Repository Universitas Muhammadiyah Jember
Not a member yet
19650 research outputs found
Sort by
PEMANFAATAN METODE MULTI OBJECTIVE OPTIMIZATION ON THE BASIC OF RATIO ANALYSIS (MOORA) UNTUK SISTEM PENENTUAN BIBIT AYAM BROILER
Penentuan bibit ayam broiler penting untuk dilakukan secara selektif guna menghasilkan bibit ayam broiler yang unggul. Seiring kemajuan teknologi, penentuan keputusan dapat dilakukan melalui Sistem Pengambil Keputusan (SPK) yang biasa disebut dengan Decision Support System (DSS). Sistem pengambil keputusan yang digunakan dalam menentukan bibit ayam broiler yaitu metode MOORA. MOORA relevan dalam segi efisiensi serta memiliki tingkat akurasi yang tinggi. Dengan mengimplementasikan sistem pendukung keputusan menggunakan metode MOORA, pemilihan bibit ayam broiler terbaik dapat dilakukan dengan lebih cepat dan tepat. Melalui sistem ini peternak dapat menyimpan hasil pemilihan bibit ayam broiler pada database dan tidak akan takut kehilangan data. Hasil dari perhitungan menggunakan metode MOORA didapatkan alternatif A2 (PT. Japfa mb202) menempati rangking pertama dengan nilai 0,3107 dan alternatif A4 (PT. Malindo) menempati rangking terakhir dengan nilai 0,1407
HUBUNGAN ANTARA KEPERCAYAAN DAN KECEMBURUAN PADA PASANGAN YANG MENJALANI LONG DISTANCE MARRIAGE DI KABUPATEN JEMBER
Usia dewasa awal antara 18 - 40 tahun memiliki tugas perkembangan untuk menjalani komitmen dan membuat sebuah keluarga, mengelola rumah tangga, mendidik dan mengasuh anak, sehingga menjadi hal wajar terjadi pernikahan. Hubungan pernikahan sejatinya pasangan yang tinggal dalam satu atap dengan peran yang dimiliki. Namun, bertambahnya tuntutan dan kebutuhan rumah tangga, sehingga membuat beberapa pasangan menjalani Long Distance Marriage (LDM). Keadaan berpisah ini mengakibatkan seseorang mengalami kondisi psikologis yang tidak nyaman seperti stres, merasa kesepian, cemas, emosi yang kurang stabil, dan ragu terhadap pasangan. Dapat mempengaruhi juga rasa percaya kepada individu lain. Dari adanya stimulus itulah, maka respon dari setiap orang berbeda-beda sesuai dengan pengalaman di masa lalu yang pernah terjadi. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini yaitu non-probability sampling dengan metode purposive sampling. Populasi penelitian ini adalah perempuan berusia 20-30 tahun, sedang atau menjalani pernikahan jarak jauh (Long Distance Marriage), dan bertempat tinggal di Kabupaten Jember. Jumlah sampel yang digunakan 100 orang. Menggunakan alat ukur kepercayaan Trust Scale yang diadaptasi oleh Rempel (1985) dengan 22 item valid didapatkan nilai reliabilitas 0,879 dan alat ukur kecemburuan Multidimensional Jealousy yang diadaptasi oleh oleh Pfeiffer Wong (1989) dengan 23 item valid didapatkan nilai reliabilitas 0,942. Analisi data menggunakan uji korelasi pearson product moment dengan nilai -0,432, dengan taraf signifikansi (p) sebesar 0,000 < 0,05 (p<0,05). Hal itu dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan negatif signifikan antara kepercayaan dan kecemburuan pada pasangan yang menjalani pernikahan jarak jauh. Hasil penelitian ini dapat menjadi sumber rujukan penelitian selanjutnya dan pengembangan ilmu di bidang psikologi
PENGUKURAN KINERJA METODE FUZZY SUGENO DALAM EVALUASI KINERJA PEGAWAI
Penilaian kinerja pegawai merupakan aspek esensial dalam suatu organisasi untuk mengukur pencapaian individu serta menetapkan kebijakan penghargaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas metode Fuzzy Sugeno dalam mengevaluasi kinerja pegawai berdasarkan tiga parameter utama, yaitu Softskill, Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK), dan kedisiplinan. Data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari Biro Kepegawaian Universitas Muhammadiyah Jember selama satu tahun terakhir. Proses evaluasi dilakukan menggunakan metode Fuzzy Sugeno, sedangkan tingkat akurasi sistem diuji dengan Mean Absolute Percentage Error (MAPE). Hasil analisis menunjukkan bahwa metode Fuzzy Sugeno memiliki tingkat kesalahan sebesar 0,0053% dengan akurasi mencapai 99.9947%. Hal ini membuktikan bahwa metode ini mampu menjadi alat bantu yang efektif dalam pengambilan keputusan terkait pemberian insentif bagi pegawai secara objektif. Dengan tingkat akurasi yang tinggi, metode ini dapat diterapkan dalam berbagai sektor guna meningkatkan efektivitas evaluasi kinerja pegawai
