Repository Universitas Muhammadiyah Jember
Not a member yet
19650 research outputs found
Sort by
PENGARUH SIKAP MANDIRI, MOTIVASI DAN PENGETAHUAN KEWIRAUSAHAAN TERHADAP MINTA BERWIRAUSAHA MAHASISWA DI KOTA JEMBER
Kewirausahaan di pandang sebagai elemen penting dalam mendorong
pertumbuhan dan kemajuan suatu negara. Baik di negara maju maupun berkembang,
kewirausahaan memainkan peran signifikan dalam menciptakan dinamika ekonomi. Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari variabel sikap mandiri, motivasi, dan
pengetahuan kewirausahaan terhadap minat berwirausaha mahasiswa di Kota Jember. Objek
pada penelitian ini adalah Universitas Jember, Universitas Muhammadiyah Jember, Politeknik
Negeri Jember, UIN Khas Jember, Universitas dr. Soebandi Jember, Universitas PGRI
Argopuro Jember, Universitas Islam Jember, Institute Teknologi dan Sains Mandala Jember,
Universitas Mochammad Sroedji Jember, Universitas Islam KH. Achmad Muzakki Syah
Jember. Dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan jumlah sampel yang
digunakan sebanyak 100 responden. Teknik pengambilan sampel adalah probability sampling
menggunakan metode Propotionate Stratified Random Sampling. Dengan Teknik pengumpulan
data menggunakan Koesoner yang disebarkan kepada responden. Analis data yang digunakan
adalah uji instrument, uji asumsi klasik, uji analisis regresi linier berganda, uji hipotesis t
(parsial), dan uji koefisien determinasi (R2
). Hasil dari pengujian pada variabel sikap mandiri,
motivasi, dan pengetahuan kewiraushaan berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap
minat berwirausaha mahasiswa di Kota Jember. Berdasarkan pada hasil uji koefisien
determinasi memberikan kontribusi yang diperoleh adalah sebesar 76%.
Kata Kunci : Sikap Mandiri, Motivasi, Pengetahuan Kewirausahaan, Minat Berwirausah
ASUHAN KEPERAWATAN PADA BAYI BBLR DENGAN HIPOTERMIA DI RUANG SERUNI RSU dr. H. KOESNADI BONDOWOSO
Pendahuluan: Bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) memiliki risiko tinggi mengalami hipotermia karena belum matangnya pusat pengaturan suhu dan minimnya lemak subkutan. Hipotermia dapat memicu komplikasi metabolik, respirasi, bahkan kematian. Penatalaksanaan efektif, salah satunya melalui teknik swaddling (bedong),dapat membantu mempertahankan suhu tubuh bayi. Tujuan: Menganalisis asuhan keperawatan pada bayi BBLR dengan hipotermia menggunakan inovasi swaddling di Ruang Seruni RSU dr. H. Koesnadi Bondowoso. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan, mencakup lima tahap: pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian adalah tiga bayi BBLR dengan hipotermia, yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi medis. Hasil: Diagnosis keperawatan yang ditemukan meliputi pola napas tidak efektif, hipotermia,
dan risiko infeksi. Implementasi swaddling terbukti membantu menjaga suhu tubuh bayi dalam batas normal (36,5–37,5°C), menurunkan risiko komplikasi, dan meningkatkan kenyamanan bayi. Diskusi: Swaddling dapat menjadi intervensi sederhana namun efektif dalam mengatasi hipotermia pada bayi BBLR. Kolaborasi dengan keluarga dalam perawatan juga turut mendukung keberhasilan asuhan keperawatan dan meningkatkan kualitas hidup bayi
Hubungan Kepatuhan Budaya dengan Inisiatif Kunjungan Antenatal Care Dini pada Ibu Hamil Trimester Pertama di Wilayah Kerja Puskesmas Sumberjambe, Kabupaten Jember.
