Repository Universitas Muhammadiyah Jember
Not a member yet
19650 research outputs found
Sort by
PENGENDALIAN GULMA DAN MODEL SISTEM TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PADI SAWAH (Oryza sativa L.)
Tanaman padi (Oryza sativa L.) merupakan tanaman pangan penting yang
telah menjadi makanan pokok lebih dari setengah penduduk dunia. Petani dapat
mengalami penurunan produksi padi karena cara mereka menggunakan sistem
tanam. Jenis sistem tanam yang digunakan dalam budidaya padi akan berdampak
pada hsil produksi padi. Produksi padi dapat ditingkatkan melalui penggunaan
sistem tanam yang tepat. Penurunan produksi padi ini tergantung adanya faktorfaktor produksi yang digunakan yaitu seperti sistem tanam, dan serangan
organisme pengganggu tanaman. Salah satu OPT yang keberadaannya
dipengaruhi oleh sistem tanam yaitu gulma. Tujuan penelitian ini untuk
mengetahui pengaruh pengendalian gulma dan sistem tanam padi terhadap hasil
dan pertumbuhan tanaman padi.
Penelitian ini menggunakan rancangan percobaan split plot dengan empat
ulangan. Teknik pengendalian gulma (P) sebagai petak utama terdiri atas dua
perlakuan, yaitu : P0= tanpa pengendalian, P1= pengendalian secara manual.
Sedangkan sistem tanam (J) sebagai anak petak terdiri atas tiga perlakuan, yaitu :
J0= konvensional, J1= jajar legowo dengan tipe 2:1, J2= jajar legowo dengan tipe
6:1.
Perlakuan penegndalian gulma tidak memberikan pengaruh terhadap
pertumbuhan pengamatan tinggi tanaman, jumlah anakan dan jumlah malai.
Tetapi berpengaruh terhadap hasil bobot gabah per tanaman, bobot gabah per plot
dan berat 1000 butir. Pada perlakuan P1 (pengendalian secara manual) merupakan
perlakuan terbaik. Perlakuan sistem tanam menunjukkan tidak berpengaruh
terhadap pertumbuhan pengamatan tinggi tanaman, jumlah anakan dan jumlah
malai. Tetapi berpengaruh terhadap hasil bobot gabah per tanaman dan bobot
gabah per plot. Pada perlakuan J2 ( jajar legowo 6:1) merupakan sistem tanam
terbaik. Perlakuan interaksi antara pengendalian dan sistem tanam menunjukkan
tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil
Perbandingan Penggunaan Joint Connection Pada Segmen Konstruksi Rigid Pavement Pada Jalan Raya Puger Kecamatan Puger Kabupaten Jember
Keadaan dijalan raya Puger sudah tidak layak untuk dilewati, dikarenakan banyaknya kerusakan jalan yang terjadi diakibatkan oleh beban yang melewatinya melebihi kapasitas yang ada. Tujuan penelitian adalah merencanakan perkerasan kaku dengan connection joint untuk menghubungkan setiap segmen perkerasan yang berfungsi sebagai pendistribusi beban dan membantu pelat beton pada jalan agar saling terhubung. Penelitian dimulai dengan pengumpulan data primer yang didapatkan dari survei dilapangan dan juga Data CBR yang didapatkan dari tes ditanah dasar jalan dengan menggunakan DCPT untuk mengetahui jenis dan tebal pondasi bawah. Desain perkerasan kaku menggunakan Metode Bina Marga tahun 2017 dan Pd T-14-2003 untuk mencari tebal pelat dan ukuran connection joint yang optimal. Berdasarkan hasil penelitian, penggunaan dowel sangat efektif untuk mengurangi risiko terjadinya patahan pada penyambungan perkerasan beton dengan ukuran dowel diameter 38, panjang 45 cm dengan jarak 30 cm, sedangkan tie bar digunakan untuk ujung pelat beton yang didekatnya agar tetap bersentuhan dengan baik dengan ukuran diameter 16, panjang 70 cm dengan jarak 80 cm dan Pasak digunakan sebagai pengikat pelat beton terhadap sambungan dengan ukuran diameter 18. Berdasarkan demikian, tie bar dan pasak tidak secara langsung berfungsi untuk mencegah kesalahan seperti dowel. Hal tersebut menunjukkan bahwa dowel memiliki peran penting dalam meningkatkan kinerja sambungan
DESAIN PERKERASAN JALAN DENGAN METODE CTRB MENGGUNAKAN MATERIAL DAUR ULANG HASIL SCRATCHING DARI ASPAL HOT MIX UNTUK STRUKUR LAPISAN JALAN
