Repository Universitas Muhammadiyah Jember
Not a member yet
19650 research outputs found
Sort by
DAMPAK PROFESIONALISME, FASILITAS KERJA, DAN KOMPETENSI TERHADAP KINERJA PEGAWAI DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN BONDOWOSO MELALUI KOMITMEN EFEKTIF
Pengelolaan sumber daya manusia yang efektif merupakan kunci keberhasilan institusi dalam
mencapai tujuan organisasi. Terutama di sektor pendidikan, kinerja pegawai sangat dipengaruhi
oleh faktor-faktor seperti profesionalisme, fasilitas kerja, dan kompetensi yang dimiliki.
Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh profesionalisme, fasilitas kerja, dan kompetensi
terhadap kinerja pegawai Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso, dengan komitmen efektif
sebagai penghubungnya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan survei dan
analisis data mediasi Structural Equation Modeling (SEM) dengan alat statistik WarpPLS untuk
melihat hubungan antar variabel. Sampel terdiri dari pegawai Dinas Pendidikan Kabupaten
Bondowoso. Hasilnya menunjukkan bahwa profesionalisme, fasilitas kerja, dan kompetensi
secara langsung memberikan pengaruh positif yang signifikan pada kinerja pegawai. Ketiga
variabel ini juga berpengaruh positif pada komitmen efektif, yang kemudian mempengaruhi
kinerja pegawai. Temuan ini menegaskan pentingnya mengembangkan profesionalisme,
memperbaiki fasilitas kerja, dan meningkatkan kompetensi, serta membina komitmen efektif
sebagai strategi untuk meningkatkan kinerja pegawai. Secara praktis, penelitian ini
merekomendasikan program pelatihan, penyediaan fasilitas yang memadai, dan pembinaan
sikap serta komitmen pegawai secara terus-menerus agar pelayanan pendidikan menjadi lebih
baik.
Kata Kunci: profesionalisme, fasilitas kerja, kompetensi, komitmen efektif, kinerja pegawa
ANALISIS PENERAPAN STRATEGI PELAKSANAAN (SP) 1-4 DALAM MENGONTROL HALUSINASI PADA KLIEN DENGAN GANGGUAN JIWA DI KECAMATAN PANTI
Abstrak
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER
PROGRAM STUDI PROFESI NERS
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
KIA, Juli 2025
Silvina Putri Resnanda
Analisis Penerapan Strategi Pelaksanaan (1-4) Dalam Mengontrol Halusinasi Pada
Klien Dengan Gangguan Jiwa di Kecamatan Panti
Abstrak
Introduksi: Halusinasi pendengaran merupakan gejala umum pada gangguan jiwa
berat seperti skizofrenia yang berisiko mengganggu fungsi sosial dan meningkatkan
bahaya bagi diri sendiri maupun orang lain. Strategi Pelaksanaan (SP) 1–4 dirancang
sebagai pendekatan sistematis dalam mengenali, mengelola, dan mengendalikan
halusinasi di komunitas.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif terhadap tiga klien
dengan halusinasi pendengaran di Kecamatan Panti. Intervensi dilakukan sebanyak
enam kali kunjungan per klien dengan penerapan SP 1–4. Data dikumpulkan melalui
observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Hasil: Implementasi SP 1–4 menunjukkan bahwa ketiga klien mengalami penurunan
frekuensi dan intensitas halusinasi. Klien mampu mengenali isi dan tanda awal
halusinasi, menerapkan teknik pengalihan, serta mulai menggunakan self-talk positif.
Diskusi: Strategi SP 1–4 efektif membantu klien meningkatkan kesadaran terhadap
gangguan persepsi dan mengembangkan mekanisme koping secara mandiri.
Dukungan keluarga dan pendekatan terapeutik yang konsisten menjadi faktor
pendukung utama dalam keberhasilan intervensi.
