Repository Universitas Muhammadiyah Jember
Not a member yet
19650 research outputs found
Sort by
TINJAUAN YURIDIS TERHADAP AKSESIBILITAS BAGI TAHANAN PENYANDANG DISABILITAS DI RUANG TAHANAN POLRES JEMBER
Penelitian ini mengkaji aksesibilitas bagi tahanan penyandang disabilitas di ruang tahanan Polres Jember. Fokusnya adalah aksesibilitas bagi penyandang disabilitas belum sepenuhnya tersedia. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui aksesibilitas bagi tahanan penyandang disabilitas di ruang tahanan Polres Jember. Penelitian yang digunakan adalah penelitian yuridis normatif, dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual, Masih terdapat perlakuan terhadap tahanan penyandang disabilitas yang belum sesuai dengan hak keadilan dan perlindungan hukum penyandang disabilitas yang terdapat dalam Pasal 9 UU Penyandang Disabilitas. Hal tersebut dapat dilihat dari belum terpenuhinya aksesibilitas pada ruang tahanan dalam Polres Jember. Berdasarkan Pasal 9 UU Penyandang Disabilitas yang mengatur terkait hak keadilan dan perlindungan hukum penyandang disabilitas yaitu salah satunya memperoleh penyediaan aksesibilitas dalam pelayanan peradilan.
Kata Kunci : Aksesibilitas, Disabilitas, Tahanan, Polres Jembe
Pertimbangan Hakim Dalam Menyatakan Sah Atau Tidaknya Penetapan Tersangka Oleh Penyidik (Studi Kasus Putusan Pengadilan Negeri Jember Nomor 2/Pid.Pra/2024/PN Jmr)
Penetapan tersangka merupakan tahap krusial dalam proses penyidikan yang berdampak langsung pada hak asasi individu. Meski diatur dalam KUHAP dan diperkuat oleh putusan Mahkamah Konstitusi, praktik penetapan tersangka kerap menimbulkan kontroversi apabila dilakukan tanpa pemenuhan bukti yang cukup atau prosedur yang benar. Penelitian ini mengkaji pertimbangan hakim dalam perkara praperadilan Nomor 2/Pid.Pra/2024/PN Jmr yang diajukan untuk menguji sah-tidaknya penetapan tersangka oleh penyidik. Jenis penelitian ini yuridis-normatif dan analisis putusan, penelitian menelaah apakah alat bukti yang digunakan memenuhi ketentuan Pasal 184 KUHAP, apakah telah dilakukan pemeriksaan terhadap calon tersangka, serta sejauh mana hakim menyeimbangkan kewenangan penyidik dengan perlindungan hak konstitusional pemohon. Hasil penelitian ini pertama, Berdasarkan pertimbangan hukum dalam Putusan Praperadilan Nomor 2/Pid.Pra/2024/PN Jmr, hakim menerapkan pendekatan yuridis formil dalam menilai sah atau tidaknya penetapan tersangka. Hakim berpendapat bahwa perluasan kewenangan praperadilan berdasarkan Putusan MK No. 21/PUU-XII/2014 memungkinkan pengujian penetapan tersangka sepanjang memenuhi syarat minimal dua alat bukti yang sah sesuai Pasal 184 KUHAP. Meskipun terdapat perbedaan administratif seperti nomor laporan atau waktu pengiriman SPDP, hakim menilai hal tersebut tidak membatalkan keabsahan penetapan tersangka selama substansi prosedur hukum terpenuhi. Namun, seharusnya hakim menafsirkan batas waktu penyampaian SPDP sebagai tujuh hari kalender, bukan tujuh hari kerja, sesuai Pasal 109 KUHAP. Penafsiran berdasarkan hari kalender lebih menjamin kepastian hukum dan perlindungan hak tersangka, serta mencegah penyidik menunda pemberitahuan dengan alasan administratif. Dengan demikian, keterlambatan pengiriman SPDP melebihi tujuh hari kalender seharusnya dianggap melanggar prosedur hukum dan dapat memengaruhi keabsahan penyidikan serta penetapan tersangka
PERAN KESEIMBANGAN KEHIDUPAN KERJA DAN KOMPETENSI TERHADAP KINERJA PEGAWAI LAPAS KELAS IIB PROBOLINGGO DENGAN ETOS KERJA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING
Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Probolinggo merupakan institusi penting dalam
pelaksanaan fungsi pemasyarakatan. Kinerja pegawai menjadi faktor utama keberhasilan
institusi, sehingga keseimbangan kerja dan kompetensi dianggap krusial dalam memengaruhi
etos kerja dan produktivitas secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji
pengaruh keseimbangan kerja dan kompetensi terhadap kinerja pegawai Lapas Kelas IIB
Probolinggo, serta peran etos kerja sebagai variabel mediasi dalam hubungan tersebut. Metode
Penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan survei, melibatkan sampel
pegawai Lapas Kelas IIB Probolinggo. Data dianalisis dengan Structural Equation Modeling
(SEM) dengan alat statistik WarpPLS. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa keseimbangan
kerja dan kompetensi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Selain
itu, keseimbangan kerja dan kompetensi juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap etos
kerja pegawai. Etos kerja terbukti berperan sebagai mediator yang memperkuat pengaruh
keseimbangan kerja dan kompetensi terhadap peningkatan kinerja. Dengan demikian, etos kerja
merupakan faktor penting yang menjadi penghubung antara faktor-faktor kompetensi dan
keseimbangan kerja dengan kinerja pegawai Lapas. Temuan ini menegaskan pentingnya upaya
peningkatan keseimbangan kerja dan pengembangan kompetensi pegawai sebagai strategi
utama untuk menguatkan etos kerja dan, pada akhirnya, meningkatkan kinerja secara
keseluruhan. Rekomendasi untuk manajemen Lapas adalah mengimplementasikan program
yang mendukung keseimbangan kerja dan pelatihan kompetensi secara berkelanjutan guna
mencapai profesionalisme dan produktivitas yang optimal
PERAN PEMERINTAH KABUPATEN SITUBONDO DALAM TATA KELOLA PELINDUNGAN PEKERJA MIGRAN INDONESIA
ABSTRAK
Penelitian ini membahas peran Pemerintah Kabupaten Situbondo dalam tata kelola
pelindungan Pekerja Migran Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif
dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual untuk menganalisis kesesuaian
kebijakan daerah dengan ketentuan hukum yang berlaku. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa tata kelola pelindungan PMI di Situbondo telah memiliki dasar hukum yang kuat
melalui pembentukan LTSA, program sosialisasi, pelatihan, dan koordinasi lintas lembaga.
Namun, implementasinya masih menghadapi kendala seperti keterbatasan SDM, lemahnya
pengawasan terhadap perekrutan non-prosedural, serta rendahnya literasi hukum masyarakat.
Model pelindungan PMI di Situbondo pada akhirnya membentuk pola kolaboratif yang
melibatkan pemerintah daerah, BP2MI, perwakilan RI di luar negeri, organisasi masyarakat,
dan lembaga pendidikan, meskipun efektivitasnya masih perlu ditingkatkan melalui
penguatan kelembagaan, regulasi lokal, dan integrasi sistem data PMI.
Kata Kunci: Pemerintah Kabupaten Situbondo, Tata Kelola Pelindungan, Pekerja Migran
Indonesia
PENGARUH KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DAN SELF EFFICACY TERHADAP KINERJA DENGAN INNOVATIVE WORK BEHAVIOR SEBAGAI INTERVENING (Studi Pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Jember)
Berdasarkan identifikasi permasalahan pada realisasi tugas dan fungsi Badan
Perencanaan dan Pembangunan Daerah Kabupaten Jember menunjukkan capaian
kerja atas indikator masih belum mencapai target yang diharapkan, sehingga
fenomena penelitian ialah “kurang optimalnya kinerja pegawai BAPPEDA
Kabupaten Jember dalam menjalankan tugas dan fungsi”. Tujuan penelitian ini
adalah untuk menguji dan menganalisis pengaruh kepemimpinan transformasional
dan Self-efficacy terhadap kinerja pegawai Badan Perencanaan Pembangunan
Daerah Kabupaten Jember melalui Innovative work behavior sebagai varibael
intervening. Metode penelitian yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut
adalah metode penelitian deskriptif dan kuantitatif. Jumlah populasi dan sampel
penelitian sebanyak 98 responden sehingga teknik sampling yang dipakai adalah
sampling jenuh (sensus). Pengujian hipotesis dilakukan dengan pengujian
Variance-based SEM atau Partial Least Square (SEM-PLS) dengan program
WarpPLS 8.0. Hasil analisa data menunjukkan bahwa (1) kepemimpinan
transformasional dan self efficacy terhadap innovative work behavior pada Badan
Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Jember. (2) Kepemimpinan
transformasional, self efficacy dan innovative work behavior terhadap kinerja
pegawai Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Jember. (3)
Kepemimpinan transformasional dan self efficacy terhadap kinerja pegawai melalui
innovative work behavior pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah
Kabupaten Jember
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DELEGATIF DAN KINERJA GURU TERHADAP PRESTASI SISWA MELALUI KEBIJAKAN MERDEKA BELAJAR SEBAGAI VARIABEL INTERVENING DI UPTD SATUAN PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR NEGERI SE- KABUPATEN JEMBER
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh gaya kepemimpinan delegatif
dan kinerja guru terhadap prestasi siswa melalui kebijakan Merdeka Belajar
sebagai variabel mediasi di UPTD Satuan Pendidikan Sekolah Dasar Negeri seKabupaten Jember. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain
cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 289 responden yang dipilih secara
acak untuk memastikan representativitas data. Instrumen utama yang digunakan
adalah kuesioner terstruktur. Hasil analisis menunjukkan bahwa gaya
kepemimpinan delegatif dan kinerja guru memiliki pengaruh positif signifikan
terhadap implementasi kebijakan Merdeka Belajar dan prestasi siswa, baik secara
langsung maupun tidak langsung. Kebijakan Merdeka Belajar terbukti memediasi
pengaruh gaya kepemimpinan delegatif dan kinerja guru terhadap prestasi siswa.
Gaya kepemimpinan delegatif kepala sekolah yang memberikan kepercayaan dan
wewenang kepada guru mendorong implementasi kebijakan Merdeka Belajar
secara optimal, yang pada akhirnya meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa
dalam pembelajaran. Selain itu, kinerja guru yang tinggi, ditunjukkan melalui
kualitas perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran, juga berkontribusi
signifikan terhadap implementasi kebijakan dan prestasi siswa. Penelitian ini
mendukung Teori Expectancy-Value dan menyoroti pentingnya gaya
kepemimpinan delegatif serta kinerja guru dalam menciptakan lingkungan
pembelajaran yang kondusif. Implikasi praktis dari penelitian ini mencakup
perlunya pelatihan dan pendampingan untuk kepala sekolah dalam menerapkan
gaya kepemimpinan delegatif, serta program pengembangan profesional untuk
meningkatkan kinerja guru. Penelitian ini juga merekomendasikan monitoring dan
evaluasi implementasi kebijakan Merdeka Belajar di tingkat sekolah untuk
memastikan keberlanjutan hasil yang positif
Gambaran Perilaku Hallyu pada Remaja desa Cangkring
Fenomena Hallyu saat ini berkembang pesat diseluruh dunia, salah satunya Indonesia. Hallyu atau Korean Wave merupakan kebudayaan dari Korea Selatan yang saat ini banyak digemari masayarakat Indonesia. Fenomena Hallyu sendiri menyebar ke semua lapisan masyaraakat, tidak hanya dewasa akan tetapi lansia, hingga remaja. Penelitian ini bertujuan mengamati fenomena Hallyu di kalangan remaja di desa Cangkring. Desain penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif deskriptif. Subjek penelitian sebanyak 107 remaja dengan karakteristik berusia 16-19 tahun, menggemari Korean Wave dan berdomisili di desa Cangkring. Penelitian ini menggunakan teknik sampling accidental. Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Uji analisis deskriptif. Hasil analisis deskriptif diketahui bahwa variabel Hallyu tergolong rendah pada 59 responden. Sementara itu, sebanyak responden yang terdiri dari 48 subjek, menunjukkan kategori tinggi terhadap fenomena Hallyu. Hal ini mengindikasikan bahwa meskipun terdapat ketertarikan terhadap budaya Hallyu, mayoritas remaja di desa Cangkring masih menunjukkan tingkat keterlibatan yang relatif rendah dalam fenomena ini. Bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk melakukan penelitian lebih mendalam mengenai aspek expression of idolization, dimana dalam penelitian yang telah dilakukan menggambarkan bahwa aspek tersebut tergolong rendah
Pengaruh Keselamatan Kesehatan Kerja (K3), Lingkungan Kerja, Dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada CV Surya Ananta Sentosa Muncar Banyuwangi
Penelitian ini didasari pada permasalahan yang terjadi di CV Surya Ananta Sentosa
yaitu kurangnya memperhatikan keselamatan dan kesehatan kerjanya, masalah yang ada
di CV Surya Ananta Sentosa Muncar Banyuwangi ialah perusahaan sudah menyediakan
masker, sarung tangan, dan sepatu boots, agar terhindar dari kecelakaan kerja dalam