Kerusakan jalan yang terjadi pada ruas mangli-ajung meliputi bleeding, retak, berlubang, dan mengelupas. Salah satu upaya perbaikan jalan yaitu dengan menggunakan metode Cement Treated Recycling Base (CTRB) yang bertujuan untuk meningkatkan ketahanan struktural jalan dan mengurangi ketergantungan pada material baru. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis kinerja campuran CTRB melalui uji laboratorium yang meliputi uji centrifuge extractor dan uji kuat tekan bebas. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan CTRB. Hasil penelitian centrifuge extractor mendapatkan nilai rata-rata kadar aspal sebesar 4,25% yang artinya telah memenuhi batas toleransi Speksifikasi Umum 2010 Revisi 3 adalah ± 3,5%. Selain itu, dari penelitian kuat tekan pada benda uji CTRB dengan variasi campuran RAP 60% hasil yang di dapatkan untuk kadar semen 4% dengan nilai rata-rata tegangan hancur sebesar 24,7 kg/cm2 belum memenuhi persyaratan. Namun, pada variasi kadar semen yaitu 5%, 6%, 7% dan 8% sudah memenuhi persyaratan dikarenakan nilai yang dihasilkan dari uji kuat tekan lebih dari 30 kg/cm2 sesuai persyaratan spesifikasi khusus tentang CTRB&CTRBS Tahun 2007 yaitu nilai minimum tegangan hancur sebesar 30 kg/cm2. Sehingga dapat diterapkan pada pembangunan struktur lapisan jalan ruas mangli-ajung dengan menggunakan metode CTRB
FORMULASI SNACK PASTA COKLAT DENGAN PENAMBAHAN BUBUK CAROB SEBAGAI SUBTITUEN
Berino Renadi, Program Studi Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Jember, 2025, Formulasi Snack Pasta Coklat Dengan Penambahan Bubuk Carob Sebagai Subtituen, Dosen Pembimbing: Andika Putra Setiawan S.ST., M.T. dan Danu Indra Wardhana S.TP. MP.
Snack pasta coklat adalah produk makanan ringan berbahan dasar coklat bubuk yang berbentuk pasta dan tidak meleleh pada suhu ruang, serta tidak mengalami pemisahan lemak dan air. Produk ini mengandung berbagai bahan tambahan seperti vegetable oil, susu, gula, cocoa powder, stabilizer, emulsifier, antioksidan, dan perasa tambahan. Sebagai alternatif pengganti coklat konvensional, bubuk Carob, yang rendah lemak dan bebas kafein, dipilih karena memiliki karakteristik rasa coklat dan kaya serat. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan formulasi snack pasta coklat dengan menggunakan bubuk Carob sebagai subtituen coklat konvensional.
Penelitian ini dilakukan di Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia serta di Laboratorium Teknologi Pengolahan Agroindustri Universitas Muhammadiyah Jember pada Mei hingga Juli 2024. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat formulasi yang berbeda. Variabel yang diamati meliputi uji organoleptik, kadar air, kadar gula, kadar lemak, dan analisis ANOVA.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil uji sesuai dengan SNI 7934:2014. Uji kadar gula hasil terbaik terdapat pada formulasi ke 4 dengan persentase 2,853%. Uji kadar lemak hasil terbaik yaitu pada formulasi pertama dengan persetase 45% hal ini dikarenakan tingginya bubuk Kakao yang di tambahkan dibanding dengan Bubuk Carob . Uji kadar air hasil terbaik yaitu terdapat pada formulasi 2 dan 3 dengan hasil persentase 0,2%. Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan bukti bahwa penggunaan bubuk Carob sebagai subtituen coklat dalam snack pasta coklat dapat menghasilkan produk dengan kualitas sensorik yang baik, serta kandungan gula dan lemak yang lebih rendah, yang cocok untuk konsumen yang peduli dengan kesehatan
ANALISIS WINNING POINT BERDASARKAN JENIS PUKULAN DALAM PERTANDINGAN BULUTANGKIS LEE ZII JIA VS VIKTOR AXELSEN DI FINAL ALL ENGLAND 2021