Kata kunci : halusinasi, gangguan jiwa, strategi pelaksanaan, jiwa komunita
UJI PERFORMA METODE BACKPROPAGATION NEURAL NETWORK UNTUK PERAMALAN PENJUALAN KOMPUTER DI SITCOMP SITUBONDO
Penelitian ini bertujuan untuk menguji performa metode Backpropagation Neural Network (BPNN) dalam memprediksi penjualan komputer di SITCOMP Situbondo. Data yang digunakan merupakan data penjualan laptop dari bulan Januari 2020 hingga Januari 2024. Tahapan penelitian meliputi normalisasi data menggunakan metode Min-Max, perancangan arsitektur jaringan saraf tiruan, pengujian performa melalui 31 iterasi (epoch), serta evaluasi akurasi model menggunakan Root Mean Squared Error (RMSE). Proses pelatihan dilakukan menggunakan software RapidMiner, dengan parameter tetap pada learning rate, momentum, jumlah hidden layer, dan jumlah neuron. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa nilai Root Mean Squared Error RMSE terendah diperoleh pada iterasi ke-28, yaitu sebesar 0,162. Nilai tersebut mengindikasikan bahwa model cukup akurat dalam memprediksi data penjualan. Dengan demikian, metode Backpropagation Neural Network terbukti efektif digunakan untuk peramalan penjualan komputer pada studi kasus ini
Implementasi Keperawatan Keluarga dengan Pemberian Jus Mentimun Pada Klien Hipertensi di Desa Gumukmas Kabupaten Jember
Latar belakang: Hipertensi adalah masalah kesehatan umum di kalangan lansia yang dapat menyebabkan komplikasi serius. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak intervensi jus mentimun dan edukasi kesehatan terhadap pengendalian tekanan darah pada lansia, serta peran keluarga dalam proses tersebut.
Metode: Desain penelitian kuasi-eksperimental melibatkan tiga klien lansia (Ny. M, Ny. S, dan Ny. U) yang didiagnosis hipertensi. Intervensi yang diberikan meliputi konsumsi jus mentimun dua kali sehari selama tiga hari dan edukasi tentang manajemen hipertensi. Data tekanan darah diukur sebelum dan sesudah intervensi, dan analisis dilakukan secara deskriptif.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan penurunan signifikan dalam tekanan darah sistolik dan diastolik, dengan rata-rata penurunan 10 mmHg dan 7 mmHg, masing-masing. Klien juga melaporkan peningkatan pengetahuan tentang pola hidup sehat.
Diskusi: Temuan ini menunjukkan bahwa intervensi jus mentimun dan edukasi kesehatan dapat berkontribusi pada pengendalian hipertensi pada lansia. Dukungan keluarga selama intervensi terbukti penting dalam meningkatkan motivasi dan kepatuhan klien terhadap pengobatan. Penelitian ini menekankan perlunya pendekatan holistik dalam pengelolaan hipertensi, melibatkan partisipasi aktif keluarga dan edukasi berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas hidup lansia.
Kata Kunci : Hipertensi; Lansia; Jus Mentimun
Daftar Pustaka : 2019-202
Analisis Implementasi Penerapan Otago Exercise Pada Lansia Dengan Gangguan Keseimbangan Di Upt. Pelayanan Sosial Tresna Werdha (PSTW) Bondowoso
Gangguan keseimbangan merupakan masalah umum yang sering dialami oleh
lansia dan menjadi faktor utama penyebab jatuh. Data nasional dan regional
menunjukkan bahwa prevalensi jatuh pada lansia masih tinggi, dengan penyebab
dominan berasal dari faktor intrinsik seperti gangguan keseimbangan dan
kelemahan otot ekstremitas bawah. Salah satu intervensi non-farmakologis yang
terbukti efektif dalam menurunkan risiko jatuh adalah latihan Otago Exercise, yaitu
program latihan fisik yang berfokus pada penguatan otot tubuh bagian bawah dan
peningkatan keseimbangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
pelaksanaan dan efektivitas Otago Exercise pada lansia dengan gangguan
keseimbangan. Penelitian menggunakan metode studi kasus terhadap tiga lansia di
UPT PSTW Bondowoso yang telah diidentifikasi memiliki risiko jatuh. Proses
keperawatan meliputi pengkajian, penegakan diagnosis, perencanaan,
implementasi intervensi, dan evaluasi. Intervensi dilakukan selama 6 hari dan
dievaluasi menggunakan alat ukur seperti Timed Up and Go (TUG) Test, Romberg
Test, dan Morse Fall Scale (MFS). Hasil menunjukkan adanya peningkatan
keseimbangan baik secara dinamis maupun statis, ditandai dengan penurunan
waktu TUG, perubahan hasil Romberg dari positif menjadi negatif, serta penurunan
skor MFS. Temuan ini membuktikan bahwa latihan Otago Exercise efektif dalam
meningkatkan keseimbangan fisik dan menurunkan risiko jatuh pada lansia.
