Repository Universitas Muhammadiyah Jember
Not a member yet
19650 research outputs found
Sort by
PENGARUH LONELINESS TERHADAP FEAR OF MISSING OUT (FOMO) PADA REMAJA PENGGUNA MEDIA SOSIAL
Loneliness yaitu perasaan emosional yang ditandai dengan rasa kurang atau tidak puas yang diakibatkan karena tidak memiliki hubungan sosial yang bermakna dengan orang lain, sehingga timbul kesenjangan antara hubungan sosial yang diinginkan dengan hubungan sosial yang dimiliki. Sedangkan Fear of Missing Out (FoMO) adalah perasaan tertinggal dan rasa cemas yang disebabkan oleh kurangnya update informasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh loneliness dengan Fear Of Missing Out (FoMO) pada remaja pengguna media sosial dengan menggunakan metode kuantitatif. Populasi yang digunakan adalah siswa MAN 2 Jember. Populasi penelitian sebanyak 1152 siswa dengan jumlah sampel 300 siswa. Teknik sampel yang digunakan adalah Simple random sampling. Skala yang digunakan yaitu untuk loneliness skala UCLA Loneliness Scale Version 3 yang dimodifikasi dari penelitian fuadah fahrudiana (2020) dan skala online Fear of Missing Out (ON-FoMO) yang dimodifikasi dari penelitian Jhoni wijaya (2023). Hasil uji validitas skala UCLA Loneliness Scale Version 3 yang berkisar diantara 0,531 hingga 0,772 dan nilai Croonbach’s Alpha sebesar 0,930 sedangkan nilai yang diperoleh pada skala online Fear of Missing Out (ON-FoMO) berkisar diantara 0,447 hingga 0,881 dan nilai Croonbach’s Alpha sebesar 0,939 yang dimana berarti dari kedua skala sangat reliabel. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa adanya pengaruh yang signifikan antara variabel loneliness (X) dengan fear of missing out (Y) (p = 0,00 < 0,05) nilai f hitung 238,868 lebih besar dari f tabel 1.968, sebesar 44,5% (r = 0,445). Sehingga dapat disimpulkan maka ho ditolak dan Ha diterima. Artinya terdapat pengaruh variabel Loneliness terhadap FOMO secara positif signifikan
PENGARUH KOMPENSASI, LINGKUNGAN KERJA, BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA APARATUR DESA DI DESA SUKOREJO KECAMATAN BANGSALSARI KABUPATEN JEMBER
Kinerja aparatur desa merupakan faktor penting dalam keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan desa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompensasi, lingkungan kerja, dan budaya organisasi terhadap kinerja aparatur desa di Desa Sukorejo, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember. Faktor-faktor tersebut dianalisis karena memiliki peran krusial dalam meningkatkan motivasi, produktivitas, dan efektivitas kerja aparatur desa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik analisis regresi linier berganda. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada aparatur desa sebagai responden penelitian. Variabel independen dalam penelitian ini adalah kompensasi, lingkungan kerja, dan budaya organisasi, sedangkan variabel dependen adalah kinerja aparatur desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompensasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja aparatur desa. Kompensasi yang adil dan kompetitif mendorong motivasi kerja aparatur dalam memberikan pelayanan terbaik. Selain itu, lingkungan kerja yang nyaman dan kondusif terbukti meningkatkan produktivitas aparatur desa, baik dari aspek fisik maupun psikologis. Budaya organisasi juga memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap kinerja, di mana nilai-nilai, norma, dan praktik kerja yang baik membantu menciptakan aparatur desa yang profesional dan berkomitmen tinggi
PENERAPAN METODE SINGLE EXPONENTIAL SMOOTHING DALAM SISTEM PEDUKUNG KEPUTUSAN UNTUK MENENTUKAN JUMLAH PENJUALAN MAKANAN KOREA
UMKM memiliki peran penting dalam perekonomian karena memberikan
kontribusi terhadap penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi. Salah
satu tantangan utama yang dihadapi UMKM adalah menentukan jumlah penjualan
harian yang optimal agar sesuai dengan permintaan pasar. Senja Korean Food
Bondowoso mengalami ketidakstabilan dalam jumlah penjualan akibat fluktuasi
permintaan pelanggan, yang menyebabkan kelebihan atau kekurangan stok
makanan.
Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan metode Single Exponential Smoothing
(SES) dalam sistem pendukung keputusan guna memprediksi jumlah penjualan
makanan Korea. Metode ini dipilih karena kemampuannya dalam menghasilkan
prediksi yang akurat berdasarkan data historis penjualan.