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis winning point berdasarkan jenis pukulan dalam pertandingan bulutangkis antara Lee Zii Jia dan Viktor Axelsen di Final All England 2021. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi video pertandingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Lee Zii Jia berhasil meraih kemenangan dengan skor 30-29, 20-22, dan 21-9. Analisis menunjukkan bahwa jenis pukulan yang paling efektif dalam mencetak poin adalah netting lurus, forehand dropshot, dan overhead lob. Selain itu, Lee Zii Jia mendominasi dalam teknik pukulan di game ketiga, sementara Viktor Axelsen menunjukkan keunggulan dalam beberapa teknik pukulan di game pertama dan kedua. Penelitian ini memberikan wawasan penting bagi pelatih dan atlet dalam merumuskan strategi latihan dan pertandingan yang lebih efektif
PENGARUH LINGKUNGAN KERJA FISIK, LINGKUNGAN KERJA NON FISIK, BEBAN KERJA DAN GAYA KEPEMIMPINAN TRANFORMASIONAL TERHADAP KINERJA KARYAWAN CV. PUTRA PERKASA JAYA KABUPATEN BANYUWANGI
Tingginya absensi akan berdampak pada pencapaian target kinerja ini juga memberikan dampak buruk bagi CV. Putra Perkasa Jaya Kabupaten Banyuwangi, hal ini perlu ditingkatkan agar dapat mencapai target yang diharapkan oleh perusahaan. Maka dari itu perusahaan sangat membutuhkan usaha-usaha yang bisa meningkatkan kinerja karyawan untuk mencapai bahkan melebihi target yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh lingkungan kerja fisik, lingkungan kerja non fisik, beban kerja dan gaya kepemimpinan tranformasional terhadap kinerja karyawan CV. Putra Perkasa Jaya Kabupaten Banyuwangi. Jenis penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jumlah sampel sebanyak 54 responden dan menggunakan teknik pengambilan sampel Nonprobability sampling dengan teknik sampling jenuh menggunakan teknik pengumpulan data berupa kuesioner kepada responden. Adapun teknik analisis data penelitian ini dengan menggunakan pengujian instrument, asumsi klasik, regresi linear berganda, hipotesis dan koefisien determinasi. Hasil analisis yang diperoleh menunjukan bahwa lingkungan kerja fisik, lingkungan kerja non fisik, beban kerja dan gaya kepemimpinan tranformasional berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap kinerja karyawan CV. Putra Perkasa Jaya, hasil dari uji Koefisien Detreminasi R2 dengan Tingkat kontribusi pengaruh sebesar 0,927 atau 93% dan sebesar 7% dipengaruhi oleh faktor lain diluar penelitian
SISTEM REKOMENDASI PRODUK MENGGUNAKAN METODE ITEM-BASED COLLABORATIVE FILTERING
E-commerce telah menjadi salah satu sektor utama dalam transformasi digital,
memungkinkan transaksi jual beli secara online dengan berbagai manfaat, seperti
kemudahan akses, transparansi harga, dan efisiensi. Namun, perkembangan pesatnya
menghadirkan tantangan, terutama dalam memberikan rekomendasi produk yang relevan
kepada pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan
sistem rekomendasi berbasis Collaborative Filtering menggunakan pendekatan item
based. Algoritma yang digunakan meliputi Cosine Similarity untuk menghitung kemiripan
antar-item, serta metode Weighted Sum untuk pembobotan. Untuk mengukur performa
sistem, digunakan metrik Mean Absolute Error (MAE) dan Root Mean Squared Error
(RMSE). Dataset yang digunakan terdiri dari 1000 data produk pakaian, seperti jaket, baju,
dan celana jeans, dengan atribut utama mencakup rating, kategori, merek, dan ukuran, yang
diperoleh dari Kaggle. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan sistem
rekomendasi yang akurat, meningkatkan pengalaman pengguna, dan memberikan
kontribusi positif terhadap platform e-commerce dalam meningkatkan tingkat konversi
serta kepuasan pelanggan. Hasil pengujian MAE, nilai kesalahan prediksi cenderung stabil
di sekitar angka 0.26. Hal ini menunjukkan bahwa sistem rekomendasi memiliki tingkat
akurasi yang baik dalam memprediksi rating produk yang akan diberikan oleh pengguna.