Eksplorasi Pengalaman Guru dan Siswa dalam Implementasi Literasi Keuangan di Sekolah Menengah Pertama di Jember: Sebuah Pendekatan Grounded Theory
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengalaman guru dan siswa dalamimplementasi literasi keuangan disekolah. Metode yang digunakan dalampenelitianini
adalah penelitian kualitatif dengan metode Grounded Theory, yang bertujuan untukmengeksplorasi secara mendalam pengalaman guru dan siswa dalamimplementasi
literasi keuangan di sekolah.. Data yang diperoleh dari hasil wawancara dandokumentasi melalui informan. Hasil penelitian implementasi literasi keuangandi
sekolah menengah pertama tidak hanya bergantung pada materi ajar yang diberikan, tetapi juga pada metode pengajaran yang interaktif, dukungan kebijakan dan sumber
daya sekolah, serta keterlibatan keluarga dalam membentuk kebiasaan keuangan siswa. Oleh karena itu, untuk menciptakan generasi muda yang memiliki literasi keuanganyang baik, perlu adanya pendekatan holistik yang melibatkan berbagai pihak, termasukguru, sekolah, orang tua, dan lingkungan sosial siswa. Secara keseluruhan Model
konseptual yang dikembangkan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi
literasi keuangan di SMP tidak dapat berdiri sendiri, tetapi membutuhkan dukungandari
berbagai pihak, termasuk sekolah, keluarga, dan lingkungan sosial
Strategi Komunikasi Aparatur Pemerintah Desa Dalam Mempertahankan Tradisi Ojhung di Desa Bugeman Situbondo
Strategi komunikasi sangat diperlukan untuk mengatur taktik yang harus dilakukan agar pesan atau tujuan yang ingin disampaikan dapat tersampaikan dengan baik dan jelas kepada komunikan. Aparatur pemerintah desa Bugeman memiliki tanggung jawab untuk mempertahankan tradisi Ojhung. Oleh sebab itu, aparatur pemerintah desa memerlukan strategi komunikasi yang efektif agar informasi atau pesan yang ingin disampaikan kepada masyarakat luas dapat diterima dengan baik, jelas, dan sesuai dengan tujuan yang ditetapkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa strategi komunikasi yang dilakukan oleh aparatur pemerintah Desa Bugeman untuk terus mempertahankan tradisi Ojhung di masyarakat dengan mengacu pada teori Cutlip and Center. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan enam (6) informan. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta teknik pengambilan sumber data dilakukan dengan metode purposive sampling. Dalam upaya mempertahankan tradisi Ojhung di masyarakat, aparatur pemerintah desa bekerja sama dengan cara menjalin komunikasi yang baik bersama budayawan yang ada di Desa Bugeman. Hal ini juga bertujuan agar tahapan dalam pelaksanaan tradisi Ojhung tidak berubah dari zaman dahulu hingga saat ini. Dalam pelestarian tradisi Ojhung juga terdapat hambatan antara lain pada penggunaan media komunikasi. Penyampaian informasi terkait budaya Ojhung masih kurang maksimal karena keterbatasan alat dan kemampuan aparatur desa, selama ini komunikasi yang dilakukan untuk menyampaikan informasi hanya mengandalkan komunikasi mulut ke mulut atau word of mouth dan mengandalkan media sosial pribadi aparatur desa
Investigating Social Dynamics in the Novel Gadis Kretek by Ratih Kumala: A Literary Study of Traditional Cultural Values and Modernity
