Repository Universitas Muhammadiyah Jember
Not a member yet
19650 research outputs found
Sort by
PENGARUH DOSIS POC BONGGOL PISANG DAN PUPUK KANDANG AYAM DALAM MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN KACANG PANJANG (Vigna sinensis L.)
Kacang panjang adalah sayuran yang sudah lama dikenal karena memiliki
vitamin dan mineral. Sayur ini mengandung banyak vitamin A, vitamin B, dan
vitamin C, terutama pada polongnya yang masih muda. Biji kacang panjang
mengandung sejumlah besar lemak, protein, dan karbohidrat. Akibatnya, produk
ini dapat dianggap sebagai sumber protein nabati yang cukup prospektif.
Penelitian ini dilaksanakan di lahan Desa Wirowongso, Kecamatan Ajung
,Kabupaten Jember, pada Desember 2024 hingga Maret 2025 menggunakan
Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) dengan dua faktor, yaitu POC
bonggol pisang (B0: 0 ml, B1: 67,5 ml, B2: 135 ml, B3: 202,5 ml) dan pupuk
kandang ayam (A0: 0 ton/ha, A1: 15 ton/ha, A2: 30 ton/ha, A3: 45 ton/ha),
masing-masing diulang tiga kali.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa POC bonggol pisang berpengaruh
nyata terhadap pertumbuhan dan produksi kacang panjang (Vigna sinensis L.),
seperti tinggi tanaman, jumlah daun, dan bobot hasil. Pupuk kandang ayam juga
memberikan pengaruh sangat nyata terhadap hampir seluruh parameter. Terdapat
interaksi yang sangat nyata antara kedua perlakuan, dengan kombinasi terbaik
pada B2A1 (POC 135 ml dan pupuk kandang ayam 15 ton/ha), yang
menghasilkan nilai tertinggi pada sebagian besar parameter
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL TEMAN SEBAYA DENGAN SELF EFFICACY AKADEMIK PADA MAHASISWA BARU
Masa transisi dari sekolah menengah ke perguruan tinggi seringkali menimbulkan
tantangan adaptasi yang memengaruhi keyakinan diri mahasiswa baru dalam
menjalani kehidupan akademik. Salah satu faktor yang diyakini berkontribusi
terhadap Self-efficacy akademik adalah dukungan sosial teman sebaya. Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial teman sebaya
dengan Self-efficacy akademik pada mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah
Jember. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif korelasional, dengan
melibatkan 310 responden yang dipilih melalui teknik snowball sampling.
Instrumen yang digunakan adalah skala Self-efficacy akademik dan skala
dukungan sosial teman sebaya yang telah diuji validitas (r hitung berada antara
0,342 hingga 0,665) dan reliabilitasnya (α=0,910) . Hasil analisis dengan Pearson
Product Moment menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara
dukungan sosial teman sebaya dan self-efficacy akademik (r = 0,404, p < 0,05).
Artinya, semakin tinggi dukungan sosial yang diperoleh mahasiswa dari teman
sebayanya, maka semakin tinggi pula tingkat self-efficacy akademik yang mereka
miliki. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi institusi pendidikan untuk
mengembangkan program dukungan sosial antar mahasiswa baru sebagai upaya
meningkatkan keberhasilan akademik sosial antar mahasiswa baru guna
menunjang keberhasilan akademik
Hubungan Fungsi Kognitif dengan Resiko Jatuh pada Lansia di UPT. Panti Sosial Tresna Werdha ( PSTW ) Bondowoso
Jatuh pada lansia merupakan masalah kesehatan serius yang dapat menimbulkan cedera, menurunkan kualitas hidup, membatasi mobilitas, hingga meningkatkan risiko kematian. Kejadian jatuh sering kali berhubungan dengan penurunan fungsi kognitif, yang membuat lansia kurang mampu mengenali bahaya, lambat merespons lingkungan, serta mengalami kesulitan dalam pengambilan keputusan. Studi pendahuluan di UPT. Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Bondowoso menunjukkan dari 93 lansia terdapat 40 orang yang berisiko jatuh. Kondisi ini menegaskan pentingnya penelitian mengenai keterkaitan fungsi kognitif dengan risiko jatuh. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan fungsi kognitif dengan risiko jatuh pada lansia di UPT. PSTW Bondowoso. Desain penelitian menggunakan kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian mencakup 93 lansia, dengan sampel 40 responden yang dipilih menggunakan rumus Slovin. Instrumen penelitian meliputi Montreal Cognitive Assessment versi Indonesia (MoCA-Ina) untuk menilai fungsi kognitif dan Morse Fall Scale (MFS) untuk mengukur risiko jatuh. Analisis data menggunakan uji Spearman Rank dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan bermakna antara fungsi kognitif dan risiko jatuh (p < 0,05), di mana penurunan fungsi kognitif berbanding lurus dengan peningkatan risiko jatuh. Kesimpulannya, fungsi kognitif berperan penting dalam menentukan tingkat risiko jatuh pada lansia. Oleh karena itu, deteksi dini gangguan kognitif, edukasi, serta intervensi keperawatan berkesinambungan sangat diperlukan guna menurunkan risiko jatuh dan meningkatkan kualitas hidup lansia di PSTW
IMPLEMENTASI STRATEGI PELAKSANAAN (SP) 2 PADA PASIEN DENGAN GANGGUAN HALUSINASI PENDENGARAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUKORAMBI
Halusinasi adalah suatu sensori persepsi terhadap sesuatu hal tanpa stimulus dari
luar. Halusinasi merupakan pengalaman terhadap mendengar suara Tuhan, suara
setan dan suara manusia yang berbicara terhadap dirinya. Menurut World Health
Organization (2019) prevalensi gangguan jiwa di seluruh dunia menurut data
terdapat 264 juta orang mengalami depresi, 45 juta orang menderita gangguan
bipolar, 50 juta orang mengalami demensia, dan 20 juta orang jiwa mengalami
skizofrenia. Masalah penelitian saat ini adalah bagaimana implementasi strategi
pelaksanaan pada pasien dengan halusinasi pendengaran di wliyaha kerja
puskesmas sukorambi?. Adapun tujuan penelitian terbagi menjadi dua, tujuan
umum penelitian yakni melakukan implementasi manajemen halusinasi
menggunakan strategi pelaksanaan pada pasien dengan gangguan halusinasi
pendengaran di wilayah kerja puskesmas sukorambi jember. Adapun tujuan khusus
yakni melakukan pengkajian keperawatan pada pasien dengan halusinasi
pendengaran, dsb. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis
penelitian berupa studi kasus. Metode pengumpulan data berupa wawancara,
obervasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan klien mengalami
gangguan halusinasi pendengaran sejak 6 tahun yang lalu. Peneliti melakukan
pendekatan kepada pasien melalui komunikasi terapeutik yang dapat membantu
pasien untuk memecahkan perasaannya serta melakukan observasi kepada pasien.
Adapun implementasi yang dilakukan adalah SP 2 pasien dengan melatih
mengendalikan halusinasi dengan meminum obat secara teratur, memberikan
pendidikan kesehatan mengenai penggunaan obat secara teratur. Adapun Evaluasi
dilakukan terus-menerus pada respon klien terhadap tindakan keperawatan yang
telah dilaksanakan. Pada tinjauan kasus, evaluasi dilakukan untuk mengetahui
keadaan klien dan masalahnya secara langsung, dilakukan setiap hari selama pasien
dirawat di rumahnya. Evaluasi tersebut menggunakan SOAP sehingga terpantau
respon pasien terhadap intervensi keperawatan yang telah dilakukan
PENGAMBILALIHAN PENYIDIKAN TINDAK PIDANA KORUPSI BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 19 TAHUN 2019 TENTANG KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI ( Studi Kasus Tindak Pidana Korupsi Oleh Lembaga Pembiayaan Ekspor Impor )
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme pengambilalihan penyidikan
tindak pidana korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berdasarkan Undang
Undang Nomor 19 Tahun 2019, dengan studi kasus korupsi pemberian fasilitas kredit oleh
Lembaga Pembiayaan Ekspor Impor Indonesia (LPEI). Permasalahan utama timbul karena
Kejaksaan Agung telah melakukan penyidikan terhadap dugaan korupsi LPEI, sementara
KPK menyatakan telah lebih dahulu menerima laporan dan kemudian mengambil alih
perkara dengan mendasarkan pada Pasal 50 UU KPK. Penelitian ini menggunakan metode
yuridis normatif dengan pendekatan undang-undang (statute approach) dan konseptual
(conceptual approach). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dasar hukum pengambilalihan
seharusnya merujuk pada Pasal 10A yang secara eksplisit mengatur mekanisme supervisi dan
syarat pengambilalihan, bukan hanya Pasal 50.
