung pencapaian tujuan strategis organisasi. Pendekatan kuantitatif digunakan dalam penelitian ini dengan menyebarkan kuesioner terstruktur kepada 50 orang karyawan yang dipilih menggunakan teknik sampel jenuh. Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel independen secara parsial maupun simultan terhadap variabel dependen, yaitu kinerja karyawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompensasi, kompetensi, gaya kepemimpinan, dan persepsi dukungan organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Dari keempat variabel tersebut, kompetensi merupakan faktor yang paling dominan memberikan pengaruh terhadap kinerja karyawan. Temuan ini menyiratkan bahwa untuk meningkatkan kinerja karyawan, organisasi perlu secara aktif mengembangkan kompetensi melalui program pelatihan dan pengembangan yang berkelanjutan. Selain itu, penting bagi organisasi untuk tetap memberikan kompensasi yang adil dan memotivasi, menerapkan gaya kepemimpinan yang efektif dan partisipatif, serta menciptakan lingkungan kerja yang mendukung. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris dalam bidang manajemen sumber daya manusia, khususnya dalam konteks organisasi sektor publik

    Hubungan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Dengan Indeks Keluarga Sehat (IKS) di Desa Balung Kidul Kecamatan Balung Kabupaten Jember

    Get PDF
    Latar Belakang: Kesehatan keluarga merupakan indikator krusial pembangunan kesehatan nasional, namun Indeks Keluarga Sehat (IKS) di Indonesia masih rendah. Salah satu faktor utama yang mempengaruhi IKS adalah penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di tingkat rumah tangga. Tujuan: Mengetahui hubungan antara PHBS dengan IKS. Metode: Menggunakan desain korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi sebanyak 316 keluarga dengan ibu balita (0- 5 tahun) yang tercatat dalam KK di Desa Balung Kidul, Sampel berjumlah 79 dengan teknik simple random sampling. Instrumen berupa kuesioner PHBS dan Formulir Profil Kesehatan Keluarga. Analisis data menggunakan uji Spearman Rho. Hasil: Mayoritas responden memiliki PHBS sehat (83.5%) dan IKS pra sehat (75%). penelitian menunjukkan bahwa signifikansi p (value) = 0.000 < 0.001 dan koefisien korelasi (r) = 0,438 yang berarti H1 dapat diterima dan mengindikasikan hubungan cukup kuat antara kedua variabel, dimana semakin sehat perilaku PHBS, maka semakin tinggi capaian IKS keluarga. Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan antara perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dengan indeks keluarga sehat (IKS) di Desa Balung Kidul Kecamatan Balung Kabupaten Jember. PHBS terbukti berperan penting dalam peningkatan derajat kesehatan keluarga. Meskipun praktik PHBS baik, kemajuan IKS terhambat oleh rendahnya partisipasi JKN dan prevalensi merokok. Intervensi keperawatan harus fokus pada edukasi promotif- preventif, keikutsertaan JKN, dan kampanye rumah bebas rokok untuk mengoptimalkan status kesehatan keluarga

    Analisis Kepatuhan Konsumsi Tablet Fe dengan Masalah Keperawatan Perfusi Perifer Tidak efektif pada Ibu Hamil Di Puskesmas Umbulsari

    No full text
    Anemia pada kehamilan merupakan masalah kesehatan global yang masih tinggi, terutama anemia defisiensi zat besi (Fe). Salah satu dampaknya adalah risiko perfusi jaringan perifer tidak efektif, yang dapat mempengaruhi kesehatan ibu dan janin. Pemerintah telah menjalankan program pemberian tablet Fe untuk mencegah anemia, namun keberhasilan program ini sangat bergantung pada tingkat kepatuhan ibu hamil dalam mengonsumsinya. Penelitian ini bertujuan menganalisis kepatuhan konsumsi tablet Fe dengan masalah keperawatan risiko perfusi perifer tidak efektif pada ibu hamil di Puskesmas Umbulsari. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif pada tiga ibu hamil trimester pertama dengan kadar hemoglobin rendah. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan pemeriksaan fisik seperti CRT, kadar Hb, serta keluhan klinis. Analisis data dilakukan dengan pendekatan proses keperawatan mencakup pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi berdasarkan SDKI. Hasil: Hasil menunjukkan perbedaan tingkat kepatuhan konsumsi tablet Fe berpengaruh terhadap status perfusi jaringan perifer. Klien yang sangat patuh menunjukkan peningkatan kadar Hb menjadi normal (>12 g/dL), CRT <2 detik, serta berkurangnya keluhan seperti lelah dan pucat. Klien dengan kepatuhan rendah menunjukkan perbaikan yang lambat dan keluhan masih muncul. Kesimpulan: Kepatuhan konsumsi tablet Fe berkontribusi signifikan terhadap pencegahan risiko perfusi jaringan perifer tidak efektif. Diperlukan edukasi berkelanjutan, pemantauan intensif, dan dukungan keluarga untuk meningkatkan kepatuhan ibu hamil dalam mengonsumsi tablet Fe

    IMPLEMENTASI LOAD BALANCING PER CONNECTION CLASSIFIER PADA INFRASTRUKTUR JARINGAN YAYASAN TPQ AL-FALAH

    Get PDF
    Dalam era digital saat ini, kebutuhan akan koneksi internet yang cepat, stabil, dan handal menjadi hal yang sangat penting, termasuk di lembaga pendidikan seperti TPQ AL-FALAH, berfungsi untuk mengelola sistem administrasi seperti pengelolaan data dan dokumen, serta kegiatan streaming acara secara langsung melalui YouTube. Namun, penggunaan satu jalur internet seringkali tidak mampu memberikan kestabilan koneksi yang diharapkan, sehingga diperlukan solusi berupa penggabungan dua jalur ISP menggunakan teknik load balancing. Penelitian ini mengimplementasikan metode Per Connection Classifier (PCC) pada perangkat Mikrotik untuk menggabungkan dua jalur internet dari ISP yang berbeda, yakni PT Global Media Data Prima dan modem Orbit Star 2. Metode ini memungkinkan distribusi lalu lintas jaringan secara merata antar koneksi yang tersedia, sekaligus menyediakan cadangan jalur (failover) ketika salah satu ISP mengalami gangguan. Implementasi dilakukan menggunakan pengaturan firewall mangle dan routing di perangkat Mikrotik. Selain implementasi jaringan, penelitian ini juga menganalisis Quality of Service (QoS) untuk menilai performa jaringan yang telah diterapkan. Pengujian dilakukan berdasarkan empat parameter utama, yaitu delay, jitter, packet loss, dan throughput. Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan load balancing dengan metode PCC pada skenario 3 adalah hasil yang terbaik, yaitu pada saat kedua ISP aktif secara bersamaan dengan nilai delay 0,8 ms, jitter 0,01 ms, packet loss 0,11%, dan throughput 9038 kbps, berdasarkan kategori standar TIPHON, maka hasil parameter analisis QoS skenario 3 semua parameter dalam kategori excellent atau sangat baik. Dengan demikian, sistem load balancing ini terbukti efektif dalam meningkatkan performa dan keandalan jaringan internet di lingkungan kerja TPQ AL-FALAH

    10,685

    full texts

    19,650

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository Universitas Muhammadiyah Jember
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