A novel possess a high level of complexity, including their portrayal of social dynamics. The complexity of novels is evident in their narrative structures, the characterization of characters with psychological depth and diverse backgrounds, the dynamics presented within the story, and the messages conveyed by the author. Therefore, this study investigates the social dynamics reflected in the novel *Gadis Kretek* by Ratih Kumala, focusing on social change, gender equality, and family conflicts within Indonesian society in the 1930s. The novel provides an in-depth depiction of the development of the kretek industry in Indonesia, a sector that flourished rapidly after Dutch colonization, as well as the struggle of women to find space in a male- dominated business world. The character Jeng Yah, who plays a pivotal role in kretek production, symbolizes the struggles of women confronting social and cultural limitations to prove their capabilities. Using a qualitative approach that emphasizes analysis of characters, plot, and setting, this study uncovers the tension between traditional values and modernity, as well as how changes in the kretek industry reflect significant shifts in social class. The research also explores the impact of social changes on human interactions, particularly in the context of family relationships and individual struggles to preserve their values and identities. Overall, this study provides an in-depth understanding of how the novel reflects the social, economic, and cultural transformations occurring in Indonesian society, as well as its relevance to contemporary social issues that remain significant today
Pengkajian Keperawatan Jiwa Pada Pasien Dengan Resiko Perilaku Kekerasan Di Desa Kemiri Kecamatan Panti Kabupaten Jember
Latar Belakang: Risiko perilaku kekerasan merupakan kondisi di mana individu berpotensi melakukan tindakan yang membahayakan diri sendiri, orang lain,
maupun lingkungan sebagai respons terhadap gangguan jiwa. Studi ini bertujuan
untuk mengidentifikasi pengkajian keperawatan jiwa secara menyeluruh pada
pasien dengan risiko perilaku kekerasan di Kecamatan Panti Kabupaten Jember.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus kualitatif dengan subjek
tiga pasien (Ny. I, Tn. J, dan Ny. Z) yang didiagnosis skizofrenia dan memiliki
riwayat perilaku kekerasan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara,
observasi langsung, dan dokumentasi. Hasil: Hasil pengkajian menunjukkan
adanya faktor predisposisi seperti riwayat sosial budaya pada Ny. I dan Tn. J dan
faktor psikologis pada Ny. Z serta faktor presipitasi berupa keinginan yang tidak
terpenuhi pada Ny. I, ketidakberdayaan masalah yang dimiliki pada Tn. J dan
riwayat halusinasi pada Ny. Z. Selain itu, ditemukan berbagai respon psikologis
maladaptif yang berpotensi berkembang menjadi tindakan kekerasan pada ketiga
pasien. Pembahasan: Faktor predisposisi seperti sosial budaya pada Ny. I dan Tn.
J merujuk pada perebutan harta dan status ekonomi, seseorang dengan ekonomi
rendah menyebabkan kerentaan terhadap resiko perilaku kekerasan. Faktor
predisposisi akibat psikologis pada Ny. Z merujuk pada rasa frustasi akibat kondisi
anaknya. Faktor presipitasi yang dailami oleh Ny. I, Tn. J dan Ny. Z merujuk pada
ketidakberdayaan diri pasien terhadap stressor dari luar, sehingga perasaan pasien
tidak adekuat. Respons maladaptif seperti perilaku agresif, menarik diri, serta
ekspresi amarah berlebihan menjadi indikator utama dari risiko kekerasan.
Kesimpulan: Pengkajian ini menegaskan pentingnya peran perawat dalam
melakukan deteksi dini serta menyusun intervensi keperawatan jiwa yang
kontekstual dan efektif untuk menurunkan risiko kekerasan. Studi ini diharapkan
menjadi referensi bagi tenaga kesehatan dalam peningkatan pelayanan keperawatan
jiwa berbasis komunitas
IMPLEMENTASI POSISI SEMI FOWLER PADA PASIEN PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK DENGAN POLA NAPAS TIDAK EFEKTIF DI RUANG RAWAT INAP RS PARU JEMBER
Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan penyakit progresif yang
ditandai dengan hambatan aliran udara, dan sering disertai pola napas tidak efektif
akibat gangguan ventilasi dan kelelahan otot pernapasan. Posisi semi Fowler
adalah intervensi nonfarmakologis yang bertujuan memperbaiki ekspansi paru dan
menurunkan kerja napas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan
implementasi posisi semi Fowler pada pasien PPOK dengan pola napas tidak
efektif. Metode penelitian menggunakan studi kasus deskriptif pada seorang
pasien laki-laki usia 63 tahun yang dirawat di ruang Tulip RS Paru Jember. Data
dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan pemeriksaan fisik selama tiga