Budaya yang masih melekat di masyarakat tentang kehamilan, serta anggapan bahwa kehamilan adalah proses alami tanpa perlu intervensi medis, menjadi hambatan bagi ibu hamil untuk melakukan pemeriksaan dini. Tujuan: penelitian ini untuk mengetahui kepatuhan budaya dengan inisiatif kunjungan antenatal care dini di Wilayah Kerja Puskesmas Sumberjambe, Kabupaten Jember. Desain: penelitian ini menggunakan korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi pada penelitian ini adalah ibu hamil trimester pertama dengan jumlah 99, dan sampel terdiri dari 80 ibu hamil, dengan teknik sampling pada penelitian ini menggunakan cluster random sampling, di mana wilayah kerja Puskesmas dibagi menjadi beberapa klaster, kemudian dilakukan pengambilan sampel secara acak dari masing-masing klaster yang telah ditentukan. Instrumen penelitian berupa kuesioner tertutup yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Spearman Rho dengan tingkat signifikansi α ≤ 0,05. Hasil: ada hubungan yang signifikan antara kepatuhan budaya dan inisiatif kunjungan antenatal care dini pada ibu hamil trimester pertama dengan nilai koefisien korelasi (r) sebesar -0,377 menunjukkan kekuatan hubungan yang lemah dengan arah hubungan negatif. Kesimpulan: kepatuhan budaya dapat mempengaruhi inisiatif kunjungan antenatal care dini di Wilayah Kerja Puskesmas Sumberjambe, Kabupaten Jember
PENGKAJIAN IBU POSTPARTUM DENGAN RIWAYAT PRE-EKLAMSIA PASCA SECTIO CAESAREA DI RUANG MAWAR NIFAS RSUD DR. H. KOESNADI BONDOWOSO
Pendahuluan: Pre-eklamsia pasca persalinan merupakan komplikasi serius yang masih tinggi di Kabupaten Bondowoso dan dapat menimbulkan risiko fatal bagi ibu. RSUD dr. H. Koesnadi mencatat tingginya kasus pre-eklamsia dan masih rendahnya mutu pengkajian nifas. Oleh karena itu, diperlukan pengkajian terstruktur pada ibu postpartum dengan riwayat pre-eklamsia untuk mencegah komplikasi lebih lanjut. Desain: Penelitian ini merupakan studi kasus deskriptif kualitatif pada tiga ibu postpartum dengan pre-eklamsia di RSUD dr. H. Koesnadi Bondowoso. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan telaah dokumen, lalu dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan pengkajian keperawatan secara komprehensif. Hasil: Pengkajian pada tiga ibu postpartum dengan pre-eklamsia menunjukkan kondisi klinis umumnya stabil dengan tekanan darah tinggi ≥139/85 mmHg dan tanda inflamasi ringan berupa leukositosis. Pemeriksaan fisik, obstetri, dan laboratorium menunjukkan hasil dalam batas normal tanpa komplikasi berat. Dukungan keluarga, literasi kesehatan, dan mekanisme koping pasien tergolong baik, menegaskan pentingnya pemantauan ketat dan pendekatan keperawatan holistik untuk mencegah komplikasi lanjutan. Kesimpulan: Tiga pasien pre-eklamsia pasca persalinan menunjukkan kondisi klinis stabil dengan tekanan darah ≥139/85 mmHg tanpa komplikasi organ, namun terdapat leukositosis pasca operasi. Pasien patuh terhadap perawatan, didukung gizi baik, hubungan keluarga harmonis, dan koping adaptif. Hasil obstetri dan neonatal baik, meski penggunaan kontrasepsi belum konsisten. Temuan ini menekankan pentingnya skrining dini dan pemantauan keperawatan yang menyeluruh
Evaluasi Tindakan Primary Percutaneous Coronary Intervention pada Pasien Infark Miokard Akut Stemi dengan Diagnosa Penurunan Curah Jantung di Ruang Iccu RSD Dr. Soebandi Jember
Pendahuluan: Infark miokard akut (IMA) merupakan salah satu penyebab kematian terbanyak di dunia, dipengaruhi oleh farktor genetik dan gaya hidup. Percutaneous Coronary Intervention (PCI) adalah terapi pilihan utama untuk pasien IMA presentasi klimis Elevasi Segmen ST (STEMI) dalam 12 jam sejak timbul gejala, dengan elevasi ST persisten atau left bundle branch block (LBBB). Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hasil tindakan PCI pada pasien IMA dengan diagnosis penurunan curah jantung di ruang ICCU RSD dr. Soebandi Jember. Metode: desain studi yang digunakan adalah studi kasus berdasarkan asuhan keperawatan di ruang ICCU RSD dr. Soebandi Jember. Hasil: ketiga pasien menunjukkan ketidakstabilan tekanan darah, dengan peningkatan tekanan sistolik sebesar 20–39 mmHg dan diastolik 10–20 mmHg dibandingkan nilai awal, terutama pada pasien 1 frekuensi nadi stabil pada hari pertama. Frekuensi napas seluruh pasien berada dalam rentang 21–30 kali/menit. Pasien 1 mengalami hipotermia ringan (suhu <35,9°C) dan ekstremitas akral yang dingin. Saturasi oksigen terjaga baik pada seluruh pasien karena mendapatkan terapi oksigen (nasal kanul 3 lpm pada pasien 1 dan 2, simple mask 8 lpm pada pasien 3. Pada hari ketiga, tekanan darah pasien 1 mengalami peningkatan sistolik 10–25 mmHg dan diastolik 4–21 mmHg dari nilai sebelumnya. Pasien 2 dan 3 menunjukkan tekanan darah mendekati normal dalam rentang 110–130/60–70 mmHg dan frekuensi nadi stabil sekitar 80x/menit. Pada salah satu pasien mengalami oliguri. Kesimpulan: berdasarkan hasil penelitian pada periode 16–22 Juni 2025 di ruang ICCU RSD dr. Soebandi Jember, pasien yang menunjukkan ketidakstabilan tekanan darah, denyut jantung (HR), saturasi oksigen (SpO₂), dan produksi urine tidak normal memiliki risiko tinggi mengalami penurunan curah jantung setelah menjalani PCI.