bagian distribusi saat mengangkut barang, tetapi masalah yang sering terjadi karyawan
tidak peduli dan kurangnya kesadaran untuk menggunakan peralatan perlindungan
dalam bekerja dan karyawan menganggap jika kecelakan kerja hanyalah sebuah
kebetulan yang sangat jarang terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan
menganalisis keselamatan kesehatan kerja (K3), lingkungan kerja, dan kepuasan kerja
terhadap kinerja karyawan pada CV Surya Ananta Sentosa Muncar Banyuwangi.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Data yang digunakan dalam penelitian
ini berupa data primer yang diperoleh melalui obeservasi, penyebaran kuesioner,
wawancara serta menggunakan data sekunder melalui dokumentasi. Populasi dan
sampel penelitian ini yaitu karyawan CV Surya Ananta Sentosa di Muncar Banyuwangi
yang berjumlah 40 karyawan. Untuk analisis data, penulis menggunakan analisis regresi
linear berganda. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis dapat dinyatakan bahwa
Keselamatan Kesehatan Kerja (K3) tidak berpengaruh signifikan terhadap Kinerja
Karyawan, Lingkungan Kerja berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan,
Kepuasan Kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan
Penegakan Hukum terhadap praktik Thrifting di Kabupaten Jember
Praktik thrifting atau perdagangan pakaian bekas impor semakin berkembang di Indonesia meskipun telah dilarang berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 40 Tahun 2022 dan Undang-Undang No. 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan. Peningkatan impor pakaian bekas berdampak negatif bagi industri garmen dalam negeri, berpotensi menyebabkan PHK massal, dan menimbulkan risiko kesehatan akibat kontaminasi bakteri. Meski ada larangan tersebut, masih banyak pelaku usaha yang memperdagangkan pakaian bekas secara ilegal, sehingga diperlukan penegakan hukum yang lebih ketat terhadap praktik thrifting di Kabupaten Jember. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penegakan hukum terhadap praktik thrifting di Kabupaten Jember. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan metode penelitian menggunakan pendekatan hukum (Statute Approach) dan pendekatan konseptual (Conceptual Approach). Penegakan hukum terhadap praktik thrifting di Kabupaten Jember dilakukan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan sebagai pengawas dan pengendali. Selain itu, Satpol PP juga ikut serta dalam mengawal pedagang pakaian bekas di trotoar agar tidak mengganggu ketertiban umu
OBSERVASI PEMATAHAN DORMANSI BENIH PADI BERBAGAI VARIETAS DI UPT. PENGAWASAN DAN SERTIFIKASI BENIH TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA WILKER V JEMBER
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1). Mengetahui adanya pengaruh metode pematahan dormansi terhadap dormansi benih padi 2). Mengetahui adanya pengaruh berbagai varietas padi terhadap dormansi benih padi. 3). Mengetahui adanya interaksi antara metode pematahan dormansi dan berbagai varietas padi terhadap dormansi benih padi.
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari dua faktor yaitu faktor pertama metode pematahan dormansi terdiri atas 3 taraf yaitu D1= kontrol, D2= perendaman KNO3 3% selama 24 jam, dan D3= perendaman KNO3 3% selama 48 jam serta faktor kedua yaitu varietas benih yang digunakan terdiri dari 3 taraf yaitu V1= benih padi varietas Mantap, V2= benih padi varietas Inpari 48, dan V3= benih varietas M70D.
Hasil penelitian menunjukkan perlakuan pematahan dormansi pada parameter kadar air benih dan intensitas dormansi memberikan hasil terbaik ditunjukkan pada perlakuan perendaman KNO3 3% selama 48 jam. Perlakuan varietas benih padi terbaik ditunjukkan oleh varietas padi M70D pada parameter kadar air benih, intensitas dormansi, dan daya berkecambah benih. Interaksi perlakuan pematahan dormansi dan jenis varietas memberikan hasil terbaik ditunjukkan pada perlakuan perendaman KNO3 3% selama 48 jam dan benih padi varietas M70D pada variabel kadar air benih, intensitas dormansi, dan daya berkecambah.
Kata kunci: Pematahan dormansi, benih padi, larutan KNO3 3