Penelitian ini dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu pengumpulan data, analisis
kebutuhan sistem, perancangan sistem, implementasi, serta pengujian dan evaluasi
menggunakan Mean Absolute Percentage Error (MAPE) sebagai ukuran akurasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan metode Single Exponential
Smoothing dengan nilai alpha 0,9 menghasilkan akurasi sebesar 97%, dengan nilai
error MAPE sebesar 3%. Dengan sistem ini, UMKM dapat menentukan jumlah
penjualan harian dengan lebih akurat, sehingga mengurangi risiko kerugian akibat
ketidakseimbangan antara stok dan permintaan..
Kata kunci: Peramalan, Single Exponential Smoothing, Sistem Pendukung
Keputusan, MAPE, UMKM
THE EFFECTIVENESS OF JIGSAW METHOD IN DEVELOPING STUDENTS READING NARRATIVE TEXT AT VOCATIONAL HIGH SCHOOL
This research aims to investigate the effectiveness of the Jigsaw Method in improving students’ reading comprehension of narrative texts at the vocational high school level. Reading comprehension is a vital skill in English language learning but is often challenging for students due to a lack of vocabulary, grammar understanding, and engagement. The Jigsaw Method, as a cooperative learning technique, is expected to enhance student interaction, participation, and understanding through peer discussions and collaborative tasks. In addition, The Jigsaw Method, a cooperative learning strategy, is designed to foster active student participation and collaboration by dividing learning materials among group members who later share their understanding with peers. In this research, the narrative text used as the material when applying the Jigsaw Method. Narrativve has a structure, shape, and pattern that it could be suitable for applying the Jigsaw Method. The research employed a quasi-experimental design with pre-test and post-test. The participants were tenth-grade students of SMK 2 Situbondo, divided into an experimental class and a control class. The experimental class was taught using the Jigsaw Method, while the control class received conventional instruction. Data were collected through multiple-choice reading comprehension tests. The results were analyzed using SPSS 25, with an independent sample t-test to determine statistical significance. The Findings revealed a significant improvement in the reading comprehension scores of the experimental class compared to the control class. This indicates that the Jigsaw Method effectively enhances students’ reading comprehension, particularly in understanding narrative texts. Therefore, the Jigsaw Method can be considered an effective instructional strategy for teaching reading at the vocational high school level. It creates a supportive learning environment that fosters teamwork, critical thinking, and active engagement with the reading material
PENGARUH AKSESIBILITAS DAN KEMUDAHAN PEMBAYARAN TERHADAP PERTUMBUHAN USAHA PINDANG MELALUI PRODUK PEMBIAYAAN SYARIAH DI DESA MUNCAR, BANYUWANGI
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh aksesibilitas serta kemudahan pembayaran pembiayaan syariah terhadap pertumbuhan usaha pindang di Desa Muncar, Banyuwangi. Usaha pindang merupakan salah satu sektor penting dalam perikanan di Desa Muncar, namun seringkali terkendala oleh keterbatasan modal. Pembiayaan syariah menawarkan alternatif pembiayaan yang sesuai dengan prinsip syariah dan diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan usaha pindang melalui aksesibilitas dan kemudahan pembayaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiasi inferensial, dengan mengambil penelitian pada pengusaha pindang di Desa Muncar, Banyuwangi. Penelitian ini menggunakan 35 responden. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner. Metode analisis data mencakup uji validitas, reliabilitas, asumsi klasik, regresi linier berganda, uji parsial (uji T), uji simultan (uji F), serta koefisien determinasi (R²). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aksesibilitas dengan kemudahan pembayaran berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan usaha pindang melalui produk pembiayaan syariah. Kontribusi pengaruh kedua variabel tersebut terhadap pertumbuhan usaha pindang sebesar 95,3%. sedangkan 4,7% sisanya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diamati dalam penelitian ini. Dengan demikian, pembiayaan syariah dapat menjadi solusi efektif baru untuk mendukung pengembangan usaha pindang di Desa Muncar
Analisis Dampak Proses Pembangunan Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi Terhadap Keberlangsungan UMKM Di Kraksaan
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak kebijakan pembangunan Jalan Tol Probolinggo–Banyuwangi terhadap keberlangsungan UMKM di Kraksaan. Pembangunan infrastruktur ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas dan distribusi barang, namun juga membawa tantangan bagi UMKM yang bergantung pada akses jalan konvensional. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari pelaku UMKM terdampak, pemerintah daerah, serta pihak pengelola jalan tol.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pembangunan jalan tol memiliki dampak yang beragam terhadap UMKM. Beberapa pelaku usaha mengalami penurunan jumlah pelanggan dan omzet akibat perubahan aksesibilitas dan pengalihan arus lalu lintas. Di sisi lain, terdapat UMKM yang memperoleh manfaat sementara dari meningkatnya permintaan selama masa konstruksi. Tingkat partisipasi masyarakat dalam kebijakan ini cenderung terbatas, dengan fokus utama pada aspek pembebasan lahan tanpa keterlibatan aktif dalam perencanaan dan sosialisasi. Meskipun pihak pengelola tol menyediakan mekanisme kompensasi, bantuan yang diberikan masih belum mencakup seluruh UMKM yang terdampak secara tidak langsung.
Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa kebijakan pembangunan jalan tol belum sepenuhnya mempertimbangkan keberlanjutan UMKM dalam jangka panjang. Untuk mengurangi dampak negatif dan memastikan manfaat yang lebih merata, diperlukan kebijakan yang lebih inklusif, seperti program pendampingan, fasilitasi pemasaran, serta kompensasi yang lebih komprehensif bagi UMKM terdampak. Dengan adanya kebijakan yang lebih adaptif dan partisipatif, diharapkan pembangunan infrastruktur dapat berjalan selaras dengan pertumbuhan ekonomi lokal tanpa mengorbankan pelaku usaha kecil dan menengah
Pengaruh Hot Stone Massage terhadap Tingkat Nyeri pada Petani yang Mengalami Low Back Pain (LBP) di Puskesmas Lojejer, Wuluhan, Jember
Nyeri punggung bawah yang sering dialami petani merupakan masalah global yang mempengaruhi produktivitas. Nyeri punggung bawah merupakan diagnosa lain dari low back pain (LBP) yang ditegakkan oleh dokter dengan memperhatikan kondisi pasien. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas kelompok perlakuan dengan hot stone massage dan kelompok kontrol dengan cold stone massage dalam menurunkan tingkat LBP pada petani di Puskesmas Lojejer, Wuluhan, Jember. Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan dua kelompok (kelompok hot stone massage dan cold stone massage). Tiga puluh petani pada setiap kelompok dipilih melalui stratified random sampling. Tingkat nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah intervensi. Data dianalisis dengan Uji Mann-Whitney U. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pre-intervensi, terdapat perbedaan signifikan tingkat nyeri antara kedua kelompok (p < 0,001). Post-intervensi, kelompok hot stone massage menunjukkan penurunan nyeri yang signifikan (p < 0,001) dengan median posttest yang lebih rendah. Sementara itu, kelompok cold stone massage juga mengalami penurunan, namun perbandingannya menunjukkan kelompok hot stone massage memiliki rata-rata peringkat nyeri post-intervensi yang lebih rendah secara signifikan (Mean Rank hot stone = 20,98; cold stone = 40,02; p < 0,001). Penelitian ini menyimpulkan bahwa penanganan nyeri punggung bawah pada petani lebih efektif menggunakan hot stone massage dibanding cold stone massage. Intervensi ini dapat dipertimbangkan sebagai alternatif non-farmakologis untuk manajemen nyeri pada populasi petani karena dapat dengan mudah dilakukan sendiri dan aman untuk tubuh
THE USE OF CHATGPT TO IMPROVE EFL STUDENTS' ENGLISH WRITING PERFORMANCE
Writing is an essential skill in English language learning, considering their importance in both academic and professional contexts, yet many EFL students struggle to develop strong writing performance, especially in grammar and vocabulary. This difficulty is because English is rarely used in their daily lives. This issue was also found among students in SMAN 1 Kalisat, where students showed low writing performance and frequent grammatical and vocabulary errors. This research involved eleventh-grade students of SMAN 1 Kalisat, specifically class XI-6, as the research subject. It aimed to improve students’ writing performance through the use of ChatGPT by implementing Classroom Action Research (CAR) which consist of two cycles, each cycle consists of four stages, planning, acting, observing, and reflecting. This research uses two instruments which is observation and writing test, the findings of this research shows that students’ writing scores increase significantly. In cycle 1, students showed limited improvement, with an average post-test score 62.33 as many still struggled with using the tool effectively. After reflecting on the first cycle, to maximize the second cycle, the researcher revised the prompt to be simpler and clearer so the students can interact with ChatGPT more effectively and focus on improving their writing. In the cycle 2, students’ writing score improved, as shown by an average score of 80.51.