Kata kunci: infark miokard akut STEMI, percutaneous coronary intervention, penurunan curah jantun
PENGARUH STRATEGI BRANDING, PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL DAN CUSTOMER EXPERIENCE TERHADAP DAYA SAING CAFE FOX JEMBER
Di tengah persaingan bisnis yang ketat, terutama di industri kopi dan kafe, kemampuan untuk mempertahankan dan meningkatkan daya saing sangat penting. Strategi branding, penggunaan media sosial, dan pengalaman pelanggan (customer experience) menjadi faktor utama yang membantu kedai kopi unggul. Cafe Fox, sebagai salah satu Coffee shop di Kabupaten Jember, menghadapi tantangan untuk terus menarik dan mempertahankan pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana ketiga faktor tersebut memengaruhi daya saing Cafe Fox. Jenis penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jumlah sampel sebanyak 110 responden dan menggunakan teknik pengambilan sampel Non probability dengan teknik Purposional sampling, menggunakan teknik pengumpulan data berupa kuesioner kepada responden. Adapun teknik analisis data penelitian ini dengan menggunakan pengujian instrument, asumsi klasik, regresi linear berganda, uji hipotesis dan koefisien determinasi R2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga variabel, yaitu strategi branding, pemanfaatan media sosial, dan customer experience, memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap daya saing Cafe Fox. Strategi branding yang kuat mampu membangun citra merek dan loyalitas pelanggan, sementara pemanfaatan media sosial secara efektif memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan interaksi dengan pelanggan. Hasil pengujian koefisien determinasi R2 yakni Tingkat kontribusi pengaruh sebesar 87%.
Kata Kunci : strategi branding, media sosial, customer experience, daya sain
IMPLEMENTASI STRATEGI PELAKSANAAN (SP1) DENGAN MENGHARDIK DALAM MENGONTROL HALUSINASI PADA PASIEN DENGAN GANGGUAN PERSEPSI SENSORI PENDENGARAN DI DESA KEMIRI DI KECAMATAN PANTI KABUPATEN JEMBER
Introduksi: Halusinasi pendengaran merupakan salah satu gejala gangguan persepsi yang paling umum terjadi pada individu dengan gangguan jiwa, khususnya skizofrenia. Halusinasi ini ditandai dengan persepsi suara yang didengar tanpa adanya stimulus eksternal nyata, sering kali dalam bentuk suara yang berbicara kepada atau tentang individu tersebut (American Psychiatric Association, 2022). Strategi Pelaksanaan (SP) 1 dalam menangani gangguan halusinasi yang telah dirancang sebagai pendekatan sistematis dalam mengenali, mengelola, dan mengendalikan halusinasi di komunitas.
Tujuan: memberikan gambaran nyata tentang asuhan keperawatan jiwa dengan gangguan persepsi sensori halusinasi pendengaran di Desa Kemiri.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif terhadap tiga klien dengan halusinasi pendengaran di Desa Kemiri Kecamatan Panti. Intervensi dilakukan sebanyak empat kali kunjungan per klien dengan penerapan SP 1. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Hasil: Implementasi SP 1 menunjukkan bahwa ketiga klien mengalami penurunan frekuensi dan intensitas halusinasi. Klien mampu mengenali isi dan tanda awal halusinasi, menerapkan teknik pengalihan, serta mengetahui pengobatan yang tepat untuk mengurangi dan mengatasi gangguan halusinasi.
Diskusi: Strategi SP 1 efektif membantu klien meningkatkan kesadaran terhadap gangguan persepsi dan mengembangkan mekanisme koping secara mandiri. Dukungan keluarga dan pendekatan terapeutik yang konsisten menjadi faktor pendukung utama dalam keberhasilan intervensi.