hari. Hasil menunjukkan adanya penurunan frekuensi napas dari 27x/menit
menjadi 19x/menit, peningkatan saturasi oksigen dari 93% menjadi 99%, serta
berkurangnya keluhan sesak dan hilangnya penggunaan otot bantu napas. Evaluasi
menunjukkan bahwa intervensi posisi semi Fowler secara konsisten memperbaiki
status respirasi pasien. Kesimpulan dari penelitian ini adalah posisi semi Fowler
terbukti efektif sebagai tindakan keperawatan sederhana namun signifikan untuk
mengatasi pola napas tidak efektif pada pasien PPOK, dan direkomendasikan
untuk diterapkan dalam praktik keperawatan klinis
IMPLEMENTASI PEMBERIAN AROMATERAPI LAVENDER PADA LANSIA YANG MENGALAMI INSOMNIA DI UPT PSTW KASIYAN JEMBER
Insomnia merupakan gangguan tidur yang umum terjadi pada lansia akibat perubahan fisiologis dan psikologis seperti stres, kecemasan, dan kehilangan pasangan. Kondisi ini dapat menurunkan kualitas hidup, ditandai dengan kelelahan, gangguan konsentrasi, dan aktivitas harian yang terganggu. Salah satu pendekatan nonfarmakologis yang efektif untuk mengatasi insomnia adalah aromaterapi lavender karena memiliki efek relaksasi dan menenangkan.Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif dengan pendekatan mendalam terhadap satu klien lansia berusia 72 tahun yang mengalami insomnia berat di UPT PSTW Kasiyan Jember. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan kuesioner Insomnia Severity Index (ISI). Intervensi dilakukan berupa pemberian aromaterapi lavender selama satu minggu, sebanyak empat kali pertemuan, setiap malam selama 30 menit sebelum tidur. Setelah intervensi, terjadi peningkatan kualitas tidur. Klien lebih mudah tertidur, durasi tidur bertambah, dan rasa kantuk di siang hari menurun. Skor ISI turun dari 22 (insomnia berat) menjadi 14 (insomnia ringan), serta kondisi umum klien tampak lebih stabil secara fisik dan emosional. Aromaterapi lavender efektif digunakan sebagai intervensi nonfarmakologis untuk meningkatkan kualitas tidur pada lansia. Terapi ini dapat diterapkan dalam praktik keperawatan gerontik sebagai pendekatan holistik yang aman dan praktis
Pengkajian Dan Diagnosis Keperawatan Pada Ibu Post Sectio Caesarea Dengan Indikasi Preeklamsia Berat (PEB) Di Ruang Mawar RSUD dr. H. Koesnadi Bondowoso
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER PROGRAM STUDI PROFESI NERS FAKULTAS ILMU KESEHATAN
Karya Ilmiah Akhir, Juli 2025 Afifah, S. Kep
Pengkajian Dan Diagnosis Keperawatan Pada Ibu Post Sectio Caesarea Dengan Indikasi Preeklamsia Berat (PEB) Di Ruang Mawar RSUD. dr. H. Koesnadi Bondowoso
X + 85 Halaman + 8 Tabel + 5 Lampiran Abstrak
Introduksi : Preeklamsi adalah kehamilan yang berhubungan dengan hipertensi baru, disertai proteinuria, yang sering terjadi setelah usia kehamilan 20 minggu dan sering menjelang aterm. Preeklamsia berat berisiko menyebabkan komplikasi seperti eklamsia dan sindrom HELLP. Karena tingginya risiko komplikasi persalinan normal, ibu dengan preeklamsia berat umumnya disarankan menjalani persalinan melalui sectio caesarea.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan pengkajian dan diagnosis keperawatan pada ibu Post Sectio Caesarea dengan Indikasi Preeklamsia Berat (PEB) Di Ruang Mawar RSUD. dr. H Koesnadi Bondowoso.
Metode : Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus.
Hasil : Hasil pengkajian terhadap tiga pasien post sectio caesarea dengan preeklamsia berat mengalami hipertensi kehamilan (TD 160/103 – 166/112 mmHg) dan proteinuria (+3 hingga +4).Pemeriksaan luka operasi menunjukkan inflamasi ringan tanpa rembesan, menandakan risiko infeksi. Perbedaan terlihat pada produksi ASI: satu pasien dapat menyusui langsung, sementara dua lainnya memiliki produksi ASI rendah dan harus memompa.
Diskusi : Peran perawat sangat penting dalam melakukan pengkajian pada ibu post sectio caesarea dengan indikasi preeklamsia berat. Tindakan ini bertujuan untuk memantau kondisi klinis ibu, mencegah komplikasi lebih lanjut, serta membantu ibu dalam proses adaptasi fisik dan psikologis pasca persalinan.
Kata kunci : Ibu post sectio caesarea, preeklamsia bera