Pengujian RMSE menunjukkan hasil yang sedikit bervariasi. Nilai RMSE tertinggi
terdapat pada sampel data dengan 5 data dengan 0,52, sedangkan nilai terendah terdapat
pada sampel data dengan 3 data dengan 0,23
Sapaan Kekerabatan pada Masyarakat Jawa di Desa Blambangan Kecamatan Muncar Kabupaten Banyuwangi
Sapaan kekerabatan merupakan sapaan yang digunakan untuk menyapa mitra tutur yang memiliki pertalian darah. Masyarakat yang menggunakan Bahasa Jawa perlu menggunakan sapaan kekerabatan yang sesuai dengan sistem Bahasa Jawa, guna menjaga pelestarian identitas daerahnya.
Tujuan penelitian ini adalah mengungkap bentuk sapaan kekerabatan dan faktor yang melatarbelakangi penggunaan sapaan kekerabatan yang digunakan oleh masyarakat Jawa di Desa Blambangan Kecamatan Muncar Kabupaten Banyuwangi. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Data yang digunakan berupa data bentuk sapaan kekerabatan, hasil wawancara dan tuturan. Informan penelitian ini adalah enam belas keluarga di Desa Blambangan dengan pertimbangan profesi dan usia. Instumen penelitian ini adalah peneliti, lembar observasi, dan pedoman wawancara. Teknik pengumpulan data adalah metode simak dengan teknik sadap. Teknik penganalisisan data adalah teknik Pilah Unsur Penentu (PUP) dan Teknik Hubung Banding Membedakan (HBB). Teknik pengujian keabsahan data dalam penelitian ini adalah ketekunan pengamatan.
Hasil penelitian ini adalah tiga puluh sembilan bentuk sapaan kekerabatan keluarga inti dan keluarga luas. Dua puluh sembilan sapaan kekerabatan dalam Bahasa Jawa yaitu Mbah, Kakung, Nanang, Bapak, Nyai, Uti, Mbok, Mbokdhe, Emak, Makwek, Ibuk, Siwo, Uwak, Cacak, Paman, Pakdhe, Paklik, Pakpoh, Budhe, Bulik, Bibik, Kakang, Mas, Mbak, Yu, Adhik, Thole, Genduk, dan Ganang. Enam sapaan kekerabatan Bahasa Indonesia yaitu Kakek, Ayah, Bunda, Om, Tante, dan Kakak. Sepuluh sapaan kekerabatan bahasa asing yaitu Mami (mommy), Aunty, Mama, dan Atuk. Variasi bentuk sapaan kekerabatan yaitu bentuk sapaan utuh; variasi bentuk sapaan utuh; bentuk sapaan tidak utuh; variasi bentuk sapaan tidak utuh; akronim; bentuk sapaan diikuti /e/ dan bentuk sapaan diikuti /e/ + nama anak pertama. Faktor yang mempengaruhi pemilihan bentuk sapaan kekerabatan tersebut adalah status sosial, usia, asal, keakraban, posisi dalam keluarga, kelahiran, memberi contoh, modernisasi dan tren. Sapaan kekerabatan pada masyarakat Jawa di Desa Blambangan telah mengalami pergeseran dan bahkan tergantikan oleh sapaan kekerabatan dari bahasa lain. Masyarakat Jawa, khususnya keluarga usia muda sudah mulai meninggalkan penggunaan sapaan kekerabatan yang sesuai dengan skema pertalian keluarga Jawa
TREND KEUANGAN TERHADAP PENILAIAN KINERJA KEUANGAN PADA PERUSAHAAN UMUM DAERAH PERKEBUNAN KAHYANGAN JEMBER PERIODE 2019 – 2023
Penelitian ini berdasarkan penelitian terdahulu yang menggunakan analisis trend, penelitian ini bertempat di Perusahaan Umum Daerah Perkebunan Kahyangan Jember.