Kata Kunci: Halusinasi Pendengaran, Strategi Pelaksanaan 1, Jiwa Komunita
PENGARUH GOOD BUREAUCRACY GOVERNANCE, PENGENDALIAN INTERN, PENGEMBANGAN KOMPETENSI, DAN SOFT SKILLS SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KINERJA PEGAWAI DENGAN KEMANDIRIAN ENTITAS SEBAGAI VARIABEL INTERVENING (Studi Pada Badan Pengelolaan Keuangan Dan Aset Daerah Kabupaten Jember)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh good bureaucracy governance, pengendalian intern, pengembangan kompetensi, dan soft skills terhadap kinerja pegawai Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Jember, dengan kemandirian entitas sebagai variabel intervening. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif melalui metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dan melibatkan 59 responden dari ASN BPKAD, penelitian ini menemukan bahwa sebagian besar variabel independen berpengaruh positif dan signifikan baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap kinerja pegawai melalui kemandirian entitas. Good bureaucracy governance, pengembangan kompetensi, dan soft skills terbukti memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan kinerja pegawai. Namun, pengendalian intern tidak menunjukkan pengaruh langsung yang signifikan terhadap kinerja, tetapi tetap berperan penting melalui mediasi kemandirian entitas. Hasil ini menegaskan pentingnya membangun organisasi yang birokratis secara sehat, kompeten, dan berdaya saing dengan memperkuat aspek internal organisasi dan kapasitas personal pegawai
PENERAPAN TERAPI KOMPLEMENTER HEAD MASSAGE UNTUK MENURUNKAN NYERI KEPALA PADA PASIEN HIPERTENSI DI UPT PELAYANAN SOSIAL TRESNA WRDHA BONDOWOSO
Hipertensi terjadi ketika tekanan darah dalam tubuh meningkat di atas batas normal. Seseorang didiagnosis hipertensi bila tekanan darah sistolik 140-180 mmHg dan diastolik di atas 90-100 mmHg. Kondisi yang sering disebut tekanan darah tinggi ini muncul saat pembuluh darah tidak berfungsi optimal, menghambat aliran darah yang membawa oksigen dan nutrisi ke jaringan tubuh. Head Massage adalah salah satu terapi komplementer yang berfokus pada teknik pemijatan area wajah dan kepala. Terapi ini efektif untuk meredakan nyeri, khususnya sakit kepala, yang sering dialami oleh penderita hipertensi. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif pada seorang klien lansia penderita hipertensi di UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha Bondowoso. Intervensi yang diberikan adalah Head Massage dan diberikan selama 3 hari berturut-turut satu kali per hari selama 5 menit. Instrumen yang digunakan untuk mengukur intensitas nyeri adalah Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah intervensi. Klien mengalami nyeri pada area kepala dengan skala awal diangka 3. Setelah intervensi hari pertama skala nyeri masih diangka 3, pada hari kedua, skala nyeri menurun menjadi 2. Pada hari ke tiga skala nyeri menurun diangka 1. Klien juga melaporkan peningkatan kenyaman dan kemudahan ber aktivitas. intervensi pemberian terapi dengan head masssage efektif menurunkan nyeri kapala pada klien hipertensi. Karena pijatan lembut pada area kepala dapat membantu melancarkan peredaran darah, meningkatkan konsentrasi, meangsang pelepasan hormon endorfin alami. Terapi ini mudah diterapkan serta dapat menjadi pilihan pendukung dalan manajemen nyeri nonfarmakologis di layanan keperawatan geriatri
IMPLEMENTASI FISIOTERAPI DADA PADA MASALAH KEPERAWATAN BERSIHAN JALAN NAPAS PASIEN PNEUMONIA DI RUANG MERPATI RSD KALISAT
Pneumonia merupakan infeksi saluran pernapasan bawah yang dapat
menyebabkan penumpukan sekret di saluran napas dan memicu gangguan
bersihan jalan napas tidak efektif. Kondisi ini ditandai dengan batuk tidak efektif,
peningkatan frekuensi napas, suara ronki, serta penurunan saturasi oksigen. Salah
satu intervensi keperawatan nonfarmakologis yang efektif untuk mengatasi
masalah ini adalah fisioterapi dada, yang mencakup perkusi, vibrasi, drainase
postural, dan batuk efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan
implementasi fisioterapi dada dalam mengatasi bersihan jalan napas tidak efektif
pada pasien pneumonia. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus
deskriptif terhadap satu pasien yang dirawat di Ruang Merpati RSD Kalisat.
Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan pemeriksaan
fisik selama tiga hari berturut-turut. Hasil menunjukkan adanya perbaikan klinis
secara bertahap. Frekuensi napas menurun dari 33 kali/menit menjadi 19
kali/menit, batuk menjadi efektif, suara ronki berkurang, dan sputum lebih mudah
dikeluarkan. Pasien juga tampak lebih nyaman dan tidak lagi menggunakan otot
bantu napas. Implementasi fisioterapi dada secara rutin efektif dalam
meningkatkan bersihan jalan napas pada pasien pneumonia dan dapat dijadikan
sebagai intervensi standar dalam praktik keperawatan