Program ini dapat menjadi intervensi keperawatan yang penting untuk
meningkatkan mobilitas aman dan kemandirian lansia
Kata Kunci: Lansia, Gangguan Keseimbangan, Risiko Jatuh, Otago Exercise
IMPLEMENTASI INOVASI STIMULUS ORAL UNTUK MENINGKATKAN REFLEK HISAP PADA BAYI DI RUMAH SAKIT BALADHIKA HUSADA JEMBER
Latar Belakang: Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) memiliki risiko tinggi
mengalami gangguan refleks menghisap yang berakibat pada keterlambatan
pemenuhan nutrisi. Refleks menghisap yang lemah sering ditemukan pada bayi
prematur dan bayi cukup bulan yang mengalami dismaturitas, meskipun tanpa
gangguan susunan saraf pusat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
efektivitas inovasi stimulus oral dalam meningkatkan kemampuan refleks
menghisap pada bayi BBLR. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi
kasus pada bayi BBLR usia kehamilan 39 minggu yang mengalami refleks
menghisap lemah. Implementasi stimulus oral diberikan selama 3 hari berturut-
turut sebanyak satu kali sehari. Teknik yang digunakan meliputi pijat perioral,
stimulasi intraoral, dan menghisap non nutrisi. Evaluasi dilakukan dengan
menggunakan lembar observasi parameter refleks menghisap. Hasil: Setelah
dilakukan implementasi, terdapat peningkatan kekuatan, ritme, frekuensi, dan
koordinasi refleks menghisap yang signifikan. Kesimpulan: Inovasi stimulus oral
terbukti efektif dalam meningkatkan refleks menghisap pada bayi BBLR dan dapat
digunakan sebagai intervensi keperawatan untuk mendukung pemenuhan gizi pada
neonatus.
Kata Kunci: BBLR, Keperawatan Neonatal, Refleks Hisap, Stimulus Ora
(TABS) ANALYSIS OF THE INDONESIAN NATIONAL TEAM'S DEFENSIVE STYLE AT THE AFC ASIAN CUP QATAR 2023
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gaya pertahanan Timnas Indonesia di AFC Asian Cup
Qatar 2023 serta memberikan rekomendasi pelatih untuk menerapkan sistem pertahanan yang sesuai
dengan timnya. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif.
Populasi yang diambil dengan mengamati seluruh video pertandingan Timnas Indonesia di AFC Asian
Cup Qatar 2023. Berdasarkan penelitian, dapat disimpulkan bahwa pertahanan Timnas Indonesia terbagi
menjadi tiga kategori sebagai berikut; melalui high pressing diperoleh presentase keberhasilan sebesar
79,7% dan kegagalan sebanyak 20,3%, melalui middle pressing diperoleh presentase keberhasilan sebesar
78,7% dan kegagalan 21,3%, serta low pressing diperoleh presentase keberhasilan sebanyak 69,7% dan
kegagalan mencapai 30,3%. Timnas Indonesia dalam ajang AFC Asian Cup Qatar 2023 menunjukkan
bahwa high pressing merupakan strategi yang paling efektif untuk sistem pertahanan
Pengkajian Pada Masalah Keperawatan Bersihan Jalan Nafas Tidak Efektif Dengan Kasus Pneumonia Diruangan Lavender RSD dr. Soebandi Jember
Pendahuluan : Pneumonia diidentifikasi sebagai penyakit menular signifikan yang mempengaruhi saluran pernapasan bagian bawah, ditandai dengan gejala seperti batuk dan sesak napas, sering kali disebabkan oleh berbagai mikroorganisme. Di dalam studi ini diketahui bahwa tingginya angka kejadian pneumonia memerlukan peran perawat dalam memberikan pengkajian yang menyeluruh dan diagnosis yang tepat guna mengetahui tindakan yang perlu dilakukan untuk meringankan kejadian penyakit ini. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengalaman nyata dalam menganalisis masalah keperawatan mengenai pneumonia yang sudah didapatkan datanya dalam pengkajian. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah analitis deskriptif, dengan fokus pada pasien pneumonia diruang lavender RSD dr Soebandi Jember pada tanggal 9 Maret sampai dengan 24 Maret 2025. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan pemeriksaan fisik, dianalisis secara deskriptif untuk memberikan wawasan tentang masalah keperawatan terkait pneumonia. Hasil: Hasilnya mengungkap keluhan umum berupa sesak napas disertai bunyi napas tambahan ronkhi. Hal itu disebabkan pengeluaran secret yang susah menyebakan saluran pernapasan pasien terhambat. Faktor lingkungan sebagai peroko aktif maupun pasif serta riwayat penyakit juga mempengaruhi terjadinya pnemonia. Selain itu tedapat factor pembanding yang menadakan adanya infeksi saluran pernapasan akibat pneumonia yaitu leokosit dan limfosit. Kemudian hail torak dengan kesan pneoumonia kesimpulan dari penelitian yaitu Pengkajian pada anamnesa, riwayat penyakit, pola kebiasaan, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, dan analisa data pada pasien pneumonia sehingga didaptkan masalah keperawatan bersihan jalan nafa
PENGKAJIAN DAN DIAGNOSIS KEPERAWATAN PADA NEONATUS DENGAN IKTERUS BERUSIA ANTARA 0-14 HARI: SEBUAH STUDI KASUS DI RUANG PERINATOLOGI RSUD dr. H. KOESNADI BONDOWOSO
Abstrak
Ikterus neonatorum atau juga dikenal dengan jaundice mengacu pada perubahan
warna kekuningan pada kulit, sklera, dan selaput lendir yang disebabkan oleh
akumulasi bilirubin dalam jaringan. Ikterus neonatorum mempengaruhi satu dari
dua bayi baru lahir di seluruh dunia. Sekitar 60% terjadi pada bayi cukup bulan dan
80% pada bayi prematur. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan hasil
pengkajian dan diagnosis keperawatan pada Neonatus dengan Ikterus di ruang
perinatologi RSUD dr. H. Koesnadi Bondowoso. Desain penelitian menggunakan
studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan. Data dikumpulkan melalui
wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil menunjukkan beberapa
masalah keperawatan utama, seperti pola napas tidak efektif, ikterik neonatus,
menyusui tidak efektif, gangguan integritas kulit, hipotermia, hipertermia, risiko
gangguan gangguan perlekatan, risiko infeksi, risiko perkembangan. Intervensi
difokuskan pada pemantauan tanda vital, dukungan nutrisi, serta edukasi ibu. Studi
ini menegaskan pentingnya pengkajian sistematis untuk mencegah komplikasi dan
meningkatkan kualitas asuhan keperawatan neonatus dengan ikterus.
Kata kunci: Ikteterus neonatus, pengkajian keperawatan, diagnosis keperawatan
Daftar pustaka: (2019-2025
PENGARUH DISCOUNT, PERCEIVED EASE OF USE, CUSTOMER SATISFACTION DAN E-WOM TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN ULANG DI JASA GO-FOOD (STUDI KASUS MAHASISWA PERGURUAN TINGGI DI KABUPATEN JEMBER)
Penelitian ini bertujuan untuk meneliti dampak dari discount, perceived ease of use, customer satisfaction, serta electronic word of mouth (E-WOM) terhadap keputusan pembelian ulang di jasa Go-Food mahasiswa di Kabupaten Jember. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif, dengan data yang dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada 400 responden. Untuk menganalisis data, digunakan metode regresi linier berganda. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa discount, customer satisfaction, dan E-WOM memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap niat pembelian ulang. Namun, kemudahan penggunaan (perceived ease of use) yang dirasakan tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Hasil ini menunjukkan bahwa niat untuk membeli ulang dipengaruhi oleh pengalaman yang menyenangkan, harga yang kompetitif, serta rekomendasi dari orang lain. Oleh karena itu, perusahaan penyedia layanan seperti Go-Food sebaiknya fokus pada strategi diskon, upaya meningkatkan kepuasan pelanggan, serta memperkuat peran E-WOM untuk meningkatkan loyalitas para pelanggan