Berdasarkan rumusan masalah yang digunakan yaitu dengan analisis trend menggunakan periode dasar 2019 dan periode pembanding 2020-2023, dimana kinerja keuangan Perusahaan
Umum Daerah Perkebunan Kahyangan Jember di lihat dari segi rasio Profitabilitas, Likuiditas, Solvabilitas dan Aktivitas. Beberapa sub rasio yang digunakan seperti GPM, NPM, OPM, CR,
QR, CaR, DAR, TIER, LIDtER, ITO, TATO, dan DSO yang mana data pada penelitian ini didapat melalui perusahaan itu sendiri dengan periode tahun 2019-2023. Penelitian ini termasuk kedalam penelitian kualitatif deskriptif dengan laporan keuangan pada Perusahaan Umum Daerah Perkebunan Kahyangan Jember. Berdasarkan hasil analisis laporan keuangan dengan metode trend pada Perusahaan Umum Daerah Perkebunan Kahyangan Jember tahun 2019-2023 selama 5 tahun tersebut disimpulkan bahwa dalam kurun waktu 5 tahun tersebut perusahaan seringkali mengalami kenaikan dan bahkan penurunan baik dari laporan arus kas maupun laba rugi. Jika dilihat dari segi penjualan produk pada tahun 2022 yang paling banyak dengan Rp. 32.905.161.809,08 sedangkan jika dilihat dari segi aktiva operasi yaitu utang perusahaan tahun 2023 mengalami penurunan signifikan di Rp.91.982.875,00. Beberapa pos-pos rekening pada Perusahaan
Umum Daerah Perkebunan Kahyangan Jember dari tahun 2019-2023 memiliki nilai perbedaan yang cukup signifikan. Beban penjualan pada perusahaan sendiri masih berada di angka minus dengan angka terbesar pada tahun 2022 yaitu -4%. Untuk laba kotor perusahaan sendiri terus mengalami penurunan sampai tahun 2023 sebesar -96%. Beban usaha dari tahun 2021 – 2023 mulai menunjukkan peningkatan -91% - -78%. Sedangkan laba usaha yang diperoleh oleh perusahaan mengalami penurunan yang signifikan pada tahun 2023 sebesar -118%. Pendapatan di luar usaha mengalami peningkatan pada tahun 2023 dengan persentase -84%. Terdapat 39 kali CR pada tahun 2022 dan nilai paling rendah pada tahun 2019 tepatnya -29
kali. Berdasarkan QR pada tahun 2020 terdapat 64 kali dan nilai CR paling rendah berada di tahun 2019 sebesar -24 kali. Berdasarkan CaR persentase paling besar berada di tahun 2019 dengan 130%. Sedangkan berdasarkan DAR yang ada persentase nilai yang paling tinggi berada di tahun 2020 dengan 20,91% dan paling rendah di tahun 2019 sebesar -16,42%
ANALISIS EFEK BEBAN VERTIKAL (P) TERHADAP INDEKS PEMAMPATAN SEKUNDER (STUDI KASUS TANAH LEMPUNG DI KEBONSARI KABUPATEN JEMBER)
Pemampatan tanah adalah tekanan eksternal memengaruhi pori tanah, mengurangi volume tanah dan mengeluarkan udara atau air dari tanah. Ketika beban diletakkan di atas lapisan tanah, tegangan partikel tanah meningkat, menyebabkan lapisan menurun, yang dapat disebabkan oleh kerusakan partikel tanah, keluarnya air atau udara. Setelah pemampatan primer selesai, indeks pemampatan sekunder muncul. Efek waktu dan perubahan kondisi lingkungan biasanya menyebabkan munculnya indeks ini. Penelitian ini dilakukan dengan menguji konsolidasi tanah lempung dengan variasi waktu pembebanan dan analisis statistik untuk mengetahui perilaku pemampatan sekunder. Pemampatan sekunder dianalisis selama 4 hari setiap beban dengan variasi pembebanan 0,5, 1, 2, 4, dan 8 kilogram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan kandungan air yang sama, nilai indeks pemampatan sekunder (Cα) lebih besar seiring dengan beban vertikal (P). Konsolidasi sekunder meningkat dengan beban yang lebih besar, tetapi nilai Cα' akan menurun pada suatu titik. Koefisien korelasi yang kuat antara angka pori (e) dan indeks pemampatan sekunder (Ca') menunjukkan bahwa nilai Ca' lebih besar sehubungan dengan angka pori awal (eo) dan akhir konsolidasi primer (ep). Penurunan konsolidasi primer (Sc) dan konsolidasi sekunder (Ss) akibat beban penggunaan pondasi dangkal selama 15 tahun akan mengalami penurunan 0,05566 meter