The research results showed an increase in students’ writing score from 44.26 in the preliminary test to 80.51 in the post-test of cycle 2. This improvement was achieved through changes in prompt design, where instructions were simplified and translated in Bahasa Indonesia, making ChatGPT’s feedback more accessible for students. In cycle 1, prompts in English and unclear classroom settings limited students’ understanding, while in cycle 2, clearer instructions, consistent themes, and a more focused learning environment led to better performance. These findings conclude that ChatGPT, when integrated with proper guidance, can significantly enhance EFL students’ writing, especially in grammar and vocabulary. Teachers are encouraged to adopt AI tools like ChatGPT, and future research may explore their use in other writing genres for various education levels
Studi Ekosistem dan Pengelolaan Masyarakat Adat Using Kemiren Sebagai Sumber Belajar Biologi SMA
Ekosistem sawah merupakan salah satu bentuk ekosistem buatan yang mengandung berbagai komponen biotik dan abiotik yang saling berinteraksi. Di Desa Kemiren, Banyuwangi, Masyarakat Adat Using Kemiren masih mempertahankan tradisi pengelolaan sawah yang berbasis kearifan lokal. Pengelolaan ini mencerminkan pengetahuan ekologi lokal yang diwariskan secara turun-temurun dan dapat dijadikan sebagai sumber belajar kontekstual dalam pembelajaran Biologi di SMA. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penguatan materi pembelajaran Biologi yang kontekstual dengan lingkungan sekitar, salah satunya melalui pengelolaan sawah oleh masyarakat lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi komponen biotik dan abiotik serta bentuk interaksi yang terjadi dalam ekosistem sawah,mendeskripsikan
tahapan pengelolaan sawah berbasis kearifan lokal masyarakat Adat Using, serta mengembangkan e-Modul sebagai sumber belajar pada materi ekosistem untuk siswa SMA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan
teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi pada bulan Februari-Maret 2025. Informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan snowball sampling. Tahapan pengembangan e
Modul dilakukan hingga tahap development dengan model ADDIE.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekosistem sawah di Desa Kemiren memiliki 13 jenis tumbuhan dan 10 hewan sebagai komponen biotik dan didukung oleh komponen abiotik seperti tanah, air, cahaya matahari, suhu, dan kelembapan. Interaksi yang ditemukan meliputi mutualisme, predasi, dan kompetisi. Pengelolaan sawah dilakukan dalam lima tahap utama yaitu ngurit (pembibitan), nyingkal-neter (pengolahan tanah), tandur (penanaman), matun dan memupuk (perawatan), dan nggampung (panen), yang diiringi oleh ritual adat seperti labuh nyingkal, labuh tandur, dan labuh nggampung, serta praktik penggunaan pupuk kandang, pemanfaatan tanaman gulma, dan penanaman tanaman di pematang sawah. Pengembangan e-Modul dilakukan berdasarkan hasil penelitian dan
divalidasi oleh ahli materi, media, dan bahasa. Hasil validasi menunjukkan bahwa e-Modul dikategorikan “Sangat Layak” dengan rata-rata hasil penilaian validasi 90%. E-modul dapat digunakan sebagai sumber belajar kontekstual dalam pembelajaran Biologi di SMA. Dengan demikian, pengelolaan sawah berbasis kearifan lokal oleh masyarakat Using memiliki potensi besar untuk memperkuat pemahaman ekologi siswa serta mendukung pelestarian budaya lokal dalam
konteks pendidikan
PERAN BUDAYA MADURA DALAM MEMBENTUK GAYA KOMUNIKASI INTERPERSONAL MASYARAKAT MULTI ETNIS DI DESA LENGKONG KECAMATAN MUMBULSARI KABUPATEN JEMBER
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran masyarakat dalam pembentukan gaya komunikasi interpersonal di Desa Lengkong, Kabupaten Jember, dengan menitikberatkan pada dinamika penggunaan bahasa Madura dalam interaksi sosial. Desa Lengkong merupakan salah satu wilayah dengan dominasi budaya Madura namun dihuni oleh masyarakat multikultural yang berasal dari latar belakang etnis berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahasa Madura halus seperti engghi bunten mulai jarang dipraktikkan, terutama oleh generasi muda. Fenomena ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti lemahnya keteladanan dari orang dewasa, penetrasi media digital, serta kurangnya praktik penggunaan bahasa Madura dalam institusi pendidikan formal. Selain itu, pendatang dari luar daerah seperti penutur bahasa Jawa dan Osing menunjukkan strategi adaptasi komunikasi berbasis nilai kesopanan, keterbukaan sosial, dan keterlibatan dalam kegiatan desa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi dan wawancara. Hasilnya menunjukkan bahwa pembentukan gaya komunikasi lokal sangat bergantung pada kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan lingkungan sosial, serta kemampuan masyarakat dalam menjaga kearifan lokal di tengah perubahan sosial budaya