Ketidaksinkronan norma antara kedua pasal tersebut menimbulkan potensi konflik
kelembagaan, ego sektoral, dan ketidakpastian hukum dalam praktik pemberantasan korupsi.
Dari sisi implikasi yuridis, pengambilalihan oleh KPK berarti peralihan penuh kewenangan
penyidikan dan penuntutan, sehingga aparat penegak hukum lain wajib menyerahkan
tersangka, berkas perkara, serta alat bukti yang telah diperoleh. Simpulan penelitian
menegaskan bahwa harmonisasi antara Pasal 50 dan Pasal 10A mendesak untuk dilakukan
agar tidak menimbulkan tumpang tindih kewenangan. Penelitian ini merekomendasikan
perlunya mekanisme koordinasi dan supervisi yang lebih tegas antara KPK dan Kejaksaan
Agung, sekaligus perbaikan regulasi guna memperkuat kepastian hukum dan efektivitas
pemberantasan korupsi di Indonesia.
Kata Kunci : Komisi Pemberantasan Korupsi, Pengambilalihan Penyidikan, Lembaga
Pembiayaan Ekspor Impor Indonesi
KAJIAN EVALUASI SISTEM DRAINASE PERUMAHAN INDAH PEMALI KECAMATAN SUMBERSARI KABUPATEN JEMBER
Perumahan Indah Pemali yang berlokasi di Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember ditemukan permasalahan terjadinya genangan diwaktu hujan ekstrem, genangan tersebut diakibatkan karena drainase yang tidak memadahi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan eksisting drainase untuk perumahan dalam jangka panjang yang di analisis menggunakan program bantu EPA SWMM 5.2. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif yang diuraikan dalam analisis hidrologi dan hidrolika. Hasil analisis menunjukan bahwa curah hujan rancangan kala ulang 10 tahun untuk metode distribusi Gumbel didapat angka sebesar 111 mm/hari, analisis debit banjir menggunakan program bantu EPA SWMM 5.2 didapatkan debit terbesar dengan nilai 0,03 m³/detik , analisis debit air limbah menggunakan metode Babbit didapatkan debit terbesar dengan nilai 0,0005 m³/detik, analisis debit saluran diketahui bahwa terdapat beberapa saluran yang tidak dapat menampung debit total. Kesimpulan pada penelitian ini yaitu dilakukan perencanaan ulang saluran drainase antara lain saluran AA1, B1, B4, C1, C3, D4, E4, E5, E8, E9, E14, E15, E18, G1, G3, G5, K1, L4 dengan cara merubah ukuran dimensi saluran. Penemuan ini diharapkan menjadi solusi untuk meminimalkan potensi genangan di masa mendatang
HUBUNGAN ANTARA TOXIC PARENTS DENGAN SELF CONFIDENCE PADA REMAJA DI SMPN 1 JATIROTO
Masa remaja awal merupakan periode transisi yang ditandai dengan perubahan
fisik, emosional, dan sosial yang pesat. Pada fase ini, keyakinan diri sangat
penting untuk keberanian remaja dalam mengekspresikan diri, membuat
keputusan, dan beradaptasi dengan lingkungan akademik dan sosial mereka.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara toxic parents
dengan self confidence remaja. Metode pendekatan yang digunakan yaitu
kuantitatif korelasional dengan 205 siswa SMP yang dipilih melalui random
sampling. Metode penelitian terdiri dari skala toxic parents, yang dimodifikasi
berdasarkan dimensi Dunham (2011) dengan nilai validitas sebesar 0,475-0,560
dan nilai reliabilitas sebesar 0,976, dan skala self-confidence, yang dimodifikasi
dari aspek Lauster (1987) dengan validitas sebesar 0,694-0,823 dan reliabilitas
sebesar 0,997. Kedua skala telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Analisis
data menggunakan uji korelasi product moments Pearson. Hasilnya terdapat
hubungan antara toxic parents dan self confidence, dan menunjukkan adanya
hubungan positif dengan signifikan toxic parents dengan self confidence (r =
0,430; p < 0,05). Artinya, semakin tinggi pola asuh toxic yang dialami remaja
maka, semakin tinggi tingkat self confidence yang dimilikinya
PERBEDAAN TINGKAT KESEPIAN PADA MAHASISWA RANTAU YANG AKTIF DAN TIDAK AKTIF DALAM KEGIATAN KEMAHASISWAAN
loneliness yaitu perasaan emosional yang ditandai dengan rasa kurang atau tidak
puas yang diakibatkan karena tidak memiliki hubungan sosial yang bermakna
dengan orang lain, sehingga timbul kesenjangan antara hubungan sosial yang
diinginkan dengan hubungan sosial yang dimiliki. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui ada atau tidaknya perbedaan tingkat kesepian antara mahasiswa rantau
yang aktif dengan yang tidak aktif dalam kegiatan kemahasiswaan dengan metode
kuantitatif komparatif. Populasi penelitian ini menggunakan mahasiswa rantau di
Kabupaten Jember yang berasal dari luar Eks Karesidenan Besuki dan mengikuti
kegiatan kemahasiswaan dengan jumlah sampel 128 mahasiswa menggunakan
teknik accidental sampling yang kemudian dibagi menjadi 64 mahasiswa di setiap
kelompok. Skala yang digunakan yaitu skala kesepian UCLA Loneliness Scale
(Version 3) modifikasi dari Clara, C. & Naomi Soetikno (2024) yang mengacu pada
teori loneliness oleh Russell (1996). Hasil uji validitas berkisar diantara 0,483
hingga 0.842 dengan nilai Croonbach’s Alpha sebesar 0,939. Hasil dari penelitian
ini sebesar 0,000 (< 0,05) menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan secara
statistik dalam tingkat kesepian antara mahasiswa rantau yang aktif dan mahasiswa
rantau yang tidak aktif dalam kegiatan kemahasiswaan. Dapat disimpulkan bahwa
�
�0 ditolak dan �1 diterima, artinya terdapat perbedaan yang signifikan dalam
tingkat kesepian antara mahasiswa rantau yang aktif dan yang tidak aktif
Pengaruh Kompetensi Terhadap Kinerja Guru Dalam Menghadapi Perubahan Kurikulum di Sekolah dasar Negeri Kecamatan Mayang
Kompetensi guru berperan penting dalam kinerja, terutama saat menghadapi perubahan kurikulum yang dinamis. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh kompetensi terhadap kinerja guru pada 133 guru SD Negeri di Kecamatan Mayang. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif korelasional dengan simple random sampling, menggunakan Teacher Competence Questionnaire (reliabilitas 0,935) dan Teachers’ Performance Appraisal Scale (reliabilitas 0,944). Analisis regresi linier sederhana menunjukkan kompetensi berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru (F = 200,774; p = 0,000; β = 0,778; R² = 0,605). Semakin tinggi kompetensi, semakin optimal kinerja guru dalam mengimplementasikan kurikulum baru. Hasil ini menegaskan perlunya program pengembangan berkelanjutan guna memperkuat profesionalisme gur
PENGKAJIAN DAN ANALISIS DATA PADA PASIEN DENGAN KASUS CHRONIC KIDNEY DISEASE (CKD) DI RUANG BOUGENVILLE RSUD dr. H. KOESNADI BONDOWOSO
Latar Belakang: Nyeri akut merupakan masalah keperawatan yang sering dijumpai pada pasien dengan penyakit ginjal kronik (Chronic Kidney Disease/CKD), terutama akibat penumpukan metabolit uremik, gangguan perfusi, dan proses inflamasi. Nyeri yang tidak tertangani dapat menurunkan kenyamanan dan kualitas hidup pasien secara signifikan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas intervensi Manajemen Nyeri (I.08238) terhadap penurunan nyeri akut pada pasien CKD selama tiga hari perawatan. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus pada tiga pasien CKD yang mengalami nyeri akut. Intervensi dilakukan selama tiga hari berturut-turut, dua kali sehari, meliputi pemberian kompres hangat, terapi musik, aromaterapi, teknik napas dalam, edukasi relaksasi, dan kolaborasi pemberian analgesik. Hasil: Evaluasi menunjukkan bahwa seluruh pasien mengalami penurunan skala nyeri secara bertahap dari 6–7 menjadi 2–3. Terdapat peningkatan kenyamanan, perbaikan tidur, dan kemampuan pasien dalam mengelola nyeri secara mandiri. Meskipun belum terjadi peningkatan kekuatan otot secara nyata, tidak ditemukan efek samping terhadap terapi yang diberikan. Kesimpulan: Intervensi Manajemen Nyeri secara kolaboratif dan terstruktur efektif dalam menurunkan nyeri akut pada pasien CKD, serta mendukung kesiapan pasien untuk melanjutkan perawatan lanjutan